Anda di halaman 1dari 4

Nama : Anggun Anggraini Wibisana NIM : 082011101008

DM INTERNA

TERAPI KAD

Prinsip Pengobatan: 1. Penggantian cairan dan garam yang hilang 2. Menekan lipolisis sel lemak dan menekan glukoneogenesis sel hati dengan pemberian insulin 3. Mengatasi stres sebagai pencetus KAD 4. Mengembalikan keadaan fisiologis normal dan menyadari pentingnya pemantauan serta penyesuaian pengobatan

6 poin penting dalam tatalaksana KAD: 1. Cairan 2. Garam 3. Insulin 4. Kalium 5. Glukosa 6. Asuhan keperawatan (evaluasi)

Protokol terapi KAD: Fase 1 (Gawat): 1. Rehidrasi: NaCl 0,9% / RL : 2L/2jam pertama 80 tpm selama 4 jam 30 tpm selama 18 jam 20 tpm pada 24 jam berikutnya. Keuntungan: memperbaiki perfusi jaringan dan menurunkan hormon kontraregulator insulin Apabila kadar glukosa < 200mg/dl dapat diberikan D5/D10 2. Insulin (IDR IV)

Dosis: 4 U/jam iv

Mengapa secara iv: 3. Kalium Biasanya pada awal permulaan terjadinya KAD, kadar ion Kalium meningkat, untuk penatalaksanaannya dapat diberikan bikarbonat. Namun, tidak diindikasikan pada pasien dengan riwayat gagl ginjal dan pada EKG ditemukan gelombang T yang tinggi. Infus K+/24 jam: 4. Glukosa Setelah rehidrasi awal 2 jam pertama, biasanya kadar glukosa menurun. Setelah diberi insulin, penurunan glukosa yang diharapkan ialah 60 mg/dl/jam Bila kadar glukosa < 200 mg/dl, maka berikan infus yang mengandung glukosa, karena tujuan terapi KAD ialah menekan ketogenesis 5. Bikarbonat Pemberian bikarbonat sebenarnya masih dalam perdebatan, seharusnya hanya diberikan pada KAD yang berat. Alasan keberatan pemberian bikarbonat: 25 mEq K+ 3,0-3,5 mEq 50 mEq K+ 2,5-3,0 mEq 75 mEq K+ 2,0-2,5 mEq 100 mEq K+ 2,0 mEq Lebih mudah mengontrol dosis insulin Menurunkan kadar glukosa darah lebih lambat Efek insulin cepat menghilang Masuknya kalium ke intrasel lebih lambat Komplikasi hipoglikemia dan hipokalemia lebih sedikit

Menurunkan pH intraseluler akibat difusi CO2 yang dilepas karbohidrat Efek negatif pada disosiasi O2 di jaringan Hipertonis dan kelebihan natrium Meningkatkan insiden hipokalemia Gangguan fungsi serebral Terjadi alkaliemia bila bikarbonat terbentuk dari asam keto

Bikarbonat hanya diberikan jika pH <7,1 pH <7,2-7,3 atau BIK <12 MEq/l 50-100 MEq drip dalam 2 jam pH <7,0 bolus BIK 50-100 mEq

Pengobatan Umum 1. Antibiotik yang adekuat 2. O2 bila PO2 <80mmHg 3. Heparin bila ada DIC/ hiperosmolar (<380 mOsm/L)

Pemantauan 1. Kadar glukosa darah tiap jam 2. Elektrolit setiap 6 jam 3. Analisis gas darah bila pH<7, setiap 6 jam 4. Vital signs 5. Keadaan hidrasi, balans cairan 6. Waspada DIC

Fase II (Glukosa darah kurang lebih 250 mg/dl atau reduksi positif/negatif) 1. Rumatan NaCl 0,9% atau insulin reguler 4-8 U dan maltosa 10% (IR 6-12 U) 20 tpm 2. Kalium Bila K+ <4 mEq/l

3. IR 3 X 8-12 U s.c.

4. Makanan lunak, karbohidrat kompleks per oral