Anda di halaman 1dari 1

Trigger kelompok 1 "Perilaku Kekerasan" Klien berinisial J berusia 35 tahun, berjenis kelamin perempuan, suku Sunda, memakai bahasa

dominan bahasa Indonesia, tinggal di Pulo Jaya Rt 05/01 Beji Depok dikaji pada tanggal 24 September di Ruang rawat Utari Rumah Sakit Marzuki Mahdi. Untuk faktor predisposisi sebelumnya klien pernah dirawat dan mendapatkan pengobatan di RSMM. Riwayat aniaya fisik, seksual, penolakan kekerasan dalam keluarga dan tindak kriminal tidak ditemukan data yang mengarah pada point ini. Dari hasil wawancana klien mengatakan bahwa dirinya pernah dimasukkan ke dalam air dan disekap karena dirinya dianggap gila ddi sebuah pesantren di Jawa Barat. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, tekanan darah klien yaitu 100/60 mmHg, Nadi klien 90 X/menit, Suhu 36,5 C dan pernapasan 22 X/menit. Kulit klien tampak kering, bibir kering, dan rambut tampak kumal serta banyak kutu dirambutnya. Dari wawancara yang dilakukan pada Ny J mengatakan kepalanya terasa gatal namun dirinya selalu mandi dan kramas setiap hari. Data tentang genogram, Ny J adalah anak ke 1 dari 1 saudara dan tidak menikah Sebelum dibawa kerumah sakit Ny J tinggal bersama orang tuanya. Perawatan yang dilakukan pada Ny J diputuskan oleh orang tuanya. Kegiatan sehari-hari Ny J adalah dirumah saja membantu kegiatan rumah tangga. Ketika ditanyakan tentang konsep dirinya, Ny J mengatakan merasa sedih karena dirinya pernah disiksa. Dia malu dnegan kondisinya saat ini. Dari hasil observasi Ny J cenderung gelisah, berbicara dengan nada keras dan selalu diulang-ulang tentang hal-hal yang dalam seperti sumur, laut dan lumpur. Dari pengkajian hubungan sosial dan spiritual yang dilakukan oleh perawat didapatkan data bahwa hubungan keluarga Ny J dengan keluarga kurang harmonis karena jarang berbicara (curhat). Ny J merupakan penganut agama Islam. Namun klien mengatakan tidak pernah sholat dan saat bulan romadhon ini juga tidak menjalankannya karena bingung. Dari penampilan klien tampak kurang rapi, baju kusut, kulit dan bibir tampak kering. Rambut klien tampak kurang rapi dan banyak kutu dirambutnya. Dari pengamatan yang dilakukan oleh perawat, Klien lebih mau berinteraksi dengan perawat. Dari alam perasaannya Ny. J tampak gelisah, mondar-mandir, berbicara keras dan dengan nada memaksa. Dari observasi perawat bahwa afek yang disampaikan oleh Ny J kurang sesuai karena sedih namun dengan ekspresi tampak marah. Pada pengkajian proses pikir terutama arus pikir Ny J tidak koheren, dengan bentuk pikir tidak realistik karena seolah-olah dirinya masuk ke yang dalam-dalam. Klien mengetahui bahwa dirinya sedang dirumah sakit karena dirinya stres. Dari isi pikir tidak terungkap adanya waham namun adanya ide bunuh diri yaitu akan masuk ke yang dalam-dalam. Dari tingkat kesadarannya Ny J tidak mengalami Mengalami disorientasi orang, tempat dan waktu karena tidak pernah menjawab dan hanya mengatakan bahwa dia akan diceburkan yang dalam-dalam . Dari daya ingatnya Ny J mengalami gangguan daya ingat baik daya ingat saat ini dan jangka pendek maupun gangguan jangka panjang. Dari konsentrasi klien mengalami gangguan karena tidak dapat berkomunikasi dengan perawat sesuai dengan kontrak waktu yang disepakati.