Anda di halaman 1dari 15

Penyaji: Indah Nora Pembimbing: Dr. Suherman, Sp.

PENDAHULUAN
Pemeriksaan Recombinant tissue Plasminogen Activator (rtPA) yang digunakan di Australia saat ini menunjukkan bahwa: hanya 0,9% dari semua pasien stroke iskemik mendapat trombolisis. Pasien yang terlambat ditangani tampaknya menjadi faktor yang paling penting pengobatan penyelamatan di sebagian besar penelitian yang dilaporkan.

METODE

Penelitian ini dengan metode pemeriksaan retrospektif dari semua pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (ED) di Pelayanan kesehatan Lyell McEwin Adelaide, Australia dengan gejala sugestif dari iskemia serebral akut pada tahun 2008.

Kami menilai dari catatan medis ambulans dan waktu onset gejala, Keterlambatan dalam penanganan ke ED, dan keterlambatan di rumah sakit untuk dilakukan evaluasi dan pencitraan

HASIL
Dari 216 pasien (Laki-laki = 123,Perempuan = 93) dengan usia rata-rata 70,2 tahun, 103 (47,7%) dengan waktu onset gejala dalam 3 jam. 42,85% dari stroke akut dengan waktu dalam 1 jam 30 menit. Hanya skala triase Australia tingkat 1 dan 2 yang memiliki hubungan positif dengan selesainya evaluasi dalam waktu 1 jam tiba ke ED. Pasien dengan gejala motor memiliki keterlambatan yang lebih sedikit pada pra-rumah sakit dibandingkan dengan dengan gejala neurologis lainnya. Kedatangan dengan ambulans atau langsung ke ED tidak berdampak signifikan terhadap keterlambatan pada pra-rumah sakit

Gambar 1. Distribusi usia pada pasien stroke

Tabel 1. Data dasar tentang pasien stroke

Tabel 2. Analisis univariat dari factor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pra-rumahsakit

Tabel 3. Analisa univariat dari factor-faktor yang berhubungan dengan evaluasi pada 1 jam kedatangan ke Intalasi gawat darurat (ED)

Tabel 4. Hasil pemeriksaan dari Pasien Stroke

PEMBAHASAN
IV rtPA hanya disetujui pada terapi medis di seluruh dunia untuk pengobatan stroke iskemik akut, yang berhubungan dengan peningkatan hasil pemeriksaan neurologis. Namun, identifikasi yang tepat dari gejala gejala stroke akut dan penanganan awal di ED merupakan factor yang paling penting yang menentukan pemanfaatan terapi trombolitik jangka panjang. Kwan dkk, dalam suatu meta-analisis mereka telah mengindentifikasikan 9 jenis hambatan pada terjadinya trombolisis, yang dikelompokkan sebagai hambatan pra-rumah sakit dan di rumahsakit. Giles dkk, menemukan bahwa identifikasi yang benar dari gejala tidak selalu diterjemahkan pada kurangnya penundaan. Gejala motor lebih mungkin berhubungan dengan kurangnya keterlambatan pra-rumah sakit, yang juga diamati dalam penelitian kami. Hal ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa gejala paresis lebih cepat diketahui oleh pasien dan keluarganya sebagai gejala medis yang penting yang memerlukan penanganan segera.

Quain dkk menemukan bahwa proporsi pasien yang menerima rtPA dapat ditingkatkan dari 4,7% menjadi 21,4% dengan peningkatan protocol dan pengetahuan, yang dikaitkan dengan penurunan waktu rata-rata dari onset gejala sampai tiba di ED dari 150 sampai 90,5 menit.
Studi kami menunjukkan kecenderungan untuk kurangnya keterlambatan pra-rumah sakit pada mereka yang menggunakan pelayanan medis darurat, yang tidak dianggap signifikan secara statistik. Dalam penelitian kami hanya sebagian kecil pasien yang berkonsultasi ke praktek umum sebelum datang ke pelayanan ED, yang tidak terkait dengan keterlambatan pra-rumah sakit secara signifikan Sejumlah penelitian telah melihat ke dalam keterlambatan di rumah sakit pada tingkat yang berbeda, mulai dari Evaluasi di ED untuk pencitraan saraf

Tetapi sangat sedikit penelitian yang telah melihat mengenai dampak dari tingkat triase yang diberikan di ED pada saat tiba dan keterlambatan dalam penilaian dan neuroimaging. Penelitian kami bukan tanpa keterbatasan. Menjadi sebuah penelitian retrospektif kita tidak bisa menilai pasien dan pengasuh yang sadar tentang gejala stroke akut yang memiliki peran signifikan dalam keterlambatan di pra-rumah sakit

Tidak adanya tim stroke yanga berdedikasi akan menjadi faktor penyumbang untuk keterlambatan pada tingkat ED.

Di pusat-pusat dengan tim perawatan stroke akut , pelacakan pasien dengan cepat telah memungkinkan respon yang cepat dan lebih bermanfaat untuk pelayanan trombolitik.

KESIMPULAN

Semakin banyak jumlah pasien yang datang ke pelayanan darurat dalam waktu 3 jam waktu gejala onset sugestif stroke akut. Namun sistem triase yang ada pada ED sering tidak memadai dalam menangkap semua stroke yang berpotensial untuk trombolisis

SEKIAN TERIMA KASIH