Anda di halaman 1dari 15

1.

Ibuprofen
Struktur kimia : C13H18O2
Pemerian : warna putih,serbuk kristal, tidak berbau
Kelarutan : tidak larut dalam air, sangat larut dalam alkohol
Kelas terapi : analgetik non steroid
Indikasi : Nyeri & radang pada penyakit artritis,(rheumatoid arthritis,
juvenile arthritis. osteoarthritis) & gangguan non sendi (otot
kerangka), nyeri ringan sampai berat termasuk dismenorea,
paska bedah, nyeri & demam pada anak-anak
Kontra indikasi : Pasien dengan hipersensitivitas, asma, urtikaria, rinitis parah,
angioudema
Efek samping : Gangguan saluran cerna, sakit kepala, pusing, tinitus
penurunan pendengaran, gangguan penglihatan sakit kuning,
kenaikan SGOT & SGPT, retensi cairan gagal jantung
kongestif, tekanan darah meningkat, hipotensi, aritmia, reaksi
hipersenstivitas, mulut kering
wadah dan : dalam wadah tertutup rapat
penyimpanan

2. Xanthan Gum
Sinonim : Corn sugar gum, keltrol, merezan, polysaccharide B-1459
Berat molekul : 2x106
Fungsi : stabilizing agent, suspending agent, agen peningkat viskositas
Pemerian : serbuk, warna cream atau sedikit putih, sedikit berbau
Wadah dan : dalam wadah tertutup baik, sejuk dan kering, bentuk larutan
penyimpanan stabil pada pH 3-12 dan temperatur 10-60oC

3. CMC-Na (Carboxymethylcellulose Sodium)


Nama Sinonim :Carboxymethylcellulose Natricum, Carmelosse Sodium
Nama Kimia : Cellulosa, karboksimetileter, garam sodium
BeratMolekul : 90000 – 700000
Kegunaan : Stabilizing agent, suspending agent, viscosity increasing agent
Pemerian : Serbukataugranul, putihsampaikrem; higroskopik
Kelarutan : Mudahterdispersidalam air, membentuklarutankoloidal;
tidaklarutdalametanol, dalameterdandalampelarutorganik
lain
pH :6,5 – 8,5
OTT : Larutankimia yang sangatasamdangaramterlarutdalam besi
danbeberapalogam, Aluminium, mercury, Zinc, xanthan gum.
Wadah dan : Dalamwadahtertutuprapat
Penyimpanan

4. Metolose
Sinonim : methylcellulose
Nama Kimia : cellulose methyl ether [9004-67-5]
Pemerian : serbuk, Putihkekuninganataugranulputih, sedikit berbau,
sedikitberasa
Fungsi : coating agent, emulsifying agent, suspending agent, tablet
binder,disintegrant, agenpeningkatviskositas
OTT : aminacrinehydrochlorine, clorcresol, mercuri chloride,
Phenol, asam tanat.
Wadah dan : stabilwalaupunsedikithigroskopis, larutannyastabilpada
penyimpanan pH 3-11 pada temperature kamar, pH kurangdari 3
viskositasnya akan berkurang

5. Propylen Glycolum
NamaSinonim :1,2-dyhyroxy propone; 2-hidroxy propanol; methyl glycol;
methylethylene glycol; propane-1,2-diol
Nama Kimia : 1,2-proponediol
RumusEmpiris : C3H8O2
BeratMolekul : 76,09
Kegunaan : Anti mikroba, desinfektan, humektan, plastisizer, solvent,
stabilisazer for vitamin, cocolvepada water misable
Pemerian :Cairankental, jernih, tidakberwarna; rasa khas; praktistidak
berbau;menyerap air padaudaralembab
Kelarutan :Dapatbercampurdengan air, dengan acetone, dandengan
kloroform;larutdalameterdandalambeberapaminyak
esensial; tetapitidakdapatbercampurdenganminyaklemak
Stabilitas :Stabilpadatempatkedapudara, danpadawadahtertutupbaik
OTT : Potassium Permanganat
Wadah dan : Dalamwadahtertutuprapat
penyimpanan

6. Gliserin
NamaSinonim :Gliserin; Gliserol; Croderol; E 422; Glycerine; Glycon G-100;
Kemstren; Pricerine; 1, 2, 3- Propanetriol; Trihydroxypropane
Glycerol
Nama Kimia : Propane- 1, 2, 3-triol
RumusEmpiris : C3H8O3
BeratMolekul : 92,09
BobotJenis : Tidakkurangdari 1,249
Kegunaan : Anti mikroba, humektan
Pemerian :Cairanjernih, sepertisirup, tidakberwarna, rasa manis, hanya
Kelarutan :Dapatbercampurdengan air, dandenganetanol, tidaklarut
dalamkloroform, dalameter, dalamminyaklemak,
dandalamminyakmenguapbolehberbaukhaslemah
(tajamatautidakenak), higroskopik, netralterhadaplakmus
OTT : Potassium Permanganat, Chromium Trioxide, Potassium
chlorate
Wadah dan : Dalamwadahtertutuprapat
Penyimpanan

7. Sorbitol
Nama Sinonim : 1,2,3,4,5,6 hexanehexol, Hydex, Neosorb, Sorbite, D-Sorbitol,
Sorbitol instan.
Nama Kimia : D-Glucirol
Kegunaan : Humektan, plasticizer, sweetening agent, tablet, capsul diluent
Rumus Empiris : C6H14O6
Berat Molekul : 182,17
Pemerian : Sorbitol berwarna putih, tidak berbau atau hampir berbau,
Berbentuk serbuk.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, praktis mudah larut dalam
chloroform dan eter, larut dalam etanol.
Stabilitas : Sorbitol relatif inert secara kimia dan cocok untuk banyak
bahan tambahan. Stabil dalam udara dingin dengan tidak
adanya katalis, asam encer dan alkali.
OTT : Ion logam valensi 2 dan 3, dalam asam dan kondisi alkali.
Wadah dan : Bahan bersifat higroskopik dan di simpan dalam terlindung
penyimpanan udara, di tempat yang dingin dan kering.

8. Sakarin Na
Nama kimia : Natrium 1,2-benzisotiazolin-3-on 1,1-dioksida dihidrat
Bobot molekul : 241,19
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur, putih; tidak berbau atau agak
Aromatik; rasa sangat manis walau dalam larutan encer.
Larutan encernya lebih kurang 300 kali semanis sukrosa.
Bentuk serbuk biasanya mengandung sepertiga jumlah teoritis
air hidrat akibat perekahan.

Kelarutan : Mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol.

Kegunaan : Sweetening agent


Konsentrasi : 0.04-0.25 %
Wadah dan : Dalam wadah tertutup baik
penyimpanan

9. Sucrosa
NamaSinonim : Beet sugar, care sugar, α–nglukpyranosyl–β-D-Fructafurano
refinedsugar,saccharose,sugar.
Nama kimia :p-D-FouctofuranosyL-α-D-glukopyranoside.
RumusEmpiris : C12H22O11
BeratMolekul : 342,30
Pemerian :Pewarna seperti kristal atau putih, serbuk kristal, berbau, dan
mempunyai rasa manis.
Kelarutan :Larut dalam etanol , propan-2-ol,air,praktis tidak larut dalam
Kloroform
Kegunaan :Granulating agent sugar coating adjunct,suspendingagent,
sweetening agent.
Konsentrasi : 67%
Stabilitas : Stabil dalam suatu ruangan dan relatif lembab.
OTT : Logam berat.
Wadah dan : Di simpan pada wadah yang tertutup baik, dingin dan kering.
Penyimpanan

10. Asam Sitrat


Nama kimia : asam 2-hidroksipropana-1,2,3-trikarboksilat
Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk putih; tidak berbau; rasa
sangat asam; agak higroskopik, merapuh dalam udara kering
dan panas.
Kelarutan : larut dalam kurang dari 1 bagian air dan dalam 1.5 bagian
Etanol 95% P, sukar larut dalam eter P.
Kegunaan : antioksidan, bahan untuk buffer, pengatur keasaman.
OTT : kalsium tartrat, karbonat alkali dan karbonat alkali tanah,
Bikarbonat, asetat dan sulfat.
Wadah dan : dalam wadah tertutup baik
Penyimpanan

11. Natrium Benzoat


Sinonim : Benzoate, asam benzoic sodium salt.
Nama Kimia :Sodium benzoate
Rumus Molekul :C7H5NaO2
BM :144,11
PH :8,0
Pemerian :Kristal/granul berwarna putih, higroskopis, tidak berbau/ bau
lemah, rasa khas.
Kelarutan :Agak sukar larut dalam etanol (95%) (1:75) dan dalam etanol
(90%) (1:50), mudah larut dalam air (1:1,8) dan pada suhu
100°C (1:1,4).
Khasiat :Pengawet.
OTT :Senyawa kuartener, gelatin, garam ferry, garam Ca dan garam
dari logam berat, efek pengawet berkurang jika bereaksi
dengan kaolin/surfaktan non ionik.
Stabilitas :Larut dalam air dapat disterilisasi dan autoklaf atau
penyaringan.
Wadah dan :Dalam wadah tertutup rapat, dalam tempat sejuk dan kering.
Penyimpanan

12. Orange yellow


Sinonim : E110; FD&C yellow #6; 6-hydroxy-5-[(4-sulfo-phenyl)azol]-
2-naphthalenesulfonic acid disodium salt; 1-p-sulfophenylazo-
2-naphthol-6-sulfonic acid disodium salt; yellow orange S.
Nama lain : sunset yellow FCF
Berat molekul : 452.37
Pemerian : serbuk berwarna kuning, dalam larutan berwarna orange cerah
Kelarutan : 1 dalam 5.3 bagian air
OTT : sedikit dengan asam sitrat, larutan gula, dan larutan natrium
Bikarbonat, tidak dapat bercampur dengan asam askorbat,
Gelatin dan glukosa.
Wadah dan : dalam wadah tertutup baik
Penyimpanan
BAB III

METODE KERJA

III.1 Alat dan Bahan

III.1.1 Alat

1. Timbangan analitik

2. Beaker glass 6 buah

3. Lumpang dan alu 3 buah

4. Gelas ukur 3 buah

5. Spatula 1 buah

6. Sudip 2 buah

7. Pipet tetes 3 buah

8. Pemanas air 1 buah

9. Kertas perkamen secukupnya

10. Label secukupnya

11. pH meter 1 buah

12. Viskosimeter 1 buah


III.1.2 Bahan

Formulasi
No NamaBahan
I II

1. Ibuprofen 50,0082 g 50,0268 g

2. Xanthan gum 0,465 g 0,3125 g

3. CMC Na 3,125 g 3,125 g

4. Metolose 1,25 g 1,25 g

5. Propilenglikol 1,2 ml 1,2 ml

6. Gliserin 108 ml 108 ml

7. Sorbitol 104 ml 104 ml

8. Sakarin Na 0,36 g 0,36 g

9. Sukrosa 162,5 g 162,5 g

10. Asamsitrat 1,25 g 1,25 g

11. Na benzoate 1,25 g 1,26 g

12. Orange yellow 0,041 g 0,041 g

III.2 Cara Kerja

A. Pembuatan Suspensi Ibuprofen

1. Disiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan

2. Ditimbang bahan-bahan yang akan digunakan.

3. Air dipanaskan untuk membuat pengental.

4. Dibuat pengental yang terdiri dari :


- Dikembangkann xanthan gum dengan cara: 62 ml aqua destillata panas

ditambah 0,465 gr xanthan gum diaduk dalam lumpang selama 35 menit,

biarkan selama 24 jam (a).

- Dikembangkan Na CMC dengan cara 85 ml aqua destillata panas

ditambahkan 3,125 gr Na CMC di aduk selama 20 menit (b).

- Dikembangkan metolose dengan cara 41,6 ml aqua destillata panas

ditambah 1,25 gr metolose diaduk selama 30 menit (c).

- Bahan a, b, dan c dicampurkan bersama-sama lalu diaduk hingga campuran

homogen.

5. Dibuat syrup simplex (B) dengan cara gula, asam sitrat, Na. Fosfat, Na.

Benzoate, Na. Saccahrin, EDTA dilarutkan denganaqua destillata panas + 200

ml, kemudian diaduk selama 15 menit lalu didinginkan hingga suhu 30° C.

6. Ibuprofen didispersikan dengan gliserin 108 ml lalu diaduk hingga ibuprofen

terdispersi seluruhnya.

7. Ditambahkan propilenglikol 1,2 ml lalu diaduk hingga homogen.

8. Sirup simplex dimasukkan sedikit-sedikit ke dalam campuran ibuprofen lalu

diaduk homogen.

9. Dimasukkan sedikit-sedikit bahan pengental ke dalam campuran ibuprofen

sambil diaduk hingga homogen.

10. Dicukupkan volume dengan aqua destillata hingga 1200 ml.

B. Pengujian Organoleptik Suspensi Ibuprofen

- Dilakukan pengujian organoleptik suspensi ibuprofen dengan cara melihat

konsistensi/bentuk dan warna, mencium bau, merasa.


C. Pengujian Viskositas Suspensi Ibuprofen

- Suspensi ibuprofen dimasukkan ke dalam gelas penampung, kemudian pasang

gelas di bawah spindel sehingga spindel masuk ke dalam gelas.

- Viskosimeter dijalankan dengan kecepatan 20 rpm selama 1 menit.

- Dicatat angka yang ditunjukkan pada skala, kemudian dikalikan dengan faktor

viskosimeter.

D. Pengukuran pH Suspensi Ibuprofen

- Suspensi ibuprofen dituangkan ke dalam wadah

- Diambil pH meter lalu ujungnya dicelupkan ke dalam suspensi ibuprofen

- Dicatat angka yang ditunjukkan pada alat pH meter.

E. Pengujian Kecepatan Pengendapan Suspensi Ibuprofen

- Suspensi Ibuprofen dimasukkan ke dalam kolom pengujian lalu didiamkan

selama 2 jam.

- Diukur ketebalan partikel yang mengendap pada dasar kolom.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Pengujian Suspensi Ibuprofen

IV.1.1 Hasil Pengujian Organoleptik

Pengujian Formula I Formula II

Warna orange orange

Bau tidakberbau tidakberbau

Rasa awalnyamanisketikaditenggorokangetir lebihmanisdari formula I

,pahit, dangatal, berasaminyak

Bentuk/Konsistensi berbuih berbuih

IV.1.2 Hasil Pengujian Viskositas, pH, dan Laju Endap

Formula
Pengujian
I II

Viskositas 148 cp 142 cp

pH 5,1 4,7

Laju Endap Lebih lambat Lebih cepat

IV.2 Pembahasan

Suspensi merupakan partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fasa cair. Partikel

yang tidak larut tersebut dimaksudkan secara fisiologi dapat diabsorbsi yang digunakan

sebagaiobat dalam atau untuk pemakaian luar dengan tujuan penyalutan. Diameter
partikel suspensi >1μm, umumnya 10 – 50μm. Sasaran utama didalam merancang

sediaan berbentuk suspensi adalah untuk memperlambat kecepatan sedimentasi

dan mengupayakan agar partikel yang telah tersedimentasi dapat disuspensi dengan baik.

Ibuprofen dibuat dalam bentuk sediaan suspensi karena ibuprofen tidak dapat larut dalam air.

Pembuatan ibuprofen dalam sediaan suspensi memiliki keuntungan yaitu untuk penggunaan

pada pasien yang sukar atau tidak dapat menelan tablet seperti pasien anak-anak, lebih cepat

diabsorpsi dalam tubuh sehingga dapat memberikan efek farmakologi yang lebih cepat dari

sediaan tablet, dan memudahkan dalam membagi dosis pemberian. Dalam pembuatan sediaan

suspensi ibuprofen perlu diperhatikan viskositas dari suspensi karena akan berpengaruh pada

kecepatan pengendapan dan kecepatan disolusi dari ibuprofen. Bila viskositas suspensi terlalu

encer maka pengendapan akan terjadi lebih cepat dan membentuk cacking pada dasar wadah,

namun bila viskositas suspensi sangat kental maka akan menyulitkan dalam menuang dan

proses disolusi akan lebih lambat.

Dalam pembuatan suspensi ibuprofen Provenal digunakan bahan pengental/suspending

agent yaitu xanthan gum dan natrium CMC dengan variasi konsentrasi pada formula I yaitu

xanthan gum 75 %, Na. CMC 50 %, dan pada formula II yaitu xanthan gum 50 %, Na. CMC

50 %. Tujuan variasi konsentrasi xanthan gum dan Na. CMC adalah untuk mencari

konsistensi suspensi yang baik dari dua formula yang dibuat.

Pembuatan suspensi ibuprofen Provenal ini, pertama-tama yang dibuat adalah

membentuk konsistensi suspending agent/bahan pengental dan sirup. Bahan pengental dibuat

dengan mengembangkan xanthan gum, Na. CMC, methylcellulosa, dengan air panas dalam

wadah masing-masing lalu diaduk sampai bahan-bahan tersebut mengembang, kemudian

ketiganya dicampurkan dan diaduk sampai tercampur homogen. Sirup simplex dibuat dengan

cara melarutkan gula, Na. Fosfat, Na. Benzoat, Na. Saccharin, dan asam sitrat dalam air

panas lalu diaduk hingga semuanya larut sempurna.


Ibuprofen didispersikan dengan gliserin lalu diaduk hingga campuran homogen. Tujuan

pendispersian ibuprofen ini adalah untuk membasahkan ibuprofen, memperkecil sudut kontak

antara partikel ibuprofen dan cairan yang digunakan, sehingga partikel padat ibuprofen dapat

terdispersi dengan baik dan tidak mengapung di permukaan cairan suspensi. Setelah

ibuprofen terdispersi, ditambahkan propilenglikol dan bahan pengental sedikit-sedikit

sampbil diaduk sampai tercampur rata. Setelah terbentuk suatu massa suspensi, kemudian

sirup simplex ditambahkan sedikit-sedikit sambil diaduk hingga semua tercampur rata.

Pengujian yang dilakukan terhadap suspensi ibuprofen Provenal ialah pengujian

organoleptik, yaitu pengujian fisik yang meliputi bentuk/konsistensi, bau, warna, dan rasa.

Pengujian viskositas dan pH untuk mengukur kekentalan dan tingkat keasaman suspensi,

pengujian laju endap untuk menentukan kecepatan pengendapan partikel padat ibuprofen dan

tebal endapan yang terbentuk. Pada pengujian viskositas, standar pembending yang dipakai

adalah suspensi ibuprofen Proris®.

Hasil pengujian organoleptik yang dilakukan diperoleh hasil yang sama antara formula I dan

formula II yaitu tidak berbau, berwarna orange, dan berbuih, kecuali pada rasa dimana

formula II lebih manis dari formula I. Timbulnya buih pada suspensi ini disebabkan karena

adanya gas/udara yang terdispersi di dalam sistem koloid yang terbentuk. Koloid adalah suatu

campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran

koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm. Buih adalah

koloid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat.

Hasil pengujian viskositas dan laju endap menunjukkan viskositas pada formula I yaitu

148 cp dan pada formula II yaitu 112 cp. Viskositas pada formula I lebih besar dari formula II

menyebabkan laju endap pada formula I lebih lambat dari formula II. Perbedaan viskositas
dari kedua formula ini disebabkan karena perbedaan konsentrasi xanthan gum yang

digunakan.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

1. Formula I dengan konsentrasi xanthan gum 75% dan CMC Na 50% viskositasnya

lebih tinggi dibandingkan formula II dengan konsentrasi xanthan gum 50% dan

CMC Na 50%.

2. Formula II dengan konsentrasi xanthan gum 50% dan CMC Na 50% rasa manisnya

lebih tinggi dibandingkan formula I dengan konsentrasi xanthan gum 75% dan CMC

Na 50%.

3. Formula I dengan konsentrasi xanthan gum 75% dan CMC Na 50% pHnya lebih

tinggi dibandingkan formula II dengan konsentrasi xanthan gum 50% dan CMC Na

50%.

4. Formula I dengan konsentrasi xanthan gum 75% dan CMC Na 50% laju endapnya

lebih lambat dibandingkan formula II dengan konsentrasi xanthan gum 50% dan

CMC Na 50%.

V.2 Saran

1. Sebaiknya dihindari penggunaan secara bersamaan antara CMC Na dan xanthan

gum.

2. Sebaiknya ditambahkan perasa untuk menutupi rasa yang kurang enak