SOLUSIO plasenta

SOLUSIO PLASENTA

Posted: Juni 30, 2011 in Uncategorized Tag:kuliah ASKEB 4

0 I. Landasan Teori 1. PENGERTIAN SOLUSIO PLASENTA Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada uterus, sebelum janin dilahirkan. Definisi ini berlaku pada kehamilan dengan masa gestasi di atas 22 minggu atau berat janin di atas 500 gram. Proses solusio plasenta dimulai dengan terjadinya perdarahan dalam desidua basalis yang menyebabkan hematoma retroplasenter. Hematoma dapat semakin membesar kearah pinggir plasenta sehingga amniokhorion sampai terlepas, perdarahan akan keluar melalui ostium uteri (perdarahan keluar), sebaliknya apabila amniokhorion tidak terlepas, perdarahan tertampung dalam uterus (perdarahan tersembunyi). Penyulit terhadap ibu dalam bentuk: 1. Berkurangnya darah dalam sirkulasi darah 2. Terjadinya penurunan tekanan darah, peningkatan nadi, dan pernafasan 3. Penderita tampak anemis 4. Dapat menimbulkan pembekuan darah 5. Menimbulkan perdarahan postpartum 6. Peningkatan timbunan darah di belakang plasenta yang menyebabkan rahim keras, padat, dan kaku 7. Menyababkan asfiksia ringan sampai kematian janin dalam rahim 2. PENYEBAB SOLUSIO PLASENTA Solusio plasenta merupakan keadaan gawat kebidanan yang memerlukan perhatian karena penyulit yang ditimbulkan terhadap ibu maupun janin. Penyebab solusio plasenta : 1. Trauma langsung terhadap uterus hamil • Terjatuh terutama tertelungkup • Tendangan anak yang sedang digendong 2. Tindakan kebidanan • Setelah versi luar • Setelah memecahkan ketuban • Persalinan anak kedua hamil kembar 3. Tali pusat yang pendek • Hamil pada usia tua • Mempunyai tekanan darah tinggi • Pre-eklampsi atau eklampsia • Tekanan vena kava inferior yang tinggi • Kekurangan asam folik 3. GAMBARAN KLINIK SOLUSIO PLASENTA Tergantung dari seberapa bagian plasenta yang terlepas.

Tidak memberikan gejala klinik dan ditemukan setelah persalinan c. Keadaan umum ibu dan janin tidak mengalami gangguan d. Terjadi perdarahan disertai rasa nyeri c. Auskultasi • Denyut jantung janin bervariasi dan asfiksia ringan sampai berat c. Solusio plasenta ringan a. nadi dan pernafasan meningkat • Penderita tampak anemis 2. Pemeriksaan dalam . Pemeriksaan 1. Solusio plasenta sedang a. Dapat menimbulkan gejala klinik • Perdarahan dengan rasa sakit • Perut terasa tegang • Gerak janin berkurang • Palpasi bagian janin sulit diraba • Auskultasi jantung janin dapat terjadi asfiksia ringan dan sedang • Pada pemeriksaan dalam ketuban menonjol • Dapat terjadi gangguan pembekuan darah 3. Palpasi abdomen • Perut tegang terus menerus • Terasa nyeri saat dipalpasi • Bagian janin sukar ditemukan b. DIAGNOSIS SOLUSIO PLASENTA Diagnosis solusio plasenta dapat ditegakkan dengan melakukan : a.1. nadi. Terlepasnya plasenta kurang dari ¼ luasnya b. Penyulit pada ibu : • Terjadi syok dengan tekanan darah menurun . Persalinan berjalan dengan lancar pervaginam 2. Pemeriksaan khusus a. Terlepasnya plasenta lebih dari ¼ tetapi belum mencapai 2/3 bagian b. Pemeriksaan fisik umum • Keadaan umum penderita tidak sesuai dengan jumlah perdarahan • Tekanan darah menurun. dan pernafasan meningkat • Dapat terjadi gangguan pembekuan darah • Penderita tampak anemis • Saat dipalpasi janin susah untuk diraba • Pemerikasaan dalam ketuban tegang dan menonjol 4. Solusio plasenta berat a. Anamnesa • Terjadi perdarahan disertai rasa nyeri • Terjadi spontan atau karena trauma • Perut terasa nyeri • Diikuti penurunan sampai terhentinya gerakan janin dalam rahim b. Lepasnya plasenta lebih dari 2/3 bagian b.

Penyulit (komplikasi) ibu a.• Terdapat pembukaan • Ketuban tegang dan menonjol C. Dalam melakukan rujukan diberikan pertolongan darurat : • Pemasangan infuse • Tanpa melakukan pemerikasaan dalam • Diantar petugas yang dapat memberikan pertolongan • Mempersiapkan donor dari masyarakat atau keluarganya • Menyertakan keterangan tentang apa yang telah dilakukan untuk memberikan pertolangan pertama 6. Tatalaksananya adalah : • Pemasangan infuse dan transfusi darah • Memecahkan ketuban • Induksi persalinan atau dilakukan SC 3. dengan ultrasonografi. sikap bidan yang paling utama adalah melakukan rujukan ke rumah sakit. Perdarahan postpartum . Dalam menghadapi perdarahan pada kehamilan. dijumpai perdarahn antara plasenta dan dinding abdomen 5. pemerikasaan penunjang. perdarahan tidak terlalu banyak • Keadaan janin masih baik dapat dilakukan penanganan secara konservatif • Perdarahan berlangsung terus ketegangan makin meningkat dengan janin yang masih baik dilakukan SC • Perdarahan yang berhenti dan keadaan baik pada kehamilan premature dilakukan perawatan inap 2. sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. KOMPLIKASI SOLUSIO PLASENTA 1. Gangguan pembekuan darah • Masuknya tromboplasin ke dalam sirkulasi darah menyebabkan pembekuan darah intravascular dan disertai hemolisis • Terjadi penurunan fibrinogen sehingga hipofibrinogen dapat menganggu pembekuan darah c. Solusio plasenta tingkat sedang dan berat Penanganannya dilakukan di rumah sakit karena dapat membahayakan jiwa penderita. PENANGANAN SOLUSIO PLASENTA 1. Oliguria • Terjadinya sumbatan glomerulus ginjal dan dapat menimbulkan produksi urin makin berkurang d. Sikap bidan dalam menghadapi solusio plasenta • Bidan merupakan tenaga andalan masyarakat untuk dapat memberikan pertolongan kebidanan. Perdarahan dapat menimbulkan • Variasi turunnya tekanan darah sampai keadaan syok • Perdarahan tidak sesuai dengan keadaan penderita anemis sampai syok • Kesadaran bervariasi dari baik sampai koma b. Solusio plasenta ringan • Perut tegang sedikit.

tekanan darah menurun. sehingga menganggu kontraksi dan menimbulkan perdarahan karena atonia uteri • Kegagalan pembekuan darah menambah beratnya perdarahan 2. nadi dan pernafasan meningkat Disertai pre-eklampsi atau eklampsia Palpasi abdomen Tegang. Penyulit pada janin Perdarahan yang terimbun di belakang plasenta menganggu sirkulasi dan nutrisi kearah janin dapat menimbulkan asfiksia ringan sampai berat dan kematian dalam rahim. nyeri Bagian janin sulit diraba DJJ Asfiksia samapai mati tergantung lepasnya plasenta Pemerikasaan dalam Ketuban tegang menonjol .• Pada solusio plasenta sedang sampai berat terjadi infiltrasi darah ke otot rahim. Solusio plasenta Kejadian Hamil tua Inpartu Anamnesa Mendadak Terdapat trauma Perdarahn dengan nyeri Keadaan umum Tidak sesuai dengan perdarahan Anemis.

Pemeriksaan Status Generalis Periksa keadaan umum pasien dan tanda-tanda vital. apakah ada kelainan letak atau pertumbuhan janin terhambat. janin hidup. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilahirkan per vaginam dengan usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. apakah persalinan dapat terjadi kurang dari 6 jam. Berat : uterus tegang dan berkontraksi tetanik. Klasifikasi Solusio Plasenta a. dan mioma uteri. Darah yang keluar tidak sesuai dengan beratnya penyakit. berapa pembukaan. uterus tegang. trombofilia. kadar fibrinogen plasma 120 – 150 mg%. Hati-hati adanya tanda pra renjatan (pra syok) yang tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang keluar pervaginam. c. pelepasan plasenta kurang dari 1/6 bagian permukaan. b. terdapat tanda pra renjatan. Sedang : perdarahan lebih dari 200 cc.Solusio Plasenta Posted on Juli 18. bagian janin atau plasenta. disertai perdarahan pervaginam. merokok. uterus tidak tegang. Faktor predisposisi solusio plasenta antara lain : usia ibu semakin tua. ketuban pecah pada kehamilan preterm. bunyi jantung janin sering tidak terdengar atau terdapat gawat janin. selaput ketuban. usia gestasi di atas 28 minggu dan curiga plasenta praevia. pelepasan plasenta dapat terjadi pada lebih dari 2/3 bagian permukaan atau keseluruhan bagian permukaan. berwarna kehitaman. preeklampsia. apakah encer atau disertai bekuan darah. Pemeriksaan Status Obstetri Periksa Luar : uterus terasa tegang atau nyeri tekan. bagian-bagian janin sulit diraba. pengguna kokain. Nilai keadaan serviks. Apakah tampak pembukaan serviks. Periksa Dalam : perabaan fornises hanya dilakukan pada janin presentasi kepala. pelepasan plasenta ¼ sampai 2/3 bagian permukaan. riwayat solusio plasenta sebelumnya. pada usia kehamilan ³ 20 minggu. gawat janin atau janin telah mati. apa presentasi janin. 2008 by kuliahbidan Solusio Plasenta Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang implantasinya normal. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. pada masa kehamilan atau persalinan. KRITERIA DIAGNOSIS Anamnesis Perdarahan timbul akibat adanya trauma pada abdomen atau timbul spontan akibat adanya penyulit pada kehamilan yang merupakan predisposisi solusio plasenta. Sering terjadi pasien tidak lagi merasakan adanya gerakan janin. jumlahnya. hipertensi kronik. biasanya janin telah mati. terdapat tanda renjatan. sebelum janin dilahirkan. Vasa praevia. Ringan : perdarahan kurang dari 100 – 200 cc. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. . kadar fibrinogen plasma lebih dari 250 mg%. disertai rasa nyeri pada daerah perut akibat kontraksi uterus atau rangsang peritoneum. multi paritas. Nilai warna darah. dan adakah kelainan di daerah serviks dan vagina. belum ada tanda renjatan.

Seksiohisterektomi bila terdapat perdarahan postpartum yang tidak dapat diatasi dengan terapi medikamentosa atau ligasi arteri uterina. atasi anemia. 3. Spesialis Anestesi dan Spesialis Penyakit Dalam. Seksiosesarea atas indikasi medik. Pemeriksaan Lain : atas indikasi medik. lakukan seksio sesarea. upayakan tindakan penyelamatan yang optimal. Terapi Bedah 1. biometri janin. Partus per vaginam dengan kala dua dipercepat. 2.PEMERIKSAAN PENUNJANG USG : menilai implantasi plasenta dan seberapa luas terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya. skor pelvik < 5 atau persalinan masih lama > 6 jam. dan dapat mengancam ibu dan atau janin). PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. bila perkiraan partus > 6 jam. Kardiotokografi : pada kehamilan di atas 28 minggu. janin hidup dan keadaan umum ibu baik) dan dapat dilakukan pemantauan ketat keadaan janin dan ibu. Ringan : terapi konservatif bila ada perbaikan (perdarahan berhenti. partus pervaginam bila < 6 jam (amniotomi dan infus oksitosin). Ligasi hipogastrika hanya boleh dilakukan oleh operator yang kompeten. KONSULTASI Spesialis Anak. amniotomi dan infus oksitosin. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi ³ 36 minggu atau ³ 2500 gram. lakukan seksio sesarea. Bila renjatan dapat diatasi. kontraksi uterus terus berlangsung. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi < 36 minggu atau TBJ < 2500 gram. b. Pasien tirah baring. atasi anemia (transfusi darah). Sedang / Berat : resusitasi cairan. kontraksi uterus tidak ada. dan elektrolit plasma. 3. hematokrit. Terapi aktif dilakukan bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus. pertimbangkan untuk seksio sesarea bila janin hidup atau partus lebih lama dari 6 jam. indeks cairan amnion. a. USG dan KTG serial (bila memungkinkan) dan tunggu partus normal. waktu protrombin. lakukan seksio sesarea. Laboratorium : darah perifer lengkap. kelainan bawaan dan derajat maturasi plasenta. Bila renjatan tidak teratasi. Solusio plasenta derajat ringan/sedang/berat bila persalinan lebih dari 6 jam. PENYULIT . waktu pembekuan darah. trombosit. 2. Bila partus dapat terjadi < 6 jam. resusitasi cairan dan transfusi darah. fungsi hati. Lakukan pemeriksaan dasar : hemoglobin. TERAPI Terapi Medik 1. waktu tromboplastin parsial. Bila perdarahan banyak. Terdapat renjatan : Atasi renjatan. atau fungsi ginjal (disesuaikan dengan beratnya penyulit atau keadaan pasien). fungsi hemostasis.

Karena Tindakan / Terapi Pada Ibu : reaksi transfusi. Koagulasi Intravaskular Diseminata (disseminated intravascular coagulation). anemia PERSETUJUAN TINDAK MEDIK Dibuat saat pasien masuk perawatan di rumah sakit. berupa persetujuan tindak medik dan tindak operasi (bila diperlukan operasi).Disebabkan oleh Penyakit Pada ibu : Renjatan. respiratory dystress syndrome (RDS). Pada Janin : asfiksia. renjatan. seksio sesarea : 3 bulan .atau Pada Janin meliputi asfiksia. LAMA PERAWATAN Tindakan Konservatif :Tergantung kondisi ibu dan atau janin. BBLR. harus ada ijin tertulis dari suami (tidak boleh diwakilkan). atonia uteri/uterus couvelaire. secara tertulis. Tindakan Aktif : pasca Partus Pervaginam : 2 – 3 hari. Pasca Seksio Sesarea : 3 – 5 hari MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Khusus bila akan dilakukan tubektomi. infeksi. infeksi. gagal ginjal akut (acute tubular necrosis). kelebihan cairan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful