Anda di halaman 1dari 4

INFLAMASI (SALTER BAB 10) 4 grup: 1. Spesifik: a. Pyogenic osteomielitis b. Granulomatous tuberculous osteomielitis 2.

. Inflamasi karena penyakit rhematik rhematic arthritis 3. Sekunder dari bahan kimia gout 4. Repeated physical injury / chronic repetitive strain injury bursitis ACUTE HEMATOGENOUS OSTEOMYELITIS Patogenesis Untreated osteomyelitis 1. swelling peningkatan tekanan interosseus severe & constant pain 2. pus peningkatan local pressure gangguan local circulation vascular trombosis necrosis of bone penyebaran: 1. osteolisis lokal hematogen septisemia 2. direct extension subperiosteal abscess gangguan blood supply ke cortex memperluas nekrosis 3. medula ganggu sirkulasi internal dead bone (sequestrum) ; pembentukan tulang baru yang luas dari deep layer elevated periosteum produces an enveloping bony tube (involucrum) Perjalanannya dapat menyebabkan: 1. selulitis 2. abses soft tissue 3. septic arthritis 4. sterile synovial effusion 5. gangguan pertumbuhan 6. metastatic foci tulang, paru, otak 7. osteomielitis kronis

Osteomielitis akut: 1. Banyak pada tulang yg masih bertumbuh krn vaskularisasi & alirannya yg unik. 2. Banyak di tulang panjang Ax:
1. nyeri akut yg berat & constant di ujung tulang panjang + nyeri tekan lokal

2. 3. 4. 5. PF:

manifestasi sistemik : lemes, nafsu makan menurun, demam, tampak sakit anak2 tidak mau menggunakan kaki r/ local injury r/ sakit kulit / upper respiratory tract

Status lokalis: Inspeksi: swelling Palpasi: NT Pada osteomielitis akut, dx ditegakkan dengan klinis BUKAN radiologis krn pada awal tidak tampak gambaran radiologis Penunjang: DL leukositosis

LED meningkat Diff count shift to the right Kultur dan tes sensitivitas Planning terapi: 1. bed rest & analgesic utk anak 2. suportif : IV fluid 3. local rest utk ekstremitas removable splint/ traction (mengurangi nyeri, menahan penyebaran infeksi, cegah kontraktur soft tissue) 4. parenteral antibiotik selama 2 minggu dilanjutkan oral antibiotik (atau pemberian oral sejak awal) 5. 24 jam tidak membaik surgical decompression 6. Tx AB dilanjutkan 3-4 minggu sampai LED mencapai batas normal. Prognosis
1. 2. 3. 4.

Interval onset-tx < 3 hari Sensitivitas ~ kuman Dosis adekuat Waktu pemberian 3-4 minggu trauma lokal di tulang trauma lokal di jaringan lunak selulitis rheumatic fever

DD: 1. 2. 3. 4.

komplikasi: 1. early: a. b. c. 2. late: a. b. c. d.

mati ec sepsis abses septic arthritis (hip >>>) osteomielitis kronis fraktur patologis kontraktur sendi gangguan pertumbuhan lokal

CHRONIC HEMATOGENOUS OSTEOMYELITIS PG: Infected sequestred bone pus + revascularisasi sequestrum - bakteri terus bertumbuh Cara pengeluaran sequestrum: 1. cloaca (lubang dari involucrum) 2. sinus track (hubungan dg exterior)

3. sequestrectomi (surgical) area dari persistent infection yg walling off diselubungi jaringan fibrous disebut chronic abscess (Brodies abscess) Klinis: Ax: Nyeri residual di tulang panjang Nyeri tekan Fungsiolesa: limb Sinus drainase r/ septicemia r/ trauma lama penunjang: Ro : sequestrum Tx: AB lokal & sistemik Komplikasi: 1. fraktur patologis 2. kontraktur sendi 3. amyloid disease 4. epidermoid carcinoma GRANULOMATOUS Etiologi:
1. bakteri M. Tb 2. jamur Actinomycosis

SPONDYLITIS TB = POTTs DISEASE Paling sering di lower thoracic atau upper lumbal PG: Tuberculous granuloma di korpus anterior vertebra abses paravertebral ligamen longitudinal anterior & posterior anterior collapse kyphotic (posterior angulation) Tx: antiTB perbaikan gizi lokal