Anda di halaman 1dari 150

KREATIVITAS DAN INOVASI WIRAUSAHA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN Studi Kasus CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Oleh: Krisdiyanti 06130030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG JULI,2010

LEMBAR PERSETUJUAN KREATIVITAS DAN INOVASI WIRAUSAHA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN Studi Kasus CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang

SKRIPSI Oleh: Krisdiyanti 06130030

Telah Disetujui pada Tanggal 28 Juli 2010 Oleh Dosen Pembimbing:

Drs. Muh. Yunus, M.Si NIP. 196903241996031002

Mengetahui, Ketua Jurusan IPS

Drs. Muh. Yunus, M.Si NIP. 196903241996031002

KREATIVITAS DAN INOVASI WIRAUSAHA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN Studi Kasus CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang

SKRIPSI dipersiapkan dan disusun oleh Krisdiyanti (06130030) Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 27 Juli 2010 dengan nilai A dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Ilmu Pengetahuan Sosial Prodi Ekonomi (S. Pd.) Pada tanggal April 2010.

Panitia Ujian Ketua Sidang Drs. Muh. Yunus, M.Si NIP. 196903241996031002 NIP. Sekretaris Sidang Alfiana Yuli Efiyanti, MA NIP. 09710701200642001 Pembimbing Drs. Muh. Yunus, M.Si NIP. 196903241996031002 Penguji Utama Dr. Wahidmurni , M.Pd .,Ak NIP. 196903032000031002

Tanda Tangan

:_____________________

: _____________________

: _____________________

: _____________________

Mengesahkan, Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Dr. H. M. Zainuddin, MA NIP. 196205071995031001

PERSEMBAHAN Syukur atas nikmat dan shalawat pada Nabi Muhammbad SAW Teriring doa dan dzikir penuh Khauf dan Roja kepada Allah SWT, sebagai penuntut ilmu atas seruan_Nya dan atas segala Ridho-Nya yang telah memberiku kekuatan dan senantiasa mengiringi dalam setiap langkahku Karya tulis ini saya persembahkan untuk: Kedua Orang Tua tercinta Yaitu Bpk H.Sutikno Ibu H.Sholihatin Dan kedua Adikku tersayang telah memberi semangat yaitu Lailurrohman dan Dwicahyono Yang telah menorehkan segala kasih sayangnya dengan penuh rasa ketulusan yang tidak kenal lelah dan batas waktu, Abah dan Umi yang telah menadahkan kedua tangan kepada-Nya dan yang selalu memberi bimbingan, dukungan dan mendoakan Surga di telapak kaki ibu Para Guru dan Dosenku, yang telah mendidik, membimbing, dan memotivasi dalam menuntut ilmu mulai dari A-Z Untuk seluruh keluarga besarku dan teman-temanku terimakasih atas limpahan doanya.

MOTTO

s #[ 5s)/ !$# y#ur& !#s)u 3 r'/ $t (#it 4Lym Bs)/ $t it !$# ) 3 @#u i s9 $tu 4 s9 tt
Artinya:. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia ( AR -Rad 11).

Drs. Muh. Yunus, M.Si Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Krisdiyanti Lamp : 4 (Empat) Eksemplar

Malang, 9 Juli 2010

Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Di Malang

Assalamualaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun tehnik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: : Krisdiyanti : 06130030 : Ilmu Pendidikan Sosial Prodi Ekonomi Kreativitas dan Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Maka selaku Pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Demikian, mohon dimaklumi adanya. Wassalamualaikum Wr. Wb. Nama NIM Jurusan Judul skripsi :

Pembimbing,

Drs. Muh. Yunus, M.Si NIP. 196903241996031002

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar rujukan.

Malang, 9 Juli 2010

Krisdiyanti

KATA PENGANTAR

Dengan iringan syukur dan segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, Taufiq serta Inayah-Nya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan cahaya Islam dan senantiasa memberikan teladan dan akhlaknya yang mulia. Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S. Pd) yang diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Kreativitas dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran Studi kasus CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak skripsi ini tidak akan terselesaikan penyusunannya, sehingga penulis ucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. 2. Bapak Dr. H. M. Zainuddin, MA selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. 3. Drs. H. Moh. Yunus M. Si. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

4. Bapak H. Drs. H. Moh. Yunus M. Si selaku pembing yang telah mengarahkan dan memberi nasehat sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan. 5. Bapak H.Sutikno dan ibu H Sholikhatin , selaku Kepala Perusahaan malang yang memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian di instansinya. 6. Sahabat-sahabatku yang telah memberikan dukungan dan semangat serta bantuan yang tidak ternilai harganya. Dengan pengetahuan dan kemampuan, penulis curahkan untuk

mewujudkan dan menyelesaikan penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak selalu penulis harapkan demi penyempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Malang, 28 Juli 2010

Penulis

10

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel 2.4 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5

: Penelitian-Penelitian Terdahulu .. 16 : Ciri Siklus UsahaProduk...... 45 : Tabel Harga ......... 83 : Produksi yang di hasilkan per hari 84 : Inovasi model zaman dahulu dan sekarang ..89 : Pendukung dan penghambant aktivitas usaha ..95

11

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 4.1 Gambar 5.1 Gambar 5.2

: Model analisis diri wirausaha .......... 37 : Siklus usaha produk ..... 43 :susunan organisasi cv setia tilor-konveksi .....72 : Alur proses produksi ...103 : Volume penjual 2005-2010 ... 105

12

DAFTAR LAMPIRAN

1. Data asli penjualan dari CV Setia Tailor- konveksi. 2. Panduan Wewancara 3. Data gambar asli dara CV Setia Tailor Konveksi a. Gambar 1 b. Gambar 2 : Pemimpin Tailor konveksi Tajianan Malang : Para Pengawas Dan Karyawan CV Setia Tailor Konveksi Tajinan Malang c. Gambar 3 : Tim Kerja Bagian Penataan Kain Yang Akan Dipotong d. Gambar 4 e. Gambar 5 f. Gmbar 6 : Hasil potongan yang akan dijait : Saat proses penyetrikaan potongan yang akan dijait : Tim Kerja Bagian Obras : Kondisi Para Kaaryawan Saat Proses Menjait : Salah Satu Tim Kerja Yang Sedang Menjait Toga : baju yang sedang dibersihkan dan akan di kemasi dalam plastic J Gambar 10 : Hasil Produksi CV Setia Jaslmamater : Baleho CV Setia Tailor-Konveksi

g. Gambar 7 h. Gambar 8 i. Gambar 9

K Gambar 11

13

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... HALAMAN MOTTO ...................................................................................... HALAMAN NOTA DINAS............................................................................. HALAMAN PERNYATAAN.......................................................................... KATA PENGANTAR ...................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................................ DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... DAFTAR ISI ..................................................................................................... ABSTRAK ........................................................................................................ BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................

i ii iii iv v vi vii viii x xi xii xiii xvii

B. Rumusan Masalah ..................................................................... 10 C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 11 D. Manfaat Penelitian ................................................................... 11 E. Ruang Lingkup Penelitian.... 12 F. Penegasan Istilah atau Definisi Operasional 13 G. Sistematika Pembahasan ........................................................... ...14 BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Hasil penelitian terdahulu. 16 B. Kreativitas wirausaha 17 1. Pengertiaan kreativitas wirausaha... 17 2. Sumber Kreativitas...19 a. Imajinasi dan ide . 20 b. Sifat Proses kreatif ..20 c. Latar belakang atau akumulasi pengetahuan21 d. Proses Inkubasi 21

14

e. Pengalaman Ide ...22 f. Latihan Kreatif.22 g. Lingkungan Kreatif .22 h. Teknik Meningkatkan kekreatifitasan..24 i. Berfikir kreatif .....24 3. Berfikir Kreatif Dalam Kewirausahaan25 C. Inovasi wirausaha...32 D. Proses inovasi.....33 1. Jenis inovasi34 2. Sumber inovasi ..35 E. Wirausahaan...36 1. Pengertian kewirausahaan..36 2. Jiwa dan Sikap kewirausaan...38 3. Manfaat wirausaha.....38 F. Kinerja pemasaran..40 1. Pengertian kinerja pemasaran ...40 2. Focus kinerja pemasaran42 a. Penjualan40 b. Produk47 c. Pangsa pasar...48 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan jenis Penelitian ................................................ ..49 B. Kehadiran Peneliti ..................................................................... 52 C. Lokasi Penelitian ....................................................................... 54 D. Sumber Data .............................................................................. 55 E. Prosedur pengumpulan Data ..................................................... 57 F. Analisis Data ............................................................................. 63 G. Pengecekan Keabsahan Data..................................................... 64 H. Tahapan Penelitian .................................................................... 65

15

BAB IV: PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran umum tentang CV Setia Tailor Konveksi Tajinan malang..................... 67 1. Latar belakang obyek penelitian,.............. 67 2. Sejarah singkat perusahaan .... 69 3. Lokasi perusahaan.. 70

4. Tujuan mendirikan usaha.... 70 5. Gambaran setruktur organisasi uraian tegas wewenang dan tanggung jawab CV Setia Tailor-Konveksi.... 71 6. Kondisi Tenaga Kerja ............ 76 B. Paparan Hasil Penelitian 1. Mendeskripsikan kreativitas wirausaha dalam mendapatkan ide,desain dan peluang pemasaran produk barang pada CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang ...............................76 2. Mendeskripsikan inovasi wirausaha dalam meningkatkan produc, tekhnologi dan profesionalisme karyawan pada

CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang ......................81 3. Mendeskripsikan kinerja pemasaran setelah diterapkannya kreativitas dan inovasi wirausaha pada CV. Setia TailorKonveksi Tajinan Malang ..................................................90 C. Faktor Pendukung dan Penghambat Aktivitas Usaha...............95

BAB V :

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Kreativitas Wirausaha dalam Mendapatkan Ide, Desain dan Peluang Pemasaran Produk Barang pada CV. Setia TailorKonveksi Tajinan Malang ..................................................... ......96

16

B. Inovasi Wirausaha Dalam meningkatkan produc,tehnologi dan profesionalisme karyawan Pada CV. Setia Tailor - Konveksi Tajinan Malang ..................................................................... .....100 C. Kinerja Pemasaran Setelah Diterapkannya Kreativitas dan Inovasi Wirausaha pada CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang ..................... ...............................................................................103 BAB VI : PENUTUP A. Kesimpulan.........111 B. Saran.......113

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

17

ABSTRAK Krisdiyanti. 2010. Kreatifitas Dan Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkn Kinerja Perusahaan Di Tajinan Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Pendidikan Sosial. Prodi Ekonomi.Universitas Islam Negeri Malang Maulana Malik Ibrahim. Dosen Pembimbing Drs. Muhammad Yunus, M,Si Kata Kunci : Kreativitas, Inovasi, Wirausaha, Kinerja Pemasaran Di tengah kondisi krisis ekonomi seperti saat ini terutama dengan adanya pasar bebas, tidak jarang perusahaan besar terancam brangkut bahkan gulung tikar karena biaya produksi yang semakin mahal dan tidak dapat di tekan. Hal ini berarti menambah jumlah pengangguran yang ada di Indonesia, dimana masalah ketenagakerjaan sudah menjadi masalah besar bagi perekonomian Indonesia. Dalam kondisi seperti ini tidak mudah bagi perusahan untuk mempertahankan usahanya dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, seorang wirausaha harus mampu bersikap kreatif serta inovatif dalam menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil mengenai kreatifitas dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Adapun aspek penelitian di CV Setia Tailor Konveksi Tajinan Malang ini meliputi aspek latar belakang usaha, kreativitas dan inovasi, serta kinerja pemasaran dalam berwirausaha. Penelitian ini dilakukan di daerah Tangkilsari Rt 05 Rw 01 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang pada bulan April 2010. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi partisipatif, wewancara dan dokumentasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kreatifitas dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran pada perusahaan CV Setia Tailor dan konveksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan CV Setia Tailor dan konveksi setelah menerapkan kreatifitas dan inovasi dalam berwirausaha. Hal ini dapat diketahui dari kinerja perusahaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan adanya kreatifitas dan inovasi wirausaha ini menjadikan CV Setia ini lebih di kenal di kalangan pasar seperti lembaga perguruan tinggi ,sekolah dan lembaga-lembaga perkantoran yang ada di Malang. Peneliti menyarankan bahwasanya kita selaku insan kamil agar lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi hidup. Apalagi memasuki era globalisasi, dengan diberlakukannya pasar bebas mengakibatkan persaingan usaha yang sangat besar. Jangan sampai bangsa Indonesia di kuasai oleh bangsa lain karena kurang kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Oleh karena itu kita harus peka terhadap peluang yang ada dengan selalu bersikap kreatif dan inovatif.

18

ABSTRACT Krisdiyanti. 2010. Creativity and innovation of entrepreneur to improve the performance company at Tajinan Malang. Skripsi, guide of social education. Study program economic. Islamic State University of Malang Maulana Malik Ibrahim. Cousellor Drs. Muhammad Yunus, M.Si. Key Words : creativity, innovation, entrepreneur, marketing performance. In the middle of crisis economic condition like this time especially with existence the free trade often the big company lose even down because production cost which costly progressive and it can not depress. Matter this means adding the amount of unemployment exist in Indonesia where the problem as employment have become big problem to Indonesia economic. In this condition does not easy for take care to maintain its effort and get maximal advantage. Therefore, a busnissman has to be able to behave creative and also innovation to face emulation. This research aim to description of profile concerning innovation and creativity of entrepreneur improving marketing performance. As aspect research in CV Setia Tailor Convection Tajinan Malang are effort, innovation, and creativity, and also marketing performance of entrepreneur. This research Tangkilsari Rt. 05 Rw. 01 Tajinan Malang at April 2010 To gat this date research writer use descriptive method researchsing qualitative with date collecting technique with participative observation or perception, documentation and interview. It`s done to know innovation and creativity of entrepreneur to improve marketing performance at CV Setia Tailor and Convection Company. Result of research indicate that CV Setia Tailor and Convection company after applying innovation and creativity in business. This matter can be known from company performance progressively mount from year to year. Existancing of innovation and creativity of business make CV Setia Tailor and Convection wellknow among market like college institute, school, and company in Malang. Researcher suggest us as conscience to more creative and innovative to face our life. Coming globalization era, gone into effect of free trade result of the biggest effort. Indonesian nation does not be mastered by foreigner because uncreative and un innovative entrepreneur. Therefore we have sensitive to exist opportunity that creative and innovative

19

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Memasuki abad 21 sebagian besar futurist menyebutkan bahwa perusahaan semakin lama cenderung semakin bertambah ramping. Itu dimaksudkan agar perusahaan dapat bekerja secara lebih efisien dan fleksibel, sehingga dapat mengikuti setiap perubahan selera konsumen dengan memanfaatkan seluruh sumber daya produksi secara optimal. Terlebih lagi pada kondisi pasar yang terpilah-pilah menurut Alfin Tofler, pasar masal telah terpecah dan berubah menjadi pasar kecil menuntut berbagai spesialisasi model, warna, jenis produk, ukuran dan sebagainya. Menurut Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan mengemukakan bahwa tingkat persaingan perusahaan di abad 21 ini semakin ketat sejalan dengan diberlakukannya era perdangangan bebas seperti AFTA (Asian Free Trade Area), APEC (The Asia Pacific Economic Cooperation), NAFTA (North America Free Trade Asia) dan ditandatanganinya berbagai macam persetujuan bilateral maupun multibilateral yang pada intinya untuk mendukung persaingan bebas dalam perdagangan, seperti GATT (General Agreement on

20

Tariffs and Trade), Eropa Bersatu (European Union) dan sebagainya1.Oleh karena itu untuk mengantisipasi era persaingan perdagangan bebas tersebut, banyak perusahaan di Indonesia baik yang berskala besar, menengah maupun yang berskala kecil mulai menata ulang strategi persaingannya dengan melakukan kajian terhadap tujuan strategik perusahaan yang didasarkan atas kebutuhan pasar baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dan juga melakukan evaluasi yang intens (terus menerus secara mendalam) terhadap kompetensi internal perusahaan itu sendiri, termasuk dalam hal ini melakukan penilaian terhadap kinerja pemasaran. Dewasa ini industri garmen atau konveksi di Indonesia tumbuh dan berkembang bagaikan jamur di musim hujan. Industri ini menyebar dimanamana baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada pasar domestik (lokal) maupun pasar internasional. Hal ini tentu menimbulkan persaingan antar pengusaha industri konveksi itu sendiri. Satu sama lain berlomba-lomba untuk merebut hati konsumen dengan berbagai tawaran produk yang menarik. Kondisi ini merupakan ancaman bagi perusahaan yang belum siap bermain dalam percaturan bisnis, di sisi lain bagi perusahaan yang sudah siap menghadapi persaingan pasar tentu memiliki strategi pemasaran yang dihandalkan. Persaingan yang sangat ketat antar perusahaan dengan produk sejenis tersebut akan mendorong perusahaan untuk lebih berpacu dalam

Wibisono, Dermawan. Manajemen Kinerja: Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. (Jakarta: Erlangga. 2006) Hlm. 2.

21

meningkatkan

produk

mereka.

Menurut

Levitt2

mengatakan

bahwa

persaingan sekarang bukanlah antara apa yang diproduksi perusahaan dalam pabriknya, tetapi antara apa yang mereka tambahkan pada hasil pabrik tersebut dalam bentuk pengemasan, iklan, konsultasi bagi pelanggan, pendanaan, pengiriman, pergudangan dan hal-hal lainnya yang dipandang perlu. Manajemen pemasaran memiliki peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena dengan perencanaan pemasaran yang baik dan tepat diharapkan bisa membantu perusahaan dalam meningkatkan volume penjualannya dan juga diharapkan mampu mengatasi persaingan yang ada. Menurut Bennett strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik secara

implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya. Perusahaan yang dominan ingin tetap nomor satu, hal ini memerlukan tindakan ditiga posisi. Pertama, perusahaan harus menemukan cara untuk memperbesar total permintaan pasar. Kedua, perusahaan harus melindungi pangsa pasarnya sekarang melalui tindakan defensif dan ofensif yang tepat. Ketiga, perusahaan dapat berusaha meningkatkan pangsa pasarnya lebih jauh, bahkan jika pasarnya tetap sama.3 Menurut Tjiptono, Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli dan digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar

2 3

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. (Jakarta: Prenhalindo. 1998) Hlm.34 Tjiptono, Flandy. Strategi Pemasaran.( Yogyakarta: Andi Offset.1998). Hlm.6

22

yang bersangkutan.4 Perencanaan bauran produk (assortment) dengan mempertimbangkan karakteristik dan atribut produk seperti merek, bahan baku, model, rasa, warna, ukuran, pabrikan, harga, feature, dan sebagainya sehingga yang tersedia di toko sesuai kebutuhan dan keinginan customer.5 Saat ini perhatian para manajemen perusahaan terhadap bauran produk industrinya semakin besar. Hal ini disadari karena persaingan dunia bisnis terhadap suatu produk semakin ketat, dimana semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap perusahaan selalu memfokuskan orientasi pasar produknya pada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama, misal produk pakaian jadi (konveksi). Berman, mengemukakan bahwa bauran produk (product mix) merupakan kombinasi (composite) produk-produk yang diproduksi oleh suatu organisasi (perusahaan) untuk para konsumennya. Untuk itu dengan adanya strategi bauran produk yang tepat maka akan berpengaruh juga pada peningkatan volume penjualannya.6 Dengan kata lain, keberhasilan sebuah perusahaan termasuk dalam hal ini perusahaan konveksi (pakaian jadi) untuk sukses dalam pemasaran produknya akan bermuara pada kemampuannya menetapkan strategi bauran produk dari industrinya dengan memperhatikan semua faktor dan kekuatan yang memegang peranan penentu di dalam industri pilihannya. Dengan semakin
4 5

banyaknya

produsen

pakaian

jadi

(konveksi/garmen)

yang

Ibid, hlm: 12 Muhran,S .2004.Pemasaran. (online,Http:/www.smfranchise.yahoo.com,di akses 05 juli

2010) Berman ,Berry dan Evens,R .Joel. Study Guide Marketing (London:Collier Macmillan Publisher. 1987) hlm: 34
6

23

menawarkan berbagai macam atau jenis produknya, maka konsumen memiliki pilihan yang semakin banyak. Dengan demikian kuatan tawar-menawar konsumen semakin besar. Menurut Schnaars, dalam Tjiptono, pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan yang merasa puas. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi harmonis, dan membentuk dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan, dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.7 Oleh karena itu untuk memenuhi kepuasan pelanggan tersebut, seorang wirausahawan atau pengusaha (wirausahawan) haruslah memiliki kemampuan dalam menciptakan nilai tambah terhadap produk dari industrinya, dan jasa layanan yang diberikan kepada pelanggan (konsumen). Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan krativitas dan keinovasian dalam

kewirausahaan. Dalam dunia bisnis tuntutan terhadap kemampuan kreativitas dan keinovasian sangatlah penting. Karena dunia bisnis perkembangannya sangat cepat dan tingkat persaingan antar perusahaan dengan berbagai produk dari industrinya sangat tinggi. Kondisi ini tentu akan berimplikasi terhadap kelangsungan perusahaan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar akan produknya. Para wirausahawan dalam perusahaannya akan dihadapkan pada permasalahan yang banyak dan rumit sifatnya, seperti barang atau jasa apakah yang sebaiknya diproduksi oleh perusahaan ini, kalau memperhatikan peluang

Tjiptono,Fandy,.Setrategi Pemasaran Yokyakarta:Andi. 1997) Hlm 24

24

pasar, kemungkinan-kemungkinan pemasaran dan biayanya. Begitu juga berapa besar sebaiknya kapasitas produksi dari perusahaan tersebut, metode atau teknik produksi apa yang kemungkinan dapat diterapkan. Dalam situasi menghadapi tantangan dan permasalahan di atas, tentunya seorang wirausaha pada suatu perusahaan memiliki dan menunjukkan sikap kewirausahaan, dan fleksibilitas yang tepat dalam menjalankan atau mengelola perusahaannya. Oleh karena itu, menurut Levitt, dalam Suryana,8

mengemukakan bahwa kewirausahaan adalah thinking and doing new things or old thinks in new ways. Kewirausahaan adalah berpikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovasi ke dalam dunia nyata secara kreatif, meskipun sampai sekarang ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan (entreprenearship), akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama yaitu merujuk pada sifat, watak dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovasi kedalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh di kalangan masyarakat.9 Proses kreativitas dan inovasi hanya di lakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen) berinisiatif (energik dan percaya diri ) memiliki

Suryana kewirausahaan (Jakarta:Salemba Empat.2001).Hlm:18 Petter Drucker. Innovation And Entrepreneurship (New York:Harper dan Row. .1985).Hlm: 30
9

25

motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan kedepan) memiliki jiwa kepemimpinan berani tampil beda) dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka tantangan). Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thingking new thing) Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing) jadi kreatifitas adalah kemampuan untuk menemukan suatu hal yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu hal yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode dan cara sesuatu yang baru dan berbeda yang di ciptakan melalui proses berfikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambahan (value aded) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha, ide kreatif akan muncul apabila wirausaha look at old think something new or defferent .10 Keberhasilan inovasi produk atau proses memberikan sesuatu yang unik atau khas pada produk dari industrinya, yang mungkin sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh perusahaan, tentu dapat meningkatkan kinerja pemasaran lebih optimal jika dibandingkan sebelum dilakukan inovasi. Seperti diketahui keadaan dunia bisnis (dunia usaha) bersifat dinamis, yang diwarnai

10

Suryana Op,Cit. Hlm:23

26

dengan adanya perubahan dari waktu ke waktu, dan adanya keterkaitan antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, kemampuan atau kompetensi wirausaha tentang kreativitas dan inovasi terhadap perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan usahanya dan khususnya pada bidang pemasaran. Disamping itu, strategi pemasaran yang ditetapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan.11 Dengan kata lain, strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usahausaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan pasar yang selalu berubah. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga,

mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.12 Semua langkah yang dilakukan perusahaan yang berorientasi untuk kepuasan konsumen dan mengatasi berbagai perkembangan persaingan produk serta

11

Assauri,Sofjan. Manajement Pemasaran, (Jakarta Raja Grafindo Persada. 2007 ).

Hlm:168 Aziz Hakim Muhammad ..Menguasai Pasar Mengeruk Untung .Jakarta: Renaisans IKAPI2005).Hlm. 22
12

27

perubahan permintaan pasar tersebut, maka pengusaha (wirausahawan) perlu secara kontinue melakukan evaluasi dan penilaian khususnya terhadap kinerja pemasaran. Penilaian kinerja pemasaran ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam usaha untuk menentukan produk dari industrinya yang dapat memenuhi kebutuhan, dan keinginan konsumen yang dituju secara tepat, sehingga perusahaan dapat berhasil dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Dengan demikian akan berdampak positif bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan omzet penjualan produk yang dipasarkan, dan mengurangi resiko yang tidak diharapkan. Pada dekade belakangan ini perhatian pada pengusaha kecil dan menengah (UKM) baik di bidang industri pakaian jadi (konveksi/garmen) dan industri lainnya yang bersifat home industri, perdagangan maupun jasa, dalam bentuk kajian di Jawa Timur terus berkembang. Keadaan ini timbul sebagai akibat adanya kecenderungan bahwa pengusaha (wirausaha) kecil dan menengah menjadi kelompok yang marginal dalam konstelasi sosial ekonomi. Padahal peran usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya di Jawa Timut cukup besar, khususnya dilihat dari serapan tenaga kerja. Fakta menunjukkan bahwa ternyata pengusaha (wirausaha) kecil dan menengah lebih mampu bertahan selama krisis ekonomi. Hal ini memberikan keyakinan bahwa pengembangan ekonomi lokal dengan berbasis kerakyatan harus dilakukan untuk mendorong terbangunnya struktur perekonomian yang lebih tangguh dan stabil.

28

Namun demikian dari beberapa kajian literatur tentang usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya di bidang industri garmen atau konveksi (pakain jadi) belum begitu banyak atau jarang, sebagian besar kajian hanya terfokus pada UKM di bidang perdagangan dan jasa. Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk melakukan kajian dengan memfokuskan pada UKM di bidang industri konveksi khususnya yang ada di pedesaan di kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Adapun judul kajian dimaksud adalah Kreativitas dan Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran (Studi Kasus pada CV Setia Tailor-Konveksi Kecamatan Tajinan Malang).

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah kreativitas wirausaha dalam mendapatkan ide, desain dan peluang pemasaran produk Tajinan Malang ? 2. Bagaimanakah inovasi wirausaha dalam meningkatkan produc, tekhnologi dan profesionalisme karyawan pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang ? 3. Bagaimanakah kinerja pemasaran setelah diterapkannya kreativitas dan inovasi wirausaha pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang ? barang pada CV Setia Tailor-Konveksi

29

C. Tujuan Penelitian Berdasar pada rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan kreativitas wirausaha dalam mendapatkan ide, desain dan peluang pemasaran produk barang pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang 2. Mendeskripsikan inovasi wirausaha dalam meningkatkan produc,

tekhnologi dan profesionalisme karyawan pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang 3. Mendeskripsikan kinerja pemasaran setelah diterapkannya kreativitas dan inovasi wirausaha pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kegunaan atau manfaat baik untuk kepentingan praktis maupun untuk pengembangan ilmu pengetahuan, bagi pihak-pihak sebagai berikut: 1. Bagi Penulis a. Sebagai suatu eksperimen yang dapat di jadikan sebagai salah satu acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya. b. Dapat menambah wawasan dan pengalaman baru yang nantinya dapat di jadikan modal dalam meningkatkan proses belajar sesuai dengan di siplin ilmu penulis, terutama setelah terjun di dunia entrepreneur.

30

2.

Bagi Fakultas atau Universitas a. Hasil penelitian ini dapat di jadikan sebagai masukan atau sumbangan pemikiran yang konstruktif dalam usaha sebagai bahan tambahan civitas akademika kampus UIN Maulana Malik Ibrahim b. Sebagai bahan informasi penggunaan setrategi yang cocok untuk pengembangan usaha terutama bagi pemerhati ilmu pengetahuann sosial dan businessman

3.

Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan a. Sebagai konstribusi nuansa dan wacana bagi perkembangan dan pengembangan metode serta konsep ilmu pengetahuan sosial b. Dapat member tambahan informasi atau masukan untuk menciptakan berbagai macam ilmu

4. Bagi Pelaku Usaha a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dokumentasi yang ada di perusahaan dan disamping itu juga sebagai promosi bagi pihak pembaca. b. Sebagai bahan informasi dan motivasi bagi pelaku pihak usaha yang lain.

E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian ini sangat penting, karena akan menjadi batasan atau fokus pada variabel-variabel yang diteliti dan

31

menjadi pedoman kerja bagi peneliti dalam melakukan penelitian, sehingga mencegah terjadinya kesimpangsiuran terhadap proses penelitian. Penelitian akan dibatasi dengan: 1. Lokasi dan variabel penelitian. Lokasi yang dimaksud adalah CV Setia Tailor-Konveksi Kecamatan Tajinan Malang, Jl. Raya Tangkilsari No. 05 Tajinan Malang. Sedangkan variabel penelitian ini adalah: (a) kreativitas wirausaha, (b) inovasi wirausaha, dan (c) kinerja pemasaran. 2. Subjek penelitian ini adalah: (a) pemilik perusahaan (wirausahawan), dan (b) para pekerja (karyawan).

F. Penegasan Istilah atau Definisi Operasional 1. Kretivitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). 2. Inovasi adalah kemampuan untu menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). 3. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang di jadikan dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses, inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang.Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berfikir kreatif dan inovatif. Sukses Kewirausahaan Akan Tercapai apabila berfikir dan melakukan

32

sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. (thing and doing new things or old thing in new way). 4. Kinerja Pemasaran adalah ukuran pencapaian keberhasilan perusahaan terhadap tujuan yang direncanakan di bidang pemasaran pada kurun waktu tertentu (misal per bulan atau per tahun) dengan indikator-indikator jumlah omzet penjualan produk, kepuasan pelanggan, promosi periklanan, efektivitas tenaga pemasaran atau penjualan, dan efektivitas biaya pemasaran atau penjualan.

G. Sistematika Pembahasan Agar memperoleh gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh mengenai pembahasan ini, Secara global akan penulis perinci dalam sistematika pembahasan sebagai berikut: BAB I: Pendahuluan Merupakan kerangka dasar yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, dan sistematika pembahasan. BAB II: Kajian Pustaka Berisi landasan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti oleh peneliti. Landasan ini yang kemudian dijadikan dasar dalam pembahasan dan menjawab berbagai permasalahan dalam skripsi ini yakni kretivitas wirausaha dalam menimgkatkan kinerja pemasaran. BAB III: Metode Penelitian

33

Pada bab ini, akan dipaparkan metode yang dipergunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dan mengolah data dalam prose penelitian. Metode penelitian dalam hal ini mencakup: pendekatan dan jenis penelitian,

kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, anlisis data, pengecekan keabsahan temuan, dan tahap-tahap penelitian. BAB IV: Hasil Penelitian Berisi data-data yang ditemukan oleh peneliti dari sumber data primer dan juga data sumber sekunder. BAB V: Pembahasan Hasil Penelitian Pada bab ini, dikemukakan jawaban dari rumusan masalah

diintegrasikan dengan sumber hasil penelitian dan teori-teori yang sudah mapan. BAB VI: Penutup Seluruh rangkaian pembahasan yang berisi tentang kesimpulan pembahasan dan saran-saran sebagai masukan kepada pihak atau subyek yang bersangkutan.

34

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Penelitian Terdahulu

Bagian ini merupakan pemaparan teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi hasil penelitian terdahulu yang relevan dan dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian ini. Dari beberapa kajian literatur hasil penelitian terdahulu dapat disajikan secara ringkas dalam Tabel 2.1 berikut. Tabel 2.1 Data Penelitian Terdahulu Nama Judul/Objek yang Diteliti Mahmudah, Sri, 2002

Irfan mochamad, 2006

Amanah sadiyatun, 2006

Metode Pengambilan data Analisis biaya Kualitatif : tambahan (incremental Pengumpulan cost) untuk data, memperlihatkan pola wewancara, produk yang tepat di dokumentasi perusahaan konveksi dan observasi Purpa sari Hubungan biaya Teknik promosi penjualan purposive terhadap omzet sampling penjualan pada Korelasi perusahaan konveksi sederhana PT Pesona Remaja Jumlah malang sampel 30 Profil pengelolaan dan Kualitatif : pengembangan usaha Pengumpulan industri kecil konveksi data, di kecamatan banyu wewancara, anyar kabupaten dokumentasi probolinggo. dan observasi

Hasil Penelitian Hasil penelitian terpacu pada produksi dalam hasil penjualan

Terpacu pada hasil penjualan produk

Terpacu pada pengembangan konveksi banyu anyar lebih maju.

16

35

Dari gambaran hasil penelitian terdahulu di atas, dapat dikemukakan bahwa unit atau jenis usaha kecil yang dijadikan objek penelitian itu adalah perusahaan konveksi atau industri pakaian jadi yang berskala kecil dengan menggunakan rancangan (desain) penelitian korelasional. Variabel yang dijadikan fokus penelitian adalah produksi, pemodalan, tenaga kerja dan penjualan dengan menggunakan analisis faktor regresi. Hasil penelitian belum terungkap masalah-masalah/variabel industri konveksi yang berkaitan dengan kompetensi sikap kewirausahaan, seperti kreativitas, inovasi wirausaha, dan kinerja pemasaran. Dengan memperhatikan hasil penelitian terdahulu di atas, maka penelitian dan pengembangan dalam kewirausahaan yang bersangkut paut dengan kreativitas, keinovasian, dan kinerja pemasaran merupakan hal yang penting untuk diteliti.

B. Kreativitas Wirausaha

1. Pengertian Kreativitas Wirausaha Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan13. Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan14, kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk

13

Shadily,Hassan .Ensiklopedi Indonesia jilid 4( Jakarta:Ichtion Van Hoeve.1987)

.Hlm:29. Sahlan Sulaiman dan Misman.Multi Dimensi Berkratifitas Manusia.(Bandung:Sinar Baru 1988). Hlm:5
14

36

mencipta daya cipta. Menurut Zimmer kretivitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing)15 Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha,

tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha16. Sementara itu menurut Prawirokusumo wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan pendapat di atas, menurut Suryana17, enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur (elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi diri, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.

Suryana op cit.hlm 2 Swasono Sri Edi. Kasus Manusia Indonesia Dalam Pembangunan Jurnal Pustaka No 8 tahun 11. Hlm:38 17 Suryana.Kewirausahaan. (Jakarta: Salemba Empat, 2001).Hlm 5
16

15

37

Bertolak dari beberapa pendapat para ahli tentang wirausaha tersebut, dapat dikatakan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan semangat dalam mengembangkan ide atau gagasan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan suatu produk dengan memanfatkan peluang usaha yang ada serta visi ke depan di bidang usaha (bisnis). Dengan kata lain seorang wirausaha

(wirausahawan) adalah orang yang memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan suatu produk di bidang usaha misalnya pada industri pakaian jadi (konveksi) guna mendatangkan keuntungan.

2.

Sumber Kreativitas Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan solusi. Proses tetap sama namun pendekatan yang digunakan dapat bervariasi misalnya, pada suatu problem mereka mengadaptasikan suatu solusi, tetapi pada kesempatan yang berbeda mereka menerapkan solusi inovasi.18 a. Imajinasi dan ide

Zarkasi, Cara Kreatifitas Dalam Menggapai Kesuksesan (http:www.yahoo.com, di akses 3 Mei 2010)

18

38

Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.19 b. Sifat Proses kreatif Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif dan jika mereka inggin menjadi kreatif, mereka harus belajar cara mengimplementasikan proses kreatif . Ada tiga tahap dalam proses kreatif yaitu Absortive, Retentive dan reasonin. 20

Sahlan Sulaiman dan Wasman,Multi Dimensi Sumber Kreatifitas Manusia(bandung ,Sinar Baru .1988)hlm11 20 Ibid,.

19

39

c. Latar belakang atau akumulasi pengetahuan Kreasi yang berhasil biasanya di dahului dengan penelitian dan pengumpulan informasi yang meliputi membaca, dan percakapan dengan orang lain yang bekerja dalam bidangnya mengikuti pertemuan profesional dan lokakarya. Ada beberapa cara mengembangkan daya pikir kreatif dapat di sebutkan Sebagai berikut: 1) Membaca informasi tentang berbagai hal 2) Menjadi anggota penghimpun profesional 3) Mengikuti rapat dan seminar profesional Membicarakan subyek yang di minati dengan setiap orang 4) Mengamati majalah surat kabar jurnal untuk mencari artikel yang berhubungan dengan subyek yang di minati 5) Mencatat setiap informasi yang berguna

d. Proses Inkubasi Alam bawah sadar yang kreatif memungkinkan mereka untuk dapat merinci dengan seksama informasi yang mereka dapatkan selama tahap persiapan .proses inkubasi ini sering terjadi pada saat mereka terlibat dalam aktivitas yang tidak sepenuhnya berhubungan dengan subyek atau pokok permasalahan menjauhkan diri dari sutu permasalahn dan membiarkan pikiran bawah sadar menyeleseikanya

40

memberikan kesempatan kepada kreativitas untuk berkembang. Langkah-langkah yang penting dalam hal ini adalah: 1) Melakukan aktivitas yang tidak memerlukan energi pikir 2) Melakukan latihan secara rutin bermain. 3) Berdoa atau melakukanmeditasi bersantai

e. Pengalaman Ide Tahap proses kreatif ini seringkali di anggap sebagai tahap yang paling menyenagkan karena merupakan saat di temukanya solusi atau ide yang di cari oleh seseorang, ada beberapa cara cepat terjadinya pengalaman ide. 1) Memikirkan impian tentang suatu rencana 2) Mengembangkan hobi 3) Mencatat setiap ide yang muncul 4) Mengatur waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan f. Latihan Kreatif Analisis dan kembangkan bagaimana pasangan pasangan obyek berikut ini berhubungan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain.Mur dan baut, Suami dan isteri, Coklat dan es krim, Pemotong rumput dan tanaman tomat, Manager produksi dan karyawan bahwasanya.21 g. Lingkungan Kreatif

21

Ibid

41

Kreativitas dapat berkembang dalam suatu lingkungan yang tepat tidak ada perusahaan yang mempunyai manajer dan pemilik yang kreatif jika lingkungan yang mendukung berkembangnya kreativitas tidak berbentuk ciri-ciri lingkungan kreatif adalah sebagai berikut: 1) Manajemen yang dapat memberikan kepercayaan kepada

karyawan tanpa melakukan pengawasan yang berlebihan 2) Saluran komunikasi yang terbuka untuk setiap anggota perusahaan 3) Hubungan dan komunikasi yang baik dengan pihak luar Kepribadian yang bervariasi. 4) Kesediaan menerima perubahan 5) Kesenangan mencoba ide baru 6) Rasa takut yang tidak berlebihan apabila terjadi kesalahan dalam melakukan pekerjaan 7) Seleksi dan promosi karyawan berdasrkan prestasi 8) Penerapan tekhnik yang menumbuhkan ide dengan anjuran dan tukar pikiran 9) Hambatan dan teknik meningkatkan kreatifitas 10) Hambatan psikologis 11) Hambatan budaya 12) Hambatan lingkungan 13) Hambatan bahasa berfikir 14) Hambatan keterpakuan fungsional 15) Hambatan kebiasaan memandang

42

h. Teknik meningkatkan kekreatifitasan 1) Perumusan masalah secara efektif 2) Bertanya dan bertanya 3) Curah gagasan 4) Orang aneh 5) Iklim kreatif i. Berfikir kreatif Hasil penelitian terhadap otak manusia menunjukkan bahwa fungsi otak manusia di bagi menjadi dua bagian yaitu otak sebelah kiri dan otak sebelah kanan .setiap bagian otak memilki fungsi sepesifik dan menangkap informasi yang berbeda .sebelah kanan menggerakkan fikiran lateral dan meletakkan pada jiwa proses kreatif. Menurut Zimmerer untuk menggerakkan ketrampilanya proses kreatif di gunakan sebelah kanan ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Selalu bertanya apa ada cara yang lebih baik? 2) Selalu menantang kebiasaan ,tradisi dan kebiasaan rutin. 3) Berefleksi (merenungkan) berfikir dalam 4) Berani bermain mental, mecoba untuk melihat masalah dan perspektif yang berbeda 5) Menyadari kemungkinan banyak jawaban .dari pada satu jawaban yang benar.

43

6) Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai mrenacapai sukses

jalan

untuk

7) Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk memecahkan masalah inovatif. 8) Memilki ketrampilan helicopter (heli copters skills) yaitu kemampuan untuk bangkit diatas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian

menfokuskanya pada kebutuhan untuk berubah.

3. Berfikir Kreatif Dalam Kewirausahaan Dengan menggunakan otak sebelah kiri menurut Zimmerer22 ada tujuh langkah proses kreatif: a. Tahap 1: Persiapan (preparation). Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kretif yang dilakukan dalam bentuk pendidikan formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainya. Pelatihan merupakan landasan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi bagaimana dapat memperbaiki pikiran kita agar berfikir kreatif Zimmerer mengemukakan tujuh langkah untuk memperbaiki pikiran kita untuk berfikir kreatif yaitu: 1) Hindari sikap untuk tidak belajar. Setiap situasi adalah peluang untuk belajar

Zimmerer, Interprainership And The New Venture Formation (new jersey:poentice hal international .inc) hlm: 51-53

22

44

2) Belajar banyak jangan belajar terbatas terbatas pada suatu keahlian yang kita miliki saja, karena banyak inovasi yang di peroleh dari ilmu lain. 3) Diskusi ide-ide kita dengan orang lain. 4) Himpun artikel atau dokumen-dokumen yang penting. 5) Temui professional atau asosiasi dagang dan pelajari cara mereka memecahkan persoalan. 6) Gunakan waktu untuk belajar sesuatu dari orang lain. b. Tahap 2: Penyelidikan (investigation) Dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat

mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan. Sesorang dapat mengembangkan pemahaman tentang masalah atau keputusan melalui penyelidikan. Untuk menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang suatu bidang tertentu, seseorang pertama-tama harus mempelajari masalah dan memahami komponen komponen dasarnya.Misalnya seseorang pedagang tidak bisa

menghasilkan ide-ide baru kalau ia tidak mengetahui konsep-konsep atau komponen-komponen dasar tentang perdagangan. c. Tahap 3: Transformasi (transformation), yaitu menyangkut

persamaan dan perbedaan pandangan di antara informasi yang terkumpul (involves viewing the similarities and the differences among the information collected) transformasi adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan-perbedaan yang meningkonvergen dan

45

divergen. Berpikir konvergen adalah (convergent thinking) adalah kemampuan untuk melihat persamaan dan hubungan di antara data dan kejadian yang bermacam-macam. Sedangkan berfikir divergent (divergent thingking) adalah kemampuan untuk melihat perbedaanperbedaan antar data dan kejadian-kejadian yang beranekaragam. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan

mentransformasi informasi kedalam ide-ide yaitu yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1) Evaluasi bagian-bagian situasi beberapa saat, cobalah ambil gambaran luasnya. 2) Susun kembali unsure-unsur situasi itu. Disamping lihat

komponen-komponen masalah atau isu dalam susunan dan perspektif yang berbeda-beda kita harus mampu melihat perbedaan dan persamaan secara cermat 3) Sebelum melihat satu pendekatan khusus terhadap situasi tertentu .ingat bahwa dengan beberapa pendekatan mungkin keberhasilan akan dicapai 4) Lawan godaan yang membuat penilaan kita terges-gesa dalam menyelaisaikan persoalan atau mencarai peluang. d. Tahap 4: Penetasan (incubation): yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul (allows the subconcious mind to reflect on the information collected). Pikiran bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksikan informasi.

46

Untuk mempertinggi tahap inkubasi dalam proses berfikir kreatif dapat di lakukan dengan cara : 1) Menjauhkan diri dari situasi. Melakukan sesuatu yang tidak terkait dengan masalah 2) Sediakan waktu untuk menghayal meskipun menghayal seolaholah melakukan sesuatu yang tidak berguna, akan tetapi khayalan merupakan bagian terpenting bagian dari proses kreatif 3) Santai dan bermain secara teratur 4) Berhayal tenang masalah atau peluang. Berfikir berbagai masalah sebelum tidur merupakan cara efektif untuk mendorong fikiran anda bekerja waktu tidur . 5) Kejarlah masalah atau peluang meskipun dalam lingkungan yang berbeda dimana saja e. Tahap 5: Penerangan (illumination) penerangan akan muncul pada saat inkubasi, yaitu ketika ada pemecahan sepontan yang menyebabkan adanya titik terang (occurst some point during the incubation stage when a spontaneous breakthrough causes the light bulb to go on) pada tahap ini, semua tahap sebelumnya muncul bersama-sama

menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif. f. Tahap 6: Pengujian (verification).Menyangakut validasi keakuran dan manfaat ide-ide yang muncul (involves validating the idea as accurate and usefull) yang dapat di lakukan pada masa percobaan, proses simulasi tes pemasaran, membangun pilot project, membangun

47

prototype .dan aktivitas lain yang di rancang untuk membuktikan ideide baru yang akan di implementasikan. g. Tahap 7: Implementasi (implementasion) mentransformasikan ide-ide kedalam praktik bisnis (involves transforming the idea in to a bussines reality). Roger Von Oech dalam bukunya whack on the side of the head mengidentifikasikan sepuluh kunci mental dari kreativitas (mental lock of creativity) hambatan-hambatan kreatifitas meliputi: 1) Searching for the one rightanswer yaitu berusaha untuk menemukan hanya satu jawaban yang benar atau satu solusi yang benar dalam memecahkan satu masalah ia tidak terbiasa dengan beberapa jawaban atau pandangan yang berbeda. 2) Focusing on being logical ,yaitu terfokus pada berfikir secara logika , tidak bebas berfikir (intuisi dari von oech kita dapat berfikir bebas tentang segala sesuatu yang berbeda dan bebas pula benfikir non-logika khususnya dalam fase berfikir kretif(to thing some thing different and the freely use non logical thinking ,especially in the imaginative phase of the creative process) 3) Bindy following the rules ,yaitu berlindung pada aturan yang berlaku (kaku) kreatifitas sangat tergantung pada kemampuan yang tidak kaku pada aturan, sehingga dapat melihat cara-cara baru untuk mengerjakan sesuatu (news ways of doing things) 4) Constantly being practical yaitu terkait pada kehidupan praktis semata yang membatasi ide-ide kreatif

48

5) Vewing play as frivolous. Memandang bermain sebagai sesuatu yang tidak menentu padahal, anak-anak dapat belajar dari bermain ,yaitu dengan cara menciptakan cara-carra baru dalam memandang sesuatu yang lama dan belajar tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan (create new ways of looking at old things and learen whats works and what doesnt) wirausaha bias belajar dengan mencoba pendekatan dan penemuan baru . kreativitas dapat diciptakan apabila wirausaha mau belajar dari bermain.seseorang yang memandang permainan sebagai hal yang sia-sia cenderung membaoidingtasi berfikir kreatif. 6) Becoming everly sepesialized, yaitu terlalu sepesialisasi .spesialisasi membatasi kemampuan untuk melihat masalah lain. Sedangkan orang berfikir kreatif cenderung bersifat eksploratif dan selalu mencari ide-ide di luar bidang spesialisasi. 7) Avoiding ambiguity .menghindari ambiguitas merupakan

hambantan untuk berfikir kreatif .padahal kemenduaan / ambiguitas (ambiguity)bias menjadi kekuatan yang mendorong kreativitas dan mendorong untuk berfikir sesuatu yang berbeda(think something different). Karena itu menghindari ambigitas merupakan hambatan berfikir kretif. 8) Fearing looking floolish. Orang kadang-kadang tidak mau melakukan hal abru berfikir berbeda dari orang lain karena khawatir

49

di anggap bodoh. Takut terlihat di anggap bodoh merupakan salah satu penghalang kreatif. 9) Fearing mistakes and failure (takut salah dan gagal )orang kreatif menyadarai bahwa mencoba sesuatu yang abru pasti membawa kegagalan. Namun demikian mereka melihat kegagalan bukanlah suatu akhir dari segala sesuatu tapi merupakan pengalaman belajar untuk meraih sukses .thomas Edison misalnya sebelum meraih sukses untuk membuat bola lampu menyala, telah melakukan eksperimen sebanyak 1.800 cara seperti halnya Thomas Edison, wirausaha dapat belajar dari kegagalan merupakan bagian terpenting dari proses berfikir kreatif kuncinya, adalah kegagalan untukl meraih sukses oleh karena itu takut terhadap kegagalan merupakan hambatan untuk berfikir kreatif. 10) Believing that Im not creative setiap orang berpotensi untuk kreatif. Takut pada ketidak mampuan untuk membuat kreatif merupakan hambatan berfikir kreatif. Untuk memotivasi pada karyawan agar memiliki kreativitas Zimmerer23 mengemukakan beberapa pendapat sebagai berikut: 1) Excepting creativity wirausaha mengharapkan kretivitas salah satu cara terbaik untuk mendororng kretivitas adalah member

kewenangan kepada karyawan untuk berkreasi.

23

Ibid. hlm 35

50

2) Expecting and tolerating failure, yaitu memperkirakan dan menoleransi kegagalan ide-ide kreatif akan menghasilkan

keberhasilan atau kegagalan orang yang tidak pernah menemui kegagalaan bukan orang kreatif 3) Encouraging curiosity bernesar hati jika menemukan kegagalan artinya kegagalan jangan di pandang sebagai sesuatu yang aneh. 4) Viewing problems as challenges yaitu memamndang kegagalan sebagai suatu tantangan setiap kegagalan memberika peluang untuk berinovasi . 5) Providing creativity training, yaitu menyediakan pelatihan

berkreativitas. Setiap seseorang memiliki kapasitas kreatif, untuk mengembangkan di perlukan pelatihan, melalui buku, seminar, workshop, dan pertemuan professional dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kapasitas kretivitasnya. 6) Providing support, yaitu memberikan dorongan dan bantuan, berupa alat dan sumberdaya yang di butuhkan untuk berkreasi terutama waktu yang cukup untuk berkreasi. 7) Rewarding creativity, yaitu menghargai orang yang kreatif, penghargaan bias dalam bentuk uang promosi dan hadiah lainya. 8) Modeling creativity, yaitu memberi contoh kreatif. Untuk mendorong karyawan lebih kreatif. Harus di ciptakan lingkungan yang kreatifitas.24

24

Suryana.Kewirausahaan. (Jakarta: Salemba Empat, 2001).Hlm: 25-27

51

C. Inovasi Wirausaha Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing)25 inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter Drucker mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada26. Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat di pasarkan. Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni memegang peranan penting, dan fikiran kreatif mengembangkanya menjadi gagasaan berharga. Meskipun demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi. D. Proses Inovasi Inovasi merupakan hasil pencarian suatu kesempatan yang di lakukan dengan sepenuh hati. Proses ini di mulai dengan analisis sumberdaya
25 26

Ibid.,hlm: 2-3 Drucker Petter ..Innovation And Entrepreneurship (New York:Harper Dan Row.1985)

hlm: 20

52

kesempatan yang menjadi obyek. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harus maelihat bertanya dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir karsa dengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan. Inovasi yang berhasil pada umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan jenius merupakan perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu. 1. Jenis Inovasi Inovasi terdiri dari empat jenis penemuan, pengembangan, duplikasi dan sintesis27. a. Pengembangan Pengembangan suatu produk jasa atau proses yang sudah ada .konsep seperti ini menjadikan aplikasi ide yang telah ada dan berbeda. b. Duplikasi Peniruan suatu produk, jasa atau proses yang telah ada. Meskipun demikian upaya duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah
Suaryadi,Purwanto,dkk. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Muda .(Jakarta: Salemba Empat.2007) hal:42
27

Usia

53

sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses ini meliputi pengambilan sejumlah ide atau produk yang sudah di temukan dan di bentuk sehingga menjadi produk yang dapat din aplikasikan secara baru.

2. Sumber Inovasi Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan dari pada menciptakanya. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan perubahan pada penemuan yang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif dapat bersumber pada kraetivitas eksternal dan kreativitas internal. Kreativitas eksternal dapat dirangsang dengan memanfaatkan secara sistematis rasa keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatan baru yang sedang berlangsung di sekitar seseorang. Dengan melakukan hal ini, seseorang membangun sumber informasi tentang berbagai hal tentang fakta kesan, citra dan berbagai ide. Dengan demikian seseorang dapat memperoleh ide yang dapat di raih dan di manfaatkan. Kreativitas internal muncul secara tiba-tiba ketika seseorang sedang sibuk denga kreativitas eksternal. Dalam upaya ini menggunakan pengalaman sebagai sumber karena pengetahuan dapat di peroleh melalui belajar. Orang akan segera mengetahui cara baru untuk memadukan ide-

54

ide dari berbagai bidang yang berbeda untuk meningkatkan produk atau jasa yang ada.

E. Wirausahaan 1. Pengertian Kewirausahaan Dalam kajian ini yang menjadi objek sikap adalah kewirausahaan (enterpreneurship), meskipun sampai sekarang ini belum ada terminologi yang persis sama dari para ahli. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang di jadikan dasar28, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses, inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and defferent) melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berfikir kreatif dan inovatif. Sukses Kewirausahaan akan tercapai apabila berfikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. (thing and doing new things or old thing in new way)29 Proses kreatif dan inovatif hanya di lakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen) berinisiatif (energi dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke

Mahfufzd Nasud. Kewirausahaan Suatu Pendekatan Kontemporer .(Yogyakarta : UPP APM YKPN.2004). Hlm:102 29 Suryana.Kewirausahaan. (Jakarta: Salemba Empat, 2001). Hlm:8

28

55

depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka tantangan).30 Gambar 2.2 Tentang Model Analisis Diri Wirausaha FAKTOR KEBERHASILAN

Kemauan dan Kemampuan

Kesempatan dan Peluang

Luar Diri Perilaku

Luar Diri Perilaku

Ketidaksempurna an /kelemaha

Kesempatan Peluang

Faktor kegagalan

Telah di kemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengkombinasiakan sumber-sumber bahan baru, produksi yang baru akses pasaran dan pangsa pasar yang baru. Perilaku tersebut di pengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha yaitu nilai-nilai kebernian dalam menghadapi resiko, sikap positif dan optimis keberanian mandiri dan memimpin dan kemauan belajar dari pengalaman. 2. Jiwa dan Sikap Wirausaha: (ciri-ciri)
30

Ibid hlm :32

56

a. Penuh percaya diri Indikatornya : Optimis, disiplin, penuh keyakinan, komitmen dan bertanggung jawab. b. Memiliki inisiatif Indikatornya : Penuh energi, cekatan, taktis, selalu ada yang dikerjakan. c. Memiliki motif untuk berprestasi. Indikatornya : orientasi pada hasil dan wawasan ke depan Hadist Nabi Hari ini harus labih baik daripada kemarin, ajari anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda. d. Memiliki jiwa kepemimpinan Indikatornya : berani tampil beda, tangguh dan dapat dipercaya, berani ambil risiko, penuh perhitungan dan menyukai tantangan 3. Manfaat Wirausaha: a. Mengurangi jumlah pengangguran b. Berusaha berarti membuka lapangan kerja baru; c. Penggerak pembangunan (produksi, distribusi, pemasaran barang dan jasa) d. Menjadi contoh bagi orang lain (sifat siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh) e. Mendidik karyawan agar bias berusaha secara mandiri, jujur dan tekun

57

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat di pengaruhi oleh oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. yang berpengaruh adalah kemauan ,kemampuan dan kelemahan, sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang.31 Menurut J.B.Rotter dalam longenecker menyatakan bahwa yang melatarbelakangi orang memutuskan untuk menjadi wirausaha adalah tergantung pada diri kita sendiri (locus of

bahwa kesuksesan

control),bukan orang lain32. Senada penjelasan sebelumnya dalam Alquran pada Surat( Ar Raad ayat 11) Telah di jelaskan untuk melakukan usaha mencoba untuk berusaha tanpa menggantungkan orang lain yaitu wirausaha dengan bersikap kreatif dan inovatif dalam hal ini kreatif dan inovatiflah perusahaan bisa berjalan lancar.sebagaimana teori yang di kemukakan oleh para ahli sekarang .berikut ayat yang menyatakan hal tersebut:

$tu 4 s9 tt s #[ 5s)/ !$# y#ur& !#s)u 3 r'/ $t (#it 4Lym Bs)/ $t it !$# ) 3 @#u i s9 Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar -Rad 11)33
Suaryadi,Purwanto,dkk.Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda .(Jakarta: Salemba Empat 2007) .Hlm.42 32 Justin G Longenecker.dkk.kewirausahaan manajemen usaha kecil .Terjemahan (Jakarta Salemba Empat .2001),hlm 33 Software Al-Quran dan Terjemahanya
31

58

4. Kinerja Pemasaran a. Pengertian Kinerja Pemasaran Pada umumnya kajian tentang keberhasilan atau kemajuan suatu perusahaan termasuk UKM selalu diukur dari dimensi kinerja usaha yang melibatkan berbagai variabel komponen perusahaan, seperti kepemimpinan atau kewirausahaan, struktur modal, tenaga kerja atau karyawan, produksi, pemasaran dan penjualan. Bahkan menurut Sunaryanto, pengukuran kinerja organisasi (perusahaan) banyak dilakukan dengan mengacu pada kinerja keuangannya, yang diperoleh dari catatan akuntansi organisasi (perusahaan).34 Dalam masalah pengukuran kinerja usaha kecil, tidak ada kesepakatan para ahli tentang bagaimana, dan dengan prosedur apa pengukuran kinerja harus dilakukan, dan pada variabel yang mudah pengumpulan informasinya dari pada variabel-variabel yang anggap sangat penting. Pendapat lain yang dikemukakan Dermawan Wibisono35, bahwa untuk mengulang strategi persaingannya dengan melakukan kajian terhadap tujuan stratrgik perusahaan yang didasarkan atas kebutuhan pasar, serta juga melakukan evaluasi yang intens terhadap kompetensi internal perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki aspek atau variabel yang akan

Perreault William.Mccarthy Jerome. Pemasaran Sebuah Ancangan Manajerial Global ( Jakarta :Binarupa Aksara. 1995). Hlm: 45 35 Wibisono,Dermawan. Manajemen Kinerja Konsep Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan .(Jakarta:erlangga.2006), Hlm 126 -127.

34

59

dipilih sebagai prioritas keunggulan perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain. Prioritas inilah yang harus selalu fleksibel untuk dikaji ulang dan diperbaiki, sehingga selalu mencerminkan pilihan keunggulan yang dinamis. Dengan berbagai pendapat para ahli tersebut, dalam konteks penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dan kemajuan

perusahaan. Dengan mengungkap kinerja pemasaran pada perusahaan tersebut dapat diketahui sejauh mana kreativitas dan inovasi yang telah dilakukan dalam mengembangkan produk dari industrinya yang direfleksikan dalam dimensi omzet penjualan. Kinerja dalah sesuatu yang dicapai atau prestasi yang

diperlihatkan36. Menurut Tuhardjo, kinerja perusahaan adalah suatu ukuran yang menggambarkan kondisi suatu perusahaan.37 Sedangkan yang dimaksud dengan Pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen38. Menurut Kotler dalam Tuhardjo39, pemasaran adalah proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan dinginkan melalui penciptaan penawaran, dan secara bebas

menukarkan produk yang bernilai pada pihak lain.


Depdiknas,.Kamus Besar Bahasa Indonesia .(Jakarta: Depdiknas dan Balai Pustaka.2001). Hlm: 570 37 Tuharjo. Hubungan Pengalaman Pembelajaran Fungsi Utama Bisnis dan Sukses Bisnis dengan Setrategi Bersaing dan Kinerja Bisnis pada Sentra Industry pada Centra Industry kecil onix dan marmer disertasi terbuka (Malang:. 2008 ). Hlm: 141 38 Assauri Sofyan..Manajemen Pemasaran .(Jakarta:Raja Grafindo Persada 2007). Hlm 3 39 Tuharjo.Op,Cit. Hlm: 88
36

60

Dengan demikian dari definisi tentang kinerja dan pemasaran tersebut, dapat dikemukakan bahwa kinerja pemasaran merupakan pencerminan pencapaian tujuan perusahaan berkaitan dengan produk dari industrinya yang dapat dijual atau dipasarkan kepada konsumen baik di pasar lokal (domestik) maupun di pasar intern b. Fokus Kinerja Pemasaran Menurut Sofjan Assauri40, bahwa kinerja pemasaran dapat difokuskan atau ditujukan (sasaran) pada, yaitu sebagai berikut: 1) Penjualan Kegiatan penjualan suplemen dari pembelian untuk memungkinkan terjadinya transaksi, penciptaan permintaan akan produk

merupakan usaha penjualan yang akan dilakukan baik melakukan advertensi maupun melalui kegiatan penjual. Usaha seperti ini dilakukan untuk menciptakan permintaan dari produk yang di tawarkan . Telah banyak biaya advertensi yang di keluarkan untuk suatu barang melalui perusahaan. Usaha penciptaan permintaan sangat di butuhkan untuk pengenalan produk-produk baru yang menstimulasi keinginan konsumen untuk produk-produk yang telah ada. Pengukuran volume penjualan di dapatkan akumulaspenjualan berbanding dengan target yang telah di tetapkan .penetapan target indicator penjualan dilakukan pertahun, dengan mendenifisikan target-target yang lebih detail tiap enam bulan sekali. Hasil
40

Assauri,Sofyan.2007.Op cit.Hlm 73-75

61

penjualan dan laba yang diperoleh oleh perusahaan dan pemasaran suatu produck dapat berubah-ubah pada waktu yang berbeda perkembangan hasil penjulan dan laba suatu produk (product life cycle) dengan mempelajari siklus usaha produk dapat di perkirakan permasalah yang di hadapi dalam pemasaran suatu produk, sehingga dapat dirumuskan rencana pemasaran produk tersebut secara lebih baik .

Siklus produk

Laba I II III Gambar 2.3 Siklus Usaha Produk (PLC) a) Tahap pengenalan (introduction) pada tahap ini produk baru saja di perkenalkan kepada konsumen, sehingga belum di peroleh laba yang berarti atau mungkin perusahaan masih rugi karena masih di perlukan banyak pengeluaran atau biaya promosi pengeluaran. b) Tahap pertumbuhan (growth) pada tahp ini produk sudah mulai di kenal dan di terima oeh pasar dengan cepat sehingga terdapat kenaikan peningkatan laba yang terus-menerus dari waktu ke waktu.

62

c) Tahap pematangan (maturity) pada tahap ini mulai lambat perkembangannya , karena produk tersebut walaupun cukup di kenal dan di terima hampir semua pembeli yang potensial, tetapi terdapat produk saingan yang memasuki pasar, besarnya laba yang di peoleh cenderung menurun, karena biaya-biaya yang di keluarkan bertambah untuk mempertahankan

kedudukan produk tersebut di pasar. d) Tahap penurunan (decline) pada tahap ini penjualan terus menurun dan laba cenderung tidak di peroleh lagi sehingga di hadapi kerugian. Konsep PLC sangat bermanfaat untuk penerapan setrategi pemasaran yang efectif bagi suatu produk tersebut berada, sehingga dapat diambil langkah kebijakan pemasaran yang tepat mengingat pentingnyua konsep PLC ini kaitanya dengan penetapan Kinerja pemasaran di lihat dari sisi penjualan produk peralatan yang yang di gunakan manajer dalam pengendalian pemasaran adalah analisis penjualan merupakan usaha untuk mengukur dan mengevaluasi hasil realisasi penjualan yang di capai dengan membandingkanya terhadap sasaran penjualan yang di tetapkan41 . Penjualan merupakan kegiatan promosi untuk menggugah atau menstimulasi pembelian, sehingga merupakan usaha penjualan

Perreault William.Mccarthy Jerome. Pemasaran Sebuah Ancangan Manajerial Global.(.Jakarta :Binarupa Aksara. 1995) Hlm.109

41

63

khusus, kegiatan promosi dapat mendorong pembelian oleh para konsumen . Umumnya pemasaran setiap produk melalui tahapan yang terdapat dalam siklus usaha produk, yang terdiri dari empat tahapan tersebut, yaitu: pengenalan, pengembangan, pematangan, dan tahapan penuaan /penurunan42, dapat dideskripsikan pada Tabel 2.4 berikut. Tabel 2.4 Ciri Tahapan Siklus Usaha Produk No 1. 2 3 4 Tahapan Pengenalan Jumlah laba Belum ada Jumlah Tingkat perusahaan persaingan Sangat kecil Bertambah banyak Berkurang Sedikit Hampir tidak ada Meningkat tajam menurun sedikit Sangat berkurang Usaha perusahaan Membangun share pasar Membina share pasar Memepertahanka Share pasar memaksimal cash flow

Pertumbuhan Meningkat Pematangan Penuaan Menurun Tidak ada

Dengan adanya perbedaan kondisi masing-masing tahapan setrategi pemasaran yang di jalankan hendaknya berbeda pula agar tujuan dan sasaran peusahaan di bidang pemasaran dapat di capai. Jadi, strategi pemasaran suatu produk hendaklah di sesuaikan dengan kondisi masing-masing tahapan siklus kehidupan usaha dari produk.43

42 43

Ibid.,hlm.290-291 Muhran,S .2004.Pemasaran. (online,Http:/www.smfranchise.yahoo.com,di akses 05

juli 2010)

64

Kegiatan penjualan serangkaian kegiatan yang meliputi penciptaan permintaan (demand) menemukan si pembeli disamping itu dalam kegiatan penjualan perlu di perhatikan kebijakan penjualan ,suatu kebijakan merupakan pedoman yang di susun untuk menjamin tindakan dalam produksi. Contoh indikator lain misalnya, adalah aset pemasaran (marketing assets).44 Aset yang dikuasai dan dimiliki perusahaan tidaklah selalu tampak berwujud (tangible) dalam bentuk fisik berupa fasilitas dan jumlah tenaga kerja yang dimiliki perusahaan. Namun tidak kalah pentingnya adalah aset yang tidak berwujud (intangible). Aset tidak berwujud ini menjadi sangat penting karena terbukti memiliki peran dan kemampuan memberikan nilai yang lebih besar dibandingkan aset yang berwujud. Aset tidak berwujud yang penting dalam pemasaran seperti: jenis dan kualitas pelanggan yang mendukung dan menguntungkan usaha, kualitas saluran distribusi yang dapat diandalkan dan yang bersedia sebagai partner pendukung usaha, berbagai kemudahan relasional lainnya untuk akses kepada pasar yang dituju. Semuanya adalah unsur pendukung bisnis yang tak ternilai besarnya dalam melancarkan. Termasuk di dalamnya berbagai sumber spesifik yang dapat memberikan pasokan informasi yang berharga untuk proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang strategis oleh perusahaan.
44

PeterPaul, Olson Jerry . Consumer Behavior.Perilaku Konsumen Dan Setrategi Pemasaran .(Jakarta: Erlangga IKAPI. 2000) Hlm.87

65

Akhirnya indikator penyertaan produk

adalah indikator

kinerja pemasaran yang sangat penting berikutnya yang dapat membentuk nilai perusahaan (value of the firm). Bagaimanakah peran dan kemampuan suatu merek yang melekat pada suatu produk yang dipasarkan. Sejauh mana kekuatan yang dikandung oleh suatu merek yang mampu menarik konsumen untuk memilih suatu produk, di mana merek itu melekat pada produk tersebut adalah suatu contoh indikator keberhasilan atau kinerja pemasaran yang ideal dapat diukur. Indikator ini juga menunjukkan bagaimana keberhasilan positioning dan diferensiasi yang diharapkan dan dimiliki perusahaan di pasar. 2) Produk Pengembangan produk merupakan kegiatan aktivitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan produk ke arah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan dayaguna maupun daya pemuas yang lebih besar.pengembangan produk ini menyangkut penawaran produk baru atau produk yang di perbaiki atau disempurnakan untuk pasar yang telah tersedia. Dengan mengadakan perkembangan produk, perusahaan dapat memahami kebutuhan dan keinginan pasar, serta melihat kemungkinan penambahan atau perubahan tertentu dari produk, menciptakan beberapa kualitas atau mutu menambahkan tipe maupun ukuran untuk lebih dapat memuaskan pasar yang tersedia.

66

3) Pangsa pasar Pangsa pasar adalah Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001)45 adalah : Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh . Definisi pangsa pasar (market share) menurut American Marketing. Association (Kotler, 1996) adalah Proporsi atau prosentase dari hasil penjualan 46 Setiap perusahaan selalu berusaha untuk dapat tetap hidup berkembangdan mampu bersaing dalam rangka inilah maka setiap perusahaan selalu menetapkan dan menerapkan setrategi dan cara pelaksanaan kegiatan pemasaranya,kegiatan pemasaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai sasaran perusahaan yang dapat berupa tingkat laba yang di peroleh perusahaan dalam jangka panjang dan share pasar tertentu serta total unit dan total volume penjualan tertentu dalam suatu jangka waktu tertentu.pengarahan kegiatan pemasaran tersebut hanya mungkin dapat dilakukan dengan menetapkan garis-garis besar..kebijakan pemasaran

tentunya sejalan dengan konsep pemasaran, yang menekankan pemberian pelayanan yang memuaskan kepada konsumen ,melalui kegiatan dan setrategi pemasaran yang terpadu dan memungkinkan diperolehnya keuntungan atau laba dalam jangka panjang.

45 46

Ibid hlm 95 Ibid

67

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Suharsimi Arikunto, penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu variabel, gejala atau keadaan47. Pendekatan kualitatif digunakan sebab masalah yang diteliti memerlukan suatu pengungkapan yang bersifat deskriptif dan komprehensif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata tertulis atau lisan dari pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini, perilaku yang dapat diamati dan gambar-gambar. Data yang ada akan dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa menggunakan teknik analisis statistik. Seperti yang diungkapkan Moleong bahwa: Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya.48

48

Suharsini, Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, hal: 111 L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005) hlm. 6.

47

49

68

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan kondisi yang sebenarnya dari suatu situasi. Oleh karena itu, maka dituntut keterlibatan penelitian secara langsung di lapangan. Adapun yang dimaksud Deskriptif, menurut pendapat Winarno Surakhmat, adalah Menentukan dan menafsirkan data yang ada. Misalnya tentang situasi yang dialami, satu hubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang nampak, atau tentang satu proses yang sedang berlangsung, pengaruh yang sedang bekerja, kelainan yang sedang muncul, kecenderungan yang nampak, pertentangan yang meruncing dan sebagainya.49 Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Studi Kasus (case study) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci daPn mendalam terhadap suatu perusahaan.50 Sedangkan menurut Deddy Mulyana, Studi kasus adalah uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas), suatu program, atau suatu situasi sosial.51 Oleh karena itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu gambaran yang utuh dan terorganisasi dengan baik tentang komponen-komponen tertentu, sehingga dapat memberikan kevalidan hasil penelitian. Alasan penggunaan rancangan ini adalah: pertama, untuk memberikan batas latar penelitian. Dimana sesuai dengan data di lapangan peneliti telah

Winarno Surakhmat, Pengantar Penelitian Ilmiah Dan Metode Teknik , Bandung: Tarsito, 1990), Hal. 39 50 Suharsini, Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, hal: 115 51 Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung,: 2001), hal: 201

49

69

membatasi latar penelitian pada CV Setia Tailor Konveksi yaitu tentang kreatif dan inovatif kinerja pemasaran pada suatu perusahaan. Kedua, penelitian ini menjajaki secara mendalam dan komprehensif tentang upaya bagaimana perusahaan bisa lebih maju dalam artian lebih kreatif dan inovatif sehingga menguasai daerah pasaran dengan para pesaing-pesaing yang masuk di Indonesia. Upaya ini peneliti lakukan dengan tujuan untuk agar mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia. Seperti awalnya yang mempunyai taraf kehidupan masyarakat rendah yaitu pengangguran mereka bisa bekerja dan lebih kreatif inovatif dalam dunia pekerjaan di samping itu mengarahkan taraf kehidupan menjadi lebih terarah sesuai dengan norma-norna, aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. Ketiga, yaitu suatu cara berfikir yang didasarkan pada rumusan-rumusan yang bersifat khusus yang berangkat dari fakta-fakta khusus atau konkrit kemudian peristiwa-peristiwa konkrit tersebut ditarik generalisasi yang mempunyai sifat umum. Metode ini digunakan untuk mengambil kesimpulan dari berbagai pendapat dan data hasil penelitian sehingga diperoleh pengertian yang global. Penelitian ini datanya dianalisa secara induktif dengan mengumpulkan data-data yang ada dan relevan dengan kebutuhan peneliti untuk kemudian dianalisa secara berkelanjutan sampai pada hasil yang ditetapkan sebagaimana hasil penelitian ini. Keempat, makna yang esensial dalam

penelitian ini merupakan hal yang paling pokok. Makna tersebut meliputi; temuan-temuan menarik di lapangan, seperti menemukan bentuk-bentuk baru dalam dunia usaha, yaitu perusahaan agar lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kinerja pemasaran.

70

Dalam penelitian ini dideskripsikan atau digambarkan secara objektif realita sebenarnya sesuai dengan fenomena yang ada di CV Setia Tailor Konveksi Tajinan Malang.

B. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, kehadiran peneliti mutlak diperlukan. Penelitian ini menuntut kehadiran peneliti di lapangan yang bertindak sebagai partisipan penuh, yakni sebagai peneliti. Kedudukan peneliti dalam penelitian ini sekaligus menjadi perencana, pengumpul data, penganalisis dan penafsir data dan akhirnya sebagai penyimpul data. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif yang menjadi alat utama adalah manusia (human tools) artinya melibatkan peneliti sendiri sebagai instrumen. Peneliti selaku instrumen utama masuk ke latar penelitian agar dapat berhubungan langsung dengan informan dapat memahami secara alami kenyataan yang ada di latar penelitian. Peneliti berusaha melakukan interaksi dengan informan penelitian secara wajar dalam menyikapi segala perubahan yang terjadi di lapangan, berusaha menyesuaikan diri dengan situasi sehubungan dengan hal tersebut, maka langkah-langkah yang ditempuh peneliti sebagai berikut: 1. Kegiatan awal sebelum memasuki lapangan, peneliti melakukan survey di satu lokasi yaitu CV Setia Tailor Konveksi untuk memperoleh gambaran umum tentang profil dan data-data

71

keseluruhan. Melakukan konsultasi dengan pemimpin perusahaan. menyampaikan maksud dan tujuan penelitian. 2. Menemui direktur perusahaan (manager) untuk menentukan langkahlangkah pelaksanaan penelitian. 3. Melakukan kegiatan observasi di lapangan untuk mengetahui seluk beluk perusahaan CV Setia Tailor konveksi 4. Melakukan wewancara dengan tokoh-tokoh kunci (informan),sebagai sumber data dengan tujuan untuk mendapatkan data sebanyak munkin dan terfokus sesuai dengan masalah penelitian. 5. Mengadakan hubungan baik dan berupaya menyesuaikan diri dengan perusahaan CV Setia Tailor konveksi Yaitu peneliti datang secara langsung di rumah Bapak Sutikno Tangkilsari Tajinan Malang. Pengumpulan data dilakukan di perusahaan dengan melihat omset penjualan perusahaan. Kehadiran dilakukan secara terbuka di ketahui oleh umum yaitu menganalisis di lakukan dengan melihat dan mengamati secara langsung keadaan yang ada di perusahaan yaitu

dengan melihat kegiatan proses bekerja para karyawan, pengawas dan pemimpin perusahaan.

72

C. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini adalah CV Setia Tailor-Konveksi Jl. Tangkilsari 05/01 Telp (0341) 753792, 8130411, 085649787649 Tajinan Malang. Yaitu tempatnya tidak begitu jauh dari perkotaan. Dari arah Malang menuju pasar gadang terus ke selatan arah menuju Tajinan. Penelitian ini dilakukan di lokasi lingkungan tailor konveksi kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Dipilihnya lokasi ini sebagai tempat penelitian oleh karena itu dipandang lebih teroganisir, dan berhasil dalam menyelenggarakan pendidikan luar sekolah, dalam hal ini pelatihan ketrampilan menjahit D. Data dan Sumber Data 1. Jenis Data Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, serta mengingat pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, maka dalam penelitian ini meliputi dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data atau informasi yang berkaitan dengan kualitas. Penelitian kualitatif yang menekankan pada makna, lebih memfokuskan pada data kualitas dengan analisis kualitatifnya. Data kualitatif dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan keadaan yang sebenarnya atau apa adanya berkaitan dengan variabel yang diteliti yaitu kreativitas wirausaha, inovasi wirausaha, dan kinerja pemasaran pada CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang. Sedangkan data kuantitatif

73

merupakan data atau informasi yang berkaitan dengan kuantitas. Data kuantitatif ini diperlukan dalam penelitian ini sebagai fenomena pendukung akhir penelitian, misal data tentang jumlah omzet penjualan. Data omzet penjualan ini diperlukan untuk mendukung dalam melakukan analisis terhadap variabel kinerja pemasaran.

2. Sumber Data Pemahaman mengenai macam sumber data merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti, karena ketetapan memilih dan menentukan jenis sumber data menentukan ketepatan dan kekayaan data yang diperoleh. Data tidak akan bisa diperoleh tanpa adanya sumber data. Dalam penelitian ini sumber data secara menyeluruh dapat dikelompokkan, sebagai berikut: a. Narasumber (Informan) Dalam penelitian kualitatif posisi narasumber yang dikenal dengan istilah informan sangat penting. Peneliti dan narasumber (informan) memiliki posisi yang sama, dan narasumber bukan sekedar memberikan tanggapan pada yang diminta peneliti, tetapi ia bisa lebih memilih arah dan selera dalam menyajikan informasi yang ia miliki. Oleh karena itu, menurut Sutopo, karena posisi ini sumber data yang berupa manusia di dalam penelitian kualitatif lebih tepat disebut

74

sebagai informan dari pada sebagai responden52. Dalam konteks penelitian ini, informan dimaksud adalah pemilik perusahaan CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang, ia ditetapkan sebagai informan kunci (key informan). b. Peristiwa dan Aktivitas Data atau informasi juga dapat dikumpulkan dari mengamati peristiwa atau aktivitas yang berkaitan dengan sasaran penelitian ini, dari peristiwa atau aktivitas yang diamati di lapangan, peneliti bisa mengetahui secara langsung tentang proses bagaimana sesuatu terjadi berkaitan dengan variabel sasaran penelitian, seperti proses kreativitas dan inovasi wirausaha dalam melaksanakan aktivitas usahanya. Berbagai permasalahan memang memerlukan pemahaman lewat kajian terhadap perilaku atau sikap dari pada pelaku dalam aktivitas sebenarnya. Bukan hanya lewat informasi secara verbal (lisan) yang diberikan oleh narasumber (informan) atau catatan-catatan yang ada mengenai aktivitas tertentu di CV Setia Tailor Konveksi. c. Dokumen dan Arsip Begitu juga dokumen dan arsip di lapangan merupakan bahan tertulis yang dipergunakan peneliti sebagai sumber data. Data atau informasi yang diperoleh berkaitan dengan permasalahan penelitian sangat bermanfaat sebagai pendukung dalam melakukan analisis data

Zainudindan Walid Muhammad..Pedoman Penulisan Skripsi . 2009. Fakultas Tarbiyah Uin Maliki Malang

52

75

dan

pengambilan

kesimpulan

hasil

penelitian.

Observer

telah

mendokumentasikan sendiri dengan cara memotret kegiatan karyawan. seperti gambar pemotongan, penjaitan, pemasaran.dan lain sebagainya.

E. Prosedur dan Teknik Pengumpulan Data 1. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data merupakan langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam upaya pengumpulan data atau informasi berkaitan dengan permasalahan penelitian. Adapun prosedur atau langkahlangkah pengumpulan data dimaksud adalah sebagai berikut: a. Penentuan jenis data yang hendak dikumpulkan. b. Penentuan sumber data untuk memperoleh data atau informasi yang diharapkan berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. c. Penentuan teknik dan instrumen pengumpulan data yang dipergunakan. d. Penentuan teknik analisis data. e. Melakukan analisis data, dan f. Pengambilan kesimpulan hasil penelitian.

2. Teknik Pengumpulan Data Mengumpulkan data adalah mengamati secara seksama variabel yang akan diteliti secara obyektif tidak terpengaruh oleh keinginan pribadi pengamat (peneliti). Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif memiliki peran yang sangat penting. Ia sekaligus menjadi perencana,

76

pengumpul data, penganalisis dan penafsir data, dan akhirnya sebagai penyimpul data. Melihat pentingnya posisi peneliti maka peneliti akan berusaha untuk bisa berperan serta secara total sehingga bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan termasuk yang dirahasiakan.53 Teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti adalah: a. Wawancara (interview) Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh 2 pihak dan dilaksanakan secara tatap muka dan lisan.54 Tidak jauh berbeda dengan L. J. Moleong bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh 2 pihak (interviewer dan interviwee) dengan maksud tertentu.55 Ada beberapa pendapat mengenai pembagian model wawancara. Namun di sini peneliti hanya akan menguraikan pendapat Patton tentang wawancara yang didasarkan atas perencanaan pertanyaannya. Menurutnya wawancara terbagi menjadi tiga56 yaitu: 1) Wawancara Pembicaraan Informal Wawancara jenis ini tergantung dari spontanitas pewawancara dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada yang diwawancarai.

Wawancara ini berlangsung sangat alami, suasana biasa, wajar sebagaimana percakapan sehari-hari. Bahkan interviwew terkadang tidak menyadari posisinya sebagai subyek penelitian, yang menurut
53 54

Ibid., hlm. 127.

Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007) hlm. 216. 55 L. J. Moleong, Op. Cit., hlm.135 56 Ibid., hlm. 135.

77

Guba dan Lincoln dianggap sebagai wawancara tertutup (convert). Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, jenis wawancara ini disebut dengan interviu bebas (inguided interview).57di CV Setia ini observer mengajukan pertanyaan yang mana fokus yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. 2) Pendekatan Menggunakan Petunjuk Umum Wawancara Jenis wawancara ini mengharuskan interviewer membuat instrumen penelitian berupa kerangka atau garis besar pokok-pokok yang akan ditanyakan pada saat wawancara. Dalam wawancara model ini tidak ada pertanyaan-pertanyaan baku dann pelaksanaan wawancara jenis ini (menurut Suharsimi Arikunto) biasa juga disebut dengan interviuw bebas terpimpin.58

3) Wawancara Baku Terbuka Model wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-katanya, dan cara penyajiannya pun sama untuk setiap responden. Sehingga keluwesan dalam proses wawancara sangatlah terbatas. Namun demikian, wawancara jenis ini memiliki keuntungan di antaranya adalah menghindari terjadinya bisa dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan demikian juga jika interviwee ada dalam jumlah banyak. Menurut Suharsimi Arikunto,

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 132. 58 Ibid.

57

78

wawancara jenis ini disebut juga dengan interview terpimpin (guided interview).59 Menurut hemat peneliti, yang lebih tepat digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan bentuk pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara (semi structured) atau juga bisa disebut interview bebas terpimpin yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin, dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah tersusun secara garis besar kemudian satu persatu itemnya diperdalam dengan mengorek keterangan lebih lanjut, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya pertanyaan lain di luar apa yang telah tersusun.60 Teknik wawancara yang akan dipakai peneliti adalah bentuk pendekatan petunjuk umum wawancara atau juga di sebut interview bebas terpimpin. Sehingga diharapkan wawancara dengan narasumber (informan) bisa lebih luwes dan tidak terkesan kaku dalam mendapatkan data-data yang terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Wewancara oleh CV Setia dilakukan di tempat terbuka di tempat bapak sutikno dilakukan oleh observer dengan melihat keadaan yang ada.

59 60

Ibid. Ibid., hlm. 202

79

b. Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.61 Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data awal sebelum penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi

pembelajaran di sekolah. Selain itu, pengamatan juga dilaksanakan saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Di perusahaan CV Setia tailorkonveksi Menurut Suharsimi Arikunto, ada beberapa jenis observasi yang perlu diketahui antara lain: 1) Observasi non-sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan. 2) Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.62

L. J. Moleong menambahkan jenis observasi sebagai berikut: 1) Pengamatan secara terbuka diketahui oleh subyek, sedangkan sebaliknya para subyek dengan sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan mereka menyadari bahwa ada orang yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka.

61 62

Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata , Op. Cit., hlm. 220. Suharsimi Arikunto, Op, Cit., hlm. 133.

80

2) Pada

pengamatan

tertutup,

pengamatnya

beroperasi

dan

mengadakan pengamatan tanpa diketahui oleh para subyeknya.63

Sedangkan menurut Nana S.S, observasi dapat dibedakan menjadi: 1) Observasi partisipatif (participatory observation) pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung. 2) Observasi non partisipatif (nonparticipatory observation) pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dia hanya berperan mengamati, tidak ikut dalam kegiatan.64

Teknik observasi yang dipergunakan oleh peneliti adalah observasi terbuka, sistematis, dan partisipatif (pemeran serta tidak penuh). Dengan teknik ini diharapkan peneliti dapat lebih mudah dalam mencatat atau merekam fenomena yang ada di lapangan secara langsung. c. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis berupa catatan, buku, surat kabar dan sebagainya.65 Dokumen biasanya dibagi dua, yaitu:

63 64

L. J. Moleong, Op. Cit., hlm. 127. Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata , Op. Cit., hlm. 220. 65 L. J. Moleong, Op. Cit., hlm. 161.

81

1) Dokumen pribadi adalah catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya seperti buku harian, surat pribadi dan autobiografi. 2) Dokumen resmi terbagi atas dokumen internal bisa berupa memo, pengumuman, intruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri. Sedangkan dokumen eksternal berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, misalnya majalah, buletin, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media massa.66

Melalui teknik ini diharapkan peneliti bisa mendapatkan datadata yang terkait kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan kinerja pemasaran diperusahaan yang diteliti oleh peneliti.

F. Analisis Data Moleong menyimpulkan bahwa analisis data adalah proses

mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dirumuskan hipotesis kerja sebagaimana yang disarankan oleh data.67 Analisis data diperlukan sebagai media untuk membaca rincian data yang telah dikumpulkan pada penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif, yaitu dengan cara mengumpulkan
66 67

Ibid., hlm. 161-13 Ibid., hlm104.

82

data yang diperoleh melalui hasil wawancara, catatan lapangan, dan lembar observasi kemudian data tersebut dipaparkan, dibahas dan disimpulkan.

G. Pengecekan Keabsahan Data Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini yakni teknik triangulasi dengan sumber dan teknik uraian rinci. Patton dalam Moleong menyatakan: Triangulasi dengan sumber berarti

membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.68 Teknik triangulasi dengan sumber pada penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Melakukan kofirmasi antara hasil wawancara dengan hasil pengamatan, dan rekaman catatan peneliti berdasar bahan-bahan dokumen dan arsip yang diperoleh selama penelitian di lapangan. 2. Melakukan uji silang terhadap materi catatan-catatan lapangan yang ditulis peneliti dengan data atau informasi hasil wawancara, hasil pengamatan (observasi) dan hasil catatan dari dokumentasi serta arsip. 3. Hasil konfirmasi data atau informasi penelitian itu perlu dikaji lagi dengan informasi-informasi sebelumnya, karena bisa jadi hasil konfirmasi itu bertentangan dengan informasi-informasi yang telah dihimpun sebelumnya dari informan atau dari sumber-sumber lain.

68

Ibid,. hlm. 330

83

Proses triangulasi tersebut di atas dilakukan terus menerus sepanjang proses pengumpulan data dan analisis data, sampai suatu saat peneliti yakin bahwa sudah tidak ada lagi perbedaan-perbedaan, dan tidak ada lagi yang perlu dikorfirmasikan kepada informan.

H. Tahap-tahap Penelitian Selama melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian tugas akhir ini, peneliti melalui beberapa tahapan, antara lain: 1. Tahap Persiapan, meliputi; a) Pengajuan judul dan proposal penelitian kepada pihak Kajur (kantor jurusan) b) Konsultasi proposal ke Dosen Pembimbing c) Melakukan kegiatan kajian pustaka yang sesuai dengan judul penelitian d) Menyusun dan mengembangkan instrumen pengumpulan data. e) Mengurus surat perizinan penelitian kepada fakultas untuk diserahkan kepada Pimpinan yang dijadikan obyek penelitian f) Menjajaki dan menilai keadaan lapangan yang akan diteliti g) Memilih dan memanfaatkan informan h) Menyiapkan perlengkapan penelitian

2. Tahap Pelaksanaan, meliputi;

84

Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data dan pengolahan data, adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara: a) Memahami latar belakang penelitian dan persiapan diri b) Mengadakan observasi langsung c) Melakukan wawancara kepada informan (narasumber) d) Menggali data penunjang melalui dokumen-dokumen dan arsip yang tersedia di lapangan. e) Melakukan pengolahan data f) Melakukan analisis data.

3. Tahap Penyelesaian, meliputi; a) Menyusun kerangka laporan hasil penelitian b) Menyusun laporan akhir penelitian dengan selalu berkonsultasi kepada Dosen Pembimbing c) Ujian pertanggung jawaban hasil penelitian di depan dewan penguji

85

BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

A. Paparan Data dan Hasil Penelitian 1. Latar Belakang Obyek Penelitian Penelitian di lakukan CV Setia Tailor - Konveksi Tajinan Malang sebagai tempat peneliti mendapatkan data primer dan skunder. Alasan bagi peneliti untuk meneliti CV Setia karena konveksi ini sudah dianggap representatif sesuai dengan skripsi yang di angkat oleh peneliti dan juga tergolong wirausaha yang sudah terkenal di kalangan Institut Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi, Universitas, Sekolah, Pabrik, LSM, Toko dan Perseorangan. CV Setia tailor-konveksi ini tersedia pemesanan seperti jas almamater, jaket, kaos, segala macam seragam. Maka dari itu, seorang peneliti ingin memecahkan permasalahan yang ada di sana sebagaimana judul dan rumusan masalah yang ingin dipecahkan serta dianalisis oleh penulis yaituKreativitas dan Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran(Studi Kasus Pada CV Setia Tailor - Konveksi Tajinan Malang) CV Setia Tailor-Konveksi adalah salah satu UKM yang berdiri 15 tahun yang lalu dan perkembangnnya sudah sangat pesat. Selama proses CV setia telah memliki alat yang lengkap dan karyawan yang profesional di bidangnya. Perjalanan 15 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk

67

86

memberikan pelayanan yang terbaik kepada para customer, produk-produk juga telah menembus pasaran industri, baik lokal smaupun luar daerah. Selama banyak menerima orderan dari berbagai kalangan: Institut Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi, Universitas, Sekolah, Pabrik, LSM, Toko dan Perseorangan. Selain itu, produk-produk juga dipasarkan di toko-toko dan memberikan peluang kepada rekanan untuk memasarkan produk. CV Setia Tailor-Konveksi mengajak rekan-rekan untuk berwirausaha bersama dalam menyediakan produk, memberikan pelayanan terbaik dan memberikan peluang bisnis. Berwirausaha mengedepankan etika bisnis yang berkah dimana profit bukan perioritas utama, namun kesuksesan bersama menjadi tujuan terbaik. Prinsip kemudahan dan menyenangkan merupakan slogan dalam setiap bertransaksi, jujur, tepat janji, dan melayani dengan penuh keikhlasan akan menjadi keberkahan bersama. Semoga ini menjadi langkah awal dalam berwirausaha, bekerjasama dan mengurangi jumlah pengangguran di sekeliling kita. Berwirausaha adalah sebuah keunikan dan seni untuk memperoleh pendapatan tanpa terikat oleh waktu, jangan pernah mau diatur waktu, tetapi waktulah yang harus kita atur. Saat ini banyak orang yang memetingkan kesuksesan tapi dia tidak berfikir gimana caranya kita bisa kreatif dan inovatif dan meliahat peluang yang ada di sekitar kita.agar kinerja pemasaran juga akan meningkat

87

.69dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah CV Setia TailorKonveksi yang ada di malang ini bisa melakukan kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang sehingga kinerja pemasaran juga bisa meningkat baik di kalangan dalam kota maupun luar kota. 2. Sejarah Singkat CV Setia Tailor - Konveksi Perusahaan konveksi CV Setia Malang pada awalnya merupakan perusahaan perseorangan yang bergerak di industri konveksi dengan produk berupa pakaian jadi dengan berbagai jenis, corak ,dan ukuran. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 oleh Bapak H Sutikno. Beliau bermula di masa mudanya bekerja hanya dari skill beliau ikut kerja orang yaitu orang yang punya wirausaha menjait beliau ikut jait mulai masa muda hingga berkeluarga akan tetapi saat itu setelah beliau bekerja di sebuah konveksi yang ikut dengan orang tadi, yang mana beliau menjalani semua itu selama 10 tahun. dan Beliau berfikir gimana caranya bisa menjait sendiri dirumah yang tanpa beban dan waktu yang terikat. Ahirnya Bapak Sutikno pada Tahun 1993 Beliau berfikir bagaimana bisa memproduksi pakaian jadi sendiri yang mana bisa di jual di sekitar kampung dan pada saat itu beliau memproduksi pakaian anak bayi seperti rok baju kasut celana dan lain-lain.ahirnya tidak di sangka permintaan konsumen meningkat Bpk Sutikno mencari karyawan. Pada saat itu hanya dua orang akan tetapi seiring berjalanya waktu sejalan dengan berkembangnya tekhnologi, informasi dan peningkatan permintaan dari

69

Data olahan dari hasil wewancara dan observasi pada tanggal :23 Juni 2010

88

konsumen serta berkembangnya keahlian tenaga kerja, maka pada tahun 2002 perusahaan mencoba melakukan pengembangan perusahaan dengan memproduksi pakaian untuk remaja dan dewasa, Khususnya pakaian baju perguruan tinggi seperti jasalmamater, toga, kaos, jaket, celana dan segala macam pakaian seragam hingga saat ini. 70 3. Lokasi Perusahaan CV Setia Tailor-Konveksi terletak di Jalan Tangkilsari RT 05/RW 01 Tajinan Malang. Aktivitas usaha industri konveksi pada CV Setia TailorKonveksi hadir untuk menawarkan seni berwirausaha yang berlandaskan etika, moral dan bermuamalat yang ahsan (Baik) bukan hanya semata untuk mencari keuntungan. Kami bergerak di bidang bisnis untuk memberikan kemudahan kepada saudara atau rekanan dalam mendapatkan produk seperti yang dikehendaki. Oleh karena itu, kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, menawarkan produk-produk terbaik kepada para costumer dan rekanan. 71 4. Tujuan Mendirikan Usaha Tujuan Bapak Sutikno mendirikan usaha adalah agar bisa mengurangi pengangguran dengan orang yang ada di sekitarnya dan bisa

mensejahterakan orang ada di sekitar dalam artian agar mereka tidak merasa nganggur yang kesana-kesini tidaka ada pekerjaan di samping itu juga kalo di fikir apalagi masyarakat di desa yang aman sarana dan prasarananya kurang lengkap dan kurang begitu memadai apalagi sumber
70 71

Hasil wewancara dengan Bapak Sutikno pada tanggal 23 juni.2010 Hasil Wewancara Bapak Sutikno.

89

daya manusianya yang kurang.masyarakat desa kalo peneliti

cermati

reality yang ada di masyarakat desa sesudah lulus SMA mereka langsung nikah atau kalo tidak seperti itu bekerja. Jarang para mereka yang meneruskan sekolahnya sampai ke jenjang perguruan tinggi .maka dari itu Bapak Sutikno ini membuka peluang wirausaha agar masyarkat desa di sampaing mereka bisa bekerja dengan membuat baju sendiri. Maka dari itu mereka lebih kreatif dan inovatif

5. Struktur Organnisi Uraian Tugas Wewenang dan Tanggungjawab CV Setia Tailor - Konveksi a. Struktur Organisasi Di dalam usaha untuk mencapai tujuan ,perlu adanya kordinasi yang baik antara para personil dalam melakukan aktvitas-aktivitas perusahaan . Oleh karena itu diperlukan suatu setruktur organisasi agar dapat di tetapkan dengan tegas dan jelas tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing

bagian,sehingga terjadianya kesaimpangsiuran aktivitas dapat di hindarkan. (tuturkan oleh Bapak Sutikno)72 Sebagaimana diungkapkan sebagai berikut oleh Ibu Sholihatin selaku pengawas CV Setia Tailor-Konveksi. perusahaan konveksi CV Setia malang mempunyai setruktur organisasi ini yaitu wewenang dan pengawasan mengalir dari atas kebawah, hal ini berarti setiap perintah pimpinan perusahaan dapat dengan mudah menerima informasi , Bu Sholihatin selaku
72

wewancara dengan pemimpin perusahaan yaitu bapak sutikno. Tanggal 24 Juni 2010

90

pengawas mengambil keputusan dan memberikan perintah pada bawahanya, gambar struktur organisasi perusahaan konveksi Malang adalah :73 Hal ini terlihat pada lampiran gambar 1 dan 2 terlihat para tim kerja sedang menjahit dan sedang foto bersama. GAMBAR 4.1 SUSUNAN ORGANISASI CV SETIA TAILOR-KONVEKSI TAJINAN MALANG Ketua manajer CV Setia Tailor-Konveksi

Bagian Pemasaran

Bagian Pengembangn Desain

Bagian Keuangan n

Bagian Gudang

(karyawan)

Pengawas produksi pengawas teknik

Keterangan: ---------- :garis intruksi : Lurus:garis koordinasi

b. Uraian Tugas, Wewenang Dan Tanggung Jawab. Pembagian tugas masing bagian pada perusahaan di CV Setia ini telah dituturkan Bpk Sutikno sebagai berikut: 1) Pimpinan Perusahaan a) Membawahi semua karyawan b) Menentukan rencana dan kebijkan secara keseluruhan
73

Hasil wewancara dengan pengawas Perusahaan Ibu Sholihatin.. Tanggal 24 Juni 2010

91

c) Bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaan d) Memutuskan masalah-masalah perusahaan e) Memberikan pengarahan dan pengarahan dan pengawasan pelaksanaan di semua bidang 2) Bagian Pemasaran a) Membuat rencana penjualan atas produk yang dihasilkan perusahaan b) Bertangguang jawab atas pemasaran hasil produksi dan promosi produk c) Mengadakan hubungan dengan konsumen serta melaksanakan penelitian pasar d) Bertangguang jawab atas bawahanaya untuk bisa memasarkan produknya dengan baik dan tepat. 3) Bagian Pengembangan Desain a) Bertanggung jawab membuat dan mendesain rancangan pakaian yang akan diproduksi dengan persetujuan pemimpin b) Mempertahankan kualitas dan kuantitas hasil produksi. 4) Bagian Keuangan a) Bertangguang jawab atas keuangan perusahaan b) Memberikan laporan atas kondisi keuangan perusahaan kepada pemimpin c) Bertanggung jawab atas kelancaran administrasi perusahaan. 5) Pengawas Produksi

92

a) Mengawasi aktivitas proses produksi b) Memberikan pemimpin c) Memberikan saran dan petunjuk kepada karyawan. 6) Pengawas Teknik a) Mengatur pemeliharaan, perawatan, dan penggantian mesin mesin serta menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam proses produksi. b) Bertanggung jawab atas kondisi mesin dan peralatan lainya 7) Pengawas Gudang. a) Mengawasi dan mengatur arus keluar masuknya bahan-bahan dari gudang b) Mengatur dan memelihara bahan-bahan yang ada di gudang c) Bertanggung jawab atas keutuhan bahan-bahan di gudang. 8) Karyawan a) karyawan bagian potong b) Bertanggung jawab memotong kain sesuai dengan desain atau pola yang telah dibuat oleh bagian desain. c) karyawan bagian obras d) karyawan bagian borrdir e) penjait menjahit kain yang telah didesain dan dirancang sehingga jadi pakaian jadi. f) Karyawan bagian lubang kancing dan pasang kancing laporan terjadinya penyimpangan kepada

93

g) karyawan bagian setrika h) karyawan bagian penyotiran i) karyawan bagian pengemasan 9) Personalia a) jumlah tenaga kerja b) karyawan harian c) karyawan borongan c. Hari Kerja 1) Kegiatan Produksi a) bahan yang digunakan b) fasilitas produksi yang digunakan c) hasil produksi 2) Pemasaran a) Daerah pemasaran b) Saluran distribusi 3) Saluran distribusi langsung 4) Saluran distribisi tidak langsung 5) Kegiatan promosi a) Jenis promosi b) Periklanan c) Media cetak d) Penjualan perorangan e) Hubungan masyarakat dan media (logo)

94

6. Kondisi Tenaga Kerja (Karyawan) Ditinjau dari penyerapan tenaga kerja, tutur Bapak Sutikno. bahwa CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang. Jumlah karyawannya adalah sebanyak 56 orang yang terdiri dari 39 orang perempuan, dan sebanyak 17 orang laki-laki. Tingkat pendidikan para karyawan tersebut adalah tamatan SD dan SMP. Sedangkan yang tamatan SMA adalah sebanyak 15 orang dan sementara itu yang tingkat pendidikannya perguruan tinggi sebanyak 2 orang. Pemilik perusahaan tingkat pendidikannya adalah tamatan SMA. Usia rata-rata karyawan/pekerja adalah 26 orang dengan rata-rata tingkat usia 35 tahun ke atas, sementara yang lain dengan usia berkisar antara 18 tahun sampai dengan 30 tahun.74

B. Hasil Penelitian 1. Kreativitas Wirausaha Dalam Mendapatkan Ide, Desain Dan Peluang Pemasaran Produk Barang Pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang a. Cara mendapatkan Ide kreatif Dalam Wirausaha CV Setia Tailor konveksi lebih bersikap kreatif membuat sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan dan mengembangkan dari

industrinya agar dapat meningkatkan omzet penjualan dan kepuasan pelanggan (konsumen), produk terkenal dimana-mana. dan kinerja pemasaran meningkat. Dalam penelitian yang peneliti lakukan selama 3

74

Hasil wewancara dengan Bapak Sutikno pada tanggal 24 juni 2010

95

Tahun yaitu mulai 26 Juni 2008 26 Juni 2010. Bentuk wewancara yang telah di ungkapkan oleh Bapak Sutikno : Kreativitas wirausaha dalam memproduksi barang Cara mendapatka ide-ide kreatif dalam memproduksi barang. Biasanya CV Setia Tailor konveksi ini Anda pasti pernah berpikir gimana sih cara mendapatkan ide? Walo udah berusaha keras untuk mendapatkannya seringkali pertanyaan itu nggak terjawab. Biasanya, sesekali saya meluangkan waktu barang sebentar untuk berpikir sendiri dan menanyakan pada diri sendiri, dimana saya bisa mendapatkan kreativitas? saya membuat sebuah catatan kecil yang isinya tentang dimana saya mendapatkan ide dan inspirasi. Mind Mapping (memetakan pikiran). Nah, setelah pikiran terpetakan, barulah saya eksplore satu per satu. 75

Dengan membuat catatan Bapak Sutikno mendapatkan ide-ide baru yang akan dituangkan. Catatan itu setiap apa yang terlintas di fikiranya selalu di catat dan di aplikasikan secara satu persatu mana yang kelihatanya bagus dan biasanya bapak Sutikno membuat catatan idenya dengan berjalan-jalan melihat pasaran apa yang telah terjadi di kalangan masyarakat. Seperti halnya model- model yang terpopuler pada saat apa yang telah di kagumi oleh masyarakat. Tutur Bapak Sutikno Menenangkan Pikiran (Rileks) Luangkan waktu sebentar, lakukan suatu hal yang bisa membuat senang dan santai. Kegiatan yang bikin saya tenang, contohnya : jalan jalan sama keluarga , pergi keluar lihat keadaan pasar dengan salah satu karyawan Menenangkan Hati ( Perasaan) Lakukan sesuatu yang bisa memotivasi diri saya, sehingga nanti akan muncul energi positif yang bisa memicu munculnya ide kreatif. Misalnya, beribadah.biasanya ide itu telah muncul dengan sendirinya.
75

Ibid

96

b. Mengumpulkan Imajinasi Mengumpulkan imajinasi biasanya saya bayangkan gimana caranya saya lebih kreatif impian saya untuk menguasai kota malang bagaimana model baju yang dahulunya sederhana saya ganti dengan model yang baru, misalnya saja dulu model baju polosan sekarang lebih variatif banyak kombinasi dan bordilan. Dulu kancing (benek) baju itu polos sementara sekarang jas almamater kancingnya dibuat benik model warna keemasan. Dan saya berfikir bagaimana caranya orang-orang itu masih tetep harus bertahan lebih banyak pelanggan dan mereka merasa puas mengerjakan sesuatu yang ringan kerjakan kegiatan76. (Tutur Bapak Riyadi selaku desainer CV Setia Tailor - Konveksi)

c. Latihan kreatif Latihlah diri sendiri untuk melihat sesuatu yang menggerakkan dan berfikir inspiratif baca majalah desain, melihat mode pasaran yang ada di masyarakat browsing di internet atau pergi ke art gallery, Biasanya mbak ya !!saya baca sesuatu yang menginspirasi, berbicara dengan seseorang yang bisa membuat saya nyaman. Tapi ingat, saya jangan berbicara sendiri. 1) Gambar Sesuatu Gambar sesuatu, apa saja. Hal ini dapat mempertajam naluri anda sebagai desainer. Menggambar juga bisa melatih anda untuk melihat sesuatu dengan cara berbeda atau sesuai dengan imajinasi. Tim desainer CV Setia, Bapak Yudi mengungkapkan tentang
76

Op Cit

97

gambar model baju yang berbeda dengan yang lain, sebagai berikut.77 Biasanya saya menggambar sesuatu yang mana itu bisa saya aplikasikan di karyawan saya dan biasaya klo ide kreatif itu tidak muncul saya memakai alternatif lain dan Latihlah untuk bertanya pada dirisendiri bagaimana melakukan segala sesuatu dengan cara berbeda. Ketika mendapatkan solusi tentang suatu permasalahan desain, tanya diri sendiri sekali lagi, apakah ada alternatif lain untuk melakukan hal ini?. Bangun sikap mental Anda sebagai seorang desainer dengan prinsip there is always another way. Pada tanggal 24 juni tepatnya jam 09.00 Wib peneliti melihat Bapak Sutikno telah mendesain dan membuat pola baju yang mana dalam pembuatanya memakai kertas atau Koran yang bisa di buat untuk pecah model .setelah itu di apklikasikan dalam bentuk kain dan di potong-potong menjadi sebuah baju yang akan di jait hal ini terlihat pada lampiran gambar 3 dan 4. Bahwasanya saat itu mereka menata kain dan setelah itu di desain menjadi baju yang akan siap di jahit oleh para karyawan.78 2) Bersikap Terbuka Jangan sekali kali mematikan ide ide yang datang ke pikiran Anda. Do not make judgments about it. Karena ide ide yang datang ini akan menambah ide kreatif untuk memulai mendesain.

77 78

Hasil Wewancara Tim Desainer.Mas Yudi dan Riyadi.pada Tanggal 24 Juni 2010. Hasil observasi pada Tanggal 24 juni 2010.

98

d. Aspek Desain Model-Model Produk Konveksi Dalam memutuskan desain model-model produk pakaian jadi (konveksi) yang akan diproduksinya, dimana menurut informan (Bpk Sutikno) ada beberapa hal yang harus dilakukannya, yaitu: Untuk mengetahui kesenangan (selera) pelanggan atau

konsumen terhadap produk pakaian jadi (konveksi), dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan misalnya kesenangan apa yang mereka inginkan berkaitan dengan produk, dan mereka harapkan dari pelayanan yang perlu dilakukan perusahaan. Mas Yudi selaku tim desain Bapak Sutikno berkata: Saya biasanya melakukan desain dengan melihat ide-yang terkenala pada saat-saat tertentu yaitu obyek yang saya lihat adalah seperti telefisi, radio, iklan-iklan, di daerah pasaran dan di internet Mengembangkan ide atau gagasan sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi tentang desain model-model produk pakaian jadi yang kemungkinan sesuai dengan kebutuhan, kesenangan (selera) rakyat Dari desain model yang dilihat oleh peneliti pada siang tanggal 24 juni mereka membagi ukuran menjadi empat bagian yaitu mulai dari S, M, L, XL. Seperti terlihat pada lampiran Gambar 10. Dimana ukuran S.adalah ukuran yang paling kecil dan M adalah ukuran sedang, L adalah ukuran besar dan XL adalah ukuran paling besar.79 e. Aspek Peluang Pasar Bapak Sutikno dalam wawancara dengan peneliti, dimana kreativitas yang ia lakukan agar produk pakaian jadi dari industrinya dapat masuk dan memiliki keunggulan bersaing di pasar, sehingga
79

ibid

99

dapat mencapai target (tujuan) bagi perusahaannya adalah melakukan analisis pasar.
80

hal ini telah di perkuat oleh dian selaku Tim

Pemasaran Mas dian sebagimana di ungkapkan sebagai berikut:81 Saya biasanya adapun analisis pasar yang dilakukannya, yaitu: mempelajari potensi pelanggan (konsumen) terhadap produk pakaian jadi, mempelajari produk-produk pakaian jadi dan tingkat harga jual di pasar, mempelajari kelemahan dan kekuatan produk-produk pakaian jadi yang sekiranya menjadi pesaing bagi perusahaannya. Dengan kata lain ia dituntut untuk berpikir keras dalam mengembangkan ide atau gagasan berkaitan dengan usahanya di bidang industri pakaian jadi (konveksi) agar dapat masuk dan merebut peluang pasar yang ada.82 Pada tanggal 25 tepatnya pada siang hari peneliti telah melihat bapak Sutikno sedang berbicara dengan karyawan pada saat itu mereka istirahat siang dan mereka ngobrol bagaimana sekiranya peluang pasar menuju segmentasi yang bertu-betul para masyarakat itu benar-benar langsung prospek terhadap produk CV Setia.83

2. Inovasi Wirausaha Dalam Meningkatkan Produc, Tekhnologi

Dan

Profesionalisme Karyawan Pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Dalam kaitannya dengan inovasi wirausaha, Bpk Sutikno

menjelaskan bahwa pembenahan dan peningkatan produktivitas kerja karyawan maupun industrinya telah dilakukan secara maksimal dengan melakukan terobosan-terobosan inovatif.

80 81

Hasil wewancara pemimpin perusahaan Bapak Sutikno.pada tanggal 25 juni 2010 Hasil wewancara Mas Dian selaku Tim Pemasaran pada Tanggal 25 juni 2010 82 Op cit 83 Hasil observasi Tanggal 25 Juni 2010.

100

Biasanya saya mengadakan ide yang awalnya tidak ada menjadi saya adakan bisanya salah satunya adalah model baju seperti jaket jasalmamater.celana kaos dan lain-lain.yang dulunya modelnya biasa sekarang menjadi banyak kombinasi .pokoknya seuatu yang awalnya tidak ada menjadi ada. Peneliti melihat bahwasanya mereka kreatif bukan dalam satu konsep saja akan tetapi dari beberapa konsep yang mana mereka di haruskan untuk kreatif rajin dan profesional.dan hal ini telah terlihat pada lampiran Gambar 7 dan 8. a. Inovasi Terhadap Produk Bentuk inovasi yang dilakukannya adalah dalam bentuk produk-produk baru pakaian jadi (konveksi) yang dihasilkan dari industri. Inovasi yang dilakukan informan selaku pemilik perusahaan (wirausaha) berkaitan dengan produk-produk pakaian jadi (konveksi) dari industrinya, adalah sesuai dengan kebutuhan selera (kesenangan) dan kemampuan daya beli pelanggan (konsumen), dan perbaikan pada kemasan, warna, bentuk, ukuran, merek maupun logo perusahaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik.Dan ukuranya juga berbagai macam seperti S M L dan XL. Sebagaimana yang telah di ungkap oleh Berdasarkan wawancara dengan Nur Alviah dia menjelaskan bahwa : Biasanya kalo saya mbk.!!! Melakukan inovasi terhadap produk saya melakukan yang terbaik semua konsep saya ubah saya ganti dengan konsep yang baru-baru dan mengikuti perkembangan zaman pada saat ini. Jadi seandainya ada konsumen yang baru dan orangnya belum berpengalaman, maka disitu ia saya suruh memilih model dari desain gambaran buku saya yang sekiranya terpopuler

101

dala artian mengikuti zaman mode.apalagi dengan adanya pasar bebas sekarang ini mode pakaian sering ganti-ganti 84 Harga adalah salah satu yang menjadi incaran dan perhatian pembeli, adapun penentuan harga juga mempengaruhi besar kecil jumlah komoditi yang ingin dijual semakin tinggi harga yang di tawarkan maka semakin sedikit jumlah komoditi yang yang ditawarkan .begitu juga dengan penetuan harga yang dilakukan oleh produksen tergantung pada bahan dasar harga dan kualitasnya peneliti melihat bahwa biaya operasionalnya.yang akan di jual oleh CV Setia. Apabila bahan dasar naik dan biaya-biaya naik maka harga jual juga akan naik sebagaimana hasil wewanncara bapak sutikno yang mengatakan Kalau harga naik, kita punya dua pilihan pertama:ukuran S, M, L dan XL.kita perkecil ukuranya.dan ukuran bordilanya kita perkecil Gambar Tabel 4.2 Harga yang di tawarkan kisaran No 1 2. 3 4 5 Jenis Barang Jas almamater Jaket Toga Seragam Kaos Kisaran Harga 60.000 - 100.000 65.000 - 90.000 45.000 - 70.000 15.000 - 60.000 13.5000 - 45.000

Dan biasanya harga kisaran itu semua harganya bisa naik ataupun turun trgantung permintaan konsumen .seperti apakah desaion yang akan mereka pesankan ke CV Setia. Tergambar pada suatu produk terlampir,model baju zaman dahulu dan zaman modern kombinasi dan

84

Hasil wewancara dengan mbk nurul alviahpada tanggal 25 Juni 2010

102

bordilan yang kelihatan eksotik. Untuk mempromosikan produk CV Setia juga tidak lepas pemasaran agar di samping kreatif dan inovatif juga agar lebih efektif dan efisien. CV Setia Tailor-Konveksi banyak mengeluarkan produk yaitu di kalangan perguruan tinggi,sekolah ,ukm lsm, biasanya orng yang memesan dilakukan dengan secara langsung datang ke tempat perusahaan dan mereka pesan secara langsung ke saya. kadang juga mereka melalui marketing saya. Produk yang saya hasilkan biasanya adalah bdihasilkan adalah biasanya baju dengan yang berukuran ,S, M, L, XL,XXL .85 Bapak Sutikno berkata Saya disini sistem kerja saya ada produk saya daam artian ada orang masuk ke perusahaan untuk memesan saya langsung garap atau kerjakan dengan timkerja saya. Setelah di prosess dalam panjaitan kesemuanya itu dalam baju saya kasih produk dari CV Setia ini.setiap harinya bisa mencapai baju Tabel 4.3. Hasil Produksi Baju yang di Hasilkan Perhari No 1 2 3 4 5 7 b. Tabel Gambar 4.3 Jenis yang di Mode yang di produksi hasilkan per hari Jaket 40-50 biji Jas almamater 70-85 biji Toga 80-95 biji Celana 45-65 biji Kaos 100-150 biji Baju seragam 65-70 Biji

Inovasi Dalam Meningkatkan Tekhnologi Mesin Jait 1) Sebuah konveksi yang bagus tentunya harus memilki

peralatan/mesin agar yang baik agar dapat memperlancar


85

Hasil wewancara Bapak Sutikno dan Tim Karyawan Tanggal 26 juni 2010

103

operasional usahanya. Tentunya yang kita bicarakan adalah mesin jahit yang digunakan untuk memproses bahan kaos menjadi kaos yang inginkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Mesin dalam kondisi baik. Tidak perlu membeli mesin jahit yang baru untuk mendapatkan mesin jahit dalam kondisi baik. Kata Bapak Sutikno Saya mencari mesin Cari mesin jahit yang bekas yang pernah dipakai oleh usaha konveksi atau penjahit pakaian lain. ada kemungkinan mesin yang ditawarkan itu bagus karena sudah menjadi pilihan dari konveksi tersebut dan terawat dengan baik. Atau untuk usaha konveksi besar, sebaiknya mengambil mesin langsung dari distributor mesin jahit untuk memperoleh harga yang lebih murah.Dan barang yang telah di produksi bagus tidaknya sebenarnya tergantung siapa dulu orang yang telah menggunakanya. 2) Usahakan membeli dengan disertai buku panduannya. Biasanya kita masih bingung dalam mengoperasikan mesin jahit agar dapat menjahit sesuai dengan selera kita. Oleh karena itu diperlukan buku panduan atau manual dalam mengoperasikannya. Penting juga apabila kita hendak memperbaiki sendiri mesin bila mengalami kerusakan kecil. Kebanyakan buku manualnya masih menggunakan bahasa daerah pembuatannya, misalnya bahasa China. Tapi juga sudah banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Jika masih bingung dalam menterjemahkan buku manual tersebut biasanya tertera gambar atau ilustrasi.

104

3) Harga mesin yang terjangkau Harga mesin jahit yang mahal belum tentu menjamin bahwa mesin jahit tersebut dapat digunakan dengan baik dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Beberapa penjahit di konveksi sering mengeluhkan susahnya mereka mengoperasikan mesin jahit jenis yang baru dikenal atau dibeli. Oleh karena itu, saya sarankan mencari mesin jahit yang second bekas milik usaha konveksi lainnya juga, karena harganya cukup terjangkau atau hubungi distributor mesin jahit terdekat. Berikut beberapa mesin yang digunakan di usaha konveksi86

4) Mesin Obras Mesin ini dulu kami beli biaasanya digunakan untuk menjahit sambungan antar bahan kaos. Warna benang bisa menyesuaikan dengan warna bahan kaosnya. Berarti kalau bahan kaosnya berwarna merah, maka digunakan benang merah. a) Di bagian mejanya ada lubang untuk membuang sisa benang jahitan yang tidak terpakai. b) Ada setelan settingan untuk memilih jenis jahitan yang akan kita gunakan. c) Memakan daya listrik yang cukup besar.

86

Hasil Wewancara Bapak Sutikno dan Salah Karyawan Bagian Obras Yaitu Mas Feri .

105

d) Pada bagian bawah meja ada semacam pedal untuk mengaktifkan mesin tersebut (bayangkan saja seperti pedal gas atau rem pada mobil) 5) Mesin Jahit Listrik Fungsinya seperti mesin jahit biasa, seperti menjahit pinggiran kaos, pasang saku dan menjahit kerah baju. a) Daya listriknya cukup rendah. b) Di bagian bawah meja ada semacam pedal untuk mengaktifkan mesin tersebut (bayangkan saja seperti pedal gas atau rem pada mobil). 6) Mesin Pasang Kancing a) Bisa digunakan untuk memasang kancing dengan rapi dan kuat. b) Daya listrik rendah. c) Digunakan untuk membuat lubang kancing dengan berbagai motif jahitan, dari renggang sampai rapat. Peneliti bahwasanya mesin yang ada CV Setia Tailor-Konveksi ini produknya dari luar Negara semua seperti produknya china dan dan jepang.dan di lihat pada Gambar 6. CV Setia Bapak Sutikno ini hasil setiap harinya yang di produksinya banyak . Jika dilihat mereka menggunakan mesinnya cepet banget.dengan waktu yang sedikit bisa menghasilkan barang yang sebanyak banyaknya.87

87

Hasil observasi tanggal 25 juli 2010.

106

4. Inovasi dalam Profesionalisme Karyawan Untuk meningkatkan produktivitas atau kinerja karyawan pada perusahaan, berdasarkan wawancara dengan bapak Sutikno beliau menjelaskan bahwa :88 Anak anak karyawan, biasa saya ikutkan diklat atau seminar Inovasi ini dilakukan dengan mengikutsertakan para karyawan pada kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang

diselenggarakan baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang (Dinas Perdagangan dan Industri) maupun yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya. Selain itu, juga dilakukannya perbaikan bagi karyawan, yaitu jam kerja, ukuran dan standar kinerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Dalam hal ini terlihat pada gambar.1 dan 7.bahwasanya di Perusahaan Bapak Sutik saat peneliti melihat cara pekerja mereka didik profesional dan selaku pengawas bersifat otoriter, kalau saumpama tidak seperti itu Tim Kerja banyak yang tledor dan bekerja sambil bergurau.89 5. Inovasi terhadap Model Baru Berdasarkan Wawancara dengan Bapak Sutikno Beliau menjelaskan bahwa:90 pada tabel berikut.

88 89

Op Cit ibid 90 Hasi wewancara Bapak Sutikno Tanggal 25 juni2010

107

Tabel Gambar 4.4 Inovasi Model No 1 Desain mulai dari desain kra Model dahulu Model sekarang

2.

Desain benek baju

Model dahulu hanya kra biasa yang lurus tanpa ada kombinasi apapun cpntohnya saja di baju takwo.atau busana muslim Model dahulu kancing kancing benik tidak ada kombinasi

Desain jaket

Model sekarang model kra banya desain bangak kombinasi dan dikasih tulisan bordilan . sekarang cenderung ada modifikasi seperti halnya adanya warna warni.contoh saja yaitu jaslamamater cenderung pakek kancing warna kuning keemasan Model jaket dahulu Sekarang model jaket cenderung polos tanpa ada banyak kombinasi dan bordiln modelnya yang macammacam

Inovasi yang tidak ada menjadi ada yang disebutkan di atas peneliti bahwasanya mereka menggunakan sesuatu yang berbeda pada saat peneliti di tempat perusahaan bapak Sutikno mereka sangat disiplin penuh peneliti melihat bagian pengawasnya yang otoriter dan penuh dengan tutur kata yang keras tapi semua itu tujuanya adalah untuk menjaga produk agar pelangganya semakin meluas seperti terlihat pada gambar lampiran Gambar 10.

108

3. Kinerja Pemasaran Setelah Diterapkannya Kreativitas Dan Inovasi Wirausaha Pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang a. Volume Penjualan Dalam penjualan barang dagangan CV Setia tailor konveksi selalu mengedepankan toleran dalam artian mereka tidak pernah gerah (marah) ketika ada salah satu komplen dari pihak klaen atau konsumen. Pemilik perusahaan selalu mendorong dan memotivasi para tenaga/karyawan bagian penjualannya/pemasaran untuk memiliki orientasi terhadap pelanggan dengan cara memberikan pencitraan yang positif terhadap produk-produk perusahaan. Berdasarkan wewancara Bapak Sutikno mengungkapakan:91 Dalam penjualan seorang konsumen ada banyak macam mbak.....?!!mereka ada yang mesan secara lngsung datang kemari ada juga yang lewat tekhnologi hp atau internet ada juga yang di tempatnya sendiri yaitu para marketing yang datang langsung kepada pihak lembaga. Mereka pada awalanya janjian untuk mengajak bekerjasama ahirnya setelah sepakat. Akan tetapi semua itu syaratnya utama adalah memenuhi permintaan konsumen yang mana yang terbaik bagi konsumen agar konsumen merasa puas . Hasil wewancara dengan salah satu tim karyawan yang bagian pemasaran yaitu Mas Zarkasih:92 Jika nilai hasil penjualan bisa meningkat setelah melakukan ide kreatif dan inovatif. Kreatif dalam artian melihat mode-mode baru yang berkembang di masyarakat dan sekaligus inovatif .Dan saya mbak biasanya ramah lingkungan pelan-pelan menarik hati para pelanggan

91 92

ibid Hasil wewancara dengan mas zarkasih , pada tanggal 26 Juni 2010

109

Sehingga dapat memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan (konsumen). Ia menyadari bahwa tenaga penjualan (pemasaran)

merupakan ujung tombak keberhasilan perusahaan dalam menjalin hubungan dengan pelanggan (konsumen) serta dalam memenuhi kepuasan dari pelanggan. Oleh karena itu, semua hubungan dengan pelanggan menuntut perilaku tenaga penjualan (pemasaran) yang sopan dan efektif. Tuntutan ini membawa konsekuensi pada pembentukan pola perilaku yang kemudian menjadi kebiasaan.93 Nurul Alfiyah mengungkap selaku tim marketing dan distributor dia berkata:94 1.) Kebiasaan yang terus dilakukan dan dikembangkan bagi tenaga penjualan (pemasaran) pada perusahaannya untuk memberikan layanan dan kepuasan kepada pelanggannya. 2.) Selalu tepat waktu. 3.) Selalu menindaklanjuti janji. 4.) Tidak mengumbar janji. 5.) Senantiasa memberikan layanan yang baik. 6.) Memberikan alternatif pilihan terhadap desain model produk pakaian jadi (konveksi) bagi pelanggan 7.) Memperlakukan pelanggan dengan baik. 8.) Komunikasi langsung secara ramah kepada para pelanggan berkaitan dengan kebutuhan, kesenangan (selera) dan model produk pakaian jadi yang diinginkan. 9.) Selalu memperhatikan dan menindaklanjuti setiap keluhan yang disampaikan pelanggan (konsumen). 10.) keberhasilan terhadap pencapaian target penjualan (pemasaran) produk-produk pakaian jadi (konveksi) pada perusahaannya adalah diukur dari kinerja hasil (outcome performance), lebih menunjukkan pada hasil yang dicapai oleh tenaga penjualan (pemasaran) dalam kurun waktu atau periode tertentu. Oleh karena itu, untuk mengungkap kondisi kinerja pemasaran pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang adalah dapat dilakukan melalui kajian mengenai perkembangan hasil penjualan (omzet penjualan), dan realisasi kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam bidang pemasaran.
93 94

Hasil wewancara dengan Zarkasih bagian pemasaran , pada tanggal 26 juni 2010 Hasil wewancara data olahan observer dan bpk sutikno.

110

Dalam kaitannya dengan kemampuan kinerja pemasaran pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang, dari hasil wawancara dengan informan (pemilik perusahaan) dapat diuraikan sebagai berikut: Keberhasilan terhadap pencapaian target penjualan (pemasaran) produk-produk pakaian jadi (konveksi) pada perusahaannya adalah diukur dari kinerja hasil (outcome performance) Tabel lampiran Data Omzet Penjualan (Pemasaran) Produk Pakaian Jadi (Konveksi) CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Periode Tahun 2005-2010 dengan Keterangan 1 lusin = 12 potong pakaian jadi. b. Pangsa Pasar Keberadaan perusahaan CV Setia Tailor-Konveksi tersebut dimana aktivitas usahanya diawali dari memproduksi pakaian jadi sampai dengan menjual produknya di pasar. Sebagaiman di ungkapkan sebagai berikut oleh Bapak Sutikno95 Pasar yang telah di tuju dulu hanya daerah terdekat saja hanya kisaran Malang. Akan tetapi, semenjak di perusahaan saya manajemen saya ganti dan para karyawan-karyawan yang profesional dalam artian saya lebih kreatif dan inovatif maka dari bulan ke bulan, tahun ke tahun semakin ada peningkatan maka dari itu saya atur secara matang mbk.......dan satu lagi yang tidak pernah saya lepas tidak gampang putus asa dan di siplin waktu kemajuan transportasi dan komunikasi antar kota khususnya di Jawa Timur, maka daerah pemasaran produk dari industrinya mengalami perluasan atau berkembang tidak hanya melayani konsumen yang ada di wilayah Malang Raya melainkan sudah meluas ke kota-kota lainnya di luar

95

Op cit

111

Malang, seperti: Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Bahkan sekarang ini banyak melayani pesanan-pesanan atau order pakaian jadi yang datang dari luar Jawa Timur, yaitu: dari Sulawesi Tenggara (Kendari), Makassar, Kalimantan. Sebagaimana telah di perkuat oleh tim pemasaran yaitu Mas Dian dan beliau mengungkapkan: Objek atau segmen pasar dari produk CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang adalah sebagian besar kalangan mahasiswa perguruan tinggi, seperti Universitas Negri Malang (UNM),KANJURUHAN,UNISMA,ITN dan Universitas Negeri Haluoleo Kendari-Sulawesi tenggara, dan kalangan siswa (SD, SMP, SMA/SMK) di wilayah Malang Raya, serta para grosir yang ada di Malang. Dalam kaitannya dengan kemampuan kinerja pemasaran pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang, dari hasil wawancara dengan informan (pemilik perusahaan) dapat diuraikan sebagai berikut oleh Bapak Sutikno: 96 Dari paparan data dan wewancara observasi di lapangan, model promosi kebanyakan diolakukan di iklan kegiatan promosi, periklanan, media cetak, penjualan perorangan, hubungan masyarakat, media logo. Kadang juga mbk..!!! dilakukan dengan pemasangan prodak di baju yang mereka pesan,di situ kami taruh identitas lengkap . Tujuan perusahaan hanya dapat dicapai melalui usaha

mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan. Usaha ini dilakukan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk-produk perusahaannya, melalui usaha mencari dan

96

Hasil wewancara bapak sutikno tanggal 26 Juni 2010

112

memperluas, serta membina pelanggan, dan usaha menguasai pasar. Oleh karena itu saya selaku pemilik perusahaan (informan) menugaskan dan memberikan kewenangan pada karyawan bagian pemasaran perusahaan untuk melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi atau kedudukan penjualan terhadap produk perusahaan di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan. Penentuan tempat sangat penting dalam pemasaran oleh karena berjalanya perusahaan kedepan juga ditentukan oleh penempatan tempat yang sesuai dengan barang yang dihasilkan dalam produksi. Sebagaimana telah dituturkan oleh seksi pemasaran Tim kerja Bapak Sutikno dan tempat mencerminkan kegiatan-kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia untuk konsumen sasaran.sebagian dari tugas distribusi adalah memilih perantara yang akan digunakan dalam saluran distribusi yang secara fisik menangani dan mengangkat produk melalui saluran tersebut, maksudnya agar produk dapat mencapai pasar yang di tuju tepat pada waktunya. Begitu juga penulis temukan dalam penelitian bahwa dalam penempatan tempat Bapak Sutikno berkata:97 Malang adalah kota pendidikan.banyak lembaga-lembaga yang harus di datang langsung atau bertemu langsung yang mana tim pemasaran mengajak bekerjasama dalam lembaga tersebut.dan di samping dari info ke info, omong ke omong .juga menggunakan setrategi tempat yang setrategis yang mana mempunyai dua tempat yang terletak di sekitar kampus atau lembaga lembaga pendidikan
97

Opcit

113

misalnya saja di daerah klowok waru.dan dirumah sebagai sarana memproduksi saja. Jadi dua-duanya jalan. Pada waktu itu peneliti melihat mereka membuat brosur dan pamflet yang akan disebarkan ke segala penjuru daerah dan waktu itu saya juga melihat bahwasanya mereka juga membuat proposal untuk di buwat kerjasama dengan perusahaan atau lembaga yang mereka tuju.98 C. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Aktivitas Usaha Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pemilik perusahaan (Bapak Sutikno) tentang faktor pendukung dan faktor penghambat dalam aktivitas usaha yang dialami selama ini dapat diungkap dalam Tabel 4.1 berikut. Tabel 4.5 Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Aktivitas Usaha Pada CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang yang dianggap.99 Faktor Pendukung 1. Modal usaha milik sendiri 2. Tersedianya tenaga kerja yang relatif cukup dan direkrut dari lingkungan keluarga serta anggota masyarakat sekitar 3. Kelancaran dalam informasi dan komunikasi dengan para pelanggan, karena didukung kemudahan sarana telekomunikasi, seperti: HP, telpon, dan jejaring internet 4. Kemudahan dalam mencari bahan baku untuk produksi, seperti: kain, benang dan aksesori untuk pakaian jadi (konveksi) 5. Kemudahan dalam membuat desain produk pakaian jadi dengan berbagai model, karena tersedianya komputer dan ahli desain (desainer)
98 99

Faktor Penghambat 1. Keterbatasan modal lancar (modal aktiva) dalam upaya pengembangan produk, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi permintaan konsumen. Karena sifat penjualan produk berdasarkan atas order (pesanan) dengan sistem pembayaran bertahap 2. Faktor teknis dalam proses produksi sering ada gangguan pemadaman listrik dari PLN sehingga menghambat kelancaran produksi (sering kegiatan produksi terhenti) 3. Keterbatasan tenaga kerja/karyawan

Observer pada tanggal 26juni 2010. Hasil wewanca di Bapak Sutikno tanggal 26 juni 2010

114

BAB V PEMBAHASAN

A. Kreativitas Wirausaha dalam Mendapatkan Ide, Desain dan Peluang Pemasaran Produk Barang Pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Mengenai kreativitas wirausaha dalam memproduksi barang (produk) pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang dari hasil wawancara dengan informan dalam hal ini pemilik perusahaan dan hasil pengamatan peneliti di lapangan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Ide Untuk menghasilkan dan mengembangkan produk dari industrinya agar dapat meningkatkan omzet penjualan dan kepuasan pelanggan (konsumen), dimana pemilik perusahaan menyadari sebagai seorang wirausahawan agar berhasil, maka harus kerja keras, dan selalu mengembangkan ide atau gagasan baru bagi kelangsungan perusahaan. Ia mempersepsikan pengembangan ide atau gagasan bagi perusahaan merupakan kunci utama yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian secara tepat. Menurutnya pengembangan ide atau gagasan itu harus dilakukan secara cepat dan tepat, alasannya karena perkembangan dunia usaha (bisnis) di bidang industri pakaian jadi (konveksi) sangat cepat atau tinggi sehingga tingkat persaingan produk di pasar sangat tajam baik dari segi kualitas, selera maupun harga. Artinya, kualitas barang (produk), 96

115

selera atau model-model produk, dan harga harus mencerminkan kebutuhan dan keinginan pelanggan (konsumen). Sehingga pengusaha (wirausahawan) selalu mencari dan memerlukan ide-ide atau gagasan baru yang kuat, dalam hal ini imajinasi juga ikut menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan usaha dari perusahaannya. Oleh karena itu, ia selalu membangkitkan ide atau gagasan baru dalam mengembangkan usahanya baik pada aspek desain model-model produk, proses produksi dan pemasaran 2. Mengumpulkan Imajinasi Imajinasi dilakukan dari hal yang sederhana semua imajinasi kita fikirkan dan harus diingat guna meningkatkan kreatif dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Semua ide ditapung menjadi satu. Memikirkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi.100 3. Latihan kreatif Dilakukan dengan cara menggambar apa yang telah difikirkan yang ada di otak dengan melakukan gambaran sesuai dengan mode pakaian yang terpopuler saat ini dan bersikap terbuka kepada orng lain minta ide bagaimana gambaran yang baik.dan yang bisa dipopulerkan saat-saat waktu itu.

100

Mohadjir ,noeng ,Kreatifitas Sadar Nilai Dan Setrategi.( Malang :YP2LPM.1984)hlm

26

116

4.

Desain Model-model Produk konveksi Dalam memutuskan desain model-model produk pakaian jadi (konveksi) yang akan diproduksinya, dimana menurut informan (pemilik perusahaan) ada beberapa hal yang harus dilakukannya yaitu: a. Untuk mengetahui kesenangan (selera) pelanggan atau konsumen terhadap produk pakaian jadi (konveksi), dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan misalnya kesenangan apa yang mereka inginkan berkaitan dengan produk, dan mereka harapkan dari pelayanan yang perlu dilakukan perusahaan b. Mengikuti perkembangan mode pakaian jadi (konveksi), dilakukan dengan cara membaca berbagai buku atau majalah dan koran (surat kabar) maupun melalui penyiaran iklan TV atau radio berkaitan dengan dunia mode pakain jadi. Begitu juga dengan cara melihat-lihat produk pakaian jadi yang dipasarkan di toko-toko atau outlet khususnya di wilayah Malang Raya dan Surabaya. c. Mengembangkan ide atau gagasan sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisi tentang desain model-model produk pakaian jadi yang kemungkinan sesuai dengan kebutuhan, kesenangan (selera), dan kemampuan daya beli pelanggan (konsumen).

5. Aspek Peluang Pasar Kreativitas yang ia lakukan agar produk pakaian jadi dari industrinya dapat masuk dan memiliki keunggulan bersaing di pasar, sehingga dapat mencapai target (tujuan) bagi perusahaannya adalah

117

melakukan analisis pasar. Adapun analisis pasar yang dilakukannya, yaitu: mempelajari potensi pelanggan (konsumen) terhadap produk pakaian jadi, mempelajari produk-produk pakaian jadi dan tingkat harga jual di pasar, mempelajari kelemahan dan kekuatan produk-produk pakaian jadi yang sekiranya menjadi pesaing bagi perusahaannya. Dengan kata lain ia dituntut untuk berpikir keras dalam mengembangkan ide atau gagasan berkaitan dengan usahanya di bidang industri pakaian jadi

(konveksi) agar dapat masuk dan merebut peluang pasar yang ada.

B. Inovasi

Wirausaha

Dalam

Meningkatkan

Produc,

Tehnologi

dan

Profesionalisme Karyawan Pada CV Setia Tailor - Konveksi Tajinan Malang

Dalam kaitannya dengan inovasi wirausaha, dari hasil wawancara dimana informan (pemilik perusahaan) menjelaskan bahwa pembenahan dan peningkatan produktivitas kerja karyawan maupun industrinya telah dilakukan secara maksimal dengan melakukan terobosan-terobosan inovatif. Karena ia menyadari bahwa melalui inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaannya. Perubahan pasar terhadap produk-produk pakaian jadi (konveksi) yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks tentu menuntut diperlukannya inovasi secara terus menerus atau berkelanjutan. Inovasi ini dipersepsikan oleh informan sebagai suatu kekuatan bagi dirinya selaku

118

pemilik perusahaan (wirausaha) dalam meraih sukses atau keberhasilan usahanya. 1. Inovasi Terhadap Produk Bentuk inovasi yang dilakukannya adalah dalam bentuk produkproduk baru pakaian jadi (konveksi) yang dihasilkan dari industrinya. Seperti diuraikan sebelumnya, dimana pada awal berdirinya perusahaan, produk-produk yang dihasilkan adalah diawali dengan memproduksi pakaian jadi yang mengkhususkan pada model desain busana muslim untuk memenuhi kebutuhan anak-anak usia 4-8 tahun. Namun dengan perkembangan pasar dan kemajuan teknologi di bidang industri pakaian jadi (konveksi) maka sejak tahun 1990 dimana jenis produk pakaian jadi yang diproduksinya berkembang pada pakaian jadi untuk kebutuhan orang dewasa. Begitu juga dilakukan inovasi terhadap desain model pakaian jadi yang diproduksinya, tidak saja pakaian jadi model busana muslim melainkan berkembang untuk pakaian seragam sekolah dan jas almamater bagi mahasiswa perguruan tinggi. Inovasi yang dilakukan informan selaku pemilik perusahaan (wirausaha) berkaitan dengan produk-produk pakaian jadi (konveksi) dari industrinya, adalah: (1) melakukan pengembangan jenis-jenis produk, (2) peningkatan kualitas produk, (3) model dan desainnya bermacam-macam dan dibedakan sesuai dengan kebutuhan selera (kesenangan) dan kemampuan daya beli pelanggan (konsumen), dan (4) perbaikan pada

119

kemasan, warna, bentuk, ukuran, merek maupun logo perusahaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik. 2. Inovasi Terhadap Tekhnologi Mesin Jahit Melakukan inovasi terhadap prasarana dan sarana industri, seperti mesin jahit, mesin obras, alat potong kain, alat pengemasan (pengepakan), setrika maupun sarana untuk penyucian pakaian jadi. Semula prasarana dan sarana kerja yang dipergunakan perusahaan untuk memproduksi pakaian jadi tersebut adalah sangat sederhana, dan bersifat manual tetapi dengan kemajuan teknologi di bidang industri pakaian jadi semua proses produksi secara teknis sekarang ini dilakukan dengan menggunakan prasarana dan sarana kerja yang lebih modern (meknis). Dengan demikian dapat mempercepat waktu untuk produksi, meningkatkan kualitas produk, dan dapat menekan biaya produksi. Begitu juga untuk mengatasi permasalahan terjadinya pemadaman listrik dari PLN, telah dilakukan inovasi dengan cara membeli genset (diesel) sehingga dengan demikian proses produksi tidak terganggu atau dapat berlangsung dengan baik. Sarana prasarana alat mesin-mesin yang di penuhi secara bagus dan mesin-mesin yang mahal. Akan tetapi dengan disyaratkan yang menjait juga kreatif dan inovatif. 3. Inovasi Profesionalisme Karyawan Untuk meningkatkan produktivitas atau kinerja karyawan pada perusahaan, menurut penjelasan informan (pemilik perusahaan, melakukan

120

inovasi

terhadap

para

karyawannya

dalam

bentuk

penambahan

pengetahuan berkaitan dengan industri pakaian jadi dan pemasarannya. Inovasi ini dilakukan dengan mengikutsertakan para karyawan pada kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang (Dinas Perdagangan dan Industri) maupun yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya. Selain itu, juga dilakukannya perbaikan bagi karyawan, yaitu jam kerja, ukuran dan standar kinerja, serta tim kerja yang di siplin penuh. Mereka di didik bersikap lebih inovatif dalam melakukan segala hal sistem kerjanya lebih bersifat otoriter. Orang yang sudah profesional digunakan untuk model baju yangg sifatnya sulit. Akan tetapi, para karyawan yang baru menjahit dengan mode yang tidak begitu rumit. 4. Kondisi Proses Produksi Mengenai gambaran proses produksi pakaian jadi (konveksi) pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang dikemukakan, yaitu: bahan baku utama yang digunakan adalah kain, cat warna (sablon), benang jahit dan benang bordir. Alat produksi yang dipergunakan, antara lain: mesin potong, mesin jahit, mesin obras, mesin cuci, rakel (alat gosok sablon), screen (alat afdruk sablon), alat setrika pakaian, alat pemasangan label/merk dan logo perusahaan, alat pengemasan produk, dan komputer untuk mendukung kelancaran produksi maupun aktivitas usaha perusahaan.

121

Dari pengamatan di lapangan bahwa proses produksi pakaian jadi (konveksi) pada CV Setia-Tailor Konveksi Tajinan Malang adalah melalui enam alur aktivitas kerja, yaitu: (a) pembuatan desain (merancang model), (b) pemotongan kain sesuai dengan desain/model, (c) penjahitan kain hingga menjadi produk (pakaian jadi), (d) pemsangan aksesori

(kelengkapan pakaian), seperti: kancing, bros, pita, merk dan logo, serta lainnya, (e) pengemasan (pengepakan) produk, dan (f) pengiriman (pemasaran) produk. Alur proses produksi pakaian jadi (konveksi tersebut digambarkan berikut ini.

Gambar 5.1 Alur Proses Produksi Pakaian Jadi Pembuatan desain Pemotongan kain Penjahitan kain Pemasangan aksesori Pengemasan (pengepakan) produk Pengiriman (pemasaran) produk

C. Kinerja Pemasaran Setelah Diterapkannya Kreativitas dan Inovasi Wirausaha Pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Setelah di terapkanya kreativitas dan inovasi CV.Setia ternyata mengalami peningkatan, bahkan pelanggan pun juga merasa puas karena model-model yang baru, harga terjangkau, dan tepat waktu jika dianalisis sebagai berikut:

122

1. Volume Penjualan Dalam kaitannya dengan kemampuan kinerja pemasaran pada CV. Setia dapat diuraikan sebagai berikut .Tujuan perusahaan hanya dapat Dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba mempertahankan perusahaan. dan Usaha ini dilakukan penjualan dengan cara

meningkatkan

produk-produk

perusahaannya, melalui usaha mencari dan memperluas, serta membina pelanggan, dan usaha menguasai pasar. Kebiasaan yang terus dilakukan dan dikembangkan bagi tenaga penjualan (pemasaran) pada perusahaannya untuk memberikan layanan dan kepuasan kepada pelanggannya selalu tepat keberhasilan terhadap pencapaian target penjualan (pemasaran). Produk-produk pakaian jadi (konveksi) pada perusahaannya adalah diukur dari kinerja hasil (outcome performance) menunjukkan pada hasil yang dicapai oleh tenaga penjualan (pemasaran) dalam kurun waktu atau periode tertentu. Oleh karena itu, untuk mengungkap kondisi kinerja pemasaran pada CV Setia TailorKonveksi Tajinan Malang adalah dapat dilakukan melalui kajian mengenai perkembangan hasil penjualan (omzet penjualan) dan realisasi kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam bidang pemasaran. Dari hasil analisis data melalui bahan-bahan dokumentasi dan arsip bagian penjualan (pemasaran) pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang dapat dideskripsikan tentang data omzet penjualan (pemasaran)

123

produk pakaian jadi (konveksi) untuk lima tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana pada Tabel 4.1 Jika digambarkan dalam Grafik perkembangan penjualan CV Setia tailor konveksi adalah sebagai berikut :

Grafik 5.2 Volume Penjualan Dari Tahun 2005-2010

q 2005 2006 2007 2008 2009 2010 a. Dari Tahun 2005 Di Tahun ini perusahaan tidak begitu bersifat kreatif dan inovatif akan tetapi persaingan pasar waktu itu tidak begitu ketat jadi CV Setia ini sudah lumayan terpopuler pada waktu itu dan mendapat order dari kalangan, perguruan tinggi, sekolah, kantor. Dan telah dihitung pada tahun itu. Saat tahun itu Tim Karyawan belum begitu kreatif dan mereka hanya menjahit dengan model apa yang ada. Tidak terfikirkan model yang macam-macam. Saat itu hanya menerima order busana muslim anak-anak 670 lusin, dewasa 765 lusin, seragam sekolah 695 lusin, jas almamater 185 lusin. Jika dijumlah semua

124

ketemu 2315 lusin. Namun, jika dihitung rata-rata ketemu jumlah 578 lusin

b. Tahun 2006 Di Tahun 2006 kepala perusahaan CV Setia Tailor-Konveksi lebih terpopuler dikalangan masyarakat penjualan di tahun ini lebih meningkat yaitu busana muslim anak-anak 630 lusin, dewasa 715 lusin, seragam sekolah 625 lusin, jas almamater 255 lusin, kaos 500 lusin, toga 100 lusin. Jadi hasil penjualan pada Tahun 2006 mencapai 2825. Saat Tahun 2006 ini penjualan naik 15% dibandingkan dengan 2005. c. Volume penjualan di tahun 2007. Di Tahun 2007 perusahaan CV Setia Tailor-Konveksi mengalami kemunduran yaitu dengan adanya pasar bebas banyak orang asing yang masuk ke indonesia seperti orang china yang datang ke Indonesia sebagai investor. Disini CV Setia mengalami

kemunduran penjualan. Saat itu CV Setia menjual baju Anak-anak 405 lusin, Dewasa 515 lusin, seragam sekolah 635 lusin, jas almamater 185 lusin, saat itu keseluruh tahun 2007 penjualanya hanya mencapai.1740 lusin dan di CV Setia ini saat itu orngnya belum begitu melihat keadaan yang ada di pasar. Ketua pemimpin dan karyawan belum begitu kreatif dan inovatif d. Tahun 2008

125

Di Tahun ini volume penjualn yang telah dicapai lumayan bagus. Soalnya saat itu ketua CV Setia menggunakan strategi baru yaitu dengan menerapkan kreativitas dan inovasi wirausah membuat sesuatu hal yang baru dan berbeda saat itu bisa menjual baju anakanak 510 lusin, dewasa 405 lusin, seragam sekolah 485 lusin, jas almamater 210 lusin, toga 1000 lusin, kaos 1500 lusin, dasi 50 lusin penjualan yang di capai saat tahun itu adalah 2010 lusin. Sehingga kalau ditarik benang merah penjualan naik 50 % dibandingkan dengan Tahun 2007 e. Tahun 2009 Di Tahun ini volume penjualan juga semakin meningkat baju yang terjual pada tahun ini adalah baju anak-anak 500 lusin,dewasa 100 lusin, seragam sekolah 380 lusin, jas almamater 1365 lusin, kaos 800 lusin, toga 1000, lusin. Jumlah baju yang terjual di tahun ini adalah 4145 lusin. Jika dianalisis penjualn pada tahun ini naik 50%. Pemimpin CV Setia menambah karyawan dan mereka dididik secara profesional dan berikap kreatif dan inovatif disiplin waktu. f. Tahun 2010 Pada tahun 2010 CV Setia penjualanya naik lagi 50% di tahun ini pegawai diajak untuk kompak dan disiplin waktu. Tim bagian pemasaran diterima bekerja sama oleh perusahaan maupun perguruan tinggi sehingga pada tahun ini penjualan juga meningkat yaitu baju anak-anak 700 lusin, dewasa 515 lusin, seragam sekolah 1000 lusin,

126

jas almamater 1500 lusin, toga 1000 lusin, kaos 1000 lusin, topi 50 lusin. Penjualan di tahun 2010 semuanya mencapai 6715 lusin dan hasilnya juga meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari data pada Tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa total omzet penjualan produk pakaian jadi (konveksi) pada CV Setia TailorKonveksi Tajinan Malang yang meliputi berbagai jenis produk selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (Tahun 2005-2010) adalah 21850 lusin, atau 2.62200 potong pakaian jadi (produk). Jadi rata-rata omzet penjualan produk pertahun adalah sebanyak 3.641 lusin, atau 43.692 potong pakaian jadi (produk). Dengan memperhatikan data omzet penjualan tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja pemasaran menunjukkan relatif baik, sehingga dapat memunuhi kebutuhan dan pemuasan pelanggan (konsumen). Kondisi omzet penjualan ini dimungkinkan karena adanya kreativitas dan inovasi wirausaha (pemilik perusahaan) dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya. 4. Pangsa Pasar Pemilik perusahaan selalu mendorong dan memotivasi para tenaga atau karyawan bagian penjualannya/pemasaran untuk memiliki orientasi terhadap pelanggan dengan cara memberikan pencitraan yang positif terhadap produk-produk perusahaan, sehingga dapat memberikan

kepuasan lebih kepada pelanggan (konsumen). Ia menyadari bahwa tenaga penjualan (pemasaran) merupakan ujung tombak keberhasilan perusahaan

127

dalam menjalin hubungan dengan pelanggan (konsumen) serta dalam memenuhi kepuasan dari pelanggan. Oleh karena itu semua hubungan dengan pelanggan menuntut perilaku tenaga penjualan (pemasaran) yang sopan dan efektif. Manfaat adalah menyalurkan barang ke pasar potensial yang paling menguntungkan membuat produk yang memenuhi permintaan pasar menentukan promosi yang paling efektif dan mengukur waktu yang sebaik-baiknya dalam promosi.101 Pasar yang telah di tuju adalah daerah malang dan sekitarnya di dalam daerah sendiri adalah Malang, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, dan di luar daerah adalah seperti balikpapan,sulawesi,lombok,mataram,dan lain-lain. 5. Pemasaran Produk Keberadaan perusahaan CV Setia Tailor-Konveksi tersebut dimana aktivitas usahanya diawali dari memproduksi pakaian jadi sampai dengan menjual produknya dengan daerah pemasarannya meliputi Kota Malang, Kepanjen, Sumberpucung dan kota-kota kecamatan yang ada di wilayah Malang Raya. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi industri di bidang konveksi maka sejak tahun 1990 jenis pakaian jadi yang diproduksinya semakin berkembang tidak saja produksi pakaian jadi untuk kebutuhan anak, namun sudah berkembang dengan memproduksi pakaian jadi untuk orang dewasa. Begitu juga dengan perkembangan dan kemajuan transportasi dan komunikasi antar kota khususnya di Jawa Timur, maka
Aziz Hakim Muhammad,Menguasai Pasar Mengeruk Untung (Jakarta:Renaican,2005)Hlm 48
101

128

daerah pemasaran produk dari industrinya mengalami perluasan atau berkembang tidak hanya melayani konsumen yang ada di wilayah Malang Raya melainkan sudah meluas ke kota-kota lainnya di luar Malang, seperti: Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Bahkan sekarang ini banyak melayani pesanan-pesanan atau order pakaian jadi yang datang dari luar Jawa Timur, malahan melayani pesanan (permintaan) dari luar negeri, yaitu: dari Sulawesi Tenggara (Kendari), Makassar, Kalimantan. Objek atau segmen pasar dari produk CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang adalah sebagian besar kalangan Mahasiswa perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Haluoleo Kendari-Sulawesi tenggara, Mataram, Banjar Masir, Balikpapan, Bontang, dan kalangan siswa (SD, SMP, SMA/SMK) di wilayah Malang Raya, serta para grosir pakaian jadi yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

129

BAB VI PENUTUP

A. KESIMPULAN

Selama melakukan penelitian, penulis berusaha mendapatkan data sebanyak-banyaknya mengenai kreativitas dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran di Tajinan Malang . Berdasarkan uraian dari laporan penelitian yang telah penulis kemukakan di depan, maka penulis dapat simpulkan sebagai berikut: 1. Kreatifitas wirausaha dalam mendapatkan ide desain dan peluang pemasaran produk CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang. Bentukbentuk kretifitas di CV Setia Tajinan Malang a. Imajinasi dan Ide Berdasarkan kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas misalnya, meskipun seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah. Tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia b. Mendesain Produk Konveksi

130

Mendesain produk konveksi dengan sebagus mungkin yaitu dengan cara yang baru dan berbeda

c. Peluang pasar Peluang pasar111 wirausaha peka terhadap pasaran yang ada di masyarakat mengikuti mode-mode desain yang terpopuler pada waktu itu memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. 2. Inovasi wirausaha dalam meningkatkan produk, teknologi dan

profesionalisme karyawan pada CV Setia Tajinan Malang Tailor Konveksi Upaya yang dilakukan oleh CV Setia adalah: a. Inovasi Terhadap Produk Inovasi yang dilakukan informan selaku pemilik perusahaan (wirausaha) berkaitan dengan produk-produk pakaian jadi

(konveksi) dari industrinya adalah: (sesuai dengan kebutuhan selera (kesenangan) dan kemampuan daya beli pelanggan (konsumen), dan perbaikan pada kemasan, warna, bentuk, ukuran, merek maupun logo perusahaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik. Dan ukuranya juga berbagai macam seperti S.M.L.dan XL. b. Inovasi Memanfaatkan Teknologi Inovasi yang dilakukan dalam memanfaatkan teknologi yaitu dengan cara memperbaharui mesin-mesin yang baru yang mana

131

dahulu membuat teknologi tenaga manusia sekarang membuat teknologi mesin c. Inovasi Profesionalisme Karyawan Inovasi profesionalisme karyawan yaitu dilakukan dengan cara didiklat, dilatih dengan sungguh-sungguh dan salah satu karyawan diikutkan seminar desainer 3. Kinerja pemasaran setelah diterapkannya kreativitas dan inovasi wirausaha pada CV Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang. Kinerja pemasaran setelah diterapkanya kreatifitas dan inovasi wirausaha adalah volume penjualan semakin meningkat buktinya di CV Setia ini pada Tahun ke Tahun mengalami peningkatan khususnya dan Tahun 2010. Pangsa pasar mereka semakin meluas ke segala penjuru daerah, yaitu seperti Malang, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, Mojokerto, Bontang, Balikpapan , Mataram , Sulawesi, Lombok.

B. SARAN Melihat hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran yang diharapkan akan menjadi bahan pertimbangan. Bagi wirausaha yaitu agar bersikap kreatif dan inovatif dalam berwirausaha agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Di samping itu agar bangsa Indonesia lebih kreatif dan inovatif. Bangsa Indonesia tidak dikuasai orang negara asing atau orang china apalagi zaman sekarang pasar bebas. Maka dari itu orang Indonesia harus bersifat kreatif dan inovatif tanggap dengan mode yang ada.

132

DAFTAR PUSTAKA

Aziz Hakim, Muhammad. 2005. Menguasai Pasar Mengeruk Untung. Jakarta: Renaican Assauri, Sofjan. 2007 Manajement Pemasaran. Jakarta:Raja Grafindo Persada Berman, Berry dan Evens, R Joel. 1987. Study Guide Marketing. London: collier Macmillan Publisher. Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Depdiknas dan Balai Pustaka. Justin G Longenecker dkk. 2001. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: Terjemahan Salemba Empat Kotler, Philip. 1998. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhalindo L J, Moleong. 2005 Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:Remaja Rosdakarya: Mohadjir ,Noeng. 1984. Kreatifitas YP2LPM Sadar Nilai Dan Setrategi. Malang:

Muhran,S. 2004. Pemasaran. (online,Http:/www.smfranchise.yahoo.com,di akses 05 juli 2010) Mahfufzd, Nasud. 2004. Kewirausahaan Suatu Pendekatan Kontemporer. Yogyakarta: UPP APM YKPN Nana Syaodih, Sukmadinata. 2007 Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya Petter, Drucker. 1985. Innovation And Entrepreneurship, NewYork:Harper dan Row. Perreault William, Mccarthy Jerome. 1995. Pemasaran Sebuah Ancangan Manajerial Global. Jakarta: Binarupa Aksara. PeterPaul, Olson Jerry. 2000. Consumer Behavior.Perilaku Konsumen Dan Setrategi Pemasaran. Jakarta: Erlangga IKAPI Suharsini, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta :Rineka Cipta

133

Suryana kewirausahaan, 2001. Jakarta : Salemba Empat

Shadily,Hassan. 1987. Ensiklopedi Indonesia jilid 4. Jakarta: Ichtion Van Hoeve. Sahlan Sulaiman dan Masman. Bandung:Sinar Baru. 1988. Multi Dimensi Berkratifitas Manusia.

Swasono Sri Edi. Kasus Manusia Indonesia Dalam Pembangunan Jurnal Pustaka No 8 tahun 11. Suaryadi,Purwanto,dkk. 2007. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta:Salemba Empat Software Al-Quran dan Terjemahanya Tuharjo. 2008. Hubungan Pengalaman Pembelajaran Fungsi Utama Bisnis dan Sukses Bisnis dengan Setrategi Bersaing dan Kinerja Bisnis pada Sentra Industry pada Centra Industry kecil onix dan marmer disertasi terbuka, Malang Tjiptono, Flandy. 1998. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset Wibisono, Dermawan. 2006. Manajemen Kinerja Konsep Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Jakarta: Erlangga. Zainudin dan Walid Muhammad. 2009. Malang:Fakultas Tarbiyah Uin Maliki Pedoman Penulisan Skripsi.

Zarkasi, Cara Kreatifitas Dalam Menggapai Kesuksesan (http:www.yahoo.com, di akses 3 Mei 2010)

134

Lapmiran 1 Tabel 4 . Data Omzet Penjualan (Pemasaran) Produk Pakaian Jadi (Konveksi) CV. Setia Tailor-Konveksi Tajinan Malang Periode Tahun 2005-2010 Tahun Jenis Pakaian Jadi (Produk) Sifat Penjualan Jumlah Omzet Penjualan (per/lusin) 670 765 Daerah Pemasaran

2005

1. Busana muslim: Anak-anak Dewasa

Order (pesanan) Order (pesanan)

Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Malang Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Malang

2006

2. Busana sekolah (kampus): Seragam Order Sekolah (pesanan) Jas Order Almamater (pesanan) 1. Busana muslim: Anak-anak Order (pesanan) Dewasa Order (pesanan) 2. Busana sekolah kampus: Seragam Order sekolah (pesanan) Jas Order Almamater (pesanan) Kaos Order (pesanan) order Order (pesanan) Order (pesanan)

695 185

Pasuruan, Probolinggo, Malang Malang, Mataram (NTB) Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Malang Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Malang

630 715

625 255

Pasuruan, Probolinggo, Malang Malang, Banjarmasin (Kalimantan Selatan) Sekitar Malang SD, SLTP, SMA ) Malang Unisma Surabaya, Pasuruan, Lumajang, Jember Surabaya, Pasuruan, Lumajang, Jember

500

2007

Toga(baju wisuda) 1. Busana muslim: Anak-anak Dewasa

100 405 515

2. Busana sekolah/ kampus: Seragam Order sekolah (pesanan)

635

Kediri, Blitar, Malang

135

Tahun

Jenis Pakaian Jadi (Produk)

Sifat Penjualan Order (pesanan) Order (pesanan) Order (pesanan)

Jas Almamater

Jumlah Daerah Pemasaran Omzet Penjualan (per/lusin) 185 Malang, Jember

2008

1. Busana muslim: Anak-anak Dewasa

510 405

Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Jember Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Jember

2. Busana Sekolah/ Kampus: Order Seragam Sekolah (pesanan) Jas Order (pesanan) Almamater Toga Order Kaos Order Order Order (pesanan)

485 210 1000 1500 50 500

Kediri, Blitar, Malang Malang, Banyuwangi Malang.UNISMA .ITN Malang .pasuruan. Malang Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Malaysia Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Malaysia

2009

Dasi 1. Busana muslim: Anak-anak

Dewasa

Order (pesanan)

100

2. Busana sekolah/ kampus: Seragam Order sekolah (pesanan) Jas almamater Kaos Toga wisuda Order (pesanan) Order Pesanan Order pesanan

380

365

Malang, Pandaan (Pasuruan), Banyuwangi Kediri, Banjarmasin (Kalimantan Selatan) Malang

1000

800-1000

Sekitas malang SLTP,SMA

136

Tahun

Jenis Pakaian Jadi (Produk)

Sifat Penjualan

Jumlah Omzet Penjualan (per/lusin) 700

Daerah Pemasaran

2010

1. Busana muslim: Anak-anak

Order (pesanan) Order (pesanan) Order (pesanan

Surabaya, Pasuruan, Malang, Malaysia

Dewasa

190

Surabaya, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Banyuwangi. Malang, Blitar, Banyuwangi

325

2. Busana sekolah/ kampus: Seragam Order sekolah Pesanan Jas Almamater

1000

Malang banyuwangi.balikpapan Malang, Kendari (Sulawesi Tenggara), Mataram (NTB)

2000 Order pesanan 1500

Toga

Order Pesanan

Malang

2000 Kaos Order pesanan Order pesanan 21.850 3.641 Malang 500 Malang

Topi

Total Omzet Penjualan Rata-rata Omzet Penjualan Per Tahun Keterangan: *) 1 lusin = 12 potong pakaian jadi .

137

Lampiran 2 PEMIMPIN CV SETIA GAMBAR 1 TAILOR-KONVEKSI TAJINAN MALANG

GAMBAR 2 PARA PENGAWAS DAN KARYAWAN CV SETIA TAILOR - KONVEKSI

138

GAMBAR 3 TIM KERJA BAGIAN PENATAAN KAIN YANG AKAN DI POTONG DAN BENTUK KAIN DALAM BENTUK PIS-PISAN

139

GAMBAR 4 HASIL POTONGAN YANG AKAN DI JAIT

GAMBAR 5 SAAT PROSES PENYETRIKAAN POTONGAN YANG AKAN DI JAIT

140

GAMBAR .6 TIM KERJA BAGIAN OBRAS (TAHAP PENGOBRASAN)

TIM KERJA DAN PEMIMPIN

141

GAMBAR 7 KONDISI PARA KARYAWAN SAAT PROSES MENJAIT

GAMBAR 8 SALAH SATU TIM KERJA YANG SEDANG PROSES MENJAIT TOGA PAKAIAN WISUDAH

142

GAMBAR 9 BAJU SAAT PROSES DI BERSIHKAN DAN AKAN DI KEMASI KEDALAM PLASTIK

143

GAMBAR 10 JAS ALMAMATER Universitas Negri Malang, Kanjuruhan, Widiagama, .Stikie,wernes. Iain Mataram

TOGA PAKAIAN WISUDAH

144

GAMBAR 11 BALIHO CV SETIA TAILOR KOMVEKSI

145

PANDUAN WAWANCARA 1. Kelompok Pertanyaan tentang sejarah dan latar belakang konveksi a. Bagaimana sejarah singkat perusahaan Anda ? b. Apa yang menjadi tujuan Anda mendirikan usaha ini ? c. Bagaimana gambaran setruktur organisasi dan proses produksi ? d. Dimana lokasi Perusahaan ? e. Bagaimana kondisi tenaga kerja (tamat terahir sekolah) ? 2. Kelompok pertanyaan tentang kreativitas wirausaha dalam memproduksi barang ? a. Bagaimana anda cara mendapatkan ide-ide kreatif wirausaha dalam memproduksi barang baru ? b. Bagaimana Anda mengumpulkan imajinasi kreatif ? c. Bagaimanakah Anda Latihan kreatif ? d. Bagaimana aspek Anda dalam mendesain model-model produk ? e. Bagaimana Anda melihat peluang pasar ? 3. Kelompok pertanyaan inovasi wirausaha dalam memproduksi barang pada CV Setia Tailor dan konveksi? a. Bagaimana inovasi Anda terhadap produk ? b. Bagaimana Inovasi Anda terhadap prasarana dan sarana industry ? c. Bagaimana inovasi Anda terhadap karyawan ? d. Bagaimana Inovasi Anda terhadap barang yang baru

146

4. Kelompok pertanyaan tentang kinerja pemasaran setelah diterapkan kreatifitas dan inovasi wirausaha dalam meningkatkan kinerja pemasaran a) Bagaiman sistem pemasaran yang anda lakukan ? b) Siapa saja yang menjadi obyek pemasaran yang anda hasilkan ? c) Dimana saja Anda memasarkan produk ? d) berapa volume penjualan yang dihasilkan Tiap Tahun ? e) Kemana saja segmentasi pangsa pasar anda ? f) Berapa harga yang seharusnya di tetapkan untuk dapat bersaing dengan usaha sejenis ? 5. Kelompok pertanyaan tentang Faktor apa pendukung dan penghambat ? a) Apa sajakah yang menjadi faktor pendukung usaha ini ? b) Apa sajakah yang menjadi faktor penghambat usaha ini ?

147

Kepada YTH :

Di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb. Bersama ini kami CV. Setia Tailor-Konveksi dan Advertaising. membuka peluang kerjasama dan mengajukan diri untuk menjadi rekanan dalam berbagai event yang saudara/i selenggarakan, sebelumnya perkenankan kami memperkenalkan diri. CV. Setia Tailor-Konveksi dan Advertaising adalah salah satu UKM yang berdiri 15 tahun yang lalu dan perkembangnnya sudah sangat pesat. Selama proses kami telah memliki alat yang lebih lengkap dan karyawan yang profesional di bidangnya. Perjalanan 15 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada para customer, produk-produk kami juga telah menembus pasaran industri, baik lokal maupun luar daerah. Selama ini kami banyak menerima orderan dari berbagai kalangan: Institut Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi, Universitas, Sekolah, Pabrik, LSM, Toko dan Perseorangan. Selain itu, produk-produk kami juga dipasarkan di toko-toko dan memberikan peluang kepada rekanan untuk memasarkan produk kami. Motto kami adalah Kepuasan Anda Keberkahan Bagi Kami. CV. Setia Tailor-Konveksi dan Advertaising hadir untuk menawarkan seni berwirausaha yang berlandaskan etika, moral dan bermuamalat yang ahsan (Baik) bukan hanya semata untuk mencari keuntungan. Kami bergerak di bidang bisnis untuk memberikan kemudahan kepada saudara/I /rekanan dalam mendapatkan produk seperti yang dikehendaki. Oleh karena itu, kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, menawarkan produk-produk terbaik kepada para costumer dan rekanan. CV. Setia Tailor-Konveksi dan Advertaising mengajak rekanrekan untuk berwirausaha bersama dalam menyediakan produk, meberikan pelayanan terbaik dan memberikan peluang bisnis. Kami berwirausaha mengedepankan etika bisnis yang berkah dimana profit bukan perioritas utama, namun kesuksesan bersama menjadi tujuan

148

terbaik kami. Prinsip kemudahan dan menyenangkan merupakan slogan dalam setiap bertransaksi, jujur, tepat janji, dan melayani dengan penuh keikhlasan akan menjadi keberkahan kita bersama. Semoga ini menjadi langkah awal kita dalam berwirausaha, bekerjasama dan mengurangi jumlah pengangguran di sekeliling kita. Berwirausaha adalah sebuah keunikan dan seni untuk memperoleh pendapatan tanpa terikat oleh waktu, jangan pernah mau diatur waktu, tetapi waktulah yang harus kita atur

Daftar Harga Product CV. Setia Tailor-Konveksi dan Advertaising


Menerima Pesanan Jas Almamater Toga Seragam Sekolah Seragam Kantor Seragam Hansip Seragam Satpam

Jaket Blezer Jemper Celana Kaos Topi Sablon /Prainting

Kisaran harga: Jas almamater Jaket Toga Kaos Seragam Harga Blok note Stiker Coo card Stof map Pin

:60.000-100.000 :55.000-85.000 :45.000-100.000 :13.500-45 000 :13 000-55 000

:1200 :500 :600 :1300 :2700

Harga diatas sewaktu-waktu dapat berubah di sesuaikan dengan bahan / jenis kain yang di minta oleh pihak konsumen.

KAMI JUGA BERKENAN MELAYANI DENGAN DATANG LANGSUNG KE TEMPAT ANDA ??!! OK

149

KETERANGAN:
1. 2. 3. Harga di atas masih dapat dinegosiasikan. Desain sablon bordil untuk kaos jaket menyesuaikan dan dapat dinegosiasikan Untuk pemesanan dalam bentuk paket (misal : jaket,kaos, stofmap, PIN, stiker dan Bloknot) mendapat potongan harga / diskon minimal Rp 500,- tiap harga paket. Untuk pemesanan dapat menghubungi :

4.

Bpk.Sutikno (0341)753792/8130411 085649787649 E-mail: Yanti.setia30@Yahoo.co.id


Atau datang langsung ke: Tangkilsari (perempatan) Rt:05/Rw:01 Tajinan Malang

150

RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat, Tanggal lahir Anak keAlamat Telp Orang Tua Ayah Ibu

: krisdiyanti : Malang ,26-06- 1987 : 1 dari 3 Saudara :Tangkilsari Tajinan Malang : 0341 753792/085649787649 : H Sutikno : H solichatin

A.

RIWAYAT PENDIDIKAN :TK Miftahul Ulum :Mi Sunan Giri :SMP Negeri 1 Tajinan Malang :MA Sunan Ampel Poncokusumo Malang :UIN Maliki Malang (IPS) prodi ekonomi

1993 1994 1994 2000 2000 2003 2003 2006 2006 - Sekarang

B. PENGALAMAN ORGANISASI 2000-2003 2003-2006 2003-2006 2006-2008 2008-2009 2009-Sekarang :Anggota Pramuka dan PMR SMP N 1 Tajinan malang :Anggota Pramuka di MA Sunan Ampel poncokusumo :Bendahara Pondok Pesantren Nurul Hikmah As-Salafiyah poncokusumo :Pengurus KOPMA UIN Maliki :Pengurus HMJ P. IPS :Anggota ikatan Mahasiswa interprainership (bidang bisnis)

C. PENGALAMAN MENGAJAR 2004-2006 2006-2008 2008-2009 2009-2010 :Mengajar Pon Pes. Nurul Hikmah salafiyah :Mengajar di TPQ Darussalam Dau Malang :Mengajar di lembaga privat arma Cab. Malang :Mengajar di MAN 2 Batu SMA I panjen