P. 1
Letak Dan Luas

Letak Dan Luas

|Views: 67|Likes:
Dipublikasikan oleh Vina RizKy Agia

More info:

Published by: Vina RizKy Agia on Jun 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Letak dan Luas

Kawasan seluas 12.420,70 hektar ini terletak pada area yang menjadi kewenangan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang danKabupaten Garut. Sebagian besar area berada di Sumedang dan Garut. Secara geografis kawasan TB. Gunung Masigit-Kareumbi terletak antara 6° 51′ 31” sampai 7° 00′ 12” Lintang Selatan dan 107° 50′ 30″” sampai 108° 1′ 30” Bujur Timur.

Peta Administrasi Wilayah dan Area TBMK Data dasar Kawasan yang didapat dari BBKSDA Jabar adalah sebagai berikut:
   

Panjang Batas (1980): 128,46 KM Orientasi Batas (1997) : Pal Batas seluruhnya 2201 buah (1117 baik, 802 rusak, 282 hilang). Penataan Batas Blok : – Blok Pemanfaatan 7667,99 Ha Blok Penyangga 4753,51 Ha

Asal Nama

Masigit diambil dari Pasir Masigit yang terletak di sebelah timur kawasan. Sedangkan Kareumbi berasal dari gunung Kareumbi di sebelah barat kawasan. Kareumbi juga nampaknya diambil dari nama sebuah pohon, yaitu pohon Kareumbi (Homalanthus populneus) yang semestinya dahulu banyak terdapat di gunung tersebut.

DAS

Kawasan ini merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang juga menjadi penyangga bagi sungai Citarum, sungai terbesar di Jawa Barat. Dalam kawasan ini terdapat pula beberapa sumber air berupa sungai diantaranya adalah Sungai Cigunung, Cikantap, Cimanggu, Cihanyawar, Citarik Cideres, Cileunca, Cianten, Cikayap, Cibayawak, Cibangau, Cisereh dan Cimacan. Dapat ditambahkan juga Sungai Cideres, Citarik dan Cimulu.

Topografi

Topografi kawasan umumnya berbukit sampai bergunung-gunung dengan puncak tertinggi gunung Karenceng ± 1.763 m dpl.

Angbulu (Cironmera anbalqualis). Ikuti pranala berikut untuk melihat daftar flora di Masigit Kareumbi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber.Iklim Menurut klasifikasi iklim Schmidt Ferguson. Hutan tanaman ± 40 % didomonir oleh jenis pinus (Pinus merkusii). Cangkuang (Pandanaceae) dan lain-lain.). menggunakan jalan raya propinsi atau dengan kereta api. dan Kuren (Acasia decurens). ke lokasi ± 1. Cibugel: Bandung – Limbangan – Cibugel jarak ± 68 Km. Rusa Tutul (Axis axis). 2. Macan tutul (Panthera pardus). Puspa (Schima walichii).5 Km 3. Kera (Macaca fascicularis).lokasi ±3 Km Pintu masuk selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. Bultok (Megalaema zeylanica). kawasan ini termasuk tipe iklim C dengan curah hujan rata-rata per tahun 1900 mm. Pintu Masuk Blok KW. Dari jenis liana dan epiphyt yang terdapat di kawasan ini adalah Seuseureuhan (Piper aduncum). 1. Cibugel. Jarak kota Bandung – Cicalengka ± 30 Km. dan lain-lain. Cipancar: Bandung – Sumedang – Cipancar jarak ± 47 Km. Kucing hutan (Felis bengalensis). Anjing hutan (Cuon javanica). Kadaka (Drynaria sp). (Cigoler) Ditempuh dengan route jalan Bandung – Cicalengka – Sindangwangi – Tanjungwangi – Blok KW. Congok (Palmae). Lutung (Tracypithecus auratus) dan Burung Walik (Chalcophals indica). Leuwiliang menuju pintu masuk Blok KW (±2 Km) berupa jalan aspal kelas III dengan kondisi agak jelek dan sempit. Saninten (Castanea argentea). Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). jarak ± 43 Km. Dari pintu masuk menuju blok KW ±1 km jalan berbatu makadam dengan . Fauna Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan TB G. Kijang (Muntiacus muntjak). KW: Bandung – Rancaekek – Bypass Cicalengka – Sindangwangi – Tanjungwangi. kelembaban udara berkisar antara 60 – 90 % dan temperatur rata-rata 23 º C Flora Hutan alam Masigit Kareumbi di dominasi oleh jenis Pasang (Quercus sp. Kukang (Nycticebus coucang). Anggrek Merpati (Phalaenopsis sp). Masigit Kareumbi antara lain: Babi hutan (Sus vitatus). Dari Cicalengka menuju Sindangwangi (± 13 Km) dengan jalan beraspal hotmix dalam kondisi baik (2009). Sedangkan tumbuhan bawahnya terdiri dari tepus (Zingiberaceae). dari Sindangwangi melintasi Kp. Ikut pranala berikut untuk melihat daftar fauna di Masigit Kareumbi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Pintu Masuk dan Akses Ada beberapa pintu masuk ke kawasan TBMK. Rasamala (Altingia excelsea). Ayam hutan (Gallus sp). Bambu (Bambusa sp).

atau melalui route Bandung – Sumedang – Darmaraja – Cibugel (±72 Km). Dari Cibugel menuju lokasi Cikudalabuh (±3 Km) jalan berbatu dengan kondisi agak jelek. Untuk membaca apa saja yang terdapat di KW. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam cq. Pintu masuk CIbugel / Cikudalabuh Dapat ditempuh melalui route Bandung – Balubur Limbangan – Cibugel (±68 Km). STATUS: TIDAK AKTIF 3. Pintu ini terletak di kampung Leuwiliang. Pintu Masuk Ciceuri Ditempuh melalui route Bandung – Tanjungsari – Haurgombong – Ciceuri (±28 Km). STATUS: TIDAK AKTIF Pintu masuk utama menuju lokasi yang sudah dikelola oleh Manajemen adalah yang melalui Cicalengka. Desa Tanjungwangi.5 Km) dengan kondisi jalan agak jelek. selanjutnya dari Cipancar ke lokasi (± 1. jalan beraspal dengan kondisi baik. . Peta Arah ke KW (klik untuk detil) KW dapat dicapai lebih kurang 14km dari kota Cicalengka. STATUS: TIDAK AKTIF 4. Kecamatan Cicalengka. atau sekitar 90 menit berkendara dari Bandung. Kabupaten Bandung. Sejarah Pengelolaan Kawasan Karena termasuk kawasan konservasi. silahkan ikuti pranala ini. Lokasi pintunya disebut “KW” yang merupakan singkatan dari “Kawasan Wisata“. Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Lokasi KW dapat dilalui dicapai oleh kendaraan roda empat. STATUS: AKTIF 2. kawasan ini menjadi tanggung jawab Departemen Kehutanan cq. truk tentara dan bis mini (30 seat). Jarak dari pintu tol Jarak dari Tol Pasteur sampai KW adalah 62 kilometer. Pintu Masuk Cipancar Ditempuh melalui route Bandung – Sumedang menuju CIpancar (±47 Km) dengan jalan beraspal kondisi baik.kondisi agak jelek. sebagian kondisi jalan dari Haurgombong menuju lokasi Blok Ciceuri (±3 Km) berbatu dengan kondisi baik.

Dalam rencana pengelolaan tersebut. dilakukan pembagian zonasi ke dalam 4 zona. dan Rusa Tutul (Axis axis) (2). 69 tanggal 26 Agustus 1921 dan Gouvernment Besluit No. Zona Semi Perlindungan (Wilderness Zone) seluas ± 7. diantaranya Rusa Sambar (Cervus unicolor). Peta lampiran batas luar ini disahkan oleh Menteri Kehutanan pada tanggal 2 Februari 1982.98 Ha (1). Menteri Pertanian No 297/Kpts/Um/5/1976 tanggal 15 Mei 1976 kawasan ini ditetapkan sebagai Hutan Wisata dengan fungsi Taman Buru. 2 tahun 1978 tentang berdirinya Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Masigit Kareumbi. Periode 1970 – 1988 Melalui SK. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. beliau juga mengembangkan dan mengintroduksi berbagai jenis rusa. Kemudian pada tahun 1980 dilakukan penataan batas luar oleh Direktorat Jenderal INTAG Departemen Kehutanan. Jumlah rusa yang di introduksi sebanyak 25 ekor pada lahan berpagar seluas ±4 ha.7 ha. Milestone Pengelolaan Kawasan (klik untuk detil) Periode 1921 – 1927 Berdasarkan Gouvernment Besluit No. rasamala. Gunung Masigit Kareumbi saat ini berada di bawah koordinasi Bidang Wilayah II dan Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Jabar. Ibrahim Adjie memprakarsai pengembangan usaha di kawasan ini. Beliau membangun rumah di salah satu pintu masuk kawasan. Rusa Timor (Cervus timorensis). Dan selama dalam pengelolaan ini telah dilakukan kegiatan reboisasi antara tahun 1953 – 1976 dengan jenis tanaman pinus. Pada periode ini dibuatlah Rencana Pengelolaan (Management Plan) Hutan Wisata Buru Gunung Masigit-Kareumbi Tahun 1979 – 1984 oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. diantaranya kawasan TB.TB. sekaligus mengelola secara efisien. Periode 1966 Pada sekitar tahun 1966. yang selanjutnya disebut blok KW. ditetapkan bahwa wilayah kerja Perum Perhutani III meliputi bekas wilayah Dinas Kehutanan Jawa Barat. Bpk.800. Periode 1950an Kawasan hutan Gunung Masigit Kareumbi dikelola oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat. dan puspa seluas 4809. yaitu: 1. Usaha ini dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat dengan seksi PPA Jawa Barat II dan Pemda Kabupaten bandung dengan tujuan memanfaatkan sumberdaya satwa liar yang dibina secara baik. Karena kesukaan terhadap olahraga berburu. Pangdam Siliwangi. . Setahun kemudian pagar tersebut dibuka dan rusa dilepaskan ke dalam hutan (1). 27 tanggal 27 Agustus 1927. komplek hutan Gunung Masigit Kareumbi ditetapkan sebagai kawasan Hutan (1).

Gunung Masigit Kareumbi yang dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh Departemen/ Direktorat Jendral PHPA (1). Jawa Tengah. Zona Perlindungan (Sanctuary Zone) seluas ± 4. Zona penangkaran 3. Zona non-buru di Blok Cipancar dan Ciceuri 5. Periode 1988 – 1998 Kemudian pada tahun 1990 dilakukan program Perencanaan Tapak (Site Plan) oleh Fakultas Kehutanan IPB kerja sama dengan BKSDA III. Sebagai tindak lanjut PP tersebut maka pada tanggal 27 Februari 1988 telah dilakukan serah terima pengelolaan Hutan Wisata Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Dalam dokumen tersebut pembagian kewilayahan kawasan dilakukan sebagai berikut: 1. Dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. Zona penyangga diluar kawasan Kemudian pada tahun 1992 dilakukan kembali program pembuatan rencana pengelolaan (management plan) dari Direktorat Jenderal PHPA yang disusun oleh PT. Zona pengelolaan intensif 2. Zona peliaran dan perlindungan satwa buru 4. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana (1). Zona wisata alam lainnya. dan 6. Zona Rekreasi (Intensive Use Zone) seluas ± 520 ha. Cikudalabuh 2. Dalam konsep tersebut. 3. Zona padang buru di 5. 36 tahun 1986 tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) ditetapkan bahwa wilayah kerjanya meliputi hutan negara yang berada di Propinsi Jawa Timur. Jawa Barat. Zona Penyangga (Buffer Zone) meliputi areal berjarak ± 500 m dari batas kawasan ke arah luar Berdasarkan PP No. Hutan Wisata (termasuk Taman Buru) dan Taman Nasional.100 ha. Gunung Masigit Kareumbi diserahkan kembali kepada Perum Perhutani (1). maka hak pengusahaan TB. Cipancar dan Cibugel. 104/Kpts/II/1993 tanggal 20 Februari 1993. 520 juta. dari Direksi Perum Perhutani kepada Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) yang disaksikan oleh Menteri Kehutanan di Bali yang tertuang dalam naskah Berita Acara Serah Terima dengan ketentuan bahwa Perum Perhutani masih dapat mengelola hutan tanaman pinus pada TB. kecuali Hutan Suaka Alam. .2. Zona buru yang merupakan sebagian besar kawasan 4. Ciceuri. kawasan dibagi dalam: 1. Zona pengembangbiakan satwa buru di blok KW dan Cibugel 3. Masigit Kareumbi dijadikan proyek percontohan oleh BKSDA III dengan sumber dana mencapai Rp. 4. Zona pengelolaan di Blok KW. Zona desa binaan/ daerah penyangga Sehingga pada tahun 1990 – 1993 ini dapat disebutkan bahwa TB. Aristan Ekawasta.

Wisma Pemburu. Sedangkan sisanya seluas 4809. PMS pada blok pemanfaatan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Dalam perjalanannya kawasan ini kemudian ditetapkan melalui SK. tanggal 25 Februari 1998 yang menyetujui bahwa Hak pengusahaan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi diserahkan kepada PT. terutama pihak pengelola sendiri sampai akhirnya kawasan ini diambil lagi pengelolaannya oleh BKSDA. kepada Perum Perhutani diberi kesempatan untuk menyadap getah pinus dan tidak untuk memanfaatkan kayu. kolam renang. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. pihak pengelola ini terkait kasus penebangan hasil hutan terutama kayu yang menyeret banyak pihak kepada hukum.560. tentang Ijin Prinsip Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi dinyatakan bahwa ijin Pengusahaan Perburuan bertanggung jawab atas kelestarian fungsi kawasan. Namun dalam perjalanannya. Selain itu. 733/II/Kum/1998 Tanggal 16 April 1998. 141/Kpts/II/1998 tanggal 25 Februari 1998. perambahan kawasan untuk pertanian dan pengambilan kayu untuk keperluan bahan bangunan serta kayu bakar juga marak. . rumah sakit hewan bahkan mesjid juga tidak luput dari kerusakan. 298/Kpts-II/98 tanggal 27 Pebruari 1998 dan nama resminya adalah Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi.98 ha yang didalamnya terdapat tegakan pinus. Hak pengusahaan tersebut mencakup ijin untuk memanfaatkan dan menyadap getah. Periode 2008 s/d Sekarang Sampai tahun 2008. kompleks taman safari mini. Prima Multijasa Sarana (PMS) yang berada di blok pemanfaatan dan blok buru seluas 7. Selain itu. 923/Kpts-II/1999 Tanggal 14 Oktober 1999. Surat Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan No.72 ha. Infrastruktur dan bangunan yang dibangun oleh pengelola sebelumnya termasuk oleh pemrintah dan berbagai program yang telah diluncurkan lambat laun rusak. Bangunan Pusat Informasi Taman Buru milik BKSDA juga tak luput dari perusakan dan sudah tidak dapat digunakan kembali. hak pengusahaannya diserahkan kepada Perum Perhutani. Demikian juga perburuan liar yang menyebabkan satwa terutama rusa tak berbekas. 235/Menhut/-II/1998. Sebagian besar konstruksi bangunan dan infrastruktur. kawasan ini terutama area “KW” berada dalam kondisi terbengkalai.Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. Menhut No. Periode 1998 Muncul surat dari Menteri Kehutanan No. Pengusahan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi oleh Perum Perhutani kembali dicabut (1). diberikan ijin Pengusahaan Taman Buru kepada PT. termasuk bangunan rumah pak Ibrahim Adjie dicuri orang.

1/2009 yang pada intinya menyatakan bahwa BBKSDA setuju untuk melakukan kerjasama kemitraan Optimalisasi Pengelolaan Kawasan dengan Wanadri dan mekanisme kerjasamanya ditelurkan kedalam dokumen tersebut dengan diketahui oleh Departemen Kehutanan. program Wali Pohon telah menanam sejumlah 10. sesepuh Wanadri yang sering melakukan perjalanan ke kawasan ini. Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki GunungWanadri menyampaikan minat untuk melakukan pengelolaan kawasan pada pihak Kementrian Kehutanan dan BBKSDA. 1111/BBKSDA JABAR. Sejak diperkenalkan pada akhir 2008 sampai Maret 2009. Strategi tersebut menjadi andalan tim manajemen ini. Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi Maka pada akhir 2008 dibentuklah tim yang disebut Tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi. Program-program awal yang dilakukan di sini adalah Pendidikan & Pelatihan serta Program Konservasi Wali Pohon.Pada sekitar tahun 2006. Selanjutnya. Akhirnya pada tahun 2007. Setelah menempuh berbagai kewajiban diantaranya pembuatan Rencana Jangka Pendek dan Menengah. BBKSDA mengeluarkan surat keputusan No: 750/ BBKSDA JABAR. Model pembenahan kawasan dengan cara cost-recovery dan pola pelibatan masyarakat sekitar kawasan serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Remi Tjahari (W-090-LANG) melihat potensi kawasan yang sangat besar. pihak Dewan Pengurus Wanadri menunjuk Koperasi Wanadri melalui surat No: 02/ SPK/ DP/ XX/ W/ IV/ 2008 untuk membentuk sebuah badan otonom yang dapat melakukan fungsi-fungsi pengelolaan di TBMK.500 batang pohon dengan model adopsi bergaransi selama 5 tahun. Namun di balik potensi kawasan sebagai daerah konservasi dan sangat layak dikembangkan untuk wisata dan pendidikan alam terbuka juga terdapat potensi kerusakan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. . Sejak itu tim mulai bekerja melakukan pembenahan di kawasan utama yang disebut “KW”. pada bulan April tahun 2008. 1/ 2008 yang kemudian direvisi oleh SK No.

Kec. Pendidikan dan Pelatihan Alam Terbuka 2. Pemberdayaan Masyarakat 6. Penelitian dan Pengembangan Disadari. Kab. Bandung. Bandung. 25. dapat diperkirakan bahwa tantangan yang ada di kawasan ini cukup kompleks. Dukung kawasan ini dengan cara yang bisa anda lakukan. Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit – Kareumbi Kantor Pusat Jl. terutama yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam. bahwa pengelolaan sebuah kawasan konservasi bukanlah masalah yang mudah. Arumanis.Organigram Tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi Program Pengelola Enam program yang telah direncanakan dalam Rencana Jangka Pendek dan Menengah secara garis besar adalah: 1. Informasi lebih lanjut mengenai Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi dapat menghubungi: 1. CP: Eddy Sinuraya. Pemulihan Populasi Satwa Buru dan Wisata Buru 5. INDONESIA 40114 Ph/fax: +62 22 4206440 Nomor Rekening: . Dan melihat sejarah pengelolaan yang cukup panjang. Aceh 155.org CP: o Darmanto +62 812 213 288 Kantor Lapangan “KW” Kp. Jawa Barat. INDONESIA 40191 Ph/fax: +62 22 2502085 Email: info@tbmk. Karenanya tim Manajemen tidak dapat bergerak sendiri. Konservasi 4. satukan hati dan pikiran. Tentunya termasuk anda! Mari. Ja’i Suryana 2. Tanjungwangi. Bandung. Ds. Cicalengka. Semoga Indonesia selalu lestari. Leuwiliang. namun mutlak harus melibatkan berbagai pihak. Ekowisata 3. Sekretariat Wanadri Bandung Jl. Jawa Barat.

1. Acc #131 00 101 25260# A/n Koperasi wanadri 3. Bank Jabar. Acc #0006104428100# A/n Remi Tjahari/ Febby Nugraha . Bank Mandiri. Acc # 0190928096# a/n Managemen Pengelolaan Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi – Koperasi Wanadri 2. Bank BNI Cabang Perguruan Tinggi Bandung.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->