Anda di halaman 1dari 10

PERCOBAAN 4 KIMIA MANGAN

A. PELAKSANAAN PRKTIKUM 1. Tujuan : Memepelajari pembuatan senyawa mangan (VI), mangan (III), dan sifat-sifatnya. 2. Hari,tanggal 3. Tempat : Sabtu, 14 Mei 2011 : Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram

B. LANDSAN TEORI Mangan relative berlimpah, dan terdapat dalam banyak deposit, terutama oksida, oksida hidrat, atau karbonat. Logam dapat diperoleh dari padanya, atau dari Mn3O4 yang didapat dengan memanggangnya, melalui reduksi dengan Al. Mangan cukup elektropositif, dan mudah melarut dalam asam bukan pengoksidasi (Cotton, 2007: 459). Ion mangan (III) tidak stabil, tetapi ada kompleks yang mengandung mangan dalam keadaan oksidasi +3. Mudah direduksi menjadi mangan (II). Mangan (IV) oksida stabil dalam larutan basa dan berwarna hijau. Pada penetralannya terjadi reaksi disproporsionasi, terbentuk endapan mangan dioksida dan ion manganat (VII) atau permanganate. Jika mangan (IV) oksida diolah dengan asam, terbentuk ion-ion mangan (II). Senyawa mangan (VII) mengandung ion MnO4-. Permanganate alkali adalah senyawa stabil yang menghasilkan larutan warna lembayung. Semuanya merupakan zat pengoksidasi kuat ( Shevla, 1990: 135). Mangan dioksida, MnO2 sekalipun bukan dioksida yang stabil karena dapat terurai menjadi MnO3 pada 530 , merupakan dioksida yang sangat penting karena bermanfaat sebagai zat pengoksidasi. Asam sulfat dan asam hidroklorida pekat panas akan mereduksi MnO2 menjadi Mn (II) (Sugiyarto, 2003).

2 MnO2 + 2 H2SO4 pekat

2 MnSO4 + 2 H2O

2 MnO2 + 2 HCl pekat

2 MnCl2 + 2 H2O

Mn3O4 adalah mineral berwarna hitam, yang dapat dibuat dari semua oksida mangan dengan pemanasan hingga suhu 1000 di udara. Semua mangan dioksida dapat mereduksi

dengan hydrogen membentuk oksida dengan tingkat oksida terendah yang berwarna abu-abu kehijauan. MnO2 juga bersifat anti feromagnetik dibawah temperature 92K, sedangkan Mn3O4 bersifat ferimagnetik dibawah temperature 43K.

C. CARA KERJA
Cara kerja Hasil pengamatan

I.
1

Mangan (VI) Dimasukkan masing-masing 5 mL KMnO4 0,01 M kedalam tabung A dan B

- Warna larutan KMnO4 ungu

KMnO4
5mL

A
2

B
- Larutan KMnO4 pada tabung reaksi tersebut,

Dimasukkan 5 mL NaOH encer ke dalam tabung A dan ditmbahkan dengan sedikit MnO2 kemudian dikocok selama 2 menit
NaOH encer 5mL MnO2

setelah ditambah NaOH yang berwarna bening, warna larutan menjadi ungu pekat, kemudian ditambah MnO2 yang berupa serbuk berwarna hitam, warna larutan menjadi ungu kehitaman

dikocok 2 menit

Dimasukkan 5mL H2SO4 kedalam tabung B dan ditambah dengan sedikit MnO2 kemudian dikocok selama 2 menit

- Sama halnya dengan larutan pada tabung reaski A, setelah ditambah dengan H2SO4

H2SO4 encer 5mL

MnO2

dikocok 2 menit

Larutan dalam tabung A disaring begitu juga dengan tabung B

- Untuk larutan dalam tabung reaski A, setelah disaring, warna larutan berwarna hijau, dan masih tersisa endapan MNO2 pada tabung reaksi. Sedangkan untuk larutan dalam tabung reaksi B, setelah disaring warna larutan tetap menjadi ungu bening, dan masih tersisa endapan MNO2 dalam tabung reaksi

Larutan hasil penyaringan pada tabung A yang berwarna hijau ditambahkan dengan 5mL H2SO4 encer
5mL H2SO4 encer

- Larutan hijau setelah ditambah dengan H2SO4

encer, warna larutan menjadi merah marun

II. 1.

Mangan III Ditimbang 0,5gr MnSO4

- Massa MnSO4 : 0,5gr berbentuk serbuk berwarna putih

2.

Dimasukkan 2mL H2SO4 encer kedalam gelas kimia yang berlabel A kemudian ditambahkan dengan 0,5gr MnSO4

Setelah H2SO4 encer yang berwarna bening

ditambahkan dengan MnSO4 , warna larutan tetap bening

2mL H2SO4 encer

0,5gr MnSO4

3.

Dimasukkan 10mL H2SO4 pekat kedalam gelas kimia A.


10mL H2SO4 pekat

- Larutan pada gelas kimia A, ditambahkan H2SO4

pekat yang berwana bening, warna larutan menjadi cokelat dan terasa panas

4.

Larutan pada gelas kimia berlabel A didinginkan.


didinginkan

- Setelah didinginkan, larutan menjadi semkin cokelat agak tua

5.

Setelah larutan A dingin, ditambahkan 5 tetes KMnO4 0,1 M.

- Saat ditambahkan KMnO4 yang berwarna ungu, warna larutan menjadi ungu keruh dan larutan menjadi panas

5 tetes KMnO4 0,1 M.

6.

Larutan tersebut ditambahkan dengan 50 mL aquades


50 mL aquades

- Setelah ditambahkan dengan aquades, warna larutan menjadi merah muda bening dan larutan menjadi panas

ALAT DAN BAHAN

1. Alat alat: - Tabung reaksi - Gelas ukur 10 ml - Gelas kimia - Rak tabung reaksi - Corong

2. Bahan - KMnO4 0,01 M dan 0,1M - NaOH encer - MnO2 - H2SO4 encer - MnSO4 - H2SO4 pekat - aquades - kertas saring

D. ANALISIS DATA a. Persamaan reaksi - Mangan (VI) - Dalam asam

MnO2 +4

MnO42+6

Oksidasi

MnO4+7 Reduksi

MnO42+6

Reduksi Oksidasi

: 2 MnO42 MnO42- + 2e : MnO2 + 2 H2O + 2e MnO42- + 4 H+ 2 MnO4- + MnO2 + 2 H2O 3 MnO42- + 4 H+

- Dalam basa Reduksi : 2 MnO4- + 2e 2 MnO42Oksidasi : MnO2 + 4 OHMnO42- + 2 H2O + 2e : 2 MnO4 + MnO2 + 4 OH3 MnO42- + 2H2O

MnO42- + 8H+ + 4e (hijau)

Mn2+ + 4H2O (merah)

Mangan (III) MnO4- + 8H+ + 5e5Mn2+ 5Mn3+ + 5eMnO4- + 4 Mn2+ + 8H+ 2Mn3+ + H2O
(ungu) (merah)

Mn2+ + 4H2O + 5Mn3+ + 4H2O Mn2+ + MnO2 + 4H+

b. Perhitungan a. Mangan (VI) Dalam Asam 2MnO4- + 2eMnO2 + 2H2O T Dalam Basa 2MnO4- + 2eMnO2 + 4OH2MnO42MnO42- + 2H2O + 2e3MnO42- + 2H2O E0 = + 0,56 volt E0 = - 0,59 volt + E0sel = -0,03 volt 2MnO42MnO42- + 4H+ + 2e3MnO42- + 4H+ E0 = + 0,56 volt E0 = - 2,26 volt E0sel = -1,70 volt +

2MnO4- + MnO2 + 2H2O

2MnO4- + MnO2 + 4OHb. Mangan (III) MnO4- + 8H+ + 5e5Mn2+ 5Mn3+ + 5eMnO4- + 4 Mn2+ + 8H+

Mn2+ + 4H2O 5Mn3+ + 4H2O

E0 = + 1,51 volt E0 = - 1,51 volt + E0 sel = 0 volt

E. PEMBAHASAN Praktikum kali ini yaitu mengenai mangan, dengan tujuan untuk mempelajari pembuatan sennyawa mangan(VI) dan mangan (III), serta mengetahui sifat sifatnya. Mangan berwarna putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh. Mangan sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting. Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik.Logam mangan bersifat ferromagnetik . Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan mangan jenis gamma, yang berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa. Percobaan pertama yaitu pembuatan mangan (VI),dilakukan dalam dua cara yaitu dalam asam dan basa. Dalam asam, saat KmnO4 ditambahkan dengan H2SO4, larutan berwarna ungu, dan ketika ditambahkan dengan MnO2 , larutan tetap ungu tetapi lebih pekat, dan setelah disaring

yaitu untuk memisahkan larutan dari endapannya dan mendapatkan warna yang lebih terang, larutan tidak mengalami perubahan warna. Ini berarti bahwa mangan (VI) tidak dapat dibuat dalam keadaan asam,karena dalam larutan asam, permanganat tereduksi menjadi Mn2+ oleh zat pereduksi berlebih. Produk yang terdapat dalam permanganat berlebih adalah MnO2. Penambahan sejumlah kecil KmnO4 kepada H2SO4 memberikan larutan yang dianggap mengandung ion planar MnO3+.
KMnO 4 + H2SO 4 K
+

MnO 3

+ H3O

+ 3HSO 4

Dalam basa, yaitu penambahan NaOH, Setelah diberi Mn (IV) oksida terjadi reaksi pembentukan yang ditandai dengan warna larutan berubah lagi menjadi ungu kehitaman. Dan setelah disaring warna larutan menjadi hijau. Hal tersbut menunjukkan reaksi pembentukan mangan (VI). Senyawasenyawa mangan (VI) mengandung ion permanganat (VI) MnO42-. Senyawa ini stabil dalam larutan basa dan mempunyai warna hijau. Pada penetralannya terjadi reaksi disproporsionasi, terbentuk endapan mangan dioksida atau ion manganat (VII) (permanganat). Reaksi yang terjadi adalah: 3MnO42- + 2H2O MnO2 + 2MnO4- + 4OH-

Karena dalam larutan basa, permanganat adalah pengoksidasi kuat, namun dalam basa kuat seperti NaOH dan dengan MnO4- berlebih dihasilkan ion manganat. Pembuatan senyawa mangan VI dapat juga diramalkan dengan menggunakan potensial elektroda. Dengan potensial elektroda ini, dapat diramalkan bahwa Mn (VI) tidak dapat dibuat dengan mereaksikan mangan (VII) dan Mn (IV) dalam larutan asam. MnO4- + 2e 4H+ + MnO42- + 2e MnO42MnO2 + 2H2O E = +0,56 V E = +2,26 V

Dari potensial elektroda reaksi diatas dapat dilihat bahwa potensial elektroda reaksi pembentukan mangan (IV) lebih besar atau lebih positif dari reaksi pembentukan mangan (VI) dan dapat disimpulkan bahwa reaksi penguraian mangan (VI) lebih mudah terjadi dibandinkan dengan reaksi pembentukannya sehingga pembuatan senyawa mangan (VI) tidak dapat dilakukan dalam larutan asam, karena senyawa mangan (VI) tidak stabil dalam suasana asam.Dalam

penambahan konsentrasi MnO4 atau H+ tidak akan memperbesar kemungknan untuk membuat mangan (VI). Percobaan selanjutnya yaitu pembuatan mangan (III). Mangan (III) terdapat sebagai oksida yaitu Mn2O3, yang terjadi scara alamiah dialam, tetapi ion Mn3+ dalam larutan air tidak stabil, mudah tereduksi menjadi Mn2+ sebagaimana dinyatakan oleh nilai potensial reduksinya. Dalam membuat mangan (III), pertama-tama dilarutkan 0,5 gram MnSO4 ke dalam 2 ml H2SO4 encer, didalam larutan H2SO4,MnSO4 larut dan mengalami ionisasi membentuk ion Mn2+ dan SO42- . Hasil dari percobaan ini didapatkan warna larutan hasil pencampuran MnSO4 dan H2SO4 encer adalah bening dengan endapan putih di bawah. Tujuan penambahan H2SO4 encer, yaitu agar larutan terpisah dari filtratnya. Kemudian dilakukan penambahan H2SO4 pekat agar MnSO4 lebih mudah larut dan mempercepat reaksi. Pada penambahan H2SO4 pekat terbentuk warna cokelat tua yang menunjukkan reaksi pembentukan mangan (III). Senyawa ini bersifat basa. Ion mangan (III) bersifat tidak stabil dnegan bilangan oksidasi +3. Kemudian larutan ditambahkan KmnO4 untuk pembentukan mangan(III), warna larutan menjadi ungu keruh,dan saat penambahan aquades warna larutan menjadi merah muda bening yang menunjukkan telah terbentuknya senyawa mangan(II). Karena dalam air, mangan (III) bersifat tidak stabil. F. SIMPULAN Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Mangan(VI) dapat terbentuk dari reaksi antara KMnO4 dengan MnO2 pada kondisi basa (penambahan NaOH), sedangkan pembuatan mangan(VI) tidak bisa dilakukuan dalam kondisi netral atau asam. 2. Mangan(VI) stabil dalam larutan basa dan mempunyai warna hijau. 3. Mangan(III) dapat dibuat dengan mereaksikan mangan (II) dan mangan (VII) dalam suasana asam. 4. Mangan (III) bersifat tidak stabil dengan bilangan oksidasi +3, dan bersifat basa serta mempunyai warna ungu keruh. 5. Mangan (III) tidak stabil dalam air karena akan membentuk mangan (II) kembali.

DAFTAR PUSTAKA Cotton dan Wilkinson. 2009. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI Press. Shevla, G. 1990. Analisis Organik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka. Sugiyanto, K. H. 2003. Dasar-Dasar Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: UNY Press.