Anda di halaman 1dari 13

Nama Kelompok: Adriene Leta (1301007080) Annisa Annur (13010) Safira Elyafei (13010) Susianti (1301007761) Wiwit Pangestu

gestu Arista (13010) Kelas 06 PAF


Nama Dosen: Muhammad Yusuf, SE., MM Kode Dosen: D3446

Binus University 2012

Behavioural accounting research: definisi dan ruang lingkup Behavioural accounting research didefinisikan sebagai: Studi perilaku akuntan atau perilaku non akuntan dimana mereka dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan laporan. Behavioural accounting research (BAR), penelitian pasar modal dan penelitian teori agency dapat disebut penelitian positif dalam pengertian bahwa mereka dikaitkan dengan menemukan fakta: penelitian pasar modal menanyakan bagaimana reaksi pasar sekuritas terhadap informasi akuntansi?; teori agensi menanyakanapakah insentif ekonomi mempengaruhi dalam memilih metodde akuntansi?; dan behavioural research menanyakan bagaimana sebenarnya orang-orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi? bagaimanapun, mereka juga sangat berbeda dalam banyak hal. untuk instansi, penelitian pasar modal melihat pada level makro pasar sekuritas agregat, sedangkan teori agensi dan behavourial accounting fokus pada level mikro pribadi manager dan perusahan. Penelitian pasar modal dan teory agensi diambil dari ilmu ekonomi dan mengesampingkan motivasi aktual orang-orang dengan asumsi bahwa setiap orang merupakan pemaksimal kekayaan. Behavioural accounting, pada sisi lain, diambil dari ilmu yang yang lain seperti psikologi, sosiologi, dan teori organisasi., dan umumnya tidak membuat anggapan tentang bagaimana orang-orang berkelakuan (behave), terlebih, itu tujuan untuk mengetahui mengapa orangorang berkelakuan sebagaimana yang mereka lakukan. Sebagai konsekuensi, tiga kelompok penelitian akuntansi yang lain ini dimaksudkan untuk menjawab tipe yang sangat berbeda pertanyaan tentang praktek akuntansi. Penelitian di bidang akuntansi perilaku sangat besar dan telah mencakup berbagai bidang kegiatan akuntansi. Beberapa penelitian BAR, misalnya, telah diterapkan di bidang audit untuk meningkatkan pengambilan keputusan auditor. Sebagai contoh, ketika auditor

merencanakan cara mereka akan melakukan audit atas klien tertentu, mereka harus menilai berapa banyak risiko yang terkait dengan klien. Semakin tinggi resiko, semakin banyak audit yang harus dilakukan. Menilai risiko adalah tugas yang sangat kompleks yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi auditor (dan buruk. investor) BAR telah jika penilaian digunakan salah dibuat

dan auditor melakukan audit yang

untuk membantu

menganalisis penilaian risiko auditor dan memperbaiki mereka. Area utama lain BAR yaitu di bidang akuntansi manajemen. Sebagai contoh, BAR telah digunakan untuk membantu

mengeksplorasi dan

memahami

berbagai insentif dan

masalah disincentif terkait

dengan berbagai jenis proses penganggaran dan bagaimana bentuk organisasi dan sistem akuntansi dapat mempengaruhi perilaku individu dalam perusahaan.Tipe utama BAR dalam area ini yang telah diketahui seperti human judgement theory (HJT) atau human information processing (HIP) dan meliputi pertimbangan dan pembuatan keputusan akuntan dan auditor dan mempengaruhi fungsi output pada pengguna pembuatan pertimbangan dan keputusan.

Mengapa BAR penting? Terdapat beberapa alasan yang sangat bagus bahwa BAR sangat penting untuk praktisi akuntasi dan yang lain: => Telah dicatat bagaimana kelompok penelitian akuntansi yang lain seperti pasar modal dan teori agensi tidak memperlengkapi dengan jawaban pertanyaan

tentang bagaimana orang-orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi. Untuk mengisi kekosongan membutuhkan penelitian yang secara spesifik menguji aktivitas pengambilan keputusan yang menyiapkan (penyaji), pengguna, dan auditor informasi akuntansi. => BAR dapat memberikan arti berharga dalam jenis cara yang berbeda pada hasil, proses, dan reaksi pengambil keputusan pada fakta-fakta (keterangan) informasi akuntansi dan metode komunikasi. Kita dapat menggunakannya untuk memperbaiki pengambilan keputusan dalam berbagai macam cara. Meningkatkan pengambilan keputusan adalah penting, tentu saja, untuk kedua pengguna informasi keuangan (yang ingin menghindari

pembuatan keputusan yang buruk yang menyebabkan kerugian) dan untuk pembuat dan auditor informasi keuangan (yang ingin menghindari digugat). Pemahaman tentang aspek proses-informasi dalam akuntansi ini juga penting untuk karir. Sebagai tingkat tinggi

profesional informasi, akuntan perlu

mengembangkan

keahlian

dalam pengumpulan informasi, pengolahan, dan komunikasi. BAR dapat membantu melatih dan memberikan pengetahuan yang meningkatkan keterampilan ini. => BAR berpotensi menyediakan informasi yang bermanfaat untuk regulator akuntansi Accounting Standart Board (AASB). Sebagai tujuan pokok

seperti Australian

akuntansi adalah untuk menyediakan informasi bermanfaat untuk keputusan, anggota

AASB terus berhadapan dengan masalah dimana metode akuntansi dan apa tipe pengungkapan yang akan terbukti bermanfaat untuk pengguna laporan keuangan (financial statement). Penelitian akuntansi perilaku dapat langsung mempelajari pilihan akuntansi

tertentu dan melaporkan kepada penentu standar pada metode dan pengungkapan yang meningkatkan keputusan pengguna.

=> BAR juga dapat mengarahkan pada efisiensi dalam praktek kerja akuntan dan profesi yang yang lain. Seperti, para ahli senior dan anggota berpengalaman dari sebuah perusahaan akuntansi dapat dicatat dan dimanfaatkan oleh metode BAR untuk mengembangkan sistem keahlian yang terkomputerisasi untuk suatu variasi dalam konteks pengambilan keputusan (decision making). Beberapa kantor akuntan, misalnya, telah menggunakan

metode BAR untuk mengembangkan sistem pakar untuk melakukan penilaian risiko potensial klien audit. Di masa lalu, tugas ini memakan waktu yang dilakukan oleh anggota senior dari kantor akuntan, tapi screening rinci klien potensial kini dapat dilakukan oleh staf yang kurang berpengalaman dengan menggunakan sistem pakar komputer, lalu ditinjau akhir oleh perusahaan mitra.

Pengembangan penelitian akuntansi perilaku (BAR) Istilah BAR pertama kali muncul dalam literatur pada tahun 1967,tetapi penelitian HJT menjadi pondasinya dalam literature psikologi dengan karya seminal Ward Edward pada tahun 1954. Aplikasi penelitian pada akuntansi dan auditing dapat terima tahun 1974 ketika Ashton mempublikasikan sebuah studi percobaan (experimental) pertimbangan internal control oleh auditor. 30 tahun terakhir telah terlihat sebuah ledakan dari BAR dalam penelitian umum dan HJT, terutama dalam bidang audit, di mana penilaian untuk proses audit sangat penting. Untuk beberapa hal, pengembangan penelitian perilaku di bidang akuntansi

keuangan telah dikalahkan oleh teori dominasi sejak 1980-an.Namun demikian, pemahaman penting pada hubungan antara informasi akuntansi dan perilaku manusia sudah muncul.

Banyak ilmu (diantaranya sains politik, teori organisasi, sosiologi dan statistik) memainkan perannya dalam perkembangan BAR, tetapi jelas sekali ilmu perilaku yang paling penting dalam hubungan kontribusi psikologi. Perkembangan penelitian HJT dalam akuntansi memberikan banyak pada adaptasi metode penelitian telah digunakan dengan baik dalam literatur psikologi, model Brunswik lens. Teknik ini mewakili pendekatan penelitian baru yang sangat kuat yang dapat diaplikasikan pada pertanyaan lama yang memperhatikan pengguna data. Sebuah gambaran pendekatan untuk memahami proses informasi Dasar tujuan penelitian HJT adalah untuk menjelaskan cara yang orang-orang gunakan dan bagian proses informasi akuntansi (dan yang lain) dalam suatu fakta konteks pengambilan keputusan. Kita gambarkan proses pengambilan keputusan seseorang adalah sebuah model. Sehingga, contohnya, kita mungkin menggunakan penelitian teknik HJT terhadap model (atau menggambarkan) cara yang petugas pinjaman bank proses dengan berbagai cara pokok informasi akuntansi (atau isyarat seperti yang mereka sebutkan) seperti laba dan angka arus kas untuk suatu keputusan tentang apakah untuk menyetujui suatu pinjaman dari suatu perusahaan. Walaupun model brunswik lens metode yang mendominasi untuk pongembangan model pembuatan keputusan, juga terdapat dua pendekatan penelitian. Satu di sebut process tracing, yang lain diketahui sebagai paradingma probabilistic judgement, dimana dalam memprosess keputusan mewakili kemungkinan pernyataan berdasarkan pada dalil Baye. 3 Pendekatan yang lain untuk menjelaskan (modelling) pembuatan keputusan adalah: availability, anchoring dan adjusment, dan expert judgment. Model Brunswik Lens Sejak pertengahan tahun 1970, model brunswik lens telah digunakan sebagai kerangka analitis dan dasar untuk pendapat penelitian yang paling memerlukan ramalan (seperti kebangkrutan) dan/atau evaluasi (seperti pengendalian internal). Peneliti menggunakan model lens untuk meneliti hubungan antara multiple cues (atau sebagian informasi) dan keputusan, pendapat, atau prediksi, dengan mencari aturan dalam merespon untuk tanda tersebut. Pembuat keputusan (misalnya karyawan yang memberikan pinjaman bank) melihat melalui lensa isyarat (misalnya rasio keuangan) yang probalistik terkait dengan sebuah kejadian, untuk mencapai kesimpulan bermasalah / non-standar ). tentang hal (misalnya kemungkinan adanya kredit

Dalam mengembangkan versi tertentu dari model lensa Brunswik, subjek diminta untuk membuat penilaian untuk sejumlah besar kasus yang didasarkan pada perangkat isyarat yang sama. Misalnya, mereka mungkin akan diminta untuk menilai apakah beberapa

perusahaan cenderung gagal, mengingat modal kerja perusahaan, harga-laba, laba per saham, hutang menggambarkan terhadap ekuitas, dan rasio lainnya. Sebuah model linier, yang

hubungan fungsional

antara isyarat (rasio) dan alat

tanggapan di

(kemungkinan kegagalan), kemudian dibangun sebagai mana informasi diproses oleh individu. Secara umum, penggunaan

untuk mewakili cara

metode lensa Brunswik telah

menyebabkan penemuan

wawasan berharga tentang: Pola isyarat yang jelas dalam berbagai tugas Bobot yang bisa diambil oleh para pengambil keputusan untuk secara implisit ditempatkan di berbagai isyarat informasi Keakuratan relatif pengambil keputusan dari tingkat keahlian yang berbeda dalam memprediksi dan mengevaluasi berbagai tugas Keadaan di bawah sistem para ahli dan/atau model perilaku manusia yang melebihi manusia Stabilitas (konsistensi) dari penilaian manusia dari waktu ke waktu Tingkat wawasan keputusan berdasar pola mereka menggunakan data Derajat konsensus ditampilkan dalam berbagai tugas keputusan kelompok

STUDI MODEL LENSA-BUKTI Banyak penelitian telah menggunakan kerangka model lensa untuk memeriksa akurasi prediksi manusia atas kegagalan bisnis. Tugas ini penting dan realistis bagi orang-orang seperti investor, petugas pinjaman bank, kreditur lain dan auditor. Hal ini secara umum telah diteliti dengan menyediakan subjek dengan sejumlah isyarat numerik seluruh kasus yang berulang-ulang keberhasilan dan kegagalan bisnis yang sebenarnya, diambil dari data arsip. Dengan demikian, dalam tugas ini (dibandingkan dengan orang lain akan dijelaskan kemudian), sebuah solusi yang benar berlaku sebagai patokan terhadap yang membandingkan kinerja manusia. Dengan menggunakan model lensa sebagai alat penelitian dengan cara ini memungkinkan analisis atas konsistensi penilaian, apakah 'model perilaku manusia' dapat memprediksi lebih akurat daripada seorang manusia. Hal ini juga memungkinkan analisis kemampuan isyarat untuk memprediksi ia acara tersebut (prediktabilitas lingkungan menggunakan pembobotan isyarat yang ideal). Selain itu, dapat memberikan wawasan mengenai tingkat kesepakatan antara para pengambil keputusan. Model perilaku manusia dikembangkan dengan menggunakan representasi matematis dari pola individu atas penggunaan isyarat. Model ini kemudian diterapkan pada kasus yang dimaksud. Bukti secara konsisten menunjukkan bahwa manusia cukup ahli dalam mengembangkan prinsip atau model untuk memecahkan keberhasilan / kegagalan tugas menggunakan rasio keuangan, namun akan mengungguli bila model mereka sendiri (disimpulkan dari pola penggunaan isyarat) yang diterapkan secara matematis karena dua alasan: salah pertimbangan isyarat, dan mereka tidak konsisten menerapkan aturan keputusan mereka terkait faktor-faktor seperti kelelahan dan kebosanan. Aplikasi matematika baik model lingkungan (menggunakan bobot ideal isyarat) atau 'model perilaku manusia yang benar-benar konsisten dari waktu ke waktu, menghilangkan kesalahan acak. Libby adalah yang pertama untuk penelitian tugas dalam menilai kegagalan bisnis, dan beberapa penelitian telah mengikuti. Apa yang muncul dalam literatur adalah pertanyaan apakah mengungkapkan subjek tingkat aktual atas kegagalan diperlukan untuk mencapai realisme dalam tugas. Tingkat aktual dari kegagalan bisnis sangat rendah, kurang dari 5 persen. Oleh karena itu subjek, kecuali mereka mengatakan sebaliknya, membawa ke tugas penilaian, harapannya bahwa jumlah kasus kegagalan akan menjadi marjinal.

Variasi lain dari garis penelitian ini termasuk mengamati efek yang memungkinkan subyek untuk memilih rasio mereka sendiri, memeriksa dampak dari informasi yang berlebihan dan menganalisis tingkat keyakinan bahwa para pengambil keputusan menempatkan penilaian mereka dan apakah keyakinan mempengaruhi akurasi. Abdel-Khalik dan El-Sesai menyimpulkan bahwa itu adalah pilihan informasi subyek, daripada pengolahan nya dari isyarat yang dipilih, yang ketepatannya terbatas. Simnett dan Trotman menemukan bahwa, meskipun subjek dapat menggunakan semua informasi dari rasio yang mereka pilih sendiri, mereka tidak dapat meningkatkan kinerja apabila diminta untuk menerapkan model bobot ideal - isyarat. Para penulis ini menyimpulkan bahwa ketika subjek tidak dapat memilih rasio mereka sendiri kinerja pengolahan informasi menurun. Informasi literatur yang berlebihan memiliki implikasi kepada penyajian dan pengungkapan masalah dalam akuntansi keuangan. Ini memberikan bukti kesepakatan yang rendah dan konsistensi pengambilan keputusan yang rendah untuk individu yang mengalami kelebihan. Diperkirakan bahwa, seiring jumlah peningkatan informasi, awalnya penggunaan dan integrasi informasi meningkat. Namun, di luar beberapa titik, hasil informasi tambahan dalam penurunan pada jumlah informasi yang terintegrasi ke dalam tugas pengambilan keputusan. Libby mencatat bahwa penambahan isyarat yang kurang valid ke dalam satu set yang berisi isyarat lebih valid mengurangi kinerja, namun, penelitian lain telah mendeteksi tidak ada hubungan seperti itu. Secara keseluruhan, literatur tentang informasi yang berlebihan telah menghasilkan hasil yang tidak meyakinkan. Salah satu alasan kurangnya hasil yang jelas melalui penelitian yang berbeda ini adalah bahwa sebagian besar peneliti tidak berusaha untuk menentukan apakah data tambahan yang disediakan benar-benar 'informatif' (yaitu relevan dengan keputusan di tangan) pada tempat utama. Selanjutnya, ada sedikit upaya untuk melihat apakah para pengambil keputusan benar-benar menggunakan data tambahan yang disediakan oleh peneliti. Literatur penilaian kepercayaan secara konsisten menemukan bahwa kedua subyek ahli dan non-ahli adalah terlalu percaya pada kemampuan mereka dalam tugas-tugas penilaian tertentu. Kepercayaan yang berlebihan ini tampaknya berasal dari tiga faktor: Kecenderungan bagi manusia untuk mencari dan umpan balik positif yang kelebihan berat.

Keterbatasan sifat dari umpan balik dalam banyak hal (misalnya dalam prediksi kegagalan atau kesulitan kebenaran dari keputusan untuk tidak meminjamkan jarang dievaluasi)

Saling ketergantungan tindakan dan hasil (misalnya tindakan pemberian pinjaman / tidak, pinjaman itu sendiri berhasil mempengaruhi kegagalan).

Libby dan Zimmer menemukan bahwa akurasi penilaian meningkat dengan percaya diri yang meningkat, tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa kepercayaan tidak terkait dengan akurasi. Setelah memeriksa bukti model lensa yang dikumpulkan dari banyak tugas keputusan, termasuk prediksi kegagalan, Libby merangkum temuan dari kategori penelitian, sebagai berikut: Di banyak situasi pengambilan keputusan yang penting, prediktabilitas lingkungan atas ketersediaan informasi yang rendah. Namun, bahkan dalam situasi di mana prediktabilitas lingkungan relatif tinggi, pencapaian penilaian yang burukn adalah norma. Keduanya tidak konsistensinya manusia dan salah pertimbangan isyarat memberikan kontribusi pada pencapaian yang buruk. Menggabungkan informasi kuantitatif dalam tugas yang berulang-ulang tidak muncul untuk menjadi fungsi bahwa orang melakukan dengan baik. Dengan demikian, dalam situasi ini, menggantikan orang dengan model (misalnya model regresi lingkungan manusia, dan persamaan model pembobotan) menunjukkan janji untuk meningkatkan akurasi prediksi.

FORMAT DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Pada tahun 1976 Libby mengamati bahwa tiga pilihan dasar untuk meningkatkan pengambilan keputusan yaitu: Mengubah penyajian dan jumlah informasi Mendidik para pengambil keputusan Mengganti pengambil keputusan baik dengan model sendiri atau dengan model isyarat-bobot ideal Mengingat pentingnya usulan pandangan pertama kepada akuntan, auditor, regulator dan penentu standar, yang mengejutkan sedikit penelitian telah dilakukan dalam memastikan

format akuntansi presentasi ideal. Studi yang memang ada cenderung untuk memeriksa perubahan radikal untuk penyajian laporan keuangan dalam bentuk grafis multidimensi (lihat gambar). Namun, dalam menanggapi literatur, para peneliti kembali ke masalah presentasi ideal format tabel yang lebih tradisional. Informasi literatur ini juga berhubungan dengan pertanyaan dalam meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan pengguna laporan keuangan.

Wajah Chernoff yang menampilkan kondisi perubahan laporan keuangan

Penelitian terakhir menegaskan bahwa dampak dari format dan gaya presentasi yang berbeda tetap menjadi wilayah yang kompleks yang perlu penyelidikan dalam konteks lebih spesifik. Dalam dua studi, berdasarkan skenario prediksi kebangkrutan, So dan Smith meneliti dampak grafis warna, gender, kompleksitas tugas, dan format presentasi yang berbeda pada keakuratan prediksi sampel terutama dari mahasiswa bisnis sarjana. Dalam salah satu studi para pembuat keputusan menggunakan baik grafik bar berwarna atau hitam-putih rasio keuangan sebagai dasar penilaian mereka dalam tugas yang berbeda yang baik tinggi atau rendah dalam kompleksitas (sebagaimana diukur oleh tingkat konsistensi dalam keuangan rasio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa grafis berwarna tidak efektif menggunakan warna daripada pria. So dan Smith menyimpulkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan pada hubungan antara warna dan pengolahan informasi untuk membantu dalam memahami hasil yang mereka temukan. Dalam studi lain, So dan Smith memperoleh hasil yang menyatakan panggilan DeSanctis dan Jarnenpaa disebutkan sebelumnya untuk pendidikan lebih pada penggunaan grafis. So dan Smith meminta pengambil keputusan mereka untuk bekerja dengan salah satu set berikut

data: kombinasi tabel dan diagram batang, atau tabel dan wajah Chernoff, atau tabel saja. Di mana kompleksitas informasi itu tinggi, penggunaan tabel saja menyebabkan akurasi tertinggi, menunjukkan bahwa penggunaan grafis dan representasi bergambar data sebenarnya menyebabkan penurunan efektivitas pengguna pengambilan keputusan. Salah satu alasan untuk ini bisa jadi karena keinginan pengambilan keputusan untuk memilih pilihan lebih mudah ketika situasi sangat kompleks, namun representasi grafis dan data bergambar sering lebih abstrak dan kurang rinci dibandingkan dengan informasi yang ditemukan dalam tabel. Temuan ini menjadi perhatian di zaman ketika banyak perusahaan yang beralih ke Internet dan gaya presentasi multimedia untuk berkomunikasi dengan para stakeholder. AKUNTANSI DAN PERILAKU Akuntansi ada sebagai sebuah fungsi yang mengatur aktivitas individu atau sekelompok individu (didefinisikan sebagai entitas akuntansi). Terdapat pandangan yang berbeda pada akuntansi, mengindikasikan bahwa terdapat angka akuntansi mungkin perspektif. Bahkan dalam suatu periode peraturan pemerintah difokuskan pada pengungkapan akuntansi oleh perusahaan, terdapat seribu pilihan dan asumbi dibutuhkan antara alternatif teknik akuntansi dalam persiapan laporan keuangan untuk entitas perusahaan (PT). Burchell et al. meringkas peran signifikan akuntansi dalam konteks ekonumi yang luas: Data akuntansi sekarang digunakan dalam awalan dan implementasi pengawasan untuk stabilisasi ekonomi, harga dan pengendalian upah, untuk peraturan industry khusus dan sektor komersial dan perencanaan pengembangan ekonomi nasional dalam kondisi perang dan damai juga dalam kondisi makmur dan depresi. Tidak lama menunjukkan hanya sebagai sebuah kumpulan kalkulatif rutin, itu fungsi sebagai keterpaduan dan mekanisme yang berpengaruh untuk manajemen sosial dan ekonomi. Lebih lanjut, penting untuk mempertimbangkan faktor yang memppengaruhi perubahan dalam sistem akuntansi dan sifat dasar pelaporan akuntansi. Menurut Zimmerman, sistem akuntansi adalah komponen dasar dalam suatu arsitektur organisasi, manager senior dengan konstan mencari untuk mengadopsi arsitektur dengan memastikan struktur terbaik pada perusahaan. Zimmerman menjelaskan, 2 observasi penting mengenai faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi:

1. Perubahan sistem akuntansi jarang terjadi dalam suatu ke-vakuman. Perubahan sistem akuntansi umumnya terjadi pada saat ada perubahan dalam strategi bisnis perusahaan dan perubahan organisasional yang lain. 2. Perubahan dalam arsitektur organisasional perusahaan, termasuk perubahan dalam sitem akuntansi, kemungkinan besar terjadi dalam merespon terhadap perubahan stategi bisnis perusahaan disebabkan oleh goncangan eksternal dari tknologi dan perubahan kondisi pasar. Karena itu informasi akuntansi secara signifikan berpengaruh pada perilaku individu antara suatu entitas dan eksternal terhadapnya. Bagaimanapun, hal itu mempunyai pengaruh terhadap 2 hal, pada individu (atau sekelompok individu) langsung dan tidak langsung mempengaruhi struktur sistem akuntansi dan pengungkapan informasi. KETERBATASAN BAR Sering kontradiksi (dan membuat frustasi) antara penemuan penelitian yang serupa yang berarti bahwa memproses informasi manusia jauh lebih kompleks dari pada mengembangkan teori dan penelitian. 3 level kritikan yang menolak penelitian ini, yaitu mempunyai keterbatasan: Pertama, studi pada topik yang sama menghasilkan hasil yang bertentangan, menghalangi petunjuk konklusif untuk keputusan pengawasan. Selanjutnya, subjek penelitian dan letak digunakan dalam penelitian ini seringkali berbeda dari yang mereka temukan dalam pembuatan keputusan riil. Terakhir, peneliti akuntansi menanyakan apakah pengawasan dipengaruhi oleh penelitian pada individu pembuat keputusan. MASALAH BAGI AUDITOR BAR dapat memberikan pertanyaan tentang bagaimana orang-orang menggunakan dan memproses informasi akuntansi, penelitian auditing keperilakuan dapat memeriksa bagaimana auditor menunjukkan tugas audit dan membuat opini. BAR memeriksa karakteristik high-performing auditor dan faktor yang mempengaruhi opini auditor. Hasilnya menunjukkan bahwa auditor spesialis industri membutuhkan auditor lain

ketika mereka dalam lingkungan spesialisasi industri. Mereka tampil untuk memproses bagian kecil informasi secara lebih efisien dan efektif untuk mencerminkan eksistensi dari laporan keuangan. Penelitian eksperimental juga menunjukkan bahwa terdapat interaksi kompleks antara pengalaman dan keadaan (context) dalam keputusan pelaporan auditor. Apalagi, penelitian ini menunjukkan bahwa investor memberi reaksi sebagai rasa bahwa auditor independen lemah ketika auditor menerima pendapatan layanan non-audit dari klien yang mereka audit bahkan jika auditor independent memang tidak membuat-buat (dalam membuat keputusan). Bagaimanapun, penelitian eksperimental menantang ketika mereka mencoba untuk merealisasikan keseimbangan dan kesederhanaan dalam desain penelitian