Anda di halaman 1dari 3

MENGATASI KEGAGALAN

"Bagaimana jika kita ajukan pertanyaan, dan dasar pertanyaannya adalah: "Adanya rasa takut gagal, dan keinginan untuk berhasil lebih baik mana?... Waktu Anda membayangkan kegagalan, apakah sudah ada tindakan?...(belum) Waktu Anda mengalami kegagalan, apakah sudah ada tindakan?...(sudah) Ada yg bisa di perbaiki?... (ada). Berarti kalau begitu, alami kegagalan, bukan hanya bayangkan !!! Pembayangan mengenai kegagalan telah menggagalkan banyaknya orang dari pada kegagalan itu sendiri. Coba cek, dengan semua pribadi yg berhasil, apakah mereka bebas dari kegagalan? (Tidak). Mereka bilang : "Saya berhasil karena saya gagal, demikian sering dan saya mengambil kekuatan saya dari semua kegagalan saya itu. Simaklah 11 pertanyaan di bawah ini : 1. Tanya: + "kegagalan itu sudah saya alami, tapi kegagalan itu di sebabkan oleh atasan saya sendiri? Jawab: - "Kegagalan itu di sebabkan oleh orang lain atau kita, kitalah yg dapat keuntungan dari kegagalan itu. Dan kegagalan yg bisa di ceritakan seperti itu tadi masih kegagalan kecil, karena kegagalan besar tidak mungkin di katakan sesantai itu, kegagalan besar akan di katakan di dalam sebuah meja bundar, 24 orang, serius, ada bankir yg marah, ada pengacasa yg siap-siap, inilah kegagalan besar. Tapi kalau kegagalannya masih bisa di salahkan kepada atasan, kita masih harus mencoba kegagalan yg lebih besar lagi. 2. Tanya : "+ Saya kurang setuju mengatasi kegagalan mesti di besar-besarkan, karena setiap orang pasti pernah gagal. Jadi kenapa harus di pertakutkan? -jawabannya kenapa harus takut. Jadi tidak perlu di jawab. 3. Tanya : + "Apa upaya kita melakukan tindakan cepat dan tepat? Jawab: - melakukan tindakan tepat dan cepat tadi tergantung dari apa yg Anda ingin capai, sebagian besar orang tidak tahu apa yg akan di capainya. Sehingga jelas sekali apabila dia tidak tahu apa yg harus di lakukannya. 4. Tanya: + Bagaimana mengolah kegagalan agar jadi buah keberhasilan? Jawab: - Gunakan kegagalan untuk menyiksa diri, supaya dia ingat, tidak mengulangi itu lagi, tetapi kemudian cukupkanlah marah itu dan mulai sayangi dan katakan: "Untung aku punya pribadi sebaik kamu yg akan menjadi pribadi yg lebih kuat setelah kesalahan ini. 5. Tanya: + Apa perbedaan rasa takut dengan rasa malas?

Jawab: - Orang takut itu malas untuk berani. Orang yg pemberani, berani saja. Tapi yg harus di cek adalah bahwa orang yg malas sebetulnya: "Banyak orang yg bertenaga, tetapi tidak menggunakan tenaganya. Orang berani adalah orang yg ketakutan yg memutuskan tetap melakukan. Seorang di sebut pemberani karena dia takutnya sama dengan kita tapi dia tetap melakukan." 6. Tanya: + Bagaimana cara kita untuk mengubah rasa pesimis menjadi optimis dan cara untuk mempertahankan rasa optimis tersebut? Jawab: -Di ubah saja, dari pesimis itu...ah paling...ah paling...menjadi harus bisa, harus bisa, kalau tidak bisa, harus bisa. Bahasa pesimis itu pembatalan kemungkinan, rasa optimis adalah pemberitahuan kepada diri, kalau aku menurut pada cara-cara yg baik itu bisa aku capai. Jangan pernah mengatakan aku bisa capai itu, TANPA MENJADI APAPUN YG LEBIH BAIK. Jadi kalau begitu, ubah saja itu, kita yg menjadi penguasa dari hati kita, putuskan untuk berani. 7. Tanya: +Saya kurang sepakat dengan itu, karena menurut saya rasa takut itu di perlukan, asalkan sesuai dengan porsinya, untuk sebagai kendali dari sikap takabur. Jawab: - Menurut ibu rasa takut itu perlu? +perlu - yaitu di perlukan untuk membuat kita lebih hati-hati. Lebih lengkap dalam persiapan, lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan. Sehingga dengannya, meskipun kita takut, kita berlaku seperti orang berani. Jadi kalau begitu, orang tidak perlu jadi pemberani untuk bertindak berani, begitu. Jadi kalau begitu kita sependapat bahwa rasa takut bisa di gunakan untuk membangun keberanian." 8. Tanya: + Bagaimana upaya-upaya terbaik ketika kita sering gagal berkali-kali? Jadi jangan sampai kegagalan itu berulang-ulang. Jawab: -bagus sekali, sudah gagal berapa kali? +beberapa kali - beberapa kali tidak cukup, harus lebih sering lagi, serius. Kalau kegagalan hanya kecil-kecil, kalau kegagalannya hanya karena kurang santun dalam bicara, kalau kegagalannya waktu persentasi banyak garuk-garuk, itu tidak cukup. Anda harus gagal lebih sering dan lebih hebat. Gagalah yg lebih besar !!! 9. Tanya: + "Kenapa orang yg kurang pintar itu lebih berhasil dari orang pintar? Apakah faktor lab ada pengaruhnya? Jawab: - "Dunia telah membuktikan bahwa pendidikan kita sering terlalu tinggi, perhatikan !!! " Biasanya para pemilik perusahaan dan karyawannya yg propesional, lebih tinggi mana pendidikannya? -karyawannya. Karena karyawannya yg membutuhkan segala sesuatu untuk sempurna sebelum memulai, sedang atasannya, karena tidak tahu apa-apa, memulai saja, dan mempekerjakan orang pandai.

Kalau dia belum bisa bayar, dia bilang aku akan bayar setelah untung, yah... Dan banyak orang pandai, karena tidak mampu berbisnis sendiri, dan bekerja untuk orang yg tidak pandai. Tetapi pikirkan ini !!! Kalau orang tidak pandai bisa mempekerjakan orang pandai, itu berarti yg lebih pandai siapa? Jadi, orang itu yg kita lihat kurang pandai sebetulnya jauh lebih pandai dari kita, karena dia bisa mempekerjakan orang-orang yg lebih pandai dari dia. 10. Tanya: + Bagaimana caranya mengatasi rasa takut dari lingkungan karena efek kegagalan kita? Jawab: Dan memang, yg di takutkan orang lain adalah yg kita lakukan, yg berdampak merugikan mereka. Tetapi yg menjadi sebab utama dari sebuah kegagalan adalah karena tegangnya diri di dalam melakukan sesuatu yg sebetulnya baik, karena kita sendiri takut. Semua petarung, pendekar, yg tegang, lebih mudah di kalahkan daripada yg santai. Perhatikan !!! "Orang-orang yg mudah berhasil, lebih santai daripada yg sering gagal, kalau begitu santailah menghadapi kegagalan, karena berhasil dan gagal adalah dua sisi dari koin yg sama. Kalau Anda menghindari kegagalan, Anda menjauhi keberhasilan yg ramah. Sikap Anda harus lebih ramah kepada yg memberhasilkan dari pada yg mengagalkan. 11. Tanya: + "Kadangkala kita ada setitik keraguan dalam suatu keyakinan kita, bagaimana menghindari keraguan itu? Jawab: - "Setitik yah...Garis itu di bentuk oleh titik-titik yg berhubungan, nah...kalau titik takutnya banyak dan berhubungan, garisnya namanya TAKUT. Jadi kalau begitu titik takut-berani, takut-berani, takut-berani, takut-berani, takut-berani. Lama-lama berani beneran." Jadi kalau begitu: Nikmati keadaan di mana Anda takut sehingga Anda bersiap-siap, Nikmati keadaan di mana Anda berani dan siap melakukan sesuatu yg tidak pernan Anda bayangkan sebelumnya, Lalu nikmati lagi, saat Anda menyesal melakukan kesalahan, Lalu nikmati lagi, saat Anda memenangkan keberanian Anda lagi, "Hidup memang seperti itu, jangan pernah Anda berharap hidup ini mudah, karena hidup ini di peruntukan untuk orang-orang yg menjadikan MUDAH semua yg SULIT."