Anda di halaman 1dari 19

VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIAN KUALITATIF

Makalah Diajukan ke Program Studi Ilmu kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai Pemenuhan Syarat untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Penelitian Kualitatif

oleh:

Kelompok II
Nesti Diana Sari Annisa Novita Sari Sabria Octrina Juned Ivan Agustian Reza Oktaviani Evy Wisudariani Nella Mutia Arwin Raysa Zulaikha H Uthari Mukhtar 0910332011 0910332012 0910332013 0910332014 0910332015 0910332016 0910332017 0910332018 0910332019 Lutfil Hadi Anshari Qobus Abdul Q Azhar Faridi Keke Riskawati Amelia Mardialova Poppy Melisa Ranti Citra Ayu Musti Iwan Agusri 0910332003 0910332004 0910333160 0910333162 0910333173 0910333175 0910333182 0910333190

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa membimbing dan membantu penulis dalam menelaah objek kajian ini, sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas yang diberikan dosen mata kuliah Penelitian Kualitatif. Selain itu, pembuatan makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif. Dalam pembuatan makalah ini, penulis telah mengalami banyak kesulitan disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis. Namun, berkat kerjasama kelompok, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari sebagai mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah ini. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang membacanya, agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.

Padang, Maret 2012

Penulis

DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar ...................................................................................................... 2 Daftar Isi................................................................................................................ 3 BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang ........................................................................................ 4 1.2. Rumusan ................................................................................................. 5 1.3. Tujuan .................................................................................................... 5 1.4. Manfaat ................................................................................................... 5 BAB II Pembahasan 2.1. Pengertian Populasi dan Sampel ............................................................. 6 2.2. Populasi dan Sampel dalam Penelitian Kualitatif ................................... 8 2.3. Ukuran Sampel ........................................................................................ 12 2.4. Teknik Pengambilan Sampel .................................................................. 14 BAB III Penutup 3.1. Kesimpulan ............................................................................................. 23 3.2. Saran ....................................................................................................... 24 Daftar Pustaka ....................................................................................................... 25

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pada penelitian kuantitatif selalu bergantung pada dua alat ukur, yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas menunjukkan sejauh mana nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. Sedangkan reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Ada perbedaan yang mendasar mengenai validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannnya. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Validitas dalam penelitian kualitatif menunjukkan sejauhmana tingkat interpretasi dan konsep-konsep yang diperoleh memiliki makna yang sesuai antara peneliti dan partisipan. Dengan kata lain, partisipan dan peneliti memiliki kesesuaian dalam mendeskripsikan suatu peristiwa terutama dalam memaknai peristiwa tersebut. Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif pun berbeda. Dalam penelitian kualitatif sutau relaitas itu bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Situasi senantiasa berubah demikian juga perilaku manusia yang terlibat didalamnya. Pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu, atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Bahkan untuk obyek yang sama, apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda, akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. Peneliti yang berlatar belakang pendidikan tentu akan menemukan dan melaporkan hasil penelitian yang berbeda dengan peneliti yang berlatarbelakang sosiologi.

Oleh karena itu penelitian kualitatif sering dikatakan bersifat subyektif dan reflektif. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan instrumen yang standar tetapi peneliti bertindak sebagai instrumen. Data dikumpulkan secara verbal diperkaya dan diperdalam dengan hasil pengamatan, mendengar, persepsi, pemaknaan/penghayatan peneliti. Namun demikian peneliti meskipun melibatkan segi subyektifitas , dia harus disiplin dan jujur terhadap dirinya sebab penelitian kualitatif harus memiliki objektifitas pula. Objektifitas disini berarti data yang ditemukan dianalisis secara cermat dan teliti, disusun, dikategorikan secara sistematik, dan ditafsirkan berdasarkan pengalaman, kerangka berpikir, persepsi peneliti tanpa prasangka dan kecenderungan-kecenderungan tertentu.

1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah ini antara lain : 1. Definisi populasi dan sampel 2. Penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif 3. Penentuan ukuran sampel

1.3. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain: a. Memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Penelitian Kualitatif. b. Mengetahui dan menganalisis tentang masalah Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif.

1.4. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pembaca mengenai definisi populasi dan sampel penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif, dan cara dalam menentukan ukuran sampel.

BAB II ISI
2.1. Pengertian Validitas Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur. Validitas sebuah tes memberitahu tentang apa yang bisa disimpulkan dari skor-skor tes. Menilai validitas adalah penting bagi peneliti, karena sebagian besar instrumen yang digunakan dalam penyelidikan pendidikan dan psikologis dirancang untuk mengukur konstruksi hipotetis. Pada dasarnya, semua prosedur untuk menentukan validitas tes berkaitan dengan hubungan antara kinerja pada tes dan fakta-fakta lain yang dapat diamati secara independent tentang ciri-ciri prilaku. Bukti hubungan antara tes dan kriteria yang relevan berfokus pada pertanyaan Bagaimana kriteria kinerja secara akurat dapat diperkirakan dari nilai pada tes? Kriteria adalah beberapa hasil penting untuk pengujian. Kriteria harus juga mewakili atribut yang diukur atau yang lain yang akan digunakan. Yang dimaksudkan dengan koefisien validitas adalah korelasi antara skor tes dan pengukuran kriteria. Karena memberikan indeks numerik tunggal validitas tes, koefisien validitas umumnya digunakan dalam pegangan-pegangan-pegangan tes untuk melaporkan validitas sebuah tes menurut tiap kriteria dari data yang tersedia. Sebelumnya, validitas dideskripsikan sebagai validasi konvergen dan kemudian sebagai validasi diskriminan. Korelasi sebuah tes penalaran kuantitatif dengan nilai-nilai selanjutnya dalam mata pelajaran matematika akan menjadi contoh validasi konvergen. Untuk tes yang sama, validitas diskriminan akan dibuktikan oleh korelasi rendah dan tidak signifikan. Uji keabsahan data dalam penelitian, sering ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kualitatif, criteria utama terhadap hasil penelitian adalah valid, reliable, dan objektif. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Terdapat dua macam validitas penelitian yaitu validitas internal dan eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil

yang dicapai. Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai, maka data yang seharusnya diperoleh adalah data tentang etos kerja pegawai. Penelitian menjadi tidak valid, apabila yang ditemui adalah motivasi kerja pegawai. Validitas eksternal berkenaan dengan derjat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel diambil. Bila sampel penelitian representative, instrument penelitian valid dan reliable, cara mengumpulkan dan analisis data benar, maka penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi. Dalam hal reliabilitas, Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data. Dalam pandangan kuantitatif, suatu data dinyatakan reliable apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. Kalau peneliti satu menemukan objek berwarna merah, maka peneliti yang lain juga denikian. Kalau seseorang peneliti dalam objek kemarin menemukan data berwarna merah, maka sekarang atau besok akan tetap berwarna merah. Karena reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi, maka bila peneliti lain mengulangi dalam penelitian pada objek yang sama dengan metode yang sama maka akan menghasilkan data yang sama. Suatu data yang reliable akan cenderung valid. Orang yang berbohong secara konsisten akan terlihat valid, walaupun sebenarnya tidak valid. Objektivitas berkenaan dengan derajat kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu data.Bila dari 100 orang, terdapat 99 orang menyatakan bahwa terdapat waran merah dalam objek penelitian, sedangkan yang satu orang lain menyatakan lain, maka data tersebut adalah objektif, Objektif disini lawannya subjektif. Data yang objektif akan valid. Dapat terjadi suatu data yang disepakati banyak orang belum tentu valid, tetapi yang disepakati sedikit orang malah valid. Sebagai conth terdapat 99 orang menyatakan bahwa A bukan pencuri, dan satu orang menyatakan A adalah pencuri. Ternyata yang betul adalah pernyataan satu orang,

karena 99 orang tersebut teman-teman dari si A yang sama-sama pencuri, sehingga menyatakan si A bukan pencuri. Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid, reliable dan objektif, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable, dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliable yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrument penelitiannya, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Oleh karena itu Susan Stainback menyatakan bahwa penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas, sedangkan penelitian kualitatif lebih pada aspek validitas. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Tetapi perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal, tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri seseorang sebagai hasil proses mental tiap individu dengan berbagai latar belakangnya. Oleh karena itu bila terdapat 10 peneliti dengan latar belakang yang berbeda meneliti pada objek yang sama, akan mendapatkan 10 temuan, dan semuanya dinyatakan valid, kalau apa yang ditemukan itu tidak berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya yang terjadi pada objek yangditeliti. Dalam objek yang sama peneliti yang berlatar belakang pendidikan akan menemukan data yang berbeda dengan peneliti yang berlatar belakang manajemen, antropologi, sosiologi, kedokteran, teknik dan sebagainya.

2.2. Pengertian Reliabilitas Reliabilitas berarti konsistensi tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Realibilitas tes perlu, tetapi tidak memadai sebagai syarat validitas tes. Agar supaya tes valid, maka dia harus reliabel. Namun demikian tes yang reliabel belum tentu valid.

Reabilitas merujuk pada konsitensi skor yang di capai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau di bawa kodisi pengujian yang berbeda. Konsep reliabilitas ini mendasari perhitungan kesalahan pengukuran atas skor tunggal, yang bisa kita pakai untuk memprediksi kisaran fluktuasi yang mungkin muncul dalam skor individual sebagai hasil dari faktor-faktor peluang yang tak diketahui atau irrelevan. Dalam pengertian yang paling luas, reliabilitas tes menunjukkan sejauh mana perbedaan-perbedaan individual dalam skor tes dapat dianggap sebagai disebabkan oleh perbedaan yang sesungguhnya dalam karateristik yang dipertimbangkan dan sejauh mana dapat dianggap disebabkan oleh kesalahan peluang. Untuk menempatkannya dalam istilah yang lebih teknis, ukuran-ukuran reliabilitas tes memungkinkan untuk memperkirakan berapa proporsi dari varians total skor-skor tes yang merupakan varians kesalahan. Pada dasarnya, koefisien korelasi (r) menyatakan derajat kesesuaian atau hubungan, antara dua perangkat skor. Dengan demikian, jika individu dengan skor top pada variabel 1 juga mendapatkan skor top pada variabel 2, individu nomor dua pada variabel dua dan seterisnya sampai pada individu paling buruk skornya dalam kelompok, lalu akan ada korolasi sempurna pada variabel 1 dan 2. korelasi seperti akan memiliki nilai + 1,00. Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas. Menurut penelitian kualitatif,suatu realitas itu bersifat majemuk/ganda, dinamis/selalu berubah, sehingga tidak ada yang konsisten, dan berulang seperti semula. Heraclites dalam Nasution (1980) menyatakan bahwa kita tidak bisa dua kali mamsuk sungai yang sama. Air mengalir terus, waktu trus berubah, situasi senantiasa berubah dan demikian pula perilaku manusia yang terlibat dalam situasi social, dengan demikian tidak ada suatu data yang tetap/ konsisten/ stabuil.

Selain

itu

cara

melaporkan

penelitian

bersifat

ideosyneratic

dan

individualistic, selalu berbeda dari orang perorang. Tiap peneliti member laporan menurut bahasa dan jalan fikiran sendiri. Demikian dalam pengumpulan data, pancatatan hasil observasi dan wawancara terkandung unsure-unsur individualistic. Proses penelitian sendiri selalu bersifat personalistik dan tidak ada dua peneliti akan menggunakan dua cara yang persis sama. Ada tiga kategori koefisien reliabilitas, yaitu : a. Reliabilitas test-Retes Menggunakan sebuah instrumen, namun diteskan dua kali. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan yaitu rumus korelasi Pearson.

b. Reliabilitas Bentuk-Alternatif Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen), yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Sesudah kedua uji coba terlaksana, maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson). Korelasi antara skor-skor yang didapatakan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes.

c. Konsistensi Internal Ukuran Reliabilitas Reliabilitas Belah-Separuh (Split-Half Reliability). Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali, kemudian hasilnya dianalisis, yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. Di lain pihak dalam reliablitas tes-retes dan reliabilitas bentuk-alternatif, tiap skor didasarkan pada jumlah soal penuh pada tes. Jika semua hal sama, semakin

10

panjang sebuah tes, semakin dapat dihandalkan tes itu. Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek sebuah tes, dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Browon.

2.3. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kualitatif. Perbedaan tersebut ditunjukkan pada tabel berikut :

PERBEDAAN ISTILAH DALAM PENGUJIAN KEABSAHAN DATA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Aspek Nilai kebenaran Penerapan Konsistensi Natralitas

Metode kualitatif Validitas internal Validitas eksternal (generalisasi) Reliabilitas Obyektivitas

Metode kuantitatif Kredibilitas (credibility) Transferability/keteralihan Auditability, dependability Confirmability (dapat dikonfirmasi)

Jadi uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility (validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas). Hal ini dapat digambarkan seperti gambar 7.1 berikut : Uji kredibilitas data

Uji keabsahan data

Uji tranferability

Uji dependability

Uji confirmability

11

1. Uji Kredibilitas Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data ditunjukkan pada gambar 7.2. berdasarksn gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negative, dan member check. Perpanjangan Pengamatan

Peningkatan Ketekunan

Uji Kredibilitas Data

Triangulasi

Diskusi Dengan Teman

Member Check

Uji Kredibilitas Dalam Penelitian Kualitatif

a. Perpanjangan pengamatan Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan/kredibilitas data? Dengan perpanjangan pengamatan bararti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan nara sumber akan semakin berbentuk rapport, semakin akrap (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Bila telah terbentuk raport, maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian, di mana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu

12

perilaku yang dipelajari. Rapport is a relationship of mutual trust and emotional affinity between two or more people (Susan Stainback,1988). Pada tahap awal peneliti memasuki lapangan, peneliti masih dianggap orang asing, masih dicurigai, sehingga informasi yang diberikan belum lengkap, tidak mendalam,dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. Dengan perpanjang pengamatan ini, peneliti mengcek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenaranya. Beberapa lama perpanjangan pengamatan ini dilakukan, akan tergantung pada kedalaman, keluasan dan kepastian data. Kedalaman artinya apakah peneliti ingin menggali data sampai pada tingkat makna. Makna berarti data di balik yang tampak. Yang tampak orang sedang menangis, tetapi sebenarnya dia tidak sedih tapi malah sedang bahagia. Keluasan berarti, banyak sedikitnya informasi yang diperoleh. Dalam hal ini setelah peneliti memperpanjang pengamatan, apakah akan menambah focus penelitian, sehingga memerlukan tambahan informasi baru lagi. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi. Untuk memastikan siapa yangf menjadi provokator dalam kerusuhan, maka harus betul-betul ditemukan secara pasti siapa yang menjadi provokator. Dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data penelitian ini, sebaiknya difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh, apakah data yang diperoleh itu setelah dicek kembali kelapangan benar atau tidak, berubah atau tidak. Bila setelah dicek kembali kelapangan dat sudah benmar berarti kredibel, maka waktu perpanjangan pengamatan dapat diakhiri. Untuk membutikan apakah peneliti itu melakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan atau tidak, maka akan lebih baik kalau dibuktikan dengan surat keterangan perpanjangan. Selanjutnya surat keterangan perpanjangan ini dilampirkan dalam laporan penelitian.

13

b. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut mak kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Sebagai contoh melihat sekelompok masyrakat yang sedang olahraga pagi. Bagi orang awam olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. Tetapi bagi peneliti kualitatif tentu akan lain kesimpulannya. Setelah peneliti mencermati secara mendalam, olahraga pagi itu bagi sekelompok nasyarakat itu merupakan wahana untuk transaksi bisnis. Selanjutnya untuk dapat memahami proses perdagangan narkoba, maka peneliti harus melakukan pengamatan secara terus-menerus dan memahami bahasa-bahasa sandi mereka. Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data? Meningkatklan ketekunan itu ibarat kita mengecek soal-soal, atau makalah yang telah dikerjakan, ada yang salah atau tidak . dengan meningkatkan ketekunan itu, maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. Demikian jyga dengan meningkatkan kletekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil; peneliti atau dokumentasidokumentasi yang terkait denga temuan yang diteliti. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar/dipercaya atau tidak.

c. Triangulasi Triangulasi is qualitative cross-validation. It assesses the sufficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures (William Wiersma, 1986). Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecek data dari berbagai sumber dengan berbagi cara, dan berbagi waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.

14

1. Triangulasi Sumber Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas dta dilkukn dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Sebagai

contoh, untuk menguji kredibilitas data tentag gaya kepemimpinan seseorang, maka pengumpulan dan pengujian data yang diperoleh diakukan ke bawhan yang dipimpin, ke atasan yang menugasi, dan teman kerja yang merupkan kelompok kerjasama. Data dari ke tiga sumber tersebut, tidak bisa dirataratakan seperti dalam penelitia kuantitatif, tetapi dideskripsikan,

dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan spesifik. 2. Triangulasi teknik Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan denga cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuisioner. Bila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbedabeda, maka peneiti melakukan diskusi ebihh lanjut kepada sumber data yng bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar. 3. Triangulasi waktu Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.

d. Analisis Kasus Negative Kasus negative adalah kasus yag tidak sesuai atau bebeda dengan hasil penelitan hingga pada saat tertentu. Melakukan analisis kasus negative berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bertentangan dengan hal yang ditemukan. Bila tidak ada lagi yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.

15

e. Menggunakan Bahan Referensi Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang teah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, atau hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Alatalat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif seperti camera, handycam alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilits data yang teah ditemukan oleh peneliti.

f. Mengadakan Member Check Member check adalah, proses pengecean data yang diperoleh penelitti kepada pemberi data. Tujuan membercheck adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti datanya data tersebut valid, sehingga semakin kredibel, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbaga penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data, dan apabila perbedaannya tajam, maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Jadian, tujuan memberchek adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan. Caranya dapat dilakukan secara individual, dengan cara peneliti datang ke pemberi data, atau melalui forum diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok peneliti menyampaikan temuan kepada sekelompok pemberi data. Dalam diskusi kelompok tersebut, mungkin ada data yang disepakati, ditambah, dikurangi atau ditolok oleh pemberi data. Setelah dat disepakati bersama, maka para pemberi data diminta untuk menandatangani, supaya lebih otentik. Selain itu juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan member check.

16

2. Pengujian Transferability Seperti telah dikemukakan bahwa, transferability ini merupakan vadilitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Vadilitas eksternal menunjukan derajad ketehtapan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan, hingga mana hasil penelilitian dapat diterapakan atau digunakan dalam situasi lain. Bagi peneliti naturalistic, nilai transfer bergantung pada pemakai, hingga manakan hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi social lain. Peneliti sendiri tidak menjamin Vadilitas Eksternal ini. Oleh karena itu, supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas , sistematis, dan dapat dipercaya. Dengan demikian maka pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut, sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut ditempat lain. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedimikian jelasnya, semacam apa suatu hasil penelitian dapat diperlakukan (transferability), maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas (Sanafiah Faisal,1990).

3. Pengujian Dependability Dalam penelitian kualitatif, depandability disebut reliabilitas. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif, uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan, tetapi bias memberikan data. Peneliti seperti ini perlu diuji dependability. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable. Untuk itu pengujian depenability dilakukan dengan cara melakukan audit terdapat keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh auditor yang indenpenden, atau

17

pembimbing untuk mengaudit kesluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/focus, memasuki lapangan, menentukan sumber data, sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan Jejak Aktivitas Lapangannya, maka depanbabilitas penelitiannya patut diragukan (Sanafiah Faisal 1990).

4. Pengujian Konfirmability Pengujian konfirmanbility dalam penelitian kuantitatif disebut dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian dikatakan obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Dalam penelitian kualitatif, uji konfirmanbility mirip dengan uji depenbility, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji konfirmanbilty berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan, maka penelitian tersebut vtelah memenuhi standar konfirmabilty. Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.

18

19