Anda di halaman 1dari 16

ASPEK HUKUM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

ISNAWATI, S.H., M.H.

Materi Kuliah Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Pembangunan (develoving country)


Usaha untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. (hasil-hasil pembangunan harus dapat dinikmati seluruh rakyat sebagai peningkatan kesejahteraan lahir da batin secara adil dan merata) Pembangunan harus dilaksanakan secara merata oleh segenap lapisan masyarakat (partisipasi seluruh rakyat)

Pembangunan Nasional
Rangkaian Upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat , bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Visi
Pembanguan Nasional 2005-2025
Indonesia yang : 1. Mandiri (kemajuan ekonomi, SDM) 2. Maju (pertumbuhan penduduk kecil, harapan hidup tinggi, pelayanan sosial yang baik) 3. Adil (tdk diskriminasi-antar individu, gender, wilayah) 4. Makmur (terpenuhi kebutuhan hidup)

Misi
Pembanguan Nasional 2005-2025
Mewujudkan : 1. Masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila 2. Bangsa yang berdaya-saing 3. Masyarakat demokratis berlandaskan hukum 4. Indonesia aman, damai dan bersatu

Mewujudkan : 5. Pemerataan pembanguan dan berkeadilan 6. Indonesia asri dan lestari 7. Indonesia menjadi negara berkepulauan yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional 8. Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional

Realisasi Pembangunan
Pembangunan Rehabilitasi jalan-jalan Jembatan Pelabuhan Irigasi Saluran-saluran air Perumahan rakyat Perkantoran-perkantoran, dll.

Pihak yang terlibat dalam Pembangunan


Pemberi Tugas (bouwheer) Pemborong Arsitek Agrarian Pemda Dll.

Hukum Dalam Pembangunan


Bertujuan : Memastikan munculnya aspek-aspek positif dan menghambat aspek negatif kemanusiaan serta memastikan terlaksananya keadilan untuk semua warga negara tanpa memandang dan membedakan kelas sosial, ras, etnis, agama maupun gender. Hukum ditaati dan diikuti akan menciptakan ketertiban dan keterjaminan hak-hak dasar masyarakat secara maksimal.

Hukum Bangunan (bowrecht)


Keseluruhan peraturan yang menyangkut membangun bangunan, tidak hanya rumah dan gedung tapi juga termasuk jalan, jembatan, waduk dan sebagainya. Peraturan-peraturan hukum yang berkaitan dengan masalah pembangunan terdapat didalam banyak peraturan sehingga menimbulkan kurang adanya kepastian hukum.

Ruang Lingkup Hukum Bangunan


Hukum Privat - Perencanaan (arsitek) - Perjanjian pemborongan (A.V. - Algemene Voorwaarden) - Jaminan perjanjian pemborongan - Aspek perkreditan Hukum Publik - UU Perumahan - Izin mendirikan bangunan (H.O. Hinder Orinansi)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, atau disingkat APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.

Penyusunan APBN
Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan UndangUndang tentang APBN selambatlambatnya 2 bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan.

Pelaksanaan APBN
Setelah APBN ditetapkan dengan UndangUndang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan Peraturan Presiden. Berdasarkan perkembangan, di tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR. Dalam keadaan darurat (misalnya terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya.

Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN


Selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa Laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Struktur APBN
1. Pendapatan Negara dan Hibah - Penerimaan Dalam Negeri - Hibah 2. Belanja Negara - Belanja Pemerintah Pusat - Belanja Daerah 3. Pembiayaan - Pembiayaan Dalam Negeri - Pembiayaan Luar Negeri