Anda di halaman 1dari 7

Manajemen Lalu Lintas adalah :

Tujuan Manajemen Lalu Lintas adalah: Sasaran dari manajemen lalu lintas
 Mendapatkan tingkat efisiensi dari sesuai dengan tujuan di samping
pergerakan lalu lintas secara adalah:
menyeluruh dengan tingkat
aksesibilitas yang tinggi dengan
menyeimbangkan permintaan  Mengatur dan menyederhanankan
dengan sarana penunjang yang lalu lintas dengan melakukan
tersedia. pemisahan terhadap tipe,
kecepatan dan pemakai jalan
 Meningkatkan tingkat keselamatan yang berbeda untuk
dari pengguna yang dapat meminimumkan gangguan
diterima oleh semua pihak dan terhadap lalu lintas.
memperbaiki tingkat keselamatan
tersebut sebaik mungkin.  Mengurangi tingkat kemacetan lalu
lintas dengan manaikkan kapasitas
 Melindungi dan memperbaiki atau mengurangi volume lalu lintas
keadaan kondisi lingkungan di pada suatu jalan. Melakukan
mana arus lalu lintas tersebut optimasi ruas jalan dengan
berada. menentukan fungsi dari jalan dan
 Mempromosikan penggunaan kontrol terhadap aktivitas- aktivitas
energi secara efisien ataupun yang tidak cocok dengan fungsi
pengguna energi lain yang jalan tersebut harus dikontrol.
dampak negatifnya lebih kecil dari
pada energi yang ada.
Permasalahan Lalu Lintas atau pertanyaan yang timbul :

 Kenapa Lalu-lintas tidak lepas dari kemacetan?

 Bagaimanakah solusi kemacetan lalu-lintas

 Langkah apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam

menangani kemacetan?

 Apa saja yang dapat dilakukan pengguna jalan untuk

mengurangi kemacetan?

 Berapa banyak kerugian yang dialami masyarakat?


Yang mempengaruhi Efisiensi
Manajemen Lalu Lintas:
1. Kedisiplinan Pengguna
Jalan
Para pengguna jalan pasti
menginginkan cepat sampai
di tujuan, kadang-kadang
para pengguna jalan yang
tidak sabar akan saling
serobot, menerabas lampu
merah, menyalip dari kiri. Hal
ini bukanlah solusi dari
kemacetan bahkan hal ini
bisa menjadi salah satu
penyebab kecelakaan yang
dapat membuat
kemacetan lalu-lintas.
2. Rasio Kendaraan dan Jalan
Selain jumlah kendaraan tidak
sebanding dengan panjang
jalan yang ada, komposisi
kendaraan yang lalu lalang
sangatlah tidak seimbang. Dari
jumlah itu, kendaraan pribadi
mencapai lebih dari 90 persen,
mulai dari sepeda motor, mobil
berumur tua, hingga mobil-
mobil mewah. Infrastruktur jalan
memang tidak memadai lagi
bagi pertambahan kendaraan.
Jalan yang ada pun masih
direcoki dengan bermacam
keperluan non-lalu lintas. Trotoar
dikuasai pedagang kaki lima,
atau badan jalan termakan
pasar tumpah.
3. Minimnya Infrastruktur jalan dan
pendukungnya :
Proyek-proyek pembangunan
infrastruktur yang dibangun di
sejumlah tempat sering
dikeluhkan lamban oleh Dampak Negatif Kemacetan
masyarakat. Kelambatan dan lalu lintas:
kemacetan makin menjadi-jadi
karena buruknya manajemen lalu  Waktu terbuang
lintas selama masa
konstruksi.Banyak jalan yang tidak
memiliki gorong-gorong sehingga  Biaya untuk pembelian BBM
bukan hanya menggerus aspal
juga dapat menimbulkan banjir, bertambah
Tentunya Jalan yang rusak akan
menghambat laju kendaraan
sehingga menimbulkan  Stress dan Mudah Marah
kemacetan, apalagi bila musim
hujan tiba. Selain membuat jalan
rusak, hal lain yang dirasakan
para pengguna jalan bila musim
hujan tiba adalah banjir, banjir
menyebabkan kendaraan tidak
bisa melaju.
Kesimpulan & Saran:
Kesimpulan Saran
 Lalu lintas sudah sangat sedemikian macetnya.  Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat
Dari tahun ke tahun kemacetan ini akan maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
semakin bertambah sebab pertambahan harus membuat perundang – undangan atau
kendaraan bermotor 11 % pertahun sedangkan peraturan pemerintah untuk mengatasi
pertambahan jalan kurang dari 1 % pertahun. kemacetan lalu lintas
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin
bertambah bahkan untuk mengantisipasi  Pemerintah mencari investor pembangunan
terjadinya kemacetan total tahun 2014 maka monorail dan subway sebagai rencana jangka
seluruh warga dan pemerintah harus panjang
memikirkan jalan keluarnya dari sekarang.

 Pemerintah harus melakukan aturan ketat  Peningkatan pelayanan angkutan umum agar
terhadap arus urbanisasi dan pengendalian pengguna kendaraan pribadi beralih ke
angka kelahiran secara serius. Pemerintah angkutan umum
segera membangun/mrningkatkan jalan,
pembangunan monorail dan busway dari sejak  Pembatasan usia kendraan bermotor
sekarang. Aparat harus selalu menegakan
aturan dan hukum. Tidak boleh ada pedagang  Penegakan hukum yang tegas terhadap
kaki lima di trotoar, pembangunan mall pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang
dibatasi, bila ada kendaraan melanggar lalu kaki lima yang melanggar aturan
lintas segera ditilang, bahkan penyebrang jalan
yang tidak tertib pun seharusnya didenda agar
supaya ada efek jera.  Aturan yang ketat dan tegas terhadap arus
urbanisasi dengan cara seperti pemeriksaan KTP
 Warga harus dari sejak usia dini membiasakan di perketat, dan hukuman dipertegas apabila
hidup tertib. ada yang melanggar