DAFTAR PUSTAKA 1. Depkes RI, 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta. 2. Depkes RI, 2008. Millenium Development Goals 2015.

Jakarta. 3. Eddy Soewandojo Soewando, 2002. Seri Penyakit Tropik Infeksi; Perkembangan Terkini Dalam Pengelolaan Beberapa Penyakit Tropik Infeksi. Penerbit Airlangga University Press. 4. Ditjen P2M & PL. Depkes RI, 2005. Pedoman Pengendalian Demam Tifoid Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta. 5. WHO, 2004. Thypoid Fever. www. WHO. Int. 6. Crump. J.A, dkk, 2004. The Global Burden of Thypoid fever. Buletin WHO 7. Ditjen PP & PL. Depkes RI, 2007. Buku Data 2006. Subdit Surveilans Epidemiologi. Dit. Sepim Keswa. Ditjen PP & PL. Depkes RI. 2007. 8. Ditjen PP & PL. Depkes RI. 2006. Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2005. Jakarta. 9. Ditjen PP & PL. Depkes RI. 2008. Data Surveilans Epidemiologi Tahun 2007. Jakarta. 10. Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, 2008. Profil Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Tahun 2008. Sumatera Utara. 11. T. H. Rampengan. Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. Cetakan I. Tahun 1993. 12. Indro Handojo. Imunoasai Terapan Pada Beberapa Penyakit Infeksi. Airlangga University Press. 2004. 13. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. Penerbit FK-UI. Jakarta. 2006. 14. Rusepno Hasan. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-UI. Jakarta. 1995.

Universitas Sumatera Utara

1993. Demam Tifoid. 17. Peternakan. Yogyakarta. Demam Tifoid.15. Rineka Cipta. Edisi III jilid I. Universitas Sumatera Utara . Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Tesis Program Pasca Sarjana FK. Penerbit Binarupa Aksara. Nur Nasry Noor. Jakarta. Jilid I Edisi III.Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Anak Yang Dirawat di RS Kota Bengkulu Tahun 2009. Soedarno SS. Deptan. T. R dan Bonita. 26. Soetomo Surabaya. Balai Penerbit FK-UI. 22. Ariyanti. FK-UI. dkk. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. 2008. 2006. Notoatmodjo. Arif Mansjoer. Universitas Airlangga. 2001. 1994. Dasar-Dasar Epidemiologi. 2009. Penerbit Rineka Cipta. R. Penerbit Media Aesculapius. 23. Juwono R. Jakarta. 1996. 83.Universitas Gajah Mada. E. 2006. 2001. Dan Supar. 2003. Heru Laksono. Kuspuji Triyanti. S. Simanjuntak. Karanganyer Tahun 2007. 27. Karanganyer. Cermin Dunia Kedokteran No. Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Medan Tahun 2004-2006. 25.go. Kapita Selekta Kedokteran. Profil Kesehatan Kabupaten Karanganyer Tahun 2007. Faktor.id. Metode Penelitian Kesehatan. Rumintan. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Lubis. Penerbit PT. R. 1997. Gajah Mada University Press. 2009. Agus Syahrurahman. Problematika Salmonellosis pada Manusia. 2007. 18. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Beaglehole. Tesis Program Pasca Sarjana. 20. Yogyakarta. Litbang. Jakarta. 19. Garna H. H. C. 24.www. 21. Buku Ajar Infeksi & Pediatric Tropis. Dinas Kesehatan Kab. Hadinegoro SR. 16. Faktor Resiko Kejadian Demam Tifoid Penderita Yang Dirawat di RSUD Dr. Surabaya. Skripsi FKM USU Medan. Epidemiologi dan Perkembangan Penelitian.

Skripsi FKM USU.07. 2005. 2009. Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Tentara TK-IV 01. Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Sri Pamela PTPN 3 Tebing Tinggi Tahun 2004-2008. 2009. Hasibuan Siska I. Nainggolan Rani F. Skripsi FKM USU Medan 29. Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Martha Friska Medan Tahun 2004. Skripsi FKM USU Medan. Skripsi FKM USU Medan 30.28. Rini Aswita.01 Pematang Siantar Tahun 2008. Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di Rumah Sakit Tembakau Deli PTP Nusantara II Medan Tahun 2002 – 2003. Universitas Sumatera Utara . 2005. Nasution Sri H. 31.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful