Anda di halaman 1dari 21

A.

Pengertian Phisik
Rangkaian RLC adalah sebuah rangkaian yang berfungsi sebagai osilator. Jika rangkaian ini diberi sumber tegangan bolak-balik maka akan terjadi pengisian tegangan pada kapasitor. Ketika kapasitor penuh maka tegangan akan menuju ke dalam induktor. Pada proses ini energi yang diberikan oleh kapasitor adalah energi listrik. Setelah kapasitor dalam keadaan kosong, tegangan akan kembali lagi menuju kapasitor untuk pengisian. Sedangkan pada proses ini energi yang diberikan oleh induktor adalah energi magnet. Konsep pertambahan dan pengurangan tegangan ini sama dengan proses pembentukan kurva histeresis. Kurva Histeresis magnetik merupakan kurva karakteristik bahan magnet jika diberi medan magnet luar. Karakteristik dari kurva histeresis magnetik dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu data bahwa bahan magnetik tersebut termasuk soft-magnet atau hard-magnet. Parameter kemagnetan dari kurva histeresis magnetik bahan soft-magnet dan hard-magnet memerlukan visualisasi untuk menjelaskan konsep tersebut.

Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa. Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan. Symbol yang digunakan adalah standar alphabet yang digunakan pada persamaan aljabar. Standar ini digunakan pada disiplin ilmu fisika dan teknik, dan dikenali secara internasional. Setiap unit ukuran ini dinamakan berdasarkan nama penemu listrik. Amp dari orang perancis Andre M. Ampere, volt dari seorang Italia Alessandro Volta, dan ohm dari orang german Georg Simon ohm. Simbol matematika dari setiap satuan sebagai berikut R untuk resistance (Hambatan), V untuk voltage (tegangan), dan I untuk intensity (arus), standard symbol yang lain dari tegangan adalah E atau Electromotive force. Simbol V dan E dapat dipertukarkan untuk beberapa hal, walaupun beberapa tulisan menggunakan E untuk menandakan sebuah tegangan yang mengalir pada sebuah sumber ( seperti baterai dan generator) dan V bersifat lebih umum. Satuan dan symbol dari satuan elektro ini menjadi sangat penting diketahui ketika kita mengeksplorasi hubungan antara mereka dalam sebuah rangkaian. Yang pertama dan mungkin yang sangat penting hubungan antara tegangan, arus dan hambatan ini disebut

hokum ohm. Ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan dipublikasikannya pada sebuah paper pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Prinsip ohm ini adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian, ohm menemukan sebuah persamaan yang simple, menjelaskan bagaimana hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan yang saling berhubungan. Kadang kalanya kita ingin mengetahui berapa tegangan, kuat arus, dan nilai hambatan suatu rangkaian. Dalam hal ini pengukuran sangat perlu. Kita dapat menggunakan alat-alat pengukur pada rangkaian listrik seperti voltmeter untuk mengukur tegangan, amperemeter untuk mengukur besar kuat arus suatu rangkaian, serta ohmmeter untuk mengukur hambatan. Untuk mengetahui nilai resistansi (hambatan) suatu resistor, kita dapat mngukur dali gelang warna yang terdapat pada badan resistor, mengukurnya secara langsung, maupun menggunakan suatu rangkaian tertutup yang terdiri dari voltmeter dan ammeter.

B. Arus Listrik Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikroAmpere (A) seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm. Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

C. Rapat arus Rapat arus (current density) adalah aliran muatan pada suatu luas penampang tertentu di suatu titik penghantar. Dalam SI, rapat arus memiliki satuan Ampere per meter persegi (A/m2).

di mana I adalah arus pada penghantar, vektor J adalah rapat arus yang memiliki arah sama dengan kecepatan gerak muatan jika muatannya positif dan berlawan arah jika muatannya negatif, dan dA adalah vektor luas elemen yang tegak lurus terhadap elemen. Jika arus listrik seragam sepanjang permukaan dan sejajar dengan dA maka J juga seragam dan sejajar terhadap dA sehingga persamaan menjadi:

maka

di mana A adalah luas penampang total dan J adalah rapat arus dalam satuan A/m2.

D. Hukum Ohm Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor.

V,

I,

dan

sebagai

komponen

parameter

dalam

Hukum

Ohm.

dengan V merupakan beda tegangan, I adalah arus yang lewat pada penghantar dan R hambatan dari penghantar. Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm

apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. Jika suatu kawat penghantar diberi beda tegangan pada ujung-ujungnya dan diukur arus yang melewati penghantar tersebut, maka menurut Hukum Ohm akan dipenuhi persamaan : V = I R(1)

Persamaan (1) menunjukkan bahwa Hukum Ohm berlaku jika hubungan antara V dan I adalah linier. Arus listrik dapat diukur dengan menggunakan Ampermeter. Rangkaian dasar dari Ampermeter DC adalah seperti pada gambar (1) :

Gambar 1 Beda tegangan listrik diukur dengan menggunakan Voltmeter DC yang mempunyai rangkaian dasar pada gambar 2 :

Gambar 2 Dengan : Rm Rs Rv = hambatan dalam dari petunjuk skala = hambatan shunt dari Ampermeter = hambatan pengali dari Voltmeter

Im Is V I

= arus simpangan skala penuh dari petunjuk skala = arus shunt = tegangan pada voltmeter = arus yang lewat ampermeter

Hambatan suatu penghantar dipengaruhi oleh panjang penghantar (L), luas penampang (A), jenis material (r = hambat jenis ) dan T temperatur atau dapat ditulis sebagai : R = f (L,A, r,T )(2) E. Daya dalam Rangkaian Daya merupakan perkalian antara tegangan yang diberikan dengan hasil arus yang mengalir. Secara matematis : P = VI sumber searah atau DC Daya dikatakan positif, ketika arus yang mengalir bernilai positif artinya arus mengalir dari sumber tegangan menuju rangkaian (transfer energi dari sumber ke rangkaian ) Daya dikatakan negatif, ketika arus yang mengalir bernilai negatif artinya arus mengalir dari rangkaian menuju sumber tegangan (transfer energi dari rangkaian ke sumber )

Daya rata-rata adalah daya yang dihasilkan sebagai integral dari fungsi periodik waktu terhadap keseluruhan range waktu tertentu dibagi oleh periodanya sendiri. Untuk melihat hasil daya rata-rata pada setiap komponen pasif yang dilaluinya menggunakan rumus yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya tentang harga ratarata.

Daya sesaat adalah daya yang terjadi pada saat hanya waktu tertentu ketika sebuah komponen mempunyai nilai tegangan dan arus yang mengalir padanya hanya saat waktu tersebut. Daya sesaat pada sebuah rangkaian seperti yang terlihat pada rangkaian RLC dirumuskan: P(t) = V(t) . I(t) = (Vm . sin t) (Im . sin(t - )) ................................................ (1) Jika kita mengekpresikan faktor sin(t - ) menurut sebuah identitas trigonometri, maka diperoleh:

P(t) = (Vm Im) (sin t) (sin t cos - cos t sin ) = Vm Im sin2 t cos - Vm Im sin t cos t sin .. (2) Nilai sin2 t = P(t) = PAV yaitu: PAV = Vm Im cos + 0 .. (3) Diketahui Vrms = dan Irms = , maka persamaan (3) menjadi : dan sin t cos t = 0, maka dari persamaaan (2) kita dapat mencari

PAV = Vrms . Irms cos . (4) Dengan cos menyatakan faktor. Untuk kasus seperti pada kasus yang memperlihatkan sebuah beban hambatan murni, dengan = 0, sehingga persamaan (4) menjadi: PAV = Vrms . Irms . (5)

F. Konduktor, Semikonduktor, Superkonduktor dan Isolator Untuk mengalirkan arus listrik dari sumber tegangan ke suatu sistem elektronik diperlukan suatu bahan yang dapat menghantarkan arus listri tersebut supaya sampai pada suatu sistem sehingga sistem tersebut dapat berjalan dengan sebagaimana fungsinya. Penghantar yang merupakan material listrik dibagi menjadi empat jenis penghantar berdasarkan daya hantarnya terhadap arus listrik, yaitu konduktor, semikonduktor, superkonduktor dan isolator. Dibawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai keempat jenis penghantar listrik tersebut berdasarkan tingkat baik atau tidaknya penghantar dapat menghantarkan arus listrik.

Konduktor Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturutturut memiliki tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat baik,

tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan alumunium paling banyak digunakan. Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk : 1. kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. 2. Tahan korosi 3. Sifat listriknya dapat insolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor 4. Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik 5. Keras dan kuat, namun rapuh. Dua jenis ikatan dapat terjadi dalam keramik, yakni ikatan ionik dan kovalen. Sifat keseluruhan material bergantung pada ikatan yang dominan. Klasifikasi Bahan keramik dapat dibedakan menjadi dua kelas : kristalin dan amorf (non kristalin). Dalam material kristalin terdapat keteraturan jarak dekat maupun jarak jauh, sedang dalam material amorf mungkin keteraturan jarak pendeknya ada, namun pada jarak jauh keteraturannya tidak ada. Beberapa keramik dapat berada dalam kedua bentuk tersebut, misalnya SiO2, (lihat gambar, a struktur yang kristalin, b amorf). Jenis ikatan yang dominan (ionik atau kovalen) dan struktur internal (kristalin atau amorf) mempengaruhi sifat-sifat bahan keramik. Sifat termal Sifat termal penting bahan keramik adalah kapasitas panas, koefisien ekspansi termal, dan konduktivitas termal. Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. Keramik biasanya memiliki ikatan yang kuat dan atom-atom yang ringan. Jadi getaran-getaran atom-atomnya akan berfrekuensi tinggi dan karena ikatannya kuat maka getaran yang besar tidak akan menimbulkan gangguan yang terlalu banyak pada kisi kristalnya. Hantaran panas dalam padatan melibatkan transfer energi antar atom-atom yang bervibrasi. Vibrasi atom akan mempengaruhi gerakan atom-atom lain di tetangganya dan

hasilnya adalah gelombang yang bergerak dengan kecepatan cahaya yakni fonon. Fonon bergerak dalam bahan sampai terhambur baik oleh interaksi fonon-fonon maupun cacat kristal. Keramik amorf yang mengandung banyak cacat kristal menyebabkan fonon selalu terhambur sehingga keramik merupakan konduktor panas yang buruk. Mekanisme hantaran panas oleh elektron, yang dominan pada logam, tidak dominan di keramik karena elektron di keramik sebagian besar terlokalisasi.

Semikonduktor Bahan semikonduktor adalah bahan yang mempunyai level konduktiviti (kemampuan menghantarkan arus listrik) diantara bahan konduktor dan isolator. Kebalikan dari konduktiviti adalah resistansi , yaitu kemampuan menahan arus listrik. Semakin tinggi level konduktiviti maka semakin rendah level resistansi. Istilah resistivity (rho, yunani) biasanya digunakan untuk membandingkan level resistansi material. Resistivity suatu material diukur dalam satuan -m atau -cm. Jadi, bahan semikonduktor mampu menghantarkan listrik lebih baik daripada isolator, tapi lebih rendah dibandingkan konduktor. Dilihat dari struktur atom, atom terdiri dari sejumlah elektron, proton, dan neutron. Nukleus (inti-atom) mengandung proton ( bermuatan positif) dan neutron ( tidak bermuatan). Elektron (bermuatan negatif) beredar di sekeliling nukleus. Setiap atom cenderung mempunyai jumlah elektron dan proton yang sama. Model Bohr dari dua bahan semikonduktor yang paling umum, germanium (Ge) dan silikon (Si). Walaupun ikatan kovalen menghasilkan ikatan yang lebih kuat antara elektron valensi dengan inti atomnya, tapi masih memungkinkan bagi elektron valensi untuk menyerap cukup energi kinetik dari lingkungannya yang mengakibatkan putusnya ikatan tersebut. Energi ini bisa berasal dari cahaya dalam bentuk energi photon atau energi panas dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya elektron akan berada dalam kondisi bebas. Dalam kondisi bebas ini, pergerakan elektron menjadi sensitif terhadap medan listrik yang diberikan. Pada suhu kamar, ada sekitar 1,5 x 1010 elektron sebagai carrier bebas dalam 1 cm3 silikon intrinsik.

Intrinsik material adalah semikonduktor yang telah dimurnikan untuk mengurangi impurities (pengotoran oleh atom lain). Pada suhu yang sama, germanium memiliki sekitar 2,5 x 10 13 elektron bebas. Jadi pada suhu kamar, germanium adalah konduktor yang lebih baik dibandingkan silikon. Tapi, dalam kondisi intrinsik, keduanya masih merupakan konduktor yang buruk. Meningkatnya jumlah elektron dalam bahan semikonduktor akan meningkatkan level konduktansinya. Peningkatan ini bisa dilakukan dengan menaikkan suhu bahan atau dengan melakukan penyinaran pada bahan. Metode yang paling baik untuk meningkatkan konduktansi bahan semikonduktor adalah dengan pemberian impurities (pengotoran kemurnian oleh atom lain) pada bahan semikonduktor intrinsik. Proses seperti ini disebut dengan proses doping. Impurities ini, walaupun diberikan hanya satu dalam 1010 6 atom silikon akan menaikkan konduktansinya dengan faktor 105 pada suhu kamar. Peningkatan level konduktansi adalah sebanding dengan jumlah atom impurities per unit volume. Semi konduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (Integrated Circuit). Disebut semi atau setengah konduktor karena bahan ini memeng bukan konduktor murni. BAhan-bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik karena logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa sehingga elektronnya dapat bebas bergerak bebas. Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+) dikelilingi oleh 29 elektron(-). Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian dalam membentuk inti yang disebut nucleus. Dibutuhkan energi yang sangat besar untuk dapat melepaskan ikatan electron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron ke-29 berada pada orbit paling luar. Orbit teluar ini disebut pita valensi dan elektron yang berada pada pita ini dinamakan elektron valensi. Karena hanya ada satu electron dan jaraknya jauh dari nucleus ikatannya tidaklah terlalu kuat. Hanya dengan sedikit saja elektron terluar ini mudah lepas dari ikatannya.

Ikatan atom tembaga pada suhu kamar, elektron tersebut dapat bebas bergerak atau berpindah-pindah dari satu ke nucleus lainnya. Jika diberi tegangan potensial listrik, elektronelektron tersebut dengan mudah berpindah kearah potensial yang sama. Phenomena ini dinamakan sebagai arus listrik. Isolator adalah atom yang memiliki elektron valensi sebanyak 8 buah, dan dibutuhkan energi yang bersar untuk dapat melepaskan elektron-elektron ini. Dapat ditebak, semikonduktor adalah unsur yang susunan atomnya memiliki electron valensi lebih dari 1 dan kurang dari 8. tentu saja yang paling semikonduktor adalah unsur yang atomnya memiliki 4 elektron valensi.

Superkonduktor Superkonduktivias adalah sebuah fenomena yang terjadi dalam beberapa material pada suhu rendah, dicirikan dengan ketiadaan hambatan listrik dan "dampin" dari medan magnetik interior (efek Meissner). Superkonduktivitas adalah sebuah fenomena mekanikakuantum yang berbeda dari konduktivitas sempurna. Dalam superkonduktor konvensional, superkonduktivitas disebabkan oleh sebuah gaya tarik antara elektron konduksi tertentu yang meningkat dari pertukaran phonon, yang menyebabkan elektron konduksi memperlihatkan fase superfluid terdiri dari pasangan elektron yang berhubungan. Ada juga sebuah kelas material, dikenal sebagai superkonduktor tidak konvensional, yang memperlihatkan superkonduktivitas tetapi yang ciri fisiknya berlawanan dengan teori superkonduktor konvensional. Apa yang disebut superkonduktor suhu-tinggi superkonduk pada suhu yang jauh lebih tinggi dari yang dimungkinkan menurut teori konvensional (meskipun masih jauh di bawah suhu ruangan.) Sekarang ini tidak ada teori lengkap tentang superkonduktivitas suhu-tinggi. Superkonduktivitas terjadi di berbagai macam material, termasuk unsur sederhana seperti timah dan aluminum, beberapa logam alloy, beberapa semikonduktor di-dop-berat, dan beberapa "compound" keramik berisi bidang atom tembaga dan oksigen. Kelas compound yang terkahir, dikenal sebagai kuprat, adalah superkonduktor suhu-tinggi.

Superkonduktivitas tidak terjadi dalam logam mulia seperti emas dan perak, atau di banyak logam ferromagnetik, meskipun ada beberapa material menampilkan baik superkonduktivitas dan ferromagnetisme telah ditemukan tahun-tahun belakangan ini.

Isolator Dalam istilah elektronika, Isolator listrik adalah sesuatu benda yang merupakan bukan benda penghantar listrik yang berguna untuk menahan penghantar listrik. Isolator dapat berupa karet, kayu, kertas, dan biasanya adalah benda-benda selain golongan logam. Isolator contohnya dapat kita lihat pada setiap kabel yaitu berupa karet yang berguna untuk melapisi tembaga(logam) agar arus tetap mengalir pada tembaga. Dengan kata lain berguna untuk melindungi kita dari sengatan listrik.oleh sebab itu isolator merupakan penghantar listrik yang paling buruk diantara konduktor maupun semikonduktor. Isolator memiliki karakteristik lebih lunak daripada logam namun tidak berair, karena sebagus apapun suatu isolator jika terkena air maka arus listrik akan dapat mengalir. Isolator memiliki daya resistansi yang tinggi terhadap arus listrik. Karena sifatnya yang resistant/ menghambat aliran arus listrik maka benda-benda tersebut disebut isolator. Isolator memiliki atom-atom yang ikatan antar atomnya kurang begitu kuat dibandingkan dengan ikatan atom pada konduktor sehingga isolator lebih lentur/ lunak daripada konduktor. Di dunia ini isolator yang paling baik adalah tanah karena sifatnya yang dapat menetralkan arus listrik dengan cara mengalirkan arus listrik ke tanah (Ground) seperti pada penangkal petir yang telah dirancang untuk mengalirkan arus listrik dari ujung suatu bangunan dan menanamkan plat/ lempengan besi kedalam tanah yang dimaksudkan untuk menetralkan arus listrik yang luar biasa besarnya dari alam(petir) ke tanah(ground).

G. Resistor dan Resistansi Resistor adalah suatu komponen elektronika yang dapat membatasi aliran arus listrik. Hampir semua proyek elektronika menggunakan komponen yang satu ini. Resistor atau tahanan mungkin lebih banyak digunakan dari pada komponen-komponen lain. Resistor

bekerja berdasarkan sifat resistansi suatu bahan yang dapat menghantarkan listrik. Alangkah baiknya bila kita sedikit mengetahui asalmula resistansi itu. Hal ini akan sangat bermanfaat kelak dalam menganalisa bila terjadi kerusakan pada komponen ini. Resistansi suatu penghantar listrik adalah sifat yang membatasi aliran arus. Semua metal dan beberapa mineral bukan metal dapat menghantarkan listrik, pada tingkatan tertentu bahan-bahan ini dapat mengendalikan aliran arus sesuai dengan sifat resistivitas yang dimilikinya. Setiap unsur yang dapat menghantarkan listrik mempunyai sifat dasar yang ditentukan oleh struktur atomik pembentuknya. Sifat inilah yang menentukan resistifitas, yakni kemampuan untuk melawan laju aliran arus. Sifat lainya adalah bila suatu bahan dikenai panas diatas 0o, resistansinya akan berubah, pada khususnya hal ini dapat diamati dalam elektronika yaitu bila terjadi suatu kesalahan yang menyangkut kelebihan panas dalam suatu komponen. Dalam beberapa hal sifat resistif ini dapat dikembalikan seperti sediakala, namun bila panas yang berlebihan tersebut diterimanya terus menerus hal ini akan mengakibatkan rusaknya komponen secara permanen. Sebagian besar komponen dirancang dan dibuat berdasarkan sifat resistivitas pada bahan dikombinasikan dengan sifat-sifat lainnya. Sebagai contoh tembaga telah dikenal baik sebagai penghantar yang memiliki sifat resistansi terendah maka itu tembaga dipilih sebagai bahan dasar pembuatan kawat. Sebalikanya karbon memiliki resistivitas yang tinggi, maka itu banyak dipakai untuk bahan dasar resistor. Untuk sekarang ini resistor karbon sudah mulai ditinggalkan karena tuntutan yang tinggi akan stabilitas dan toleransi arus, unjuk kerjanya pun kalah optimum. Akan tetapi resistor jenis ini masih banyak kita temui pada papan rangakian(PCB) yang sudah lama. Untuk tipe kemasan yang ada dipasaran kebanyakan dibuat dalam tiga ukuran dan memiliki daya kerja 1/4w, 1/2w, dan 1w meskipun yang lebih besar juga ada tapi jarang dipakai. Karena tuntutan permintaan pasar juga, seperti pada peralatan militer maka resistor pun dibuat dalam kemasan yang lebih kecil agar muat dipasang ditempattempat yang sempit, misal 1/8w,1/16w, 1/32w.

Gambar Resistor

Yang juga menjadi kelemahan resistor yaitu masalah noise(derau), noise ini akan bertambah sebanding dengan umur resistor yang mempunyai kecenderungan mengakibatkan penyimpangan toleransi harga yang masih diperbolehkan untuk beberapa rangkaian. Akan tetapi alangkah beruntungnya kita, berkat kemajuan teknologi mineral sekarang ini tingkat noise resistor dapat ditekan dan toleransi pun dapat ditingkatkan mendekati harga sebenarnya. Dengan kemajuan teknologi juga dapat dikembangkan resistor yang lebih kecil diantaranya menggunakan teknik pengotoran(doping) seperti halnya pada pembuatan komponen semikonduktor.

Untuk jenis resistor menurut bahan pembuatnya yang ada dipasaran Indonesia sendiri umumnya adalah tipe karbon film yang biasanya berwarna coklat susu dan metal film warna biru dan coklat untuk daya lebih tinggi. Resistor karbon film dijual lebih murah karena toleransi stabilitas dan toleransi yang lebih rendah yaitu 5% dan 10% yang dinyatakan dalam warna perak dan emas. Untuk jenis lainya akan dibahas pada posting berikut.

H. Induktor dan Induktansi Pengertian Induktor/Induktansi, dalam pengukuran sebuah lilitan atau kumparan tidak dapat dipisahkan dengan istilah induktansi, karena induktansi merupakan satuan pengukuran sebuah kumparan (dilambangkan dengan L). Induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

Kemampuan

induktor

untuk

menyimpan

energi

magnet

ditentukan

oleh

induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat

penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya didalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Induktansi (L) (diukur dalam Henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk disekitar konduktor pembawa arus yang bersifat menahan perubahan arus. Arus listrik yang melewati konduktor membuat medan magnet sebanding dengan besar arus. Perubahan dalam arus menyebabkan perubahan medan magnet yang mengakibatkan gaya elektromotif lawan melalui GGL induksi yang bersifat menentang perubahan arus. Induktansi diukur berdasarkan jumlah gaya elektromotif yang ditimbulkan untuk setiap perubahan arus terhadap waktu. Sebagai contoh, sebuah induktor dengan induktansi 1 Henry menimbulkan gaya elektromotif sebesar 1 volt saat arus dalam indukutor berubah dengan kecepatan 1 ampere setiap sekon. Jumlah lilitan, ukuran lilitan, dan material inti menentukan induktansi.

I. Kapasitansi dan Kapasitor Istilah Kapasitansi atau kapasitas adalah Kemampuan untuk menyimpan. Kapasitansi atau kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan muatan adalah sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di lempeng/pelat/keping adalah +Q dan Q, dan V adalah tegangan listrik antar lempeng, maka rumus kapasitans adalah:

Satuan dari kapasitansi kondensator adalah Farad (F). Namun Farad adalah satuan yang terlalu besar, sehingga digunakan:

Pikofarad (pF) = Nanofarad (nF) = Microfarad ( )=

Kapasitansi dari kondensator dapat ditentukan dengan rumus:

C : Kapasitansi 0 : permitivitas hampa r : permitivitas relatif A : luas pelat d :jarak antar pelat/tebal dielektrik Adapun cara memperbesar kapasitansi kapasitor atau kondensator dengan jalan: 1. Menyusunnya berlapis-lapis. 2. Memperluas permukaan variabel. 3. Memakai bahan dengan daya tembus besar.

Gambar Capacitor schematic with dielectric

Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Lambang kondensator (mempunyai kutub) pada skema elektronika.

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.

Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika. Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).

Gambar Kapasitor dalam rangkaian elektronik Kapasitor merupakan komponen elektronika yang memiliki kemampuan dapat menyimpan muatan listrik. Kapasistor memiliki bagian-bagian penting yang terdiri dari dua buah konduktor yang tersekat antara satu dengan yang lainnya. Bahan penyekatnya adalah berupa bahan isolator semacam : mika, gelas, kertas, keramik, udara, dan lainnya. Bahan penyekat ini disebut dengan Dielectricum. Didalam dunia elektronika, Kapasitor memiliki satuan yang disebut FARRAD (disingkat dengan huruf F). Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kapasitor memiliki ragam pada bagian penyekatnya. Sehingga berdasarkan hal tersebut maka kapasitor memiliki ragam jenis baik secara fisik ataupun kegunaannya. Berikut adalah ragam kapasitor berdasarkan fungsi :

J. Rangkaian RL, RC, LC dan RLC Rangkaian RL Sebuah rangkaian resistor-induktor (RL circuit), atau RL jaringan filter atau RL, adalah salah satu filter yang paling sederhana tidak terbatas respon impuls analog elektronik. Ini terdiri dari sebuah resistor dan sebuah induktor, baik secara seri atau paralel, didorong oleh sumber tegangan.

Gambar Rangkaian RL

Pasif mendasar elemen sirkuit linear adalah resistor (R), kapasitor (C) dan induktor (L). Unsur-unsur sirkuit dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah sirkuit listrik dalam empat cara yang berbeda: rangkaian RC, rangkaian RL, sirkuit LC dan sirkuit RLC dengan singkatan menunjukkan komponen yang digunakan. Sirkuit ini menunjukkan jenis penting dari perilaku yang mendasar dengan elektronika analog. Secara khusus, mereka dapat bertindak sebagai filter pasif. Artikel ini menganggap rangkaian RL di kedua seri dan paralel seperti ditunjukkan pada diagram. Dalam prakteknya, bagaimanapun, kapasitor (dan rangkaian RC) biasanya lebih suka induktor karena mereka dapat lebih mudah diproduksi dan biasanya secara fisik lebih kecil, terutama untuk nilai yang lebih tinggi dari komponen.

Rangkaian RC Sebuah rangkaian resistor-kapasitor (RC circuit), atau jaringan RC filter atau RC, adalah sirkuit listrik yang terdiri dari resistor dan kapasitor didorong oleh suatu sumber tegangan atau arus. Perintah sirkuit RC pertama adalah terdiri dari satu resistor dan satu kapasitor dan merupakan jenis yang paling sederhana rangkaian RC.

Gambar Rangkaian RC

Sirkuit RC dapat digunakan untuk menyaring sinyal dengan menghalangi frekuensi tertentu dan lewat orang lain. Empat RC filter yang paling umum adalah tinggi-pass filter, low-pass filter, band-pass filter, dan band-stop filter. Ada tiga dasar, linier komponen pasif rangkaian lumped analog: resistor (R), kapasitor (C) dan induktor (L). Hal ini dapat dikombinasikan dalam: rangkaian RC, rangkaian RL, sirkuit LC dan sirkuit RLC dengan singkatan menunjukkan komponen yang digunakan. Sirkuit ini, di antara mereka, menunjukkan sejumlah besar jenis penting dari perilaku yang fundamental bagi banyak elektronik analog. Secara khusus, mereka dapat bertindak sebagai filter pasif. Artikel ini mempertimbangkan sirkuit RC, baik seri dan paralel seperti ditunjukkan pada diagram.

Rangkaian LC Sebuah sirkuit LC, juga disebut sirkuit resonansi atau sirkuit yang dicari, terdiri dari sebuah induktor, diwakili oleh huruf L, dan kapasitor, diwakili oleh huruf C. Bila tersambung bersama-sama, mereka dapat bertindak sebagai resonator listrik, analog listrik garpu tala, menyimpan energi listrik osilasi pada frekuensi resonansi sirkuit. Sirkuit LC digunakan baik untuk menghasilkan sinyal pada frekuensi tertentu, atau memilih keluar sinyal pada frekuensi tertentu dari sinyal yang lebih kompleks. Mereka merupakan komponen kunci dalam banyak aplikasi seperti osilator, filter, tuner dan pencampur frekuensi. Sebuah sirkuit LC adalah suatu model ideal karena menganggap tidak ada disipasi energi akibat perlawanan. Untuk resistensi model menggabungkan melihat rangkaian RLC. Tujuan dari sirkuit LC adalah untuk berosilasi dengan redaman minimal, dan untuk alasan ini perlawanan mereka dibuat serendah mungkin. Meskipun tidak ada sirkuit praktis tanpa kerugian, hal ini tetap edukatif untuk mempelajari formulir ini murni untuk mendapatkan pemahaman yang baik.

Gambar Rangkaian LC

Sebuah sirkuit LC dapat menyimpan energi listrik osilasi pada frekuensi resonansi nya. Sebuah kapasitor menyimpan energi dalam medan listrik antara pelat-nya, tergantung pada tegangan di atasnya, dan induktor menyimpan energi di dalam medan magnet, tergantung pada saat melalui itu. Jika dibebankan kapasitor dihubungkan melintasi sebuah induktor, biaya akan mulai mengalir melalui induktor, membangun sebuah medan magnet di sekitarnya, dan mengurangi tegangan pada kapasitor. Akhirnya semua muatan pada kapasitor akan hilang dan tegangan akan mencapai nol. Namun, saat ini akan terus berlanjut, karena induktor menolak perubahan di saat ini, dan energi untuk tetap mengalir diekstraksi dari medan magnet, yang akan mulai menurun. Arus akan mulai mengisi kapasitor dengan tegangan polaritas berlawanan untuk mengisi aslinya. Ketika medan magnet benar-benar menghamburkan saat ini akan berhenti dan mengisi kembali akan disimpan dalam kapasitor, dengan polaritas yang berlawanan seperti sebelumnya. Kemudian siklus akan mulai lagi, dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan melalui induktor. Muatan arus bolak-balik antara pelat kapasitor, melalui induktor. Energi berosilasi bolak-balik antara kapasitor dan induktor sampai (jika tidak diisi ulang oleh listrik dari sebuah sirkuit eksternal) resistansi internal membuat osilasi mati. Tindakan Its, dikenal matematis sebagai osilator harmonik, adalah mirip dengan pendulum berayun bolak-balik, atau air tumpah bolak-balik dalam tangki. Untuk alasan ini sirkuit yang juga disebut sirkuit tangki. Frekuensi osilasi ditentukan oleh nilai-nilai kapasitansi dan induktansi digunakan. Di sirkuit tuned khas dalam peralatan elektronik osilasi sangat cepat, ribuan sampai jutaan kali per detik.

Rangkaian RLC Sebuah sirkuit RLC (atau LCR sirkuit) adalah sirkuit listrik yang terdiri dari resistor, induktor, dan kapasitor, dihubungkan secara seri atau paralel. Bagian RLC dari nama ini karena surat-surat itu menjadi simbol listrik biasa untuk ketahanan, induktansi dan kapasitansi masing-masing. Rangkaian ini membentuk osilator harmonik untuk saat ini dan akan beresonansi hanya dalam cara yang sama sebagai rangkaian LC akan. Perbedaan bahwa kehadiran resistor membuat adalah bahwa setiap osilasi disebabkan di sirkuit akan mati dari waktu ke waktu jika tidak terus berjalan dengan sumber. Ini pengaruh resistor disebut redaman. resistensi Beberapa tidak dapat dihindari di sirkuit nyata, bahkan jika resistor tidak

secara khusus dimasukkan sebagai komponen. Sebuah sirkuit LC murni adalah suatu ideal yang benar-benar hanya ada dalam teori.

Gambar Rangkaian RLC Ada banyak aplikasi untuk sirkuit ini. Mereka digunakan dalam berbagai jenis rangkaian osilator. Aplikasi lain yang penting adalah untuk tuning, seperti di penerima radio atau televisi, di mana mereka digunakan untuk memilih rentang frekuensi yang sempit dari gelombang radio ambien. Dalam peran ini rangkaian ini sering disebut sebagai sirkuit disetel. Sebuah rangkaian RLC dapat digunakan sebagai band-pass filter atau band-stop filter. Tuning aplikasi, misalnya, adalah contoh dari band-pass filter. Filter RLC digambarkan sebagai sirkuit kedua-order, yang berarti bahwa setiap tegangan atau arus pada rangkaian dapat digambarkan dengan persamaan diferensial orde kedua dalam analisis rangkaian. Tiga elemen sirkuit dapat dikombinasikan dalam sejumlah topologi yang berbeda. Semua tiga elemen secara seri atau ketiga elemen secara paralel adalah sederhana dalam konsep dan yang paling mudah untuk menganalisa. Namun demikian, pengaturan lain, beberapa dengan kepentingan praktis di sirkuit nyata. Satu masalah yang sering dijumpai adalah perlu mempertimbangkan perlawanan account induktor. Induktor biasanya dibangun dari gulungan kawat, perlawanan yang biasanya tidak diinginkan, tetapi sering kali memiliki dampak yang signifikan di sirkuit.