Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani (sustma) adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pada era sekarang ini, kita hidup di dunia dimana organisasi terdiri dari berbagai komponen yang didalamnya, seperti sifat mereka, interaksi antara mereka, dan derajat organisasi yang lekat didalamnya. Organisasi seperti ini dianggap sebagai suatu sistem karena kenaturalannya seperti organisme yang hidup, tersusun seperti organisasi sosial. Oleh karena itu, kita tidak bisa memandang dan menjelaskannya dalam bagian-bagiannya, akan tetapi bagian-bagian itu harus dijelaskan dalam arti menyeluruh. Fakta pada akhir-akhir ini, ilmu tentang sistem berkembang pesat dan menolak pemisahan nilai ilmu dan humanities. Sistem memandang nilai dan humanities merupakan dua sisi dari suatu koin yang sama, dimana kedua-duanya dapat dipandang dan dipelajari secara terpisah akan tetapi kedua-duanya tidak dapat dipisahkan. Ilmu pengetahuan dimengerti sebagai suatu pencarian kesamaan aurora sesuatu yang muncul secara berbeda, sedangkan humanitas dimengerti sebagai suatu pencarian perbedaan aurora sesuatu yang muncul secara bersama. Kedua-duanya sangat dibutuhkan. Misalnya, untuk memecahkan suatu permasalahan dibutuhkan kedua-duanya dalam menelusuri, dalam hal apa kesamaan permasalahan tersebut dengan masalah yang sudah dipecahkan sehingga dapat digunakan apa yang sudah dipelajari; dan dalam hal apa perbedaan terhadap setiap masalah yang sudah dipecahkan sehingga dapat ditentukan apa lagi yang harus dipelajari. Oleh karena itu humanities mempunyai fungsi untuk mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan, dan pengetahuan mempunyai fungsi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Munculnya ilmu tentang sistem bukan merupakan penolakan terhadap ilmu tradisional dan disiplin humanitas, namun ilmu sistem akan menjadi pelengkap pada mereka dengan suatu cara barn untuk berpikir karena akan jauh lebih sesuai atau cocok bagi mereka dibandingkan jika harus menghadapi masalah-masalah masyarakat yang semakin kompleks. Ilmu tentang sistem ini menawarkan berbagai harapan dalam menghadapi dengan sukses seperti masalah-masalah kemiskinan, rasial dan berbagai jenis diskriminasi, kriminal, kemerosotan lingkungan, dan negara yang kurang maju. Ilmu tentang sistem mungkin bukan hanya mampu mampu untuk

meyakinkan orang di masa yang akan datang, tetapi mungkin juga membuat mereka untuk memperoleh keuntungan untuk mengawasi itu. Pemecahan masalah saat ini sepertinya mengharuskan suatu pandangan luas pada sistem daripada suatu penelitian yang menghantui secara berlebihan atas permasalahan khusus yang masih dalam pertanyaan. Dengan kata lain, kita perlu memandang suatu persoalan dari perspektif yang luas, dari pandangan sistem, dan komponen lainnya.

BAB II PEMBAHASAN

A. Sistem Manajemen Sistem manajemen terdiri atas 4 bagian yaitu: 1. Paternalistic Management (Manajemen Bapak) Paternalistic management adalah suatu sistem yang hanya memfokuskan

usahanya/kegiatannya kepada bapak, bapak dalam hal ini diartikan sebagai seorang atasan perusahaan, setiap usaha dan kegiatan apapun karyawan (bawahan) hanya mengerjakan apa yang diinginkan oleh atasannya (bapak). Menurutnya, apa yang dikatakan oleh atasan (bapak) baginya itulah yang paling dianggap benar, artinya para karyawan (bawahan) mempertuhankan atasannya (bapak) yang dianggapnya paling pintar, benar dan mengetahui segalanya. Kebaikan dari sistem paternalistic management ini adalah: Jika pemimpin itu masih dalam kekuasaan yang wajar, maka karyawannya cepat bergerak dan bekerja, karena hanya mendengar satu instruksi saja, dengan begitu tujuan bisa dijalankan dengan baik. Kelemahan dari sistem paternalistic management ini adalah: a. Jika perusahaan tersebut dipimpin oleh orang yang tidak ahli dan tidka benar yang hanya mementingkan kekuasaan, maka karyawannya pun akan ikut mencontoh dan perusahaan tersebut akan hancur b. Kemajuan perusahaan tersebut hanya berjalan ditempat, artinya tidak sukses tapi tidak pula gagal, karena bawahan hanya tergantung pada satu perintah saja, tanpa didukung oleh kreativitas bawahannya. c. Jika terjadi pergantian pemimpin, pemimpin yang baru akan susah beradaptasi dengan pola perusahaan tersebut, karena para karyawannya masih menganut struktur organisasi pemimpin yang lama. yang ada, yang telah diwariskan/diperintahkan oleh

2. Closed Management (Manajemen Tertutup) Manajemen tertutup adalah suatu sistem yang setiap kegiatan, kejadian dan keadaan perusahaan tidak diberitahukan kepada siapapun, baik itu rekan bisnis ataupun bawahannya sekalipun. Manejer tidak menginformasikan apakah perusahaannya tersebut untung atua rugi yang diketahui oleh karyawannya hanyalah mengerjakan

apa yang diperintahkan keputusan yang diambil dalam setiap tindakan tanpa melibatkan partisipasi dan musyawarah dari bawahannya. Kebaikan dari sistem closed management adalah: a. Privacy dan keadaan perusahaan hanya diketahui oleh pemimpin dan sekretarisnya saja sehingga sangat terjamin b. Pengambilan keputusan lebih cepat dan tidak memerlukan waktu lama c. Perusahaan yang lain tidak dapat mengetahui keadaan perusahaan tersebut, sehingga jika ada niat yang jelek atau buruk, misalkan ingin menyaingi atau menjatuhkan perusahaan tersebut, perusahaan yang lain tidak mudah menjatuhkannya karena ia tidak mengetahui kelemahan dari perusahaan tersebut. sistem manajemen Kelemahan dari sistem closed management adalah: a. Para bawahan tidak mengetahui apakah untung dan rugi perusahaan tersebut b. Ketika terjadi masalah dan tidak dapat dipecahkan maka yang menanggung beban tersebut hanyalah pemimpinnya saja, sehinga terasa berat dan sulit untuk diselesaikan karena tidak ada yang membantu memikulnya dan

menyelesaikannya c. Tidak adanya penerus-penerus yang berbakat yang dianggap mampu melanjutkan tongkat estafet perusahaan tersebut d. Bawahan hanya bersikap masa bodoh dan tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi terhadap perusahaannya sehingga tidak menimbulkan rasa kebersamaan e. Tidak dapat memicu kreativitas karyawannya, karena ia tidak melihat hasil dari kerja kerasnya, apakah hasilnya optimal atau kurang optimal untuk memajukan perusahaannya.

3. Open Management (Manajemen Terbuka) Open management adalah manajer lebih terbuka kepada bawahannya, ia

menginformasikan karyawannya apa yang harus diketahui oleh bawahannya, tapi tetap pada batasan-batasan tertentu. Rahasia perusahaan pun tidak disampaikan pada seluruh golongan dan kedudukan bawahan tersebut. Artinya, jika ia masih golongan bawah, rahasia perusahaan pun yang diketahui hanya sedikit. Sebaliknya, jika ia sudah pada kedudukan golongan atas mk privasi perusahaan tersebut lebih banyak yang diketahui. sistem manajemen Kebaikan dari sistem open management adalah:

a. Para bawahan ikut memikirkan kondisi-kondisi perusahaannya, b. Para bawahan sudah mengetahui kerangka perusahaan tersebut sehingga ia yakin dengan keputusan yang akan diambil c. Para bawahan akan memacu kreativitasnya untuk memberikan yang terbaik d. Para bawahan merasa mendapat pendidikan dan pengarahan sehingga terjadi pembentukan generasi yang terampil e. Menimbulkan persaingan yang sehat antara bawahan, sehingga mereka berlomba-lomba menunjukkan hasil kerja yang optimal f. Akan menimbulkan sikap kerjasama, saling tolong menolong, dan sikap rasa kebersamaan yang harmonis antar bawahan g. Bawahan atau karyawan akan merasa sepenenanggungnya terhadap apa yang dialami perusahaan tersebut. Secara tidak langsung menimbulkan sikap berasa bersama-sama dipikul, ringan sama-sama dijinjing. h. Tidak menimbulkan sifat buruk sangka, dan sifat diskriminasi terhadap pemimpinnya. Kelemahan dari sistem open management adalah: a. Pengambilan keputusan terkesan lambat dan tidk meyakinkan b. Rahasia perusahaan tidak terjamin, karena memungkinkan ada salah sat pihak yang membocorkannya yang menginginkan perusahaan tersebut hancur dan bangkrut c. Kecakapan dan kepemimpinan manajer akan lebih muda diketahui oleh seluruh bawahannya sehingga wibawanya sebagai seorang pemimpin akan berkurang. d. Akan timbul sikap penilaian positif atau negative terhadap pola piker dan tingkah laku pemimpinnya.

4. Democratic Management (Manajemen Demokrasi) Manajemen demokrasi adalah sistem dimana seluruh bawahan didengar aspirasi dan kritikannya terhadap suatu perusahaan yang dianggap membangun. Pada sistem ini lebih diutamakan yang namanya musyawarah, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan jika terjadi pengambilan keputusan. Kebaikan dari sistem demokrasi manajemen adalah: a. Keputusan yang diambil dapat meyakinkan lebih baik dan berguna karena keputusan dari banyak pihak b. Tidak adanya sikap penguasa dan yang dikuasai c. Adanya sikap tanggung jawab dari berbagai pihak yang bersangkutan

d. Struktur dan kerangka organisasi diketahui oleh kalangan umum Kelemahan dari sistem demokrasi manajemen adalah: a. Membutuhkan biaya yang banyak, sehingga boros dari segi keuangan dan waktu yang lama b. Adanya sikap minoritas dan mayoritas dalam pengumpulan pendapat c. Menimbulkan sikap, siapa yang menang dan kalah pada saat berargumentasi dan saling menyalahkan Dari beberapa sistem manajemen tersebut pada dasarnya, semuanya diterapkan dalam suatu perusahaan, karena masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan yang jika dikumpulkan dan dapat dijalankan dengan baik maka akan menghasilkan suatu keberhasilan perusahaan yang ingin dicapai dengan sempurna. Tapi kembali lagi kepada individu yang menjalankan dan menerapkan sistem ini diperusahaannya. Jika pemimpin menganggap sistem ini sebagai sebuah tanggung jawab maka

perusahaan/organisasi tersebut akan sukses dan maju, sebaliknya jika pemimpin tersebut menganggap sistem ini sebagai jalan untuk mendapatkan kekuasaan maka perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama dan sukses.

B. PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN Pemikiran tentang manajemen telah dipengaruhi oleh banyak disiplin ilmu pengetahuan yang telah mapan, seperti Ilmu Ekonomi,Teknik, Hukum, Administrasi Negara, Psikologi, Sosiologi dan lain-lain.Pengaruh dari disiplin-disiplin ilmu tersebut menyebabkan berbagai pikiran tentang manajemen berbeda, dan antara yang satu dengan yang lain pun berbeda pula. Peristiwa ini menimbulkan berbagai macam aliran manajemen, teori manajemen, ajaran manajemen maupun berbagai pendekatan dalam Ilmu Manajemen. Teori Pendekatan Manajemen Menurut Harold Koontz adalah : 1. Pendekatan Berdasarkan Kebiasaan Berdasarkan sejarah, asal usulnya, dan berdasarkan pengalaman nyata di masa lalu. 2. Pendekatan Berdasarkan Kelakuan Antarindividu Berdasarkan hubungan antar manusia yakni tingkah laku hubungan manajer dengan bawahan dan tingkah laku hubungan bawahan dengan bawahan sebagai manusia. 3. Pendekatan Berdasarkan Kelakuan Kelompok

Berdasarkan psikologi social suatu studi pola budaya mengenai susunan tingkah laku kelompok manusia yang diartikan sebagai system, pola hubungan antar manusia di antara kelompok. 4. Pendekatan Sistem Kerja Sama Sosial Manajer memimpin suatu organisasi berdasarkan kerja sama manusia. Kerja sama ini dipengaruhi oleh : a. Batasan Alam, untuk memenuhi kebutuhan makanan, manusia harus menanam dan dilakukan bersama-sama dengan orang lain, jadi alam bermanfaat bagi manusia jika manusia tersebut bekerja sama dengan manusia lain. b. Batasan Psikologi, rasa ingin dihargai, dipuji, dihormati, perasaan inilah yang mendorong manusia untuk bekerja sama atau hidup berkelompok. c. Batasan Sosial, manusia adalah mahluk social yang tidak bisa hidup sendiri. d. Batasan Biologi, secara fisik manusia relatif lebih lemah dibandingkan dengan mahluk lain, untuk memperkuat dirinya manusia harus bekerja sama, bersatu, dan mengadakan ikatan dengan manusia lainnya. 5. Pendekatan Sistem Sosio Teknik Pendekatan ini menyangkut masalah teknis yaitu methods, machines, dan equipment. Meskipun kerja sama baik, tetapi jika methods, machines, dan equipment nya tidak sesuai maka produktivitas kerja tidak akan meningkat. 6. Pendekatan Teori Keputusan Merupakan pemilihan secara rasional yang dititikberatkan pada keputusan rasional, logis, dan ilmiah. Keputusan rasional harus didasari oleh alternatifalternatif kegiatan yang dievaluasi, baru kemudian dipilih. 7. Pendekatan Pusat Komunikasi Keputusan ditetapkan oleh manajer lalu dikomunikasikan kepada para bawahan untuk dilaksanakan dan hasil pelaksanaannya dikomunikasikan lagi kepada manajer Jadi, manajer berperan sebagai penyebar, penerima, penyimpan, dan memproses informasi untuk dasar pengambilan keputusan. 8. Pendekatan Matematis Dalam pengambilan keputusan selalu dengan bantuan operation research yang merupakan penerapan dari metode ilmiah terhadap masalah-masalah manajemen yang dikemukakan secara kuantitatif. Metode 9. Pendekatan Situasional Menurut pendekatan ini, mempelajari manajemen didasarkan pada sifat situasional (sikon) internal atau eksternal organisasi pada saat tersebut. Masalah

masalah yang dihadapi diselesaikan dan diatasi berdasarkan situasional (sikon), sehingga pemecahan masalah yang berbeda-beda dilakukan dengan cara yang berbeda-beda pula. 10. Pendekatan Sumber Daya Manusia Manajemen dipelajari dengan sumber daya manusia sebagai dasar kajian atau tinjauan. Pendekatan sumber daya manusia mempelajari mengenai masalahmasalah individu, kelompok kerja, lingkungan kerja, dan motivasi-motivasi apa yang dapat meningkatkan produktivitas kerja dari sumber daya manusia itu. 11. Pendekatan kombinasi Pendekatan ini berupaya untuk menyatukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, teori dan teknik-teknik, yang menjadi landasan praktik manajemen, dengan jalan mengaitkan mereka dengan fungsi-fungsi para manajer.

BAB III KESIMPULAN

Berbagai sistem dan pendekatan manajemen masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, dalam penerapan disesuaikan dengan kondisi. Masingmasing sistem tersebut memiliki kelebihan yang jika dikumpulkan dan dapat dijalankan dengan baik maka akan menghasilkan suatu keberhasilan perusahaan yang ingin dicapai dengan sempurna. Tapi kembali lagi kepada individu yang menjalankan dan menerapkan sistem ini diperusahaannya. Jika pemimpin menganggap sistem ini sebagai sebuah tanggung jawab maka perusahaan/organisasi tersebut akan sukses dan maju, sebaliknya jika pemimpin tersebut menganggap sistem ini sebagai jalan untuk mendapatkan kekuasaan maka perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama dan sukses.

DAFTAR PUSTAKA

Zonakoe,2011, sinikesini.blogspot.com www.masbied.com

Sistem,

Pendekatan

dan

Tujuan

Manajemen,

10