Anda di halaman 1dari 30

Begini Jihad yang Kami Pahami dan Kehendaki

Begini Jihad yang Kami Pahami dan Kehendaki Hakazda Naro Al-Jihad wa Nuriduhu Juz 1 Hazim Al-Madani

Hakazda Naro Al-Jihad wa Nuriduhu

Juz 1

Hazim Al-Madani

Alumnus Akademi Militer Al-Faruq Imarah Islamiyah Afghanistan

di tulis tahun 2003 Penerjemah: Anonim semoga Allah membalas kebaikannya Editing dan catatan kaki oleh Jahizuna.com tahun 2011 www.jahizuna.com

Anonim semoga Allah membalas kebaikannya Editing dan catatan kaki oleh Jahizuna.com tahun 2011 www.jahizuna.com

Jazakumulloh!

Jazakumulloh khoiran telah mendownload buku ini. Kami berharap an- tum mengambil manfaat dari karya komandan Hazim Al-Madani hafidho- hulloh dan menyebarkan kepada saudara antum lainnya. Kami menunggu komentar antum di www.jahizuna.com

Doakan saudara-saudara antum yang berjihad

dari saudara antum di jahizuna

Daftar Isi

Jazakumulloh!

iii

1 Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

 

1

1.1 Fenomena Kebangkitan Umat

 

1

1.2 Pelajaran Dibalik Peristiwa

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

4

1.3 Kesimpulan

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

8

2 Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya? 9

2.1 Musuh dan Sejarahnya

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

9

2.1.1 Fase Pertama

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

10

2.1.2 Fase Kedua

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

13

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

 

14

2.2.1 Pengalaman Pertama: Jihad Melawan Penguasa Setem-

pat

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

14

2.2.2 Pengalaman Kedua: Jihad Melawan Kekuatan Dunia

Internasional

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

15

2.3 Kesimpulan

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

22

Bab 1

Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

1.1 Fenomena Kebangkitan Umat

Umat Islam dimanapun mereka berada dari ujung barat sampai ke timur dari utara sampai selatan kini hidup dalam iklim perubahan dan kebebasan (terlepas dari harakah dan jama’ah yang berbeda-beda) semua merasakan hal tersebut. Dan yang paling menghirup udara kebebasan dan peruba- han ini adalah harakah–harakah jihad dengan penuh keyakinan dan insya Alloh itu tidak lama lagi bahwa Islam akan kembali (meraih kejayaannya). Oleh sebab itu seharusnya bagi pergerakan–pergerakan jihad untuk senanti- asa waspada terhadap penjual-penjual revolusi berlabelkan Islam yang pa- da saat keberhasilan itu dicapai mereka mencampakkan Islam dan para pemeluknya ke belakang punggung-punggung mereka.

Betapa banyak pengalaman tersebut pada umat ini sebutlah Aljazair, Yaman, Yordania dan sampai di Afganistan sendiri tatkala para tokoh dan ikon jihad pada saat itu mengkhianati darah para mujahidin dan condong pada hukum yang lebih memihak syahwat dan hawa nafsu orang–orang barat yang tidak akan pernah ridho dengan umat ini sampai mengikuti mereka. Sebelum datangnya harakah Thaliban yang telah mengembalikan Islam dan telah menjaga dan menghargai darah-darah para syuhada yang mengalir di jalan Alloh. 1

Saudara-saudaraku tercinta, ini adalah hakikat atau kenyataan bahwa seluruh gerakan yang ada di alam islami ini (di seluruh negeri kaum mus- limin) menuju pada suatu perubahan khususnya negeri Haramain yang kini

1. Thaliban dengan karunia Allah menegakkan pemerintahan syareat pada tahun 1996.

Setelah invansi penjajah Amerika salib pada tahun 2001, kini justru Imarah Thaliban menguasai sebagian besar Afghanistan dan telah melebar kekuasaannya hingga Pakistan.

2

Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

berada dalam genggaman kekuasaan satu keluarga (dinasti Saud) yang men- guasai negeri dan penduduknya dan berbuat semena-mena dengan menye- barkan kerusakan dan menindas hamba-hamba-Nya (para mujahidin yang tersiksa di penjara-penjara Saudi) serta dangan senang hati mereka meny- erahkan kekayaan dan potensi alam kaum muslimin kepada musuh-musuh Islam, anak-anak keturunan monyet dan babi, seolah para pengusa itu men- geluarkan kekayaan umat ini dari saku-saku pribadi mereka dan warisan dari nenek moyang mereka, bahkan lebih parahnya lagi mereka (pengusa) men- jadikan kaum muslimin sebagai budak-budak bagi para wali mereka (Yahudi dan Nasrani) dan menyebarluaskan budaya mereka dengan segala fasilitas kita kaum muslimin dengan harapan yang besar agar otak kita terbentuk untuk dapat menerima budaya dan gaya hidup mereka.

Mereka merubah dan menamakan sebuah kerusakan dan penyelewengan fitrah dengan slogan kebebasan, demokrasi, kebudayaan, seni dsb. Tidak sampai disini saja bahkan mereka berusaha merubah manhaj (kurikulum) pendidikan kita agar berkiblat pada sejarah mereka, maka kita tidak mem- baca kecuali sejarah barat, kita tidak mengenal kecuali tokoh barat dan kita rela untuk mengekor di belakang mereka sampai sampai kita (umat Islam) bercita-cita agar dapat maju seperti mereka! Ya, inilah yang mereka inginkan.

Negeri Haramain (wilayah yang terdapat didalamnya dua suci) adalah seluruh wilayah jazirah. Sebagaimana yang telah kita ketahui, yang ter- bentang dari sebelah utara negeri Syam dan Iraq, teluk Persia di sebelah timur, samudra Hindia dan laut Arab 2 dari sebelah selatan dan laut Qolzum dari sebelah barat, atau dengan batas wilayah pada saat ini wilayah jazirah arab mencakup Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, begitu pula masuk dalam kategori wilayah jazirah adalah Yaman, Oman, Bahrain dan Qatar. Itu semua adalah wilayah Jazirah Arab yang Alloh dan Rosul-Nya mensu- cikan wilayah tersebut dari orang-orang kafir dan musyrik dengan sabda Rosul-Nya “Usirlah orang orang musyrik dari jazirah arab”.

Dan atas karunia Alloh, banyak dari saudara kita kaum muslimin yang tergerak hatinya untuk membersihkan negeri Haramain ini dari najis kaum musyrikin. Saudara-saudara kita dari Suriah, Libia, Maroko, Yaman juga saudara–saudara kita dari negeri Haramain, diantara mereka adalah para da’i dan mujahidin. Mereka telah mempersembahkan sikap tegar mereka pada Alloh kemudian juga pada sejarah, maka bertumbuh kembanglah dari tangan–tangan mereka generasi baru yang merindukan kebenaran dan lebih mencintai apa yang ada di sisi Robb mereka (kehidupan akhirat), walau badai cobaan menghalau, rintangan dan siksaan yang silih berganti, walau

2. Kini laut tersebut diganti nama oleh kaum muslimin dengan Laut Usamah atau Laut

Syuhada, setelah pemerintah Amerika secara lalim membuang jenazah Syeikh Usamah rahimahullah ke laut sebagai bentuk penghinaan kepada Islam dan umat Islam.

1.1 Fenomena Kebangkitan Umat

3

banyak yang surut ke belakang (bahkan tokoh-tokoh pejuang pun banyak yang menyerah kalah) namun mereka adalah gunung-gunung yang menju- lang tinggi lagi tangguh pantang menyerah dan mundur. Semoga Alloh selalu melindungi mereka dari keburukan dan membalas kepada siapa saja yang menyakiti mereka, menghapuskan segala kesalahan mereka yang telah lalu dan semoga amalan sholeh mereka tidak sia-sia.

Dari hasil pengalaman jihad yang selama ini ditempuh oleh kaum mus- limin menyimpulkan bahwa kita banyak mendapatkan keberhasilan dan ke- menangan dalam sisi kemiliteran namun sangat disayangkan dalam sisi poli- tik atau siyasah selalu mendapat kegagalan dalam kata lain dalam bidang kemiliteran dapat nilai yang bagus tapi dalam bidang siyasah mendapat nilai nol besar.

Suatu saat saya pernah mendengar seorang tokoh mujahid Arab di Afghanistan berkata:

“Sesungguhnya kita selalu sibuk dengan pengorbanan dalam sisi militer, terlatih dalam menjaga keikhlasan dan cinta akan syahadah (mati syahid) sampai–sampai kita tak pernah peduli hasil atau nilai dari perjuangan itu karena memang kita tak pernah peduli kepada siapa kita serahkan urusan itu (yang dimaksud oleh syeikh adalah mujahidin tak peduli dengan uru- san yang menyangkut siyasah umat) maka yang terjadi adalah sebagian oknum memanfaatkan kita seperti kuda tunggangan yang jika segala ke- pentingan–kepentingan oknum tersebut telah dicapai maka kita dicampakkan begitu saja ”

Begitulah apa yang dikatakan syeikh tadi, yang setuju ada juga yang tak sependapat, namun berjalannya waktu semua apa yang dikatakannya itu menjadi sebuah fakta yang tak terbantahkan. Sungguh betapa kaum mujahidin Arab (yang telah berkorban mati-matian -pent) diusir dari bumi usai perang jilid pertama melawan rusia, sebagian lagi dipenjarakan oleh penguasa negeri asal mereka, dan sebagian lagi masih disayangi dan hanya sekedar dimasukan daftar hitam untuk sewaktu-waktu dicokok jika pen- guasa thogut itu memerlukannya. 3

3. Realita ini juga kita saksikan di Indonesia, tatkala para mujahidin Maluku dan Poso yang telah mengorbankan harta dan nyawa mereka untuk menyelamatkan kaum muslim- in dan tanah mereka kini menjadi bulan-bulanan “kampanye perang terhadap terorisme”. Ust. Abdullah Sunata misalnya, kini dipenjara kembali padahal beliau adalah muslim yang awal-awal datang menolong kaum muslimin Ambon dan memimpin pasukan un- tuk mengusir salibis RMS, kontras dengan sikap pemerintah kepada pembantai ribuan muslimin.

4

Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

1.2 Pelajaran Dibalik Peristiwa

Sesungguhnya disana ada fenomena yang harus kita waspadai dan masa depan yang kita berobsesi untuk menggapainya yang jauh dari keinginan pribadi semata dalam menggapai syahadah dan keselamatan di dunia, maka sesungguhnya kita harus mengorbankan darah dan ruh kita untuk Alloh dengan harapan generasi kita mendatang dapat hidup dibawah naungan Al-Quran bukan hukum manusia.

Kehidupan ini terdapat dua lini atau sisi; yang pertama sisi yang men- gaturnya (siyasah) dan sisi kedua adalah yang mengawalnya atau yang men- jaga eksistensi hidup itu sendiri dan sebagian dari sebabnya kemenangan adalah kita mengambil semua sebab (sisi) bukan hanya sebagian sisi saja dengan meninggalkan sisi lain sehingga Alloh memberikan taufik-Nya pada kita.

Cukuplah bagi kita pengalaman-pengalaman baru, dan kita berupaya membangun atas dasar uji coba saudara-saudara kita. Janganlah kita melangkah dan mengikuti kesalahan-kesalahan mereka dan juga kita jangan terperosok dalam lubang yang sama (yang saudara-saudara kita juga terperosok di- dalamnya) semoga Alloh mengampuni kesalahan kita dan mereka semuanya dan kita dikumpulkan bersama-sama dalam surga-Nya, amin.

Dan ketika kita mengatakan dalam kehidupan ini perlu diperhatikan sisi siyasahnya (politik hidup) bukan berarti hidup ini penuh dengan tipu daya, diplomasi yang penuh dengan keculasan dan pencampuran antara yang haq dan yang bathil demi kepentingan dan kesenangan sesaat sebagaimana poli- tik yang dipahami oleh kebanyak manusia pada zaman ini.!? Bukan, bukan itu yang kita maksud. Yang kita maksud adalah siyasah yang telah dia- jarkan oleh uswah dan qudwah kita Rosulullah sholallohu alaihi wassalam.

Rosulullah sholallohu alaihi wassalam adalah seorang qiyadah yang mam- pu mengatur kehidupan umat dengan berbagai macam problematikanya, ia juga sebagai komandan perang yang mengatur strategi peperangan sebaik mungkin dan begitulah seharusnya para pemegang panji-panji da’wah, kare- na kita meyakini dalam hidup ini kita harus mengikuti aturan-aturan baku yang mana kala kita tidak ikut dan acuh tak acuh dengan aturan terse- but maka walhasil tidak akan terjadi perubahan dari generasi ke generasi karena kita telah menyalahi aturan atau sunnah dan perintah Alloh yang mengharuskan kita untuk mengerahkan segala potensi dalam mencari sebab sebab kemenangan.

Jadi sebenarnya kita adalah umat yang mempunyai kemampuan untuk mengadakan taghyir atau perubahan. Kita punya manhaj yang jelas dan ki- ta juga punya keinginan yang kuat. Dua sisi inilah yang merupakan modal besar dalam upaya merubah kondisi umat dengan ditopang oleh bebera- pa unsur lainnya. Maka kita sangat membutuhkan wa’i atau pemahaman

1.2 Pelajaran Dibalik Peristiwa

5

yang paripurna tentang siyasah, pandangan jauh kedepan, komandan atau qiyadah yang cerdas dan ikhlas yang memahami betul hakikat perseteru- an, pandai dalam merancang strategi dan memiliki keuletan dan kesabaran dalam menghadapi segala bentuk rintangan dan ujian.

Sesungguhnya perjalanan ini bukanlah rekreasi dalam satu hari saja tapi perjalan ini adalah perjalanan generasi yang panjang sebagaimana seo- rang qiyadah yang mempunyai kemampuan dalam mencetak elemen-elemen yang dapat merealisasikan target-target tertentu sesuai dengan marhalah atau fase-fase tertentu yang finalnya adalah tegaknya daulah maka seorang qiyadah juga harus memahami betul bahwa boleh jadi tugasnya itu meng- habiskan seluruh umurnya dan yang memetik hasilnya adalah anak cucu generasi mendatang. Janganlah umur yang pendek dan obsesi yang ting- gi membuat kita tergesa-gesa (isti’jal) yang akhirnya tak dapat dinikmati dan diwariskan tuk generasi mendatang. Pemahaman ini dan seluruh gerak siyasah membutuhkan kekuatan.

Kita meyakini betul bahwa kita memiliki bahan dalam membangun per- adaban umat ini yaitu darah dan tak ada lagi selain itu. Adapun memban- gun umat ini dengan cara diplomasi di parlemen janganlah banyak meng- harap. Robb kita tidak akan ridho dengan cara ini dan Ia tidak menerima dan memberikan taufik-Nya dengan jalan ini yang menyerupakan penyelewen- gan dalam agama dan sikap mudahanah atau kompromi terhadap musuh bahkan boleh jadi Alloh meninggalkan mereka di kubangan demokrasi (opi- um rakyat yang dengannya rakyat terlena) dan tak mampu untuk keluar dari kesesatan itu!

Dan merupakan unsur terpenting dalam upaya mengadakan perubahan selain qiyadah berikut elemen-elemennya adalah adanya generasi yang pa- ham dan mampu membedakan yang murah dan yang bernilai. Selalu berse- dia mengorbankan apa saja dalam membela agama ini.

Jangan difahami yang kita maksud dari kalimat generasi adalah pemuda saja, bukan. Tapi yang kita maksud dari generasi itu adalah sebuah masa berikut manusia-manusia yang terlibat di dalamnya dari kalangan orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, para pemuda.

Kita sedang membicarakan tentang episode kehidupan yang terdiri dari kakek dan cucu-cucunya, laki laki dan perempuan, pemuda dan pemudi. Akankah kita lupa bahwa orang yang pertama kali syahid dijalan Alloh adalah seorang ibu (Sumayyah rodhiyallohu anha), sebagaimana kita juga tidak melupakan besar seorang ibu dalam mempersiapkan generasi. Seorang ibu seperti Khonsaa melahirkan sebuah generasi yang takkan terkalahkan selamanya dan kita amat yakin ibu yang seperti itu yang mendorong putra- putaranya untuk berjuang fi sabililah adalah awal dari kemenangan dan merupakan bukti nyata bahwa generasi ini akan maju demi perubahan yang kita harapkan.

6

Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

Sesungguhnya yang saya maksud (dari kata generasi) adalah umat Islam secara keseluruhan. Seluruh Umat Islam dengan beragam kebangsaannya baik itu bangsa Asia atau Afrika, dari arah barat Mauritania sampai belahan timur dunia yaitu Indonesia. Ini adalah generasi harapan yang kita sedang perbincangkan . Oleh sebab itu merupakan kewajiban bagi setiap individu untuk mengetahui secara pasti di belakang bendera apa ia bergerak atau beramal.

Bahkan bukan sampai disini saja, kita harus mengetahui kepribadian orang-orang yang mengibarkan panji-panji perjuangan. Pemahaman agama mereka, akhlaq, ibadah, ketaqwaannya dan sejauh mana obsesinya terhadap kenikmatan dunia dan juga bukan sekedar itu saja kita harus mengetahui sejauh mana kepekaan orang-orang tersebut atas kondisi dan hakikat per- gulatan (peperangan) dan bagaimana strateginya dalam membangun keku- atan sesuai dengan perhitungan yang matang dan menggalang koalisi yang dibenarkan oleh syariat.

Tersisa satu kalimat, yaitu memahami dengan benar tentang kadar keku- atan kita dan permasalahan berkoalisi (at-tahaaluf). Ini adalah pelajaran yang sangat penting yang tak boleh kita acuh tak acuh dalam permasalahan ini agar kita dapat memahami seberapa kuat musuh yang kita hadapi dan ju- ga agar kita dapat memperhitungkan dalam peperangan ini siapa saja yang akan bersama kita atau yang sebaliknya (memusuhi) dan juga siapa-siapa yang sedang memperhatikan dan menunggu dan ia akan bersama dengan yang menang.

Sesungguhnya dunia ini (masyarakat dunia) sedang menanti nanti pe- rubahan dalam dimensi kekuatan yang mengendalikannya. Dan tidak ada keberhasilan kecuali dengannya (kekuatan yang memegang kendali). Karena itulah kita melihat umat ini terkadang bersandar atau berpihak pada timur tatkala kekuatan timur yang memegang kendali dan terkadang ke barat ketika barat berkuasa dan seterusnya. Dan pada hari ini hampir semua alam bersatu dan berkolisi melawan kita dan kita berupaya agar mampu membangun koalisi dengan pihak-pihak yang mungkin terdapat perbedaan- perbedaan pendapat (dalam kondisi tertentu hal ini memungkinkan), namun yang sangat kita harapkan adalah kita dapat bersatu berkoalisi dan bersin- ergi dengan siapa saja yang secara ikhlas dan rela berkorban sepenuh hati serta sekali-kali tidak mengkhianati kita.

Singkat kata kaum muslimin secara umumlah yang kita harapkan men- jadi koalisi kita. Saya akan meyakinkan kepada putra-putra shahwah (ke- bangkitan umat) dengan dalil-dalil dan bukti nyata bahwa kita dapat men- gorganisir umat dan menjadikan umat ini berdiri di belakang kita men- gorbankan segalanya dan tidak membiarkan para pelaku perubahan (mu- jahidin) berjalan sendirian tanpa penolong. Bukti nyata adalah rakyat keti- ka terhentinya bantuan finansial dari negeri-negeri kita, Arab atas perintah

1.2 Pelajaran Dibalik Peristiwa

7

Amerika.

Ketika penguasa (para pencuri kemenangan) mengenyampingkan para pahlawan mujahidin Afghan. Siapakah yang berdiri tegak membela hak- hak mujahidin yang kemudian munculah harakah Thaliban. Apakah para penguasa dan bala tentaranya? Bukankah bangsa muslim (kaum muslim- in) yang dengan sukarela mengerahkan segala kekuatannya tuk membela

mujahidin?

Di Somalia yang pernah terjadi sebuah aksi jihad yang gemilang tatkala mengusir tentara Salibis. 4 Siapakah yang menyokong peperangan tersebut yang menyebabkan kalah dan larinya kekuatan koalisi dunia kafir? Sia- pakah yang mengorbankan darahnya? Apakah penguasa dan perangkat militernya? Ataukah umat ini dan putra-putranya? Bukankah bangsa mus- lim yang dengan kerelaannya membantu para mujahidin dengan segenap kemampuan yang mereka miliki, dan Palestina dengan intifadhohnya, se- mua itu adalah bukti keterlibatan masyarakat muslim dalam proyek jihad bersama mujahidin dengan segala pengorbanannya.

Begitupula serangan yang memukul hancur kapal perusak USS Cole

di laut Aden 5 dan serangan 11 September pada hari selasa yang penuh

berkah di jantung Amerika sekali-kali ini bukanlah hasil karya para pen- guasa dan tentaranya (yang mengaku muslim) melainkan sumbangan anak- anak bangsa muslim dalam mengangkat kemuliaan Islam dan kaum mus-

limin.

Sesungguhnya pada saat ini yang terjadi bukanlah perseteruan antara

kekuatan timur dengan barat atau utara dengan selatan namun yang terja-

di adalah ibarat dua neraca timbangan dengan masing-masing kadar keku-

atanya yaitu dunia kafir dengan segala perangkatnya dan kaum mujahidin beserta umat Islam (kafir vs Islam -pent).

4. Syeikh Usamah rahimahulloh mengirim duta ke Somalia pada tahun 1992 untuk

melakukan penggalangan pengusiran penjajahan PBB dan Amerika yang telah membas- ni 13 ribu nyawa kaum muslimin. Atas kehendak Alloh, terjadilah perang Mogadishu ditahun 1993 yang mengakibatkan kekalahan telak pasukan Amerika. Syeikh Usamah rahimahulloh menceritakan:

"Dan ketika singa-singa Islam dari Arab Afghanista bangkit dan berjuang bersama saudara-audara mereka di sana, lalu mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, mereka bunuh pasukannya, mereka hancurkan tank-tanknya dan mereka jatuhkan pesawat-pesawatnya. Maka Amerika dan sekutu-sekutunya pun lari tunggang langgang di

kegelapan malam, satu sama lain tidak memperhatikan. Maka segala puji dan karunia bagi Alloh". Dan kini, segala puji bagi Alloh, telah tegak syareah Islam di Somalia ditangan harakah As-Sabab berserta umatnya.

5. Mujahidin menghancurkan kapal perusak USS Cole di Yaman di tahun 2000 dan

larilah pasukan Amerika terbirit-birit. Syeikh Usamah rohimahulloh menceritakan:

"Dan pada masa itu, para pemuda jihad mempersiapkan bom pemusnah untuk Amerika di Aden, maka terjadilah peledakan sehingga tidak seorang pengecutpun kecuali lari dalam waktu kurang dari 24 jam."

8

Realita Amal Islamy, Peran Mujahidin dan Umat

Dapat disimpulkan bahwa di dunia saat ini umat Islam adalah nera- ca kedua yang harus dipertimbangkan, dan ternyata hal ini telah difahami oleh barat dan para penguasa oleh sebab itulah mereka berupaya semaksi- mal mungkin agar umat Islam ini menjauh dan tidak memberi dukungannya tarhadap kita (mujahidin), dan Alloh akan memenangkan urusan-Nya na- mun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. 6

Sesungguhnya bantuan dan pertolongan yang hakiki (setelah Alloh ten- tunya) bagi mujahidin adalah umat Islam yang mereka menaruh harapan yang besar demi mengembalikan Al-Quran sebagai hukum dan cahaya yang menerangi kehidupan mereka sampai mereka nanti berjumpa dengan Robb mereka. Dan sekarang yang menjadi tugas mujahidin adalah bagaimana caranya agar umat ini berada dibelakang shof mereka dan sekali-kali tidak menjadikan kita bulan-bulanan para penguasa thogut dan antek-anteknya.

1.3 Kesimpulan

Adanya qiyadah yang ikhlas, generasi yang sadar, dan perangkat-perangkat yang beramal sesuai dengan pandangan siyasah syar’iyah kemudian keku- atan dan kemampuan militer (asykariah) yang mumpuni adalah fenomena yang sangat kita harapkan dan kita inginkan. Insya Alloh dalam pemba- hasan risalah ketiga dan keempat akan dijelaskan lebih rinci lagi.

Tidak dibenarkan jika kita membicarakan fenomena amal Islami tanpa

dan karena urgennya pembahasan ini

(tentang musuh) saya telah mengkhususkan pembahasan tersebut dalam risalah yang kedua. Siapa saja yang mempunyai pandangan-pandangan, ide atau dukungan maka saya sangat mengharapkan hal tersebut dengan harapan Alloh swt mengilhami dan memberikan petunjuknya pada kita, dan dengan demikian kita telah mengadakan perbaikan dalam perjalanan jihad ini.

kita membahas tentang

6. Amerika telah mengeluarkan jutaan dolar hanya untuk pembiayaan black propagan- da yang dilaksanakan oleh wakil-wakil mereka yaitu pemerintahan-pemerintahan murtad yang menguasai negeri kaum muslimin. Ust. Abu Bakar Ba’asyir, ust. Abu Sulaiman Aman Abdurrahman, ust. Abdullah Sunata merupakan segelintir dai dan mujahid yang diupayakan keras dijauhkan dari masyarakat Islam. Munculnya historia teror bom akhir-akhir ini, status siaga satu paskah, isu NII, idad dicap sebagai teror mengindikasikan adanya upaya ekploitasi ketakutan publik terhadap Islam, syareat Islam, khilafah dan mujahidin. Belum lagi pembusukan karakter pada ak- tivis Islam bahkan kepada mereka yang telah syahid dibunuh secara keji seperti peristiwa pembunuhan Sigit Qordowi oleh kepolisian.

Bab 2

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

2.1 Musuh dan Sejarahnya

Merupakan perbedaan pendapat yang mengherankan yang dialami oleh sesama gerakan jihad, mereka semuanya memahami betul siapa-siapa saja yang menjadi musuh Islam tetapi sangat disayangkan mereka tidak per- nah sependapat tentang menetukan target pertama dan siapa yang ditang- guhkan!, kecuali pada akhir-akhir ini ketika tersingkapnya rahasia dan kedok musuh.

Agar pembahasan ini tidak terlalu meluas, perkenankan saya untuk memperkenalkan musuh lewat program-program jahat mereka terhadap ki- ta pada abad yang telah lalu, setelah itu kita kembali menentukan atau mengelompokan mereka dan membuat skala prioritas dalam menentukaan target pertama, kedua dan seterusnya.

Sebelum kita masuk dalam pembahasan ini saya ingin menekankan point yang sangat penting sekali yaitu hendaklah kita membaca sejarah, sejarah dan sejarah. Khususnya bagi para qiyadah (pucuk pimpinan) dan khusus- nya juga tentang sejarah seabad yang lalu. Untuk mempersingkat saya akan membagi dua fase dimana musuh telah menorehkan sejarah kelam ba- gi umat ini dan saya akan menyebutkan satu poin terpenting dari setiap fase (marhalah) agar tidak terlalu bertele-tele.

10

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

2.1.1 Fase Pertama

Semenjak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah kemudian dilanjutkan den- gan penjajahan kolonialis yang berakhir pada penyerahan kekuasaan kepada para wukala (penguasa setempat yang telah diberi mandat):

1. Pada fase yang terdahulu dan juga pada fase ini musuh menciptakan iklim yang tidak menentu bagi kekhilafahan kaum muslimin yang men- gakibatkan krisis berkepanjangan seperti krisis ekonomi dan ancaman serta pengucilan dari dunia internasional sebagai muqodimah dalam proses penghancuran khilafah Utsmaniyah.

2. Eropa menginvasi daulah khilafah dengan penuh ketamakan meram- pas bumi Islam dari timur sampai kebarat tanpa ada perlawanan disebabkan sikap menyerahnya kaum muslimin dan kalah dihadapan musuh.

3. Perang dunia; karena barat sangat berobsesi untuk memiliki keku- atan besar dan mengharapkan bangsa-bangsa lain berada dibawah kendalinya, maka pecahlah perang dunia yang melibatkan negara- negara besar memperebutkan kekayaan negeri jajahan. Maka muncu- lah kekuatan-kekuatan yang mengatur dunia, satu saat Inggris dan Perancis dan lain waktu Jerman dan Itali, kemudian Rusia dan Ameri- ka.

4. Pendudukan. Kita ketahui bersama kekuatan dan kemerdekaan se- buah bangsa dinilai dari beberapa asas yaitu; pola budayanya, kepa- datan/jumlah penduduknya, letak geografisnya, kekayaan alamnya dan kekuatan militernya. Oleh sebab itu sebagian dari agenda-agenda besar musuh adalah menghancurkan asas-asas kekuatan yang dimi- liki oleh umat, dan merubahnya menjadi tanah/bumi tanpa bangsa, bangsa tanpa kekayaan, kekayaan tanpa kekuatan, kekuatan tanpa agama, agama terisolir tanpa pengikut, pengikut tanpa negeri, negeri tanpa rakyat dst. Maka terpecah-belahlah umat ini menjadi kumpulan negeri-negeri ke- cil kaum budak, kemudian ditanamkan diantara mereka ashobiyah (fa- natisme) kesukuan Arab yang jauh dari ukhuwah Islamiyah. Kesesa- tan demi kesesatan lahaula wala quwata illa bilah. Kondisi dan iklim inilah yang terus dijaga oleh musuh demi eksistensi bangsa Yahudi di tanah Arab. Banyak pendapat yang berasumsi bahwa pendudukan atas tanah Arab adalah hanya sekedar memecah belah umat atau sebagai pangkalan bagi kepentingan barat dan asumsi-asumsi lainnya. Namun bagi yang memahami permasalahan sesungguhnya adalah kedatangan bangsa Yahudi (Zionis) bahkan kaum salibis, dilandasi oleh keyakinan aga- ma mereka akan turunnya tuhan mereka (baca; Dajjal) di negeri ini (jazirah Arab).

2.1 Musuh dan Sejarahnya

11

Jadi perseteruan dan peperangan ini tidak main-main dan tidak ada kompromi didalamnya. Oleh itu hendaklah tashowwur atau pandan- gan kita terhadap mereka pun sama (sesuai dengan keyakinan kita) sehingga kita dapat memperbaiki strategi dan statemen yang Insya Alloh semua ini akan mengarah dan berjalan sesuai dengan berita gembira yang disampaikan oleh Rosululloh yaitu Malhamah Kubro atau perang Armagedon dan munculnya Imam Mahdi. Apakah kita akan mengalaminya?

5. Al-Wukala. Penjajah negeri tidak akan selamanya tinggal di negeri jajahannya, mereka akan memilih orang orang dari penduduk negeri untuk mengatur segala urusan negeri sebagai wakil dari para penjajah. Dengan strategi demikian reduplah api revolusi rakyat atas penjajah asing dan yang terjadi adalah perseteruan antara anak bangsa. Musuh penjajah memanfaatkan kondisi ini sebaik mungkin sehingga kepentingan-kepentingan mereka tetap terjaga dan darah mereka ter- lindungi. Terkadang mereka menampakan diri sebagai penengah bagi penduduk negeri yang bertikai atau sebagai pengambil alih kekuasaan sementara sampai terbentuknya pemerintah baru. Kondisi inilah yang terjadi di negeri-negeri jajahan. Para wukala hanya dijadikan sebagai alat atau kepanjangan tangan para kolonialis sebagaimana yang ditit- erapkan oleh kolonial Perancis, Inggris dan Amerika dengan modus- modus yang beragam.

6. Perang dingin dan Jihad Afghan. Setelah terbukti bahwa negera- negara bagian utara yang memiliki senjata nuklir tak mampu meman- fatkan senjata tersebut untuk menundukan kekuatan lain, berubahlah peperangan menjadi perang ideologi dan peperangan antara negara- negara adidaya berubah menjadi peperangan terhadap wukala dan terbentuklah wilayah-wilayah baru sampai pecahlah perang melawan Beruang Merah Rusia. Ketika itu orang-orang mukmin yang mempunyai rasa ghiroh (kecem- buruan) terhadap agama dan kemulian bumi Islam maju memper- tahankannya. Barat yang merambisi akan kehancuran Soviet me- manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan harapan merun- tuhkan kekuatan beruang merah lewat tangan kaum muslimin atau sebaliknya. Bahkan barat mengintruksikan kepada para wukala-nya

di negeri-negeri kaum muslimin untuk mengkoordinir gerakan jihad

Afghan demi hancurnya kekuatan Rusia.

Berdirilah para khotib-khotib masjid menyeru umat untuk mengor- bankan harta dan jiwanya dalam jihad Afghan, namun ternyata mere- ka (wukala) tidak dapat mengkoordinasi dan mengatur gerakan jihad Afghan dengan baik. Yang terjadi adalah kebangkitan umat, mere-

ka berbondong-bondong dari segala penjuru dunia memasuki bumi ji-

had Afghan sendiri-sendiri tanpa koordinasi penguasa karena memang

12

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

mereka (umat) yang tidak mengakui kekuasaan dan hukum para pen- guasa.

Tersebarlah fikroh / ideologi jihad ditengah-tengah umat sepanjang perjalan jihad Afghan yang berakhir dengan kalahnya si beruang mer- ah, kendati pada awalnya para wukala telah memberikan batasan dan aturan main bagi para sukarelawan (mujahidin) dan membuat garis merah bagi mereka namun sekali-kali para mujahidin tidak mengikuti aturan tersebut, bagi mujahidin yang ada hanyalah garis hijau, mereka memenuhi bumi, sampai terjadilah fenomena Tholiban dan Al-Qoidah, jihad terus meluas, dunia tercengang, dan ditempat lainnya api ji- had berkobar dan makin tampak eksistensinya dan puncaknya adalah pukulan telak mujahidin ke jantung barat (serangan 11 September).

Invasi Rusia atas bumi Afghan dan dibukanya jalan seluas-luasnya bagi kaum muslimin untuk turut mengusir Rusia adalah sebuah ke- salahan yang selalu disesali oleh Barat (karena kenyataannya adalah; musuh telah memecah belah umat ini diawal dekade dan dan mengumpulkan- nya kembali di penghujungnya dengan jihad ).

Ini adalah kunci dan awal kemenagan dan terlepasnya umat Islam dari kehinaan. Bayangkan, sejak runtuhnya khilafah belum pernah umat ini berkumpul sebagaimana layaknya sebuah umat dibawah wadah pemerintahan, kecuali setelah terjadinya jihad di Afghan. Inilah kebe- naran sabda Rosululloh bahwa umat ini tidak akan mulia sampai kem- bali kepada ajarannya, kembali kepada jihad.

Kita adalah umat yang dipersatukan oleh jihad. Kita putra-putra Jazirah, Mesir, Irak, Syam, Maghrib Arabi yang mencakup Mauri- tania, Sudan, Libia, Somalia, kepulauan Komoro, Indonesia, Pattani (Thailand), Kepulauan Maladewa, Filipina, Pakistan, Bangladesh, In- dia, Tajikistan, Turkistan, Uzbekistan, Turki, Iran. Kita semua adalah umat yang satu, Robb kita satu, agama kita satu dan cita-cita kita juga satu. Alloh berfirman:

“Kalian adalah umat yang satu dan Aku adalah Robb kalian maka sembahlah Aku”. (Al-Anbiya: 92)

“Kalian adalah umat yang satu dan Aku adalah Robb kalian maka takutlah kepada-Ku”. (Al-Mukminun: 52)

Saya pribadi sangat berkeyakinan bahwa organisasi Al-Qoidah adalah qoidah (penegak atau pengusung) jihad dalam menolong agama Alloh

di barisan terdepan bagi umat ini dan pada zaman ini. Sesungguhnya

Al-Qoidah adalah fenomena bagi umat Islam dalam kebangkitannya

di era baru.

2.1 Musuh dan Sejarahnya

13

2.1.2 Fase Kedua

Fase perbudakan total (sebagaimana yang diyakini oleh musuh, akan tetapi jangan harap itu terjadi!). Alloh berfirman:

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mere- ka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya". (As-Saff: 8)

1. Orang-orang kafir membuat strategi perdamaian yang intinya adalah perbudakan atas umat Islam lewat tangan-tangan para pengusa Arab. ‘Perjanjian kalah’ itu disepakati, kita saksikan bersama perjanjian yang ditanda tangani oleh Anwar Sadat, Amir Abdullah dan seterus- nya yang semuanya adalah kehinaan dan kekalahan.

2. Intimidasi yang terus meningkat memaksa umat ini untuk menerima kenyataan akan kekuatan yang didukung penuh oleh dunia barat yang tidak mengenal kompromi. Kita semua menyaksikan betapa tindak kekerasan dan intimidasi yang dilancarkan oleh Ariel Sharon kendati terdapat perlawanan yang sengit dari bangsa Palestina, sebagaimana kekerasan dan kezaliman yang dilakukan oleh Amerika atas Irak.

3. Dalam bulan-bulan ini (pertengahan tahun 2002 sampai 2003), Salibis- Zionis bersatu padu dengan antek-antek mereka para pengkhianat untuk bekerja keras dalam menyingkirkan dan membersihkan dunia Islam dari bentuk pemberontakan bersenjata dengan memukul dan menghancurkan gerakan-gerakan jihad lewat pembunuhan-pembunuhan rahasia terhadap para qiyadah dan memenjarakan tentaranya (mu- jahidin). Dengan segala bentuk makar dan propaganda sehingga mendapat dukun- gan dari rakyat dan sekaligus memperburuk citra mujahidin dihada- pan umat. Maka kita sering sekali mendengar hasutan-hasutan yang diarahkan kepada mereka, mereka adalah khawarij, atau orang-orang sesat atau mereka kaum minoritas Islam tidak membenarkan sikap radikal mereka dan sebagainya. Sehingga para pengkhianat itu dan tuan-tuan mereka mengharapkan agar para mujahidin terisolir dari umatnya dan dengan demikian mudah bagi musuh untuk menggulung gerakan jihad. Oleh sebab itu bagi gerakan jihad agar berhati-hati dan jangan sam- pai jatuh dan terperangkap untuk yang kedua kalinya terutama saat mendapat kesempatan menyerang zionis salibis. Insya Alloh kita akan bahas permasalahan ini nanti.

4. Mendominasi dan memonopoli kekayaan alam serta pemetaan ulang di wilayah Arab di bawah kekuasaan PBB (Amerika), membentuk Ne- gara Israel Raya yang terbentang dari sungai Nil sampai sungai Efrat dan negara untuk kristen di selatan Mesir, negara Sunni di Hijaz dan

14

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

seterusnya. Kemudian mereka mengangkat para pemimpin yang dap- at menjaga kepentingan dan eksistensi mereka. Sebab itulah mereka melihat kita bukan sekedar segelintiran orang tapi mereka meman- dang kita sebagai umat yang harus terus menerus dipecah belah. Dari sinilah Bush melontarkan kata “Ini adalah Perang Salib baru”. Dan janganlah kalian mengira ini akan terjadi (maksudnya orang-orang kafir akan menang dalam perang salib kali ini -pent.), tidak untuk selamanya. Bacalah firman Alloh:

”Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka un- tuk menghalangi jalan Allah. Mereka akan menginfakkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. ” (Al Anfal: 36)

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

Sebagai pengantar saya akan memberikan gambaran secara ringkas ten- tang dua macam musuh, dan yang juga merupakan pengalaman yang paling kontemporer saat ini, dan kita telah banyak mengambil pelajaran dari pen- galaman jihad ini.

2.2.1 Pengalaman Pertama: Jihad Melawan Penguasa Setempat

Telah berlalu kira-kira 1/3 abad lamanya sejak terciptanya iklim peruba- han dan kebangkitan melawan penguasa di Mesir, Suriah dan negeri Arab lainnya yang pada awalnya adalah gerak amar ma’ruf dan nahi munkar yang

di lakukan oleh gerakan Islam tanpa arah dan kurang teroganisir berlan-

jut pada pergesekan dengan filsafat sekuler terus berkembang menjadi per- tumpahan darah dan gerakan dakwah berubah menjadi gerakan jihad dalam rangka membalas kekejian penguasa dengan serampangan (tidak teratur

rapih), buruk dalam menetukan target dan tidak memiliki kunci perseteru-

an 1

Mujahidin tidak memiliki media informasi adapun penguasa sebaliknya, sisi siyasah mujahidin yang lemah, dukungan ulama-ulama busuk terhadap penguasa, pengucilan masyarakat terhadap mujahidin, sampai pada larinya

1. yang dimaksud adalah; setiap kali mujahidin melancarkan serangan tidak dap- at memberikan alasan yang tepat untuk membenarkan tindakannya dihadapan umat dan sebaliknya para penguasa dengan mudah mematahkan dan menyudutkan tindakan kaum mujahidin sehingga penguasa dengan mudah mendapat dukungan dari umat dalam menumpas gerakan jihad.

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

15

mujahidin keluar negeri dan sebagian mengakui kesalahan dihadapan pen- guasa laa haula walaa quwwata illa billah. Setiap point point diatas membu- tuhkan tempat dan waktu yang panjang untuk mengulas dan memberikan contoh satu persatu agar tergambar jelas dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi generasi baru generasi saat ini, zaman ini.

2.2.2 Pengalaman Kedua: Jihad Melawan Kekuatan Dunia Internasional

Dahulu Uni Soviet adalah negara yang terkuat yang memiliki angakatan darat terbesar di muka bumi ini sepanjang sejarah. Selain itu negara ini juga dibangun atas ideologi komunis yang solid yang menjadi ideologi separuh penduduk bumi kala itu, hatta penguasa muslim dan rakyatnya tunduk kepada kekuatan komunis ini. Barat yang kapitalis dan liberal sangat yakin bahwa mereka takkan sanggup melawan dan meruntuhkan kekuatan Soviet. Yang dapat meruntuhkannya adalah kekuatan yang sama-sama memiliki ideologi yang kuat dan tidak ada ideologi saat itu yang mampu menandingi komunis kecuali Islam.

Kendati saat itu para penguasa kaum muslimin tidak menginginkan para pemeluknya kembali kepada ajaran Islam yang murni, tetapi atas karu- nia Alloh Uni Soviet terburu nafsu untuk menguasai minyak Arab. Ter- sungkurlah beruang Soviet di bumi, bumi Islam dan jihad. Dikomandoi oleh para ulama dan bangsa yang pemberani, mereka mengorbankan apa saja demi tegaknya Islam. Islam mendapat kemenangan yang gemilang, terkuburlah beruang Soviet beserta ideologinya, terbebaslah bangsa Eropa Timur dari cengkeramannya begitupula sebagian besar negeri Afrika dan Asia Tengah dan terpecah belahlah Uni Soviet menjadi negara-negara kecil yang dikemudian hari Uni Soviet hilang dari wujud.

Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dari fenomena jihad Is- lamiyah al-alamiyah (internasional). Sebuah pertanyaan; Uni Soviet telah menguasai hampir setengah bumi dengan kekuatan militernya yang dahsyat dan manhaj ideologinya yang rapi!!! Kemudian apa sih yang dimiliki keku- atan militer barat (Amerika dan sekutunya) yang liberal dan jauh lebih ra- puh ketimbang ideologi komunis Soviet. Walaupun secanggih apapun keku- atan militer bangsa barat, maka yakinlah alam ini takkan dikuasai kecuali oleh bangsa yang memiliki peradaban yang hakiki, tidaklah peradaban se- buah bangsa akan dikalahkan kecuali oleh bangsa yang memiliki peradaban pula.

Perlu diingat tentara Tartar betapa tangguhnya, kemudian hancur! Ma- ka dari itu kemenangan kita melawan kekuatan barat dan sekutu-sekutunya suatu keniscayaan kelak, tetapi tentu sangat melelahkan sekali. Sesungguh- nya pertempuran nanti adalah malahim (perang dunia yang maha dahsyat)!

16

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

Singkatnya, terpecah belahnya Uni Soviet adalah kehancuran bagi selu- ruh pengikut-pengikutnya, dan begitu pula yang tidak disangsikan lagi ba- hawa kehancuran barat dan sekutunya kelak akan menciptakan dua kondisi:

– Kondisi pertama; terjadi masa kekosongan di alam ini, artinya tidak ada kekuatan dunia yang mengatur dan memegang peran politik dunia, dan boleh jadi negara-negara seperti dan Cina yang mengambil per-

an pengganti dalam mengatur percaturan dunia. Kita akan bahas

kembali insya Alloh pada kesempatan lain tentang siapa yang akan memainkan percaturan dunia.

– Kondisi kedua; negara-negara dibawah kontrol barat akan mengala-

mi kehancuran, umat akan terbebaskan dari cengkraman para pen-

guasanya yang melarikan diri dan berlindung dibawah ketiak tuan- tuan mereka, dan yang akan menjadi rujukan umat adalah kaum adat (kesukuan) atau islamiyuun (penegak syariat), maka persiapkanlah tuk menyongsong era tersebut.

Kesimpulan dari dua pengalaman jihad diatas:

1. Sesungguhnya ketika mujahidin mengarahkan serangannya ke pen- guasa setempat tidak menguasai kunci atau alasan yang tepat yang dengannya umat ini mendukung dan membenarkannya hal ini tak layak untuk dilanjutkan. Maka mujahidin harus menguasai kunci per- musuhan yang dapat melibatkan umat untuk sama-sama merasakan- nya.

2. Agar meraih kesuksesan dalam amal jihadi dalam lingkup lokal ma- ka harus ada faktor-faktor pendukung; yang paling terpenting adalah adanya upaya ekstra dalam sisi siyasah (politik) yaitu dengan men- gaktifkan dan mengoptimalkan dakwah dan tarbiyah ditengah-tengah umat agar umat ini memahami (ajaran Islam dan tabiatnya -pent) sehingga tidak membiarkan dan mengisolir mujahidin dalam berger-

ak, kemudian yang harus dilakukan adalah mencari dukungan seperti

berkoalisi dengan kabilah-kabilah atau ormas-ormas (disesuaikan den-

gan kondisi yang ada).

Adanya tanzhim yang mampu mengakomodir dan mengkordinasi umat dalam berjihad, diantaranya dengan mempersiapkan pemuda-pemuda yang siap berkorban, mengatur strategi yang jitu dalam memulai amaliy- at dan menentukan target dengan skala prioritas dan seterusnya. Faktor- faktor pendukung diatas belum banyak dimiliki oleh harakah jihadiyah mahaliyah (lokal) terkecuali di bumi palestina.

3. Uji coba atau upaya menegakkan jihad dalam lingkup lokal tidak akan sampai pada target yang diinginkan selama masih adanya keku- atan dunia internasional yang menyokong penuh terhadap penguasa setempat (wukala). Oleh sebab itu bagi harakah jihad untuk mengem- bangkan kekuatan dan kemampuannya serta merubah strategi jihad-

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

17

nya manjadi jihad internasional dengan mengajak umat untuk bersama- sama mengusung peperangan ini. 2

4. Sesungguhnya kekuatan yang besar (barat dan sekutunya –pent) tidak dapat dilemahkan dengan cara perlahan-lahan, tapi kekuatan terse- but akan hancur dan terpecah belah dalam satu masa sekaligus dan kemudian diikuti oleh ekor-ekornya (negara-negara kecil). Oleh se- bab itu sebelum ini terjadi maka harus ada kekuatan pengganti yang kepadanya umat ini kembali.

5. Sesungguhnya peperangan mendatang adalah peperangan antara Is- lam dan imperialisme barat dan ekor-ekornya yang saat ini dikomandoi salibis zionis internasional.

6. Kekuatan baru yang lebih besar dan lebih mampu untuk mendukung jihad melebihi kekuatan koalisi-koalisi antar negara, yaitu kekuatan rakyat sebagaimana yang pernah terjadi di Afghanistan. Kekuatan rakyat yang mampu menumbangkan rezim yang ada ketika teror- ganisir dengan rapi dan adanya qiyadah (pemimipin) yang cerdas, bertangggung jawab dan ikhlas. 3

7. Perseteruan atau peperangan mempunyai dua sisi dan ini tidak akan berubah.

(a)

Aktifitas siyasah

(b)

Agenda militer.

Dan sisi kedua ini adalah yang paling dominan dalam perseteruan. Dengan kata lain jihad adalah suatu keharusan yang tak dapat disangsikan lagi dalam proses taghyir (menuju ke perubahan), dengan jihad da’wah terusung dan eksistensi umat terjaga.

8. Untuk kemenangan dan keberhasilan perang peradaban ini diperlukan adanya kewaspadaan dan kerahasian yang tinggi untuk melindunginya dari serangan dalam dan luar. Tapi bukan itu saja, yang tidak kalah penting adalah adanya tingkat kefahaman yang paling mendasar ten- tang ad-din (agama) yang dengannya terhindar dari kesesatan dan jatuh di bawah cengkeraman barat.

9. Hal yang juga sangat urgen adalah memiliki persenjataan dan segala bentuk peralatan militer dan menyimpannya dengan baik bahkan beru- paya seoptimal mungkin untuk membuatnya disesuaikan dengan yang ada. Sungguh barat dan Yahudi dengan mudah menguasai umat ini ketika mereka dapat memiliki dan menguasai api dan besi (persen- jatan) dengan baik sedangkan umat ini jauh dari senjata.

2. Isu yang digulirkan adalah isu internasional seperti penjajahan Palestina, Afghanistan, Iraq, Chamelia Shehata, Haramain dll. 3. Terbukti teori tersebut dan tampak jelas pada peristiwa revolusi Tunisia, Mesir, Somalia, Libya, Yaman dll baru-baru ini.

18

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

Sesungguhnya peperangan ini adalah peperangan yang amat panjang. Boleh jadi menghabiskan satu generasi atau lebih, tidak dapat dibenarkan jika kita beramal jihadi kemudian kita beranggapan bahwa amal kita ini mewakili umat Islam secara keseluruhan tanpa melibatkan umat ini secara langsung. Umat yang tidak larut dengan gemerlapnya dunia dan tidak kikir dengan harta dan darah putra-putranya adalah umat yang gagah dan sanggup untuk mengadakan taghyir disamping qiyadah yang solid dan senjata yang sanggup melindunginya dan memukul musuh-musuhnya.

Dari pengalaman pengalaman diatas kita dapat memetakan musuh secara gamblang yaitu terdiri dari empat kelompok (berurutan dari yang paling berbahaya sampai yang terendah):

1. Kelompok pertama:

(a)

Orang-orang Yahudi (tidak ada perbedaan antara Zionis dengan Yahudi atau Yahudi Palestina dengan Yahudi selainnya).

(b)

Salibis Barat yang saat ini memimpin perang salib; Amerika dan Eropa Barat (Protestan dan Katolik)

(c)

Orang-orang kristen timur seperti Rusia dan Kristen Arab (ortodoks) dan orang-orang dan yang semisal mereka adalah para pemyem- bah berhala dan orang Syiah.

2. Kelompok kedua:

(a)

Gembong gembong kekafiran (para penguasa yang murtad).

(b)

Menteri dan ulama-ulama busuk.

(c)

Alat negara (tentara, polisi dan badan intelijen).

3. Kelompok ketiga:

(a)

Yayasan-yayasan yang dibentuk oleh pemerintah sepeti media.

(b)

Kaum intelektual yang turut melanggengkan pemerintahan mur- tad dan kaum sekuler yang sering memojokkan Islam.

(c)

Kaum fasikin yaitu golongan manusia yang aktif mempromosikan kemaksiatan ditengah-tengah masyarakat yang biasa dikenal den- gan sebutan seniman dan para aktris. 4

4. Kelompok keempat:

(a) Kelompok (ormas) dengan ragam ideologinya tapi tidak memiliki kekuatan yang berarti.

4. Ahmad Dani, seorang aktris berdarah Yahudi yang selalu aktif mempropagandakan zionisme di Indonesia merupakan aktris yang pertama kali diserang oleh mujahidin dalam sejarah Indonesia. Dani menerima paket bom buku pada tanggal 15 Maret 2011 berjudul Yahudi Militan. Serangan ini sebenarnya merupakan serangan langsung pada sasaran Yahudi internasional.

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

19

(b) Partai-partai politik yang dilandasi nasionalisme.

Kita sampai pada kesimpulan dari sepanjang perjalan jihad melawan pen- guasa murtad pada kekuatan dunia internasional, bahwa pukulan dan seran- gan yang dilancarkan atas kekuatan dunia internasional dapat menggoncangkan dan memecah belah tatanan hidup mereka dan ini menjadi peluang yang besar untuk menggapai kemenangan (sebuah fakta mengatakan bahwa ke- menangan islamiyyun dalam kancah pemilu dan negeri lainnya adalah salah satu dari pengaruh serangan Al-Qoidah pada 11 September yang penuh berkah. Saya mengungkapkan fakta ini sebagai contoh walaupun sebenarnya saya tidak sependapat dengan jalan perjuangan Islam lewat parlemen).

Adapun skala prioritas pada saat ini adalah kita memokuskan dan mengkon- sentrasikan diri untuk memberikan pukulan dan serangan ke arah kelompok pertama point a dan b (zinonis salibis dan sekutu-sekutunya) yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dan inilah yang saya fahami dari strategi dan state- men organisasi Al-Qoidah, sebagaimana yang saya yakini bahwa sikap ini adalah benar dan tepat dan saya akan perjelas lagi hal ini lewat beberapa pertanyaan berikut: 5

Kenapa kelompok pertama (Salibis Zionis dan sekutunya) yang perta- ma kita serang dan bukannya kelompok kedua (penguasa dan perngkat- perangkatnya)?

Jawabannya adalah: Sesungguhnya lebih memprioritaskan penyeran- gan kepada kekuatan barat dan sekutu-sekutunya berdampak positif di- antaranya adalah:

1. Menyatukan suara umat, dan mengungkap secara jelas bahwa yang sedang terjadi adalah peperangan antar ideologi antara Islam seba- gai umat bukan kelompok kecil (separatis, geng pengacau, atau pem- berontak). Coba perhatikan pasca penyerangan Gedung WTC bagaimana perasaan gembiranya umat ini terutama bagi harakah intifadhah di Palestina. Betapa putra-putra bangsa ini (Islam) mampu memberikan puku- lan dan pelajaran yang berharga kepada agressor dunia, begitu pula dimana-mana terjadi demontrasi dan luapan kegembiraan seperti yang terjadi di Kuwait yang kemudian disusul amaliyat-amaliyat bersenjata melawan orang-orang Amerika yang menduduki Kuwait, serta keme- nangan partai-partai berbasiskan Islam. Intinya dengan menjadikan

5. Ini terjadi pada periode-periode awal jihad global. Kini (2011) setelah Amerika dan Yahudi sempoyongan merasakan tusukan seribu jarum dari mujahidin dan thaghut lokal telah menampakkan loyalitasnya kepada salibis, mujahidin telah dan mulai menyerang pemerintah thaghut secara langsung. Serangan-serangan bertubi-tubi telah dilancarkan kepada pemerintah murtad hampir diseluruh negeri-negeri muslim seperti Al-Jazair, Sau- di, Yaman, Mesir, Pakistan, Afghanistan, Kazakhstan (setelah bergabung dengan aliansi salibis secara terang-terangan), Dagestan dan Indonesia.

20

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

barat dan sekutunya sebagai target awal melahirkan dan menciptakan kebersamaan antara umat dan mujahidin.

2. Jika tatanan dunia internasional mengalami kehancuran, otomatis negara- negara yang mengekor di belakang tatanan tersebut akan mengalami krisis yang besar. Sudah menjadi maklum bahwa negara manapun baik arab atau non arab ada dibawah kendali tatanan dunia inter- nasional (PBB = Amerika = Zionis Salibis). Dengan kata lain sela- ma tatanan dunia internasional itu tetap eksis maka tatanan negara- negara yang ada di belakangnya pun tetap eksis. Adapun keinginan atau tuntutan rakyat pada sebuah negara tidak terlalu berpengaruh! Oleh sebab itu para penguasa (wukala) san- gat meyakini dan memahami betapa besar pengaruh dunia interna- sional dalam melanggengkan kekuasaan mereka, yang sewaktu-waktu kekuasaannya akan lenyap tatkala bantuan dan sokongan dari dunia internasional itu tiada. Contoh yang sangat jelas; nasib Karzai pe- merintah boneka Amerika di Afghanistan, sewaktu-waktu tuannya hengkang dari bumi bisa dipastikan si Karzai pun akan lari terbirit- birit bersama tuannya. Seperti inilah realita mayoritas pemerintah- pemerintah yang ada. Hancurnya tatanan dunia internasional berdampak memudahkan kita mengambil alih pemerintahan boneka tersebut.

3. Untuk meruntuhkan rezim dan membebaskan rakyat. Ketika kita menghantam pilar aliansi pasukan salib, dan kepentingan Yahudi, rez- im akan mengumumkan bahwa kita adalah orang khawarij dan pem- berontak. Oleh karena itu, serangan langsung pada koalisi Salib Yahu- di akan mengakibatkan:

(a) Menjadikan barat sebagai target awal juga dapat menyingkap ke- dok penguasa-penguasa dihadapan kaum muslimin, ternyata ter- bukti selama ini betapa para penguasa itu merasa berkewajiban untuk menolong dan membela tuan-tuan mereka dengan segala bentuk intimidasi bagi siapa saja yang berani mengusik ketentra- man tuan-tuan mereka. Dalam marhalah ini kita wajib bersabar dan menahan diri untuk tidak mengadakan pukulan atau seran- gan kearah budak-budak tersebut, yang kita ingin capai adalah bagaimana umat ini meyakini dan memahami betul bahwa me- mang kenyataannya adalah penguasa-penguasa itu adalah budak dan antek musuh kaum muslimin. Wajib bagi kita untuk sabar dari ujian penjara, siksaan dan intimidasi sampai terjadi kesen- jangan antara rakyat dan penguasa.

(b) Kesadaran alamiah rakyat terhapap kelaliman penguasa hasil dari operasi pada kepentingan barat sebelumnya. Tatkala para penguasa itu memenjarakan, membunuh dan menyiksa putra- putra Islam lantaran terusiknya tuan-tuan mereka, dan dengan

2.2 Siapa Musuh, Target Pertama, Target Berikutnya?

21

upaya politik aktif untuk memperdalam kesenjangan antara raky- at dan penguasa melalui topik-topik yang terkait dengan pender- itaan rakyat, morat-maritnya pemerintahan, korupsi yang mera- jalela dan dukungannya bagi perang salib di Palestina dan Afghanistan, maka rakyat akan bangkit dan bereaksi yang berujung pada ter- isolirnya penguasa dari rakyatnya yang menuntut balas atas keza- liman yang dirasakan oleh putra-putra mereka. (c) Hasil yang juga dicapai dari kondisi ini adalah kesiapan umat un- tuk sama-sama berkorban menanggung beban perjuangan memeran- gi kelompok-kelompok kekafiran dengan segala bentuknya. Maka akhirnya yang terjadi adalah bukan sekedar peperangan antara pemuda (kelompok mujahid) dengan rezim tetapi lebih dari itu peperangan ini adalah peperangan besar antara rakyat (umat) dan para penguasanya. Kalau saja yang kita jadikan target awal adalah para penguasa maka dapat dipastikan kita akan dapat banyak kerugian dan san- gat jauh sekali kita untuk mendapat dukungan dari rakyat sam- paipun para bawaki (istilah arab bagi orang-orang yang dibayar untuk menangis dan meratapi mayit -pent).

4. Musuh yang terdiri dari segitiga sekawan (Yahudi, Inggris dan Ameri- ka) mereka akan berupaya menguasai wilayah Jazirah secara lansung karena dengan demikian mereka dapat menguasai minyak Teluk demi selamatnya mereka dari krisis ekonomi yang sudah diambang kehan- curan. Jadi akar permasalahan mereka untuk menguasai wilayah ini bukan karena Saddam Hussen dan senjata kimianya, atau karena penguasa- pengusa Arab sudah tidak tunduk lagi. Sesungguhnya keberadaan mereka di wilayah jazirah ini juga dilandasi oleh aqidah atau keyakinan akan turunnya tuhan mereka (baca; Dajjal -pent). Oleh sebab itu hasil keputusan kongres Senat Amerika untuk men- guasai Jazirah beserta ladang-ladang minyaknya mendapat dukungan penuh dari para pemuka agama (gereja). Begitu pula dukungan dari rakyat hatta preman jalanan tidak bermalas-malasan untuk ikut andil demi terpenuhi syahwat mereka dan demi keluarnya negara-negara ini (segitiga sekawan) dari krisis ekonomi. Seruan untuk kaum muslimin terutama bagi lulusan camp latihan Al-Faruq (Afghanistan) dan para pemuda mujahid agar mengkonsen- trasikan diri untuk memberi pukulan dan serangan kepada Amerika, Inggris, Yahudi dan para sekutunya dimana saja mereka berada dan jangan kamu bidikkan senjatamu pada marhalah ini kepada siapapun kecuali mereka!! Adapun pihak-pihak yang menyelisihi kita tapi tidak memerangi kita seperti negera-negara kecil yang hanya ingin menjaga kemaslahatan-

22

Musuh, Siapakah Dia, Target Pertama, Target Selanjutnya?

nya saja, hendaklah kita menahan diri untuk tidak menyerang mere- ka! 6 Terhadap gerekan-gerakan Islam yang tidak sejalan dengan prinsip ki- ta dan terkadang mereka salah menilai kita bahkan terkadang mereka membesar-besarkan kesalahan kita, janganlah kita sibuk untuk mem- balas mereka! Suatu saat mereka akan menjadi penolong-penolong kita tatkala peperangan telah berkobar.

2.3 Kesimpulan

Mujahidin harus memiliki pemahaman tentang: siapa musuh kita, siapa musuh yang harus dimulai diserang, siapa kita, siapa pendukung kita, siapa target selanjutnya, dan bagaimana kita menghadapi masing-masing mereka.

Musuh kita: Kami telah telah menjelaskan ada empat musuh.

Siapa musuh yang pertama kali diserang: Kami tekankan kembali, seran- gan pertama ditujukan kepada aliansi Yahudi dan Salibis di wilayah Ameri- ka, Yahudi di Palestina maupun di seluruh negara, Inggris dan negara- negara Eropa. Kita akan memukulnya disetiap negara dimanapun kepentin- gan mereka berada. Wahai sel-sel kecil, wahai pemuda camp Al-Faruq, konsentrasikan serangan kalian pada mereka dan jangan berpaling kepada target lain di fase ini.

Siapa kita? Kita adalah aktivis Islam dengan berbagai jama’ah, baik jama’ah jihad, dakwah atau tarbiyah. Jama’ah-jama’ah inilah tanpa di- ragukan lagi penolong bagi mujahidin. Karena alasan inilah, musuh men- garahkan segala kekuatannya untuk menghancurkannya.

Siapa pendukung kita? Setiap rakyat muslim adalah bangsa kita, dan semua aktivis bangsa yang menerima kita dan bergerak dibekakang bendera kita dan didorong oleh kita adalah umat kita. Dengan strategi yang dalam dan timing yang telah Allah tentukan, kemenangan akan kita capai. Kita juga harus menjaga jangan sampai upaya ini gagal seperti yang terjadi di Al-Jazair.

Siapa target selanjutnya? Semua yang menyelisihi kita namun tidak memerangi kita. Diantara golongan ini adalah negara yang tidak ingin memerangi kita, mereka hanya ingin aman. Pada tahapan ini, kita mem- biarkan mereka selama maslahat mereka sesuai dengan maslahat kita. Ter- masuk golongan ini ialah negara yang keluar dari koalisi salibis dan lari dari kejahatan mereka (contohnya seperti negara Ghatafan pada perang Ahz- ab). 7 Jama’ah-jama’ah Islam yang tidak sepakat dengan jalan kita dan

6. Contoh-contoh negara ini ialah Brunei, Korea Utara, Maladewa dsb.

7. Korea Selatan salah contoh negara yang keluar dari koalisi salibis setelah 23 agen

mereka ditawan oleh mujahidin imarah Afghanistan pada tahun 2007)

2.3 Kesimpulan

23

membuat kesalahan statemen untuk kita atau bahkan menyalah-nyalahkan kesalahan yang kita perbuat juga termasuk golongan ini. Kita tidak akan menanggapi mereka dan tidak menempatkan mereka sebagai musuh. Mere- ka pasti akan menjadi pendukung dimasa depan jika perkara telah jelas.

Bagaimana kita menghadapi masing-masing mereka? Bentuk yang telah dan sedang di jalani oleh tanzhim Al-Qoidah dan amirnya Syekh Usamah bin Ladin rohimahulloh terbilang uslub yang paling ‘cantik’ yang pernah dilakukan oleh jamaah jihad pada zaman ini. Coba perhatikan Al- Qoidah dimata umat selalu tampil dengan citra yang baik dan selalu men- guasai kunci dengan mengangkat tema pembebasan tanah suci (Haramain dan Masjidil Aqsha).

Begitu pula strategi mereka dalam menentukan target tak pernah berubah. Itu semua mereka jalani dengan baik hatta sekarang ketika organisasi ini menjadi organisasi rahasia yang bekerja ‘di bawah tanah’ dengan sistem sel terputus. Ini hasil dari pengamatan saya selama rentang waktu 30 tahun terakhir wallohu a’lam.

“Dan tidaklah kami memberikan kesaksian kecuali apa yang kami ketahui adapun hal yang ghaib kami tidak mengetahuinya (hanya Alloh yang tahu)” QS: 12 :81.

Prioritas aktivitas jihad difokuskan pada sistem perpolitikan global (alian- si Yahudi Salibis) yang turut berputar dalam orbitnya sistem lain, yaitu arab dan non arab. Dengan memukul mereka, mengalahkan mereka atau bahkan menghapuskan mereka akan memunculkan status hilangnya dukungan poli- tik bagi negara-negara rezim dan rakyat dapat bebas merdeka dari keter- gantungan barat. Negera-negara rezim otomatis akan terkubur bersama tuan-tuan mereka.

Bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi aliansi ini dan bagaimana kita menyiapkan umat untuk kearah sana akan kita bahas pada juz kedua insya Alloh.