Anda di halaman 1dari 17

Perempuan dalam PILKADA Kota Makassar Click to edit Master subtitle style

Disampaikan oleh: Aerin Nizar, SP, MHumResc.

Disampaikan dalam Dialog Publik Melirik Potensi Perempuan dalam Pilkada Kota Makassar Makassar, Hotel Celebes, 25 Maret 2012
6/10/12

Pilkada dan Perempuan

Pilkada merupakan momentum strategis bagi masyarakat dan partai politik untuk memilih pemimpin yang populis dan akomodatif terhadap aspirasi mereka. Melalui pilkada langsung, sebenarnya rakyat sedang melakukan transaksi kekuasaan dengan para calon kepala daerah. akan memimpin pemerintahan 6/10/12

Pilkada

Mereka

Peran Perempuan dlm Pilkada


Sbg

calon Pemimpin yang dipilih dalam Pilkada: tantangan, tanggung jawab, rekam jejak, beban ganda, kemampuan personal dan finansial calon Pemilih dalam Pilkada: tanggung jawab, komoditas dalam politik (dibeli dan diperebutkan dlm pilkada), penggerak massa,
6/10/12

Sebagai

Perempuan Indonesia dalam Politik

Dibandingkan dengan perempuan-perempuan di negara lain, perempuan Indonesia sudah lebih dahulu melakukan perlawanan kultural seperti para pejuang kemerdekaan spt RA Kartini, Cut Nyak Dien, Cristina Martha Tiahahu dst. Perjuangan itu sebagian berhasil, sebagian lagi gagal.

Di bidang politik, misalnya, perempuan Indonesia sudah menggunakan hak pilih sejak tahun 1955. Sementara, perempuan Amerika Serikat baru memperjuangkannya pada tahun 1960-an.

Prestasi perempuan Indonesia tertinggi yaitu ketika Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI. Tidak ada lagi alasan bagi negara-negara lain untuk mengatakan bahwa perempuan Indonesia masih terbelakang di dunia politik.

Dalam pelbagai jabatan publik lainnya, perempuan Indonesia juga menempati posisi yang baik, termasuk menjadi menteri, gubernur dan anggota parlemen.

6/10/12 Syarat-syarat yang di atur di dalam undang-undang menyangkut bidang politik juga

Perempuan sbg Pemimpin: 7 Perempuan Kepala Daerah di Indonesia


Dari 259 juta Penduduk Indonesia dimana lebih dari 50% perempuan, hanya terdapat 14 pemimpin daerah perempuan, yakni :
1. 2.

Christina Tetty Paruntu : Bupati Minahasa Selatan Hj. Airin Rachmi Diany : Walikota Tangerang
6/10/12

Masalah Calon Pemimpin Perempuan dlm Pilkada


Yang

kini menjadi persoalan adalah terjadinya krisis kepemimpin perempuan di bidang politik. kebebasan berbicara jauh lebih besar dari sebelumnya, sumberdaya manusia di bidang politik ternyata tidaklah banyak. Partai-partai politik kian lama kian kesulitan untuk mencari figur-figur yang didorong untuk mendapatkan posisi 6/10/12

Sekalipun

Masalah Calon Pemimpin Perempuan dlm Pilkada (lanjutan)


Proses

pencalonan (lewat jalur partai politik) yang membuat perempuan sulit bersaingmengingat sebagian besar jabatan penting di partai politik dikuasai oleh laki-laki. juga mempunyai tingkat persaingan yang tinggi, mengingat hanya dipilih 1 (satu) orang saja di satu wilayah. Hal ini berbeda dibandingkan dengan pemilihan anggota DPD atau
6/10/12

Pilkada

Peran Pemilih Perempuan dalam Pilkada


Pemilih

perempuan secara kuantitas dianggap signifikan untuk mendukung kemenangan calon kepala daerah. perempuan memiliki potensi persuasi politik untuk mempengaruhi arah kecenderungan memilih anggota keluarga dan masyarakat, static power yang suatu ketika bisa menjadi kunci pemobilisasian dukungan suara pemilih (Ari 6/10/12

Pemilih

Sebuah

Peran Pemilih Perempuan dalam Pilkada (lanjutan)


Hasil

penelitian yang dilakukan Khaerul Umam Noer (2009) misalnya, menggambarkan: kelompok-kelompok informal perempuan seperti majelis taklim yang memiliki basis massa loyal dan luas menjadi arena perebutan suara bagi para calon kepala daerah.
6/10/12

Bagaimana

Peran Pemilih Perempuan dalam Pilkada (lanjutan)


Kaum

perempuan harus menyadari bahwa sesungguhnya mereka memiliki daya tawar (bargaining power) yang potensial dalam pilkada. pemilih berdasarkan gender selalu menjadi perhitungan bagi para calon kepala daerah, karena paling tidak dari sisi kuantitas jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada pemilih laki-laki.
6/10/12

Segmentasi

Tanggung Jawab Pemilih Perempuan

Adanya agenda-agenda yang terkait dengan perempuan menjadi bahan yang bisa didorong. Agenda-agenda itu meliputi : kesehatan reproduksi, kesehatan lingkungan, perempuan di wilayah domestik, perempuan di ranah publik, kedudukan perempuan dalam menjaga (kualitas) pendidikan anak, keamanan perempuan di tengah masyarakat yang semakin individualistik, perempuan di sarana transportasi, Perempuan dan kebebasan merokok di wilayah publik dan lain-lain. 6/10/12

1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Program Pembangunan untuk Perempuan dalam Pilkada

Setidaknya ada tiga isu strategis yang harus didesakkan ke dalam program kerja calon kepala daerah, yakni:

A. B. C.

Penyusunan anggaran daerah berperspektif gender; Pengarusutamaan gender dalam tata kelola pemerintahan secara progresif; Pemenuhan target indikator MDGs (Millenium Development Goals) yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan spt : Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, Menurunkan angka kematian anak, Meningkatkan kesehatan ibu, Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya, Memastikan kelestarian lingkungan,

a. b. c. d. e. f. g.

6/10/12

Bagaimana Memilih Pemimpin Perempuan


Karena

itu, ketika perempuan memilih pemimpinnya di wilayah politik, tentulah yang utama dipertimbangkan adalah: track record calon pemimpin itu, kecocokan dengan agenda-agenda yang terkait dengan kepentingan perempuan Indonesia.
6/10/12

1. 2.

Kendala Partisipasi Calon Pemimpin Perempuan dalam Pilkada


Tradisi

dan Adat istiadat yang patriarkis

Agama:

misalnya seruan MUI Riau yg mengharamkan Calon walikota Perempuan dengan dalih hadits tsb mengatakan tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (pemerintahan/kekuasaan kepada seorang perempuan). Disampaikan oleh Imam Al Qalqasyandi dalam kitab 6/10/12 Maatsirul Inafah ila Maaamil Khilafah

Hadits

Contoh Pemimpin Perempuan yg Melawan Tantangan


PKS

Jawa Barat mencalonkan Diah Nurwitasari sebagai Wali Kota Cimahi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi 2012 ini. Diah Nurwitasari (Anggota Komisi C DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS.) dalam pemilu di Jepang memilih seorang perempuan berusia 36 tahun, sebagai wali kota termuda di negeri yang didominasi politisi laki-laki tua itu.
6/10/12

Pemilih

Kualitas Pemimpin dan Pemilih Perempuan dlm Pilkada


Sebagai Calon Pemimpin
"Perempuan

dinilai akan bersikap lebih

teliti,
telaten, Akan

lebih jujur dan menjaga integritas

Mampu Meski

menyentuh perasaan masyarakat. perempuan sering dituding kerap mengedepankan emosi, namun jika 6/10/12

Kualitas Pemimpin dan Pemilih Perempuan dlm Pilkada


Sebagai Calon Pemilih
Jumlahnya Pemilih Rajin Solid Mampu

yang banyak

Loyal

Memobilisasi pilihan

6/10/12