Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI BERBAGAI KOMPONEN PADA MOTOR BENSIN

Oleh Ilham Abrori NIM 101724019 1. Cylinder head (kepala silinder) berfungsi untuk menutup silinder, dan terbuat dari paduan aluminium atau besi cor. Cylinder head harus kuat dan kaku sehingga gaya-gaya dari gas hasil pembakaran yang bereaksi ke cylinder head dapat didistribusikan secara merata ke blok mesin. Komponen-komponen cylinder head terdiri dari busi (untuk motor bensin) atau fuel injector (untuk motor diesel) dan komponen-komponen mekanisme katup. 2. Cylinder block (Blok Silinder). Berfungsi sebagai dudukan kepala silinder, dudukan silinder, dan sebagai dudukan mekanisme poros engkol. Bagian-bagian lain dari motor pun dipasangkan di dalam atau pada blok silinder, sehingga terbentuk susunan motor yang lengkap. Pada blok silinder ini terdapat lubang silinder yang berdinding halus, dimana torak bergerak bolak-balik dan pada bagian sisi-sisi blok silinder dibuatkan sirip-sirip maupun lubang-lubang mantel air pendingin yang digunakan untuk pendinginan motor. Silinder bersama-sama dengan kepala silinder membentuk ruang bakar, yaitu tempat melaksanakan pembakaran bahan bakar. 3. Piston (Torak), bergerak naik turun di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompressi, pembakaran, dan pembuangan. Fungsi utama torak untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol melalui batang torak. Torak terus menerus menerima temperature dan tekanan yang tinggi sehingga harus dapat tahan saat mesin beroperasi pada kecepatan tinggi untuk periode waktu yang lama. Pada umumnya torak dibuat dari paduan aluminium, selain lebih ringan, radiasi panasnya lebih efisien di bandingkan dengan material yang lain. Pegas torak (piston ring) dipasang dalam alur ring (ring groove) pada torak. Pegas torak sifatnya elastis sehingga dapat mengembang dan menutup dengan rapat pada dinding silinder. 4. Piston ring (Pegas torak) terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama, umumnya di buat dari baja tuang special yang tidak akan merusak dinding silinder. Pegas torak mempunyai 3 peranan penting : mencegah kebocoran campuran udara dan bensin dan gas pembakaran yang melalui celah antara torak dan dinding silinder ke dalam bak engkol selama langkah kompressi dan langkah usaha. Mencegah oli yang melumasi torak dan silinder masuk ke ruang bakar. Memindahkan panas dari torak ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan torak. 5. Crankshaft (Poros engkol)Tenaga yang di gunakan untuk menggerakkan roda kendaraan dihasilkan oleh gerakan batang torak dan di ubah menjadi gerak putaran pada poros engkol. Poros engkol menerima beban yang besar dari torak dan batang torak serta berputar pada kecepatan tinggi. Dengan alasan tersebut poros engkol umumnya di buat dari baja carbon dengan tingkatan serta mempunyai daya tahan bahan yang tinggi. 6. flywheel (Roda penerus) dibuat dari baja tuang dengan mutu yang tinggi yang di ikat oleh baut pada bagian belakang poros engkol. Roda penerus menyimpan tenaga putar selama proses langkah lainnya kecuali langkah usaha, oleh sebab itu poros engkol berputar terus menerus, hal ini menyebabkan mesin berputar dengan lembut yang di akibatkangetaran tenaga yang di hasilkan.

7. Spark plug (Busi) adalah suatu alat yang di gunakan untuk meloncatkan bunga api listrik di dalam ruang baker. Bunga api listrik ini di loncatkan dengan perbedaan tegangan 10.000 Volt di antara kedua kutup elektroda dari busi. 8. Camshaft berfungsi untuk mengoperasikan katup masuk dan katup buang. Camshaft terbuat dari bahan perpaduan baja yang ditempa atau paduan besi tuang kelabu dengan beban tinggi. Permukaan puncak cam adalah bagian yang menerima beban paling tinggi, olehkarena itu bagian ini memerlukan pengerasan. Camshaft memerlukan pengerasan dengan Induction hardening proses, dimana camnya diperkeras dengan chillingproses. Camshaft merubah gerak putar menjadi gerak naik-turun. secara umum engine dengan jumlah silinder empat dan jumlah katup delapan, maka camshaft terdiri dari limabantalan jurnal, empat cam katup masuk, empat cam katup buang, penempatan roda gigi timing dan penggerak distributor. Cam katup masuk dan katup buang ditempatkan secara tepat antara satu dengan lainnya, untuk menjamin keserasian dengan kerja poros engkol dan posisi piston. 9. Timing Chain (Rantai Timing) fungsi: -sebagai penggerak roda gigi poros nok yang menggunakan rantai - meneruskan putaran dari poros engkol ke camshaft. Cara kerja timing chain: pada saat mesin hidup poros engkol akan memutar crankshaft dan crankshaft akan memutar camshaft dan begitu sebaliknya. Komponen timing chain: - camshaft timing gear - chain vibrasion bamper - crankshaft timing gear - injection oil outlet - chain tensioner 10. Oil Pump (Pompa oli) adalah komponen mesin yang berfungsi untuk menghisap oli dan menekan oli kebagian-bagian mesin yang bergerak, pompa oli ada yang digerakkan langsung oleh crankshaft dan ada juga yang digerakkan oleh sumbu nok (camshaft). Untuk menyaring oli dari kotoran agar tidak ikut bersirkulasi maka pada bagian inlet pompa oli dipasang saringan oli. 11. Sump ( Oil Pan ) fungsi: Menampung oli pelumas yang selanjutnya dapat dipomppa menuju bagian mesin yang bergerak. 12. Distributor. Bagian ini berfungsi membagi bagikan ( mendistribusikan )arus tegangan tinggi yang di hasilkan / di bangkitkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian .bagian ini terdiri dari tutup distributor dan rotor 13. HT Lead (kabel busi) fungsi utamanya adalah mengantar listrik yang dihasilkan oleh koil ke busi, sehingga busi mampu meletikkan pijaran bunga api guna membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar. Karena fungsinya sebagai pengantar listrik itulah, maka kabel busi yang dipakai harus memiliki kualitas yang baik agar menghasilkan pengapian yang juga baik. 14. Valve (Katup). fungsi: Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang diatas ruang bakar. 15. Valve Spring (Pegas Katup). fungsi: Mengembalikan katup pada kedudukan/posisi semula dan memberi tekanan pada katup agar dapat menutup dengan rapat. 16. Rocker arm (Tuas Katup) fungsi: Menekan katup saluran masuk maupun katup saluran buang sehingga keduanya dapat membuka ketika ada dorongan dari pushrod yang berasal dari camshaft.

17. Rocker Cover. Berfungsi untuk menutupi dan melindungi katup masuk maupun katup buang dari kotoran, sehingga dapat bekerja secara optimal. 18. Batang pendorong ( push rod ) fungsi: Meneruskan gerakan valve lifter ( pengangkat katup ) ke rocker arm. 19. Thermostat. Fungsi thermostat adalah sebagai valve/katup. Ketika mesin panas, maka thermostat akan membuka dan mengalirkan sirkulasi air yang panas menuju radiator untuk didinginkan dan dikembalikan lagi ke mesin sehingga suhu mesin turun dan optimal. Tujuan keberadaan thermostat ini adalah untuk mengusahakan mesin bekerja pada suhu ideal 80-90C. Pada saat mesin dingin misalnya pada pagi hari, sirkulasi air ditahan oleh oleh thermostat sehingga air tetap berada di sekitar blok mesin hingga air tersebut panas akibat panas ruang bakar. Tujuan memblokir sirkulasi tersebut adalah supaya mesin cepat mencapai suhu idealnya (80-90C). Ketika mencapai suhu ideal tersebut, kemudian thermostat mulai membuka sehingga air bersirkulasi sempurna, dan suhu mesin tidak melebihi 80-90C. 20. Alternator. Berfungsi untuk membangkitkan listrik arus AC. Yang kemudian listrik ini akan digunakan untuk menghidupkan berbagai peralatan dan komponen pada kendaraan, khususnya peralatan elektronika. 21. Fan. Berfungsi untuk menurunkan suhu blok engine. Fan mendapat daya dari belt yang terhubung langsung dengan poros engkol. Kemudian berputar dan mengalirkan udara dengan kecepatan tertentu sehingga terjadi perpindahan panas dari blok engine. 22. Fan belt. Berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros engkol kepada fan. Agar fan dapat berputar, dan dapat menurunkan suhu blok engine.

PERBEDAAN MOTOR BENSIN DAN MOTOR DIESEL


Oleh Ilham Abrori NIM 101724019 Motor Bensin Udara bercampur bahan bakar masuk ke ruang bakar untuk dikompresi Udara campur bahan bakar yang telah dikompresi tersebut dipantik oleh busi sehingga terjadi pembakaran Terdapat busi, tidak terdapat nosel Memiliki rasio kompresi yang lebih rendah disbanding mesin diesel, yakni berkisar 1:9 Cocok untuk mesin skala kecil hingga 70cc Motor Diesel Udara saja yang masuk ke ruang bakar untuk dikompresi Bahan bakar masuk ke ruang bakar dengan cara diinjeksikan oleh nosel, yang selanjutnya akan memantik udara yang telah dikompresi Terdapat nosel, tidak terdapat busi Memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi disbanding mesin bensin, yakni berkisar 1:20 Cocok untuk mesin skala besar