MAKALAH STUDI DASAR ELEKTRONIKA OP-AMP

Disusun Oleh: Nama : Arcanleo Joellio Regency (11224001)

Jurusan : Teknik Elektro

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL Jl.Moch.Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 Telp : 021-7270090,7874645,7874647;Fax : 021-7866955

Daftar Isi
Pengertian Op-Amp Page 1

.................8 Pengertian Op-Amp Page 2 ...................................................DAFTAR ISI........................................................ ............................................................................7 DAFTAR PUSTAKA...........4 KESIMPULAN......... . ..........1 ABSTRAK.................................................. .................................................................................................. ........................................................................................................3 STUDI KASUS KIAT ISLAM DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN..........2 PENDAHULUAN.................................................................................

Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter. Pengertian Op-Amp Page 3 . noninverter. non-inverting differensiator dan integrator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar. integrator dan differensiator.Operational Amplifier operational amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. yaitu rangkaian penguat inverting.

non-inverting differensiator dan integrator. Pada Op-Amp memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana Feedback negatif pada op-amp memegang peranan penting. Disinilah peran rangkaian negative feedback (umpanbalik negatif) diperlukan. Input (masukan) op-amp ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Op-amp ideal memiliki open loop gain (penguatan loop terbuka) yang tak terhingga besarnya. Penguatan yang sebesar ini membuat opamp menjadi tidak stabil. umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. Secara umum. Pengertian Dasar Op-Amp Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar. sehingga op-amp dapat Pengertian Op-Amp Page 4 . Seperti misalnya op-amp LM741 yang sering digunakan oleh banyak praktisi elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter. memiliki karakteristik tipikal open loop gain sebesar 104 ~ 105. integrator dan differensiator. dan penguatannya menjadi tidak terukur (infinite). Op-amp ideal Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan.I. noninverter. yaitu rangkaian penguat inverting.

= 0) Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule.v.dirangkai menjadi aplikasi dengan nilai penguatan yang terukur (finite). Pengertian Op-Amp Page 5 .) Aturan 2: Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i.adalah nol (v+ . Sebagai perbandingan praktis.= 0 atau v+ = v. yaitu : Aturan 1: Perbedaan tegangan antara input v+ dan v. op-amp LM741 memiliki impedansi input Zin = 106 Ohm. sehingga mestinya arus input pada tiap masukannya adalah 0. Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. Impedasi input op-amp ideal mestinya adalah tak terhingga. Nilai impedansi ini masih relatif sangat besar sehingga arus input op-amp LM741 mestinya sangat kecil.

Rangkaian dasar dari penguat diferensial dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: Gambar 1 : Penguat Diferensial Pada rangkaian diatas. Titik input v1 dikatakan sebagai input non-iverting. sebab tegangan vout satu phase dengan v1. dapat diketahui tegangan output (Vout) adalah Vout = A(v1-v2) dengan A adalah penguatan dari penguat diferensial ini. Karakteristik Dasar Op-Amp Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pada dasarnya Op-amp adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial). Sedangkan sebaliknya titik v2 dikatakan input inverting sebab berlawanan phasa dengan tengangan vout. yang mana memiliki 2 input masukan yaitu input inverting (V-) dan input non-inverting(V+). Pengertian Op-Amp Page 6 .II.

yang pertama adalah penguat diferensial. gambar 2 (a) : Diagram Blok Op-Amp gambar 2 (b) : Diagram Schematic Simbol Op-Amp Pengertian Op-Amp Page 7 . Gambar-2(a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut.Diagram Blok Op-amp Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian. selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. lalu ada tahap penguatan (gain).

LM741 buatan National Semiconductor. Misalnya dikenal MC1741 dari motorola. karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan opamp lain. non-inverting (+) dan input inverting (-). Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga.Simbol op-amp adalah seperti pada gambar 2 (b) dengan 2 input. Simbol rangkaian di dalam op-amp pada gambar 2 (b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp. Op-amp standard type 741 dalam kemasan IC DIP 8 pin. Pengertian Op-Amp Page 8 . Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga). Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). tiap pabrikan mengeluarkan seri IC dengan insial atau nama yang berbeda. Umumnya opamp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). SN741 dari Texas Instrument dan lain sebagainya. Untuk tipe yang sama. Saat ini banyak terdapat tipe-tipe op-amp dengan karakterisktik yang spesifik. Tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful