Anda di halaman 1dari 55

1

I PENDAHULUAN A Latar Belakang Perkembangan dunia usaha sekarang ini terus menerus mengalami perubahan yang sangat cepat. Proses perubahan yang menentukan pemenuhan kebutuhan modal kerja (dana) akan mengikuti dimensi global disebut era persaingan modern yang berkembang antara negara di dunia. Dalam aktivitas perdagangan pada era persaingan global ini, peluang (opportunity) dan ancaman (theat) harus menjadi serius oleh para pelaku bisnis. Mencermati bahwa banyak perusahaan mengalami kelemahan pada aspek finansial, maka perusahaan perlu melakukan pembenahan lebih dini. Pembebanan aspek finansial itu yang dapat dilakukan melalui konsolidasi internal, peningkatan efisiensi, rasionalisasi, dan rekstrukturisasi yang merupakan langkah yang strategis agar perusahaan tetap dapat langgeng. Langkah-langkah strategis bagi perusahaan di Indonesia telah menjadi kenyataan untuk menghadapi era globalisasi perdagangan. Upaya pemulihan kepercayaan dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi kita, diperlukan strategis atau cara dalam melaksanakan pembangunan. Berhasil tidaknya strategis perdagangan tersebut banyak tergantung dari partisipasi seluruh lapisan masyarakat, dalam arti bahwa dukungan dan bantuan mereka dalam pembangunan sangat menentukan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang. Pemanfaatan peluang yang diperlukan suatu pengelolaan manajemen perusahaan adalah kerjasama antara sub sistem masing-masing yang terdapat dalam perusahaan. Sub sistem yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas adalah aspek finansial. Kesinambungan atau kelancaran aktivitas perusahaan memerlukan pembenahan aspek likuiditas dan aktivitas operasional. Sedangkan untuk memperoleh keuntungan yang berarti harus memperhatikan aspek profitabilitas. Hal ini di satu pihak dan profitabilitas di pihak

lain sering timbul pertentangan. Dalam hal ini terjadi kadang-kadang disebabkan keinginan perusahaan manajer keuntungan yang tinggi, sehingga potensi likuiditas nya agak diabaikan. Mengelola secara efektif dan efisien yang melalui pengendalian analisis pada sumber dan penggunaan modal kerja, dengan laporan-laporan statistik melalui penggunaan keuangan yang direncanakan, mengawasi, mengarahkan, mengevaluasi dan

mengkoordinasikan aktvitas dari berbagai fungsi, satuan operasional. Analisis perencanaan kebutuhan modal kerja mengenai aktivitas perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan motor suzuki merupakan bagian dari rencana yang diintegrasikan dengan baik untuk memelihara adanya efisiensi. Penggunaan struktur organisasi memungkinkan untuk melakukan arus sumber dana dan penggunaan modal kerja dengan rencana dan tindakan yang ditetapkan lebih dahulu pengablikasian efektif dari penggunaan keuangan tersebut harus sepenuhnya ke dalam rencana-rencana perusahaan sebagai penyediaan dan penjualan motor khususnya Suzuki dan memberikan suatu tingkat pengendalian biaya-biaya operasional meliputi catatan yang menetapkan pelaporan keuangan yang memuat pertanggungjawaban yang benar-benar efektif. Salah satu aspek finansial perusahaan yang perlu mendapat perhatian khusus direncanakan seefektif mungkin oleh manajemen adalah rencana kebutuhan sumber dan penggunaan modal kerja. Karena modal kerja itu sangat berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan, maka modal kerja dipandang perlu dikelola sumber dan penggunaannya agar kesinambungan kegiatan perusahaan tercapai, untuk keperluan itu, perusahaan perlu memiliki perhatian yang cukup dibidang manajemen modal kerja. Untuk memenuhi pangsa pasar sangat dibutuhkan perencanaan modal kerja eksternal dalam meladeni order lokal dan order interlokal. Karena perusahaan ini bekerja sesuai

dengan order, maka aktivitas secara kontinyu dapat menerima seluruh order (langganan) yang dapat mengembangkan kegiatan perusahaan. Demikian pentingnya kebutuhan modal kerja yang dikaitkan dengan sumber dan penggunaan modal kerja untuk di analisis sehingga penulis menyajikan dalam bentuk skripsi dengan judul "Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT Sinar Galsong Pratama Makassar. B Masalah Pokok Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan penelitian adalah : Apakah modal kerja perusahaan telah dimanfaatkan secra efisien dan efektif C Tujuan Kegunaan Penelitian Adapun tujuan penelitian adalah : - Untuk mengetahui pelaksanaan penggunaan modal kerja dengan secara efisien dan efektif. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Diharapkan dapat memberikan bahan masukan kepada perusahaan khususnya dalam hal penggunaan modal kerja untuk memenuhi permintaan pasar. 2. Sebagai bahan acuan bagi kalangan akademis yang ingin melaksanakan penelitian lanjutan mengenai manajemen modal kerja pada usaha manufaktur.

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Jenis-Jenis Modal Kerja Modal Kerja dalam pembahasan ini dimaksudkan adalah merupakan investasi jangka pendek dalam perusahaan seperti investasi pada piutang, persediaan, kas begitu pula perolehan sumber pembelanjaan jangka pendek seperti trade credit dan kredit dari lembaga perkereditan. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas, maka Weston and Brigham, Pembelanjaan Perusahaan, (2001, 2) mengemukakan bahwa pengelolaan modal kerja mencakup baiik untuk investasi jangka pendek maupun perolehan sumber dana perusahaan. Pengelolaan modal kerja sangat penting melihat kegiatan sehari-hari adalah operasi perusahaan yang menyangkut tentang modal kerja. Dan kenyataan lain dapat dilihat bahwa banyaknya dana yang tertanam pada current assets adalah sangat besat jumlahnya khususnya bagi perusahaan kecil harus meminimunkan investasinya dalam harta tetap oleh karena tidak ada cara lain untuk menghindari investasi dalam biaya, piutang dan persediaan. Penentuan besarnya investasi dalam current assets adalah untuk ini sangat penting untuk menjaga likuiditas dan profitabilitas perusahaan. Oleh karena kekurangan dana akan mengganggu jalannya operasi perusahaan seperti untuk membayar utang jangka pendek, pembayaran upah, pembayaran utang dagang dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya kelebihan akan membawa resiko yang harus ditanggung terhadap sejumlah modal kerja yang menganggur dalam perusahaan, untuk selanjutnya akan memperkecil profitabilitas perusahaan. Besar kecilnya, kebutuhan modal kerja terutama tergantung pada perputara atau periode terikatnya modal kerja dan waktu perputarannya, makin besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan.

Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja adalah merupakan keseluruhan atau jumlah dari pada periode-periode yang meliputi jangka waktu lamanya pemberian piutang lamanya penyimpanan bahan mentah digudang, lamanya proses produksi, sedangkan pengeluaran sehari-harinya merupakan pengeluaran untuk

pembelian bahan mentah, pembayaran upah buruh dan biaya-biaya lainnya. Piutang merupakan investasi dalam modal kerja yang tidak dapat dihindari adanya dalam dunia usaha. Piutang diberikan kepada perusahaan lain atau individu dan bunganya dengan perusahaan lainnya. Pemberian piutang barang kepada pelanggang merupakan hal yang dapat dimengerti sebab tanpa memberikan piutang. Pengusaha mengalami kesulitan untuk dapat dijual barangnya dengan lancar. Tetapi dilain pihak banyak resiko yang timbul karena memberikan piutang, yakni mendapat kerugisn, kemacetan bahkan membawa kegagalan pada perusahaan resiko piutang dapat

disebutkan, resiko tidak terbayar, resiko piutang dapat disebutkan resiko tidak terbayar karena keterlambatan penerimaan piutang. Cara memperkecil resiko oleh Alex S.Nitisemito, Memperkcil Resiko Piutang, (2002, 11), mengemukakan bahwa kalau perkiraan piutang yang ada akan memberikan kemungkinan akan menimbulkan resiko yang lebih besar dari kemungkinan keuntungan yang akan diterima, maka batalkanlah. Jadi perlu adanya batas maksimun piutang diberikan dan pertimbangan lain, seperti kemungkinan dari pada para pelanggan untuk memenuhi kewajibannya, melihat financial position perusahaan langganan yang diperlihatkan dengan Cash Flow, pengaruh trend ekonomi pada umumnya untuk perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang adalah volume penjualan kredit, ada syarat-syarat pembayaran, kebiasaan membayar dari pada langganan dan kebijaksanaan dalam mengumpulkan piutang.

Unsur lain dari working capital adalah investasi pada persediaan merupakan peningkatan modal perusahaan untuk jangka waktu tertentu seperti bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi, sama halnya piutang dan persediaan tidak dapat dihindari. Dalam hubungan ini, maka penetapan sejumlah persediaan adalah penyediaan bahan baku dan bahan pembantu untuk menghasilkan produk. Di samping itu perlu adanya persediaan barang, jadi untuk menjamin kelancaran penjualan. Besarnya investasi dalam persediaan tergantung dari pada volume produksi yang direncanakan, estimasi tentang fluktuasi harga bahan mentah, tingkat kecepatan material menjadi rusak, biaya penyimpangan dan resiko penyimpangan digudang. Jenis-jenis modal kerja pada dasarnya terdiri atas modal kerja permanen (permanent working capital) dan modal kerja variabel (variable working capital) oleh Moelyadi, Akuntansi Biaya, (2001, 56), sebagai berikut : 1. Modal kerja permanent (permanent working capital), yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Yang termasuk modal kerja permanent antara lain : a. Modal kerja primer (primary working capital), yaitu jumlah modal kerja yang harus ada pada perusahaan untuk menjalankan kontinutas usahanya. Misalnya; kas, kas paling sedikit ada ditangan supaya dapat memenuhi kewajibankewajibannya yang segera harus dipenuhi dalam waktu singkat. Persediaan akhir harus cukup memenuhi pesanan piutang yang merupakan jumlah minimum untuk memperluas kredit kepada langganan. Jadi primary working capital oleh Adikoesuma, Manajemen Keuangan, (2003, 112) akan tetap diinvestasikan dalam perusahaan selama perusahaan itu bekerja. pada umumnya

b. Modal kerja normal (normal working capital), yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan menyelenggarakan luas produksi normal. Pengertian normal disini dalam arti yang dinamis, yaitu selalu dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan bahan produksi dengan keadaan kebutuhannya. 2. Modal kerja variabel ( variabel working capital ), modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Variabel working capital dapat dibagi ke dalam :
1. Modal

kerja musiman (seasonal working capital), yaitu modal kerja

yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim. Misalnya: Pabrik payung, pabrik gula dan sebagainya.
2. Modal

kerja siklus (cyclical working capital), yaitu modal kerja yang

jumlahnya berubah-ubah disebababkan karena konyuntur.


3. Modal

kerja darurat ( emergency working capital), yaitu modal kerja

yang besarnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya. Misalnya perubahan ekonomi mendadak, bencana alam, buruh mogok dan sebagainya. B Pengertian Sumber dan Penggunaan Modal Kerja 1. Pengertian Modal Kerja Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004, 78) mengatakan bahwa sumber modal kerja yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu investasi ialah:
1.

Sumber modal kerja dari dalam perusahaan (internal source) dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan modal kerja berasal dari

dalam perusahaan itu sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri. Modal kerja dari dalam perusahaan dapat diadakan dengan atau menggunakan laba cadangan dari sebagian sisa hasil usaha yang merupakan unsur dana sendiri sebagai sumber dana interen. Akumulasi penyusutan aktiva tetap karena jangka waktu penggunaan dari aktiva tersebut biasanya lama, misalnya 5 (lima) tahun, maka cadangan penyusutan yang masih menganggur dapat digunakan dan disebut sebagai sumber dana insentif. Dana dari dalam perusahaan terdiri dari : a. Dana yang berasal dari pemilik perusahaan. b. Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam peusahaan. Saldo ini adalah keuntungan yang tidak diambil oleh anggota. c. Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana. Terdiri atas nilai buku dan nilai pasar dari harta yang dimiliki oleh perusahaan. 2. Sumber dana dari luar perusahaan (external source) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau beras dari sumber-sumber dana yang ada diluar perusahaan. Dana yang berasal dari luar perusahaan adalah dana yang berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya. Dana yang berasal daripada kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai dana pinjaman. Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga (kreditur). 2. Pengertian penggunaan modal kerja Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004, 95), mengatakan bahwa pengunaan modal kerja akan menyebabkan perubahan-perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar, tetapi penurunan aktiva tidak selalu diikuti olah penurunan dana.

Penggunaan aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena : a.Pembayaran biaya atau ongkos perusahaan meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan baku atau barang dagangan, suplies kantor dan pembayaran biaya-biaya lainnya, Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan. Penggunaan aktiva lancar untuk operasi ini baru merupakan pengunaan dana kalau jumlah biaya suatu periode lebih besar dari pada jumlah penghasilannya (timbulnya kerugian). Besarnya pengunaan dana untuk biaya operasi ini akan dapat ditentukan dengan jalan menganalisis laporan perhitungan rugi laba perusahaan tersebut, yaitu jumlah depresiasi dan amortisasi periode tersebut. b.Kerugian yang diderita perusahaan karena adanya penyualan surat berhargan atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. Diluar usaha pokok perusahaan harus dilaporkan tersendiri dalam laporan kerja perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar laporan itu lebih informatif bagi pembaca. Adapun kerugian yang rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana perusahaan. c.Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan obligasi, dana pensin pengawai dan lain-lain. d.Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang opligasi, ataupun hutang jangka panjang lainnya mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka panjang, diimbangai dengan berkurangnya aktiva lancar.

10

e.Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap, investasi jangka panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurngnnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnnya dana. f. Pengambilan uang atau barang dangangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik perusahaan perorangan atau persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas. Dari uraian diatas maka sumber-sumber dana adalah merupakan elemen-elemen diluar dana (current assets dan current libilities) atau sering disebut perubahan current account. Kalau besarnya dan pengunaan dana maka tidak efek nettonya terhadap dana. Untuk lebih jelasnya sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut :
1.

Sumber modal kerja a. Laba ditahan b. Bertambahnya penyusutan c. Bertambahnya hutang dangang d. Bertanbahnya hutang jangka panjang e. Bertambahnya kredit bank.

2.

Pengunaan modal kerja a. Bertambahnya kas b. Bertambahnya piutang c. Bertambahnya persediaan d. Bertambahnya kendaraan e. bertambahnya inventaris f. Berkurangnya misin dan peralatan

11

g. Berkurangnya hutang lain-lain C Penggunaan Modal Kerja Weston and Brigham, Manajemen Perusahaan (2001, 123) menyatakan bahwa perputaran modal kerja adalah kemampuan perputaran modal kerja netto dalam suatu periode tertentu, dengan rumus sebagai berikut : Hasil Penjualan Netto Working capital Turnover = Ak. Lancar Ht. Lancar = . kali

Perputaran modal kerja sangat penting untuk melihat kegiatan sehari-hari bahwa operasi perusahaan sangat ditentukan oleh tersedianya dana dan kenyataan lain dapat dilihat bahwa banyaknya uang yang tertanam pada current assets adalah sanagat besar jumlahnya khususnya bagi perusahaan kecil harus meminimumkan investasi dalam harga tetap oleh karena ada cara lain untuk menghindar investasi dalam biaya piutang dan persediaan. Penentuan besarnya investasi dalam current assets adalah sangat penting untuk menjaga likuiditas dan profitabilitas perusahaan. Oleh karena kekurangan modal kerja akan mengganggu jalannya operasi perusahaan seperti untuk membayar utang jangka pendek, pembayaran upah, pembayaran utang dagang dan seterusnya. Demikian pula sebaliknya kelebihan modal kerja akan membawa resiko yang harus ditanggung terhadap sejumlah modal kerja yangt menganggur dalam perusahaan yang selanjutnya akan memperkecil profitabilitas perusahaan. Besar kecilnya kebutuhan modal kerja terutama tergantung pada perputaran atau periode terikatnya modal kerja dan pengeluaran kas rata-rata setiap harinya. Makin lama jangka waktu perputarannya, makin besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan. Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja adalah merupakan keseluruhan atau jumlah dari periode-periode yang meliputi jangka waktu lamanya

12

pemberian piutang. Lamanya menyimpan bahan mentah digudang, lamanya proses produksi sedangkan pengeluaran sehari-hari merupakan pengeluaran untuk pembelian bahan mentah, pembayaran upah buruh dan biaya-biaya lainnya. Investasi dalam kas adalah untuk menjaga likuiditas perusahaan. Untuk membiayai pengeluaran rutin perusahaan dari minggu ke minggu seperti pembayaran upah, pembayaran biaya umum dan lain-lain. D. Penentuan Besarnya Modal Kerja Untuk mengukur prestasi perusahaan atau tingkat kemampuan, maka analisa memperoleh laba merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para manajer, pada prinsipnya bahwa setipa perusahaan menginginkan suatu potensi yang baik sehingga memberikan pendapatan sampai sejauhmana hasil yang dan bunga dengan harta.Analisa resiko dalam memperoleh laba juga akan memberikan gambaran efisien atas penggunaan dana, mengenai hasil akan keuntungan dapat dilihat setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta. Laba suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan sejumlah modal tertentu, selain itu rasio tersebut dapat memberikan gambaran tentang kontrol perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan. Untuk pengertian yang lebih jelasnya beberapa batasan yang diberikan oleh penulis berikut ini, seperti Bambang Riyanto Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004, 27) mengatakan bahwa keuntungan perusahaan

menunjukkan perbandingan antara laba dan aktiva atau model yang menghasilkan laba tersebut dengan kata lain keuntungan diperoleh yang adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba sebelum periode tertentu. Bagi batasan tersebut untuk memperoleh dari laba dengan investasi yang ada juga dapat dikatakan kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai keuntungan tertentu sebagai akibat dari kebijaksanaan dan keputusan atas penggunaan dana dan perusahaan.

13

Selanjutnya, Edwan Dukar Analisa Laporan Keuangan, (2000, 68) mengemukakan bahwa profitabilitas diukur dengan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan kebijaksanaan deviden yang dapat menguntungkan sementara ada yang bersamaan maju untuk menunjukkan adanya suatu kenaikan modal yang mantap. Penulis lain yaitu D. Hartanto Akuntansi Manajemen, (1999, 46) mengemukakan bahwa keuntungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba. Oleh karena itu dengan membandingkan operating profit margin antara beberapa periode yang berurutan akan dapat dilihat kecenderungan harga pokok penjualan dan perubahan biaya operasi dari perusahaan tersebut. Secara garis besarnya untuk memperoleh laba dapat dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu : Keuntungan secara ekonomi (return on total accers) yang sering juga disebut dengan istilah Earning Power adalah perbandingan antara laba sebelum pajak dengan keseluruh an modal. Adapun laba yang dimaksud tersebut adalah laba operasi dan modal adalah modal operasi. Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas S. Munawir (2003, 13) mengemukakan bahwa keuntungan secara ekonomi adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksud untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan pada opeasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian ratio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operaso perusahaan (Net Operating Income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan operasi tersebut (Net Operating Assets). Analisa profit margin tersebut dimaksud untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volumepenjualan untuk menghasilkan laba yang diharapkan. Sedangkan

14

operating Assets Turn Over untuk melihat efektivitas perusahaan yang dapat tercermin dari kecepatan operating assets turn over. Suatu faktor yang mempengaruhi perkembangan perusahaan adalah sejauhmana perusahaan mengelola usahanya agar dapat menghasilkan laba maksimal mungkin sedangkan laba itu sangat dipengaruhi oleh sebagaimana perusahaan mencapai tingkatan volume penjualan tertentu dengan biaya yang sewajarnya. Karena tingkatan efisiensi dalam perusahaan akan menyebabkan semakin tinggi pula penetapan profit margin perusahaan. Untuk menaikkan profit margin ada beberapa cara yang dapat ditempuh dapat ditempuh : - Menaikkan Net Sales yang lebih besar dari ke naikkan operating expenses. - Mempertahankan Net Sales dengan menekan operating expenses. - Mengusahakan penurunan Net Sales dengan harapan terjadi penurunan operating expenses yang lebih besar. Salah satu alternatif lain dalam menaikkan keunagnan sebagai berikut :
1. 2. 3.

Menaikkan net sales yang lebih besar dari kenaikan operating expenses. Mempertahankan net sales dengan menekan operating expenses. Mengusahakan penurunan net sales dengan harapan terjadi penurunan operating expenses yang lebih besar.

Selain masalah efisiensi tersebut suatu kenyataan bahwa setiap perusahaan senantiasa memperhatikan masalah perputaran modalnya, di mana perputaran modal yang cepat menunjukkan kemajuan perusahaannya. Keuntungan modal sendiri ( return on net worth ) Return on net worth tersebut menyangkut bagaimana tingkat kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini Return on worth tersebut

15

yang dibandingkan adalah bukan keseluruhan modal tetapi khusus modal sendiri. Adapun batasan oleh Bambang Riyanto (2004, 37) mengatakan bahwa laba modal sendiri juga dikenakan laba yang tersedia bagi para pemilih modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dipabrik lain. Besar kecilnya kebutuhan akan modal kerja, tergantung pada kebutuhan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Menurut Bambang Riyanto Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004, 12), hal itu ditentukan oleh dua faktor yaitu : 1. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari. 2. Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja. Ad 1 Pengeluaran kas rata-rata setiap hari Kas adalah merupakan alat yang mempunyai penggunaan yang tinggi karena dengan tersedianya kas, maka akan membiayai kewajiban-kewajiban, setiap

harinya seperti untuk keperluan pembelian bahan mentah, bahan penolong, upah buruh dan apa saja yang dapat memenuhi segala kewajiban perusahaan. Hal ini tidak berarti bahwa perusahaan harus mempunyai simpanan kas yang tinggi. Karena dengan demikian berarti hanya mengutamakan kepentingan faktor likuiditas, tetapi akan menekan rentabilitas perusahaan di lain pihak ada keharusahn untuk menahan jumlah minimal pada kas supaya perubahan dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan baik. Persediaan minimal adalah apa yang disebut dengan persediaan bersih kas. Adapun persediaan bersih kas itu dapat dihasilkan untuk memperoleh

keuntungan, besarnya persediaan bersih kas tergantung pada : a. Sifat transaksi komersial dan keuangan, sifat pada transaksi dalam arti bagaimana pembelian bahan dan penjualan hasil akhir dilakukan, misalnya

16

dengan tunai atau kredit. Bila transaksi dilakukan dengan tunai, maka tidak perlu persediaan kas yang tinggi. Begitupula dengan sering tidaknya transksi keuangan (penerimaan/

pembayaran) akan berpengaruh terhadap bersihnya kas. b. Selisih antara penerimaan dan pengeluaran Besar kecilnya selisih antara penerimaan dan jumlah pengeluaran kas dalam satu periode tertentu, untuk menentukan pula suatu tingkat persediaa bersih kas. Disamping itu, penerimaan dan pengeluaran yang dapat diramalkan atau diduga terlebih dahulu. Misalnya: ada pemogokan, kegagalan dan penjualan produksi dan lain-lainnya. Apabila telah dapat ditentukan besarnya persediaan bersih kas, maka diatur penerimaan dan pengeluaran kontinutas dapat terjamin dengan tidak menurunkan likuiditas di atas, maupun rentabilitas untuk dapat mengatur penerimaan dan pengeluaran alat dengan baik dan efisiensi perlu dibuat cash budget. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan cash budget oleh Djahidin, Analisa Laporan Keuangan, (2003, 114) adalah : - Jumlah penerimaan selama periode tertentu, misalnya dalam satu bulan, pada umumnya penerimaan hal ini berasal dari : 1. Penjualan tunai 2. Debitur yang membayar hutang-hutangnya. 3. Sumber-sumber lain misalnya penjualan aktiva tetap 4. Jumlah kas yang ada permulaan periode 5. Jumlah pengeluaran-pengeluaran selama periode tertentu seperti : 6. Pembelian bahan/bahan lain secara tunai.

17

7. Pembayaran hutang perniagaan dan hutang lain. 8. Adanya Surplus atau defisit Dalam pengertian ini adalah termasuk simpanan dalam bank yang setiap hari atau setiap saat dapat dipergunakan untuk menguasai atau memilih barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen, sehingga dalam keadaan ini istilah surplus atau defisit pada perusahaan tergantung dari pengelolah. Periode perputaran dan terikatnya modal kerja. Dalam pengertian periode perputaran yang relatif singkat, karena perputaran dari piutang ke kas hanya memerlukan satu tingkat saja. Adanya piutang dagang, terutama dimaksudkan sebagai salah satu alat untuk memperbesar volume penjualan. Untuk mengukur periode perputaran dari piutang oleh Djarwanto, Popok-Pokok Analisa Laporan Keuangan, (2001, 29) dilihat dan dihitung dengan rumus : Penjualan Kredit Perputaran piutang = Piutang rata-rata Makin tinggi tingkat perputarannya berarti bahwa modal yang ditanamkan dalam piutang tersebut makin banyak berputar dalam satu periode. Pada transaksi penjualan dengan kredit tertentu, berarti makin tinggi turnover, juga akan berarti bahwa modal yang ditanamkan dalam piutang adalah sedikit. Disamping itu perusahaan harus menahan sejumlah piutang sebagai kredit penjualan untuk dapat memelihara transaksi normalnya yang merupakan inti dari permanent kebutuhan modal, piutang yang ditanam dalam piutang. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan besarnya piutang bersih, (Djarwanto 2001, 89) yaitu : - Syarat pembayaran dari penjualan kredit

18

Biasanya dinyatakan dalam term 2/10 n/30, artinya pembayaran dinyatakan dalam waktu 10 hari sesudah penyerahan potongan 2% hari sesudah penyerahan barang. - Kebiasaan para langganan dalam pembayaran. menurut pengalaman banyak yang membayar dalam waktu yang telah ditentukan untuk mendapatkan cash discount, maka discount. - Sifat dan kesediaan para pelanggan dalam membayar hutangnya, sebab sering terjadi langganan yang mampu, tetapi segan memenuhi kewajibannya. E Implementasi Rasio Financial Terhadap Kinerja Keuangan Analisa ratio financial penilaian terhadap kinerja keuangan di masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Tujuan kinerja untuk menemukan kelemahan-kelemahan di dalam persediaan bersih piutang di atas waktu untuk mendapatkan cash barang si pembeli mendapatkan

keuangan perusahaan yang dapat menyebabkan masalah-masalah masa yang perusahaan yang dapat

akan datang dan untuk menentukan kekuatan-kekuatan

diandalkan. Misalnya analisa internal yang dilakukan oleh karyawan suatu perusahaan dapat ditujuan terhadap penilaian likuiditas perusahaan atau penilaia penyelenggarakanpenyelenggaraan perusahaan di masa lalu. Analisa rasio finacial juga berasal dari luar perusahaan sebagian usaha untuk menentukan keandalan kredibilitas perusahaan atau potensi industri. Dari manapun analisa berasal alat yang digunakan pada dasarnya sama. Rasio finansial merupakan alat utama dalam analisa keuangan, karena dapat dipergunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Dalam implementasi analisa rasio finansial terhadap kerja keuangan biasanya terdapat dua cara perbandingan yang akan dipergunakan perusahaan. Menurut apa yang

19

dijelaskan oleh Van Horne dan Wachowichz, Manajemen Keuangan Perusahaan, (2002, 133) tentang kedua cara perbandingan tersebut, sebagai berikut : 1. Perbandingan internal Analisa dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan masa yang akan datang dalam perusahaan yang sama. Rasio lancar, rasio dari aktiva dibagi kewajiban lancar untuk tahun sekarang dapat di bandingkan rasio lancar tahun sebelumnya. Jika rasio finansial diurutkan dalam beberapa periode tahun, analisa dapat mempelajari komposisi perubahan dan menentukan apakah terdapat perbaikan atau menurunan dalam kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. 2. Perbandingan eksternal dan sumber-sumber rasio industri Metode perbandingan yang kedua melibatkan perbandingan rasio satu perusahaan dengan perusahaan-perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri titik waktu yang sama. Perbandingan ini memberikan pandangan mendalam tentang kondisi keuangan dan kinerja relatif dari perusahaan. Rasio ini juga membantu dalam mengidentifi kasikan penyimpangan dari rata-rata standar industri. Dengan perbandingan internal, perusahaan akan dapat mengetahui kecenderungan perubahan yang terjadi selama beberapa periode tahun buku yang akan dianalisis. Sedangkan melalui perbandingan eksternal perusahaan dapat melihat kekuatan persaingan (competition power) yang ada pada perusahaannya, yaitu dengan membandingkan rasio-rasio finansial internal perusahaan dengan suatu standar atau norma indutri. Akan tetapi industri yang dimaksudkan adalah rasio - rasio finansial yang di terbitkan oleh badan-badan atau lembaga-lembaga keuangan sebagai standar atau ukuran atau ukuran yang dapat dibandingkan dengan rasio finansial suatu perusahaan.

20

Pendapat lain dari Cahyono, Analisa Kinerja Keuangan, (2000, 392) juga membagi metode-metode penganalisaan rasio-rasio finansial menjadi 2 (dua) perbandingan, yaitu : 1. Membandingkan rasio sekarang ( present ratio ) dengan ratio-ratio kita dari waktuwaktu yang lalu ( ratio historis) dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktuwaktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. Misalnya current rasio, tahun 1997 dibandingkan dengan current ratio dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan cara perbandingan tersebut akan dapat diketahui perubahan- perubahan dari rasio tersebut dari tahun ketahun. Dengan menganalisa satu macam rasio saja tidak banyak artinya, karena dapat mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan adanya perubahan. 2. Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan/ company ratio) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri rasio (rasio industri/rasio rata-rata/rasio standar) untuk waktu yang sama. Dengan membandingkan rasio perusahaan dengan rasio industri, maka akan dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan itu dalam aspek finansial tertentu berada di atas rata-rata industri (above average), berada pada rata-rata (average) atau terletak dibawah rata-rata (below average). Jadi ada 2 (dua) metode perbandingan yang digunakan perusahaan untuk menganalisa rasio finansial oleh Amin Tunggal, Dasar-Dasar Analisa Laporan Keuangan, (2002, 125) yaitu analisa internal dan eksternal. Perbandingan internal, yaitu rasio-rasio internal yang dibandingkan antara rasio-rasio (rasio historis) yang lalu dengan rasio sekarang (present ratio). Perbandingan eksternal yaitu rasio-rasio yang sengaja dikeluarkan oleh lemagalembaga keuangan atau badan-badan keuangan untuk dijadikan standar bagi perusahaan - perusahaan dalam menganalisa rasio-rasio finansialnya.

21

Dengan demikian, perbandingan internal dan eksternal merupakan indikator perusahaan dalam menyusun rasio finansial Manajer keuangan dapat mengambil salah satu indikator dari keduanya. Indikator ini untuk menjawab kondisi kinerja keuangan perusahaan, sehingga dapat mengambil kebijaksanaan strategis tentang pembelanjaan perusahaan di masa yang akan datang. Di Amerika Serikat perbandingan rasio perusahaan dengan rasio industri sudah sangat luas penggunaannya karena di negara tersebut ada beberapa badan atau bank yang menyusun rasio-rasio industri antara lain "DUN and Bradstreef dan Robert Morris Associates ( RMA )" (Anonim 2002, 214). Di Indonesia jika perusahaan hendak mengadakan analisa rasio, mungkin pada saat ini hanya dapat mengadakan analisa rasio internal belum adanya lembaga atau badan yang menyusun rasio industri. F Kerangka Pikir Perusahaan PT Sinar Galeson Pratama Makassar perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan motor Suzuki Kota Makassar khususnya karena ada beberapa kota

besar perusahaan ini untuk melayani dan memenuhi permintaan konsumen yang menjadi obyek penelitian. Pengelolaan perusahaan dengan menggunakan beberapa tenaga kerja yang handal, sumber daya manusia yang trampil mengutamakan service dan pelayanan merupakan prima utama dalam menerima tamu karena Kota Makassar yang paling strategis cocok untuk pengusaha dengan melintas Kota Angin Mammiri dengan terkenal keramahan Kota Makassar (Ujung Pandang). Struktur modal yang diharapkan adalah struktur modal yang optimal, artinya struktur modal yang mampu melaksanakan rate of return equity, sehingga dengan sendirinya akan meningkatkan nilai perusahaan.

22

Untuk menentukan besarnya keuntungan yang diharapkan perusahaan, dalam hal ini PT Sinar Galesong Pratama Makassar dengan modal sendiri dan modal pinjaman dari bank, perusahaan ini juga sebagai perusahaan besar, tingkat resiko yang dimiliki sangat bergantung dari omzet setiap hari. Perusahaan yang menggunakan dana long (pinjaman jangka panjang), maka ttingkat perputaranya sangat bergantung dari pihak pengelola untuk memanfaatkan situasi waktu cukup lama atau keuntungan diharapkan dengan membandingkan keuntungan bersih setelah pajak dengan jumlah modal sendiri perusahaan. Analisa perusahaan dengan menggunakan laba bersih setelah pajak dengan jumlah modal sendiri perusahaan pada penelitian digunakan untuk mengetahui struktur modal atau sumber pembelanjaan yang menguntungkan perusahaan. Adapun kerangkan pikir yang telah diuraikan dapat digambarkan dalam bentuk skhema sebagai berikut : Bagan Alur Kerangka Pikir

PT Sinar Galesong Pratama Makassar

Penggunaan Modal Kerja

Permintaan

Pemenuhan

23

Pasar

Permintaan

Efisiensi dan Efektif H. Hipotesis Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah : Diduga bahwa, modal kerja perusahaan yang telah digunakan dimanfaatkan secara efisien dan efektif

24

III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka penulis memilih perusahaan perdagangan barang jadi PT Sinar Galeson Pratama Makassar. Pada waktu penelitian untuk memperoleh data, maka penulis merencanakan penelitian kurang lebih 2 (dua) bulan. PARIEBEL - - Variabel Dependen (Y) Variabel Dependen (Y), yaitu tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan laba. Laba merupakan perbedaan pendapatan yang direalisasi dari transaksi yang terjadi selama satu periode dengan biaya yang berkaitan pendapatan tersebut. Laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba sebelum pajak. Secara formal, perhitungan perubahan laba adalah :

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan laba. Cara menghitung perubahan laba :

= = =

Perubahan laba perusahaan pada tahun t Laba perusahaan pada tahun t Laba perusahaan pada tahun dasar

25

B. Metode Pengumpulan Data Dalam proses pengumpulan data, maka penulis mengada-kan studi kasus dan pengumpulan data melalui penelitian lapangan (field research) dan penelitian pustaka (library research), sebagai berikut : 1. Penelitian lapangan (field research), yaitu kegiatan penelitian lapangan, dimana penulis mencari data yang menjadi obyek peneitian, untuk itu penulis melakukan pengamatan setempat dan wawancara langsung dengan pimpinan serta beberapa karyawan perusahaan dan mengumpulkan data berupa laporan-laporan yang disajikan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan serta utamanya laporan keuangan. 2. Penelitian pustaka (library research), yaitu penulis mengumpulkan data yang

berhubungan dengan teori tentang modal kerja dalam kaitannya dengan rentabilitas dan solvabilitas diperoleh dari buku literatur dan catatan perkuliahan. Disamping itu penulis mengumpulkan data yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan dibahas dan dapat mendukung penelitian ini.

C. Jenis dan Sumber Data Untuk menunjang kelengkapan dari penelitian ini, maka penulis mencoba memperoleh data yang terdiri dari atas: 1. Jenis data

26

a. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari hasil perusahaan baik dalam bentuk infomrasi secara lisan maupun secara tertulis. b. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang diteliti dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan untuk pembahasan lebih lanjut. 2. Sumber Data a. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan pengamatan langsung pada perusahaan dan wawancara secara langsung dengan pimpinan beserta stafnya yang ada kaitannya dengan penulisan skripsi ini. b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan berupa dokumen dokumen dan buku literatur serta laporan tertulis dari luar perusahaan yang ada hubungannya dengan penulisan penelitian ini. D. Definisi Operasional Adapun definisi konsep yang dikemukakan sebagai berikut :
1.

Pembelanjaan adalah seluruh aktivitas perusahaan untuk mendapatkan

dana yang dibutuhkan serta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
2.

Penggunaan Modal kerja adalah dana yang telah diperoleh baik modal

sendiri maupun pinjaman dari luar perusahaan yang digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan. 3. Permintaan pasar adalah suatu kebutuhan konsumen yang harus dipenuhi

oleh perusahaan. 4. Pemenuhan permintaan adalah permintaan yang harus di sesuaikan dan

tidak bisa ditunda atas penawaran dan permintaan konsumen.

27

5.

Efisiensi dan efektif adalah penggunaan modal kerja yang diperoleh

dengan mencari alternatif sehingga dana tersebut bisa dihemat atai efisiensi dan efektif pengelolaannya. E Metode Analisis Adapun metode analisis yang digunakan dalam memecah-kan masalah, sebagai berikut : 1. Analisis Ratio a. Rasio Likuiditas, adalah rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek. Rasio yang dipergunakan ratio sebagai berikut : Total Current Assets Current ratio = Total Current leabilities Total Current Assets Inventory Quick Ratio = Total current liabilities Kas + Efek Cash Ratio = Hutang lancar b. Rasio Aktivitas, adalah rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menggunakan dana yang tersedia. Rasio aktivitas dapat dirumuskan sebagai berikut : Penjualan Netto Working Capital turn over = Aktiva Lancar - Hutang Lancar Harga Pokok Penjualan Inventory turn over = Inventory rata-rata Penjualan Netto = ... kali = . kali x 100 % x 100 % x 100 %

28

Total Assets turn over

= Jumlah aktiva

= ... kali

c. Rasio profitabilitas adalah penggunaan dana mengenai hasil akan dapat dilihat setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta. Rasio profitabilitas penggunaan rumus, yaitu : Laba kotor penjualan - Gross Profit Margin = Total penjualan 2. Analisis kebutuhan Modal Kerja Analisis ini tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah dana yang diperlukan oleh perusahaan dalam usaha memenuhi volume permintaan pasar. X 100 %

DAFTAR PUSTAKA Cahyono, B, 2000, Dasar-Dasar Analisis Kinerja Keuangan, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, TPWI, Jakarta. Hartanto, D, 1999, Akuntansi Manajemen, Edisi Kedua, Rineka Cipta, Jakarta. Dukat, Erwin, 2000, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kedua, Aneka Cipta, Jakarta.

29

Djarwanto, 2001, Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Farid, Dj, 2003, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kelima, Ghalia Indonesia, Jakarta. Fred, J,W, 2002, Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi Ketujuh, Intermedia, Jakarta. Munawir, S, 2003, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kedua, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Mulyadi, 2001, Akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok, Edisi Diperbaharui, Cetakan Kedua, Bina Aksara, Jakarta. Nitisemi, A,S, 2001, Pembelanjaan Perusahaan, Edisi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Riyanto,B, 2004, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahan, Penerbit Universitas Gajah Mada. Edisi Kedua, Yayasan

Soemitro, A, 2003, Manajemen Keuangan, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Ghalia Indonesia, Jakarta. Van Horne James C, 1997, Manajemen Dan Kebijakan Keuangan Perusahaan, Edisi Ketujuh, Penerbitan Intermedia, Jakarta. Weston and Brigham, 2001, Pembelanjaan Perusahaan, disadur oleh Alex S. Nitisemita, Edisi Ketiga, Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

30

PROPOSAL PENELITIAN Judul Analisis Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT Sinar Galesong Pratama Makassar Disusun dan diajukan oleh : 1. N A M A 2. Nomor Stambuk 3. Jenjang Program 4. Jurusan 5. Program Studi 6. Waktu Penelitian Tanggal Persetujuan : B.F Nurfathnisa Hasan : 2004 10 916 : Strata Satu ( S.I ) : Manajemen : Manajemen Keuangan dan Perbankan : Dua Bulan : Makassar, 23 J u l i 2007 Mahasiswa Ybs,

B.F. Nurfathnisa Hasan Disetujui oleh : Pembimbing I Pembimbing II

Ampauleng,SE.,M.Si

Drs. Alimuddin Hadji,B.Sc.

31

Mengetahui : Ketua STIEM Bongaya, Ketua Jurusan Manajemen,

Drs.H.Muh.Akob Kadir,M.Si.

Dra.Jannati Tangngisalu ,M.Si.

DAFTAR ISI
Halaman I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1 A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Masalah Pokok ......................................................................................... 3 C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ........................................................... 4 II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................ 5 A. Pengertian dan Jenis-Jenis Modal Kerja C. Penggunaan Modal Kerja .......................................... 5 ......................... 9

B. Pengertian Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

.................................................................. 13

D. Penentuan Besarnya Modal Kerja ..................................................... 14 E. Implementasi Rasio Finansial Terhadap Kinerja Keuangan............... 22 F Kerangka Pikir ...................................................................................... 26 G. Hipotesis ............................................................................................. 27 III. METODE PENELITIAN ............................................................................ 29 A. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................... 29 B. Metode Pengumpulan Data .................................................................. 29 C. Jenis dan Sumber Data .......................................................................... 30 D. Definisi Operasional ............................................................................. 30 E. Metode Analisis ..................................................................................... 32

32

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 34

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A Metode Pembelanjaan Yang Digunakan Perusahaan Perusahaan dealer khusus Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor Makassar bergerak dalam bidang dealer (penjualan dalam partai) atau dalam per unit yang didatangkan dari daerah Pulau Jawa dan Jepang, yang dapat dilihat laporan neraca dan rugi laba perusahaan, yaitu pada tahun 2000 dan 2001 berdasarkan hasil penelitian, penulis bahwa untuk menentukan besarnya kebutuhan dana untuk kinerja keuangan perusahaan dilakukan dalam beberapa metode. Diantaranya yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah metode berdasarkan neraca dan rugi laba pada perusahaan, yang disertai dengan keseimbangan antara tenaga kerja dengan kegiatan perusahaan. Untuk menghitung besarnya perputaran pembelanjaan pada dealer mobil

khusus Mitsubishi Makassar. Berdasarkan pada neraca tahun 2000 dan 2001 serta, laporan rugi laba pada tahun yang sama. Sehingga dapat dihitung kebutuhan dana dalam memenuhi kebutuhan permintaan konsumen. Maka terlebih dahulu dihitung perputaran modal yang digunakan perusahaan dalam rangka pemenuhan permintaan konsumen disamping mencari keuntungan.

33

Perusahaan dealer khusus merk Mitsubishi dalam bidang penjualan secara partai atau per unit untuk memenuhi permin taan pasar sangat memperhatikan order oleh konsumen.

41 4 2 5.2. Laporan Keuangan Perusahaan Perusahaan yang bergerak dalam bidang dealer penjualan mobil merk Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor, bahwa dalam mengadakan pembelanjaan perusahaan, agar dapat diseimbangkan antara tenaga kerja dengan kegiatan pada perusahaan, agar tenaga kerja tidak menganggur, akibatnya pada perusahaan mengalami kepincangan dari keadaan keuangan pada perusahaan PT. Bosowa Berlian Motor Makassar dapat dilihat melalui Laporan Keuangan yang terdiri dari neraca (Balance Sheef) dan laporan Rugi Laba (Income Statement) yang merupakan pembahasan lebih lanjut. Untuk menyusun Laporan Keuangan suatu perusahaan harus menyiapkan data pada setiap akhir periode di satu pihak dan dipihak lain laporan rugi laba yang dicapai dalam periode yang bersangkutan. Selanjutnya, hubungan ini maka diperlihatkan laporan keuangan perusahaan merk Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor Makassar pada periode 2 (dua) tahun terakhir, yang terdiri dari : 1) Neraca Perusahaan PT. Bosowa Berlian Motor Makassar tahun 2000 dan 2001. 2) Laporan rugi laba Perusahaan PT. Bosowa Berliam Motor

34

Makassar Tahun 2000 dan 2001. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

35

TABEL I PT. JAVA RETAILINDO MAKASSAR NERACA PER 31 - 12 - 2004 * AKTIVA - AKTIVA LANCAR : a. K a s b. Bank c. Piutang proyek d. Panjar pembelian e. Persediaan barang f. Pos-pos transitori Jumlah Aktiva Lancar - AKTIVA TETAP : a. T a n a h b. Bangunan pabrik c. Peralatan/mesin d. Kendaraan bermotor e. Inventaris kantor f. Penyusutan Jumlah Aktiva Tetap - HARTA LAIN-LAIN : - Hask konvensi TOTAL AKTIVA * PASSIVA - KEWAJIBAN JANGKA PENDEK a. Hutang Dagang b. Pos transitori Psv Jumlah kewajiban jangka pendek - KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - Kredit modal kerja -MODAL a. Modal saham b. Salado laba ditahan c. Laba tahun berjalan Jumlah modal TOTAL PASSIVA Rp.7.806.000.000 Rp. 250.000.000 Rp. 360.754.632 Rp. 266.470.754 Rp. 817.225.386 Rp.8.927.604.638 Rp. 10.560.000 Rp.1.735.631.543 Rp.1.001.200.000 Rp. 953.650.000 Rp.1.453.691.000 Rp. 2.260.611 Rp.5.154.732.543 Rp. 125.732.000 Rp. 175.536.500 Rp.1.943.632.754 Rp. 263.432.000 Rp. 75.500.000 Rp.( 354.723.746) Rp.2.234.109.458 Rp.1.543.768.637 Rp.8.927.604.638

Rp. 253.678.500 Rp. 56.708.752 Rp. 310.379.252

Sumber : PT. Java Retailindo Makassar

36

TABEL II PT. JAVA RETAILINDO MAKASSAR NERACA PER 31 - 12 - 2005 * AKTIVA - AKTIVA LANCAR : a. K a s Rp. 9.653.250 b. Bank Rp.1.923.664.600 c. Piutang proyek Rp. 900.532.000 d. Panjar pembelian Rp.1.323.627.750 e. Persediaan barang Rp. 845.675.900 Jumlah Aktiva Lancar Rp.5.003.153.500 - AKTIVA TETAP : a. T a n a h Rp. 125.732.000 b. Bangunan pabrik Rp. 152.662.000 c. Peralatan/mesin Rp.1.846.632.324 d. Kendaraan bermotor Rp. 243.562.000 e. Inventaris kantor Rp. 80.600.000 f. Penyusutan Rp.( 415.432.540) Jumlah Aktiva Tetap Rp.2.083.755.734 - HARTA LAIN-LAIN : - Hasil konversi TOTAL AKTIVA Rp.8.590.541.871 * PASSIVA - KEWAJIBAN JANGKA PENDEK a. Hutang Dagang b. Pos transitori Psv Jumlah kewajiban jangka pendek - KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - Kredit modal kerja -MODAL a. Modal saham b. Salado laba ditahan c. Laba tahun berjalan Jumlah modal TOTAL PASSIVA Rp. 250.000.000 Rp. 401.732.521 Rp. 331.780.149 Rp. 983.512.670 Rp.8.590.541.871 Rp.7.200.000.000 Rp. 356.632.500 Rp. 50.396.701 Rp. 407.029.201 Rp.1.503.632.637

37

Sumber : PT. Java Retaikindo Makassar TABEL III PT. JAVA RETAILINDO MAKASSAR LAPORAN RUGI LABA 31 - 12 - 2004 -Penjualan 10.124.643.145 - Potongan penjualan ( 135.144.536) Penjualan bersih - Harga pokok penjualan ( 7.616.242.851) Laba bersih operasi - BIAYA OPERASI : ~ Biaya ekspor ~ Biaya asuransi ~ Cadangan Clearanik ~ Biaya penyusutan ~ Selisih kurs ~ Biaya lain-lain Jumlah biaya operasi Laba bersih operasi 207.235.797 - Pendapatan lain-lain - Pendapatan sewa peralatan - Jasa giro Jumlah pendapatan lain-lain 10.101.838 Rp.5.350.600 Rp.4.751.838 Rp. Rp. 1.063.524.526 Rp. 258.514.254 Rp. 225.540.000 Rp. 113.572.000 Rp. 175.430.754 Rp. 334.328.377 Rp. 2.170.914.911 Rp. Rp. Rp. Rp. 9.994.448.554 Rp. Rp. 2.371.150.708

38

Laba bersih sebelum pajak 217.337.635 Pajak penghasilan badan Laba Bersih setelah pajak 206.470.754 Sumber : PT. Java Retailindo Makassar TABEL IV PT. JAVA RETAILINDO MAKASSAR LAPORAN RUGI LABA 31 - 12 - 2005 -Penjualan 11.142.667.460 - Potongan penjualan ( 224.714.545) Penjualan bersih 10.917.887.915 - Harga pokok penjualan ( 7.886.187.080) Laba bersih operasi - BIAYA OPERASI : ~ Biaya ekspor ~ Biaya asuransi ~ Cadangan Clearanik ~ Biaya penyusutan ~ Selisih kurs ~ Biaya lain-lain Jumlah biaya operasi Laba bersih operasi - Pendapatan lain-lain Rp. 1.467.012.745 Rp. 246.253.800 Rp. 263.481.539 Rp. 123.780.184 Rp. 163.572.000 Rp. 356.301.086 Rp.

Rp. 10.966.881 Rp

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 3.031.700.835

Rp. 2.670.401.338 Rp. 361.244.447

39

- Pendapatan sewa peralatan - Pendapatan jasa giro Jumlah pendapatan lain-lain Laba bersih sebelum pajak Pajak penghasilan badan Laba Bersih setelah pajak Sumber : PT. Java Retailindo Makassar 5.3. Analisis Ratio Likwiditas Perusahaan

Rp.6.520.000 Rp.5.537.235 Rp. Rp. Rp. Rp 12.057.235 249.242.262

17.462.113 331.786.149

Berdasarkan neraca perusahaan untuk menganalisis suatu perusahaan terhadap likuiditas, adalah memerlukan sumber data dari laporan neraca dan rugi laba untuk mengukur tingkat likuiditas. Untuk dapat memberikan gambaran yang lebih

jelas, maka ratio-ratio tersebut dapat diperlihatkan, sebagai berikut : Total Current Assets Current ratio = ------------------------- x 100 % Total Current leabilities Untuk tahun 2000 Rp.5.154.732.543 Current ratio = ---------------- x 100 % Rp. 340.379.252 = 175,46 % Untuk tahun 2001 Rp.5.003.152.500 Current ratio = ---------------- x 100 % Rp. 407.541.870 = 122,76 % Dengan memperhatikan analisis di atas, bahwa pada perusahaan PT. Bosowa Berlian Motor Makassar selama dua periode yaitu 175,46 % untuk

40

tahun 2000, sedangkan untuk tahun 2001 mengalami menurunan dari 175,76% menjadi 122,76%, tapi namun demikian perusahaan dinyatakan likwid, karena 1,76 : 1 dan 1,22 : 1. Quick ratio = Total Current Assets - Inventory -------------------------------- x 100 % Total current liabilities 48 Untuk tahun 2000 Rp.5.154.732.543 - 1.453.691.000 Quick Ratio = -------------------------------- x 100% Rp. 340.379.252 = 108,73 % Untuk tahun 2001 Rp.5.003.152.500 - 845.675.900 Current ratio = ------------------------------ x 100 % Rp. 407.541.870 = 102,01 % Kalau diperhatikan kedua periode di atas mengalami penurunan yaitu dari 108,73 % menurun menjadi 102,01 %, namun hal tersebut yaitu tahun 2000 dan 2001 tetap di nyatakan likuid karena 1,04 : 1 dan 1,02 : 1.

5.4. Analisis Ratio Aktivitas Perusahaan Rasio Aktivitas, adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan dana yang tersedia, selama dua periode yaitu tahun 2000 dan 2001 untuk mengetahui tingkat perputaran modal kerja pada perusahaan PT. Bosowa Berlian Motor Makassar. Rasio aktivitas dapat dirumuskan sebagai berikut : Working Capital turn over = Penjualan netto ----------------------------- = .... kali Aktiva Lancar - Hutang Lancar Untuk tahun 2000

41

9.994.448.554 Working Capital turnover = -------------------------- = 5.154.732.543 - 340.379.252 = 2,08 kali dibulatkan 2 kali 49 Untuk tahun 2001 10.917.897.915 Working Capital turnover = -------------------------- = 5.003.153.500 - 407.009.201 = 2,38 kali dibulatkan 2 kali Dari hasil analisis di atas, nampaknya ada kenaikan antara dua periode yaitu dari 2,08 kali meningkat menjadi 2,38 kali masing-masing tahun 2000 dan 2001, sehingga pada perusahaan dealer Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor Makassar memang lambat perputarannya, tetapi antara modal kerja bruto dan hutang lancar dimana modal kerja netto besar kemungkinan untuk bertambah perputarannya. Inventory turn over =

Harga Pokok Penjualan --------------------- = .... kali Inventory rata-rata Untuk tahun 2000 7.616.242.851 Inventory turn over = ------------- = 1.149.683.450 = 6,62 kali atau 7 kali Untuk tahun 2001 7.886.187.080 Inventory turn over = ------------- = 1.149.683.450 = 6,86 kali atau 7 kali

42

Berdasarkan hasil analisis working capital selama dua periode yaitu tahun 2000 dan 2001 mengalami peningkatan menjadi yaitu dari 6,62 kali meningkat menjadi 6,86 kali namun dibulatkan 7 kali kedua periode. 50 Penjualan Netto Total Assets turn over = --------------- = ...kali Jumlah aktiva Tahun 2000 9.994.448.554 Total Assets turn over = --------------- = ...kali 5.154.732.543 = 1,94 kali atau 2 kali Tahun 2001 10.917.887.915 Total Assets turn over = --------------- = ...kali 5.003.153.500 = 2,18 kali atau 2 kali

5.5. Analisis Ratio Profitabilitas Perusahaan Rasio profitabilitas adalah penggunaan dana mengenai hasil akan dapat dilihat setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta. Pada rasio profitabilitas penggunaan rumus, yaitu : Laba kotor penjualan - Gross Profit Margin = -------------------- X 100 % Total penjualan Untuk tahun 2000 217.337.635 - Gross Profit Margin = --------------- X 100 % 10.124.643.145 = 21,46 % Untuk tahun 2001

43

249.242.262 - Gross Profit Margin = --------------- X 100 % 11.142.667.460 = 22,37 % 51 Dari hasil perhitungan di atas, bahwa perusahaan dealer mobil merk Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor Makassar selama dua periode ini mengalami peningkatan sedikit yaitu dari 21,46 % menjadi 22,37 %. Jadi perusahaan dalam memperoleh keuntungan antara tahun 2000 dan 2001 mengalami peningkatan, namun hal ini kenaikan tidak berarti. Sedangkan rumus yang kedua dalam profitabilitas pada perusahaan, sebagai berikut : Laba operasi - Operating profit margin = --------------- X 100 % Total penjualan Untuk tahun 2000 2.371.150.708 - Operating profit margin = -------------- X 100 % 9.994.448.554

= 23,72 % Untuk tahun 2001 3.031.700.835 - Operating profit margin = -------------- X 100 % 10.917.887.915

= 27,76 % Analisis operating profit magin selama dua periode ini juga mengakami peningkatan dalam memperoleh keuntungan yaitu dari 23,72

44

meningkat menjadi 27,76 %, keuntungan ini sangat mempengaruhi kegiatan perusahaan, karena keuntungan yang diperoleh yaitu 4,04 % kenaikan selama dua periode. Berdasarkan hasil perhitungan profitabilitas selama dua periode yaitu tahun 2000 hingga 2001 pada PT. Bosowa Berlian Motor Makassar, ternyata tiap tahun mengalami keuntungan yang berarti. 5 2 5.6. Analisis Sumber dan Penggunaan Dana Analisis terhadap sumber dan penggunaan modal kerja suatu perusahaan dimaksudkan untuk dapat mengetahui tentang peningkatan dan adanya hambatan suatu perusahaan, karena yang menjadi tujuan penganalisaan dan pembahasan adalah kebutuhan modal kerja (Sumber Dana) perusahaan dealer mobil merk Mitsubishi, maka maksud tersebut dibutuhkan laporan keuangan berupa neraca dan perhitungan Rugi/Laba selama 2 (dua) periode seperti yang telah dikemukakan terlebih dahulu. Dengan membandingkan keadaan neraca periode ke periode dan perhitungan Rugi/Laba, maka dapat dilihat tentang kebijaksanaan yang ditempuh selama ini. Dalam penjelasan terlebih dahulu telah dijelaskan keadaan posisi keuangan perusahaan PT. Bosowa Berlian Motor Makassar selama 2 (dua) periode tetapi yang dianalisis perubahan modal kerjanya hanya yang terakhir saja, yakni tahun 2000 dengan tahun 2001 seperti dibawah ini :

45

53 TABEL V LAPORAN PERUBAHAN NERACA PERUSAHAAN PT. BOSOWA BERLIAN MOTOR MAKASSAR MULAI TAHUN 2000 - 2001 ----------------------------------------------------------------------------------URAIAN 31-12-2000 31-12-2001 PERUBAHAN ----------------------------------------------------------------------------------TAMBAH KURANG AKTIVA AKTIVA LANCAR : - K a s ......... 10.560.000 9.653.250 0 906.750 - B a n k ........ 1.735.631.543 1.923.664.600 188.033.057 0 - Piutang Dagang . 1.001.200.000 900.532.000 0 100.668.000 - Panjar Pembelian 953.650.000 1.323.627.750 369.977.750 0 - Persediaan Brg.Dagang 1.453.691.000 845.675.900 0 608.015.100 ------------- ------------- ------------- -------------Jumlah Aktiva Lancar 5.154.732.543 8.720.011.631 1.898.654.023 696.489.060 AKTIVA TETAP : - Tanah ........... 125.732.000 125.732.000 0 0 - Bangunan pabrik & Ktr 175.536.500 152.662.000 0 22.874.500 - Perlatan/ Mesin 1.943.632.754 1.896.632.324 0 47.000.430 - Kendaraan bermotor 263.432.000 243.562.000 0 19.870.000 - Inventaris Kantor 75.500.000 80.600.000 5.100.000 0 - Akumulasi Penyusutan (354.732.796) (415.432.590) 0 60.708.794 -------------- -------------- ------------- ------------Jumlah Harta Tetap 2.229.109.458 2.883.755.734 5.100.000 150.453.724 HARTA LAIN-LAIN - Hak konversi 1.543.762.637 1.503.632.637 0 40.130.000 -------------- -------------- ------------- ------------Jumlah Harta lain-lain 1.543.762.637 1.500.632.637 0 40.130.000 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK - Hutang Dagang ... 253.672.500 356.632.500 0 102.960.000 - Hutang biaya 56.706.752 50.396.701 6.310.051 0 -------------- -------------- ------------- ------------Total kewajiban lancar 310.379.252 407.024.201 6.310.051 0 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - Kredit modal kerja 7.800.000.000 7.200.000.000 600.000.000 0 -------------- -------------- ------------- ------------Jumlah kewajiban JP 7.800.000.000 7.200.000.000 600.000.000 0 MODAL

46

- Modal saham 250.000.000 250.000.000 0 0 - Laba ditahan 360.754.632 401.732.521 0 40.977.889 - Laba tahun berjalan 206.470.754 331.780.149 0 125.304.395 --------------- ------------- -----------------------Total modal 817.225.386 1.361.046.276 0 166.287.284 --------------- ------------- -----------------------Jumlah 8.927.604.638 8.590.541.871 1.169.420.858 1.169.420.858 ------------------Sumber : Tabel I dan III Hasil Analisis Data. 54 TABEL VI LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA PT. BOSOWA BERLIAN MOTOR MAKASSAR 31 DESEMBER 2000 DAN 2001 ------------------------------------------------------------SUMBER DANA - Laba di tahan .................. Rp. 40.977.889 - Bertambahnya laba tahun berjalan Rp.125.309.395 - Bertambahnya hak konversi ...... Rp. 40.130.000 - Akumulasi pebyusutan .......... Rp. 60.708.794 - Kendaraan ..................... Rp. 19.870.000 - Peralatan/ mesin .............. Rp. 47.000.430 - Bangunan ...................... Rp. 22.874.500 - Modal kerja .................... Rp.248.228.992 --------------J u m l a h ............................ Rp.605.100.000 PENGGUNAAN MODAL KERJA : ----------------------- Inventaris kantor ...................... Rp. 5.100.000 - Kredit modal kerja ..................... Rp.600.000.000 ------------J u m l a h ......................... Rp.605.100.000 ------------------Sumber : Tabel IV dan V Hasil Analisis Data.

47

Berdasarkan laporan sumber dan penggunaan dana yang dibuat berdasarkan perubahan neraca tahun 2000 dengan tahun 2001, maka terlihat bahwa dana yang dipergunakan untuk biaya Bank sebesar Rp.188.033.057,bertambahnya panjar pembelian sebesar Rp.369.977.750,- inventaris kantor yaitu sebesar Rp.5.100.000 bertambahnya hutang biaya sebesar Rp.6.310.051, sehingga jumlah sumber bertambahnya kredit modal kerja sebesar Rp.600.000.000,sehingga berjumlah sebesar Rp. 55 1.169.420.858,-. Sedangkan di lain pihak dana yang dipergunakan adalah bersumber dari hasil usaha laba ditahan yaitu sebesar Rp. 40.977.889,- bertambahnya laba ditahan berjalan sebesar Rp. 125.960.000,- bertambahnya hak konversi sebesar Rp.40.130. 000 akumulasi penyusutan sebesar Rp.60.708.794 bertambahnya kendaraan sebesar Rp.19.870.000, bertambahnya peralatan/ mesin sebesar Rp.47.000.430,bertambahnya piutang proyek sebesar Rp.100.668.000,- dan kas sebesar Rp.906.750.,- sehingga jumlah dana yang dipergunakan adalah sebesar Rp. 1.169.420.858,-. Dari penjelasan di atas nampak bahwa penggunaan dana yang paling menonjol adalah untuk menambah modal sendiri dan laba ditahan selain itu juga dipergunakan pula untuk membiayai hutang lain-lain dan pembayaran kas. Membuktikan bahwa perusahaan dealer mobil merk Mitsubishi PT. Bosowa Berlian Motor Makassar sedang mengadakan perluasan usaha dalam meningkatkan produktivitas usahanya. 5.7. Posisi Perubahan Modal Kerja Perusahaan Bertitik tolak dari pada laporan keuangan tahun 2000 dan tahun 2001, maka terlihat pos-pos yang perlu mendapat perhatian khusus dari pimpinan perusahaan agar supaya dalam menjalankan operasinya dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dari pada perubahan modal kerja dapat memberikan gambaran yang lebih jelas khususnya posisi perubahan modal kerja perusahaan pada tahun 2000 dan tahun 2001, hal ini 56 bertujuan untuk meninjau kebijaksanaan pembelanjaan pada tahun sebelumnya, posisi perubahan modal kerja, sebagai berikut : TABEL VII LAPORAN PERUBAHAN MODAL KERJA PADA PT. BOSOWA BERLIA MOTOR MAKASSAR PERIODE TAHUN 1999 - 2000 (DALAM JUTAAN RUPIAH) .pm1 ---------------------------------------------------------------------------------URAIAN 31-12-2000 31-12-2001 PERUBAHAN ---------------------------------------------------------------------------------AKTIVA TAMBAH KURANG AKTIVA LANCAR :

48

- K a s .......... - B a n k ........ - Piutang ........

10.500.000

9.653.250

906.750

1.735.631.543 1.923.664.600 144.033.057 1.001.200.000 900.532.000 0 100.668.000 0

- Panjar pembelian - Persediaan barang

953.650.000 1.323.627.750 369.977.750

1.453.691.000 845.675.400 0 608.015.100 ------------- ------------- ----------- ----------Jumlah Aktiva Lancar 5.154.732.543 5.003.153.500 558.010.807 709.584.850 HUTANG LANCAR : - Hutang Dagang ... - Hutang biaya .... 102.960.000 ------------- ------------- ----------- ----------- Modal kerja ..... 4.844.353.791 4.596.124.299 564.320.858 812.549.850 - Kenaikan/bertambahnya modal kerja ... 248.228.992 0 -------------------Jumlah 812.549.850 ------------------Sumber : Tabel II dan III Hasil Analisis Data. 812.548.850 253.672.500 356.632.500 0 102.960.000

56.706.752 50.396.701 6.310.051 0 ------------- ------------- ----------- ----------310.379.252 407.029.201 6.310.051

49

57 TABEL VIII LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PT. BOSOWA BERLIAN MOTOR MAKASSAR PER 31 DESEMBER 2000 DAN 2001 (DALAM JUTAAN RUPIAH) -----------------------------------------------------------SUMBER MODAL KERJA : - Laba di tahan .................. Rp. 40.977.889 - Bertambahnya laba tahun berjalan Rp.125.309.395 - Bertambahnya hak konversi ...... Rp. 40.130.000 - Akumulasi pebyusutan .......... Rp. 60.708.794 - Kendaraan ..................... Rp. 19.870.000 - Peralatan/ mesin .............. Rp. 47.000.430 - Bangunan ...................... Rp. 22.874.500 - Modal kerja .................... Rp.248.228.992 --------------J u m l a h ............................ Rp.605.100.000 PENGGUNAAN MODAL KERJA : ----------------------- Inventaris kantor ...................... Rp. 5.100.000 - Kredit modal kerja ..................... Rp.600.000.000 ------------J u m l a h ......................... Rp.605.100.000 ------------------Sumber : Tabel IV dan V Hasil Analisis Data. Dalam hubungan ini penulis akan memberikan analisis fund flow yang memperlihatkan sumber dan penggunaan dana tahun 2000 dan tahun 2001 dengan maksud untuk mengetahui perubahan modal kerja perusahaan pada tahun 2001.

55 5.7. Analisis Pembelanjaan Perusahaan Analisis pembelanjaan perusahaan industri perkayuan CV. Yuli's Makassar selama dua periode yaitu tahun 1999 dan 2000, sehingga dengan analisis tingkat perputaran modal kerja (Working Capital turn over) dapat diketahui

50

tingkat kemampuan dari masing-masing uraian akan nampak dengan sendirinya yaitu : - Working Capital turnover untuk tahun 1999 yaitu 2 kali - Working Capital turnover untuk tahun 2000 yaitu 2 kali Analisis pembelanjaan perusahaan di atas, nampaknya sama, namun pada yaitu ada kenaikan yang tidak berarti, dalam metode analisis pembelanjaan di anggap sama saja selama dua periode. Metode analisis pembelanjaan perusahaan yang lain yaitu perputaran persediaan rata-rata (Inventory turn over), yaitu : - Inventory turnover untuk tahun 1999 yaitu 7 kali - Inventory turnover untuk tahun 2000 yaitu 7 kali Berdasarkan hasil analisis working capital selama dua periode yaitu tahun 1999 dan 2000 mengalami peningkatan menjadi yaitu dari 6,62 kali meningkat menjadi 6,86 kali namun dibulatkan 7 kali kedua periode. Pada analisis ketiga menyangkut tentang perputaran jumlah aktiva dalam aktivitas perusahaan selama 2 (dua) periode yaitu tahun 1999 dan 2000 juga 2 kali selama dua tahun. Dalam perhitungan ada perbedaan sedikit, tapi dibulat kan menjadi 2 kali. 56 - Total assets tunover untuk tahun 1999 yaitu 2 kali - Total assets tunover untuk tahun 2000 yaitu 2 kali Analisis tingkat perputaran perusahaan yang digunakan yaitu 3 (tiga) analisis, sehingga hasil analisis tingkat perputarannya berbeda, tapi namun analisis yang tepat adalah inventory rata-rata 7 kali selama satu periode (satu tahun), sedangkan pada kedua analisis hanya 2 kali saja 1 periode. Sesuai dengan hipotesis berapa kali tingkat perputaran modal telah terbukti bahwa yang paling tepat digunakan untuk mengembangkan usaha perusahaan yaitu inventory rata-rata.

51

52

"Diduga bahwa, tingkat perputaran modal kerja sesuai dengan tingkat permintaan konsumen".

53

54

55

Anda mungkin juga menyukai