Anda di halaman 1dari 5

Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen

Posted on January 23, 2009 by doel

Oleh: Abdul Hamid Al-Sasaki Dunia masa depan adalah dunia informasi. Maju tidaknya suatu bangsa atau suatu Negara ditentukan oleh penguasa bangsa atau Negara atas informasi yang kian kompleks dan canggih. Bangsa Indonesia hanya akan berkembang maju apabila mampu menguasai informasi. Kalau informasi itu beum belum kita miliki, kita harus berupaya mendapatkannya dengan cara apapun. Sebuah sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada sistem informasi. Karena itulah, materi pada mata kuliah SIM-MD salah satunya adalah Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen, yang akan dibahas dalam makalah ini. A. Evolusi Perkembangan Konsep SIM Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan keorganisasian untu menerapkan sistem semacam itu. Banyak dari gagasan yang merupakan bagian SIM berkembang atau berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang sangat penting dalam melacak asal mula konsep SIM: 1. Perukunan Manajerial 2. Ilmu pengetahuan Manajemen 3. Teori Manajemen, dan 4. Pengolahan Komputer Sistem pelaporan untuk oraganisasi yang dikembangkan oleh perukunan manajerial pada umumnya mencerminkan gagasan perukunan tanggungjawab (Responsibility Accounting) dan perukunan mampulaba (Profitibility Accounting). Dalam ancang-ancang ini setiap manajer menerima laporan dalam lingkup tanggungjawabnya. Laporan-laporan dari tingkat bawah digabung untuk memberikan ikhtisar laporan tingkat manajemen berikutnya, dan seterusnya. Ilmu pengetahuan manajemen adalah sebuah perkembangan penting dalam sistem informasi manajemen yang berdasarkan komputer, karena ilmu pengetahuan manajemen telah mengembangkan prosedur-prosedur untuk analisis dan pemecahan berdasarkan komputer dalam banyak jenis persoalan keputusan. Teknologi komputer merupakan faktor penting dalam perkembangan SIM. Tanpa kemampuan komputer, konsep sebuah SIM tidak dapat diwujudkan. Dalam memahami evolusi konsep SIM, perkembangan terakhir dalam teori manajemen cukup pesat. Bila dalam ilmu pengetahuan manajemen perkembangannya menekankan optimisasi sebagai tujuan, maka teori manajemen menekankan pemuasan (Yaitu mencapai pemecahan yang memuaskan) dan mempertimbangkan keterbatasan manusia dalam mencari pemecahan. B. Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen a. Perkembangan Komputer Dari Masa ke Masa Istilah komputer atau dalam bahasa Inggris Computer bersumber dari kata Computere yang

secara harfiah berarti Menghitung atau Memperhitungkan. Menurut para ahli, program penyelidikan ruang angkasa yang dilakukan oleh Negara-Negara Super Power, tak mungkin dilaksanakan tanpa komputer. Berdasarkan sejarah komputer, manusia pertama yang menciptakan komputer adalah Charles Babbage, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris, ketika pada tahun 1833 menampilkan mesin komputer yang dinamakan General Purpose Digital Computer . Sejak Charles Babbage meninggal pada tahun 1871, tidak terdapat kemajuan berarti dalam hal komputer ini. Baru pada tahun 1937 Prof. Howard Aiken dari University Harvard mencoba membangun mesin Automatic Calculating dan selesai tahun 1944 dengan diberi nama Mark1. Dalam perkembangannya, komputer secara elektronik penuh mengalami beberapa generasi, yakni : 1. Generasi Pertama (1945-1959) Pada tahun 1945 itu adalah tampilnya mesin komputer yang diberi nama ENIAC ( Electronic Numerical Integrator and Calculator) yang merupakan General Purpose Computer atau komputer untuk segala tujuan, yang keseluruhannya dijalankan secara elektronik. Yang menciptakannya adalah Prof. John W. Mauchly dan Prosper Eckert dari University Pensylvania dengan menggunakan fasilitas dari Moore School Of Electrical Engineering. Pada tahun ke tahun mesin komputer ini terus-menerus berkembang sehingga sejumlah perusahaan dapat menciptakan berbagai merk, IBM terkenal dengan Mark Computer Seriesnya, Burrough dengan Magnetic Drum Computer Type E 101 dll. Mesin-mesin komputer yang termasuk generasi pertama itu terus dikembangkan sampai muncul kelompok mesin komputer generasi berikutnya. 2. Generasi Ke Dua (1959-1965) Generasi ke dua ini menimbulkan banyak keuntungan pada pihak pemakai, antara lain karena mesinmesin tersebut lebih kecil sehingga menjadi lebih ringan, semakin tinggi daya ingatnya, semakin cepat proses pengolahan datanya, semakin besar daya tampungnya dan yang paling penting semakin tinggi daya kemampuannya untuk memecahkan permasalahan yang rumit-rumit. Kemajuan yang dapat dicatat dalam perkembangan komputer generasi yang ke dua ini ialah diciptakannya oleh Control Data Corporation (CDC) yaitu sebuah mesin komputer dengan model 6600 Super Computer yang dapat menyelesaikan tiga juta operasi per tiga detik. Berikutnya Model 7600 dengan bentuk yang lebih besar yang bisa melaksanakan dua puluh lima juta operasi per detik. 3. Generasi Ke Tiga (1965-Sekarang) Penggunaan peralatan elektronik yang baru ini menyebabkan timbulnya keuntungan baru bagi para pemakai dalam hal kapasitasnya, fasilitas programnya semakin lengkap, kemampuannya dalam programming dan processing secara ganda dalam waktu yang sama. Dalam hal jumlah tenaga manusia lebih sedikit, tidak terbatasnya instruksi-instruksi dan kecepatannya yang luar biasa. b. Komputerisasi di Indonesia Indonesia pertama kali mengenal komputer pada tahun 1956 pada waktu itu Bank Sentral Indonesia membeli sebuah komputer merk Unival System 1004 buatan Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1964 didatangkan komputer untuk keperluan TNI angkatan darat di Bandung, 3 tahun kemudian untuk ITB sebagai perguruan tinggi pertama yang mempergunakan komputer dengan jenis yang sama yaitu IBM System 1401. Pada tahun 1977 ada 11 lembaga pemerintah yang mulai menggunakan lebih dari 1 unit komputer. Yang paling banyak menggunakan komputer adalah Pertamina, PLN, BI, Garuda Indonesia, Airways, PN Pupuk Sriwijaya, dan Perum Telkom. Bersamaan dengan meningkatnya jumlah instansi komputer di Indonesia dewasa ini telah banyak yang mendirikan Software Companies. Perusahaan ini dalam proses komputerisasinya memegang peranan yang penting, karena perusahaan inilah yang melakukan study kelayakan pengembangan informasi dan penilaian sistem informasi.

c. Beberapa Alternatif Komputerisasi Memiliki sendiri Menyewa Mengadakan Bagi Waktu Membeli Jasa Pusat Data Kesimpulan Betapa beruntungnya kita karena merasakan kecanggihan teknologi yang saat ini telah siap pakai khususnya komputer. Padahal komputer ini, bila dilihat perkembangannya ternyata cukup rumit sampai menjalani beberapa priode. Yang disebut generasi pertama mulai tahun 1945-1959, generasi ke dua tahun 1959-1965 dan akhirnya perkembangan yang semakin pesat pada tahun 1965 sampai sekarang atau disebut generasi ketiga. Dulu hanya beberapa lembaga pemerintahan atau perusahaan saja yang bisa menggunakan komputer, namun sekarang bisa dikatakan semua orangpun baik dewasa maupun anak-anak, baik perkantoran maupun individu semuanya bisa menikmati teknologi canggih ini. Sehingga informasi pun lebih mudah untuk diterima atau disampaikan. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen untuk harus banyak kita galih lagi melalui dengan media komputer. Masih banyak sekali hal-hal yang belum diketahui oleh lembaga-lembaga dakwah atau daI perorangan yang belum mengetahui tentang betapa pentingnya sistem informasi manajemen dakwah sebelum kita berdakwah.

DUKUNGAN TERHADAP INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KEPUTUSAN STRATEGIS


Posted on January 28, 2009 by doel

Oleh:Abdul Hamid Al-Sasaki Perkembangan zaman yang semakin menuntut untuk maju, membuat seseorang untuk melakukan sesuatu tiindakian ataui pengamblan keputusan yang sesuai dengan keilmuan yang ada. Dalam organisasi, seseorang atau pamimpin tidak terlepas dari suatu masalah atau konflik, karenanya dalam menyelesaikan suatu masalah yang ada, perlu adanya dukungan informasi dalam pengambilan keputusan yang tepat dengan melihat kondisi masalah yang hendak diselesaikan Keputusan adalah suatu tindakan pemilihan dimana pimpinan /manajer menentukan suatu kesimpulan tentang apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan dalam situasi tertentu. Keputusan ini dinyatakan dalam suatu bentuk kata-kata yang dirumuskan dalam suatu peraturan, perintah, intruksi, kebijakan dan dalam bentuk apa saja yang dikehendaki pimpinan. Keputusan ini tidak hanya dilakukan oleh manajer paling tinggi (top manage) yaitu keputusan starategis mutlak, tetapi juga para anggota lainnya seperti middle manage dan lower manage (keputusan taktis dan operasional). Dalam pengambilan keputusan starategis, manajer/daI yang paling tinggi (top manage) membutuhkan informasi ekstern lebih besar dari informasi intern dan ini termasuk pengambilan keputusan jangka panjang. DUKUNGAN TERHADAP INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KEPUTUSAN STRATEGIS Keputusan strategis adalah keputusan yang ditandai oleh ketidakpastian cukup besar dan berorientasi pada masa yang akan dating, jadi keputusan strategi sebenarnya juga merupakan suatu rencana. Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajeman dibutuhkan informasi yang berguna dengan tipe informasi yang berbeda untuk setiap tingkatan manajemen. Manajemen tingkat bawah, tipe informasinya lebih inci dan detail karena informasi tersebut digunakan untuk pengendalian operasi, sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, tipe informasinya semakin tersaring atau lebih ringkas. Pembuatan keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dalam kondisi kepastian (certainly) para manajer/daI mengetahui apa yang akan terjadi diwaktu yang akan dating karena tersedianya informasi yang akurat, terpercaya, dan dapat diukur sebagi dasar keputusan.[1] Menurut Herbert A. Simon, proses pengambilan keputusan melalui langkah-langkah sebagi berikut: [2] 1. Intelligence (penelusuran) 2. Design (desain) 3. Choice (pemilihan) Ada tiga tahapan atau langkah-langkah pengambilan keputusan dalam hubungannya dengan system informasi manajemen, yaitu:[3] Tahap proses pengambilan keputusan Hubungan dengan system informasi manajemen 1 Intelligence (pemahaman)

Proses penyelidikan mengandung pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan dua cara tersebut, system informas harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi yang jelas menuntut perhatian, baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah tersebut dapat ditangani. 2 Design (desain) SIM harus mengandung model keputusan untuk mengolah data dan memprakarsai pemecahan alternative, model harus membantu menganalisi alternative. 3 Choice (pemilihan) SIM menjadi paling efektif apabila hasil perancangan disajikan dalam bentuk yang mendorong pengambilan keputusan apabila telah dilakukan pemilihan, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian. [1] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen hal 59 [2] Soegito Sudrajat: Sistem Informasi Manajemen : Hal 6.10 [3] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen hal 59