Anda di halaman 1dari 61

2010

Sariawan Berulang di Rongga Mulut

Hanya untuk berbagi. Diambil dari beberapa sumber, bukan untuk dijadikan bahan referensi mutlak. Semoga bermanfaat.

Modul Pencernaan LBM 1

2010

Sariawan Berulang di Rongga Mulut Anak, 3 th, tidak mau makan dan minum sejak 3 hari yyl, disertai panas subfebris, rewel, badan lemah. RPD: batuk pilek (2 minggu yyl), terapi antibiotik 7 hari. Riwayat makan dan minum: tidak suka makan sayur dan buah2an. Anak masih minum susu botol dan ibu tidak rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut. Pemeriksaan: kesan gizi baik, bibir kering dan bau mulut, terdapat karies gigi 3.5, lesi2 ulserasi berbentuk bulat, dangkal, diameter antara 2 mm dengan tepi eritematous dimukosa bucal dan lidah. Dokter memberikan pengobatan antijamur dan vitamin. STEP 1 1. Ulserasi Hilangnya seluruh tebal mukosa dan sering defek terjadi dalam lagi menembus lapisan m. propria. 2. Mucosa bucal Lapisan mukosa yang berdekatan dengan pipi sebelah dalam 3. Karies Penyakit dari jaringan kapur (kalsium) gigi ditandai dengan kerusakan jaringan gigi, yang dimulai pada permukaan gigi dalam area predileksinya (pit, fisure dan menyerang ke arah pulpa) 4. Halitosis Bau mulut Pembagian gigi: I, C, P, M. 1: 2: 3: 4: kanan atas kiri atas kiri bawah kanan bawah

Karies pada gigi 3.5: terjadi karies dentis, yang terkena pada gigi rahang bawah sebelah kiri no. 5.
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

STEP 2 1. Mengapa pasien tidak mau makan dan minum? Ketika gigi berlubang, makanan dan minuman sebagai rangsangan ke saraf nyeri tidak mau makan dan minum. 2. Apa hubungannya panas subfebris, rewel dan badan lemah pada kasus ini? 3. Mengapa bisa terjadi karies dan adakah hubungan karies dengan gejala yang diderita? 4. Apa hubungannya tidak suka makan sayur dan buah-buahan dengan gejalanya? 5. Apakah hubungannya gejala dengan kebiasaan ibu yang tidak rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut anak? 6. Mengapa didapatkan bibir kering dan bau mulut (halitosis)? 7. Mengapa didapatkan lesi-lesi ulserasi berbentuk bulat, dangkal dengan tepi eritematous di mukosa bucal dan lidah? 8. Mengapa dokter memberikan obat antijamur dan vitamin? 9. Apa DD nya? a. Etiolgi? b. Pathogenesis c. Manifestasi klinis d. Faktor risiko e. Pencegahan f. Pentalaksanaan 10.

STEP 3 1. Mengapa pasien tidak mau makan dan minum? Ketika gigi berlubang, makanan dan minuman sebagai rangsangan ke saraf nyeri tidak mau makan dan minum. 2. Apa hubungannya panas subfebris, rewel dan badan lemah pada kasus ini? Panas subfebris: tidak rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut bakteri masuk terjadi perubahan mokuler di rongga mulut terjadi peradangan. Rewel: karena badannya panas
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Badan lemah: karena imunitas tubuhnya bekerja, asupan gizi berkurang metabolisme untuk pembakaran karbohidrat berkurang. 3. Mengapa bisa terjadi karies dan adakah hubungan karies dengan gejala yang diderita? Bisa karena radang, kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Factor yang mempengaruhi: struktur gigi, bakteri (mikroorganisme). Jenis: a. Karien rampant: bisa terjadi pada mulut yang bersih. Cepat: dalam 1 tahun 10 gigi tanggal. Tiba-tiba: yang terkena pada pulpa. b. Karies botol: bisa karena botol minum susu kurang steril, atau saat menyusui posisi tubuh bayi kurang tepat meningkatkan keasamaan . sisa makanan tetap berada di dalam mulut bakteri masuk koloni plaq bakteri memproduksi asam menghancurkan email gigi gigi berlubang menembus ke pulpa gigi. Pulpa berisi saraf dan limfe gigi menjadi sakit. Teori asidogenik: kerusakan gigi melalui proses kemoparasiter, Tahap awal: Yang menyebabkan karies: karbohidrat (apakah cuma KH?), mikroorganisme, asam dan plaq gigi. Lactobacillus a mengubah karbohidrat menjadi asam asam laktat fermentasi dalam 1-2 jam terjadi demineralisasi bahan2 anorganik dan destruksi bahan organic hingga timbul karies gigi. 4. Apa hubungannya tidak suka makan sayur dan buah-buahan dengan gejalanya? Sayur dan Buah-buahan: mengandung vitamin2: Vitamin A: proliferasi sel Vitamin C: antioksidan Vitamin D: pertumbuhan gigi nya mempengaruhi struktur giginya. Mineral untuk gigi??

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

5. Mengapa didapatkan bibir kering dan bau mulut (halitosis)? Halitosis karena gigi dan mulut tidak bersih adanya aktivitas bakteri yang membuat gigi karies, bisa juga karena kekurangan vitamin C. Bibir kering mungkin karena dehidrasi , mungkin juga karena pernapasannya melalui mulut. Karena panas tubuh pasien (subfebris) penguapan. Ciri-ciri dehidrasi: kekurangan cairan tubuh, haus (dehidrasi ringan). Klasifikasi dehidrasi??? Dehidrasi berat: dengan tes cubit perut, kalau tidak balik. 6. Mengapa didapatkan lesi-lesi ulserasi berbentuk bulat, dangkal dengan tepi eritematous di mukosa bucal dan lidah? Mukosa = lapisan tipis, superficial. Jika terjadi infeksi, maka lapisan itu terkelupas peradangan lapisan mukosa ulkus. mukosa bucal dan lidah: merupakan predileksi. 7. Mengapa dokter memberikan obat antijamur dan vitamin? Obat antijamur: ?? Vitamin: untuk mengatasi defisiensi vitamin2. 8. Apa Diagnosa nya? STOMATITIS a. Definisi? - Peradangan pada kekuningan.

mukosa

mulut

berupa

bercak

putih

b. Etiologi? - Bakteri - Jamur - Defisiensi vitamin - Trauma - Factor hormonal: pada sebagian kecil wanita - Stress c. Pathogenesis

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010
Mukosa = lapisan tipis, superficial. Jika terjadi infeksi, maka lapisan itu terkelupas peradangan lapisan mukosa ulkus.

d. Manifestasi klinis - Demam subfebris - Malaise - Tanda2 Inflamasi e. Faktor risiko - Defisiensi vitamin C - Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut f. Pencegahan - Sikat gigi - Mengkonsumsi sayur dan buah-buahan g. Pentalaksanaan Caries Dentis 3.5 a. Definisi Penyakit dari jaringan kapur (kalsium) gigi ditandai dengan kerusakan jaringan gigi, yang dimulai pada permukaan gigi dalam area predileksinya (pit, fisure dan menyerang ke arah pulpa) b. Etiologi? - Bakteri - Jamur - Defisiensi vitamin - Trauma c. Pathogenesis sisa makanan tetap berada di dalam mulut bakteri masuk koloni plaq bakteri memproduksi asam menghancurkan email gigi gigi berlubang menembus ke pulpa gigi. Pulpa berisi saraf dan limfe gigi menjadi sakit. Karies pada gigi 3.5: terjadi karies dentis, yang terkena pada gigi rahang bawah sebelah kiri, premolar 2.
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

d. Manifestasi klinis - Gigi berlubang - Bau mulut - nyeri e. Faktor risiko - Defisiensi vitamin C - Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut f. Pencegahan - Sikat gigi - Mengkonsumsi sayur dan buah-buahan g. Pentalaksanaan Ginggivitis a. Definisi? Peradangan pada gusi disertai rasa nyeri, pembengkakan, perubahan bentuk ukuran yang dapat disertai ulserasi. b. Etiologi? - Bakteri - Jamur - Defisiensi vitamin - Trauma c. d. e. f. g. Pathogenesis Manifestasi klinis Faktor risiko Pencegahan Pentalaksanaan

STEP 4
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
Maping
Defisiensi vitamin dan tidak menjaga kesehatan mulut dan gigi

2010

Plaq gigi

Peradangan

Stomatitis

Caries Dentis

Ginggivitis

Sariawan

Gigi berlubang Menembus pulpa Gusi berdarah/radang

nyeri

STEP 5 LI STEP 6 Independet Learning

STEP 7 ANATOMI MULUT . Cavum oris Merupakan bagian pertama dari traktus digestivus, namun juga berguna untuk jalan udara pernafasan, dan untuk berbicara. Batas-batas :
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 8

Modul Pencernaan
Lateral : Pipi Depan : Bibir Atas : Palatum Bawah : lidah, mukosa dasar mulut Cavum oris dapat dibagi menjadi 2 :

2010

Cavum oris propium :bagian mulut yang terletak di sebelah dalam arcus dentalis dan ginggiva, ke dorsal sampai arcus palatoglossus. Atapnya dibentuk oleh : Palatum durum Palatum molle bagian depan Bibir merupakan suatu lipatan, disebelah luar terdiri atas kulit sedangkan sebelah dalam terdiri atas mukosa, diantaranya terdapat n.Orbicularis oris, vasa labialis,serabut-serabut syaraf jaringan alveolar ,lemak dan gl.labialis Lidah merupakan suatu organ yang mobil, menonjol keatas dari dasar mulut, dan bagian dorsalnya merupakan dinding depan oropharing. Berfungsi untuk mendorong makanan masuk ke orofaring. Saliva merupakan cairan yang jernih, dihasilkan oleh berbagai kelenjar didalam mulut.Berfungsi untuk membasahi lidah dan dinding mulut, sehingga mempermudah gerakan lidah dan menelan makanan. Kelenjar-kelenjar yang menghasilkannya: o Glandula oris : gl. Labialis,gl. Buccales,gl.palatinae,gl. lingualis o Glandula salivarii : gl.parotis, gl.submandibula,gl.sublingua Palatum merupakan atap dari rongga mulut dan memisahkan rongga ini dari cavum nasi dan nasofaring. Vestibulum oris : suatu interval antara bibir , pipi disatu pihak ( luar) dan arcus dentalis superior dan inferior, ginggiva rahang atas dan bawah ,pada pihak lainnya ( dalam ) yang berbentuk tapal kuda Cavum oris dibentuk oleh : Ost. Mandibularis dan Ost. Maxillaris

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Situs Colli, bagian anatomi FK UNDIP GIGI

10

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Gigi terdiri dari : 1) Mahkota gigi = a. Mahkota anatomi bagian gigi yang dilapisi enamel / email b. Mahkota klinik bagian gigi yang terlihat dalam rongga mulut 2) Akar gigi = radix dentis =root (2/3 dari keseluruhan gigi) Dari potongan melintang, gigi terdiri dari : 1) Enamel jaringan keras gigi yang merupakan lapisan luar dari mahkota. Paling tebal berada di permukaan kunyah aus. 2) Dentin jaringan keras gigi dibawah enamel / semen, merupakan lapisan paling tebal 3) Pulpa : Ruang pulpa yang terdapat pada mahkota gigi Saluran pulpa adalah bagian pulpa yang terdapat pada akar gigi Dalam pulpa terdapat : Pembuluh darah Serabut saraf
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 11

Modul Pencernaan

2010

Sel odontoblast a. Kelenjar ludah ; a) Mayor: kelompok ini meliputi kelenjar sublingualis (duktus sublingualis), submandibularis (sebagian di atas dan sebagian di bawah bagian posterior separuh dasar mandibula), dan parotis (di bawah arkus zigomatikum, dibawah dan di depan liang telinga luar). b) Minor: kelompok ini meliputi kelenjar labial (bagian dalam bibir), bukal (permukaan pipi), molar (bagian ekstenal otot buksinator), palatin (palatum mole dan pars posteromedial palatum durum) dan lingual (permukaan lidah) serta kelenjar lingual anterior (dekat apeks lidah). (Dorland, W.A. Newman. Jakarta.EGC.2002) Kamus kedokteran Dorland. Ed 29.

FISIOLOGI MULUT Dibagi menjadi mekanisme mengunyah dan menelan Mengunyah adanya bolus didalam rongga mulut pd awalnya menimbulkan penghambatan reflek gerakan mengunyah pada otot,yg mnyebabkan rahang bawah turun kebawah penurunan ini menimbulkan reflek regang pada otot2 rahang bawah yang menimbulkan kontraksi rebound(respon berlawanan pd penghentian suatu rangsangan) keadaan ini scr otomatis mengangkat rahang bwh yang menimbulkan pengatupan gigi,tetapi juga menekan bolus melawan dinding mulut,yg menghambat otot rahang bwh sekali lagi,menyebabkan rahang bwh turun dan kembali rebound pd saat yg lain,dan ini berulang2 terus
12

Liur yang diskresikan oleh kelenjar liur, terdiri atas sekitar 99,5% air. Liur mengandung suatu glikoprotein, musin, yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

dan menelan makanan. Menambah air pada makanan kering akan memberi media pada tempat melarutnya molekul makanan dan tempat hidrolase dapat memulai pencernaan. Gerakan mengunyah (mastikasi) berfungsi memecah makanan sehingga terjadi peningkatan kelarutan dan peluasan daerah perluasan bagi kerja enzim. Liur juga merupakan sarana untuk mengekskresikan obat-obat tertentu (misal: etanol serta morfin), ion-ion organik seperti k+, ca2+, hco3-, tiosianat (scn), iodium, dan imunoglobin (iga). -amylase liur mampu membuat saripati dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosidat (1-4). (BIOKIMIA HARPER) Enzim pencernaan dibagi menjadi karbohidrat, protein, dan lemak. enzim yang bekerja pada

Enzim yang bekerja pada karbohidrat, dihasilkan oleh kelenjar ludah, pankreas, dan usus kecil. Enzim ini ada yang memecah karbohidrat kompleks seperti amilase ludah dan amilase pankreas. Ada pula yang bekerja pada karbohidrat yang lebih sederhana (misalnya oligosakarida) yang disebut sebagai oligosakaridase seperti maltose dan laktose. Hasil akhir pemecahan karbohidrat adalah glukosa. Dan glukosa ini yang diserap oleh usus dan bertanggung jawab sebagai penyedia energi bagi tubuh. Enzim pemecah protein disebut dengan protease, mulai dikeluarkan di dalam lambung, sebagian besar dihasilkan oleh pankreas dan usus halus. Enzim-enzim pemecah protein dikeluarkan dalam bentuk tidak aktif dan diaktifkan dalam lambung dan usus. Protease bekerja secara aktif dalam suasana yang sangat asam (PH 1-2), dan proses pencernaan protein sebagian besar terjadi pada lambung. Bila terdapat gangguan pada pengeluaran asam lambung, maka terjadi pula gangguan pencernaan protein. Hal ini dapat terjadi pada orang yang mengunakan obat penetral asam lambung yang

13

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
berlebihan.

2010

Enzim yang bertanggung jawab dalam pemecahan lemak adalah lipase, dihasilkan terutama oleh pankreas. Kelenjar ludah di lidah dan lambung juga mengeluarkan lipase. Lipase lambung tidak terlalu penting. Jika terdapat kekurangan enzim pankreas, baru enzim tersebut memegang peranan dalam mencerna lemak. Lipase lidah yang masih aktif bekerja di lambung dapat memecah sekitar 30% lemak yang dikonsumsi. Sebagian besar lemak memulai proses pemecahannya di bagian usus halus yang disebut duodenum. Tidak seperti kerja protease yang didukung oleh suasana asam, kerja lipase pankreas malah dihambat oleh keadaan yang asam. Produk akhir dari lemak adalah asam lemak dan gliserol yang sudah memiliki molekul yang lebih kecil, sehingga dapat diserap oleh usus. (http://72.14.203.104/search?q=cache:sYB9NC0m02sJ:cybermed. cbn.net.id/detilhit.asp%3Fkategori%3DHealth%26newsno%3D1099 +enzim+pencernaan+karbohidrat&hl=id&gl=id&ct=clnk&cd=4)

Menelan, dibagi menjadi 3tahap : - tahap volunter - tahap faringeal - tahap esofageal Tahap volunter : apabila makanan sudah siap utk ditelan maka scra sadar makanan akan ditekan / digulung kearah posterior ke dalam faring oleh tekanan lidah ke atas dan ke belakang terhadap palatum dan berlangsung scara otomatis. Tahap faringeal : sewaktu bolus memasuki bagian posterior mlut dan faring,bolus merangsang daerah reseptor menelan dislrh pintu faring.khususnya pada tiang2 tonsil,dan impuls2 dari sini berjalan kebatang otak untuk mencetuskan serangkaian konstraksi otot faringeal scr otomatis sbb: a. Palatum molle tertarik ke atas untuk menutupi nares posterior,untuk mencegah refluk makanan ke rongga hidung

14

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010
b. Lipatan palatopharyngeal pada kedua sisi pharynx tertarik kearah medial untuk saling mendekat satu sama lain.sehingga makanan yg telah cukup dikunyah dapat lewat dengan mudah semntara menghalangi lewatnya benda yg besar. c. Pita suara laring bertautan secara erat, dan laring ditarik keatas dan anterior oleh otot2 leher. Dan ligamentum yg mencegah mencegah pergerakan epiglotis keatas.kedua efek ini mencegah masuknya makanan ke dalm trakea d. Gerakan laring keatas juga menarik dan melebarkan pembukaan esofagus.pada saat yang bersamaan sfingter faringesofageal berelaksasi,shg makanan dapat bergerak dg mudah dan bebas dari faring posterior ke dalam esofagus bagian atas. e. Pada saat yg bersamaan dg terangkatnya laring dan relaksasi sfingter faringoesofageal, seluruh otot dinding faring berkontraksi yg mendorong makanan kedalam oesofagus Tahap Esofageal,terdapat 2 gerakan peristaltik a. Peristaltik primer : mrpkan klnjutan dari gelombang peristaltik yg dimulai difaring dan mnyebar ke oesofagus slm thp faringeal dr penelanan. b. Peristaltik sekunder : jika peristaltik primer gagal mendorong semua makanan yang masuk kedalam esofagus maka terjadi gel.peristaltik sekunder yg dihasilkan dari peregangan esofagus oleh makanan yg tertahan,dan terus berlanjut sampai semua makanan dikosongkan ke dlm lambung. Fisiologi kedokteran, guyton
15

HISTOLOGI MULUT a. Bibir


Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Di bagi 3 bagian : Pars cutanea ( bagian luar dari penampang bibir ) : jaringan epitel squamous kompleks berkeratin. Pars mukosa ( bagian dalam dari penampang bibir ) : jaringan epitel squamous kompleks non keratin. Pars intermedia ( bagian atas dari penampang bibir ) : jaringan epitel squamous kompleks non keratin. b. Lidah Dibagi 3 bagian ( secara makroskopis ) : Apex lingua. Corpus lingua : ada 2 yaitu bagian dorsal ( permukaan atas ) dan ventral ( permukaan bawah ) Radix lingua Secara mikroskopis : Papila epitel Papila epitel filiformis ( benang ) : jaringan squamous kompleks keratin. fungiformis ( jamur ) : jaringan squamous kompleks non keratin.
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 16

Modul Pencernaan

2010

Papila foliata ( daun ) : jaringan epitel squamous kompleks non keratin. Papila circum valata ( jamur besar ) : jaringan epitel squamous kompleks non keratin. ( buku petunjuk praktikum histologi ) Rongga mulut dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapis tanduk. Sel-sel permukaannya mempunyai inti, dengan sedikit granul keratin di dalamnya. Pada bagian bibir dapat diamati peralihan antara epitel tanpa lapisan tanduk menjadi epitel berlapis tamduk. Lamina propria berpapil, serupa pada dermis kulit, dam menyatu dengan submukosa yang mengandung kelenjar liur kecil secara difus. Atap rongga mulut terdiri atas palatum durum dan palatum mole, yang dilapisi oleh epitel berlapis gepeng sejenis. Pada palatum durum, membran mukosa melekat pada jaringan tulang. Bagian pusat palatum mole adalaj otot rangka dengan banyak kelenjar mukosa dalam submukosanya. Uvula platina adalah sebuah tonjolan berbentuk kerucut kecil yang menjulur ke bawah dari bagian tengah batas bawah palatum mole. Bagian pusatnya adalah otot dan jaringan ikat areolar yang ditutupi oleh mukosa mulut biasa. Sumber: Junquiera, C.L. Histologi Dasar.Jakarta : EGC.1997 Mulutenzim glukosa) ptialin (maengubah amilum menjadi mjd maltosa dan

Lambungasam lambung(HCl)pepsinogen mikroorganisme

pepsin,

membunuh

Pepsinprotein menjadi molekul yang lebih kecil Reninkaseinogen mjd kasein,kasein digumpalkan ion Ca sehingga mudah dicerna oleh pepsin(mencerna susu) Intetinum tenue Empedumengemulsikan lemak
17

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Protease memecahkan peptida menjadi asam amino yang diserap melalui kapiler-kapiler ke dalam aliran darah Laktase,maltase,sukrase memecah disakarida mjd monosakarida Lipaselemak mjd asam lemaksederhana dan gliserol Pankreas : Lipaselemak mjd asam lemaksederhana dan gliserol Enzim-enzim proteolitikterdiri atas tripsinogen,kimotripsinogen,prokarboksipeptidase,proelastase.Enz im2 ini disekresikan dalam bentuk inaktif dan diaktivasi dalm usus oleh enzim enterokinase. Amilasememisah kompleks hidratarang disakarida,maltosa sederhana. karbohidrat menjadi

Enzim asam nukleat yang memecahkan DNA dan RNA dari sel nuklei dalam makanan mjd ribosa, purin, pirimidin. Tripsinmengubah protein menjadi peptida dan asam amino Anatomi fisiologi Hati menyimpan glukosa dalm bentuk glikogen dan mengubahnya mnjadi glukosa bila diperlukan mengurai protein(membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen) mensintesis lemak dari karbohidrat dan protein (penyimpanan dan pemakian lemak) mensintesis unsur2 pokok membran sel) mensintesis protein plasma,faktor2 pembekuan darah,mensintesis bilirubin Pencernaan karbohidrat, protein dan lemak:

1. enzim saluran cerna


sumber Enzim aktivator substrat Fungsi/produk katalitik

18

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
Kelejar saliva -amilase saliva ClZat tepung

2010
Hidrolisis ikatan 1:4;menghasil kan dekstrin limit,maltotri osa,dan maltosa Asam lemak dan 1,2 diasigliserol Memecah ikatan peptida yang berdekatan dengan asam amini aromatik Asam lemak dan gliserol Memecah ikatan peptida di sisi karboksil asam amino basa (arginin atau lisin) Memecah ikatan peptida di sisi karboksil asam amino aromatik Memecah ikatan di sisi dengan karboksil asam amino alifatik Memecah asam amino terminal karboksil yang mempunyai rantai samping aromatik atau alifatik yang bercabang Memecah asam amino terminal karboksil yang mempunyai rantai samping basa Monogliserida

Kelenjar lingualis lambung

Lipase lingual

trigliserida

Pepsin(pepsinogen)

HCl

Protein dan polipeptida

Lipase lambung Eksokrin pankreas Tripsin (tripsinogen) enteropepti dase

trigliserida Protein dan polipeptida

Kimotripsin(kimotri psinogen)

tripsin

Protein dan polipeptida

Elastase(proelastas e)

tripsin

Elastin,bebera pa protein lain Protein dan polipetida

Karboksipeptidase A(prokarboksipeptid ase A)

tripsin

Karboksipeptidase B(prokarboksipeptid ase B)

tripsin

Protein dan polipeptida

19

Lipase pankreas

trigliserida

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010
Ester kolesteril hidrolase -amilase pankreas ClEster kolesteril Zat tepung dan asam lemak kolestrol Sama seperti -amilase saliva nukleotida nukleotida Asam lemak, lisofosfolipid tripsin Memecah asam amino terminal dari peptida Memecah terminal karboksil asam amino dari peptida Memecah antara gugus residundi bagian tengah peptida Dua asam amino Glukosa

Mukosa usus halus

Ribonuklease Deoksiribonuklease Fofolipase A2(profosfolipase A2) Enteropeptidase Aminopeptidase

tripsin

RNA DNA fosfolipid

tripsinogen polipeptida

Karboksipeptidase

polipeptida

Endopeptidase

polipeptida

Dipeptidase Maltase

Laktase Sukrase1

dipeptida Maltosa,maltot riosa,dekstrin laktosa Sukrosa,juga maltotriosa dan maltosa dekstrin,malto sa,maltotriosa trehalosa Asam nukleat

Galaktosa glukosa Fruktosa glukosa Glukosa

dan dan

-dekstrinase1

Trehalase Nuklease dan enzimenzim terkait Sitoplasma sel mukosa Berbagai peptidase

Glukosa Pentosa,purin dan basa pirimidin Asam amino

di-,tri-,dan tetrapeptida

Sumber : Ganong, W.F. Buku ajar fisiologi kedokteran.Jakarta : EGC.2002

20

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Liur yang diskresikan oleh kelenjar liur, terdiri atas sekitar 99,5% air. Liur mengandung suatu glikoprotein, musin, yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Menambah air pada makanan kering akan memberi media pada tempat melarutnya molekul makanan dan tempat hidrolase dapat memulai pencernaan. Gerakan mengunyah (mastikasi) berfungsi memecah makanan sehingga terjadi peningkatan kelarutan dan peluasan daerah perluasan bagi kerja enzim. Liur juga merupakan sarana untuk mengekskresikan obat-obat tertentu (misal: etanol serta morfin), ion-ion organik seperti k+, ca2+, hco3-, tiosianat (scn), iodium, dan imunoglobin (iga). -amylase liur mampu membuat saripati dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosidat (1-4). (BIOKIMIA HARPER)

1. Mengapa pasien tidak mau makan dan minum? 2. nafsu makan turun dan BB turun

21

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Sesak napas kekurangan oksigen, tubuh melakukan adaptasi dengan menginduksi faktor molekuler penting, yakni Hypoxia Inducible Factor-1a (HIF-a). Molekul ini ikut berpengaruh pada gen lapar, yakni leptin. Sehingga nafsu makan berkurang. Cytogenetic Location: 7q31.3 Molecular Location on chromosome 7: base pairs 127,881,330 to 127,897,681
22

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

The LEP gene is located on the long (q) arm of chromosome 7 at position 31.3.

DR. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FKUI)/RSCM Jakarta.

dari Departemen Ilmu Universitas Indonesia

Gangguan proses makan tidak mau makan atau menolak makan merupakan gangguan konsumsi makan atau minum dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis, mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap di pencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Jadi gangguan dalam proses makan itu sendiri adalah gejala atau tanda adanya penyimpangan, kelainan dan penyakit yang sedang terjadi pada tubuh seseorang. Sedangkan pengaruh psikologis berhubungan dengan perilaku makan yang kadang ditentukan oleh kondisi lingkungan, social dan mental yang dapat dikendalikan secara sadar misalnya kebiasaan makan dalam sehari, makan karena kelezatan makanan yang disajikan dengan meningkatkan selera, kondisi stress, cemas dan depresi yang dengan mudah mengubah pola makan. Sebenarnya nafsu makan itu berhubungan dengan sinyal syaraf yang mempengaruhi Hormon dan enzim ketika lambung kosong atau terisi. Nafsu Makan juga dapat terjadi pada tingkat sensor selera pada lidah termasuk lambung dan adanya sinyal lapar dari otak. Proses dimulai ketika syaraf pada lambung dan usus dimana otak menerima informasi isi pencernaan dari lambung dan usus dan metabolisme zat-zat makanan dari hati, termasuk adanya peningkatan kosentrasi glukosa setelah makan menyebabkan adanya
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

23

Modul Pencernaan

2010

rangsangan dari sekitar lambung dan usus ke beberapa jaringan syaraf, informasi rangsang ini kemudian diteruskan ke hipothalamus yang berada di otak Ada dua daerah sinyal syaraf di hipothamus (otak) yang berperan dalam nafsu makan (respon makan) yaitu daerah yang disebut dengan pusat kenyang (satiety sistem) dan daerah yang disebut dengan pusat lapar atau pusat makan (feeding sistem). Beberapa ahli kedokteran dan kesehatan tentang nafsu makan menjelaskan, ada beberapa input sinyal yang berperan dalam pengaturan dua daerah nafsu makan (respon makan) tersebut dan akan menghasilkan perilaku makan yang sesuai kebutuhan tubuh Input-input sinyal tersebut diantaranta Kader Leptin, Ghrelin, Distensi Gastrointesyinal, Sekresi Colecistokinin dan tingkat pemakain glukosa dan sekresin insulin. Masing-masing dapat dijelas sebagai berikut : Kadar Leptin Leptin adalah hormone yang dihasilkan oleh sel di jaringan adiposa (jaringan lemak). Kadar leptin meningkat sebanding dengan banyaknya simpanan lemak trigeliserida di jaringan lemak. Semakin banyak cadangan lemak semakin banyak leptin yang disekresi, keberadaan leptin ini akan menyebabkan penekanan keinginan untuk makan. Semakin banyak kadar leptin maka keinginan makan semakin berkurang, sebaliknya semakin sedikit kadar leptin maka keinginan makan semakin besar. Fungsi utama hormon ini adalah kontrol makan terutama menyangkut gangguan makan terutama kegemukan. Kadar Ghrelin Ghrelin merupakan stimulant nafsu makan, terbanyak di produksi di lambung, ghrelin mampu menyebabkan peningkatan asupan makanan dan mengurangi pemakaian cadangan lemak. Grelin berfungsi juga sebagai stimulan sekresi hormon pertumbuhan (Growth Hormone), pemasukan makanan dan penambahan berat badan. Sekresi ghrelin meningkat pada kondisi keseimbangan energy negative misalnya kelaparan, anoreksia nervosa dan lain-lain. Dan sebaliknya kadar Ghrelin menurun pada kondisi keseimbangan energy positif seperti setelah makan, hiperglikemia dan obesitas. Distensi Gastrointestinal

24

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Ketika lambung dan usus terisi oleh makanan maka syaraf-syaraf yang berada di lambung dan usus akan terangsang, sinyal rangsangan syaraf tersebut di bawah ke inti syaraf pencernaan, nantinya akan disampaikan ke pusat pengaturan nafsu makan di otak (Hipothalamus). Ada dua sinyal balik yang akan di keluarkan oleh otal yaitu sinyal kenyang dan sinyal lapar. Dalam keadaan Distensi Gastrointestinal atau ketika lambung dan usus terisi, maka otak akan mengeluarkan sinyal kenyang, sebaliknya jika lambung dan usus dalam keadaan kosong, maka otak akan mengeluarkan sinyal lapar atau sinyal makan. Sekresi Colecistokinin (CCK) Sekresi Colecistokinin (CCK) adalah sekresi hormon dari mukosa dinding usus (duodenum) pada saat pencernaan makanan yang mengandung lemak. Adanya sekresi Colecistokinin menunjukkan sinyal kenyang. CCK juga dapat menyebabkan peningkatan hormon serotonin di hypothalamus. Serotonin adalah hormon yang berhubungan dengan perasaan tenang (nyaman), dalam hal makan akan mendukung perasaan nyaman setelah makan. Sherwood, Lauralee. Human Physiology. 6thed. USA: The Thomson Corporation. 2007. Guyton A.C. Physiology of The Human Body. 5th ed. Philadelphia: W.B. Saunders Company. 1979.

25

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

3. Apa hubungannya panas subfebris, rewel dan badan lemah pada kasus ini? Bakteri pirogenhasil pemecahan bakteri memecah IL1 mengirim ke hipotalamus bakteri pirogen dalam jumlah sedikit membuat panas nya nglemeng ,jika dalam jumlah banyak demam

Perbedaan dari kualitas dan kuantitas antigen menyebabkan demam berbeda-beda jenisnya bisa subfebris dan lainnya.

26

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

http://library.usu.ac.id/download/fk/penysaraf-kiking.pdf Radang umumnya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. Suhu tubuh diklasifikasi atas hipotermia (< 36oC), normotermi (36-37oC), subfebris (37,8oC) dan febris (>38oC). Dua yang terakhir disebut juga sebagai demam. Kenaikan suhu tubuh yang menyertai radang dapat berupa demam subfebris atau demam febris. Kenaikan panas tubuh disebabkan oleh meningkatnya aktifitas selsel imun (pertahanan) tubuh.

4. Mengapa bisa terjadi karies dan adakah hubungan karies dengan gejala yang diderita?
27

5. Apa hubungannya tidak suka makan sayur dan buah-buahan dengan gejalanya?

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

1. Yodium / Iodium / I Zat mineral yodium biasanya terdapat pada garam dapur yang tersedia bebas di pasaran, namun tidak semua jenis dan merk garam dapur mengandung yodium. Yodium berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak. Yodium juga dapat membatu mencegah penyakit gondok, gondong atau gondongan. Yodium berfungsi untuk membentuk zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid. 2. Phospor / Fosfor / P Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi. 3. Cobalt / Kobal / Kobalt / Co Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta pembangun B. 4. Chlor / Klor / Cl Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. 5. Magnesium / Mg Fungsi atau kegunaan dari magnesium adalah sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin. 6. Mangaan / Mangan / Mn Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.
28

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

7. Tembaga / Cuprum / Cu Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah. 8. Kalsium / Calcium / Ca Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran dalam vitalitas otot pada tubuh. 9. Kalium / K Kalium kita butuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung. 10. Zincum / Zinc / Seng / Zn Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormonpenting. Selain itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita. 11. Sulfur atau Belerang Zat ini memiliki andil dalam membentuk protenin di dalam tubuh. 12. Natrium / Na Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekanaosmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya. 13. Flour / F Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.

6. Mengapa didapatkan (halitosis)? disebabkan oleh 2 faktor :

bibir

kering

dan

bau

mulut
29

1. fisiologis : - kurangnya aliran ludah selama tidur


Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
-

2010

makanan dan minuman: semakin asam semakin memicu bau mulut - kebiasaan merokok: endapan di mulut - menstruasi: 2. patologis : - kelainan rongga mulut - stress: sel simpatis terangsang hormon kortisol reabsorbsi NaCl saliva << bau mulut. - pH buruk:pH normal: 6-7, patologis: 2-3 - Plak gigi - Karies - Ginggivitis

1. Bau Mulut (Halitosis) dan Saliva 2. Saliva (air liur) manusia terdiri atas air, elektrolit, mukus, antibakteri dan berbagai macam enzim. Enzim yang terdapat dalam air liur membantu menghancurkan makanan menjadi molekul sebagai bagian dari proses digesti. Tidak hanya berfungsi untuk membantu dalam pengunyahan dan pencernaan, saliva juga melindungi gigi dengan membantu mencegah karies, mengatur keasaman rongga mulut, dan mencegah mikroorganisme berkembang tak terkendali. 3. Produksi saliva diestimasi mendekati 1 liter setiap hari dalam keadaan tidak distimulasi dan kecepatan aliran saliva berfluktuasi sebanyak 50% sesuai dengan ritme harian. Saliva tersebut disekresi oleh tiga kelenjar saliva mayor yang berada di sekitar mulut dan tenggorokan. Kelenjar tersebut yaitu : (1) kelenjar parotid, (2) kelenjar submandibular, dan (3) kelanjar sublingual. Di mulut kita juga terdapat kelenjar saliva kecil (kelenjar saliva minor) yang tersebar di bibir, bagian dalam pipi (mukosa bukal), langit-langit (palatum) yang jumlahnya mencapai 600 pada keadaan normal. 4. Jumlah sekresi dipengaruhi oleh saraf simpatis dan parasimpatis dan hal-hal yang merangsang kerja kedua saraf tersebut. Bila dalam keadaan tidak distimulasi secara keseluruhan saliva yang dikeluarkan sebanyak 0,33 sampai 0,65 mL/menit. Produksi saliva ini dapat
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

30

Modul Pencernaan

2010

ditingkatkan mencapai 1,7 mL/menit dengan cara stimulasi. Tiga jenis stimulasi yang dapat diberikan untuk merangsang pengeluaran saliva adalah stimulasi ektra oral dengan cara (1) stimulasi kimia dengan mencium (membau), (2) stimulasi psikis dengan melihat dan memikirkan makanan atau produk makanan lain, (3) dan stimulasi mekanik dengan mengunyah benda yang tidak larut seperti parafin (permen karet) dan stimulasi gustatory seperti sukrosa, sodium chlorida dan citric acid. Produksi saliva yang dirangsang dengan cara mengunyah akan berbeda tergantung dari banyaknya gerakan mengunyah yang dilakukan. 5. Dari paparan sebelumnya dapat dideduksi bahwa air liur atau saliva memegang peranan penting terhadap terjadinya bau mulut. Kondisi yang disepakati sebagai penyebab terjadinya bau mulut adalah berkurangnya air liur di dalam rongga mulut. Jika air liur dalam rongga mulut berkurang, secara otomatis proses pembersihan dalam mulut pun akan berkurang. Dengan demikian, plak pada permukaan gigi pun akan terus berakumulasi dan bakteri yang terdapat di dalamnya dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. 6. Berkurangnya saliva ini dalam rongga mulut dapat memiliki dua makna, yaitu; produksi saliva oleh kelenjar liur memang berkurang sehingga aliran saliva ke dalam rongga mulut menjadi berkurang atau dapat juga terjadi kondisi dimana produksi saliva oleh kelenjar saliva tetap normal, tetapi aliran saliva ke dalam rongga mulut berkurang. Kondisi berkurangnya produksi saliva oleh kelenjar saliva sehingga menyebabkan berkurangnya aliran saliva ke dalam rongga mulut biasanya disebabkan oleh faktor penyakit (aplasia, sialolitiasis, dan lain-lain), terapi radiasi pada leher dan kepala, dan usia lanjut. Sedangkan kondisi berkurangnya aliran saliva ke dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu (atropin, belladona, efidrin), pemakaian gigi tiruan lepasan, merokok, dan puasa. Oral Biology, Oral Medicine
31

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

7. Mengapa didapatkan lesi-lesi ulserasi berbentuk bulat, dangkal dengan tepi eritematous di mukosa bucal dan lidah? Mukosa = lapisan tipis, superficial. Jika terjadi infeksi, maka lapisan itu terkelupas peradangan lapisan mukosa ulkus. mukosa bucal dan lidah: merupakan predileksi. 8. Mengapa dokter memberikan obat antijamur dan vitamin? Obat antijamur: ?? Vitamin: untuk mengatasi defisiensi vitamin2.

Vitamin dan mineral disebut zat gizi mikro karena hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, dalam ukuran milligram (mm) sampai microgram (mcg). Vitamin merupakan kelompok zat organic (mengandung atom karbon) sedangkan mineral merupakan zat inorganic (tidak mengandung atom karbon). Penggolongan vitamin dapat dilihat diantaranya berdasarkan kelarutannya, misalnya vitamin A, D, E dam K merupakan kelompok vitamin larut lemak, sedangkan vitamin B dan C merupakan kelompok vitamin larut air. Bahkan sejak masih dalam kandungan, vitamin yang terkandung pada makanan bayi sangat esensial bagi tubuh agar bertumbuh dan berkembang secara normal. Vitamin pada makanan bayi juga merupakan nutrien yang penting untuk memelihara kesehatan sel, jaringan dan organ. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dalam mengolah energi kimia secara efisien yang didapat dari makanan, termasuk membantu proses pengolahan protein, karbohidrat dan lemak. Di bawah ini adalah daftar vitamin yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan serta beberapa contoh makanan bayi yang mengandung vitamin tersebut: Vitamin A dibutuhkan untuk imunitas yang baik, penglihatan yang sehat, juga kesehatan dan keindahan kulit. Dapat ditemukan pada
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

32

Modul Pencernaan

2010

gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, daging, jagung, polong, wortel. Jika kekurangan dapat menyebabkan rabun ayam. Dan jika berlebih bisa mengakibatkan hypervitaminosis A Vitamin B1 (thiamin) membantu metabolisme karbohidrat dan fungsi normal sistem syaraf. Sumber makanan yang mengandung vitamin ini adalah susu dan produk lain berbahan susu, telur, hati, sayur hijau, gandum, kacang-kacangan. Jika defisiensi vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beriberi. Dan jika berlebih bisa mengakibatkan rasa ngantuk yang sangat dan pengenduran otot yang hebat. Vitamin B2 (riboflavin) membantu melepas energi dari makanan dan proses transportasi besi dalam tubuh, juga membuat kulit tetap sehat. Dapat ditemukan pada hati, daging merah tanpa lemak, sereal fortified, telur, sayur yang berdaun hijau tua, susu dan produk susu lainnya. Jika kekurangan bisa menyebabkan Ariboflavinosis. Vitamin B3 (niacin) membantu fungsi normal sistem syaraf dan memelihara sel tubuh tetap sehat. Ditemukan pada buah aprikot, sayur berdaun hijau, wortel, hati, minyak ikan, telur, mentega, keju, sereal, oatmeal. Defisiensi vitamin B3 bisa menyebabkan penyakit Pellagra dengan gejala diare, radang kulit, kehilangan kemampuan kognitif atau dementia dan kematian. Dan jika berlebih bisa menyebabkan kegagalan fungsi hati dan masalah lainnya. Vitamin B12 (cobalamin) membentuk/ pematangan sel darah merah, meningkatkan energi, meningkatkan konsentrasi, dan memelihara fungsi sistem syaraf. Ditemukan pada ikan, susu dan produk susu lainnya, daging, telur, unggas, produk kedelai, sereal fortified B12. Jika tubuh kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan Megaloblastic anemia atau kekurangan darah merah\. Dan jika tubuh kelebihan vitamin B12 bisa menyebabkan radang kulit. Vitamin C penting untuk kulit, tulang, otot yang sehat; menyembuhkan dan melindungi dari virus, alergi dan racun; membantu tubuh menyerap zat besi. Banyak ditemukan pada buah segar terutama jenis jeruk dan beri, sayuran, kentang, daun herbal. Jika defisiensi bisa menyebabkan sariawan, namun jika berlebih vitamin C akan dibuang melalui urin.
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

33

Modul Pencernaan

2010

Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dari makanan dan esensial untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang dan gigi. Banyak ditemukan pada susu dan produk berbahan susu lainnya, telur, dan minyak ikan. Jika kekurangan bisa menyebabkan penyakit pada tulang dan gigi. Dan jika berlebih bisa menyebabkan hypervitaminosis D. Vitamin E diperlukan untuk metabolisme asam lemak esensial serta melindungi sel tubuh. Sumber makanan yang mengandung vitamin E diantaranya kacang-kacangan, biji-bijian, telur, susu, gandum, minyak, sayur berdaun, alpukat. Defisiensi vitamin E biasanya jarang terjadi, tetapi bisa menyebabkan anemia atau kekurangan darah pada bayi yang baru lahir, dan jika berlebih bisa menyebabkan gagal hati. Vitamin K selain berperan dalam proses pembekuan darah, juga diperlukan untuk membantu memproses protein dan juga metabolisme tulang dan jaringan lainnya. Ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, kol, kubis, alpukat, kiwi, peterseli, dan soya. Jika kekurangan bisa menyebabkan pendarahan diatesis, dan jika kelebihan bisa menyebabkan pembekuan darah berlebih. Asam pantotenat berfungsi dalam mempertahankan pertumbuhan kulit dan perkembangan system syaraf yang normal. Sumber makanan yang mengandung asam pantotenat adalah otak, jantung, hati, ginjal, sapi, jamur, kacang tanah, kedelai. Kekurangan asam pantotenat menimbulkan gejala yang mirip vitamin B kompleks antara lain uring-uringan, mudah bertengkar, pusing, cepat lelah, kurang nafsu makan dan kembung perut. Akibat konsumsi berlebih belum pernah dilaporkan. Biotin sangat diperlukan diantaranya dalam pembentukan asam lemak. Sumber biotin terutama terdapat dalam saluran pencernaan karean mikroflora mampu membuatnya dalam jumlah yang cukup banyak. Makanan sumber biotin diantaranya hati, kuning telur, kacang tanah, jamur. Kekurangan biotin menimbulkan gejala mirip kekurangan vitamin B kompleks. Konsumsi berlebih tidak menimbulkan keracunan.

34

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Asam Folat berfungsi sebagai koenzim yang terlibat dalam perubahan asam amino, karena itu berperan dalam sel-sel yang membelah dengan cepat seperti sel darah merah. Sumber asam folat terdapat dalam hati, kacang tanah, korma, keju, bayam, dedak gandum. Kekurangan asam folat mengakibatkan anemia makrositik atau megaloblast yang juga disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Kelebihannya mengakibatkan anemia pernisiosa dan mengganggu pencernaan seng (Zn). MINERAL Mineral dikelompokkan menjadi dua yaitu mineral makro yang jumlahnya cukup besar dalam tubuh, diantaranya kalsium, fosfor, magnesium, belerang, natrium, kalium dan klorida. Kelompok mineral lainnya (mineral mikro/trace elements) dalam tubuh jumlahnya kecil, contohnya besi, seng, yodium, selenium, tembaga, mangan, fluoride, kromium, molybdenum. Kalsium berfungsi untuk membantu pembentukan dan mempertahankan tulang dan gigi, selain itu juga berperan dalam mempertahankan kontraksi otot (jantung, paru, usus), permeabilitas kulit, fungsi normal otot dan syaraf. Kalsium sangat berperan dalam periode puncak pemadatan massa tulang (peak bone mass), yaitu terjadi pada masa bayi dan remaja. Sumber kalsium antara lain dari susu, ikan ikan kecil seperti ikan teri, sardine, sayuran daun hijau. Kekurangan kalsium berakibat pada pembentukan tulang dan gigi tidak sempurna, keropos tulang dan gigi (osteoporosis). Kalsium berlebih dapat menggangu penyerapan mineral lain seperti fosfor Fungsi fosfor yang terpenting adalah sebagai senyawa penyimpan dan pelepas energi, disamping juga bersama kalsium berperan dalam mineralisai tulang dan gigi. Makanan sumber fosfor diantaranya daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, sayuran, serealia. Kekurangan dan kelebihan fosfor tidak terjadi pada orang sehat karena ginjal dapat mengatur pengeluaran fosfor dari tubuh. Magnesium, sebagian besar di dalam tubuh terdapat dalam tulang. Penting untuk pembentukan dan fungsi normal DNA dan RNA, terlibat dalam aktifitas enzim enzim terutama yang berperan pada penyimpanan dan pelepasan energi.Sumber magnesium terdapat
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 35

Modul Pencernaan

2010

dalam serealia, kacang-kacangan dan biji-bijian. Kekurangan Magnesium dapat menyebabkan hypomagnesema dengan gejala denyut jantung yang tidak teratur, insomnia, lemah otot, kejang kaki serta telapak aki dan tangan gemetar. Konsumsi berlebih jarang terjadi karean tubuh dapat mengatur penyerapan, penyimpanan dan pengeluaran magnesium sesuai kebutuhannya. Fungsi kalium, kurang porsim adalah mempertahankan fungsi normal kontraksi otot termasuk otot jantung, mempertahnakan keseimbangan tingkat asam basa cairan tubuh, tranmisi rangsangan syaraf, sintesis protein dan gllikogen. Sumber kalium diantaranya sayuran, buah-buahan, susu. Daging, ikan, telur sedikit mengandung kalium. Kekurangan kalium terjadi contohnya konsumsi makanan yang kurang beragam atau pengeluaran cariran yang berlebihan seperti muntah, diare. Kelebihan kalium dapat terjadi pada dehidrasi, penyakit gagal ginjal Natrium/Sodium bersama dengan kalium dan klor berperan dalam mempertahankan tekanan osmosis dan kkesimbangan air dalam tubuh, mempertahnakan permeabilitas sel, transmisi rangsangan syaraf fan keseimbangan asam basa. Semua makanan kecuali minyak dan gula mengandung natrium, banyak terdapat dalam ikan terutama ikan laut, telur, susu. Konsumsi berlebih bisa menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi. Kandungan zat besi terbesar dalam tubuh terdapat dalam darah sebagai hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru ke sel dan kembali membawa karbondioksida. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia mikrositik dan anemia hipokromik. Konsumsi yang berlebih dapat menyebabkan keracunan, timbunan di hati, pancreas, paru dan jaringan lainnya. Fungsi Seng (Zink/Zinc/Zn) banyak diantaranya pada pelepasan vitamin A dari hati, fungsi normal indera perasa, penciuman, merupakan komponen penting dalam berbagai enzim dan untuk system kekebalan tubuh. Kekurangan Seng mengakibatkan hambatan pertumbuhan fisik (kerdil), penurunan kekebalan, hambatan perkembangan alat seks juga diduga berkaitan dengan kejadian bibir sumbing. Konsumsi berlebih mengakibatkan iritasi lambung dan muntah.

36

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Yodium merupakan bagian hormone triodotironin (T3) dan tiroxin (T4), yang mempengaruhi sebagaian besar sisitem organ, seperti mengatur metabolisme. Makanan sumber yodium antara lain makanan dari laut, seperti ikan laut, rumput laut. Penggunaan yodium sudah sejak lama untuk mencegah penyakit gondok. Konsumsi berlebih dapat mengakibatkan hypertiroid. Mangga adalah salah satu dari banyak jenis buah yang dapat ditemui di keseharian kita. Mangga merupakan satu genus tumbuhan yang terdiri dari 35 spesies buah tropika dalam famili Anacardiaceae dan genus Mangifera. Mangga Tidak ada orang yang tahu dengan tepat tentang tempat asalnya, tetapi kebanyakan orang mempercayai bahwa buah ini berasal dari benua Asia Selatan & Asia Tenggara, termasuk India Timur, Myanmar, dan Bangladesh, hal ini ditentukan setelah melihat wujud fosil yang tampak sejak 25 hingga 30 juta tahun lalu. Mangga juga banyak ditemukan di Indonesia dan tersebar merata hal ini karena mangga sangat cocok dengan iklim indonesia yang tropis. Mangga tergolong kelompok buah berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka ragam. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga arumanis dan mangga manalagi. Dua jenis mangga ini mungkin yang paling mudah kita jumpai di masyarakat, karena rasanya yang manis, daging buahnya yang lembut, dan kemudahannya untuk tumbuh dan berkembang. Kandungan mangga Mangga dipercaya kaya akan berbagai vitamin, mineral, serat, air dan karbohidrat. a) sumber serat Kandungan serat dalam buah mangga sekitar 1,8 persen, memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan serat manusia. Serat pangan memiliki peran fisiologis terhadap usus. Serat pangan buah mangga terdiri dari serat pangan larut, yaitu pektin dan serat pangan tidak larut, yaitu selulosa. Masing-masing jenis serat pangan ini sangat penting bagi kesehatan manusia. Salah satu fungsi dari serat pangan larut yaitu memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus. Jika seandainya fungsi mastikasi, pengunyahan dan penelanan rongga mulut tidak terlalu efektif (makanan tidak sempurna dikunyah dan dihancurkan) maka secara
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

37

Modul Pencernaan

2010

lambat usus akan mencerna makanan lebih efektif. Sehingga semua makanan dapat terurai dengan mudah dan diabsorpsi dengan baik oleh usus. b) sumber antioksidan Kemampuan antioksidatif dari buah mangga dihasilkan oleh berbagai senyawa yang terdapat di dalamnya, yaitu betakaroten, senyawa fenolik, lupeol, vitamin C, E, serta beberapa mineral seperti Cu, Zn, Mn, dan Se. Senyawa-senyawa tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, seperti kanker. Kemungkinan terjadi kanker disini juga termasuk yang terjadi di dalam mulut, atau yang biasa disebut oral cancer atau karsinoma rongga mulut. Walaupun mungkin efeknya tidak secara langsung, namun perubahan mendasar pada materi genetis dan selsel lainnya akibat asap rokok,pengaruh lingkungan/faktor industri dapat menjadi faktor resiko dan pemicu terjadinya kanker intraoral c) sumber vitamin C Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi. Vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi, dimana jika terjadi defesiensi zat besi dalam tubuh maka kita akan rentan (lebih mudah) terkena karies. Ia pun juga dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu penyembuhan luka. Jika seseorang mengalami kekurangan (defesiensi) vitamin ini maka gusi (gingiva)-nya akan mengalami hiperplasia (pembesaran) yang mungkin diikuti dengan gejala klinis berupa gusi merah kebiruan, ulserasi, dan mudah berdarah. Manifestasi defesiensi vitamin C dalam mulut biasa dikenal dengan nama penyakit Scurvy Manifestasi kekurangan vitamin C dalam mulut : Gingiva membengkak, hiperplasia, edem jaringan ikat gingiva Gingiva berwarna , merah kebiruan atau keunguan dengan purpura
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 38

Modul Pencernaan
Gingiva mudah mengalami Proses penyembuhan gingiva menjadi lambat

2010
perdarahan

d) sumber mineral ; kalium Kalium terdapat dalam jumlah besar pada buah mangga. Tiap 100 gram mangga mengandung kalium 156 mg. Dengan mengonsumsi buah mangga minimal 250 gram, kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi. Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, dan membantu tekanan darah. e) sumber air Karena mengandung unsur air yang paling tinggi maka buah mangga dapat di ambil sarinya atau dibuat sebagai jus. Oleh karena rasa manis dan airnya yang tinggi menyebabkan buah ini amat menyegarkan ketika dimakan, walaupun agak lecek dan kotor. Di pasar dan supermarket kini sudah sangat mudah dijumpai jus mangga yang telah dikemas dalam produk siap untuk konsumsi. Dalam setiap 100 gram mangga ranum terdapat 84% air, 41 mg vitamin C, dan 73 kalori energi, sedangkan mangga muda mengandung 84% air, 65 mg vitamin C, dan 66 kalori energi. Jika dibandingkan dengan jumlah kandungan vitamin C pada jeruk dimana setiap 100 gram bagian jeruk manis yang bisa dimakan, terkandung 49 mg vitamin C. Maka ternyata kandungan vitamin C mangga muda masih lebih tinggi. Angka kebutuhan rata-rata konsumsi vitamin C yang dianjurkan bagi setiap pria adalah 40 mg dan wanita 30 mg perhari. Efek negatif terhadap kesehatan gigi Mengandung asam Asam merupakan pemicu ampuh terhadap kerusakan gigi. Mangga muda diketahui mempunyai kandungan asam sama seperti yang terdapat pada jeruk asam. Untuk menjaga kesehatan gigi, sebaiknya hindari makanan yang mengandung pH (derajat keasaman) kurang dari 4. Makanan seperti ini dapat secara langsung merusak lapisan email dan gigi tanpa bisa diperbaiki. Makanan ber-pH 5,5 ke atas dapat menimbulkan karies yang bisa dicegah dengan menyikat gigi sehingga lapisan email akan segera dibangun kembali begitu lapisan plak dibuang. Tips memilih mangga Jika ingin membeli mangga, anda bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

39

Modul Pencernaan
yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi, dapat berarti buah mangga tersebut telah rusak. Referensi :

2010
keras atau karena itu

Pindborg.J.J Oral Cancer & Precancer (Kanker dan Prakanker Rongga Mulut) alih bahasa: Lilian Yuwono, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1991. Scully C.,Cawson R.A., Colour Aids in Dentistry: Oral Medicine (Atlas Bantu Kedokteran Gigi : Penyakit Mulut) alih bahasa : Lilian Yuwono, Hipokrates, Jakarta 1991. Made Astawan, Selagi Musim Perkuat Tubuh dengan Mangga.

9. Apa Diagnosa nya? STOMATITIS a. Definisi Peradangan pada rongga mulut, dapat merupakan penyakit primer atau sebagai gejala penyakit sistemik. (buku hepatology dan gastroenterology) Stomatitis adalah peradangan pada rongga mulut yang disebabkan oleh karena adanya trauma, pola hidup (konsumsi) yang kurang sehat, serta dari kuman (Streptokokus -hemolitikus) Kapita selekta, edisi 2 b. Etiologi kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi. kekurangan vitamin C mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek kekurangan vitamin B vitamin B merupakan faktor intrinsik
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

40

Modul Pencernaan

2010

kekurangan zat besi luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas) gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi) perubahan hormonal menyebabkan tubuh lebih rentan menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan) adanya infeksi oleh mikroorganisme c. Faktor resiko Faktor resiko paling utama pada perkembangan komplikasi oral selama dan terhadap perawatan adalah pra-kehadiran penyakit mulut dan gigi, perhatian yang kurang terhadap rongga mulut selama terapi dan faktor lainnya berpengaruh pada ketahanan dari rongga mulut. Faktor resiko lainnya adalah : tipe dari kanker (melibatkan lokasi dan histology), penggunaan antineoplastik, dosis dan administrasi penjadwalan perawatan, kemudian area radiasi, dosisnya, jadwal dilakukan radiasi (kekerapan dan durasi dari antisipasi myelosuppresi) serta umur pasien. Keadaan sebelum hadirnya penyakit seperti adanya kalkulus, gigi yang rusak, kesalahan restorasi, penyakit periodontal, gingivitis dan penggunaan alat prostodontik, berkontribusi terhadap berkembangnya infeksi lokal dan sistemik. Kolonisasi bakteri dan jamur dari kalkulus, plak, pulpa, poket periodontal, kerusakan operculum, gigi palsu, dan penggunaan alat-alat kedokteran gigi merupakan sebuah lahan yang subur buat organisme opportunistik dan pathogenistik yang mungkin berkembang pada infeksi lokal dan sistemik. Tambalan yang berlebih atau peralatan lain yang melekat pada gigi, membuat lapisan mulut lebih buruk, menebal dan mengalami atropi, kemudian menghasilkan ulserasi local (stomatitis). (Putri.2010.Askep Stomatitis (Sariawan).http://putrisayangbunda.blog.com/category/pers epsi-sensori/.diakses tanggal 15 Desember 2010)
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

41

Modul Pencernaan

2010

d. Klasifikasi 1. Aftouse minor ulkus dengan diameter 2-4 mm, bentuknya bulat, beberapa ulkus dapat timbul bersama-sama pada selaput bibir, pipi, dasar mulut, ulkus akan menyembuh dalam waktu 3-14 hari tanpa cacat dan dapat timbul kembali tiap 1-4 minggu 2. Aftouse mayor Dimeter ulkus 1 sampai beberapa cm, dapat tumbuh hingga 6 ulkus dan mengenai beberapa tempat termasuk lidah dan langit-langit mulut, sembuhnya lambat kira-kira 3-6 minggu bahkan bisa sampai 3 bulan, biasanya mengakibatkan cacat. 3. Ulkus herpetiformies Biasanya mengenai wanita muda, diameter ulkus 1-2 mm bergerombol dan jumlahnya banyak (10-100), beberapa ulkus bergabung membentuk ulser yang besar dengan tepi yang tidak teratur dan merah. (buku hepatology dan gastroenterology)

42

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

e. Patogenesis Pada keadaan normal di dalam rongga mulut terdapat bermacammacam kuman yang merupakan bagian daripada flora kuman dan tidak menimbulkan gangguan apapun (apatogen), tapi jika daya tahan tubuh/mulut terganggu/menurun, maka flora mulut yang apatogen tadi dapat berubah menjadi patogen dan menimbulkan gangguan/menyebabkan berbagai penyakit/infeksi. Daya tahan tubuh tadi menurun karena gangguan mekanik (trauma, cedera), gangguan kimiawi, termik, defisiensi vitamin, kekurangan darah (anemi), dsb. Misalnya karena trauma mulut maka akan terjadi lecet/luka pada mukosa mulut maka bakteri apatogen tadi dapat menjadi patogen dan menimbulkan radang pada luka/lecet tadi sehingga timbul ulser. patologi : FKUI f. Patofisiologi Faktor utama yang dikaitkan dengan SAR adalah faktor genetik, defisiensi hematologi, kelainan imunologis, dan faktor lokal
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 43

Modul Pencernaan

2010

seperti trauma pada mulut dan kebiasaan merokok. Selama 30 tahun terakhir penelitian yang dilakukan menyiratkan adanya hubungan antara SAR dan limfotoksisitas, antibody-dependent cell-mediated cytotoxicity, defek pada sel limfosit, dan perubahan dalam rasio limfosit CD4 terhadap CD8. Riset yang baru-baru ini dilakukan banyak berpusat pada jaringan sitokin mukosa. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa adanya respon imun yang diperantarai sel secara berlebihan pada pasien SAR, sehingga menyebabkan ulserasi lokal pada mukosa. Selain itu, faktor yang paling banyak didokumentasikan dalam penelitian adalah faktor herediter. Dalam satu penelitian yang melibatkan 1303 anak dari 530 keluarga, didapati adanya kerentanan yang lebih meningkat terhadap SAR pada anak-anak yang orang tuanya adalah penderita SAR. Pasien yang memiliki orang tua penderita SAR beresiko hingga 90 % untuk terkena SAR juga, sedangkan pasien yang orang tuanya tidak pernah terkena SAR hanya beresiko 20 %. Lebih jauh lagi, human leukocyte antigen (HLA) yang spesifik secara genetik ternyata teridentifikasi pada pasien SAR, terutama pada kelompok etnis tertentu. Ada juga penelitian yang mengkaitkan SAR minor dengan faktor genetik yang berkaitan dengan fungsi imun terutama gen yang mengendalikan pelepasan Interleukin (IL) 1B dan IL-6. Defisiensi hematologi terutama serum besi, folat, atau vitamin B12juga banyak dikaitkan sebagai factor etiologis dari pasien SAR. Salah satu penelitian melaporkan keadaan klinis yang membaik hingga 75 % pada pasien SAR saat defisiensi hematologis yang dideritanya terdeteksi dan dilakukan terapi. Faktor lainnya yang dikaitkan dengan SAR diantaranya adalah kecemasan dan stress psikologis yang sering terjadi. Perubahan hormon seperti menstruasi, trauma pada jaringan mukosa seperti sering tergigit secara tidak sengaja, dan alergi makanan juga dilaporkan sebagai faktor resiko terjadinya SAR. Stress imunitas tubuh menurun mudah terkena infeksi terjadi proses inflamasi menghasilkan mediator berupa sitokin terjadi defek pd limfosit & kelebihan rasio CD4+ terhadap CD
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

44

Modul Pencernaan

2010

8+ Eritematosa, Tumor, Dolor, Kalor (lokal) , Fungsiolesa Ulcerasi pd mukosa. g. Manifestasi klinis Awalnya timbul rasa sedikit gatal atau seperti terbakar pada 1-2 hari di daerah yang akan menjadi sariawan. Rasa ini timbul sebelum luka dapat terlihat di rongga mulut. Sariawan dimulai dengan adanya luka seperti melepuh di jaringan mulut yang terkena berbentuk bulat atau oval. Setelah beberapa hari, luka seperti melepuh tersebut pecah dan menjadi berwarna putih di tengahnya, dibatasi dengan daerah kemerahan. Bila berkontak dengan makanan dengan rasa yang tajam seperti pedas atau asam, daerah ini akan terasa sakit dan perih, dan aliran saliva (air liur) menjadi meningkat. o Gejala utama adalah rasa nyeri, yang berlangsung selama 4-10 hari. Nyeri akan bertambah buruk bila lidah menyentuh stomatitis atau jika penderita makan makanan yang pedas atau panas. o Stomatitis yang berat dapat menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan rasa letih/lesu. Stomatitis afte rekuren dapat terjadi berulang, mungkin satu sampai beberapa kali dalam setahun. (www.medicastore.com) - Masa prodromal atau penyakit 1 24 jam : Hipersensitive dan perasaan seperti terbakar - Stadium Pre Ulcerasi Adanya udema/pembengkangkan setempat dengan terbentuknya makula pavula serta terjadi peninggian 1-3 hari - Stadium Ulcerasi Pada stadium ini timbul rasa sakit terjadi nekrosis ditengah-tengahnya, batas sisinya merah dan udema tonsilasi ini bertahan lama 1-16 hari. Masa penyembuhan ini untuk tiap-tiap individu berbeda yaitu 1-5 minggu. (Putri.2010.Askep Stomatitis (Sariawan).http://putrisayangbunda.blog.com/category/persepsisensori/.diakses tanggal 15 Desember 2010)
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

45

Modul Pencernaan

2010

1 atau 2 hari setelah gejala prodromal (demam, malaise, sakit kepala) muncul vesikel-vesikel berdinding tipis dengan dasar inflamasi dan bila pecah akan menjadi ulkus terutama di mukosa berkeratin tebal, yaitu palatum durum, dorsal lidah, dan gingiva, inflamasi faring posterior, serta pembesaran kelenjar getah bening submandibula dan servikal. Lesi ekstraoral sama dengan lesi intraoral tetapi ditutupi krusta kekuningan dan terletak di daerah merah bibir dan irkum oral. h. Diagnosis Keluhan utama rasa nyeri di mulut Riwayat kesehatan sekarang Stomatitis bisa terjadi pada seseorang karena intoleransi dengan pasta gigi, penyakit yang beresiko menimbulkan stomatitis, misalnya faringitis, panas dalam, mengkonsumsi makanan yang berlemak , kurang vitamin C, vitamin B12 dan mineral. Riwayat penyakit dahulu Pernah menderita penyakit infeksi yang menyebabkan sistem imun menurun sehingga lebih mudah terkena stomatitis. Riwayat penyakit keluarga. Kaji apakah ada riwayat penyakit keluarga yang bisa menyebabkan terjadinya stomatitis. Ada juga teori yang menyebutkan bahwa penyebab utama dari SAR (Stomatitis Aftosa Rekuren) atau sariawan adalah keturunan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya menderita SAR lebih rentan untuk mengalami SAR juga. Pengkajian psikososial: stress, gaya hidup (alkohol, perokok) serta kaji fungsi dan penampilan dari rongga mulut terhadap body image dan sex. Pengkajian lingkungan rumah dan komunitas: lingkungan yang panas, dan sanitasi yang buruk. Riwayat nutrisi: kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, vitamin B12, mineral, dan zat besi serta pola makan yang buruk, misalnya hanya mengkonsumsi karbohidrat dan protein saja. Riwayat pertumbuhan perkembangan :
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

46

Modul Pencernaan

2010

Pasien yang menderita stomatitis akan lebih lama sembuhnya dikarenakan kondisi fisik yang lemah sebagai akibat intake nutrisi yang kurang (energi/kalori yang diperlukan tidak mencukupi dalam proses penyembuhan). Penurunan berat badan. Biasanya pasien yang menderita stomatitis mengalami penurunan berat badan karena intake nutrisi yang kurang. Pemeriksaan Fisik B1 (Breath): Bau nafas, RR normal B2 (Blood): Hemorrhage (perdarahan) akibat kerusakan membrane mukosa oral, resiko kekurangan volume darah. B3 (Brain): Nyeri B4 (Bladder): Secara umum tidak mempengaruhi kecuali jika ada kondisi dehidrasi akibat intake cairan yang kurang B5 (Bowel): - Mukosa oral mengalami peradangan, bibir pecahpecah, rasa kering, suatu sensasi rasa luka atau terbakar (khususnya melibatkan lidah) - Hipersalivasi - Perubahan kulit mukosa oral, tampak bengkak dan kemerahan (hiperemi B6 (Bone) : Kondisi fisik yang lemah sebagai akibat intake nutrisi yang kurang Pemeriksaan Penunjang Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin biru 1% topikal dengan swab atau kumur sedangkan diagnosis pasti dengan menggunakan biopsi. Pemeriksaan laboratorium : WBC menurun pada stomatitis sekunder Pemeriksaan kultur virus: cairan vesikel dari herpes simplek stomatitis Pemeriksaan kultur bakteri: eksudat untuk membentuk vincents stomatitis (Putri.2010.Askep Stomatitis (Sariawan).http://putrisayangbunda.blog.com/category/persep si-sensori/.diakses tanggal 15 Desember 2010)

47

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
i. Penatalaksanaan

2010

Penatalaksanaan: Hrs di sertai penyebabnya, Lesi ringan dengan 2-3 lesi ulserasi minor emolien tipikal, spt orabase Kasus berat kortikosteroid, spt triarnsolon/flusinolon topikal sebanyak x sehari setelah makan dan menjelang tidur Untuk menghilangkan nyeri tetrasiklin Bila tdk respon dengan kortikosteroid/tetrasiklin, dpt di beri dapson, bila gagal juga, mka di bri talidomid PENYAKIT KELAINAN RONGGA MULUT, MANSJOER, A dkk, FKUI Perawatan RAS biasanya berupa perawatan suportif. Tujuan utama dari perawatan ini adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah kortikosteroid topikal, analgesik, dan antimikroba. Untuk kasus ringan dapat diaplikasikan obat topikal seperti orabase. Sebagai pereda rasa sakit dapat diberikan topikal anestesi. Kasus berat dapat diaplikasikan preparat kortikosteroid topikal, seperti triamcinolon atau fluorometholon (2-3 kali sehari setelah makan dan menjelang tidur). Tetrasiklin obat kumur dan gel dapat mempersingkat waktu penyembuhan ulser. Pada pasien ulser major atau multiple ulser minor yang parah yang tidak responsif terhadap terapi topikal, diberikan terapi sistemik. Stomatitis Aphtosa Rekuren: [internet]. Available from: http://www.excellent.telkom.com Untuk menghindari terjadinya RAS, diantaranya dengan menjaga kebersihan rongga mulut serta mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama pada makanan yang mengandung vitamin B12 dan zat besi. Selain itu, dianjurkan juga untuk menghindari stres.( 2. Vitamin B12 Vitamin B12 (kobalamin) adalah vitamin larut air yang sangat penting. Berbeda dengan vitamin larut air lainnya tidak cepat dikeluarkan dalam urin, tetapi dikumpulkan dan disimpan dalam hati, ginjal dan beberapa jaringan tubuh lainnya. Kekurangan vitamin B12 tidak saja terjadi karena asupannya yang kurang. Asupan vitamin lain berlebihan pun dapat mengakibatkan defisiensi B12. Misalnya, karena berlebihan mengkonsumsi vitamin C.
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

48

Modul Pencernaan

2010

Banyak sekali fungsi kobalamin dalam tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai penjaga nafsu makan dan mencegah terjadinya anemia (kurang darah) dengan membentuk sel darah merah. Karena peranannya dalam pembentukan sel, defisiensi kobalamin bisa mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga menimbulkan berkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadi anemia. Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung. Defisiensi berat vitamin B12 potensial menyebabkan bentuk anemia fatal yang disebut Pernicious anemia. Vitamin B12 hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, timbulnya gejala defisiensi berat itu perlu waktu lima tahun atau lebih. Ketika gejalanya muncul ke permukaan, biasanya pada usia pertengahan, defisiensi itu lebih karena penyakit pencernaan atau gangguan penyerapan daripada karena menu yang miskin B12, kecuali bagi yang vegetarian berat. Vitamin B12 berfungsi sebagai pendonor metil dan bekerja sebagai asam folat untuk sintesa DNA dan sel darah merah serta mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin pada urat saraf. Karena berperan dalam melindungi fungsi saraf, defisiensi kobalamin bisa menimbulkan pembentukan sel saraf terganggu, dan mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Gejalanya, kehilangan daya ingat dan orientasi, gampang bingung, delusi (berkhayal), kelelahan, kehilangan keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, geli di tangan dan kaki, serta pendengaran terganggu. Sumber utama kobalamin antara lain daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan (salmon, tuna), berbagai makanan laut (seafood) lain, unggas, dan telur. Termasuk susu dan produk olahannya. Sumber lainnya adalah miso (produk fermentasi kedelai, semacam tauco) dan tempe (terutama yang dibuat secara tradisional). Pada tempe buatan pabrik tidak ditemukan kobalamin. Bagi kaum vegetarian yang akan meningkatkan jumlah vitamin B12, dapat makan sereal ataupun susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin B12 hambat pertumbuhan: [internet]. Available from: http://www.listbot.com

49

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

4. Perawatan RAS dengan Vitamin B12 Berdasarkan penelitian dari Ilia Volkov, Inna Rudoy, Roni Peleg dan Yan Press, diperoleh hasil bahwa vitamin B12 dapat digunakan untuk perawatan RAS. Pada penelitian ini, 15 pasien penderita RAS dirawat dengan vitamin B12 selama 4 tahun. Pasien ditanya apakah ulser berulang. Sebelum dilakukan terapi vitamin B12 telah dilakukan penilaian terhadap jumlah darah dan vitamin B12 plasma serta asam folat dapat diperkirakan. Digunakan satu dari dua terapi yang dianjurkan yaitu: (1) Injeksi vitamin B12 IM (1000 mcg per minggu untuk bulan pertama dan kemudian 1000 mcg per bulan) untuk pasien dengan level serum vitamin B12 dibawah 100 pg/ml, pasien dengan neuropathy peripheral atau anemia makrocytik, dan pasien berasal dari golongan sosioekonomi bawah. (2) Tablet vitamin B12 sublingual (1000 mcg) per hari. Tidak ada perawatan lain yang diberikan untuk penderita RAS selama perawatan dan pada waktu followup. Periode follow-up mulai dari 3 bulan sampai 4 tahun. Hasil dari penelitian tersebut : Sembilan pasien (60%) adalah laki-laki. Usia rata-rata umur 15-86 tahun. Populasi pasien berasal dari etnik heterogen yaitu 8 bangsa Yahudi dan 7 suku Badui. Sebelas dari 15 pasien (73%) dirawat dengan injeksi IM, dalam banyak kasus dihubungkan dengan pertimbangan sosial ekonomi. Hasil dari perawatan dilihat pada tabel 1 dan gambar 4. Sebelas pasien dilaporkan sembuh cepat dari RAS selama perawatan dan empat dilaporkan terjadi pengurangan frekuensi dan keparahan RAS. Dua dari empat pasien tidak melaporkan kesembuhan perawatan dengan vitamin B12 sublingual. Dua pasien lainnya yang dirawat dengan vitamin B12 IM, mempunyai periode waktu sembuh lama (lebih dari 2 bulan). Apabila dua pasien ini mendapat injeksi IM maka ulser tersebut akan hilang sepenuhnya. pengobatan umum

50

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
-

2010
menghilangkan penyebab misalnya anemia (zat besi),kekurangan vitamin (kombinasi B6 dan B1)dan infeksi sistemik, Antibiotik seperti Penisilin menghindari penyebab yaitu alcohol,rokok,bumbubumbu makan,panas yang merangsang diit cair atau lunak,dingin jaga kebersihan mulut dan gigi pengobatan local pengobatan spesifik untuk luka yang besar dan nyeri dengan obat kumur sebelum makan yaitu obat-obatan patirasa local,kadang dibutuhkan analgetic penghilang nyeri,menyingkirkan kelainan emosi. Salep Xiloxalin 5% untuk mengurangi rasa tidak nyaman Obat kumur dan telan tetrasiklin 250 mg/ml 4X sehari

(Kapita Selekta) j. Komplikasi

Resiko kandida dan caries k. Prognosis Prognosis stomatitis didasarkan pada masalah yang menyebabkan adanya gangguan ini. Infeki pada stomatitis biasanya dapat disebabkan karena pengobatan atau bila masalahnya disebabkan oleh obat-obatan maka yang harus dilakukan adalah dengan mengganti obat. Stomatitis yang disebabkan oleh iritasi lokal dapat diatasi dengan oral hygene yang bagus, memeriksakan gigi secara teratur, diet yang bermutu, dan pengobatan. (Putri.2010.Askep Stomatitis (Sariawan).http://putrisayangbunda.blog.com/category/pers epsi-sensori/.diakses tanggal 15 Desember 2010)
51

Caries Dentis 3.5 Definisi

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Pembusukan atau kematian suatu tulanh/gigi yang menjadi lunak, berubah warna, dan keropos. Hal ini menimbulkan suatu peradangan kronik dari periiosteum dan jaringan sekitarnya serta membentuk suatu abses yang terisi dengan perkijauan, berbau busuk, cairan menyerupai nanah yang umunya menerobos melalui bagian-nagian lunak sampai membuka keluar melalui suatu sinus atau fistula. Karies adalah nama kolektif untuk kerusakan gigi di enamel (zat di mahkota gigi), sementum (zat di akar gigi), dan dentin (zat di tengah antara mahkota dan akar).Gigi dapat berlubang karena bakteri tertentu yang memproduksi asam laktat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Gigi terutama terdiri dari mineral yang secara konstan mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi. Demineralisasi terjadi karena pemakaian gigi, terutama karena makan makanan yang mengandung asam. Remineralisasi gigi terjadi dengan bantuan air liur, pasta gigi berflouride, dan obat kumur. Ketika pH pada permukaan gigi turun di bawah 5,5 karena asam laktat yang diproduksi bakteri, demineralisasi lebih cepat dari remineralisasi sehingga gigi tekor mineral. Hal ini dapat mengarah ke gigi berlubang. Gigi berlubang harus segera ditangani oleh dokter gigi agar tidak berkembang menjadi parah sehingga harus dicabut, atau bahkan menyebabkan infeksi berbahaya. Dokter gigi akan membor lubang untuk membersihkan kerusakan dan kemudian menambal gigi dengan implan.

52

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Etiologi Bakteri lactobacilus ,populasinya dupengaruhi kebiasaan makanan dan tempat yang paling disukai adalah lesi dentin yang dalam Streptokok,bakteri coccus gram positif ini adalah penyebab utama karies dan jumlah nya terbanyak dalam mulut Actinomices,actinomices fiscocus dan A.naeslundii mampu membentuk karies akar,fisur,dan merusak periodontium Karbohidrat makanan Sintesa polisakarida ekstrasel dari sukrosa lebih cepat daripada glukosa,fruktosa,dan laktosa,maka subkosa bersifat paling kariogenik dan paling banyak dikonsumsi maka menjadi penyebabutama nya Kerentanan permukaan gigi 1. Morfologi gigi, daerah gigi dimana paling sering yaitu pada daerah yang ada plaque, daerah itu adalah pit dan fissure permukaan oklusa molar dan premolar,pit bukan molar dan pit palatal insisifus.

53

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

permukaan halus daerah proksimal sedikit bawah tidak kontak Tepi leher gigi sedikit diatas tepi ginggiva Permukaan akar yang terbuka pada pasien resesi ginggiva karena penyakit periodontium Tepi tambalan,terutama yang kurang Permukaan gigi dekat gigi tiruan atau jembatan 2. Lingkungan gigi Jumlah dan isi saliva,derajat keasaman,kekentalan,dan kemampuan buffer berpengaruh pada karies.saliva mampu meremineralisasi karies dini karena mengandung ion kalsium dan posfat.kemempuan ini meningkat bila terdapat ion fluor.saliva juga mempengaruhi PH dan komposisi mikroorganisme dalam plaque.jika terjadi perubahan jumlah dan susunan saliva,misalnya pada pasien pasca radiasi,aplasia kelenjar saliva dan xerostomia,maka kemungkinan karies meningkat 3. Posisi gigi Gigi malaligned posisi keluar rotasi atau situasi tak normal lain,menyebabkan kesulitan pembersihan dan cenderung membuat makan dan debris terakumulasi. Waktu Kemampuan saliva untuk meremineralisasi selama proses karies,menandakan bahwa proses tersebut terdiri atas periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti,sehingga bila saliva ada didalam lingkungan gigi,maka karies tidak akan menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu,melainkan pada bulan atau tahun Kapita selekta edisi 2 1) acidogenic theory (paling banyak dukungan) W.D.Miller sejak 1882 : karies gigi adalah proses kimiaparasit, terdiri dari 2 tahap : tahap pertama, terjadi dekalsifikasi enamel yang menghasilkan kerusakan seluruh enamel dan dekalsifikasi dentin tahap kedua, terjadi penghancuran / pencairan (dissolution ) dari sisa-sisa bagian yang lunak
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

54

Modul Pencernaan

2010

Asam yang menyebabkan dekalsifikasi nerasal dari hasil fermentasi tepung dan gula yang tertinggal pada gigi. Daging, roti dan gula + saliva, inkubasi invitro asam, yang cukup untuk menyebabkan dekalsifikasi dentin. Pembentukan asam juga dapat dikurangi dengan menggodok (merebus) bahan tersebut. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan bakteri. Penelitian > lanjut ditemukan adanya bermacam-macam bakteri pada karies. 2) proteolytic theory oleh gottlieb (1944) Bakteri masuk dalam bagian organik dan enzim proteolitik yang dihasilkan oleh bakteri rongga mulut merusak bagian organik matrix enamel sehingga menghasilkan struktur gigi. bakteri proteolytic enzim => decalcified org.sub. Ciri khas : adanya pigmen kuning yang dihasilkan oleh proses proteolitik 3) proteolysis-chelation theory oleh schatz(1950) Hasil proteolisis dari subs.gigi => makanan oleh enzim bakteri merupakan bahan chelating yang dapat mengikat Ca++ gigi. Chelating adalah suatu proses dimana ion metalik mengikat molekul lain dengan ikatan kovalen. ilmu penyakit gigi dan mulut FK undip pathofisiologi a. Teori Asidogenik Miller (1882) menyatakan bahwa kerusakan gigi adalah proses kemoparasiter yang terdiri atas dua tahap : Dekalsifikasi email = sehingga terjadi kerusakan total email Dekalsifikasi dentin pada tahap awal diikuti oleh pelarutan residunya yang telah melunak. Asam yang dihasilkan dapan mendekalsifikasi dentin, menurut teori ini, karbohidrat, mikroorganisme, asam, dan plak gigi berperan dalam proses pembentukan karies. b. Teori Proteolitik Gottlieb (1944) mempostulasikan bahwa karies merupakan suatu proses proteolisis bahan organik dalam jaringan keras gigi oleh produk bakteri. Dalam teori ini dikatakan
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com 55

Modul Pencernaan

2010

mikroorganisme menginvasi jalan organik seperti lamela email dan sarung batang email (enamel rod sheath) , serta merusak bagian-bagian organik ini. Proteolisis juga disertaipembentukan asam. Pigmentasi kuning merupakan ciri karies yang disebabkan produksi pigmen oleh bakteri proteolitik. Teori proteolitik ini menjelaskan terjadinya karies dentin dengan email yang masih baik. Manley dan Hardwick (1951) menggabungkan teri proteolitik dan teori asidogenik. Menurut mereka teori-teori tersebut dapat berjalan sendiri-sendri maupun bersama-sama. Teori ini menyatakan bahwa bakteri dapat membentuk asam dari substrat karbohidrat, dan bakteri tertentu dapat merusak protein jika tidak ada karbohidrat, karena itu terdapat dua tipe lesi karies : Tipe I, bakteri menginvasi lamela email, menyerang email dan dentin sebelum tampak adanya gejala klinis karies. Tipe II, tidak ada lamela email, hanya terdapat perubahan pada email sebelum terjadi invasi mikroorganisme. Perubahan email ini terjadi akibat dekalsifikasi email oleh asam yang dibentuk oleh bakteri dalam plak gigi diatas email. Lesi awal ini disebut juga chalky enamel. c. Teori proteolisis kelasi Teori ini diformulasikan oleh Schatz (1955). Kelasi adalah suatu pembentukan kompleks logam melalui ikatan kovalen koordinat yang menghasilkan suatu kelat. Teori ini menyatakan bahwa serangan bakteri pada email dimulai oleh mikroorganisme yang keratinolitik dan terdiri atas perusakan protein serta komponen organik email lainnya, terutama keratin. Ini menyebabkan pembentukan zat-zat yang dapat membentuk kelat dan larut dengan komponen mineral gigi sehingga terjadi dekalsifikasi email pada pH netral atau basa. Kapita selekta hal 154 faktor-faktor yang mempengaruhi 1) pengaruh langsung : a. gigi
56

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

komposisi => Amstrong : kandungan Ca++, P, Mg++, dan Co3 tidak berbeda antara gigi sehat dan karies tapi ada perbedaan bermakna pada kandungan flournya. Morfologi =>gigi molar dengan fissure yang dalam pada permukaan oklusal adalah tempat yang cepatterkena karies. posisi gigi => gigi yang berjejal-jejal akan menyulitkan untuk dibersihkan sehingga menaikkan karies. b. Saliva o Komposisi => saliva terdiri dari bahan anorganik, organik dan enzim : Orang peka karies : jumlah flour menurun Turkheim (25) : jumlah amonia > meningkat pada orang imun karies dibanding penderita karies. Amonia bersifat menghambat pembentukan plak dan menetralisir asam. o pH => pH plak bervariasi bebas karies pH sekitar 7,1 karies aktif pH 5,5 o => aliran saliva memiliki sifat daya bersih (self cleansing) sehingga dry mouth => karies >> o Viskositas => saliva yang pekat, karies >> (miller tidak setuju) o Kemampuan anti bakteri => Van Kestern, dkk : pada saliva ada bahan anti bakteri yang mirip lizosim c. Diet a) Faktor fisik I. Orang primitif => raw material=> karies menurun o.k self cleansing II. Orang modern => processed food => karies meningkat o.k tidak self cleansing b) Karbohidrat Karbohidrat meningkat merupakan bahan yang kariogenik. 2) pengaruh non langsung umur jenis kelamin
Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

57

Modul Pencernaan
ras genetik sosial-ekonomi geografi flour dalam air kesehatan umum kesehatan ibu ilmu penyakit gigi dan mulut FK undip gejala iritasi pulpa hyperaemia pulpae pulpitis (acata partialis, acuta totalis, chronica) periodontitis gigi yang mati (Gangraena pulpae & gangraena radix)

2010

pencegahan o menaikkan resistensi host dengan flour baik secara sistemik maupun lokal o menurunkan jumlah mikroflour dalam mulut o pengendalian substrat => bahan makanan yang non kariogenik atau pola hidup sehat kontrol gigi secara teratur ke puskesmas, RS, drg atau yankes lain selama 6 bulan sekali penggunaan teblet flour ilmu penyakit gigi dan mulut FK undip penatalaksanaan menggunakan usaha preventif untuk mencoba menghentikan penyakit membuang jaringan yang rusak dan menggantikannya dengan restorasi disertai usaha pencegahan terhadap rekurensinya. Kapita selekta
58

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan
Ginggivitis

2010

a. Definisi? Peradangan pada gusi disertai rasa nyeri, pembengkakan, perubahan bentuk ukuran yang dapat disertai ulserasi.

59

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Gingivitis secara terminologi terdiri dari 'gingiva' yang berarti gusi dan 'itis' yang berarti radang, sehingga definisi gingivitis adalah radang pada gusi akibat dari infeksi bakteri. Pada awalnya, bakteri yang mendominasi adalah organisme streptokokus gram positif. Setelah periode 3 minggu, jenis (spesies) batang gram positif khususnya Actinomyces, organisme gram negatif seperti Fusobacterium, Veillonella dan organisme-organisme spirochaetal termasuk Treponema berkoloni menempati kantong gusi. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal. Penyakit periodontal melibatkan peradangan dan infeksi yang menghancurkan jaringan yang mendukung gigi, termasuk gusi, ligamen periodontal, dan kantong gigi (tulang alveolar). Penyebab paling umum dari gingivitis adalah kebersihan mulut yang buruk. Menyikat gigi dan penggunaan dental floss (benang gigi) setiap hari dapat membantu mencegah radang gusi. Penyebab Penyebab paling umum dari gingivitis adalah kebersihan mulut yang buruk yang mendorong terbentuknya plak. Plak adalah sebuah lapisan biofilm yang tidak terlihat, lengket yang terutama terdiri dari bakteri. Menyikat gigi dengan cara yang benar dan rutin serta setiap hari dapat menghilangkan plak. Plak harus dihilangkan setiap hari dengan menyikat gigi karena akan kembali terbentuk dengan cepat, biasanya dalam waktu 24 jam. Plak yang menumpuk akan menyebabkan terbentuknya karang gigi (kalkulus). Plak yang menumpuk pada gigi akan terkalsifikasi sehingga membentuk lapisan keras yang menyerupai kapur, lapisan keras inilah yang disebut sebagai karang gigi. Toksin yang merupakan hasil metabolisme dari bakteri akan menyebabkan gusi terinfeksi, bengkak, dan lunak.

60

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Modul Pencernaan

2010

Gejala Gusi kemerahan Gusi bengkak Konsistensi gusi menjadi lebih lunak Bentuk gusi agak membulat (unstippling) Gusi mudah berdarah

Pengobatan Pengobatan utama pada gingivitis adalah dengan menghilangkan penyebabnya, yaitu dengan membersihkan karang gigi (scaling). Membersihkan karang gigi dapat dilakukan di praktik dokter gigi. Satu minggu pasca pembersihan karang gigi, dicek apakah kondisi sudah membaik atau belum. Jika kondisi gusi masih radang atau belum membaik berkonsultasilah dengan dokter gigi.

61

Annisa Rahim | ch4i3m@rocketmail.com

Anda mungkin juga menyukai