Anda di halaman 1dari 29

K ELOMPOK M ETODOLOGI P ENELITIAN

B EDAH S KRIPSI

Judul Skripsi :
Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa dengan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran IPA Penelitian Tindakan Kelas di SMPN 191 Jakarta.

BAB I P ENDAHULUAN
Latar Belakang

Rendahnya kreativitas yang diperlihatkan oleh para siswa dalam pembelajaran IPA.

Identifikasi Masalah

Mengapa siswa SMP daya kreativitasnya masih rendah pada saat pembelajaran IPA sedang berlangsung? Mengapa umumnya siswa kurang merasa ingin tahu pada materi yang akan diberikan? Mengapa saat diskusi dikelas berlangsung, siswa kurang berani mempertahankan pendapatnya?

Mengapa siswa tidak pernah berusaha untuk memberikan lebih dari satu jawaban saat mengerjakan tes, sehingga belum menunjukkan kelancaran siswa dalam berfikir?
Mengapa siswa belum mampu memberikan jawaban yang bervariasi, sehingga belum menunjukkan keluwesan siswa dalam berfikir? Bagaiman upaya yang harus dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA? Apakah dengan metode inkuiri dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA?

Pembatasan Masalah

Hanya pada upaya peningkatan kreativitas siswa dengan menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA di SMP 191 Jakarta Barat.

Perumusan Masalah

Bagaimanakah penerapan metode inkuiri sebagai upaya meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA?

Tujuan Penelitian

Untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan metode inkuiri.

Manfaat Penelitian

Informasi dan masukan bagi guru khususnya guru IPA untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan metode inkuiri. Dapat menjadi salah satu rujukan bagi penelitian selanjutnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Kajian Pustaka

Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru (Barron, 1982 dalam Ali, 2008). Sesuatu yang baru tersebut bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi dapat juga sebagai kombinasi dari unsur yang telah ada sebelumnya (Munandar,1999).

Metode Inkuiri

Metode inkuiri merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru dalam melaksanakan pembelajaran, dimana guru memberikan suatu masalah kepada siswa untuk dipecahkan.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masingmasing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, kemudian mereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya didalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka didalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik.

Pembelajaran IPA di SMP Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkanya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, berkerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup (Badan Standar Nasional Pendidikan,2008).

P ENELITIAN T INDAKAN K ELAS (PTK)


Menurut Kurt Lewin (Kunandar, 2008) penelitian tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Hubungan keempat tahap tersebut dipandang sebagai satu siklus. Keempat tahap dari suatu siklus dalam penelitian tindakan kelas biasa digambarkan dengan sebuah spiral.

K ERANGKA BERPIKIR
Tujuan pendidikan nasional diantaranya adalah dapat menghasilkan siswa yang kreatif dan kemampuan berpikir kreatif siswa berkaitan erat dengan pemilihan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Salah satu metode yang dapat menimbulkan semangat kreativitas siswa dalam belajar adalah metode inkuiri. Guru memberikan permasalahan yang akan dipecahkan siswa dalam kelompok sehingga siswa akan berusaha mencurahkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Dan dalam diskusi pun siswa akan berusaha mempertahankan pendapatnya sehingga semua siswa terlihat aktif dan pembelajaran menjadi lebih hidup. Dan diharapkan kreativitas pun bertumbuh. Karena itu, metode inkuiri menjadi pilihan model pengajaran yang digunakan untuk meningkatkan kreativitas siswa di dalam kelas.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Operasional Penelitian

Penelitiani ini bertujuan untuk mengukur peningkatan kreativitas siswa dengan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA.

B. Subjek Penelitian

Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX-4 SMP Negeri 191 Jakarta Barat, sebanyak 37 siswa pada tahun pelajaran 2008-2009.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 191 Jakarta Barat pada semester 1 tahun ajaran 2008-2009 yaitu pada bulan November Desember 2008.

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas secara kolaboratif dengan guru IPA yang lain menjadi kolaborator yang bertindak sebagai observer.

E. Teknik Pengumpulan Data


1.

Observasi, yaitu proses perekaman dengan mengamati semua peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama penelitian tindakan kelas berlangsung dalam pembelajaran IPA materi Sistem Ekskresi pada Manusia dengan ketentuan: a. Dilaksanakan oleh seorang observer kepada guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA melalui metode inquiri saat siklus pertemuan 1 dan pertemuan 2

b. Dilaksanakan oleh seorang observer kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran pada aspek kreativitas siswa dengan indikator ciri-ciri afektif (monaptitude) siswa.

2. Tes Kreativitas Verbal, pelaksanaanya dengan menggunakan lembar instrument tes kreativitas verbal dan mempersiapkan lembar skor tes kreativitas verbal untuk mengukur ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif (aptitude) siswa.

F. Instrumen Penelitian
1.

Lembar observasi yang terdiri dari:

Lembar observasi pembelajaran tanpa menggunakan metode inquiri terhadap guru dan terhadap siswa Lembar observasi pembelajaran dengan menggunakan metode inquiri pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 terhadap guru dan terhadap siswa
Lembar observasi ciri-ciri afektif (nonaptitude) siswa

2. 3.

Catatan lapangan (field notes) Instrumen tes kreativitas verbal. Terdiri dari enam aspek, yaitu permulaan kata (kelancaran kata), membentuk kata (kelancaran kata), membentuk kalimat empat kata (kelancaran berekspresi), kesamaan sifat (kelancaran mengeluarkan ide), penggunaan tak lazim (fleksibilitas dan orisinalitas), sebab-akibat (kelancaran mengeluarkan ide dan elaborasi).

G. Prosedur Penelitian

Terdiri dari satu siklus yang terdiri dari 2 kali pertemuan. Setelah selesai siklus diadakan tes kreativitas verbal untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa dalam mata pelajaran yang diajarkan. Selain itu juga diadakan refleksi oleh peneliti dan pengamat yaitu seorang guru IPA untuk membicarakan hal-hal yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran pada siklus tersebut.

Pelaksanaan tindakan kelas ini terdiri dari beberapa langkah:

1. Persiapan Tindakan

a. Menyusun Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan Materi Sistem Ekskresi pada Manusia dengan menggunakan metode inquiri
b. Mempersiapkan LKS untuk praktikum c. Menyusun lembar observasi pembelajaran untuk guru, lembar observasi pembelajaran tanpa metode inquiri untuk siswa, lembar observasi pembelajaran dengan metode inquiri untuk siswa, dan lembar observasi ciri-ciri afektif (nonaptitude) siswa. d. Menyusun instrumen tes kreativitas verbal e. Memersiapkan lembar skor tes kreativitas verbal

2. Pelaksanaan Tindakan

Materi pokok Sistem Ekskresi pada Manusia yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan 1 dan 2 praktikum untuk mencapai indicator 1, 2, 3, 4, sedangkan diakhir siklus diberikan tes kreativitas verbal.

Langkah-langkah dalam siklus:

a. Guru membuka pelajaran lalu memberikan persepsi dan motivasi dengan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadao konsep IPA yang telah diketahui dan dipahami.

b. Siswa dibagi menjadi delapan kelompok, tiga kelompok beranggotakan empat siswa dan lima kelompok beranggotakan lima siswa. Masingmasing kelompok dengan anggota empat siswa dipilih dari kelompok siswa dengan intelektual tinggi 1 siswa, sedang 2 siswa dan rendah 1 siswa. Msing-masing masing kelompok dengan anggota lima siswa dipilih dari kelompok siswa dengan intelektual tinggi 1 siswa, sedang 2 siswa dan rendah 2 siswa. Anggota kelompok yang dipilih juga tidak membedakan ras, kondisi fisik, maupun ekonomi dan sosial. Siswa tidak dibiarkan memilih anggota kelompoknya sendiri.

c. Masing-masing kelompok ditugaskan untuk melaksanakan praktikum tentang Sistem Ekskresi pada Manusia pada saat pertemuan pertama dan praktikum tentang Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi pada pertemuan kedua (masingmasing dua jam pelajaran). d. Setelah selesai praktikum, kelompok yang ditunjuk oleh guru maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya yang telah tertulis dalam LKS. Kelompok lain dipersilahkan untuk mendukung atau membantah presentasi kelompok tersebut.

e. Guru memberikan penghargaan kepada setiap siswa/kelompok yang berprestasi selama diskusi kelas.

f. Guru memberikan tes kreativitas verbal pada akhir siklus.

Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan observasi oleh seorang observer yang mengamati dan mencatat semua informasi mengenai aktivitas guru dan siswa. Pada akhir siklus dilakukan tes kreativitas verbal untuk melihat kreativitas siswa. Hasil observasi dan hasil tes kreativitas verbal digunakan untuk refleksi. Hasil refleksi pada siklus 1 dijadikan acuan perbaikan jika diperlukan siklus berikutnya.

3. Refleksi

Data hasil observasi dan tes kreativitas verbal selanjutnya dianalisis secara deskriptis untuk melakukan refleksi. Refleksi tersebut dilakukan peneliti bersama-sama dengan observer untuk melihat kelemahan-kelemahan yang muncul pada pelaksanaan pembelajaran siklus 1 maupun siklus berikutnyajika masih perlu perbaikan.

H. Indikator Keberhasilan

1. Ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif (Aptitude) a. Keterampilan berpikir lancar (kelancaran) b. Keterampilan berpikir luwes (fleksibel)

c. Keterampilan berpikir orisinal (keaslian)


d. Keterampilan memperinci 2. Ciri-ciri afektif (Nonaptitude) a. Rasa ingin tahu yang besar b. Mempertahankan gagasan/pendapat

I. Teknis Analisis Data

Data yang didapat dari setiap akhir siklus akan dianalisi secara deskriptif atau dianalisis secara persentase dan tabulasi sederhana.