Anda di halaman 1dari 2

Othematoma Definisi Hematoma adalah akumulasi darah di luar pembuluh darah.

Hematoma terjadi karena dinding pembuluh darah, arteri, vena atau kapiler, telah dirusak dan darah telah bocor kedalam jaringanjaringan di mana ia tidak pada tempatnya. Hematoma aurikuler / Othematoma adalah hematoma daun telinga akibat suatu rudapaksa yang menyebabkan tertimbunnya darah dalam ruang antara perikhondrium dan kartilago. Othematoma biasanya disebabkan oleh rudapaksa atau trauma, di mana taruma ini biasanya dapat terjadi akibat olahraga yang berhubungan dengan kekerasan seperti tinju. Dengan adanya taruma ini bisa menyebabkan tertimbunnya darah dalam ruang antara perikondrium dan kartilago. Jika terjadi penimbunan darah pada daerah tersebut, maka akan terjadi perubahan bentuk telinga luar dan tampak masa berwarna ungu kemerahan. Darah yang tertimbun ini bisa menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago sehingga dapat terjadi perubahan bentuk telinga. Selain karena trauma, othematoma bisa juga disebabkan karena gigitan serangga.

Perbedaan Othematoma dan Perikondritis 1. Definisi Othematoma merupakan hematoma daun telinga akibat suatu rudapaksa yang menyebabkan tertimbunnya darah dalam ruangan antara perikondrium dan kartilago. Perikondritis merupakan Infeksi bakterial pada perikondrium atau kartilago yang pada umumnya disebabkan oleh trauma dan kecelakaan pada aurikula. 2. Penyebab Othematoma : rudapaksa, trauma, cedera fisik yang mengakibatkan akumulasi darah dan bekuan darah dalam ruangan antara perikondrium dan kartilago. Perikondritis : trauma, terapi inadekuat pada pinna dan otitis eksterna akut, pasca insisi dan aspirasi hematoma daun telinga, serta penyakit telinga lain yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada perikondrium ataupun kartilago yang biasanya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa. 3. Gejala Klinis Othematoma : Pembengkakan, perubahan bentuk telinga (deformitas), perubahan warna, benjolan di aurikula, dan benjolan terasa kenyal. Perikondritis : Pembengkakan yang dapat menjalar sampai retroaurikula, nyeri, nyeri tekan, bentuk cauliflower, demam, pembesaran kelenjar limfe regional, leukositosis pada pemeriksaan laboratorium, dan serum yang terkumpul di lapisan subperikondrial menjadi purulen, sehingga terdapat fluktuasi yang bersifat difus dan terlokalisasi.

4. Penatalaksaan Othematoma : aspirasi dan insisi untuk mengeluarkan isi hematom dan mencegah reakumulasi dari hematoma, penekanan untuk mencegah reakumulasi antara lain dengan cara : pembalutan seperti pemasangan perban, penekanan lokal dengan blaster yang dijahit, menggunakan penekanan gips yang dipasang di depan dan di belakang, menggunakan perban gipsona yang melingkari daun telinga, dan pemberian antibiotik yang adekuat untuk mencegah terjadinya infeksi. Perikondritis : antibiotik golongan aminoglikosid seperti gentamisin, atau golongan quinolon seperti ciprofloxacin, antibiotic parenteral diberi jika sudah terjadi pembesaran kelenjar limfe regional, dan dapat dilakukan eksisi jika sudah terdapat jaringan nekrotik.