Anda di halaman 1dari 5

umat, Oktober 24, 2008

MA Tolak Kasasi SFP Kasus Desain Industri


Bisnis Indonesia, 23 September 2008 (S. Hadysusanto)

JAKARTA: Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung MA pimpinan Paulus E Lotulung menolak permohonan kasasi PT Sumber Fortuna Paperindo atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta dalam perkara desain kotak makanan model flip n flap melawan boks makanan. Dalam putusan kasasi itu dinyatakan produsen kotak makanan tersebut bersalah dan dihukum membayar biaya perkara Rp 5 juta. Menurut majelis hakim kasasi menilai putusan Pengadilan Niaga Jakpus sudah benar menerapkan hukum dalam mengadili perseteruan desain kotak makanan yang diklaim sebagai milik PT Sumber Fortuna Paperindo SFP dan PT Converpak Indonesia CI. "Pemeriksaan pada tingkat kasasi hanya terkait dengan kesalahan penerapan dan pelanggaran hukum, serta kelalaian dalam memenuhi syarat yang ditentukan peraturan. Adapun, putusan pengadilan niaga dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum, atau undang-undang," urai Paulus dalam putusannya. Meski pemohon kasasi telah mendaftarkan desain produk kotak makanan ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, kata majelis, tapi bukan berarti hal itu membatasi hak hukum pihak lain yang telah mendaftarkan produk sejenis ke lembaga tersebut. Pada persidangan sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta memutuskan desain box makanan yang terdaftar di DepkumHAM No.ID 0010381D tanggal 6 November 2006 atas nama PT SFP tidak mempunyai kebaruan, atau bukan merupakan desain industri yang baru. Pendaftaran itu dinilai sebagai upaya iktikad tidak baik, karena hasil desain box makanan merupakan jiplakan atau peniruan dari kotak makanan model flip n flap produksi PT CI yang lebih awal terdaftar ke DepkumHAM, pada 2 Juni 2004. PT SFP menilai pertimbangan hukum putusan pengadilan niaga atas kasus itu tidak cermat dan kurang patut sehingga tak memenuhi rasa keadilan, kemudian produsen kotak makanan itu mengajukan kasasi. Pada memori kasasi itu dikatakan pertimbangan hukum pengadilan niaga yang menyebutkan kalau kotak makanan produksi PT SFP merupakan hasil jiplakan dari kotak makanan model flip n flap adalah keliru dan kurang teliti. Sebab, produk itu merupakan hasil desain dari pembuat mesin cetak tempat makanan, yakni Win Shine Machinery Co Ltd. Hanya modelnya saja yang berbeda. Sementara itu, kuasa hukum PT CI, Iman Sjahputra, mengatakan produk kotak makanan milik PT SFP bukan desain baru, melainkan merupakan jiplakan dari desain kotak makanan model flip n flap yang sudah terdaftar dan banyak dipakai di Indonesia dan Australia. "Klien kami mengajukan pembatalan pendaftaran desain industri kotak makanan, karena iktikadnya tidak baik" Diposkan oleh Kumpulan Kasus dan Berita HKI di 13:11 0 komentar Label: Kasus Desain Industri

http://tentanghki.blogspot.com/2008_10_01_archive.html

Converpak Kembali Menangkan Gugatan Pembatalan Desain Industri Majelis hakim menilai kotak makanan dengan emblem milik tergugat tidak memiliki unsur kebaruan dibandingkan kotak makanan model flip n flap milik penggugat. DNY Dibaca: 751 Tanggapan: 0

Share:

PT Converpak Indonesia memenangkan gugatan pembatalan desain industri. Foto: Sgp


Untuk ketiga kalinya PT Converpak Indonesia memenangkan gugatan pembatalan desain industri. Kali ini giliran Herdian Hendrawidjaja yang harus kehilangan desain industri miliknya yang berjudul kotak makanan dengan emblem.

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta, dalam putusannya menyatakan kotak makanan dengan emblem yang terdaftar atas nama Herdian tidak memiliki unsur kebaruan dibandingkan kotak makanan flip n flap milik Converpak.

Adanya lubang berbentuk setengah lingkaran dan wadah untuk emblem yang selama ini disebut-sebut pihak Herdian sebagai unsur kebaruan dibantah oleh majelis. Majelis beranggapan lubang-lubang berbentuk setengah lingkaran itu lebih terkesan sebagai fungsi, bukan model.

Lubang-lubang itu berfungsi untuk mengeluarkan udara agar makanan tidak cepat basi. "Penempatan lubang bukan kebaruan atau novelty sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) UU No 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri," ucap Ketua Majelis, Nirwana.

Sementara untuk wadah emblem, dinilai kurang signifikan untuk memberikan kebaruan. Karenanya, majelis beranggapan kotak makanan dengan emblem milik Herdian merupakan penjiplakan dari kotak makanan flip n flap.

Majelis mengabulkan gugatan Converpak untuk seluruhnya, dan menyatakan pendaftaran desain industri kotak makanan dengan emblem batal dengan segala akibat hukumnya.

Ditemui usai sidang, kuasa hukum Herdian, Jimmy Solihin mengaku tidak puas dengan putusan hakim. Kami menerima, tapi tidak puas, ujarnya.

Lebih lanjut, Jimmy menyatakan putusan majelis sudah bisa diprediksi sejak awal putusan dibacakan. Dia merasa, majelis meng-copy paste dari putusan pada perkara sebelumnya. Pasalnya, majelis sempat salah sebut Sukirman Pardi sebagai tergugat. Padalah, tergugat dalam perkara ini adalah Herdian. Sukirman Pardi sendiri adalah pengusaha yang juga pernah didudukkan Converpak sebagai tergugat dalam perkara lainnya.

Terkait pokok perkara, Jimmy tetap yakin lubang-lubang, dan emblem merupakan unsur kebaruan. Lubang-lubang yang ada pada kotak makanan dengan emblem, seharusnya dilihat sebagai desain, bukan sekedar fungsi.

Jimmy juga menyayangkan majelis sama sekali tidak mempertimbangkan adanya emblem. "Sekecil apapun (perbedaan-red) itu merupakan kreasi dan harus dihargai," tukasnya. Jimmy menyatakan akan mengajukan kasasi terhadap putusan hakim.

Sementara itu, kuasa hukum Converpak, Herry Herjandono menyambut baik putusan majelis. Sebagai pihak yang dimenangkan, dia menganggap putusan majelis wajar, dan berterima kasih atas putusan tersebut.

Sebelumnya, Converpak mengajukan gugatan pembatalan desain industri terhadap Herdian karena dianggap meniru kotak makanan model Flip n Flap milik Converpak. Converpak

merasa kotak emblem itu memiliki bentuk dan konfigurasi yang sama dengan desain industri Kotak Flip n Flap.

Dapat dilihat dengan jelas bahwa desain industri Kotak Makanan dengan Emblem atas nama tergugat tidak memilik unsur kebaruan (novelty) dan hanya merupakan pengulangan/penjiplakan dari desain industri Kotak Makanan Model Flip n Flap, tulis penggugat dalam gugatannya.

Berdasarkan catatan hukumonline, Converpak telah dua kali menang dalam gugatan pembatalan desain industri terkait Kotak Flip n Flap miliknya. Pertama PT Sumber Fortuna Paperindo yang dikalahkan hingga tahap kasasi. Kedua adalah desain industri kotak makanan milik Sukirman Pardi yang telah kalah di Pengadilan Niaga Jakarta.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c7c65c633a41/converpak-lolos-lagi-darigugatan-pembatalan-desain-industri-