Anda di halaman 1dari 1

TEKNIK STERILISASI

TEKNIK ASEPTIK

Dalam FI III hal 18, proses aseptik adalah cara pengurusan bahan steril menggunakan teknik yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya cemaran kuman hingga seminimum mungkin. Teknik aseptik dimaksudkan untuk digunakan jika bahan obat tidak dapat disterilkan karena akan rusak atau terurai apabila dipanaskan. Dasar digunakannya teknik aseptik yaitu adanya partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme yang masuk atau mengendap di area kerja. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan mikroba yang dapat mengganggu atau mempengaruhi hasil akhir dari suatu percobaan. pembuatan larutan injeksi menggunakan cara aseptic pertama. Cara pembuatannya ialah : Zat pembawa, zat pembantu, wadah, alat-alat gelas untuk pembuatan ,dan alat lain yuang diperlukan disterilkan sendiri-sendiri. Kemudian bahan obat, zat pembawa dan zat pembantu dicampur secara aseptic diruang aseptic hingga terbentuk larutan injeksi dan dikemas secara aseptic. Teknik Non Aseptik Tehnik non-aseptik digunakan dalam pembuatan injeksi yang bahan obatnya dapat disterilkan derngan cara pemanasan. Adapun pembuatan larutan injeksi dengan proses tehnik non-aseptik, dilakukan dengan cara: Bahan obat dan zat pembantu dilarutkan dalam zat pembawa dan dibuat larutan injeksi. Saring hingga jernih dan tidak boleh ada serat yang terbawa kedalam filtrate larutan. Kemudian dimasukkan kedalam wadah dalam keadaan bersih.