Anda di halaman 1dari 57

TINJAUAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PRODUKSI BIBIT F0, F1, F2 JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA PERUSAHAAN

GALUDRA MUSHROOM (Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur)

LUKY HERIANA PENDAHULUAN NIM: 030 106 004


TINJAUAN PUSTAKA

JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

PELAKSANAAN

PENUTUP
DAFTAR PUSTKA

Presentasi Seminar Proposal Penelitian

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR

BAB I. PENDAHULUAN
Indonesia Negara Agraris Indonesia dan Komoditas Hortikultura Jamur Tiram

PERUMUSAN MASALAH

Faktor-faktor apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi Perusahaan Galudra Mushroom jika dilihat dari dari aspek eksternal dan aspek internal? Bagaimana strategi pengembangan usaha produksi bibit F0, F1, F2 jamur tiram putih yang dapat dilakukan Perusahaan Galudra mushroom?

TUJUAN PENELITIAN

Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi Perusahaan Galudra Mushroom jika dilihat dari aspek eksternal dan aspek internal. Mendeskripsikan strategi pengembangan usaha produksi bibit jamur tiram putih yang dilakukan Perusahaan Galudra mushroom.

MANFAAT
Sesesuai dengan tujuan Penelitian ini memberika n informasi yang sangat bermanfaat bagi

Perusahaan Lembaga Akademis Masyarakat Penulis

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil sehingga jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri dengan cara berfotosintesis seperti pada tanaman lain yang berklorofil. Jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik karena ketergantungannya terhadap organisme lain tersebut (Cahyana, et. Al, 2007)

Sambungan.1

Strategi adalah merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya (Rangkuti, 2000). Pengembangan usaha adalah suatu kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran agar mendapat perubahan yang lebih baik atau bertambah maju, baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif sesuaidengan tujuan yang sudah ditetapkan., (Winardi 1992 : 250).

Sambungan.2

Analisis Ekternal adalah proses strategi pengidentifikasian terhadap peluang ekternal yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dan ancaman ekternal yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan (David, 2005)

Sambungan..3

Analisis internal merupakan proses para perencana strategi mengkaji faktor internal perusahaan untuk menentukan dimana perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berarti sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menghadapi ancaman di dalam lingkungan (David, 2005)

Sambungan..4

Aspek Ekternal - Analisis Lingkungan Makro - Analisis Lingkungan Industri Aspek Internal - Pemasaran - Produksi dan Operasi - Manajemen dan SDM - Keuangan

Sambungan..5

Alternatif Strategi Menurut David (2005), Alternatif Strategi merupakan kegiatan khusus yang dilakukan perusahaan dengan tujuan mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan tersebut. - analisis SWOT (Strengths-Weaknesses-OpportunitiesThreats), - matriks EFE (matriks External Factor Evaluation), - matriks IFE(Internal Factor Evaluation) - matriks IE (matriks Internal Eksternal).

BAB III. METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Galudra Mushroom, di Desa Galudra Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur dari bulan April 2011 Juni 2011

Sambungan.1

Metode Pengumpulan Data - Data Primer - Data Sekunder - Kuesioner

Sambungan.2

Metode Analisis Data - analisis SWOT (Strengths-WeaknessesOpportunities-Threats) - matriks EFE (matriks External Factor Evaluation) - matriks IFE (Internal Factor Evaluation) - matriks IE (matriks Internal Eksternal)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

ASPEK EKSTERNAL
1. -

Analisis Lingkungan Makro Politik dan Kebijakan Pemerintah Ekonomi Sosial Budaya Teknologi

Sambungan.1
2.

Analisis Lingkungan Industri - Ancaman Pendatang Baru - Ancaman Produk Substistusi - Daya Tawar Pemasok Bahan Baku - Daya tawar Pembeli - Persaingan Antar Anggota Industri

Sambungan.2

Faktor Faktor Lingkungan Ekternal Perusahaan Galudra Mushroom


Politik dan Kebijakan Pemerintah Ekonomi Peluang - Kebijakan pembentukan UKM, KUK, KUR - Peningkatan Jumlah Investor -Tren kenaikan Harga jamur -Peningkatan Permintaan jamur -Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur - Alat sterilisasi Autoclave - Daya tawar Pemasok bahan baku kecil - Daya tawar Pembeli bibit jamur kecil -Ancaman Produk Substitusi A ncaman

Faktor Eksternal Lingkungan Makro

Sosial Budaya Teknologi Industri

Ancaman Pendatang baru besar - Peningkatan persaingan dalam industri jamur

Sambungan.3

Aspek Internal - Pemasaran - Produksi dan Operasi - Manajemen dan Sumberdaya Manusia (SDM) - Keuangan

Sambungan.4

Faktor Faktor Lingkungan Internal Perusahaan Galudra Mushroom


Kekuatan - Kualitas produk jamur baik - Lokasi strategis - Harga bersaing - Mampu memproduksi dan menjual bibit jamur tiram sendiri - Lahan untuk pengembangan usaha jamur yang masih luas - Fasilitas produksi untuk budidaya jamur baik - Kualitas bibit jamur baik - Kapasitas produksi masih dapat di tingkatkan Kelemahan - Masih kurangnya promosi jamur

Faktor Internal Pemasaran

Produksi dan operasi

Manajemen dan SDM

- Tenaga kerja yang kompeten di bidang jamur - Tidak adanya perencanaan manajemen - Ada struktur organisasi yang tertulis - Gaji dan bonus yang cukup - Pengelolaan staf yang baik - Pengendalian melalui pemberian tugas yang bagi staf dan karyawan - Modal pribadi - Tidak mempunyai beban hutang - Pemilik memiliki kendali penuh terhadap perusahaan - Tidak ada pajak pemerintah - Persediaan produk bibib jamur selalu ada tiap bulan - Modal awal rendah - Tidak ada perencanaan keuangan tertulis

Keuangan

Sambungan.5

Analisis Strategi Menggunakan Matriks SWOT Pada Perusahaan Galudra Mushroom


Strengths 1. Kualitas produk jamur baik 2. Lokasi strategis 3. Harga bersaing 4 Mampu memproduksi dan menjual bibit jamur tiram sendiri 5. Lahan untuk pengembangan usaha jamur yang masih luas 6. Fasilitas produksi untuk budidaya jamur baik 7. Kualitas bibit jamur baik 8. Kapasitas produksi masih dapat di tingkatkan 9. Tenaga kerja yang kompeten di bidang jamur 10.Ada struktur organisasi 11.Gaji dan bonus yang cukup 12.Pengelolaan staf yang baik 13. Pengendalian melalui pemberian tugas yang bagi staf dan karyawan 14.Modal pribadi 15.Tidak mempunyai beban hutang 16.Pemilik memiliki kendali penuh terhadap perusahaan 17.Tidak ada pajak pemerintah 18.Persediaan produk bibit jamur selalu ada tiap bulan Strategi S-O - Menambah area produksi untuk pembuatan ruang pembibitan dan kumbung (S5,S8,S14,S16,S17,O1,O2,O3,O4, O6,O7) - Membuat makanan suplemen dengan bahan dasar jamur (S1,S4,S6,S7,S9,S18,O1,O3,O4,O6, O9) - Meningkatkan penjualan bibit jamur tiram (S1,S2,S3,S4,S5,S6,S7,S8,S9, S16,S18,O1,O2,O3O4,O5,O6,O7, O8) - Mencari dana tambahan (S1,S2,S3,S4,S5,S6,S7,S8,S9,S12, S13,S17,S18,O1,O3,O4,O5,O6) Strategi S-T - Memproduksi jenis jamur lain (S1,S3,S5,S6,S7,S8,S9,S12,S13,S16,S17,S18, T1,T2) - Kerjasama kemitraan (S1,S3,S4,S,S6,S7,S8,S9,S18,T1,T2) Weaknesses 1.Masih kurangnya promosi jamur 2.Tidak adanya perencanaan manajemen yang tertulis 3. Modal awal rendah 4.Tidak ada perencanaan keuangan tertulis

IFE

EFE
Opportunity 1. Kebijakan kredit UKM,KUK,KUR 2. Daya tawar pemasok bahan baku kecil 3. Tren kenaikan harga komoditas jamur 4. Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur 5. Peningkatan jumlah investor 6. Peningkatan permintaan jamur 7. Alat sterilisasi autoclave 8. Daya tawar pembeli bibit kecil 9. Ancaman produk substitusi Threats 1. Ancaman pendatang baru Besar 2. Peningkatan persaingan dalam industri bibit atau jamur tiram

Strategi W-O - Meningkatkan promosi jamur (W1,O4,O9) - Melakukan perencanaan data manajemen tertulis sehingga data yang dibutuhkan perusahaan dapat menunjang untuk peningkatan produksi bibit jamur (W2,W4,O2,O3,O4, O6,O7,O8) - Mencari pasar yang baru (W1,W,2,W3,W4,O3,O4,O6, O9) - Mengoptimalkan kapasitas produksi (W2,W4,O2,O3,04, O6,O7,O8)

Strategi W-T - Peningkatan promosi perusahaan (W1,W2,W4,T1,T2) - Perencanaan keuangan secara tertulis (W2,W3,W4,T1,T2) - Melakukan Pinjaman dana (W4,W5,W3W2,W1,T4, T1,T2,T3 )

Sambungan.6

Matriks EFE Identifikasi faktor eksternal mencakup peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan.

Sambungan.7

Hasil Pengisian Kuesioner Rating Faktor Eksternal Perusahaan Galudra MushroomSTRATEGIS EKSTERNAL FAKTOR Responden 1 Responden 2 Responden 3 Skor Rataan
4 3 4 3 3 4 3 4 3 31 3 3 4 3 4 4 4 4 3 32 94 3 4 4 3 4 4 3 3 3 31 3,33 3,33 4,00 3,00 3,67 4,00 3,33 3,67 3,00 31,33

Peluang: A. Kebijakan kredit UKM,KUK,KUR B. Peningkatan jumlah Investor C. Tren kenaikan harga komoditas Jamur D. Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur E. Peningkatan permintaan jamur F. Alat sterilisasi autoclave G. Daya tawar pemasok Bahan baku kecil H. Daya tawar pembeli bibit jamur kecil I. Ancaman produk substitusi Jumlah/Responden Jumlah Total Ancaman: J. Ancaman pendatang baru besar K. Peningkatan persaingan dalam industri jamur tiram putih Jumlah/Responden Jumlah Total
Sumber : data primer, 2010

3,00

3 6
18

3 6

3 6

3,00 6,00

Sambungan.8

Hasil Skor Pembobotan Faktor Eksternal


Responden 1 0,52 0,27 0,52 0,27 0,27 0,52 0,27 0,52 0,27 3,43 Responden 2 0,27 0,27 0,52 0,27 0,52 0,52 0,52 0,52 0,27 3,41 10,27 Responden 3 0,27 0,52 0,52 0,27 0,52 0,52 0,27 0,27 0,27 3,43 Rata-rata 0,35 0,35 0,52 0,27 0,44 0,52 0,35 0,44 0,27 3,42

FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Peluang: A. Kebijakan kredit UKM,KUK,KUR B. Peningkatan jumlah Investor C. Tren kenaikan harga komoditas Jamur D. Meningkatnya pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur E. Peningkatan permintaan jamur F. Alat sterilisasi autoclave G.Daya tawar pemasok Bahan baku kecil H. Daya tawar pembeli bibit jamur kecil I . Ancaman produk substitusi Jumlah/Responden Jumlah Total Ancaman: J. Ancaman pendatang baru besar K. Peningkatan persaingan dalam industri jamur tiram putih Jumlah/Responden Jumlah Total
Sumber : data primer, 2010

1,50 1,50 3,00

1,50 1,50 3,00 9,00

1,50 1,50 3,00

1,50 1,50 3,00

Sambungan.9

Rata rata Pembobotan Skor Matriks Eksternal/External Factor Evaluation(EFE)


Matriks Eksternal Jumlah Rating Jumlah Bobot Jumlah Skor Pembobotan Rata - Rata

PELUANG

94

10,27

3,42

ANCAMAN

18

9,00

3,00

JUMLAH TOTAL RATA RATA SKOR


Sumber : data primer, 2010

3,21

Sambungan.10

Matriks IE

Identifikasi aspek internal mencakup kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan

Sambungan.11
Hasil Pengisian Kuesioner Rating Faktor Internal Perusahaan Galudra FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Responden 1 Responden 2 Responden 3 Mushroom Kekuatan:

A. Kualitas produk jamur baik B. Lokasi strategis C. Harga bersaing D. Mampu memproduksi dan menjual bibit jamur tiram sendiri E. Lahan untuk pengembangan usaha jamur yang masih luas F. Fasilitas produksi untuk budidaya jamur baik G. Kualitas bibit jamur baik H. Kapasitas produksi masih dapat di tingkatkan I. Tenaga kerja yang kompeten di bidang jamur J. Ada struktur organisasi K. Gaji dan bonus yang cukup L. Pengelolaan staf yang baik M.Pengendalian melalui pemberian tugas yang bagi staf dan karyawan N. Modal pribadi O. Tidak mempunyai beban hutang P. Pemilik memiliki kendali penuh terhadap perusahaan Q. Tidak ada pajak pemerintah R. Persediaan produk bibit jamur selalu ada tiap bulan Jumlah/Responden Jumlah Total Kelemahan: S. Masih kurangnya promosi jamur T. Tidak adanya perencanaan manajemen yang tertulis U. Modal awal rendah V. Tidak ada perencanaan keuangan tertulis Jumlah/Responden Jumlah Total
Sumber : data primer, 2010

Rata-rata 4,00 3,33 4,00 4,00 3,33 4,00 4,00 3,00 3,33 3,00 3,33 3,00 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 3,00 65.33

4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 65

4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 65 196

4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 66

3 2 3 3 11

4 3 3 3 13

3 3 3 3 12

3,33 2,67 3,00 3,00 12,00

36

Sambungan.12

Hasil Skor Pembobotan Faktor Internal


Responden 1 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 0,24 0,24 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,24 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 3,48 Responden 2 0,24 0,12 0,24 0,24 0,12 0,24 0,24 0,12 0,12 0,12 0,24 0,12 0,24 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 3,48 10,56 1,24 0,69 0,69 0,69 3,31 9,10 Responden 3 0,24 0,12 0,24 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 0,24 0,12 0,12 0,12 0,24 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 3,60 Rata-rata 0,24 0,16 0,24 0,24 0,16 0,24 0,24 0,12 0,16 0,12 0,16 0,12 0,24 0,24 0,24 0,24 0,24 0,12 3,52

FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Kekuatan: A. Kualitas produk jamur baik B. Lokasi strategis C. Harga bersaing D. Mampu memproduksi dan menjual bibit jamur tiram sendiri E. Lahan untuk pengembangan usaha jamur yang masih luas F. Fasilitas produksi untuk budidaya jamur baik G. Kualitas bibit jamur baik H. Kapasitas produksi masih dapat di tingkatkan I. Tenaga kerja yang kompeten di bidang jamur J. Ada struktur organisasi K. Gaji dan bonus yang cukup L. Pengelolaan staf yang baik M.Pengendalian melalui pemberian tugas yang bagi staf dan karyawan N. Modal pribadi O. Tidak mempunyai beban hutang P. Pemilik memiliki kendali penuh terhadap perusahaan Q. Tidak ada pajak pemerintah R. Persediaan produk bibit jamur selalu ada tiap bulan Jumlah/Responden Jumlah Total Kelemahan: S. Masih kurangnya promosi jamur T. Tidak adanya perencanaan manajemen yang tertulis U. Modal awal rendah V. Tidak ada perencanaan keuangan tertulis Jumlah Jumlah Total
Sumber : data primer, 2010

0,81 0,36 0,81 0,81 2,79

0,75 0,75 0,75 0.75 3,00

0,93 0,60 0,75 0,75 3,03

Sambungan.12

Rata rata Pembobotan Skor Matriks Internal/Internal Factor Evaluation(IFE)


Jumlah Skor Pembobotan

Matriks Eksternal

Jumlah Rating

Jumlah Bobot

Rata - Rata

PELUANG

196

10,56

3,52

ANCAMAN

36

9,10

3,03

JUMLAH TOTAL RATA RATA SKOR


Sumber : data primer, 2010

3,27

Sambungan.13

Analisis Matriks IE (Internal-Eksternal)

Matriks IE menggunakan hasil analisis dari EFE (External Factor Evaluation) dan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Perusahaan Galudra mushroom. Hasil analisis matriks EFE terhadap faktor kunci eksternal menghasilkan total nilai rata rata skor bobot sebesar 3,21. Hal tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan dapat merespon peluang dan ancaman dengan baik.

Sambungan.14

Analisis Matriks IE (Internal-Eksternal)

Hasil analisis yang dihasilkan oleh matriks IFE adalah total nilai tertimbang faktor internal perusahaan sebesar 3,27. Total nilai tertimbang tersebut menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menggunakan kekuatan untuk mengatasi kelemahan berada pada level yang tinggi. Perusahaan Galudra Mushroom harus lebih bisa memanfaatkan kekuatan, untuk mengatasi kelemahan internal perusahaan.

Sambungan.15

Analisis Matriks IE (Internal-Eksternal)

Data yang didapat pada matriks EFE dan matriks IFE kemudian dipetakan pada matriks IE (InternalEksternal) untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini
INTERNAL FACTOR EVALUATION Kuat 3,0 Rata-rata 2,0 Lemah 1,0 4,0 Tinggi
EXTERNAL FACTOR EVALUATION
I II III

3,0 Sedang
IV V VI

2,0 Rendah

VII

VIII

IX

Matriks Internal Eksternal (IE) Perusahaan Galudra Mushroom 2010

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
1. Faktor eksternal yang menjadi peluang utama Perusahaan Galudra Mushroom ada dua poin dengan masing masing mempunyai rata rata skor bobot adalah 0,52 yaitu tren kenaikan harga komoditas jamur dan alat sterilisasi autoclave. Sedangkan faktor yang menjadi ancaman terbesar bagi perusahaan Galudra Mushroom adalah Ancaman pendatang baru besar dan Peningkatan persaingan dalam industri jamur tiram putih nilai masing masing nilai rata rata skor bobot sebesar 1,50. 2. Faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar pada Perusahaan Galudra Mushroom ada 10 poin dengan masing masing rata rata skor bobot adalah 0,24 yaitu Kualitas produk jamur baik, harga bibit bersaing, Mampu memproduksi dan menjual bibit jamur tiram sendiri, fasilitas produksi jamur baik, kualitas bibit jamur yang baik, pengendalian melalui pemberian tugas yang bagi staf dan karyawan, modal pribadi, tidak ada beban hutang, pemilik memiliki kendali penuh terhadap perusahaan,tidak ada pajak pemerintah. Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan terbesar bagi perusahaan Galudra Mushroom adalah masih kurangnya promosi jamur dengan nilai

Sambungan.1
3. Hasil analisis matriks EFE terhadap faktor kunci eksternal menghasilkan total nilai rata rata skor bobot sebesar 3,21. Hal tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan dapat merespon peluang dan ancaman dengan baik. Di sisi lain, hasil analisis yang dihasilkan oleh matriks IFE adalah total nilai tertimbang faktor internal perusahaan sebesar 3,27. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menggunakan kekuatan untuk mengatasi kelemahan berada pada level yang tinggi. Adapun strategi yang dapat digunakan oleh Perusahaan Galudra Mushroom untuk melakukan penembangan usaha produksi bibit jamur tiram adalah sebagai berikut : Menambah area produksi untuk pembuatan ruang pembibitan dan kumbung, Membuat makanan suplemen dengan bahan dasar jamur Meningkatkan penjualan bibit jamur tiram Mencari dana tambahan Meningkatkan promosi jamur Melakukan perencanaan data manajemen tertulis Mengoptimalkan kapasitas produksi Memproduksi jenis jamur lain Kerjasama kemitraan Peningkatan promosi perusahaan

Sambungan.2
B. SARAN
Saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini bagi pihak perusahaan dalam mengembangkan usahanya adalah:
1.

Perusahaan Galudra Mushroom perlu membuat pernyataan visi dan misi perusahaan secara tertulis. Pernyataan visi dan misi, akan membantu memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan serta menyusun langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan perusahaan dalam mencapai tujuan tersebut. Pengoptimalan kapasitas produksi dapat dilakukan dengan menggunakan autoclave. Supaya penggunaan autoclave dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan produksi jamur, perlu diimbangi dengan tingkat kebersihan di tempat inokulasi dan inkubasi. Tingkat kebersihan sangat menentukan produk yang gagal karena adanya kontaminasi. Perusahaan sebaiknya menyempurnakan sistem administrasi dan keuangan untuk mempermudah menganalisis perkembangan usaha. Selain itu, sistem informasi keuangan yang berupa laporan keuangan, dapat digunakan untuk mempermudah mendapatkan dana tambahan dari luar untuk mengembangkan usaha.

2.

3.

Sambungan.3
4.

Perusahaan sebaiknya melakukan promosi yang lebih banyak karena persaingan usaha semakin ketat maka deiperluka kreativitas yang lebih tinggi terutama dalam mempromosikan kekuatan perusahaan terhadap masyarakat luas, baik dari kualitas bibit jamur maupun dari kuantitas bibit jamur. Untuk mengembangkan usaha produksi bibit jamur perlu adanya penambahan dana usaha, hal tersebut ditunjang oleh lahan yang masih luas pada Perusahaan Galudra Mushroom sehingga perusahaan dapat mengoptimalisasikan lahan tersebut. Pengetahuan masyarakat semakin baik terhadap jamur tiram, hal tersebut dapat menjadi bahan acuan untuk Perusahaan Galudra Mushroom dalam rencana meningkatkan peningkatan kapasitas produksi bibit jamur.

5.

6.

TERIMA KASIH

1. POLITIK DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH PEMERINTAH MENETAPKAN SETIAP BUMN UNTUK MENYISIHKAN LIMA PERSEN DARI LABA BERSIHNYA UNTUK PEMBINAAN USAHA KECIL. SAAT INI, BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA MENGALOKASIKAN 20 PERSEN DARI DANA KREDITNYA DENGAN TINGKAT BUNGA SEBESAR 15 19 PERSEN PER TAHUN DENGAN AGUNAN PROYEK YANG DIBIAYAI DENGAN KREDIT TERSEBUT. DALAM PRAKTEKNYA, UKM MASIH DIWAJIBKAN UNTUK MEMBERIKAN AGUNAN JIKA INGIN MENDAPATKAN KREDIT USAHA KECIL (KUK) MAUPUN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR). ADANYA KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM HAL PEMBERIAN KREDIT TERSEBUT, MENJADI PELUANG BAGI PERUSAHAAN JAMUR UNTUK MENGEMBANGKAN USAHANYA (ALI,SURYADHARMA.2008). PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM SAAT INI BELUM MELAKUKAN PINJAMAN MODAL KARENA PERUSAHAAN MASIH MAMPU MENGGUNAKAN MODAL SENDIRI, NAMUN DEMIKIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERSEBUT DAPAT MENJADI PELUANG UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM.

2. EKONOMI FAKTOR EKONOMI MERUPAKAN SALAH SATU FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN SIFAT DAN ARAH SISTEM EKONOMI TEMPAT SUATU PERUSAHAAN BEROPERASI. ADAPUN FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM ADALAH: - KENAIKAN HARGA PANGAN
TABEL DAFTAR HARGA RATA-RATA BIBIT JAMUR TIRAM DAN HARGA JAMUR KONSUMSI PER TAHUN PERIODE 2008-2010 Bibit Jamur Tiram Jamur Tiram

Tahun 2008 2009 2010 F0/Botol 15.000 18.000 20.000

(Rp) F1/Botol 7.000 9.000 10.000

F2/Botol 4.000 4.000 5.000

Konsumsi (Rp/Kg) 5.000 5.500 6.000

Sumber : Galudra Mushroom, 2011

DARI TABEL DIATAS DAPAT DIKETAHUI ADANYA TREN KENAIKAN HARGA JAMUR, HAL TERSEBUT MERUPAKAN PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM
Bersambung,,,,, ,

- PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR JAMUR TABEL VOLUME EKSPOR DAN IMPOR JAMUR DI INDONESIA TAHUN 2005-2007
Tahun 2005 2006 2007
Sumber : BPS, 2008

Produksi

Ekspor

Impor

(kilogram)
21.571.404 19.452.421 18.351.038

(US$)
35.021.484,00 30.242.238,00 22.129.170,00

(US$)
798.228,00 1.725.826,00 3.656.223,00

ADANYA PENURUNAN EKSPOR DAN PENINGKATAN IMPOR JAMUR, MENUNJUKKAN ADANYA PELUANG UNTUK PRODUK DALAM NEGERI. PENURUNAN PRODUKSI JAMUR YANG DIBARENGI PENINGKATAN IMPOR JAMUR DI INDONESIA, MERUPAKAN PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM UNTUK MENGEMBANGKAN USAHANYA.

3. SOSIAL BUDAYA SEIRING BERJALANNYA WAKTU DAN BERTAMBAHNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT, MASAKAN SIAP SAJI ATAU FAST FOOD YANG SEMULA MENAWARKAN KEMUDAHAN AKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKAN PANGAN DILIHAT SEBAGAI PEMICU TIMBULNYA BERBAGAI PENYAKIT DEGENERATIF. MENURUT DRG.TINI SURYANI DALAM KOMPAS 2011 BAHWA PENYAKIT DEGENERATIF SAAT INI BANYAK TERJADI DI KALANGAN MASYARAKAT PERKOTAAN. PENYEBAB UTAMANYA ADALAH PERUBAHAN GAYA HIDUP AKIBAT URBANISASI DAN MODERNISASI. PENYAKIT DEGENERATIF TERJADI AKIBAT PERUBAHAN GAYA HIDUP YANG DAPAT DILIHAT SECARA JELAS ANTARA LAIN DENGAN MUNCULNYA TEMPAT-TEMPAT MAKAN JUNK FOOD DI HAMPIR SELURUH SUDUT KOTA. HAL TERSEBUT MERUPAKAN PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM UNTUK MEMPRODUKSI BAHAN MAKANAN SEGAR DARI JAMUR.

4. TEKNOLOGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUTOCLAVE DALAM PROSES PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH. DENGAN PENGGUNAAN AUTOCLAVE DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI SERTA MENGHEMAT BAHAN BAKAR. BERDASARKAN DATA DI ATAS MAKA INI MERUPAKAN PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM UNTUK BERKEMBANG.

1. ANCAMAN PENDATANG BARU TABEL JUMLAH PERUSAHAAN JAMUR TIRAM DI KABUPATEN CIANJUR PERIODE 2000TAHUN JUMLAH JUMLAH 2009
PERUSAHAAN SKALA KECIL PERUSAHAAN SKALA MENENGAH 6 6 7 8 9 9 10 10 10 11 12

DAPAT D 2000 35 2001 37 PENDATANG 2002 37 GALUDRA 2003 38 ADALAH BESAR KARENA 2004 39 PRODUSEN BIBIT JAMUR 2005 39
2006 2007 2008 2009 Jumlah 41 43 45 48 50

BERDASARKAN TABEL DISAMPING IKATAKAN BAHWA ANCAMAN BARU BAGI PERUSAHAAN MUSHROOM SAINGAN SEBAGAI SEMAKIN KETAT.

Sumber : Biro Pusat Statistik, 2010

2. ANCAMAN PRODUK SUBSTITUSI


NILAI GIZI BEBERAPA JENIS JAMUR DIBANDINGKAN DENGAN BAHAN MAKANAN LAIN DALAM SATUAN BERAT SEGAR

Jenis Makanan Jamur Tiram


DAPAT Champignon Jamur YANG JAMUR Shitake Jamur HIJAU Jamur Merang LAINNYA, Kentang SEGI Buncis DEMIKIAN Kubis BESAR TIRAM Seledri ```````

Protein (%) 40 4,8 13,4-17,5 1,8 2,0 2,4 1,5 1,3 1,6 2,2 21,0

Lemak (%) 0,2 4,9-8,9 0,3 0,1 0,2 0,1 0,2 0,1 0,3 5,5

Karbohidrat (%) 3,5 9,5-70,7 4-4,8 20,9 7,7 4,2 3,7 9,6 1,7 0,5

Bit Ayam Daging Sapi

DARI HASIL ANALISIS DAN PENELITIAN TENTANG JAMUR TIRAM, ADA BEBERAPA JENIS JAMUR LAIN YANG MENSUBSTITUSI JAMUR TIRAM. JAMUR DIMAKSUD ADALAH JAMUR KANCING, SHITAKE DAN JAMUR MERANG. SAYURAN SEPERTI BAYAM, KANGKUNG DAN HANYA MENCUKUPI PERSYARATAN DARI KECUKUPAN AKAN SERAT, DENGAN PRODUK SUBSTITUSI BELUM BEGITU PERANNYA SEHINGGA POSISI JAMUR KARENA JAMUR TIRAM MEMPUNYAI KANDUNGAN PROTEIN YANG TINGGI

Sumber : Pasaribu, et.al. (2002)

3. DAYA TAWAR PEMASOK


SERBUK KAYU DAPAT DIPEROLEH DI PABRIK PENGGERGAJIAN KAYU YANG TERDAPAT DI DAERAH CIBEBER, WARUNG KONDANG, CIRANJANG, CIKALONG DENGAN PEMASOK BERJUMLAH SEKITAR 30 ORANG. DEDAK ATAU BEKATUL BANYAK TERDAPAT PADA PABRIK PENGGILINGAN PADI (RICE MILL) YANG TERSEBAR DI DAERAH CIBEBER, WARUNG KONDANG, CIRANJANG, KARANG TENGAH, GEKBRONG DENGAN PEMASOK BERJUMLAH SEKITAR 25 ORANG BAHAN BAKU TERAKHIR YANG PENTING DALAM USAHA BUDIDAYA JAMUR, KHUSUSNYA JAMUR TIRAM PUTIH ADALAH KAPUR. KAPUR CUKUP BANYAK TERSEDIA DI CIANJUR, HAL INI DIKARENAKAN CIANJUR MEMILIKI BEBERAPA GUNUNG KAPUR YANG BERADA DI DAERAH CIKALONG KULON, PERBATASAN CIANJUR BOGOR TEPATNYA JALAN JONGGOL DENGAN PEMASOK BERJUMLAH 10 HINGGA 15 ORANG. HAL ITU MEMBUAT DAYA TAWAR PEMASOK MENJADI LEMAH KARENA BAHAN BAKU TIDAK SULIT UNTUK DIDAPATKAN SEHINGGA HAL ITU MENJADI PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM.

4. DAYA TAWAR PEMBELI PEMBELI BIBIT JAMUR TIRAM DAPAT BERUPA PETANI JAMUR TIRAM SKALA KECIL,PETANI JAMUR TIRAM PUTIOH SKALA MENENGAH MAUPUN SESAMA PRODUSEN BIBIT JAMUR TIRAM. HAL INI BIASANYA DIKARENAKAN HASIL PRODUKSI BIBIT JAMUR PADA PERUSAHAAN JAMUR TIRAM BERSKALA PRODUSEN TERSEBUT MENGALAMI HASIL PRODUKSI BIBIT JAMUR TIRAM YANG KURAMG BAIK SEHINGGA MEREKA KEKURANGAN BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH TERSEBUT. ADANYA PENINGKATAN PERMINTAAN PASAR TERHADAP BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH MENUNJUKKAN BESARNYA KEBUTUHAN AKAN JAMUR SEHINGGA PENGARUH DAYA TAWAR PEMBELI TERHADAP PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MENJADI LEMAH, YANG BERARTI PELUANG BAGI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM

5. PERSAINGAN ANTAR ANGGOTA INDUSTRI DI DALAM INDUSTRI JAMUR TIRAM KHUSUSNYA DI CIANJUR, TERDAPAT SEKITAR 62 PERUSAHAAN. BERDASARKAN SKALA USAHA, TERDAPAT SEKITAR 12 PERUSAHAAN JAMUR TIRAM YANG MENEMPATI SKALA USAHA MENENGAH SALAH SATUNYA ADALAH GALUDRA MUSHROOM. KE 12 PERUSAHAAN TERSEBUT BERSAING DALAM HAL HARGA. SELAIN 12 PERUSAHAAN TERSEBUT, USAHA JAMUR TIRAM DIUSAHAKAN JUGA OLEH 50 PETANI USAHA KECIL DI DAERAH CIANJUR YANG DIKELOLA SECARA SEDERHANA. MEREKA JUGA BERSAING DALAM HAL HARGA DAN MUTU TETAPI SKALANYA MASIH DI BAWAH 12 PERUSAHAAN JAMUR TIRAM YANG SEDANG. DAPAT DILIHAT BAHWA PERSAINGAN DI DALAM INDUSTRI JAMUR MENINGKAT SEHINGGA MERUPAKAN ANCAMAN YANG BESAR UNTUK PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM.

1. PEMASARAN
UNTUK MENGANALISIS FAKTOR PEMASARAN YANG DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN, DIGUNAKAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) ATAU LEBIH DIKENAL DENGAN 4P (PRODUCT, PRICE, PLACE DAN PROMOTION), KOTLER, 1997;37-43). - PRODUCT
TABEL JUMLAH PENJUALAN BIBIT JAMUR F0, F1, F2 PERIODE JANUARI DESEMBER 2010
Bulan Jumlah Bibit F0 (Botol) 4 2 3 5 2 4 4 2 1 1 2 30 2,5 Jumlah Bibit F1 (Botol) 25 34 20 21 32 37 34 42 30 40 34 37 386 32 Jumlah Bibit F2 (Botol) 344 320 257 255 126 131 150 300 304 312 321 284 3.104 258 Januari

DIKETAHUI Februari PENJUALAN Maret BULAN April Mei 2,5 Juni BOTOL

Juli Agustus September BULAN Oktober November PERUSAHAAN Desember BERTAHAN Total PRODUK DAPAT Rata rata/Bulan BAHWABaludra Mushroom, 2010 KUALITAS Sumber :

ADALAH BAIK DIKATAKAN PERUSAHAAN

BERDASARKAN TABEL DISAMPING DAPAT BAHWA RATA-RATA BIBIT F0, F1 DAN F2 PER PADA TAHUN 2010 ADALAH BOTOL UNTUK F0, 32 UNTUK F1 DAN 258 BOTOL UNTUK F2. DAYA TAHAN PRODUK 1 SEDANGKAN LAIN HANYA MAMPU SELAMA 20 - 25 HARI. DIKATAKAN PRODUK SEHINGGA DAPAT MENJADI KEKUATAN Bersambung,,,,,

- HARGA TABEL DAFTAR HARGA BIBIT JAMUR RATA-RATA DI BEBERAPA PERUSAHAAN JAMUR DI CIANJUR TAHUN 2010
No 1 2 3 4 PERUSAHAAN Galudra Mushroom Mekar Mushroom Loji Mushroom Puncak Mushroom HARGA BIBIT/ JENIS BIBIT Bibit F0 Bibit F1 Bibit F2 (Rp) (Rp) (Rp) 20.000 25.000 21.000 21.000 10.000 15.000 12.000 12.000 5.000 6.000 6.000 6.000

SUMBER : DATA PRIMER, 2011 DARI DATA TABEL HARGA BIBIT DIATAS, DAPAT DILIHAT BAHWA PENETAPAN HARGA YANG DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM DIBAWAH HARGA PESAING-PESAINGNYA, HAL INI DAPAT MENJADI KEKUATAN UNTUK PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM DALAM MELAKUKAN PERSAINGAN HARGA PENJUALAN BIBIT.
Bersambung,,,,, ,

-DISTRIBUSI (PLACE) PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MEMILIKI LOKASI YANG CUKUP STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN BAHAN BAKU TERUTAMA DALAM HAL BAHAN BAKU BEKATUL, PERUSAHAAN TERLETAK DI DESA GALUDRA, KECAMATAN CUGENANG, KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT SEKITAR 1000 M DARI JALAN RAYA CIBEUREUM. AKSES JALAN TERSEBUT MEMUDAHKAN PERUSAHAAN MENJUAL PRODUK JAMURNYA KE PASAR. HAL INI DIKARENAKAN POSISI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM TERLETAK DI ANTARA DAERAH CIPANAS DAN DAERAH CIANJUR KOTA. JARAK TEMPUH ANTARA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM KE CIPANAS YAITU 8 KM DAN UNTUK KE CIANJUR YAITU 7 KM.

Bersambung,,,,, ,

- PROMOSI (PROMOTION) PROMOSI BELUM DILAKUKAN SECARA OPTIMAL KARENA MASIH TERBATAS PADA PENYEBARAN INFORMASI SECARA LANGSUNG DARI MULUT KE MULUT. DAPAT DIKATAKAN BAHWA PROMOSI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MASIH KURANG, SEHINGGA HAL TERSEBUT MERUPAKAN KELEMAHAN BAGI PERUSAHAAN.

2. PRODUKSI ATAU OPERASI


TABEL JUMLAH PRODUKSI BIBIT F0 PERBULAN PERIODE TAHUN 2008 - 2010 Berdasarkan Tabel disamping dapat Tahun Jumlah Produksi Jumlah Produksi Jumlah Produksi diketahui bahwa kapasitas produksi Bulan Bibit F0 (Botol) Bibit F0 (Botol) Bibit F0 (Botol) 2008 2009 2010 bibit jamur F0 belum optimal. Hal Januari 10 12 15 tersebut disebabkan kapasitas mesin Februari 10 12 15 autoclave 30 botol perbulan atau 360 Maret 10 12 15 botol per tahun. April 10 12 15
Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata-rata/bulan 10 10 10 10 10 10 10 10 120 10 12 12 12 12 12 12 12 12 144 12 15 15 15 15 15 10 20 15 180 15

Sumber: Perusahaan Galudra Mushroom, 2011

Bersambung,,,,, ,

TABEL JUMLAH PRODUKSI BIBIT F1 PERIODE PERIODE TAHUN 2008 - 2010


Jumlah Produksi Bibit F1 (Botol) 2008 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 240 20 Jumlah Produksi Bibit F1 (Botol) 2009 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 360 30 Jumlah Produksi Bibit F1 (Botol) 2010 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 480 40

Tahun Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata-rata/bulan

Berdasarkan Tabel disamping dapat diketahui bahwa kapasitas produksi bibit jamur F1 belum optimal. Hal tersebut disebabkan kapasitas mesin autoclave adalah 80 botol bibit F1 perbulan atau 960 botol per tahun.

Sumber: Perusahaan Galudra Mushroom, 2011

Bersambung,,,,, ,

TABEL JUMLAH PRODUKSI BIBIT F2 PERIODE PERIODE TAHUN 2008 - 2010


Tahun Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata-rata/bulan

Jumlah Produksi Bibit F2 (Botol) 2008 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400 4.800 400

Jumlah Produksi Bibit F2 (Botol) 2009 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600 600 7.200 600

Jumlah Produksi Bibit F2 (Botol) 2010 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800 9.600 800

Berdasarkan data dari Tabel disamping dapat diketahui bahwa jumlah produksi bibit jamur Tiram putih per bulan Perusahaan Galudra Mushroom dalam kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2010 mengalami peningkatan produksi yaitu sebesar 4.800 botol bibit F2

Sumber: Perusahaan Galudra Mushroom, 2011

Bersambung,,,,, ,

PROSES PRODUKSI ATAU BUDIDAYA JAMUR PADA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM HANYA DILAKUKAN DI ATAS LAHAN SELUAS 3.000 M2 DARI TOTAL KESELURUHAN LAHAN YANG DIMILIKI SEBESAR 6.800 M2. LAHAN PERUSAHAAN YANG CUKUP LUAS MEMUNGKINKAN PERUSAHAAN UNTUK MELAKUKAN PENGEMBANGAN USAHA. FASILITAS YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES PRODUKSI BIBIT JAMUR ADALAH BERUPA RUANGAN UNTUK PEMBUATAN BIBIT F0, BIBIT F1, BIBIT F2 DAN ALAT STERILISASI AUTOCLAVE. DARI URAIAN DI ATAS DAPAT DIKETAHUI BAHWA KEKUATAN YANG DIMILIKI PERUSAHAAN DARI ASPEK PRODUKSI ADALAH MAMPU MEMPRODUKSI DAN MENJUAL BIBIT JAMUR TIRAM SENDIRI, LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN USAHA JAMUR YANG MASIH LUAS, FASILITAS PRODUKSI UNTUK BUDIDAYA BIBIT JAMUR BAIK, KUALITAS BIBIT JAMUR YANG BAIK, DAN KAPASITAS PRODUKSI JAMUR MASIH DAPAT DI TINGKATKAN.

3. MANAJEMEN DAN SUMBERDAYA MANUSIA (SDM)


STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MASIH BERSIFAT SEDERHANA, BEGITU PULA HALNYA DENGAN SISTEM ADMINISTRASI DAN KEUANGAN. PEMILIK PERUSAHAAN BERPERAN SEBAGAI DIREKTUR ATAU TOP LEADER, PEMEGANG KEKUASAAN, DAN PENGAMBIL KEPUTUSAN ATAS PERUSAHAAN BAHWA PEMILIK USAHA JAMUR BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP SEMUA BAGIAN. PADA BAGIAN PRODUKSI, PEMILIK BERTINDAK SEBAGAI KOORDINATOR YANG MEMBAWAHI 18 ORANG KARYAWAN, SEDANGKAN BAGIAN PEMASARAN MASIH DITANGANI SENDIRI OLEH PEMILIK DIBANTU OLEH KARYAWAN UNTUK MENYALURKAN PRODUK KE PETANI JAMUR LAINNYA DI DAERAH CIANJUR. KARYAWAN DI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MEMPUNYAI PENGALAMAN KERJA DIBIDANG JAMUR RATA-RATA EMPAT TAHUN. HAL DEMIKIAN MEMBUAT TENAGA KERJA DI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM ADALAH TENAGA KERJA YANG KOMPETEN DIBIDANG JAMUR.
Bersambung,,,,, ,

STRUKTUR ORGANISASI DI PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM

Sumber : data primer, 2010

4. KEUANGAN
KEUNGGULAN STRATEGIS KEUANGAN PADA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM DAPAT DILIHAT ADA FAKTOR FAKTOR DIBAWAH INI : 1. SUMBER DANA SUMBER DANA YANG DIGUNAKAN ADALAH DARI DANA PRIBADI PEMILIK PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM 2. BIAYA MODAL YANG RENDAH MODAL AWAL USAHA YANG DIGUNAKAN TERGOLONG RENDAH YAITU SEBESAR RP. 30.000.000,3. STRUKTUR MODAL YANG EFEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MODAL PRIBADI MAKA PERUSAHAAN TIDAK TERBEBANI OLEH PEMBAYARAN HUTANG PADA PIHAK LUAR. 4. HUBUNGAN BAIK PEMILIK DAN PEMEGANG SAHAM PADA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM, PEMILIK ADALAH PEMEGANG SELURUH SAHAM PERUSAHAAN YAITU DENGAN KATA LAIN PEMILIK MENGELUARKAN MODAL SENDIRI UNTUK MELAKUKAN USAHA JAMUR TIRAM DAN MEMILIKI KENDALI PENUH TERHADAP PERUSAHAAN. 5. KONDISI PAJAK YANG MENGUNTUNGKAN PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM MERUPAKAN SEBUAH PERUSAHAAN HOME INDUSTRY DIMANA SEBAGA PERUSAHAAN HOME INDUSTRY TIDAK TERBEBANI PAJAK USAHA DARI PEMERINTAH. 6. PERENCANAAN KEUANGAN MODAL KERJA YANG EFEKTIF PADA PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM TIDAK ADA PERENCANAAN KEUANGAN YANG TERTULIS UNTUK MODAL KERJA KARENA SEMUA KEGIATAN KEUANGAN MENGIKUTI SITUASI DAN KONDISI PERUSAHAAN SAAT ITU. 7. KEBIJAKAN PENILAIAN PERSEDIAAN PERUSAHAAN GALUDRA MUSHROOM DAPAT MEMPRODUKSI BIBIT JAMUR SETIAP BULAN SECARA BERKELANJUTAN DAN HAL TERSEBUT MEMBUAT PERSEDIAAN BIBIT JAMUR SELALU ADA.