Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER

Static Routing (Mikrotik & Debian/Ubuntu)

Mahendra Sanggha Sunu Priyambada Ahmad Wildan Listiyanto Meganingtyas


Diupload di : http://www.meganingtyas.web.id/2012/06/laporan-jaringan-komputer-static.html

PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

1. Tujuan Praktek a. Mampu membangun PC router dari berbagai system Operasi b. Memahami konsep static routing PC Router c. Mampu menggunakan program simulasi Virtual machine dan program virtual sejenis d. Memahami Perintah-perintah dasar system Operasi untuk PC Router 2. Sekenario Praktik Sebuah kantor mempunyai dua departemen yang memiliki Jaringan Komputer yang bisa saling berhubungan antara deparetemen. Digunakan dua router satu dengan Sistem Operasi Mikrotik dan yang router yang satu nya dengan Sistem Operasi Ubuntu. Eth 0 Eth0 192.168.1.254/24 192.168.3.254 /24
Eth 1 192.168.2.254/24 Eth 1 192.168.2.253 /24

DESAIN JARINGAN KANTOR X PC ANTAR DEPARTEMEN BISA SALING BERKOMUNIKASI

PC Kantor Departemen Komunikasi 192.168.1.0 / 24

PC Kantor Departemen Jaringan 192.168.3.0 / 24

Jaringan yang dibangun menggunakan Sistem Operasi yang sudah terinstall di Virtual Machine dalam praktek ini menggunakan virtualBox sebagai software Virtual Machine- nya. 3. Dasar Teori Router adalah perangkat yang bekerja pada layer 3 (network ) pada OSI Layer. Perangkat ini bertugas menyampaikan paket data satu jaringan ke jaringan lain. Secara umum router ini berfungsi sebagai penghubung jaringan yang berbeda. Dalam Router terdapat dua jenis routing yaitu static routing dan dynamic routing. Dalam praktikum kali ini akan membahas tentang static routing. Static routing adalah routing yang menggunakan tabel routing yang dibuat secara manual. Tabel diisi dengan daftar jaringan yang akan dihubungkan oleh router.

Dalam melakukan routing network yang dihubungkan adalah jaringan yang tidak terhubung langsung dengan router. Routing sendiri adalah proses untuk datagram mencapai tujuan di jaringan TCP/ IP . Mengetahui topologi jaringan dan network yang ada menjadi hal yang wajib. Dalam tabel router minimal informasi yang dibutuhkan adalah : a. IP / Network address tujuan b. IP address next hop router ( gateway ) c. Network interface tempat datagram dilewatkan Tabel routing Merupakan tabel yang dimiliki oleh router dan berisi network id dan default gateway jaringan yng akan dihubungkan. Gateway Merupakan pintu gerbang paket data dari jaringan local menuju jaringan lain. Gateway bertujuan untuk mengkoneksikan antara client jaringan local dapat berkomunikasi dengan internet atau jaringan luar. Default Gateway Merupakan sebuah router yang digunakan untuk meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lain. Default gateway ini harus ada dalam LAN untuk bisa terkoneksi dengan jaringan lain. Setelah melakukan routing , membuat tabel routing untuk dapat saling terhubung harus ditambahkan dengan default gateway. Sistem operasi Mikrotik RouterOS Merupakan system operasi yang digunakan untuk network router. Operating System ini menggunakan kernel Linux , dan didesain khusus untuk kebutuhan jaringan. Resource yang dibutuhkan juga tidak besar untuk penggunaan standart networking. Dalam bentuk hardware router yang menggunakan os mikrotik dibagi menjadi dua jenis, yaitu 1. Mikrotik Router OS yaitu bentuk system operasi yang bisa di install di PC , sehingga router yang dibuat disebut PC Router 2. Built in Hardware Mikrotik yang dibentuk menjadi board router dengan system operasi mikrotik sudah terinstall dengan mikrotik router OS. Sistem operasi Linux

Linux merupakan system operai yang merupakan turunan dari UNIX. Untuk dijadikan system operasi jaringan, linux menjadi system operasi yang tangguh karena kode sumber yang terbuka atau bersifat open source sehingga pengembang terdiri dari banyak orang. Sehingga bug dan patch akan cepat diketahui dan segera diperbaiki. Didalam Linux terdapat distribusi atau biasa disebut distro yang dikembangkan oleh individu, group , atau lembaga. Distro yang ada diantaranya adalah Ubuntu dan Debian. Kelebihan memilih Linux sebagai system operasi jaringan adalah : a. b. c. d. e. Bersifat terbuka dan bebas serta gratis. Dalam pengembangan saat ini, linux lebih mudah digunakan Keamanan yang lebih unggul Lebih stabil Kompatibilitas yang lebih baik

4. Alat dan Bahan a. Software VirtualBox / VMWAre Workstation b. Sistem Operasi Windows Xp/ Vista / 7 / 8 c. Sistem Operasi Ubuntu d. Sistem Operasi Mikrotik 5. Langkah Kerja 1. Berdoa terlebih dahulu 2. Menyiapkan PC yang sudah terinstall virtual Machine dan system operasi XP dua buah, satu mesin virtual Mikrotik, dan satu mesin virtual Ubuntu. 3. Setting dilakukan pada mesin virtual tiap Sistem Operasi 4. Pada praktek kali ini menggunakan virtualbox sebagai software virtualization. Sistem operasi yang digunakan untuk router adalah Mikrotik Os dan Ubuntu Server, untuk client menggunakan dua mesin dengan system operasi XP. 5. Setting network dilakukan dengan menambah masing-masing dua adapter network diantara PC router.

Setting network adapter 1 pada os mikrotik untuk router 1

Setting network adapter 1 pada OS debian untuk router 2

Setting network adapter 2 pada os mikrotik untuk router 1

Setting network adapter 2 pada OS Debian untuk router 2

a. Setting table routing pada OS mikrotik 1. Masuk kedalam virtual machine OS Mikrotik

2. Dicek apakah network adapter sudah terpasang dan terdeteksi oleh OS

3. Melakukan setting IP sesuai sekenario, untuk perintah merubah IP address dalam mikrotik adalah : [ admin @ Mikrotik ] > ip address add address=192.168.1.254/24 network=255.255.255.0 interface=ether1

[ admin @ Mikrotik ] > ip address add address=192.168.2.254/24 network=255.255.255.0 interface=ether2

4. Dilakukan pembuatan tabel routing pada PC Mikrotik OS Perintah yang digunakan adalah : [ admin @Mikrotik] > ip route add dst-address=192.168.3.0/24 gateway=192.168.2..253 5. Cek tabel routing dengan perintah [ admin @Mikrotik] > ip route print

6. Tabel routing untuk router dengan OS mikrotik sudah berhasil dibuat b. Setting tabel routing pada OS Debian Server 1. Masuk kedalam machine virtual os Debian

2. Setelah login akan masuk kedalam system operasi debian dengan previlage sebagai user. Untuk berubah menjadi root ketik perintah $su

3. Tanda $ menyatakan bahwa posisi masih menjadi user biasa, setelah mengetikkan su dan memasukkan password, maka posisi menjadi administrator atau root.

4. Setting ip address dengan perintah seperti dibawah ini : Nano adalah salah satu editor text di Linux Debian. Dibawah ini tampilan dari Nano text editor. Kemudian setting IP sesuai dengan sekenario.

5. File perubahan disimpan dengan menekan ctrl + X 6. Setelah dilakukan perubahan setting ip, dilakukan restart service dengan perintah #/etc/init.d/networking restart 7. Alamat ip di cek dengan perintah ifconfig

8. Tabel routing dibuat di file sama di /etc/network/interfaces. Perintah menambah tabel routing dengan perintah : up route add net 192.168.1.0/24 gw 192.168.2.254 dev eth1

9. Ip forward diaktifkan untuk meneruskan / melewatkan paket yang dikirim dari network satu ke network lain. # nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward Angka 0 diganti menjadi angka 1, kemudian perubahan disimpan. 10. Melakukan restart service networking dengan perintah # /etc/init.d/networking restart 11. Hasil tabel routing dengan perintah : # route

12. Tabel routing untuk router dengan OS Debian sudah berhasil dibuat c. Proses setting pada PC Client 1. Memberikan alamat IP pada pc client yang menggunakan OS Windows XP

2. Cek koneksi dengan ping

6. Permasalahan dan Pemecahan

7. Tugas diskusi 1. Design jaringan seperti gambar :

Eth0 192.168.2.253 /24 Eth 1 192.168.2.254/24 Router A

Eth 1 192.168.4.254 /24 Eth 1 192.168.4.253/24 Eth 0 192.168.5.254 / 24

Eth 2 192.168.3.254/24

Router C Router B

PC Lab 1 192.168.1.0 /24

PC Lab 2 192.168.3 /24

PC Lab 3 192.168.5.0 /24

Jaringan antara PC Lab 1 , Lab 2 dan Lab 3 bisa saling terhubung, dengan operating system router :

Router A : Debian 6 Router B : Mikrotik 5.4 Router C : Ubuntu 12.04 PC Lab : Windows XP 2. Perintah dasar pada mikrotik 5.4, Debian / Ubuntu yang berkaitan dengan konfigurasi jaringan. Mikrotik : 1. > ip address add ip address= xxx.xxx.xxx.xxx/24 network=255.255.255.0 interface=ether0 Untuk melakukan setting ip address pada interface pada PC Router Mikrotik 2. > ip address print Untuk melihat setting ip pada interface di PC Router mikrotik 3. > ip route add dst-address=xxx.xxx.xxx.xxx/24 gateway Untuk membuat tabel routing pada PC Router Mikrotik 4. > ip route print Untuk menampilkan tabel routing yang sudah ada 5. > interface print Untuk menampilkan informasi network adapter yang terhubung 6. > ip dhcp-client print

Untuk melihat ip yang didapatkan dari dhcp server 7. > ip dns print Menampilkan dns dari pc 8. > ip dhcp-client disable Melakukan disable dhcp client 9. > ip firewall nat print Menampilkan hasil nat firewall 10. > ping <site> Melakukan uji koneksi ke website / ip address Debian 1. # su Untuk masuk menjadi root 2. # nano /etc/network/interfaces Untuk melakukan edit dan memasukkan alamat network interface dengan Nano text editor. 3. #/etc/init.d/networking restart Melakukan restart pada layanan networking, setiap selesai melakukan perubahan sebaiknya layanan networking ini sebaiknya di restart 4. # ifconfig Untuk melihat konfigurasi Ethernet pada PC Router Debian 5. #Nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward Digunakan untuk mengaktifkan ip forward untuk menerukan paket yang dikirim ke network. Editor menggunakan nano text editor dan angka 0 diubah menjadi 1. 6. # Route Untuk menampilkan tabel routing 7. #reboot Untuk melakukan restart 8. #init 0 Melakukan Shutdown 9. # exit Keluar dari login super user / user 10. #ping <ip / site> Melakukan tes koneksi pada ip / site.

8. KESIMPULAN Router static merupakan cara routing / menggabungkan jaringan yang berbeda agar bias saling berkomunikasi dengan cara memasukan manual table routing . Untuk kebutuhan routing, harus bias menguasai perintah-perintah dasar dalam routing dan konsep routing static. 9. DAFTAR PUSTAKA - Labsheet 12_PC_RouterStatic-rev1 oleh Lukman Arwan Affandi dan Arwan nur Ramadhan - servas.wordpress.com/2007/12/08/routing-static/ - http://dahliekok.blogspot.com/2009/02/queue-dengan-src-nat-dan-web-proxy.html - http://www.ipangsan.web.id/perintah-command-dasar-mikrotik/