Anda di halaman 1dari 7

Praktikum Bioteknologi

Kelompok 4 ( Jumat)
1. Eka Ayu M. 2. Ida Marwa 3. Tommy Pradana 4. Faigoh Awwalita 5. Jayanti Vibriyani 6. Yeni Rahmawati N. 7. Mohammad Dwi Sofyan 8. Putri Larasari 9. Imas Rifki Sahara (072210101041) (082210101034) (082210101041) (082210101062) (092210101010) (092210101079) (102210101010) (102210101072) (102210101097)

Tujuan
a. Pemotongan DNA dengan enzim endonuklease b. Elektroforesis pada gel agarosa

Dasar Teori
A. PEMOTONGAN DNA DENGAN ENZIM ENDONUKLEASE Fragmen DNA dipotong menggunakan enzim restriksi, enzim ini bekerjadengan memotong nukleotida pada sisi pemotongan ujung tumpul. Fragmen -fragmen DNA yang telah dipotong sebelumnya oleh enzim endonuklease akan terpisah-pisah berdasarkan ukuran atau panjang DNA saat proses elektroforesis. Hasil pemotongan menunjukkan semakin kecil ukuran atau panjang DNA maka letaknya semakin dibawah membrane agarose dan sebaliknya semakin besar atau panjang Fragmen DNA posisisnya akan diatas membrane agarose.

B. ELEKTROFORESIS DNA
Elektroforesis gel merupakan salah satu teknik utama dalam biologi molekular. Elektroforesis adalah suatu teknik pemisahan molekul seluler berdasarkan atas ukurannya dengan menggunakan medan listrik yang dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, misalnya gel agarosa kemudian dialiri arus listrik dari satu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya, maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif.

Hasil Pengamatan Elektroforesis DNA

Pada gambar hasil elektroforesis diatas dapat diketahui bahwa terjadi pemotongnan DNA, khususnyapada kelompok 6 tetapi berkas atau band yang didapat tidak terlalu tebal.

Pembahasan

Langkah awal untuk elektroforesis DNA adalah dengan membuat larutan gel agarose. Kemudian menuang gel tersebut ke dalam alat elektroforesis yang sudah dipasang cetakan untuk membuat sumuran. ( Ditunggu sampai memadat ). Setelah padat, DNA dimasukkan ke dalam sumuran dan dilakukan running. Running dilakukan dengan mengalirkan arus listrik yang dipergunakan sebagai faktor pendorong gerakan molekul DNA dengan elektroda positif terletak berhadapan dengan sumuran. Hal ini karena DNA bermuatan negatif sehingga harus dipergunakan kutub yang berlawanan untuk dapat menggerakkan DNA. Tegangan listrik yang dipergunakan adalah 75 Volt selama 45 menit. Tegangan yang dipergunakan cukup kecil karena DNA sangat rentan terhadap tekanan fisik.

Setelah proses elektroforesis selesai, dilakukan pewarnaan, agar molekul sampel yang sudah terpisah dapat terlihat. Hasil elektroforesis yang didapat dari hasil praktikum menampakkan atau menunjukkan keberadaan DNA yang ditandai dengan terlihatnya pita-pita (band) pada lajur-lajur yang terdapat pada sumuran gel dimana pita pita yang didapat tidak terlalu tebal. Faktor penyebab tidak tidak terbaca nya suatu pita-pita adalah konsentrasi DNA plasmid dalam loading buffer yang dimasukkan dalam sumuran gel agarosa terlalu kecil. Potongan DNA yang terlihat tersebut menunjukkan bahwa DNA telah terpisahkan.