Anda di halaman 1dari 2

Indikasi SC pada Wanita 36 th dengan Kehamilan Gemelli dan Letak Lintang Abstrak Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan

janin lebih dari satu. Morbiditas dan mortalitas meningkat pada kehamilan kembar. Komplikasi kehamilan akan lebih tinggi pada kehamilan ganda seperti abortus, janin tumbuh lambat, malformasi, hipertensi yang diperberat kehamilan dan anemia. Pada kasus ini kehamilan kembar terjadi pada wanita, G1P0A0, usia 36 tahun dengan letak janin melintang-melintang dan dilakukan tindakan sectio caesar. Kata kunci :Kehamilan kembar, letak lintang, gemelli Isi Pasien kiriman bidan datang ke RS dengan keterangan wanita, 36 tahun, G1P0A0, merasa hamil > 9 bulan, perut tampak besar, kenceng-kenceng belum dirasakan. Air ketuban belum terasa merembes atau pecah. HPHT : 20 2 11, HPL : 27 11 11. Riwayat kehamilan (-), keguguran (-), alergi (-), hipertensi (-), asma (-), diabetes melitus (-), penggunaan obat-obatan (). Terdapat riwayat janin kembar pada keluarga. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 104x/menit, pernafasan 24x/menit dan suhu 37,2oC. Pada pemeriksaan fisik perut tampak memanjang, janin majemuk, letak melintang-melintang, TFU 39 cm, His (-), DJJ I 140x/menit, DJJ II 140x/menit, Px dalam : v/u tenang, dinding vagina licin, porsio tebal, (-), selaput ketuban (+), preskep, belum masuk panggul, STLD (-), STAK (-). Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin dalam batas normal. Diagnosis Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik maka dibuat diagnosa kerja Gemelli, primi tua, letak lintang-letak lintang, G1P0A0, hamil aterm, belum dalam persalinan. Terapi Pada pasien ini direncanakan untuk dilakukan sectio caesaria trans profunda. Diskusi Kehamilan ganda atau hamil kembar adalah kehamilan dengan dua janin. Morbiditas dan mortalitas meningkat pada kehamilan kembar. Komplikasi kehamilan akan lebih tinggi pada kehamilan ganda seperti abortus, janin tumbuh lambat, malformasi, hipertensi yang diperberat kehamilan dan anemia. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah: bangsa, umur, dan paritas sering mempengaruhi kehamilan kembar 2 telur, faktor obat-obat induksi ovulasi: Profertil, Clomid, dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua, faktor keturunan, faktor yang lain belum diketahui.

Pada kasus ini kehamilan kembar terjadi pada G1P0A0, usia 36 tahun, merasa hamil 9 bulan, perut tampak sangat besar, kenceng-kenceng (-) dan air ketuban dirasakan belum keluar, HPM : 20 2 11, HPL : 27 11 11. Riwayat kehamilan (-), keguguran (-), alergi (-), hipertensi (-), asma (-), diabetes melitus (-), penggunaan obat-obatan (-). Terdapat riwayat janin kembar pada keluarga. Indikasi SC pada kehamilan kembar antara lain adanya kemungkinan yang menyebabkan risiko kepada ibu atau bayi, proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (dystosia), detak jantung janin melambat (fetal distress), adanya kelelahan persalinan, komplikasi pre-eklampsia, sang ibu menderita herpes, putusnya tali pusar, risiko luka parah pada rahim, persalinan kembar (masih dalam kontroversi), bayi dalam posisi sungsang atau menyamping, kegagalan persalinan dengan induksi, kegagalan persalinan dengan alat bantu (forceps atau ventouse), bayi besar (makrosomia berat badan lahir lebih dari 4,2 kg), masalah plasenta seperti plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), placental abruption atau placenta accreta), kontraksi pada pinggul, sebelumnya pernah menjalani bedah caesar (masih dalam kontroversi), sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit Crohn), angka d-dimer tinggi bagi ibu hamil yang menderita sindrom antibodi antifosfolipid, CPD atau cephalo pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat), kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus), ibu menderita hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi). Pada kasus ini, pasien dilakukan operasi (sectio caesaria) atas indikasi kehamilan kembar dengan kedua janin letak melintang. Karena pada janin melintang-melintang tidak dapat dilakukan persalinan normal. Kesimpulan Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan janin lebih dari satu. Morbiditas dan mortalitas meningkat pada kehamilan kembar. Pada kasus ini, pasien dilakukan operasi (sectio caesar) atas indikasi kehamilan kembar dengan kedua janin letak melintang. Karena pada janin melintangmelintang tidak dapt dilakukan persalinan normal. Referensi 1. Marjono, Anthonius Budi. Catatan Kuliah Obsgyn Plus. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1999. 2. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap LC, Hauth JC, Wenstrom KD. Kehamilan multijanin. Dalam: Hartono A, Suyono YJ, Pendit BU (alih bahasa). Obstetri Williams. Volume 1 edisi 21. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2006. h. 852-897 Penulis Lutfia Putri Bastian, Bagian Obstetri dan Ginekologi, RSUD Tidar Magelang.