Anda di halaman 1dari 30

ABORTUS

Definisi
Pengeluaran embrio/fetus dari uterus saat usia kehamilan muda (belum mampu bertahan hidup secara mandiri di luar kandungan sekitar masa konsepsi sampai minggu ke 20/22/24 kehamilan) Berat janin < 500 gram

Abortus Spontan
80% terjadi pada gravid 12 minggu pertama Anomali kromosom: 55% penyebab abortus trimester I Male:Female = 3:2

Abortus Spontan: Patologi


Perdarahan di desidua basalis, dengan nekrosis jaringan sekitarnya ovum terlepas menstimulasi kontraksi uterus ekspulsi Umumnya terjadi kematian embrio, diikuti dengan ekspulsi hasil konsepsi

Etiologi: Abortus Spontan


Faktor Fetal Faktor Maternal Faktor Paternal

Etiologi
Faktor Fetal
Abortus Aneuploid (: < 8 minggu) (95% maternal gametogenesis errors, 5% paternal)
trisomi autosomal (13, 16, 18, 21, 22) monosomi autosomal (45, X ): lethal, Turner syndrome Triploid; Tetraploid; Kelainan struktur kromosom

Abortus Euploid (: 13 minggu, usia > 35 tahun)

Etiologi
Faktor Maternal
Infeksi Penyakit Kronis Kelainan Endokrin Nutrisi Penggunaan Obat & Faktor Lingkungan Faktor Imunologi Thrombophilia turunan Operasi pada Ibu Trauma Fisik Defek Uterus

Infeksi
Brucella abortus, Campylobacter fetus, Listeria Monocytogenes, Chlamydia trachomatis, HSV, Toxoplasma gondii, Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealyticum Syphilis, HIV-1, group B streptococci bacterial vaginosis

Penyakit Kronis
Celiac sprue Tuberculosis, carcinomatosis jarang Kelainan Endokrin Hipotiroidism: Defisiensi Iodium & adanya autoantibodi tiroid Diabetes Mellitus DM tipe I: abortus & malformasi kongenital Kontrol metabolik (glukosa) buruk abortus rekuren

Penggunaan Obat & Faktor Lingkungan Tembakau: rokok = abortus euploid Alkohol gravid 8 minggu = abortus & anomali janin Kafein (500 mg 5 cangkir kopi) 2x Radiasi > 5 rads Konstrasepsi Oral & agen spermisida belum terbukti IUD septic abortion Toksin lingkungan NO, gas anestesi, obat kemoterapi arsen, timah, formalin, benzena, ethylene oxide

Faktor Imunologi

Thrombophillia turunan Kelainan genetik pembekuan darah trombosis arteri & vena Mutasi gen faktor V (Leiden) faktor X trombin trombosis

Operasi pada ibu


corpus luteum & ovarium ( progesteron)

Nutrisi Trauma Fisik

Defek Uterus
Acquired
Leiomyoma: lokasi, besar, jumlah menentukan Uterine synechiae (Asherman syndrome): destruksi luas endometrium akibat kuretase Polip endometrium Inkompetensi serviks

Developmental
Kelainan formasi/fusi duktus Mullerian karena paparan dietilstilbestrol Uterus septate, bicornuate, unicornuate, didelphys Kavitas pada uterus Inkompetensi serviks

Inkompetensi Serviks
Painless cervical dilatation pada trimester II prolaps & penonjolan amnion ke vagina ekspulsi janin imatur Trauma karena dilakukan dilatasi, ekstraksi, evakuasi, kuretase, kauterisasi, amputasi Diagnosis dengan TVS mengukur panjang serviks untuk prediksi persalinan prematur Treatment: cerclage

Klasifikasi
Abortus Spontan (tanpa tindakan)
Abortus imminens (threatened) Abortus insipiens (inevitable) Abortus incomplete Abortus complete Missed abortion Septic abortion Abotus habitualis (recurrent)

Abortus Provocatus
Abortus Provocatus Medicinalis (3 spesialis) Abortus Provocatus Criminalis

Abortus imminens (threatened)


Tanpa pengeluaran hasil konsepsi, masih dapat dipertahankan Perdarahan pervaginam tanpa dilatasi serviks risiko janin: prematur, BBLR, perinatal death risiko maternal: antepartum hemorrhage, manual removal of the placenta, SC Nyeri keram abdomen, nyeri punggung bawah, tekanan pelvik, nyeri suprapubik Tatalaksana: bedrest, analgesia asetaminofen

Abortus incipiens (inevitable)


Sedang berlangsung, tidak dapat dicegah Ruptur membran amnion, keluar cairan Dilatasi serviks Kontraksi uterus Perdarahan pervaginam Tatalaksana: Ada perdarahan, nyeri, demam bed rest 48 jam
Observasi lagi, jika tetap tidak ada lanjutkan aktivitas Jika ada kosongkan uterus

Abortus Incomplete
Sebagian hasil konsepsi sudah keluar
< 10 minggu: plasenta & fetus keluar bersama > 10 minggu: plasenta & fetus keluar terpisah

Plasenta terlepas dari uterus Perdarahan dan nyeri keram abdomen Tatalaksana: kuretase dilatasi

Abotus Completus
Seluruh hasil konsepsi telah keluar Setelah keluar janin & plasenta, biasanya pendarahan , nyeri , menutupnya OUI Tatalaksna:
Observasi perdarahan post-abortus. Observasi uterus, ada jaringan tertinggal?

Missed Abortion
Janin telah mati tetapi tertahan dalam uterus dengan ostium yang masih tertutup selama berharihari atau berminggu-minggu. Manifestasi Klinis:
Awal: terlihat normal, amenorrhea, mual muntah, pembesaran mammae &uterus.

Setelah janin mati: pendarahan & manifestasi klinis seperti a. imminens, pengecilan uterus dan mammae bertahap, BB USG: anembryonic gestation/fetal/embryonic death Tatalaksana: terminasi

Septic Abortion
Akibat infeksi berat pada uterus Manifestasi klinis
Severe endothelial injury, kebocoran kapiler, hemokonsentrasi, hipotensi, leukositosis, demam tinggi &menggigil

Etiologi: Clostridium perfringens, Clostridium sordellii, Group A Streptococcus Komplikasi: Endomyometritis, parametritis, peritonitis, septicemia, sepsis, endocarditis, acute respiratory syndrome, DIC Tatalaksana:
Antibiotika broad spectrum IV Evakuasi uterus

Abortus Habitualis
Abortus 3 kali berturut-turut Dapat digolongkan sebagai infertilitas/sterilitas Umumnya: tidak sulit untuk hamil, tetapi terhenti sebelum waktunya (biasanya trimester I) Abortus habitualis 0,4-1% risiko berulang setelah: abortus I 20%, abortus II 25%, abortus III 30%

Etiologi: Abortus Habitualis


Pada trimester awal: kelainan kromosom Pada trimester lanjut:
Autoimun & alloimun anomali anatomis ibu: congenital & acquired

Epidemiologi: Abortus Habitualis


Wanita dengan septate uterus setelah menjalani hysteroscopic metroplasty: angka abortus Wanita dengan uterine synechiae setelah menjalani hysteroscopic lysis atau adhesiolysis, angka abortus Myoma submucosa lebih berpengaruh terhadap abortus daripada myoma subserosa dan intramural, atau ukuran < 5-7 cm

Differential Diagnosis
Kehamilan ektopik!! Torsi ovarium

Diagnosis
Pemeriksaan Penunjang:
TVS, level hCG dan progesterone serum

Tatalaksana
Kuretase Dilatasi Medikamentosa
PGE1 Antibiotika Painkiller Antifibrinolitik Tranfusi PRC

Terima Kasih