Anda di halaman 1dari 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. SEVEN JUMP Klarifikasi Istilah


1. Crossmatch: Tes kompatibilitas untuk menentukan kecocokan darah

pedonor dengan resipien; Identifikasi tindak pidana atau bukan pidana (sengaja/tidak) visum et repertum
2. Distended: Menegang

3. Infus 2 jalur: Pemasangan infus di 2 jalur vena di tangan kanan dan kiri
4. Tes undulasi: Tes untuk menegetahui adakah ascites atau akumulasi cairan

atau tidak jenis pemeriksaan palpasi


5. Pekak beralih: Tes untuk mengetahui adakah ascites atau akumulasi cairan

atau tidak jenis pemeriksaan perkusi 6. Sacro ilia disruption dextra: Sacro iliac joint dextra yang harusnya menyatu jadi terlihat terpisah

Rumusan Masalah 1. Breathing

RR 32x/menit Jejas ekskoriasi pada hemithorax sinistra Pengembangan hemithorax sinistra tertinggal Perkusi hemithorax sinistra bagian bawah redup

Auskultasi suara vesikuler menurun pada bagian bawah hemithorax sinistra

Kesan hemothorax sinistra

Tindakan : dilakukan pemasangan WSD keluar darah 75cc dan RR tetap 32x/menit

Circulation

Nadi 130x/menit, tekanan nadi kecil Tensi 80/40mmHg Suhu 36,5 derajat celcius Akral dingin dan lembab Abdomen terlihat distended, dengan luka bagian perut kanan atas sudah tidak mengeluarkan darah dan perut teraba tegang

Bising usus menurun Pekak hepar (+) dan defans muskuler (-) Tes undulasi (+) dan pekak beralih (+) Kesan perdarahan internal abdomen

Tindakan: Pemasangan infus 2 jalur, dengan jarum besar, RL digrojok, dan melakukan crossmatch. Pemasangan kateter untuk monitoring hasil 100cc dan jernih Disability : GCS normal

Enviroment : ditelanjangi, diperiksa dari ujung rambut ujung kaki lubang-lubang 2. Adjunct Primary Survey Hasil foto cervical, thorax AP: normal Hasil foto pelvis AP: Terdapat fraktur di os simphysis pubis, sacro iliac disruption dextra 3. Secondary Survey

Pemeriksaan head to toe examination dalam batas normal

Brainstorming & Diskusi awal 1. Nyeri perut kanan atas nyeri bisa karena ditusuk hipocondrium dextra (hepar, vesica fellea) Nadi 130x/ menit takikardi Tekanan nadi kecil RR 32x/ menit takipneu TD 80/40 mmHg hipovolemi Suhu 36o C suhu turun Composmentis tapi lemas trauma baru saja terjadi (1 jam setelah kejadian) 2. Airway bebas tidak ada yang menghambat jalan nafas. C spine kontrol dengan collar brace 3. Breathing + ventilasi Tanda-tanda syok hemoragik

RR 32x/menit kompensasi karena oksigenasi berkurang, kemungkinan ada trauma paru Thorax:

Jejas ekskoriasi hemithorax sinistra tanda trauma tumpul. Bisa juga karena terbentur

Pengembangan hemithorax tertinggal Ada yang mengganjal, bisa karena cairan

Perkusi hemithorax bawah redup Ada cairan Auskultasi hemithorax suara vesikuler menurun ada cairan

Kesan hematothorax sinistra

Setelah dilakukan pemasangan WSD RR tetap 32x/menit masih syok kemungkinan ada perdarahan abdomen

4. Circulation

Masih ada tanda-tanda syok Abdomen distended penekanan dari intra abdominal bisa karena cairan/ darah

Bising usus menurun Akibat peristaltik menurun Bisa ileus obstruktif atau paralitik (tidak ada peristaltik)

Pekak hepar (+) hepar tetap padat Defans muskuler (-) dengan perut tegang Belum tentu sampai ke peritoneum tusukannya (evaluasi sedalam apa, lokasi, dll).

Rangsang peritoneal butuh waktu untuk menyebabkan defans muskuler (+).

Tes undulasi (+) dan pekak alih (+) Adanya cairan dalam cavum abdomen kesan terdapat perdarahan internal (abdomen)

Infus 2 jalur, jarum No.16 -RL hangat, digrojok Karena suhu agak turun - Crossmatch mayor: Serum resipien dengan eritrosit donor minor: Serum donor dengan eritrosit resipien

Kateter monitoring 100cc jernih urin sebelum kejadian

5. Disability dan Environment/ Exposure Dalam batas normal 6. Adjunct Primary Survey

Hasil foto cervical dan thorax AP normal Sacroilliac disruption Os sacrum dengan os illeum lepas Berkaitan dengan fraktur simphysis pubis

Rectal toucher untuk evaluasi rectum tembus atau tidak menilai uretra dan prostat, bisa saja darah terkumpul di belakang prostat Lendir darah (-) rectum normal

7. Secondary Survey Dalam batas normal