Anda di halaman 1dari 117

ANALISA FLUIDA

RESERVOIR
TKP 252
Ir. Muslim, MT
Teknik Perminyakan
Universitas Islam Riau
Genap T.A 2009/2010
Pendahuluan
Pengenalan Fluida Reservoir
Kimia Hidrokarbon
Fluida reservoir terdiri dari : minyak, air
dan gas. Minyak dan gas disebut sebagai
Hidrocarbon (HC) yang terdiri dari rantai
kimia yang panjang dan rumit.
Komponen Hidrocarbon dan Non HC yang
terdapat didalam minyak dan gas bumi,
diantaranya adalah :
Unsur HC
Unsur
Gas Bumi Aspal Minyak Mentah
Levorsen Levorsen Levorsen Purdy
Karbon (C)
Hidrogen (H)
Belerang (S)
Nitrogen (N)
Oksigen (O)
Logam
65 - 80
1 - 25
0,2
1 - 15
-
-
80 85
8,5 11
2 -8
0 2
-
-
82,2 87,1
11,7 14,7
0,1 5,5
0,1 1,5
0,1 4,5
-
83 87
11 25
0 6
0 0,7
0 0,5
0, - 0,1
Gas alam adalah Hidrokarbon dengan
unsur yang paling dominan yaitu Methana
(CH4), dimana gas ini terdapat atau
terakumulasi didalam suatu wadah /
tempat yang disebut sebagai reservoir
gas.
Senyawa yang terkandung didalam gas
alam antara lain, dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
Gas Alam
Unsur Persentase (%)
Metana 70 98%
Etana 4 21%
Propana trace 5%
Butana trace 2 %
Pentana trace 1%
Hexsana trace %
Heptana trace %
Non HC
Unsur Persentase
Nitrogen trace 15%
Karbon dioksida trace 5%
Hidrogen sulfide trace 3%
Helium trace 5%
Gas yang terlarut didalam
minyak
Unsur Persentase
Metana 45 92%
Etana 4 21%
Propana 1 15%
Butana - 7 %
Pentana trace 3%
Hexsana trace 2 %
Heptana trace 2%
Non HC
Unsur Persentase
Nitrogen Trace 10 %
Karbon dioksida Trace - 4 %
Hydrogen sulfide Trace 6%
Helium 0%
Susunan setelah pengolahan
minyak mentah (destilasi)
1.Gas C1 C4
2.Bensin C5 C10
3.Kerosin C11 C13
4.Solar atau Dieel C14 C17
5.Pelumas Ringan C18 C25
6.Pelumas Berat C26 C35
7.Residu C36 C60

Unit Satuan

Minggu I Selesai
Diagram Fasa Zat Murni
Diagram Fasa 2 Komponen
Diagram Fasa 3 Komponen
Diagram Fasa Multi Komponen
3 faktor penting yang berpengaruh
terhadap sifat fisik molekul:
1. Tekanan
2. Temperatur
3. Intermolecular force :
attraction & molecular repulsion

Tekanan :
merefleksikan jumlah dan gerakan molekul
Temperatur :
merefleksikan energi kinetik molekul
Pressure dan molecular attraction
cenderung membatasi molekul untuk
berkumpul
Temperatur dan molecular repulsion
Cenderung memisahkan molekul
Sistem Komponen Fasa Murni
3 Variable yang menjadi acuan :
Tekanan, Temperatur dan Volume.
Diagram fasa adalah grafik hubungan
antara tekanan dengan temperatur
Vapor
Pressure Line
Critical
Point
Triple
Point
Sublimation
Pressure
Line
Melting
Point
Line
Garis yang memisahkan liquid dengan
gas pada diagram P & T
Tekanan dan Temperatur di atas garis ini
fasanya berupa liquid
Tekanan dan Temperatur dibawah garis
ini fasanya berupa gas
Batas atas dari garis vapor pressure line disebut
dengan critical point
Tekanan pada titik tsb adalah Pc (critical pressure)
Temperatur pada titik tsb adalah Tc (critical
temperature)
Critical Temperatur didefinisikan sebagai temperatur
dimana gas tidak bisa berubah menjadi liquid tampa
melihat berapa tekanan yang diberikan
Critical Pressure didefinisikan sebagai tekanan dimana
liguiq dan gas tidak bisa bersama-sama tampa melihat
temperatur yang diberikan
Definisi ini hanya berlaku pada sistim komponen
tunggal
Representasi dari tekanan dan
temperatur dimana solid, liquid dan gas
berada bersama-sama pada kondisi
seimbang (equilibrium condition)
Garis melting point line memisahkan
antara solid dengan liquid
Sublimation Pressure Line
Temperatur dibawah temperatur triple
point
Garis yang memisahkan antara solid
dengan gas


Minggu II Selesai
Sistem 2 Komponen



Pc
Tc
P
b
P
d
Pc & Tc
Cricondernterm
Cricondernbar


Cricondernterm
> Tc
Cricondernbar
Pc


Tc = 15
Cricondernterm
= 24


0.249
0.036
275
332
Campuran 3 Komponen
Light Componen
Heaviest
Componen
Middle
Componen
Point 1 : Pure Componen B
Point 2 : 30 % A dan 70 % C
Point 3 : 50 % A, 30 % B dan 20 % C
Line 43 : Komposisi A dalam Campuran
Line 53 : Komposisi B dalam Campuran
Line 63 : Komposisi C dalam Campuran

Tentukan Komposisi pada point 7 ?


Tentukan berapa komponen dari masing-
masing campuran pada point 7 ?
Jawaban :
50 % B
15 % A
35 % C
Point 1 : Campuran Methane, Propane
dan Penthane
Point 2 : Gas equilibrium
Point 3 : Liquid equilibrium

Jumlah gas dalam campuran digambarkan
dengan panjang line 13 dibagi dengan line 23

Jumlah liquid dalam campuran digambarkan
dengan panjang line 12 dibagi dengan line 23
Point 2 : 14 % Propane + 12 % n Pentane + 74 %
Metana
Point 3 : 13 % Metane, 17 % Propane, 70 % n Pentane

Fraksi gas : line 13 / 23 atau 0,65/1,07 = 0,607
Jumlah gas : 0,607 x 6 lb = 3,6 lb mole

Fraksi liquid : line 12/23 atau 0,42/1,07 = 0,393
Jumlah liquid : 0,393 x 6 = 2,4 lb mole
Diagram P-T Multi Komponen digunakan :
1. Klasifikasi res
2. Klasifikasi HC sistem
3. Menjelaskan kelakuan fasa fluida res
Cari informasi Kiliping dari :
1. Riau Pos
2. Riau Mandiri
3. Metro Riau
4. Tribune
Tentang semburan gas dari sumur segat 2

1. Sebutkan unsur2 yang terdapat di dalam HC
2. Sebutkan unsur2 yang terdapat di dalam gas
alam
3. Konfersikan dari 250 ^ F menjadi ^C
4. Gambarkan dengan lengkap diagram P-T
sistem komponen Tunggal
5. Apa yang dimaksud dengan Retrograde
condensation



Jenis-Jenis Fluida Reservoir
Gas Kering / Dry Gas
Gas Basah / Wet Gas
Retrograde
Black Oil
Volatile Oil
..\..\E-book\Reservoir Book\Heriot-Watt - Reservoir
Engineering Class Notes.pdf
Tipe Reservoir
Reservoir minyak, jika T < TC
Reservoir gas, jika T > Tc
Oil Reservoir
Undersaturated oil res, jika Pi > Pb
Saturated oil res, jika Pi = Pb
Gas cap res, jika Pi < pb


Klasifikasi Crude Oil

Low Shrinkage oil (heavy oil/ black oil)
High Shrinkage oil (volatile oil)
Retrograde condensate gas
Wet gas
Dry gas
Minggu ke V
Sifat-Sifat Gas Kering
Faktor Volume Formasi Gas
Kompressibilitas Gas
Viskositas Gas
Nilai kalor
Efek Joule Thomson
..\..\E-book\Fluid Properties\McCain, W.D. - Properties
of Petroleum Fluids (2nd Edition).pdf
Gas Kering
Disebut gas kering karena, tidak adanya /
terbentuknya liquid baik di dasar sumur maupun
di permukaan.
Komposisi gas di permukaan sama dengan
komposisi gas di reservoir dan SG gas di
permukaan sama dengan SG gas di reservoir.
Sample diambil di permukaan kemudian
dianalisa dan akan menghasilkan komposisi,
atau SG untuk menghitung properties gas
lainnya.
Gas Formation Volume Factor
Faktor volume formasi gas adalah :
volume gas pada kondisi reservoir yang
diperlukan untuk menghasilkan 1 scf pada
kondisi permukaan (res. cuft/scf atau res.
bbl/scf)
Reservoir pressure, psia
Bg, res. Cuft/scf
Grafik Bg vs P res pada temperatur konstan
untuk Dry Gas
scf
sc
V
cuft res.
res
V
sc
V
res
V

g
B
=
=
=
Coefficient of Isothermal
Compressibilty of Gas
Didefinisikan sebagai :
perubahan volume terhadap perubahan
tekanan pada temperatur konstan dan
secara persamaan dapat dituliskan sbb :
Disebut juga sebagai :
Kompresibilitas Gas
psi P
cu.ft V
1 -
Psi
g
C
v

V
1
-
g
C
=
=
=
c
c
=
|
.
|

\
|
T
p
Psi
-1
disebut dengan sip dan umumnya Cg mencapai 10
-6
x psi
-1
dan
sebut dengan microsips.
Sebagai contoh, cg = 1300 x 10
-6
psi
-1
Grafik Kompressibilitas Gas vs Tekanan
Reservoir pressure, psia
Cg, psi^-1
Kompressibiltas gas ideal :

P
1

2
P
nRT

nRT
P

g
C = =
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

P
nRT
V or nRT PV = =
Kompressibiltas gas nyata :

p
z

Z
1
-
P
1

g
C
T
|
.
|

\
|
c
c
=
Viscositas Gas
Viscositas adalah : ukuran keengganan
suatu fluida untuk mengalir.
Satuan yang digunakan adalah centipoice.
Viscositas : Dynamic dan Kinematic
Visc Kinematik = Perbandingan Visc Dinamik thd Densitas gas (centipoice)/(gr/cc)
Viscos gas akan turun dengan turunnya
tekanan reservoir, dan pada tekanan
rendah viscositas gas akan meningkat
dengan naiknya temperatur
Viscos pada HC gas (tunggal)
Viscos gas pada High Pressure :
Pada umumnya viscos gas tidak hanya
pada kondisi tekanan standar, tetapi lebih
sering pada kondisi actual / reservooir
yang lebih tinggi dari tekanan standar.
Heating Value / Nilai Kalor
Nilai kalor adalah :
Jumlah panas yang dihasilkan dari
pembakaran gas secara sempurna.

Satuan dari nilai kalor adalah : British Thermal Unit / SCF
Atau BTU/SCF.
Klasifikasi Heating Value : Wet, Dry, Gross dan Net
Joule Thomson Effect
Perubahan temperatur saat penurunan
tekanan ketika gas mengalir melalui :
valve, chock atau perforasi. Fenomena ini
disebut sebagai Joule-Thomson Effect
Minggu ke VI
Sifat-Sifat Gas Basah
Rekombinasi fluida permukaan
Formation volum factor
Rekombinasi fluida permukaan
Komposisi permukaan diketahui
Pemisahan wet gas di surface


Rekombinasi fluida permukaan
Komposisi separator diketahui



Sifat-Sifat Black Oil
Definisi sifat-sifat black oil, penentuan API
Formation volum factor
Solution GOR
Formation volum factor total
Kompresibilitas minyak
Tegangan permukaan
Sifat-Sifat Black Oil Studi Fluida
Reservoir
Flash vaporization
Differential vaporization
Separator test
Sifat-Sifat Black Oil Data
Lapangan dan Korelasi
Production history
korelasi untuk black oil
Pemisahan di Permukaan
Prosedur perhitungan separator 2 tahap
dan 3 tahap
Sifat-sifat Air Formasi
Satuan-satuan pada air formasi, diagram
Stiff, penentuan Bw
Efek salinitas terhadap densitas dan
viskositas air formasi, penentuan cw,
tegangan permukaan air-gas, dan air-
minyak
Hidrat Gas Korelasi
Proses terbentuknya pembentukan hidrat
gas