Anda di halaman 1dari 18

Pengenalan Alat Mikroskop Bagi Kesehatan

Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat kehidupan sel yang kecil. Pada mikroskop
cahaya gabungan, terdiri dari dua atau lebih set lensa yang membelokkan cahaya yang datang
untuk membentuk gambaran lebih besar dari sel atau spesimen lain yang ingin dilihat.
Mikroskop mempunyai resolusi power (RP) yaitu kemampuan untuk memisahkan dua partikel
pada jarak tertentu sehingga dapat dibedakan satu sama lain, misal dua partikel akan terlihat
berbeda bila mereka terpisah dengan jarak sebesar 0,3 um dan mikroskop mempunyai RP sebesar
0,3 um, maka titik akan terlihat jelas. Tipe mikroskop dibedakan berdasarkan sumber cahaya yang
dipakai dan RP, jenis mikroskop elektron dapat melihat bagian yang lebih kecil didasarkan pada
akselerasi aliran elektron yang memiliki gelombang sekitar 0,005 nanometer dan dapat melihat
100.000 kali dari pada cahaya biasa. Pemilihan jenis mikroskop ini tergantung pada kebutuhan,
jika hanya ingin melihat sel maka cukup dengan menggunakan mikroskop cahaya yang dapat
memperbesar gambar maksimal sekitar 1.250 kali (dengan minyak emersi).

Komponen-komponen penyusun mikroskop :


Bagian Optis / bagian yang berupa lensa.
1. Kondensor + iris/diafragma : berhubungan dengan cermin yang berfungsi memproyeksikan
kerucut sinar untuk menyinari objek yang diamati.
2. Cermin : mengkoleksi sinar dan memproyeksikan pada kondensor, terdiri dari lensa datar dan
konkaf.
3. Lensa objektif : memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan ke arah lensa okuler / lensa
mata. Ada tiga jenis lensa objektif berdasarkan kemampuan memperbesar bayangan yaitu 10X;
45X; dan 100X. Sifat utama lensa objektif adalah adanya apertura numerik yaitu indeks bias
terkecil yang terlihat diantara specimen mikroskopik. Indeks bias adalah suatu ukuran mengenai
rapat optic suatu benda.
4. Pada lensa objektif terdapat tulisan : plan 100/1,25; 160/0,17 artinya yaitu pembesaran objektif
100X; NA 1,25; panjang tubus 160 mm dan tebal gelas penutup 0,17 mm.
5. Lensa okuler : memperbesar bayangan dari lensa objektif dan memproyeksikan ke retina pada
mata. Ada dua jenis lensa okuler yaitu 5X dan 10X/ 12,5X.

Bagian Mekanik
1. Tubus (Observation tube)
2. Tangkai / lengan (arm)
3. Meja / sediaan (stage)
4. Penjepit sediaan (stage clip)
5. Penggerak sediaan (mechanical stage)
6. Pengatur fokus makro dan mikro (coarse and fine focus adjusment knob)
7. Pengatur kondensor (condensor dial)
8. Revolver
9. Kaki (base)

Prinsip Kerja alat mikroskop :


Mikroskop berfungsi sebagai alat pembesar dua tingkat. Lensa objektif melakukan pembesaran
awal dan lensa okuler akan memperbesar bayangan pertama untuk kedua kalinya. Pembesaran total
adalah hasil kali kekuatan lensa objektif dan lensa okuler.
Lensa kondensor memusatkan cahaya dari sumbernya menjadi suatu berkas sinar terang yang akan
menyinari objek sehingga memberikan cahaya yang cukup terang untuk mengamati bayangan yang
diperbesar tersebut.

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP


Seperti halnya alat-alat kompleks dan halus lainnya, mikroskop pun akan mudah rusak bila
digunakan secara ceroboh. Sebelum dipakai periksalah dahulu apakah semua bagian-bagiannya
lengkap (apakah ada bagian-bagian yang lepas, longgar, pecah dan lain-lain).

Kalau mikroskop itu kotor, bersihkan bagian-bagian non-optiknya dengan flanel yang bersih.
Bagian optik terutama lensa dibersihkan secara hati-hati dengan menggunakan kertas lensa yang
dapat dibeli di toko alat foto/kamera. Untuk menggunakan mikroskop, lakukanlah urutan kerja
berikut ini.

1. Ambillah mikroskop dari kotak tempat penyimpan, dengan cara memegang pemegang
mikroskop dengan satu tangan, dan tangan lain menyangga kaki mikroskop. Letakkan mikroskop
di atas meja yang datar dengan bagian pemegang di depan kalian.

2. Mikroskop diarahkan ke sumber cahaya dan putarlah (geserkan) revolver sampai terdenga'
"klik", agar lensa objektif yang lemah (10x) tepat berada di tengah meja benda.

3. Naikkan kondenser sampai batas atas dan bukalah diafragmanya.

4. Turunkan tabung sampai batas terbawah (lensa objektif sampai kira-kira 1/2 cm di atas meja
benda) dan carilah sinar dengan cermin yang berada di bawah kondenser. Jika dilihat dari lensa
okuler akan tampak bidang pandang atau bidang optik menjadi terang dan terlihat putih bersih jika
menggunakan sinar matahari. Dalam keadaan ini mikroskop sudah siap dipakai.

5. Cara pemakaian:

a. Jika yang diamati adalah preparat awetan, sebelum preparat dipasang pada meja benda
perhatikan bahwa letak gelas penutup ada di bagian permukaan atas (dapat juga dilihat labelnya
menghadap ke atas) karena ini akan mempengaruhi indeks bias pada waktu pengamatan dengan
lensa objektif perbesaran kuat (lebih 40x). Pengamatan preparat awetan dapat menggunakan meja
benda yang dimiringkan sesuai posisi duduk kalian. Ingat, pengamatan mikroskop yang tidak
sesuai akan merusak mata kalian. |ika preparat yang akan diamati adalah preparat segar dengan
medium air atau cairan tertentu, meja benda tidak boleh terlalu dimiringkan supaya cairan tidak
tumpah ke meja benda. Sebelum preparat dipasang pada meja benda, perlu diperhatikan bahwa di
dalam medium sudah tidak terdapat gelembung udara, karena akan mengganggu pengamatan. Jika
masih terlihat ada gelembung udara, tempelkan sepotong kertas isap pada satu sisi gelas penutup
dan teteskan medium dari sisi lainnya sampai medium tampak homogen.

b. Pengamatan yang pertama dengan menggunakan lensa objektif 10x. Geserlah revolver sampai
lensa berada persis di atas lubang meja benda (sampai bunyi "klik"). Dengan melihat objek melalui
lensa okuler, kini putarlah sekrup pengarah kasar agar tabung naik kembali dengan perlahan-lahan,
hingga bayangan objek terlihat agak jelas. Setelah itu putarlah sekrup pengarah halus hingga
bayangan tampak jelas.

c. Turunkan kondenser perlahan-lahan sehingga penerangan lebih rata. Bila perlu cermin datar
diatur kembali untuk melenyapkan bayangan yang mungkin mengganggu, seperti misalnya
bayangan jendela. Biasanya lebar bukaan diafragma dibuat hampir sebesar bukaan objektif yang
sedang dipakai. Untuk itu angkatlah okuler, dan aturlah bukaan diaframa sampai 3/4 bukaan
objektif dengan melihat melalui tabung, dan letakkanlah okuler itu kembali pada alasnya.

d. Jika ingin mengamati dengan perbesaran yang lebih kuat (40x) tidak perlu mengangkat tabung
lagi, lensa objektif langsung dipindah dengan perbesaran 40x dengan memutar revolver. Biasanya,
bayangan menjadi kabur. Untuk memperjelas bayangan, putarlah sekrup pengarah halus dan
jangan menggunakan sekrup pengarah kasar lagi supaya gelas penutup tidak pecah. Jika
menggunakan objektif kuat, memfokus dilakukan dengan sekrup pengarah halus saja. Bila
menggunakan perbesaran kuat, fokus harus diganti-ganti terus-menerus sehingga terbentuk suatu
gambaran tiga dimensi. Biasakanlah mengamati dengan kedua mata terbuka untuk mengurangi
kelelahan mata.

e. Pada waktu ingin mengganti preparat, lensa objektif 10x dikembalikan ke atas preparat dan
preparat diambil (tidak usah menggeser tabung karena akan memperlama pencarian fokusnya).

6. Selesai pemakaian mikroskop, periksa kembali bagian-bagiannya. Keluarkan preparat dan


bersihkan kaca benda dan kaca penutup sebelum disimpan. Bersihkan bagian-bagian mikroskop
yang mungkin masih kotor, walaupun selama pengamatan semua cairan ataupun debu yang
mungkin melekat pada mikroskop telah dibersihkan. Setelah itu turunkan kondenser; tutuplah
diafragma; pasanglah objektif 10x berhadapan dengan kondenser, dan turunkan pula lensa objektif
itu; cermin ditegakkan. Lalu simpanlah mikroskop tersebut.

B. MENENTUKAN PERBESARAN

Tujuan : memahami cara penentuan perbesaran objek dan luas bidang pandang mikroskop Alat :
mikroskop, silet, gelas benda dan gelas penutup
Bahan : preparat awetan irisan melintang batang/daun, empulur ketela pohon, air

Langkah Kerja

1. Coba pasanglah preparat irisan melintang batang di bawah mikroskop, atau buatlah risan
melintang dari empulur ketela pohon setipis mungkin dengan silet. Gunakan lensa okuler 10x dan
lensa objektif 10x kemudian amati preparat tersebut dan lakukan butir 5a-e cara pemakaian di atas!
Perbesaran yang kalian lihat adalah perbesaran okuler dikalikan dengan perbesaran objektif.
Berapa perbesaran objek yang kalian peroleh?

2. Hitunglah jumlah sel yang kalian lihat dengan mikroskop! Berapakah jumlahnya?

3. Sekarang putarlah lensa objektif 4x. Berapa sekarang perbesaran yang kalian peroleh?
Bandingkan dengan objek yang terlihat pada perbesaran 10 x 10, bagaimanakah keadaan sel tadi?
Semakin terlihat lebih besar atau lebih kecil? Hitunglah jumlah sel tadi, semakin terlihat banyak
atau lebih sedikit?

Dari kegiatan yang sudah kalian kerjakan, ternyata bahwa objek yang dilihat pada perbesaran
lemah tampak lebih kecil dibandingkan dengan perbesaran kuat. Di pihak lain, dengan perbesaran
kuat, jumlah objek yang menempati bidang pandang menjadi lebih sedikit. Bidang pandang adalah
luas bidang yang dapat diamati melalui lensa okuler.

Kali ini saya akan membahas Macam macam Mikroskop dan Bagian-
bagian Mikroskop berserta dan fungsinya, dan bagian bagian
Mikroskop, Setelah sebelumnya saya membehas Cara menggunakan Mikroskp

• Mikroskop Fase kontras


Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan
alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma bend hidup
yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing
tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras.
Prinsip alat ini sangat rumit.. apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak
diwwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini
mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak dapaat
ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada
mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu
daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nucleus (dan
unsur lain yang sejauh ini tak dapap dilihat menjadi dapat dilihat.

• Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup
khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk.
Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal
adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat.
Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas
gelas preparat.

• Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope

Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing


atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein
anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi
dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar
akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan
pewarna pendar.

• Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop
ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih
pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet
untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat
daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya
ultra violet tak dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus
direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini
menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk
dalam pekerjaan sehari-hari.

• Mikroskop Elektron

Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek


sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol
pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi
yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh
lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop
cahaya.
• Macam –macam mikroskop elektron

1. Mikroskop refleksi elektron (REM)


2. Mikroskop Stereo
3. Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
4. Mikroskop pemindai elektron
5. Mikroskop transmisi elektron (TEM)
6. Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)

Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang
berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang
diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo
hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
1. Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop
cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati
2. Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa
okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah
mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang
dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop,
sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokos.

• Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran
maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar
dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa
yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan
lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada
mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda
(binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif
yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop
terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa
yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek
dan lensa mikroskop yang lain.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan
bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur
renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa Mikrskop
yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi
untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan yang
terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya
pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya
pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah
mikroskop kurang baik.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar
matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang
terdapat dibawah kondensor
Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada
mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya
matahari.

• Bagian bagian Mikroskop berserta dan fungsinya

TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus


dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.

REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin
cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke
meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata
pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi,
sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena
berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini
berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa
objektif

KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang


masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.

MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan


dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil
daripada makrometer.

REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif


dengan cara memutarnya.

LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini
membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur
oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.

DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang


masuk.

MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik


turunkan tabung mikroskop secara cepat.

MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di


amati.

PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi
objek agar tidak mudah bergeser.

LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.


KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.

SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau


tegaknya mikroskop.

MIKROSKOP
Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan). Mikroskop adalah alat untuk
memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga
dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat
benda yang bersifat mikroskopis. Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya, yaitu
mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya matahari dan
mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan listrik. Berdasarkan
pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya. (Mochamad Indrawan, 25:2003)

Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat
oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat
yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk
menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti batuan ), industri (untuk menguji ketahanan suatu
benda), untuk meneliti tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, serta dalam bidang makanan dan
lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).(Stevlana, 60:2005)

B. Alat dan Bahan

Alat : Mikroskop monokuler cahaya

C. Cara Kerja

Bebarapa petunjuk sewaktu memakai mikroskop

• Setiap memulai atau selesai menggunakan Mikroskop, harus memeriksa terlebih dahulu
alat-alatnya, apakah lengkap atau tidak. Kemudain tempat dan alat harus dibersihkan.
• Menggunakan cahaya matahari lebih menguntungkan daripada cahaya buatan. Jika
praktikum didalam ruangan, dimana cahaya berasal dari satu arah maka sebaiknya
menggunakan cermin cekung.
• Jika menggunakan preparat yang basah, harus dijaga agar kedudukan meja selalu mendatar
agar cairannya tidak mengalir keluar. Apabila menggunakan preparat awetan maka posisi
meja bias dibuat miring.

1. Persiapan

• Memilih tempat kerja yang terang dan situasi bekerja yang bersih.
• Bersihkan kaca lensa/cermin mikroskop dengan kain yang lembut sehingga tidak
menimbulkan goresan pada lensa.
• Memeriksa terlebih dahulu apakah semua bagian-bagiannya lengkap ( apakah ada bagian
yang lepas, longgar atau pecah )
• Menyisipkan preparat yang akan diamati pada penjepit pereparat yang terletak di meja
mikroskop

2. Pelaksanaan

• Mengatur penerangan
• Menggunakan objek perbesaran 10x.
• Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak keatas.
• Memutar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak seterang-terangnya.
• Mengatur diafragma
• Memasang preparat, letakkan tepat diatas lubang meja.
• Menjepit dengan penjepit preparat.
• Melihat preparat dengan lensa okuler.
• Mengatur objektif serendah mungkin, tetapi hati-hati jangan sampai objektifnya terhimpit
oleh kaca preparat yang akibatnya akan merusak preparat dan pecah.
• Memasang salah satu mata pada okuler dan yang satunya tetap dibuka. Usahakan melihat
dengan keadaan kedua mata terbuka, jangan biasakan memejamkan atau menutup salah
satu mata karena hal tersebut dapat menimbulkan kesilindrisan pada mata.
• Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak ke atas, sambil mengamati gambarnya
nampak.
• Mengganti objektif dengan perbesaran yang lebih besar. Perbesaran bayangan dapat
dihitung dengan mengalikan perbesaran objektif dan perbesaran okulernya.
• Memperjelas gambar dengan memutar pengatur halus.
• Menggambar hasil pengamatan yang didapat.

3. Pengakhiran
• Mengambil preparat dari mikroskop.
• Membersihkan semua alat dan mikroskop, terutama pada lensa mikroskop dengan tujuan
menghindari kerusakan pada lensa yang disebabkan oleh jamur.
• Selesai menggunakan alat simpan dengan rapi ditempat semula

D. Hasil Pengamatan

Gambar. 1 Mikroskop Monokuler Cahaya

Keterangan Gambar. 1

1. Lensa okuler
2. Pengatur fokus kasar
3. Lensa obyektif
4. Pengatur fokus halus
5. Meja mikroskop
6. Badan mikroskop
7. Pengatur letak preparat mekanik
8. Tempat preparat
9. Kondensor
10. Pengatur fokus kondensor
11. Diafragma
12. Cermin
13. Kaki mikroskop
14. Tabung

Bagian-bagian Mikroskop

1. Mekanik

Adalah bagian tempat memasang bagian-bagian yang lainya. Seperti:

• Kaki, umumnya berbentuk V atau U


• Tabung, Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
• Penjepit Objek, Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
• Tiang, merupakan pendukung optic dan terpasang diatas kaki.
• Meja benda, terbuat dari logam pipih berbentuk bulat atau segi empat. Ditengahnya
terdapat lubang untuk meneruskan cahaya dari cermin . Pada meja terdapat dua penjepit
untuk menahan preparat.
• Pengatur kasar, berfungsi untuk mengatur jarak tepat antara objek dan objektif
• Pengatur halus, berguna untuk memperjelas bayangan yang telah diperoleh melalui
pengaturan kasar.

2. Optik

Optik berfungsi untuk memperbesar bayangan dari ukuran benda yang sesungguhnya. Bagian ini
terdiri atas sebuah pembuluh dan dua buah lensa okuler dan objektif.

• Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke retina


mata. Lensa okuler terletak di ujung optic yang menghadap kemata.
• Lensa objektif, fungsinya untuk memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan ke
arah lensa okuler. Lensa okuler terletak dibagian ujung tubus yang menghadap ke meja
benda.
• Diafragma, fungsinya untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan jalan
mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya. Apabila menggunakan cahaya
buatan seperti cahaya listrik alat pada mikroskop yang kita butuhkan terdapat dibagian
bawah diafragma biasanya terdapat tempat untuk memasang gelas filter
• Kondensor, fungsinya untuk memproyeksikan sinar untuk menyinari objek yang akan
diamati. Kondensor ini terbuat dari konvergen yang berfungsi untuk memusatkan cahaya,
sehingga preparat dapat dilihat dengan jelas.
• Cermin, Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis
cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu,
digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang
menembus ruangan, gunakan cermin datar.
3. Alat Penerangan

Terdapat dibawah meja dan terdiri dari cermin (miror) yang berfungsi untuk menerangkan dan
memantulkan cahaya sehingga menerangi preparat. Cermin terdiri dari cermin datar dan cermin
cekung.

E. Pembahasan

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang teramat kecil. Berdasarkan
fungsinya mikroskop dibagi menjadi 2 yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron .
Mikroskop cahaya merupakan mikroskop yang menggunakan bantuan sinar matahari sedangkan
Mikroskop elektron yaitu mikroskop yang menggunakan bantuan cahaya listrik.

Berdasarkan praktik biologi umum mikroskop yang penulis gunakan adalah mikrosop monokuler
cahaya berarti kita menggunakan bantuan sinar matahari.

Sesuai dengan funsinya mikroskop yaitu dapat melihat benda terkecil. Dari praktikum ini penulis
menjelaskan secara singkat cara menggunakan mikroskop.

1. Mengambil mikroskop dan letakkan pada tempat yang datar danbersih


2. Mempersiapkan alat yang dibutuhkan dalam melakukan praktikum
3. Menggunakan lensa okuler untuk melihat bahan yang di teliti
4. Mengatur cermin untuk mendapatkan cahaya matahari
5. Mengatur pengtur kasar untuk mendapatkan hasil yang diamati
6. Untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal gunakan pengatur halus.
7. Menggambar hasil yang diteliti.

Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Bagian Mekanik terdiri atas:

a. Statip/ tangkai/ lengan mikroskop


b. Tabung
c. Revolver/ pengatur fokus
d. Alas/Kaki
e. Penjepit/ klep
f. Sekrup penggeser objek
g. Meja benda

2. Bagian Optik terdiri atas:

a. Lensa Okuler
b. Lensa objektif
c. Diafragma
d. Kondensor
e. Cermin

F. Simpulan

Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak
terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop adalah benda
yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis.

Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Bagian Mekanik terdiri atas:

a. Statip/ tangkai/ lengan mikroskop


b. Tabung
c. Revolver/ pengatur fokus
d. Alas/ Kaki
e. Penjepit/ klep
f. Sekrup penggeser objek
g. Meja benda

2. Bagian Optik terdiri atas:

a. Lensa Okuler
b. Lensa objektif
c. Diafragma
d. Kondensor
e. Cermin