PENGANTAR Sejarah Sumenep jaman dahulu diperintah oleh seorang Raja.

Ada 35 Raja yang telah memimpin kerajaan Sumenep. Dan, sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Bupati. Ada 14 Bupati yang memerintah Kabupaten Sumenep. Mengingat sangat keringnya informasi/data yang otentik seperti prasati, pararaton, dan sebagainya mengenai Raja Sumenep maka tidak seluruh Raja-Raja tersebut kami ekspose satu persatu, kecuali hanya Raja-Raja yang menonjol saja popularitasnya.

Pendekatan yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan historis dan kultural, selain itu kami gunakan juga pendekatan ekonomis, psikologis dan edukatif.

JAMAN PEMERINTAH KERAJAANARYA WIRARAJA Arya Wiraja dilatik sebagai Adipati pertama Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269, yang sekaligus bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep. Selama dipimpin oleh Arya Wiraja, banyak kemajuan yang dialami kerajaan Sumenep. Pria yang berasal dari desa Nangka Jawa Timur ini memiliki pribadi dan kecakapan/kemampuan yang baik. Arya Wiraja secara umum dikenal sebagai seorang pakar dalam ilmu penasehat/pengatur strategi, analisanya cukup tajam dan terarah sehingga banyak yang mengira Arya Wiraja adalah seorang dukun. Adapun jasa-jasa Arya Wiraja : - Mendirikan Majapahit b ersama dengan Raden Wijaya. - Menghancurkan tentara Cina/tartar serta mengusirnya dari tanah Jawa. Dalam usia 35 Tahun, karier Arya Wiraja cepat menanjak. Mulai jabatan Demang Kerajaan Singosari kemudian dipromosikan oleh Kartanegara Raja Singosari menjadi Adipati Kerajaan Sumenep, kemudian dipromosikan oleh Raden Wijaya menjadi Rakyan Menteri di Kerajaan Majapahit dan bertugas di Lumajang. Setelah Arya Wiraja meninggalkan Sumenep, kerajaan di ujung timur Madura itu mengalami kemunduran. kekuasaan diserahkan kepada saudaranya Arya Bangah dan keratonnya pindah dari Batuputih ke Banasare di wilayah Sumenep juga. Selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya Danurwendo, yang keratonnya pindah ke Desa Tanjung. Dan selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya asparati. Diganti pula oleh anaknya bernama Panembahan Djoharsari. Selanjutnya kekuasaan dipindahkan kepada anaknya bernama Panembahan Mandaraja, yang mempunyai 2 anak bernama Pangeran Bukabu yang kemudian menganti ayahnya dan pindah ke Keratonnya di Bukabu (Kecamatan Ambunten). Selanjutnya diganti oleh adiknya bernama Pangeran Baragung yang kemudian pindah ke Desa Baragung (Kecamatan Guluk-guluk).

Saat menjadi raja ia terlibat pertempuran besar melawan raja dari Bali yaitu Dampo Awang. Karena hasil dari perkawinan Bathin itulah. banyak terjadi hal-hal yang aneh dan diluar dugaan.PANGERAN JOKOTOLE (Pangeran Secodiningrat III) Pangeran Jokotole menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460). Jokotole da adiknya bernama Jokowedi lahir dari Raden Ayu Potre Koneng. Setibanya dari Sumenep ia bersama istrinya bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton yang akhirnya bertemu dengan ibunya RA Potre Koneng dan kemudian dilantik menjadi Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III. Akhirnya menimbulkan kemarahan kedua orang tuanya. Akhirnya ia mengabdi di kerajaan Majapahit untuk beberapa lama. Karena takut kepada orang tuanya maka kelahiran bayi RA Potre Koneng langsung diletakkan di hutan oleh dayangya. cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkawinan bathin (melalui mimpi) dengan Adipoday (Raja Sumenep ke 12). maka banyak orang yang tidak percaya. Dan kemudian kekuasaannya berakhir pada tahun 1460 dan kemudian digantikan oleh Arya Wigananda putra pertama dari Joko tole. terulang lagi oleh adiknya yaitu Jokowedi. yang hasilnya lebih bagus ketimbang ayah angkatnya sendiri. seolah-olah terkesan sebagai kehamilan diluar nikah. yang akhirnya dimenangkan oleh Raja Jokotole dengan kesaktiannya menghancurkan kesaktiannya Dampo Awang. akhirnya ia diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya. sampai akan dihukum mati. Sejak kehamilannya. ditemukan oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya Peristiwa kelahiran Jokotole. Dan akhirnya. Dengan cara membakar dirinya dan kemudian menjadi arang itulah kemudian lewat pusarnya keluar cairan putih. Dan. seperti membuat alat-alat perkakas dengan tanpa bantuan dari alat apapun hanya dari badanya sendiri. Banyak kesuksessan yang ia raih selama mengadi di kerajaan Majapahit tersebut yang sekaligus menjadi mantu dari Patih Muda Majapahit. Menurut hikayat RA Tirtonegoro pada . RADEN AYU TIRTONEGORO DAN BINDARA SAOD Raden Ayu Tirtonegoro merupakan satu-satunya pemimpin wanita dalam sejarah kerajaan Sumenep sebagai Kepala Pemerintahan yang ke 30. Dan. Kesaktian Jokotole mulai terlihat pada usia 6 tahun lebih. Cairan putih tersebut untuk keperluan pengelasan pintu raksasa. Lewat kesaktiannya itulah maka ia membantu para pekerja pandai besi yang kelelahan dan sakit akibat kepanasan termasuk ayah angkatnya dalam pengelasan membuat pintu gerbang raksasa atas pehendak Brawijaya VII.

suatu malam bermimipi supaya Ratu kawin dengan Bindara Saod. Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja-Raja Sumenep dan keluarganya) juga dibangun oleh beliau. PANEMBAHAN SOMALA Bandara Saod dengan isterinya yang pertama di Batu Ampar mempunyai 2 orang anak. Isi wasiat menyatakan bahwa di kelak kemudian hari apabila Bindara Saod meninggal maka yang diperkenankan untuk mengganti menjadi Raja Sumenep adalah Somala. Raden Purwonegoro Patih Kerajaan Sumenep waktu mencintai Ratu Tirtonegoro. diceritakanlah mimpi itu. Setelah Bindara Saod meninggal 8 hari kemudian Ratu Tirtonegoro ikut meninggal tahun 1762. sesuai dengan wasiat Ratu yang menjadi Raja Sumenep adalah Somala dengan gelar Panembahan Notokusumo I. Raden Purwonegoro datang ke keraton lalu mengayunkan pedang namun tidak mengenai sasaran dan pedang tertancap dalam ke tiang pendopo. Setelah Bindara Saod dipanggil. Sampang atau Bangkalan. Akibatnya keluarga kerajaan Sumenep menjadi dua golongan yang berpihak pada Ratu Tirtonegoro diperbolehkan tetap tinggal di Sumenep dan diwajibkan merubah gelarnya dengan sebutan Kyai serta berjanji untuk tidak akan menentang Bindara Saod sampai tujuh turunan. Setelah ada kata sepakat perkawinan dilaksanakan. bahkan merencanakan membunuhnya. Malah sebaliknya Raden Purwonegoro tewas di tangan Manteri Sawunggaling dan Kyai Sanggatarona. Selanjutnya beliau membangun Masjid Jamik pada tahuhn 1763. anak yang kedua yang bernama Somala terlebih dahulu dalam menyungkem kepada Ratu sedangkan kakaknya mendahulukan menyungkem kepada ayahnya (Bindara Saod). . Seperti diketahui bahwa Ratu Tirtonegoro dan Purwonegoro samasama keturunan Tumenggung Yudonegoro Raja Sumenep ke 23. Pada saat kedua anak Bindara Saod itu datang ke keraton memenuhi panggilan Ratu Tirtonegoro. sehingga sangat membenci Bindara Saod. Beberapa peristiwa penting pada zaman pemerintahan Somala antara lain menyerang negeri Blambangan dan berhasil menang sehingga Blambangan dan Panarukan menjadi wilayah kekuasaan Panembangan Notokusumo I. Kemudian beliau membangun keraton Sumenep yang sekarang berfungsi sebagai Pendopo Kabupaten. Saat itu pula keluar wasiat Sang Ratu yang dicatat oleh sektretaris kerajaan. Sedang golongan yang tidak setuju pada ketentuan tersebut dianjurkan meninggalkan kerajaan Sumenep dan kembali ke Pamekasan. Bindara Saodmenjadi suami Ratu dengan gelar Tumenggung Tirtonegoro. Terjadi peristiwa tragis pama masa pemerintahan Ratu Tirtonegoro.

Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo. istilah carok belum dikenal.Pada abad ke-12 M. rebutan tanah.Namun. seperti bahasa Sansekerta. SEJARAH CAROK MADURA Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan Harga diri (kehormatan). Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. perselingkuhan. Sampang. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat dikenal sangat bijaksana dan memperhatikan rakyat Sumenep. putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.SULTAN ABDURRACHMAN PAKUNATANINGRAT Sultan Abdurrachman Pakunataningrat bernama asli Notonegoro putra dari Raja Sumenep yaitu Panembahan Notokusumo I. dan Pamekasan. bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Jawa Timur. Senjatanya adalah celurit. Dan. dan sebagainya. PADA zaman Cakraningrat. pada masa itu mereka tidak menyadari. kalau dihasut oleh Belanda. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. yaitu pada abad ke-18 M. karena beliau pernah membantu Letnan Gubernur Jendral Raffles untuk menterjemahkan tulisan-tulisan kuno di batu kedalam bahasa Melayu. Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura. zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Joko Tole.Munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda. Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton. Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan. yang juga sesama bangsa. Disamping itu pandai membuat senjata Keris. Beliau memang meguasai berbagai bahasa. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat mendapat gelar Doktor Kesusastraan dari pemerintah Inggris. tidak mengenal budaya tersebut. . Karena provokasi Belanda itulah. oleh karena itu ia sangat disegani dan dijunjung tinggi oleh rakyat Sumenep sampai sekarang. Bahasa Kawi. Bahkan antarpenduduk sebuah desa di Bangkalan. juga ilmu pengetahuan dan Agama. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda. Lantas apa hubungannya dengan carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian.

maupun Pamekasan. berkata lembut. akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata andalannya. tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. baik itu di Bangkalan. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. kasar. tidak suka bercerai. Senjata yang digunakan selalu celurit. Artinya. Begitu pula saat melakukan aksi kejahatan. Kalimantan. celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat. bersuara keras. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan leluhurnya. sok jagoan. . daripada putih mata lebih baik putih tulang.Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum blater dengan tujuan merusak Citra Pak Sakera sebagai pemilik sah senjata tersebut.Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura. budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada. Sulawesi mengecap orang Madura suka carok. Bahwa kalau ada persoalan. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda. dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. perselingkuhan. Sampang. dan kalau membunuh orang menggunakan celurit.Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. suka cerai. Sumatra.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun secara massal. Alasannya adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya. tanpa menggunakan senjata celurit. Sedangkan bagi Belanda.Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus. tidak tahu sopan santun. Pada saat carok mereka tidak menggunakan senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura zaman dahulu.golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. masyarakat Jawa. juga menggunakan celurit. perebutan tanah. tidak suka bertengkar.Kondisi semacam itu akhirnya. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian. Irian Jaya. tahu sopan santun. lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu.

Pertanian subsisten (skala kecil untuk bertahan hidup) merupakan kegiatan ekonomi utama. Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur. para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaankerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak. Madura ditaklukkan oleh Mataram.[1] Ekonomi Secara keseluruhan. Sejak zaman kolonial Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an. tanah di Madura kurang cukup subur untuk dijadikan tempat pertanian. Jembatan . Jagung dan singkong merupakan tanaman budi daya utama dalam pertanian subsisten di Madura. tersebar di banyak lahan kecil. Ternak sapi juga merupakan bagian penting ekonomi pertanian di pulau ini dan memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga petani selain penting untuk kegiatan karapan sapi. Madura termasuk salah satu daerah miskin di provinsi Jawa Timur[2]. Di antara tahun 1500 dan 1624. dan sebagai lokasi industri dan layanan yang diperlukan dekat dengan Surabaya. pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882). kota terbesar kedua di Indonesia. Singhasari. Sekitar tahun 900-1500. dan Majapahit. Tanah di pulau ini membantu menjadikan Madura sebagai produsen penting tembakau dan cengkeh bagi industri kretek domestik. Penduduk Madura termasuk peserta program transmigrasi terbanyak. Madura juga telah menjadi penghasil dan pengekspor utama garam. mula-mula oleh VOC.Sejarah Litografi oleh Auguste van Pers yang menggambarkan seorang pangeran dari Madura dan pelayannya di masaHindia Belanda Secara politis. pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa timur seperti Kediri. Kesempatan ekonomi lain yang terbatas telah mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Tanaman budi daya yang paling komersial di Madura ialah tembakau. Faktor-faktor ini telah mengakibatkan emigrasi jangka panjang dari Madura sehingga saat ini banyak masyarakat suku Madura tidak tinggal di Madura. dan dengan demikian berperan menjadi daerah suburban bagi para penglaju ke Surabaya. Sesudah itu. kemudian oleh pemerintah Hindia-Belanda. dan Surabaya. Perikanan skala kecil juga penting dalam ekonomi subsisten di sana. Gresik. Pada tahun 1624. Madura selama berabad-abad telah menjadi subordinat daerah kekuasaan yang berpusat di Jawa. Daerah ini mudah dijangkau dariSurabaya. Bangkalan yang terletak di ujung barat Madura telah mengalami industrialisasi sejak tahun 1980-an. Tidak seperti Pulau Jawa.

Syaikhona Kholil merupakan guru para ulama NU angkatan pertama sejak Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari sampai kyai As’ad Syamsul Arifin. Ayah dari: Panembahan Tjokro di Ningrat X. Tempat dimana terdapat kandang sapi ini kelak menjadi nama Desa di daesah ini yaitu Desa Pekandangan. Ayah dari: Raden Temenggong Sosro di Ningrat Pangeran Tjokro di Ningrat III 1707-1718. http://id.Suramadu yang sudah beroperasi sejak 10Juni 2009. Kakek dari: Raden Adipati Sejo Adi Ningrat II Panembahan Adipati Tjokro di Ningrat VI 1769-1779 Panembahan Adipati Tjokro di Ningrat VII 1779-1815. Sultan Bangkalan 1862-1882.  Kiai Pragalbo . Ayah dari: . Raden Aria Wiraraaja :adalah :Pendiri kerjaan Majapahit . Anak dari Tjokro di Ningrat V dan Ayah dari:     Tjokro di Ningrat VIII. alias Dewi Saini cucu dari Pangeran Bukabu di Sumenep Jokotole Anak pertama perkawinan Adipoday dan Potrekoneng yang ditemukan sedang disusui lembu putih di kandang sapi milik Mpu Kelleng yang akhirnya menjadi ayah angkatnya. Sultan Bangkalan 1815-1847. yang melawan perintah diktator Belanda di perkebunan tebu di daerah Bangil. Ayah dari: Raden Adipati Sejo Adi Ningrat I Panembahan Tjokro di Ningrat V 1736-1769. diharapkan meningkatkan interaksi daerah Bangkalan dengan ekonomi regional.org/wiki/Aria_Wiraraja Tokoh Ulama/Kyai  KH. Saudara dari: Pangeran Mas 1621-1624 Pangeran Praseno Pangéran Tjokro di Ningrat I 1624-1647.. Anak dari Tengah and Ayah dari: Pangeran Tjokro di Ningrat II 1647-1707. Putera kedua Panembahan Blingi. Saudara dari: Panembahan Tjokro di Ningrat IX.   Trunojoyo Ke Lesap1 Tokoh Kerajaan          Pangeran Tengah 1592-1621. Sultan Bangkalan 1808-1815. seorang pandai besi dari Desa Pekandangan Kecamatan Bluto Sumenep Sakera :adalah seorang jagoan daerah.Syaikhona Kholil :arsitek utama berdirinya NU seorang ulama Madura.wikipedia. almarhum Syaikhona Kholil Bangkalan.-1531.. yang akhirnya dihukum mati oleh Kolonial belanda. Tokoh Madura Tokoh Legenda  Adi Poday. bergelar Ario Palangjiwo tokoh legendaris yang suka bertapa dan melakukan perkawinan spiritual dengan Potre Koneng dan dkaruniai dua orang anak yaitu Jokotole dan Jokowedi   Potre Koneng. Panembahan 1705.    Jokowedi Mpu Kelleng. Sultan Bangkalan 1847-1862. Saudara dari: Raden Temenggong Suro di Ningrat Pangeran Tjokro di Ningrat IV 1718-1736.

Prof.18 November 1922) Tokoh Pejabat Tinggi Negara Republik Indonesia    Mahfud. Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Muhammad Arifin.HARTONO.MD.Si. Wakil BIN Tokoh di Dunia Pendidikan dan Peneliti . Penulis buku Dialog Ketuhanan Yesus KH. SE.Madura 1.1964 dan 1965 . SH: Jaksa Agung RI Tokoh sebagai Gubernur   Moch.. Menteri Kehutanan Nur Mahmudi ( Ketua PKS ).Hartono. Tokoh NU Pahlawan dari Madura   Pangeran Trunojoyo Abdul Halim Perdana Kusuma (lahir di Sampang. Kiai Pratanu Panembahan Lemah Duwur 1531-1592. Menteri Dalam Negeri dan Gubernur DKI Jakarta :      Rachmat Saleh: Menteri Perdagangan Wardiman Joyonegoro.Dr. Bahaudin Mudhary. :Ketua Mahkamah Konstitusi Hadi Purnomo: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Herman Widyananda. Badrie Masduki.DR. KAPLRI  Arie Sadewo. Menteri Dalam Negeri Jendral Djamaludin Suryohadikusumo. Kepala Staf Polisi ( KAPOLRI ) Roesman Hadi. Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islami. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R. Menteri Kehutanan Tokoh Setingkat Menteri    Rahmat Saleh: Gubernur Bank Indonesia Majid: Ketua BPS RI Soedjono Chanafiah Atmonegoro.Ing. Jenderal AD.Noer: Gubernur Jawa Timur Soemarno Sosroatmodjo: Gubernur DKI Jakarta Tokoh di Militer      R. Ayah dari: Pangeran Tengah 1592-1621.1966.: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Tokoh Pejabat Menteri Kabibinet Republik Indonesia  Soemarno Sosroatmodjo untuk periode tahun 1960 . Saudara dari Pangeran Mas 1621-1624  KH Ahmad Tidjanie Jauhari. Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL ) Hanafie Asnan.Kepala Staf Angkatan Udara ( KSAU ) Banurusman. DR. M. Mekkah juga Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Madura    KH Alawie. Ketua MUI Jatim. Prof. Kiyai dari Sampang KH.

Rektor Universitas Brawijaya HR Soedarso Djojonegoro. Guru Besar di Institute Teknologi Nopember Surabaya : Mien Ahmad Rifai. Prof.M.Imaniar bersaudara )Seniman Madura mendapat gelar Terompet maut Adrian Pawitra.. Manuel d’histoire.link: http://www.Iksan Semaoen. Guru Besar IPB.. Pengamat ekonomi dan politikus PAN : Faisal Ismail.H.(lahir di Jember. Guru Besar IAIN Yogyakarta dan Dubes RI di Kuwait Latief Wiyata (CERIC Univ.co. Jawa Timur. Guru Besar Fisika Univesitas Gajah Mada Riswandha Imaw. Stokvis. Pembuat Kamus Bahasa Madura ke Bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia ke Bahasa Madura Agus Hadi Sudjiwo / lebih dikenal Sudiwo Tejo.. Pimpinan Redaksi Majalah Kebudayaan Horison Aktifis Sosial LSM   Roostien Ilyas Yusuf Rizal : Presiden LIRA Lain-lain (sumber: A. didaerah ini banyak orang maduranya)  Jamal D Rahman. Boekhandel & Antiquariaat B. Guru Besar Ilmu Ekonomi UGM Didik Junaidi Rachbini.    Ichlasul Amal. Pemilik Surabaya Post Iwan Jaya Azis. de généalogie et de chronologie de tous les Etats du globe. Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Mochtar Mas'ud.DR . Jember . Rektor Universitas Brawijaya (Adik Ichlasul Amal) Afnan Troena. Rektor Universitas Gajah Mada R.Antropolog Budaya Madura) Tokoh Budaya/Seniman Madura       Abdul Hadi.html     M.2003062635. Rektor Universitas Negeri Airlangga.S. Zawawi Imron ( Celurit Emas ) Sahid Kelana ( Ayah handa Band The Big Kid. 31 Agustus 1962 Keturunan Madura berdasarkan pengakuan pribadinya.M. Guru Besar & Direktur Paska Sarjana di Cornell University Syairul Alim.J. Israël. Rektor Universitas Tronojoyo Negeri Madura Nurcholish Madjid.id/ads/html/S/ads. Rektor dan Pendiri universitas PARAMADINA HM Rachimoellah. Penemu Lebih dari 100 Jenis Tumbuhan Baru)Bapak Ahli Jamur Indonesia(Peneliti utama )         Azis ayahnya Iwan Djaya Azis. 1966) . Cak Nur ( Ayahnya Bangkalan Madura). Leiden 1888-1893.pdat.WM Kadarisman Sastrodiwiryo D. Achmady.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful