Anda di halaman 1dari 6

Patch Adams

Tugas Skill Lab

Oleh: Jefri/102011161/B4

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510 Oktober 2011

A. Sinopsis Patch Adams merupakan sebuah film yang tercipta berdasarkan suatu pengalaman pribadi seorang tokoh kemanusiaan, yakni Hunter Doherty "Patch" Adams, M.D. Patch merupakan seorang sosok yang cerdas, humoris, manusiawi dan empati, serta imajinatif dan penuh rasa idealis. Dalam film berjudul Patch Adams tersebut, dikisahkan Patch merupakan seorang yang frustasi karena kehilangan seorang ayah satu-satunya yang membuatnya makin terpuruk. Patch mencoba untuk bunuh diri, namun sayangnya gagal. Akhirnya Patch dimasukkan ke dalam rumah sakit penyakit jiwa. Dalam kesehariannya di rumah sakit jiwa tersebut, Patch Adams menemukan panggilan hidupnya yang sesungguhnya. Ia merasa ia dapat memiliki suatu hubungan dengan pasien-pasien yang ada di sana dan membuat mereka memiliki komunikasi yang baik dengan dirinya sendiri. Dengan demikian ia pun dapat membantu mereka dengan masalah kejiwaan mereka. Dari pengalaman ini Patch Adams pun memutuskan untuk belajar ilmu kedokteran demi menjadi seorang dokter agar ia dapat membantu orang lebih banyak lagi. Namun hal ini bukanlah hal yang mudah baginya karena pandangannya yang menganggap bahwa obat terbaik adalah kegembiraan. Banyak orang yang menentang sifatnya yang cenderung sangat santai dan jauh dari formal. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat Patch. Patch terus berjuang dengan tetap bertolak pada apa yang dipercayainya. Banyak terdapat lika-liku drama dalam film ini. Banyak berbagai hal yang mematahkan semangat, namun Patch akhirnya dapat bangkit dan mewujudkan cita-citanya yakni mendirikan rumah sakit gratis bagi semua orang.

B. Analisa 1. Aspek Kemanusiaan Aspek kemanusiaan pertama kali ditunjukkan Patch pada saat sedang diskusi kelompok di ruangan rumah sakit jiwa, tepatnya di kamar Rudy dan Patch. Di dalam ruangan tersebut terdapat penderita katatonik. Sang dokter bahkan tidak menganggap penderita tersebut masih hidup. Namun Patch dengan nilai kemanusiaannya berusaha memecahkan kondisi yang tidak bagus untuk diskusi dan memulai candaan dengan menghargai sosok Beany. Bahkan seorang Patch memanusiakan Beany walaupun dengan candaan.

Aspek kemanusiaan yang lain adalah Patch membantu memperbaiki gelas seorang Arthur Mendellson. Aspek kemanusiaan berpikir kristis juga ditunjukkan Patch saat setelah menerima kuliah dekan tersebut. Patch berpikir kritis bagaimana bisa membuat mereka menjadi seorang dokter yang baik dan berkemanusiaan namun mereka tidak diijinkan bertemu dengan seorang pasien. Adegan selanjutnya adalah adegan Patch menyapa orang dengan cara yang aneh. Di sini Patch ingin membuktikan bahwa manusia dapat memiliki pilihan untuk tetap mempertahankan idealismenya dengan cara yang berbeda. Aspek kemanusiaan yang lainnya adalah seorang Patch Adams peka terhadap nilai dan suatu lika liku kehidupan yang dilihatnya. Pada adegan Patch yang melihat seorang ibu menangis karena ingin melihat anaknya namun suster justru menyuruhnya mengisi formulir rumah sakit. Dari situ muncul kepekaan Patch sehingga melahirkan ide untuk membuat rumah sakit gratis. Sifat kemanusiaan yang lainnya adalah sosok Patch yang memanusiakan pasien. Hal ini ditunjukkan dengan tidak menyebut pasien tersebut atas penyakitnya, ruangan, atau bahkan tempat pasien dirawat namun menyebut nama pasien itu sendiri.

2. Perilaku/Kepribadian Perilaku seorang Patch Adams adalah seorang yang ceria dan humoris serta periang. Segala sesuatu dilakukannya demi mendatangkan kegembiraan kepada setiap orang. Kepribadian Patch tersebut ditunjukkannya dalam berbagai adegan dalam film tersebut. Contohnya adalah perilaku humor yang ditunjukkan pada saat diskusi kelompok bersama teman-teman di kamar Rudy di rumah sakit jiwa, saat membangun Gesundheit di sebuah rumah kecil. Patch Adams juga memiliki kepribadian menolong yang tertuang dari sikapnya memperbaiki gelas Arthur Mendellson, membuka tempat pelayanan kesehatan masyarakat dalam skala kecil, serta mendirikat rumah sakit besar. Sikap rendah diri juga dimiliki Patch yang tidak menyombongkan nilainya kepada temannya, serta sewaktu bertemu dengan Mitch Vroman yang sedang menyombongkan diri, Patch tetap rendah hati. Sikap proaktif Patch Adams ditunjukkan saat adegan memberi salam dan sapa kepada orang dengan cara aneh. Hal ini dilakukan seorang Patch untuk membuktikan bahwa setiap kita memiliki pilihan dan cita-cita kita dapat

melampaui batas yang dapat mengubah keteguhan cita-cita kita. Selain itu, sikap Patch yang dapat diteladani lainnya adalah sikap pantang menyerah. Sikap tersebut terlihat jelas pada saat Patch mengunjungi kamar 305 dengan seorang penderita kanker pankreas di dalamnya. Walaupun Patch sudah diusir, namun Patch tetap tidak menyerah dan mencoba kedua kalinya untuk berkomunikasi dengan baik. 3. Empati Empati adalah kemampuan untuk mengerti sepenuhnya tentang kondisi atau perasaan orang lain. Kemampuan untuk empati didasari oleh adanya keinginan untuk memberi perhatian dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi klien. Kemampuan untuk bersikap empati dapat ditunjukkan baik secara verbal maupun nonverbal.1 Ketidakempatian pertama kali diperlihatkan pada adegan Patch yang sedang menceritakan pengalaman masa lalunya di rumah sakit jiwa. Dokter tersebut tidak mendengarkan cerita Patch dan sibuk mengerjakan urusannya sendiri seperti menulis dan membuat kopi. Dokter ini tidak berempati kepada Patch karena tidak mendengarkan, tidak menghargai, bahkan tidak menghormati Patch. Empati yang ditujukkan Patch pertama kali pada saat membantu Rudy pergi ke kamar mandi. Patch berempati kepada Rudy, dia mencoba memahami Rudy dan mengerti kondisi Rudy. Pada akhirnya Patch mengikuti imajinasi Rudy dan membuat Rudy dapat pergi ke kamar mandi. Ketidakempatian selanjutnya muncul pada saat Patch menyamar menjadi mahasiswa kedokteran tingkat tiga. Saat bertemu dengan seorang remaja diabetes, Patch tidak seperti mahasiswa lainnya yang menakuti pasien dan membuat pasien resah, Patch justru bertanya nama pasien tersebut dan membuat pasien tersebut mendapat perhatian sewajarnya dan nyaman. Ketidakempatian sekali lagi dimunculkan oleh salah seorang tokoh, yakni Dekan Walcott. Hal ini tertuang dalam perkataannya yang mengatakan bahwa seorang pasien tidak membutuhkan humor dan tidak membutuhkan teman. Namun hal ini dipatahkan oleh Patch. Salah satu bentuk nyata empati dari Patch adalah dengan tidak menyebut pasien berdasarkan tempat/ruangan/jenis penyakitnya, namun dengan nama pasien tersebut.

4. Komunikasi Komunikasi merupakan seni penyampaian informasi dari komunikator atau penyampai berita, untuk mengubah serta membentuk perilaku komunikan ke arah yang dikehendaki bersama. Setiap aktivitas komunikasi pasti memiliki efek. Tujuan komunikasi itu sendiri adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap) dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.2 Aspek komunikasi yang pertama adalah saat seorang dokter sedang melakukan konseling dengan Patch di rumah sakit jiwa. Dokter tersebut tidak menerapkan konsep komunikasi terapeutik. Perilaku dokter tersebut tidak menjadi pendengar yang aktif, dokter tersebut justru sibuk mengerjakan hal-hal lain sewaktu Patch sedang menceritakan kehidupannya. Komunikasi yang efektif selanjutnya ditunjukkan Patch saat memasuki kamar anak kecil yang sedang sakit. Patch menghibur mereka dengan berbagai lelucon komunikasi verbal maupun nonverbal. Pada saat adegan menembak balon, Patch menanyakan kepada seorang nenek yang sedang terbaring. Adapun Patch mendengarkan fantasi sang nenek yang bersifat kekanak-kanakan dengan senyuman dan tetap menaruh perhatian kepada sang nenek sehingga sang nenek tetap asik menceritakan fantasinya. Di sini Patch menjadi pendengar yang aktif dan berempati. 5. Etik Profesi Kedokteran Hakikat etik profesi kedokteran adalah seperangkat perilaku para dokter dan dokter gigi dalam hubungannya dengan pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat dan mitra kerja.3 Kode etik yang ditunjukkan Patch secara umum adalah dengan menyebutkan dan menjunjung sumpah Hiprokrates. Sumpah Hipokrates tersebut tertuang dalam lafal sumpah dokter dan merupakan pengamalan kode etik kedokteran pasal pertama. Berhubungan dengan kode etik, yakni bioetik, dalam film dan karakter seorang Patch Adams banyak ditemukan sisi Beneficence. Sikap tersebut tertuang dalam perilaku seorang Patch yang mengutamakan pasien dengan cara menghibur bahkan menuruti keinginan dari fantasi seorang pasien. Patch juga tidak menganggap seorang pasien hanya sebagai objek saja.

DAFTAR PUSTAKA
1. Supartini Y. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002:79. 2. Suprapto T. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo. 2009:15. 3. Hanafiah J, Amir A. Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan, Ed. 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2007:3.

Anda mungkin juga menyukai