Anda di halaman 1dari 3

Nama Pengarang Judul Buku Kota Penerbit Penerbit Tahun Terbit Jumlah Halaman

: Ir. Nur Tjahjadi : BERTANAM MELON : Yogyakarta : Kanisius : 1 Maret 1989 : 47 halaman

BERTANAM MELON Tanamn melon merupakan tanaman hortikultura yang cocok pada daerah pegunungan, dimana tanaman ini memerlukan sinar matahari yang banyak untuk pertumbuhannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman melon antara lain: iklim, tinggi-rendahnya letak geografis, kesuburan tanah, dan faktor biotik. Dalam bertanam melon, tanah yang dikehendaki ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik. Cara bercocok tanam pada melon dimulai dengan pengerjaan tanah, yaitu dengan pembuatan bedengan untuk lahan penanaman yang selanjutnya pemberian pupuk kandang, pupuk dasar dan pengapuran. Setelah itu dilanjutkan dengan persemaian benih yang sudah direndam di dalam air selama 24 jam. Setelah tanaman melon tumbuh maka dilakukan perawatan dengan pemangkasan cabang pada ketiak daun, dan juga pemberian pupuk serta pengairan. Dan yang terakhir adalah panen dan pasca panen. Untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit pada tanaman melon maka harus dilakukan pemantauan setiap hari. Usaha pengendalian patogen dan hama lebih diarahkan pada pencegahan penyebaran.

KELEBIHAN DARI BUKU BERTANAM MELON Buku Bertanam Melon karangan Ir . Nur Tjahjadi ditujukan kepada siapa saja yang mempunyai peran dalam pengembangan tanaman di Indonesia, khususnya di sektor pertanian tanaman holtikultura. Penulis memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara bertanam melon yang baik dan benar. Dalam buku Bertanam Melon, penulis memberikan berbagai informasi mengenai buah melon, apa saja jenis-jenis buah melon, asal mula dan perkembangan tanaman melon. Dalam buku ini penulis memberikan penjelasan kepada pembaca bagaimana syarat tumbuh tanamn melon. Dijelaskan bahwa tanaman melon lebih cocok pada daerah pegunungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman melon, seperti iklim, tinggi rendahnya goegrafis dll. Buku Bertanam Melon juga menjelaskan apa saja teknik pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanamn melon. Dengan adanya cara-cara pengendalian hama dan penyakit tersebut dapat mempermudah pembaca khususnya yang sedang mempelajari teknik bertanam melon mengetahui bagaimanaa pengendalian harus dilakukan.

KEKURANGAN BUKU BERTANAM MELON Buku ini tidak menjelaskan daerah-daerah mana saja yang bagus untuk lahan penanaman melon, sehingga pembaca yang kurang mengerti tentang sektor pertanian hanya mengerti secara sekilas saja tanpa mengetahui daerah yang mungkin bisa dilihat sebagai contoh lokasi penanaman tanaman melon. Buku ini tidak menjelaskan bagaimana ciri morfologi tanaman melon yang pertumbuhannya bagus dan siap di panen. Sehingga para petani dalam melihat hasil panen mereka akan mengalami kesulitan bagaimana hasil panen yang baik dan bagus. Selain itu penjelasan menenai cara bercocok tanam kurang terperinci. Dalam pengendalian hama dan penyakitnya penulis hanya menyampaikan pengendalian dengan menggunakan pestisida. Sehingga pikiran pembaca hanya mengarah dengan penggunaan pestisida tersebut.

Saran Buku ini sebaiknya lengkapi dengan tahap-tahap pertumbuhan tanaman melon dari awal sampai panen. Sehingga pembaca lebih memahami bagaimana keadaan tanaman mereka ketika mereka melakukan proses bertanam melon. Kritik Menurut saya buku ini baik dan memiliki nilai yang bermutu bagi pembaca, hanya saja kurang lengkap.