Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

LATAR BELAKANG Transportasi sangat mempengaruhi setiap kegiatan yang berlangsung dalam suatu wilayah dan kota. Setiap orang dituntut untuk selalu berpindah tempat dalam waktu yang terbatas untuk melakukan berbagai aktifitas dan mendistribusikan barang sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan dan pertumbuhan penduduk kota, tingginya kepadatan penduduk, dan pertumbuhan pembangunan perkotaan yang semakin pesat mengakibatkan tingginya kebutuhan akan sarana prasarana kota termasuk pemenuhan kebutuhan transportasi. Oleh karena itu sangat diperlukan upaya pengadaan dan pemeliharaan kebutuhan fasilitas transportasi yang layak. Kelancaran pergerakan moda transportasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik jalan dan sistem infrastruktur atau prasarana transportasi yang mendukungnya. Apabila dalam pemenuhan kebutuhan transportasi mengalami hambatan atau tidak sejalan dengan perkembangan kota yang semakin pesat maka hal tersebut dapat menjadi masalah yang nantinya juga akan berdampak pada perkembangan dan pembangunan kota. Masalah transportasi perkotaan saat ini sudah merupakan masalah utama yang sulit dipecahkan di kota-kota besar. Salah satu masalah transportasi di perkotaan adalah masalah parkir. Masalah ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar saja. Beberapa pasar dan supermarket hanya mempunyai tempat parkir yang begitu sempit, yang hanya menampung beberapa kendaraan roda empat saja. Beberapa gedung pertunjukan/gedung bioskop bahkan tidak mempunyai fasilitas parkir untuk kendaraan roda empat. Dan pusat pertokoan yang berada disepanjang ruas jalan sering tidak memiliki lahan parkir sendiri yang memadai sehingga menggunakan badan jalan untuk parkir. Dalam penataan ruang parkir perlu diperhatikan beberapa hal sebagai tolok ukur kecukupan terhadap ruang parkir. Kriteria-kriteria yang digunakan

METODE PENELITIAN 1

16

dalam penentuan kecukupan ruang parkir antara lain durasi parkir, akumulasi parkir, volume parkir dan kebutuhan petak parkir. Kecukupan lahan parkir merupakan hal yang sepele tetapi memiliki dampak cukup besar jika penataannya kurang diperhatikan. Karena jika ruang parkir yang disediakan tidak mencukupi, maka parkir akan meluap di badan jalan sehingga akan mengganggu kelncaran arus transportasi. Begitu pula dengan kondisi yang dihadapai di kawasan Pasar Gede yang merupakan salah satu jalur transportasi di kota Surakarta perkembangan kota yang semakin pesat. 1.2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas, dirumuskan permasalahan : Apakah ruang parkir yang tersedia di daerah pusat pertokoan di sebelah selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo) Pasar Gede Surakarta telah memenuhi kecukupan parkir? 1.3. TUJUAN DAN SASARAN 1.3.1. Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah: Mengidentifikasi kecukupan parkir di kawasan studi yakni di daerah pusat pertokoan di sebelah selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo) di kawasan Pasar Gede. 1.3.2. Sasaran Sasaran penyusunan makalah ini adalah:
1) Mengetahui ketersediaan parkir di daerah pusat pertokoan di sebelah

yang terkena dampak dari

selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo) Pasar Gede Surakarta.
2) Mengetahui kebutuhan parkir di daerah pusat pertokoan di sebelah

selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo) Pasar Gede, Surakarta.

METODE PENELITIAN 2

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kendaraan tidak mungkin bergerak terus menerus, pada saatnya harus berhenti sementara atau berhenti lama (parkir), yaitu keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara (PP nomor 43 tahun 1993).Fasilitas parkir harus tersedia ditempat tujuan (perkantoran,pertokoan, tempat hiburan atau rekreasi dan lain-lain) dan dirumah (berupa garasi atau latar parkir) apabila tidak tersedia maka ruang jalan akan menjadi tempat parkir. Perparkiran telah menimbulkan persoalan dibanyak kota besar karena keterbatasan ruang kota. Ketiadaan dan ketidak cukupan fasilitas parkir (pelataran atau gedung) dikawasan tertentu dalam kota, menyebabkan jalan menjadi tempat parkir. 2.1 IDENTIFIKASI MASALAH PARKIR Masalah parkir kendaraan dapat dikelompokkan berdasarkan : 1. Jenis moda angkutan a. Parkir kendaraan bermotor yang mencakup 1) Kendaraan roda dua 2) Kendaraan roda empat (mobil penumpang) 3) Bis / truk b. Parkir kendaraan tidak bermotor 1) Becak 2) Sepeda 2. Lokasi Parkir a. Parkir di badan jalan
b. Parkir diluar badan jalan baik berupa pelataran / taman atau gedung

parkir. (Ahmad Munawar,2004)

METODE PENELITIAN 3

16

2.2 PERMASALAHAN PARKIR Aktivitas suatu pusat kegiatan akan menimbulkan aktivitas parkir kendaraan. Hal ini akan menimbulkan masalah antara lain : 1. Permintaan parkir tidak dapat tertampung oleh fasilitas parkir diluar badan jalan yang tersedia sehingga meluap kebadan jalan. Luapan parkir di badan jalan akan mengakibatkan gangguan kelancaran arus lalu lintas. 2. Tidak tersedianya fasilitas parkir di luar badan jalan sehingga bangkitan parkir secara otomatis memanfaatkan badan jalan untuk parkir. Kedua masalah parkir tersebut secara umum terjadi pada hampir semua ruas jalan, lebih-lebih daerah pertokoan dan perkantoran serta sekolah, yang mempunyai permitaan parkir di badan jalan cukup besar. (Ahmad Munawar,2004) 2.3 KARAKTERISTIK PARKIR Karakteristik parkir meliputi : 1. Durasi parkir Yaitu lama suatu kendaraan parkir di suatu lokasi tertentu. Diperoleh dengan cara mengamati waktu kendaraan masuk dan waktu kendaraan tersebut keluar, selisih dari waktu tersebut adalah durasi parkir Durasi = Extime Entime Dengan : Extime = waktu saat kendaraan keluar dari lokasi parkir Entime = waktu pada saat kendaraan masuk lokasi parkir 2. Akumulasi Parkir Akumulasi parkir dibutuhkan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang sedang berada pada suatu lahan parkir pada selang waktu tertentu. Diperoleh dengan cara menjumlahkan kendaraan yang telah menggunakan lahan parkir ditambah dengan kendaraan yang masuk serta dikurangi dengan kendaraan yang keluar. Akumulasi = Ei Ex + X Dengan, Ei = Entry (kendaraan yang masuk ke lokasi) Ex = Exit (kendaraan yang keluar lokasi)
METODE PENELITIAN 4

16

X = jumlah kendaraan yang telah parkir 3. Volume Parkir Yaitu jumlah kendaraan yang telah menggunakan ruang parkir pada suatu lahan parkir tertentu dalam satu satuan waktu tertentu Volume = jumlah kendaraan yang parkir t dengan, t = satuan waktu tertentu 4. Indeks Parkir Yaitu presentase dari akumulasi jumlah kendaraan pada selang waktu tertentu di bagi dengan ruang parkir yang tersedia dikalikan 100 persen. Indeks parkir = akumulasi parkir x 100 % Ruang parkir yang tersedia 5. Jumlah Ruang parkir yang dibutuhkan Ruang parkir yang dibutuhkan = Volume x Rata-rata Durasi Lama Survey (Ofyar Z. Tamin,2003) 2.4 KEBUTUHAN AKAN RUANG PARKIR Perparkiran berkaitan erat dengan kebutuhan ruang , sedangkan sediaan ruang terutama di daerah perkotaan sangat terbatas bergantung pada luas wilayah kota, tata guna lahan dan dibagian wilayah kota yang mana. Bila ruang parkir dibutuhkan di wilayah pusat kegiatan maka sediaan lahan merupakan masalah yang sulit, kecuali dengan mengubah sebagian peruntukannya. Jumlah kendaraan yang bertambah setiap tahun terutama jenis kendaraan pribadi jelas menjadi penyebab utama meningkatnya kebutuhan akan ruang parkir. Kota-kota lama yang dibangun sebelum era kendaraan bermotor pasti mengalami kesulitan untuk menyediakan lahan parkir tanpa pengorbanan besar, apalagi di pusat kegiatan kota. Setiap pelaku lalu lintas mempunyai kepentingan yang berbeda dan menginginkan fasilitas parkir sesuai dengan kepentingannya. Selain itu lokasi tempat parkir dengan tempat yang dituju harus berada dalam jarak yang dapat di jangkau dengan berjalan kaki, karena kebutuhan tempat parkir adalah fungsi
METODE PENELITIAN 5

16

dari kegiatan makin terhimpun kegiatan disuatu tempat seperti halnya di pusat kegiatan kota semakin besar pula kebutuhan akan tempat parkir. Perlu dilakukan pengendalian terhadap kendaraan yang parkir di jalan dengan berbagai macam cara, antara lain dengan pembatasan waktu atau lama parkir dan penerapan denda bagi yang elawat batas waktu, larangan parkir di sejumlah ruas jalan, serta penerapan tarif dan denda yang tinggi. Pengendalian parkir di jalan mempunyai banyak tujuan yaitu : 1. Mengurangi kemacetan lalu lintas 2. Meningkatkan kapasitas ruas jalan 3. Mendayagunakan fasilitas parkir di luar jalan besar tarif harus mampu bersaing dengan tarif parkir di jalan; 4. Mempengaruhi orang agar menggunakan kendaraan umum untuk bepergian kemana saja, - hal ini harus dibarengi dengan upaya meningkatkan keandalan , keamanan, dan kenyamanan kendaraan umum 5. Mengelola perlalulintasan 6. Menghasilkan uang sebagai pendapatan asli daerah, karena perparkiran dapat menghasilkan uang cukup banyak 2.4.1 Parkir di Jalan Parkir di jalan pasti mengurangi kapasitas ruang jalan yang bersangkutan, dan karena itu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Di beberapa negara diberlakukan beberapa ketentuan, diantaranya : parkir dijalan dikenai tarif dan denda sangat tinggi sehingga pengemudi memarkir kendaraan seperlunya saja, sebelum dikenai denda karena melewati batas waktu, atau parkir di bangunan parkir meskipun tarifnya agak mahal, atau menggunakan kendaraan umum. Dimensi ruang parkir (luas dan tinggi ruang) yang dibutuhkan bergantung pada dimensi kendaraan yang akan diparkir (lebar,panjang,tinggi). Ruang yang dibutuhkan untuk ruang parkir satu kendaraan disebut Petak Parkir atau Satuan Ruang parkir (SRP).

METODE PENELITIAN 6

16

Faktor ini akan menjadi acuan dalam menentukan luas lahan yang dibutuhkan untuk bangunan parkir. Di kawasan pusat kegiatan kota sirkulasi kendaraan relatif paling banyak dan dengan demikian juga memerlukan fasilitas parkir yang lebih banyak, sedangkan ruang parkir di jalan sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu diperlukan upaya pemanfaatan ruang parkir secara efisien dengan cara membatasi lamanya parkir dan sistem tarif progresif untuk parkir seperlunya. Pada ruas-ruas jalan tertentu di pusat kegiayan kota perlu diterapkan kebijakan nenas parkir, artinya pada ruas-ruas jalan tersebut dilarang memarkir kendaraan, sedangkan pada ruas-ruas jalan lain yang tidak terlalu mengganggu sirkilasi lalu lintas dapat diterapkan kebijakan parkir bebas, dalam penngertian tetap ada batasan waktu dan bisa diterapkan pembebanan biaya parkir. Pertimbangan untuk menerapkan ruas jalan bebas parkir hendaknya tidak semata-mata didasarkan atas kepentingan kelancaran lalu lintas tetapi juga perlu mempertimbangkan kepentingan guna lahan di sepanjang ruas jalan tersebut. Sebagai contoh, apabila di sepanjang ruas jalan tersebut ada toko-toko atau pusat jajan, maka kebijakan bebas parkir tidak tepat. Lebih bijaksana membiarkan lalu lintas berjalan kurang lancar daripada toko-toko dan pusat jajan sepi pengunjung. Pengendalian parkir di kawasan permukiman kurang begitu penting karena lalu lintas di kawasan ini dikatakan terbatas. Laju kendaraan memang tetap tergangga, namun di kawasan permukiman tidak dituntut kecepatan tinggi, untuk keselamatan. Jadi, bisa saja diterapkan kebijakan parkir bebas, bahkan gratis. Kebijakan ini penting artinya bagi kawasan perumahan sederhana yang tidak mungkin memiliki garasi karena tipe pekarangannya kecil, sehingga ruas jalan juga menjadi tempat parkir di malam hari (mementingkan fungsi garasi). 2.4.2 Parkir di Luar Jalan

METODE PENELITIAN 7

16

Perparkiran yang ideal adalah parkir di luar jalan berupa fasilitas pelataran (taman) parkir atau bangunan (gedung) parkir. Di pusat kegiatan kota yang sulit memperoleh lahan yang cukup luas, fasilitas yang sesuai adalah gedung parkir yang dapat dibangun bertingkat sesuai dengan kebutuhan. Taman parkir maupun gedung parkir memerlukan biaya investasi yang cukup besar, namun pengembaliannya dapat diharapkan tidak terlalu lama dan bisa menjadi lahan usaha. Fasilitas parkir di luar jalan dapat diselenggarakan oleh pemerintah, atau badan hukum Indonesia,atau warga negara Indonesia (PP No.43 Th.1993 ps.48). Dalam hal ini, orientasi badan usaha tersebut adalah memperoleh keuntungan dari perparkiran, dan dengan demikian Pemerintah Daerah dapat menarik pajak dari usaha ini sebagai bagian dari PAD. Selain itu, gedung atau pelataran parkir dapat pula diselenggaraklan oleh lembaga pemerintah atau swasta untuk keperluan khusus atau kepentingan sendiri, bukan ditujukan untuk memperoleh keuntukngan finansial melainkan memberikan fasilitas untuk menunjang kegiatannya. Misalnya: gedung parkir atau pelataran parkir kantor tertentu, pelataran parkir sebuah toko atau rumah makan, pelataran atau gedung parkir gedung pertemuan. (Suwardjoko P. Warpani, 2002) 2.5 PENGENDALIAN PARKIR Tidak diragukan lagi bahwa parkir di jalan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas, namun parkir kendaraan adalah akhir dari satu proses penggalan perjalanan sehingga parkir tak dapat dihindarkan. Yang perlu dilakukan adalah mengelola perparkiran dengan sistem yang baik agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat ditekan sampai batas minimal. Perparkiran dapat digunakan sebagai alat pengendali lalu lintas melalui kebijakan daerah bebas parkir dan atau pembatasan waktu parkir. Pada daerah babas parkir, sepanjang jalna tertentu diterapkan larangan parkir. Dengan kebijakan bebas parkir kapasitas lebar jalan dapat digunakan dengan optimal bagi gerak lalu lintas.
METODE PENELITIAN 8

16

PP No.43 Th.1993, ps.66 melarang siapa pun menggunakan jalan dengan cara yang dapat merintangi kebebasan dan membahayakan keamanan lalu lintas, atau menimbulkan kerusakan pada jalan. Di tempat tertentu, meskipun tidak ada rambu-rambu larangan, para pengguna jalan tidak dibenarkan memarkirkan kendaraannya. Di setiap jalan yang tidak terdapat rambu-rambu larangan atau marka atau tanda-tanda lainyya, para pengguna jalan dapat memarkirkan kendaraannya. Tempat tertentu sebagaimana yang dimaksud di atas adalah :
a. Sekitar tempat penyeberangan pejalan kaki, atau tempat penyeberangan

sepeda yang telah ditentukan. Parkir harus berjarak paling sedikit 6m dari tepi jalur.
b. Jalur khusus pejalan, Keberadaan parkir pada jalur pejalan akan

menyebabkan

terganggunya

kenyamanan

para

pejalan

dan

dapat

menyebabkan para pejalan menggunakan jalur kendaraan.


c. Tikungan tertentu. Tikungan adalah tempat yang kerang memiliki ruang

bebas pandang sehingga keberadaan kendaraan parkir akan memperbesar lemungkinan terjadinya kecelakaan.
d. Jembatan. Parkir harus pada jarak paling dekat 50m dari melut jembatan. e. Dekat perlintasan sebidang atau persimpangan. Parkir harus pada jarak

paling dekat 25m dari persimpangan atautikungan.


f. Di muka pintu keluar masuk pekarangan. Parkir seperti ini jelas merampas

hak orang lain untuk keluar masuk pekarangan.


g. Pada tempat yang dapat menutupi rambu-rambu atau alat pemberi isyarat

lalu lintas. Karena rambu atau alat pemberi isyarat tertutup, pengendara lain dapat melakukan pelanggaran lalu lintas yang bisa dikenai sanksi padahal yang bersangkutan tidak bermaksud melanggar peraturan.
h. Berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis.

Parkir harus pada jarak paling dekat 6m sari hydrant.. Selain tempat-tempat yang telah ditentukan di atas, masih ada beberapa tempat lain yang tidak layak untuk dijadikan tempat parkir kendaraan, antara lain:
METODE PENELITIAN 9

16

i. Jalan sempit. Parkir di jalan sempit dapat berakibat mematikan arus lalu

lintas karena kendaraan yang akan melintas seolah-olah terhadang kendaraan yang sedang parkir, atau setidak-tidaknya sangat mempersulit kendaraan lain yang akan melintas. Jalan tergolong sempit apabila lebar badan jalan tersebut kurang dari 5m.
j. Terowongan. Tidak ada alasan teknis khusus selain terowongan dibangun

bukan untuk tempat parkir. Di samping itu, jembatan dan terowongan pada umumnya tidak menyediakan ruang ekstra yang pantas dan layak untuk tempat parkir kendaraan.
k. Tempat konsentrasi pejalan. Pada area konsentrasi pejalan, misalnya pada

gerbang sekolah atau rumah sakit atau gedung pertemuan, alasan utama adalah keselamatan, terutama pada saat kendaraan keluar-masuk perparkiran. Tapak parkir harus berjarak cukup dari konsentrasi pejalan.
l. Lajur prioritas. Yaitu lajur khusus pada tanjakan yang diprioritaskan untuk

kendaraan berakselerasi rendah (truk dan bus) agar dapat tetap merayap tanpa hambatan. Di sepanjang lajur ini dilarang memarkir kendaraan karen hal ini akan sangat menyulitkan bagi kendaraan-kendaraan besar untuk bergerak.
m.

Puncak tanjakan. Puncak tanjakan membatasi sudut pandang pengemudi apalagi pada tanjakan tajam. Pengemudi baru akan melihat kondisi lalu lintas di hadapannya setelah mencapai titik tertentu pada tanjakan, dan kendaraan yang parkir pada puncak tanjakan pasti menambah gangguan pandang bagi pengemudi

METODE PENELITIAN 10

16

2.6 KESEDIAAN PETAK PARKIR Pemerintah dapat pula mewajibkan bangunan tertentu menyediakan ruang parkir sesuai dengan baku kebutuhan, terutama pada bangunan di pusat kegiatan yang mendatangkan sejumlah kendaraan, seperti pertokoan, kantor, tempat hiburan. Pembangunan tempat kkegiatan umum seharusnya ditambah dengan kewajiban menyediakan ruang parkir dalam bentuk gedung atau taman dengan kapasitas yang sesuai dengan volume kegiatan yang dirancang, bukan hanya asal ada. Kekurangan kapasitas parkir di tempat-tempat tertentu (misalnya: kawasan pertokoan, gedung perkantoran, perhotelan) akan mengakibatkan melimpahnya kendaraan yang parkir di pinggir jalan dan akibatnya adalah kemacetan lalu lintas. Untuk menentukan kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) sebagai pedoman dalam penerbitan surat izin mendirikan bangunan.

METODE PENELITIAN 11

16

BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang lokasi penelitian dan langkah-langkah dalam penelitian meliputi penjelasan mengenai model penelitian yang digunakan dan metodologi penelitian untuk mengukur dan mengetahui apakah ruang parkir yang terdapat di kawasan Pasar Gede telah memenuhi kecukupan parkir. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Kawasan Parkir adalah kawasan atau area yang memanfaatkan badan jalan sebagai fasilitas parkir dan terdapat pengendalian parkir melalui pintu masuk. Parkir pasar adalah ruang pakir yang disediakan oleh pasar. Di pasar terdapat kendala berupa penyediaan dan pengaturan parkir belum memadai sehingga pada jam puncak pagi hari umumnya menimbulkan masalah terhadap kelancaran arus lalulintas. Sedangkan Kompleks Pertokoan/Perdagangan pada saat jam puncak menimbulkan permasalahan karena kapasitas jalan berkurang dengan adanya aktifitas parkir pengunjung. 3.1 LOKASI PENELITIAN Kami mengambil lokasi penelitian di sepanjang jalan kawasan Pasar Gede yang terfokus di sebelah selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo) Pasar Gede, Surakarta. Dengan alasan Kawasan Pasar Gede merupakan kawasan perbelanjaan yang sudah ramai di kunjungi masyarakat Surakarta dan sekitarnya sejak dulu. Jalan ini dilewati oleh berbagai moda transportasi baik kendaraan umum, kendaraan pribadi maupun kendaraan tanpa mesin. Selain itu kawasan Pasar gede merupakan kawasan komersial yang terdiri dari banyak pertokoan, banyak kendaraan yang parkir dengan menggunakan badan jalan. Kondisi tersebut sedikit banyak mempengaruhi kelancaran lalu lintas di sepanjang jalan kawasan Pasar Gede.
3.2 MODEL PENELITIAN

Dalam penelitian tentang kecukupan ruang parkir di kawasan pasar gede, model penelitian yang digunakan merupakan adopsi dari penelitian sebelumnya. Terdapat beberapa variabel yang digunakan untuk mengukur dan mengetahui
METODE PENELITIAN 12

16

kecukupan lahan parkir pertokoan di kawasan tersebut. Menurut (Hobbs, 1995) karakteristik parkir meliputi 6 variabel yaitu durasi parkir ,akumulasi parkir ,volume parkir ,tingkat pergantian parkir (turn over parking) ,indeks parkir dan jumlah ruang parkir yang dibutuhkan. Dari keenam variabel yang menggambarkan karakteristik parkir tersebut ,Karena objek studi yang diteliti merupakan daerah pertokoan yang berada di kawasan Pasar Gede yang mana model parkir disana menggunakan parkir on street atau yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat untuk parkir. Maka tidak semua variabel-variabel tersebut relevan atau cocok digunakan dalam penelitian. Hanya ada beberapa variabel saja yang relevan untuk digunakan dalam penelitian. Yaitu durasi parkir, akumulasi parkir, volume parkir dan jumlah ruang parkir yang dibutuhkan. Dua variabel yang tidak diteliti adalah turn over parking dan indeks parkir. Hal ini disebabkan karena kedua variabel tersebut kurang relevan terhadap tujuan penelitian. Kedua variabel tersebut lebih sesuai digunalan untuk meneliti tingkat pelayanan terminal. Selain menggunakan variabel-variabel yang bersifat kuantitatif dalam menentukan karakteristik parkir. Dipakai pula variabel yang bersifat kualitatif sehingga data yang dikumpulkan juga bersifat kualitatif. Penentuan karakteristik parkir tersebut digunakan sebagai input untuk mengukur atau mengetahui kecukupan ruang parkir di kawasan tersebut. Model dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

METODE PENELITIAN 13

16

Aspek Kualitatif

obeservasi wawancara
Ruang parkir yang dibutuhkan

Volume parkir

Karakterist ik parkir (INPUT) Akumula si parkir

Durasi parkir Kecukupan Parkir (OUTPUT)

Gambar 3.1 Model Penelitian

METODE PENELITIAN 14

16

3.3 METODE PENELITIAN Flowchart penelitian kecukupan parkir


Persiapa n Identifikasi masalah Perumusan masalah Penetapan tujuan penelitian

BAB I Pendahuluan

BAB II
Studi pustaka Penyusunan model penelitian

Tinjauan Pustaka BAB III Metode Penelitian BAB IV Deskripsi Data


Data sekunder

Pengumpulan data Data primer

Petak parkir Jumlah Kendaraan yang parkir Data waktu menurut jenis kendaraan Data wawancara

Data Karakteristik jalan kawasan Pasar Gede Peta Lokasi Parkir

METODE PENELITIAN 15

16

1 Perhitungan akumulasi parkir

BAB V Analisis

Penentuan jam-jam dan hari- hari padat macet

Perhitungan : 1. Durasi macet 2. Volume parkir

Peninjauan fasilitas parkir& manajemen

Analisis

Kesimpulan dan saran

BAB VI Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.2 Flowchart penelitian kecukupan parkir

METODE PENELITIAN 16

16

Langkah langkah dalam metode penelitian meliputi : 1. Persiapan Meliputi persiapan yang diperlukan, berupa surat ijin survey dan data- data penunjang, juga sebelumnya sudah disiapkan pemahaman dasar tentang permasalahan yang menyangkut kemacetan.
2.

Identifikasi Masalah Observasi awal dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di Jalan sekitar kawasan Pasar Gede khususnya di daerah pusat pertokoan di sebelah selatan (Jl. Martadinata) dan di sebelah barat (jl. Urip Sumoharjo). Beberapa permasalahan yang muncul berkaitan dengan faktor parkir on street seperti penataan parkir yang acak tidak sesuai dengan petak parkir yang telah tersedia. Permintaan parkir tidak dapat tertampung oleh fasilitas parkir diluar badan jalan yang tersedia sehingga meluap kebadan jalan. Luapan parkir di badan jalan akan mengakibatkan gangguan kelancaran arus lalu lintas.

3.

Perumusan Masalah Pada tahap ini dilakukan perumusan masalah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah menjawab kecukupan lahan parkir yang tersedia di sekitar kawasan pasar gede.

4.

Penetapan Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitiahn ini adalah mengidentifikasi kecukupan lahan parkir di kawasan studi.

5.

Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang menggambarkan karakteristik parkir. Dan memberi pengertian tentang kecukupan parkir sekaligus standarisasinya dan penanggulangannya.

6.

Penyusunan Model Penelitian Model penelitian dimaksud untuk membuat batasan yang jelas dari penelitian yang akan dilakukan berikut variabel-variabelnya.

METODE PENELITIAN 17

16

7.

Pengumpulan Data a. Data primer 1. Observasi lapangan Melakukan pengamatan dan pendataan langsung tentang keadaan serta gambaran yang sebenarnya dari fasilitas jalan di kawasan pasar gede. Dari observasi lapangan yang dilakukan didapatkan data-data yang terdiri dari :
Jumlah petak parkir.

Jumlah Kendaraan yang parkir satu jam survey Data lama parkir menurut jenis kendaraan 2. Wawancara atau interview Melakukan tanya jawab langsung, berupa pengajuan pertanyaan untuk memperoleh infomasi mengenai kondisi faktual kepada 6 responden, yang terdiri dari 3 orang para pengguna parkir dan 3 orang petugas parkir. b. Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dari data yang sebelumnya sudah dibuat yaitu :

Data karakteristik kawasan pasar gede dari Dinas Peta Lokasi Parkir dari dari Dinas Lalu Lintas Studi pustaka, yaitu pengumpulan data dengan

Lalu Lintas Angkutan Jalan. Angkutan Jalan.

cara mencari dan mengkompilasikan data-data yang sudah tersedia dari pihak- pihak yang terkait, seperti instansi Pemerintah. ( bahan bacaan) 8. Pengolahan Data
a. Melakukan perhitungan beberapa variabel penentu karakteristik

parkir. Beberapa variabel yang menggambarkan karakteristik parkir kendaraan antara lain:
METODE PENELITIAN 18

16

1. Durasi Parkir 2. Volume Parkir 3. Jumlah Ruang Parkir yang Dibutuhkan b. Perhitungan Akumulasi kendaraan yang parkir Akumulasi parkir menunjukkan beban parkir pada periode tertentu secara matematis, akumulasi parkir dapat dirumuskan Akumulasi = Ei Ex Dengan, Ei = Entry (kendaraan yang masuk ke lokasi) Ex = Exit (kendaraan yang keluar lokasi) X = jumlah kendaraan yang telah parkir
c. Menentukan jam-jam dan hari-hari padat area parkir.

Sehingga dapat diketahui puncak bangkitan parkir yang memanfaatkan badan jalan .
d. Peninjauan Fasilitas Parkir

Dilakukan melalui survey berkenaan dengan ketersediaan petak parkir dan fasilitas pendukung lainnya. 9. 10. Analisis Analisis yang dilakukan meliputi analisis hasil pengolahan data. Menyusun Kesimpulan dan Saran Dari analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan apakah kawasan pasar gede telah memenuhi permintaan parkir serta saran yang dapat dijadikan masukan bagi manajemen parkir di kawasan studi.

METODE PENELITIAN 19

16

BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 PENGUMPULAN DATA Data-data yang terkumpul dalam penelitian meliputi data jenis dan waktu kendaraan parkir di kawasan Pasar Gede Solo. 4.1.1 Data Waktu Dan Jenis Kendaraan Parkir Data hasil pengamatan berupa jenis dan waktu kendaraan masuk dan keluar lokasi parker dapat dilihat pada tabel 4.1 dan 4.2 Tabel 4.1 Waktu kendaraan masuk dan keluar lokasi parker di kawasan Pasar Gede Solo bagian barat. Pengamat : Suluh Kartika, Sukma Oktavia N. Tanggal Pengamatan :8 Desember 2009 Jam
10:00 10:05

Masuk
2 Motor dan 1 mobil (AD2188BB, AE2517JL, AD1778US) 2 Mobil dan 1 Motor (AD8567MO, AD8464EF, AD3088FA) 2 Motor (AD3112NP, AD2009WF)

Keluar
1 Motor dan 1 MOBIL (AD1854BS, H1759RP) 2 Mobil (B7553IF, AD8789UA) 1 Mobil dan 1 Motor(AD1755JS, AE2517JL) 2 Mobil dan 2 Motor (AD2188BB, AD2709HA, AD3328MY, AD7769PT) 1 Motor (AD3088FA) ____: Mobil

10:06 10:10

10:11 10:15

10:16 10:20

1 Motor dan 2 Mobil (AD5050HA, AD5478BC, H7742GA)

10:21 10:25 10:26 10:30 10:31 10:35

3 Motor (AD3228DY,

AD5472UK, AD3425YK) 1 Mobil dan 1 Motor 1 Motor (AD1418RS)


(AD1778US , AD2009WF)

2 Motor dan 1 Mobil (AD6400CM, AD604GK,


AD5478BC) 2 Motor (AD3112NP,

10:36 10:40

2 Motor dan 1 Mobil

METODE PENELITIAN 20

16

(AD8896AV, AD8894EF, AD4215S) 10:41 10:45

AE4929ED) 1 Motor dan 1 Mobil (AD5050HA, AD8567MO)

1 Mobil (AD5149RA)

Kendaraan yang telah ada sebelumnya : AD4569TY, AD7540CA, H9517BS, B3557IF, AE1725JL, B4HN Tabel 4.2 waktu kendaraan masuk dan keluar lokasi parkir di kawasan pasar gede sisi Selatan. Pengamat : Annisa Nur Ulfa. Tanggal Pengamatan :8 Desember 2009. Jam
10:00 10:05 10:06 10:10

Masuk 3 Mobil (AD8723MB, AD8496SE, AD8777GE) 1 Mobil dan 1 Motor (AD8114BU, AD7600DA) 1 Mobil (AD1792MS) 1 Mobil dan 1 Motor (AD9277NR, AD1854BE) 2 Mobil (AD1737JS, B2HN) 1 Motor dan 1 Mobil (AD1792YA, AD2366EJ)

Keluar 2 Motor (AD2217NA, AD2136NU) 1 Mobil dan 1 Motor(AD3456JJ, AE5172JL) 1 Mobil (AD1040YS)
1 MOBIL (L2470YO)

10:11 10:15 10:16 10:20

____: Motor

10:21 10:25 10:26 10:30

3 Mobil (AD4354YU, AD4045SH, AD2759GN) 1 Mobil dan 1 Motor (AD8723MB, AD7600DA) 2 Mobil (AD9277NR, AD8114BU) 1 Motor dan 1 Mobil (AD7742CA , AD8114BU) 1 Mobil dan 2 Motor (AD2136NU, AD1854BE, AD1792YA)
METODE PENELITIAN 21

10:31 10:35

1 Mobil dan 1 motor (AD6081YB, AD4657YA) 1 Mobil dan 1 Motor (AD6190TB, AD5657YA) 1 Motor (AD4546SA)

10:36 10:40

10:41 10:45

16

Kendaraan yang telah ada sebelumnya : AD2668DC, AD2758GN, K3595QF, AE4619EW, Catatan : Kendaraan yang sebelum dimulainya survey telah ada di lokasi parkir waktu masuknya dianggap pukul 10.00. Dan kendaraan yang belum keluar saat waktu survey berakhir waktu keluarnya dianggap pukul 10.45. 4.1.2 Gambar Lokasi Parkir Ditinjau dari cakupan wilayahnya, kawasan studi ini tercakup di sepanjang jalan Urip Sumoharjo serta di sepanjang jalan Martadinata, Solo dan objek studi yang diteliti merupakan daerah pertokoan dan pusat perbelanjaan (pasar) yang mana model parkir disana hampir kesemuanya merupakan parkir on street atau yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat untuk parkir.

Gambar di jalan

4.1 Urip

Parkir on-street Sumoharjo Gambar 4.2 Parkir on-street di jalan Martadinata Tetapi karena luasnya studi diteliti terbatasnya yang yang terlalu kawasan akan dan waktu diperlukan
METODE PENELITIAN 22

16

untuk penelitian maka pengumpulan data yang diteliti dilapangan hanya mencakupi kawasan tertentu saja, yakni yang dinilai merupakan kawasan sampel terbaik untuk model penelitian. Kawasan yang dipilih tersebut merupakan kawasan pertokoan dan kawasan di depan pasar gede. Di kedua kawasan sampel tersebut tidak ada area khusus untuk moda parkir tertentu, umumnya disetiap toko antara moda parkir mobil dan sepeda motor sudah di sediakan tempatnya masing-masing, namun pada kondisi tertentu yakni pada hari-hari sibuk atau pada jam padat, moda yang lebih diutamakan adalah mobil dan truk box, sehingga moda lainnya seperti sepeda, sepeda motor dan becak pengaturan parkirnya adalah mengikuti pola yang masih tersedia dilahan parkir tersebut yakni di sela-sela ruang kendaraan roda empat. Kasus lain yang terjadi dikawasan ini adalah tidak semua moda kendaraan yang berada di di sekitar area pasar maupun toko adalah pengunjung pasar ataupun toko itu, karena tidak semua pengguna parkir juga memperoleh fasilitas parkir yang tepat dan sebagian harus memarkirkan kendaraannya di area kosong lainnya, sehingga hal ini juga meyulitkan pendataan jenis dan waktu kendaraan masuk dan keluar lokasi parkir. Gambar 4.3 Kendaraan roda dua yang parkir di sela-sela ruang kendaraan roda empat.

METODE PENELITIAN 23

16

4.2

PENGOLAHAN DATA Proses pengolahan data akan dijelaskan mulai dari perhitungan ratarata durasi parkir, volume kendaraan yang parkir, perhitungan letak parkir, dan terakhir akumulasi parkir. 4.2.1 Durasi Parkir Rata-Rata Durasi atau lama waktu parkir adalah waktu yang digunakan oleh pengguna jasa parkir pada ruang parkir. Durasi waktu parkir dapat diketahui dari pengurangan waktu kendaraan masuk lokasi parkir dengan waktu kendaraan keluar lokasi parkir. Misalnya kendaraan mobil dengan plat nomor AD4569TY masuk ke lokasi pada pukul 10.00 dan keluar pada pukul 10.45 maka sesuai dengan rumus, durasi parkir kendaraan tersebut adalah: d = Ex time in time d = 10.00 10.20 d = 20 menit Durasi kendaraan pada hari selasa tanggal 8 desember 2009 selang waktu antara 10.00 sampai 10.45 dapat dilihat pada tabel 4.1dan 4.2 dari semua perhitungan durasi parkir, selanjutnya dihitung durasi parkir rata-rata sesuai rumus, dengan membagi total durasi parkir kendaraan sejenis dengan jumlah kendaraan sejenis. Durasi parkir rata-rata menunjukan rata-rata lama waktu kendaraan melakukan aktifitas parkir di suatu lokasi parkir.
METODE PENELITIAN 24

16

Tabel 4.3 Durasi parkir rata-rata jenis kendaraan di tiap lokasi parkir Lokasi Parkir Sisi Barat Sisi Selatan Durasi parkir rata-rata (menit) Sepeda dan Sepeda Mobil Motor 26, 67 22, 67 27, 75 21, 33

4.2.2

Volume Parkir Volume parkir menyatakan jumlah kendaraan yang termasuk dalam beban parkir per periode waktu tertentu. Pada penelitian ini, satu hari terdiri dari 8 jam karena aktifitas perparkiran resmi berlangsung antara jam 8:00 16:00. Namun hanya diambil sampel pada waktu jam sibuk atau padat saja, dengan durasi waktu selama empat puluh lima menit, yang tergambarkan pada tabel 4.1dan 4.2 di atas. Volume parkir pada tiap-tiap sisi parkir ditunjukan pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Volume parkir tiap-tiap lokasi parkir Jumlah Volume parkir (kendaraan/jam) Sepeda dan Jumlah Lokasi Parkir Mobil Sepeda Motor Sisi Barat 10 40 50 Sisi Selatan 39 30 69 Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa volume parker terbesar berada di lokasi parker Jl. Martadinata (sisi selatan) dengan jumlah 69 kendaraan. Jenis kendaraan parker di areal parker ini di dominasi oleh mobil dengan jumlah 39 kendaraan. Jadi total jumlah Volume Kendaraan yang parker

METODE PENELITIAN 25

16

pada hari selasa 8 desember 2009 pada jam 10.00 sampai 10.45 adalah 129 kendaraan. 4.2.3 Kebutuhan Petak Parkir Jumlah petak atau satuan ruang parkir yang dibutuhkan didasarkan pada kondisi parkir aktual saat ini. Dengan rumus Lautso kita dapat mengetahui jumlah petak parkir atau satuan ruang parkir yang dibutuhkan. Karena sampel yang diambil adalah empat puluh lima menit, maka kendaraan yang masuk di area parkir diambil rata-rata per lima menitan, data yang dimaksud terdapat pada tabel 4.1 dan tabel 4.2, maka contoh ratarata kedatangan sepeda motor di lokasi parkir sisi barat adalah sebagai berikut : Q = 12 kendaraan / 5 menit = 0,26 kendaraan / 5 menit 45 menit / 5 menit Tabel 4.5 Rata-rata kedatangan kendaraan/5 menit Rata-rata kedatangan (kendaraan/5 menit) Sepeda dan Mobil Sepeda Motor Sisi Barat 1,1 1,6 Sisi Selatan 1,4 2 Untuk mempermudah perhitungan maka satuan waktu yang Lokasi Parkir digunakan disamakan menjadi satuan waktu per menit, sehingga tabel 4.5 akan diubah menjadi tabel 4.6 dalam satuan kendaraan/menit.

METODE PENELITIAN 26

16

Tabel 4.6 Rata-rata kedatangan kendaraan/ menit Rata-rata kedatangan (kendaraan/menit) Sepeda dan Mobil Sepeda Motor Sisi Barat 0,16 0,25 Sisi Selatan 0,2 0,3 Contoh perhitungan jumlah kebutuhan petak parkir mobil di lokasi Lokasi Parkir parkir JL. Martadinata sisi selatan dapat dihitung dengan persamaan yang mengacu pada jumlah volume rata-rata kedatangan kendaraan pada tabel 4.6 Dan durasi parkir rata-rata pada tabel 4.3 seperti di bawah ini : Z=QxD Z = 39 x 0,2 menit Z =7,8 8 petak parkir Hasil perhitungan jumlah petak parkir yang dibutuhkan untuk tiaptiap lokasi parkir di tunjukan pada tabel 4.7 Tabel 4.7 Jumlah petak parkir yang dibutuhkan Jumlah Kebutuhan petak Parkir Sepeda dan Lokasi Parkir Mobil Sepeda Motor Sisi Barat 2 10 Sisi Selatan 8 9 Hasil perhitungan jumlah petak parkir masing-masing lokasi parkir pada tabel 4.7 kemudian dibandingkan dengan kondisi ketersediaan petak parkir saat ini pada tabel 4.8, untuk mengetahui kecukupan area parkir yang dibutuhkan pada masing-masing area parkir yang diteliti.

METODE PENELITIAN 27

16

Tabel 4.8 Perbandingan jumlah ketersediaan dan kebutuhan petak parkir Sepeda Motor dan Lokasi Parkir Sisi Barat Sisi Selatan 4.2.4 Akumulasi Parkir Akumulasi parkir merupakan jumlah kendaraan parkir di suatu lokasi parkir pada waktu tertentu. Akumulasi parkir diperoleh dengan dengan mengurangkan jumlah kendaraan sejenis yang datang atau masuk lokasi parkir pada periode waktu tertentu dengan jumlah kendaraan yang pergi atau keluar dari lokasi parkir pada periode yang sama. Contoh perhitungan akumulasi sepeda motor di lokasi parkir sisi timur JL. Urip Sumoharjo pada periode waktu antara jam 10:21 10:25 sesuai persamaan adalah 4.: Akumulasi = Ei Ex + X Akumulasi = 3 0 + 1 Akumulasi = 4 Sepeda Petak Parkir Kebutuhan Tersedia 5 6 Petak Parkir 10 9 Mobil Petak Parkir Tersedia 8 5 Kebutuhan Petak Parkir 2 8

METODE PENELITIAN 28

16

Gambar 4.4 Akumulasi parkir kendaraan sisi selatan dalam periode lima menit
8 7 6 5 4 3 2 1 0 10:00-10:05 10:06-10:10 10:11-10:15 10:16-10:20 10:21-10:25 10:26-10:30 10:31-10:35 10:36-10:40 10:41-10:45 S epedaMotor Mobil

Gambar 4.5 Akumulasi parkir kendaraan sisi barat dalam periode lima menit
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 10:00-10:05 10:06-10:10 10:11-10:15 10:16-10:20 10:21-10:25 10:26-10:30 10:31-10:35 10:36-10:40 10:41-10:45 S epedaMotor Mobil

METODE PENELITIAN 29

16

BAB V ANALISIS DATA Bab ini membahas tentang analisis dan hasil intrepetasi hasil pengolahan data. Pembahasan diawali dengan analisis dan intrepetasi hasil karakteristik durasi parkir rata-rata dan volume kendaraan parkir yang terjadi di areal parkir on street kawasan pasar gede. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara ketersediaan petak parkir terhadap kebutuhan petak parkir yang terjadi di tiap-tiap sisi jalan untuk mengetahui kecukupan parkir di kawasan pasar gede. 5.1 DURASI PARKIR RATA-RATA Durasi Parkir Rata-rata yang ditunjukkan pada tabel 4.3 merupakan karakteristik yang dimiliki oleh tiap-tiap sisi jalan. Durasi parkir rata-rata disisi barat untuk jenis kendaraan mobil adalah 26, 67menit. Sedangkan untuk sepeda motor 22, 67 menit. Di sisi Selatan rata-rata durasi parkir lebih lama dibanding sisi barat untuk jenis kendaraan mobil 27, 75 menit. Sedangkan untuk sepeda motor 21, 33 menit. Dari data durasi parkir rata-rata disetiap lokasi parkir menunjukkan bahwa durasi parkir rata-rata relatif singkat. Keadaan ini dapat menunjukkan bahwa tujuan mayoritas pemarkir ditiap-tiap sisi jalan untuk melakukan aktivitas pembelanjaan di kawasan pertokoan Martadinata dan Urip Sumoharjo. Durasi rata-rata yang singkat ini juga menunjukkan bahwa sering terjadi aktivitas kendaraan parkir yang keluar masuk lokasi parkir. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada petugas parkir dan pengguna kendaraan yang parkir di jalan tersebut. Durasi parkir kendaraan yang lama, dapat dikarenakan beberapa hal antara lain ; Kendaraan yang parkir merupakan kendaraan milik pemilik toko yang menggunakan lahan parkir dari toko buka hingga toko tutup, Kendaraan yang berasal dari luar kota biasanya lebih lama menggunakan lahan parkir, kendaraan yang mengantar pesanan dari pemilik took, Pengunjung toko yang membeli dalam partai besar biasanya memakan waktu yang lama, Ada juga beberapa pengguna parkir yang memanfaatkan lahan parkir di jalan Urip Sumoharjo untuk menitipkan kendaraannya setelah selesai berbelanja
METODE PENELITIAN 30

16

di kawasan tersebut kemudian pindah berbelanja ke tempat lain misalkan pasar Klewer dengan menggunakan moda transportasi lain misalkan becak. Durasi parkir yang lama dapat menyebabkan peningkatan durasi parkir ratarata yang akan mempengaruhi volume parkir, karena ketersediaan petak parkir tidak dapat memenuhi kebutuhan petak parkir yang bertambah seiring dengan peningkatan durasi parkir rata-rata. 5.2 VOLUME PARKIR Pada tabel 4.4 dapat kita amati bahwa jumlah total volume kendaraan parkir selama satu jam pada hari Selasa tanggal 8 Desember 2009 pada sisi barat adalah 60 kendaraan dengan 10 mobil dan 50 sepeda motor. Sedangkan pada sisi selatan adalah 69 kendaraan dengan 39 mobil dan 30 motor. Jenis kendaraan parkir terbanyak adalah sepeda motor yang parkir disisi barat Kawasan Pasar Gede. Sedangkan si sisi selatan Kawasan Pasar Gede dipadati kendaraan roda empat. Dari data tersebut terlihat jumlah kendaraan yang digunakan para pengguna parkir adalah sepeda motor. Perlu diketahui bahwa banyaknya jumlah volume kendaraan berhubungan dengan karakteristik durasi parkir rata-rata. Semakin pendek durasi parkir rata-rata maka kemungkinan tingkat pergantian parkir yang terjadi juga tinggi sehingga volume kendaraan parkir akan semakin banyak. Besarnya volume kendaraan parkir yang terjadi juga dipengaruhi oleh kapasitas daya tampung lokasi parkir terhadap kendaraan parkir atau jumlah petak parkir yang tersedia.
5.3

KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PETAK PARKIR Jumlah kebutuhan petak parkir dipengaruhi oleh karakteristik durasi parkir rata-rata dan besar volume yang terjadi disuatu lokasi parkir. Pada tabel 4.5 dapat diamati bahwa jumlah kebutuhan petak parkir di sisi barat masih dapat dipenuhi oleh jumlah petak parkir yang tersedia baik untuk kendaraan mobil maupun sepeda motor. Sedangkan pada sisi selatan kebutuhan petak parkir untuk jenis kendaraan sepeda motor telah terpenuhi tetapi tidak untuk kendaraan mobil. Salah satu penyebab tingginya kebutuhan parkir mobil di sisi selatan kawasan Pasar Gede (jalan
METODE PENELITIAN 31

16

Martadinata)

adalah

volume kendaraan

parkir

yang lebih

tinggi

dibandingkan dengan yang lainnya. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan strategi shared parking. Shared parking adalah salah satu strategi manajemen parkir dimana terjadi pembagian petak parkir antar lokasi parkir yang berdekatan. Pembagian petak parkir ini dilakukan karena salah satu lokasi parkir mengalami akumulasi puncak sedangkan lokasi parkir yang lain masih longgar. Shared parking dalam kasus yang kami temui, penggunaan parkir yang seharusnya untuk mobil dimanfaatkan untuk sepeda motor. Berdasarkan pengamatan kualitatif kebutuhan parkir di kawasan Pasar Gede mengalami peningkatan pada hari dan jam-jam sibuk. Yaitu pada hari Senin dan Sabtu pada jam 11.00-13.00 WIB. Dari pengolahan data kuantitatif dapat dilihat bahwa kebutuhan parkir dirasa mencukupi namun berbeda pada kondisi lain pada saat-saat tertentu seperti saat kendaraan masuk ke lokasi parkir yang bersamaan sehingga menyebabkan penuhnya lahan parkir. Durasi parkir yang lebih dari rata-rata durasi parkir juga akan mengurangi jumlah ketersediaan petak parkir jadi menyebabkan kendaraan yang akan parkir tidak mendapatkan tempat parkir karena penuhnya petak parkir di kawasan Pasar Gede. 5.4 AKUMULASI PARKIR Akumulasi parkir menunjukkan jumlah kendaraan yang diparkir di kawasan Pasar Gede pada waktu tertentu. Akumulasi parkir juga dapat mengindikasikan jumlah petak parkir yang dibutuhkan pada waktu tertentu pula. Pada gambar grafik 4.5 dapat diketahui akumulasi tertinggi sepeda motor pada sisi Selatan terjadi pada pukul 10:41-10:45 yaitu sebanyak 8 motor dan akumulasi terendah sepeda motor pada sisi Selatan terjadi pada pukul 10:16-10:20 dengan jumlah 1 motor. Dari data tersebut menunjukkan jumlah motor yang parkir di lokasi tersebut melebihi jumlah petak parkir yang tersedia yaitu 6 petak parkir. Kondisi nyata tersebut membuktikan adanya strategi shared parking dalam usaha memenuhi permintaan
METODE PENELITIAN 32

16

kebutuhan parkir sepeda motor di kawasan Pasar Gede. Sedangkan akumulasi tertinggi mobil pada sisi selatan terjadi pada pukul 10:36 sampai 10:40 dan 10:41 sampai 10:45 yaitu sebanyak 5 mobil dan akumulasi terendah mobil disisi selatan terjadi pada pukul 10:00 sampai 10:05, 10:06 sampai 10:10, 10:21 sampai 10:25, dan 10:26 sampai 10:30 yaitu sejumlah 2 mobil. Akumulasi tertinggi mobil pada sisi selatan ini sesuai dengan sediaan petak parkir yang juga sejumlah 5 petak parkir. Pada gambar grafik 4.6 dapat diketahui akumulasi tertinggi sepeda motor pada sisi barat terjadi pada pukul 10:00 sampai 10:05, 10:06 sampai 10:10, 10:21 sampai 10;25 dengan jumlah 8 sepeda motor dan akumulasi terendah sepeda motor pada sisi barat terjadi pada pukul 10:41 sampai 10:45 dengan jumlah 5 motor. Akumulasi tertinggi sepeda motor pada sisi barat masih lebih sedikit dari jumlah tempat parkir sepeda motor yang tersedia. Sedangkan akumulasi tertinggi mobil pada sisi barat terjadi pada pukul 10:00-10:05, 10:26-10:30, 10:31-10:35, 10:36-10:40 dengan jumlah 10 mobil dan akumulasi terendah mobil pada sisi barat terjadi pada pukul 10:21-10:25 dengan jumlah 3 mobil. Akumulasi tertinggi mobil pada sisi barat juga lebih sedikit dari jumlah petak parkir yang tersedia, jadi permintaan kebutuhan parkir di sisi barat selama waktu survey dari pukul 10:00 sampai 10:45 dapat tercukupi. Tingginya akumulasi parkir yang terjadi juga disebabkan oleh kendaraan dengan durasi parkir jangka panjang yang biasanya milik pedagang. Kendaraan berdurasi jangka panjang merupakan kendaraan pasif, karena seharian penuh berparkir dilokasi parkir dan tidak melakukan aktifitas apapun. Keberadaannya di lokasi parkir telah menghabiskan petak parkir yang seharusnya bisa ditempati oleh kendaraan lain yang lebih berkepentingan.

METODE PENELITIAN 33

16

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan bab terakhir yang membahas tentang hasil kesimpulan yang diperoleh dari penelitian pada bab-bab sebelumnya sekaligus menyertakan saran. 6.1 KESIMPULAN Sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya maka berikut ini adalah kesimpulan yang diperoleh berdasar penelitian kecukupan parkir di kawasan Pasar Gede.
1.

Berdasarkan hasil pengolahan data dari sampel yang diambil, kebutuhan petak parkir adalah 19 petak parkir untuk sepeda motor, 15 petak parkir untuk mobil dengan rincian sebagai berikut :
a.

Kebutuhan petak parkir yang diambil dari sampel yang diambil pada sisi Barat adalah 10 petak parkir untuk sepeda motor dan 2 petak parkir untuk mobil.

b.

Kebutuhan petak parkir yang diambil dari sampel yang diambil pada sisi Selatan adalah 9 petak parkir untuk sepeda motor dan 8 petak parkir untuk mobil.

2.

Ketersediaan petak parkir dari sampel yang diambil adalah 19 petak parkir untuk sepeda motor dan 15 petak parkir untuk mobil dengan rincian : a. Ketersediaan petak parkir pada sisi Barat adalah 10 petak parkir untuk sepeda motor dan 2 petak parkir untuk mobil. b. Ketersediaan petak parkir pada sisi Timur adalah 6 petak parkir untuk sepeda motor dan 5 petak parkir untuk mobil.

3.

Kecukupan Parkir dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan parkir. Berdasarkan pengolahan data dan analisis pada lokasi parkir yang di sisi barat untuk sepeda motor dan
METODE PENELITIAN 34

16

mobil serta parkir mobil pada sisi timur menunjukkan bahwa kebutuhan parkir telah tercukupi oleh sediaan petak parkir, dimana jumlah petak parkir yang tersedia lebih dari yang dibutuhkan. sedangkan sepeda motor di sisi Timur menunjukkan kebutuhan petak parkir melebihi jumlah petak parkir yang tersedia Keadaan ini menunjukkan kebutuhan petak parkir untuk sepeda motor pada sisi Timur belum tercukupi. Strategi shared parking telah digunakan untuk mengatasi ketidakcukupan tersebut. 6.2 SARAN Saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut :
1. Perlunya penetapan kebijakan tarif parkir progresif parkir di jalan

yang meningkat seiring dengan peningkatan durasi parkir kendaraan agar akumulasi dan permintaan parkir yang terjadi di jalan Urip Sumoharjo dan jalan Rr. Martadinata dapat dikendalikan. 2. Penerapan kombinasi sudut dalam manajemen perparkiran, yakni pengaturan tentang sudut parkir dengan mengombinasikan sudut 0, 30, 45, dan 90 dari lembaga yang terkait disesuaikan dengan kondisi jalan, dalam artian sudut-sudut tersebut tidak kaku, yakni dalam pengaturan perparkirannya mengikuti intensitas volume parkir kendaraan.

METODE PENELITIAN 35

16