Anda di halaman 1dari 12

B A B

PEN H LUA DA U N

A. PENGERTIAN ISTILAH STATISTIK DAN STATISTIKA Statistik (statistic) berasal dari kata state yang artinya negara. Mengapa d isebut negara? Karena sejak dahulu kala statistik hanya digunakan untuk kepenwigankepentingan negara saja. Kepentingan negara itu meliputi berbagai bidang kvIudupan dan penghidupan, sehingga lahirlah istilah statistik, yang pemakaianiiya disesuaikan dengan lingkup datanya. Contohnya, dalam kehidupan sehari-hari wring kita dengan penghasilan Cing Indonesia rata-rata Rp 100.000,00 setiap bulan, tingkat inflasi rata-rata 9% , xlAitin, bunga deposito rata-rata 12% setahun, penduduk Indonesia yang bernitiklin di daerah pedesaan rata-rata 70%, penganut agama Islam di setiap propinsi i,ila- rata 90%, dan seterusnya. Ada kalanya data yang dikumpulkan di lapangan tidak disajikan dalam bentuk tal;i rata seperti tadi, tetapi disajikan dalam bentuk tabel atau diagram dengan 1 1 1 . 1 1 M) yang lebih rinci dan di bagian atas atau bawah dari tabel atau diagram diltiliskan judul yang sesuai dengan nama ruang lingkup data yang diperoleh. %tv,alnya judul tabel atau diagram tadi ditulis Statistik Sensus penduduk, Statistik Kepegawalan, Statistik Pengeluaran Keuangan, Statistik Produksi Barang, Statislik Keluarga Berencana, Statistik Kelahiran, dan sebagainya. Statistik yang hingsinya untuk menyajikan data tertentu dalam bentuk tabel dan diagram ini Ivinuistik statistik dalam arti sempit atau statistik deskriptif. statistik deskriptif ialah susunan angka yang memberikan gambaran tentang ,hl;$ yang disajikan dalam bentuk-bentuk tabel, diagram, histogram, poligon I wkiwnsi, ozaiv (ogive), ukuran penempatan (median, kuartil, desil, dan persenlih, ukuran gejala pusat (rata-rata hitung, rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan 04111s), simpangan baku, angka baku, kurva normal, korelasi, dan regresi linier. kt4ny;i stafisfik dalam arti Was yaitu salah sate alai untuk mengumpulkan -ha, mcnyokth data, inenank kesiinpulaui dan membuat keputusan berdasarkan 3

B A B I I DATA

i
A. PENDAHULUAN Data berbentuk jamak, sedang datum berbentuk tunggal. Jadi data sama dengan datum-datum. Data ialah suatu bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui berbagai malisis dapat melahirkan berbagai informasi. Dengan informasi tersebut, kita dapat mengambil suatu keputusan. Dalam statistik dikenal istilah-istilah jenis data, 1111gkatan data, sumber data, penyajian data, analisis data. Data dianalisis sesuai dengan jenis dan tingkatannya, karena itu masing-masing tingkatan data mempuiiyai analisis sendiri khususnya dalam analisis korelasi. Data yang baik tentu saja hares yang mutakhir, cocok
(relevant) dengan masalah penelitian dari sumber yang dapat

dipertanggungjwabkan, lengkap, Aural, objektif, dan konsisten. Pengumpulan data sedapat mungkin diperoleh dari liuigan pertama. Data yang baik sangat diperlukan dalam penelitian, sebabbagaimaniyun canggihnya suatu analisis data jika tidak ditunjang oleh data yang baik, maka hiisilnya kurang dapat dipertanggungjawabkan. It. JENIS DATA Jenis data secara garis besarnya dapat dibagi alas dua macaw yaitu data dikotomi dan data kontinum. Data Dikotomi Data dikotomi disebut: data deskrit, data kategorik atau data nominal. Data ini 1114,111I)akan hasil perhitungan, sehingga tidak dijumpai bilangan pecahan. Data , I i k of omi adalah data yang 15

B. DIAGRAM Penyajian data dalam gambar akan lebih menjelaskan laporan secara visual. Untuk maksud itu, pertama-tama diuraikan diagram batang.
,

Gratik Ill. 3 PERBANDINGAN PENERIMAAN NEGARA DALAM APBN DAN REPELI 1 1969/1970 - 1987/1988 (dalam milyar rupiah) M
000 dana bantuan luar negeri I penerimaan dalam negeri f perkiraan Repelita

1. Diagram Batang Diagram batang sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut, dan datatahunan yang tahunnya tidak terlalu banyak. Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu tegak dan sumbu datar yang berpotongan tegak lures. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa Skala bagian yang lama. Pada bagian bawah sumbu datar dituliskan atribut atau waktu dan pada sumbu tegak dituliskan kuantum atau nilai data. Contohnya-.
PRODUKSI
2.000

Fmw~ dana bantuan luar negeri I _____Q penerimaan dalam negeri


10400

perkiraan APBN

1.500

1.000

500

0
1979/80 80/81 81/82 82/83 83/84 84/85 85/86

P. Mo

1.400

EKSPOR

1.050

1 600
700

350

Jig/jo /()//1 11/12 12//A 11/ 1 4 1)P81111 MV11 H1182

82/8: WV114 1141111, 111/111'


`1

FP-L WM

)8

n 1~' 4JI

Ili/// I///1l

M/19 P)/HO 80/81 HIM; H7/A3 8:0 4 114/1V HYM

Ildh 11011

APHN I W'B

Conlohnya:

/swab: wab:
f 12

Buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif relatif kurang dart clan atau lebih untuk tabel di atas. Jawab: TABEL 111.15 DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF RELATIF KURANG DART UNTUK NILAI DP3
Mai DP3 kurang kurang kurang kurang kurang kurang kurang kurang dari dari dari dari dari dari dari dari 48 55 62 69 76 83 90 97 f
kum(%)

0 2,94 8,82 29,41 64,71 85,29 94,12 100

3 2 1 47,5 54,5 61,5 68,5 75,5 82,5 89,5 96,5

Gambar 111.46: Histogram DP3

F. POLIGON FREKUENSI Poligon frekuensi ialah gambar garis yang menghubungkan tengah-tengah nap sisi atas yang berdekatan dengan tengah-tengah jarak frekuensi absolut m;ising-masing. Jika daftar distribusi frekuensi mempunyai kelas-kelas interval s,mg berbeda, maka tinggi diagram tiap kelas harus disesuaikan. Untuk im, ambil p.mlang kelas yang sama yang terbanyak terjadi sebagai satuan pokok. Tinggi imiuk kelas-kelas lainnya digambarkan sebagai kebalikan dari panjang kelas -likalikan dengan frekuensi yang cliberikan. Coutoh:

TABEL 111.16 DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF RELATIF ATAU LEBIH UNTUK NILAI DP3
Mai DP3 48 55 62 69 76 83 90 atau atau atau atau atau atau atau lebih lebih lebih lebih lebih lebih lebih f
kum(%)

100 97,06 91,18 70,59 35,29 14,71 5,88

12_.

D. HISTOGRAM Histogram ialah penyajian data distribusi frekuensi yang diubah menjadi 4 diagram batang. Untuk menggambarkan histogram dipakai sumbu mendatar yang, menyatakan batas-batas kelas interval clan sumbu tegak yang menyatakan frekuensi absolut atau frekuensi relatif. Contohnya: Buatlah histogram untuk tabel distribusi pada tabel di lialmnan 75 76
47,5 54,5 61,5 68,5 75,5 82,5 89,5 96,5

Cambar 111-47: Poligon Frekuensi DP3

77

V1. PENILAIAN 1. Alat alas penilaian yang dapat digunakan terdiri yangdari pemberian tug diberikan dosen untuk mengukur dayaserap mahasiswa sekaligus sebagai kontribusi penilaian akhir d; den an bobot
g

2.

Teknik

25%. penilaian dapat dilaksanakan secara tertulis. c lisan, dan sikap.

L_

BAB IV KEADAAN KELOMPOK

P EN D A H U L U A N Pciiyapan data dengan cara-cara diagram, tabel, histogram, poligon, dan ozaiv 111,11 dikembangkan menjadi ukuran penempatan maupun ukuran gejala pusat. iii,in penempatan disebut juga dengan istilah ukuran letak. Dan ukuran gejala it disebut juga ukuran tendensi sentral.
N

II

I ihurtln dari data sampel disebut statistik dan ukuran dari populasi disebut viler. Ukuran penempatan terdiri atas: Median
I

I,

Kuartil I Desil Persentil

I Ikuran gejala pusat terdiri atas: Rata-rata atau rata-rata hitung Rata-rata ukur. Rata-rata harmonik. I M odu s . kcadaan kelompok lainnya adalah: simpangan baku dan angka baku. 11
UKURANPENEMPATAN

Median (yang selanjutnya disingkat Me) ialah nilai tengah-tengah dari data
zn

diobservasi, setelah data tersebut disusun mulai dari urutan yang terkecil .,pm yang terbesar atau sebaliknya. Jika jumlah datanya ganjil, maka Me 1 111.11 lepat di tengah-tengah.
41H .

S2

ANL~

;i ~

modus tersebut dinamakan bimodal. Demikian seterusnya. Modus sering fugal disingkat dengan Mo.
Contoh: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14

I-,. UKURAN SIMPANGAN

3, 5, 7, 8, 10, 10, 10, 14, 14, 14 Modus merupakan alat deskripsi yang tepat namun kasar dan hanya sesuai untuk mendeskripsikan kasus-kasus tipikal atau alat untuk mencari kejadian-kejadian yang sedang populer saja. Modus t1dak terpengaruh pada kasus ekstrem. D. HUBUNGAN ANTARA RATA-RATA, MEDIAN, DAN MODUS 1. Pada distribusi normal, ratarata median dan modus bersekutu atau x = Mo = Me (A)

14 = unimodal 10 dan 14 = bimodal

Selain ukuran penempatan dan ukuran gejala pusat di atas, maka masih ada 11knian lainnya yaltu ukuran simpangan atau ukuran variasi atau ukuran dispersi. I t iran ini menggambarkan derajat berpencamya data kuantitatif. Ukuran sim loiipan ini terdiri atas rentang, rentang antarkuartil, simpangan kuartil, rata-rata simpangan baku dan koefisien variasi, serta. varians. Dar] ben-nacam1 1 1 , 1 ( i l l n ukuran simpangan tersebut, maka ukuran yang paling penting untuk dycla jari adalah rentang, simpangan baku, clan varians.
i j

1. Rentang Rentang ialah ukuran variasi yang paling sederhana yang dihitung dari datum dirsar dikurang data terkecil. Rumusnya ialah: Rentang =
datum

,,,besar daturn,,rkecil atau


X

R = 1r X11 (A)
1

oriliph

Soal:

Carilah rentang untuk data sampel: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14.
let

wah:

2.

Pada distribusi juling positif. Mo terletak di bawah puncak kurva. Me di kanan Mo dan -k-di kanan Me (B).
Mo Me 7

P,=14-3=8 Simpangan Baku dan Varians


I

1ran simpangan baku yang paling banyak digunakan ialah simpangan

1 -4 11 Simpangan baku ialah suatu nilal yang menunjukkan tingkat variasi suatu I - I. onpok data. Jika simpangan baku tersebut dikuadratkan, maka la disebut

(B)

3.

Pada distribusi juling negatif,


j

Z'

Simpangan baku untuk data sampel disebut s dan variansnya ialah s2 , simpangan baku untuk data populasi disebut a (baca tho) dan varii & l 6 2 . Jadi s dengan s merupakan statistik dan 6 serta merupakan lltwillw(cr. lika kitamempunyal sampel berukuran n dengan data x , ..... x , dan -iii ima x, maka s dapat dihitung dengan rumus:
OP'llny,kan
a I j 2 62 x i, 2 . 2

Mo terletak di bawah puncak kurva, Me di kiri Mo danx di kin Me (C).


7 Me Mo (C) Gambar IVA: flubtingan Rata-rata, Median dciigati Modus ()J

s 2 = Y(Xi x)2 n-1 alau


V

tl

y X2

(y xi)'

n(n 1) 95

13,1386 ~ 13,1389 = 3,6247. F. ANGKA BAKU

3) menyusun norma penilaian, clan 4) menormalisasikan distribusi.


x adalah rata-rata untuk sampel, dan (baca mu) adalah rata-rata untuk ji(yulasi. Jadi x adalah statistik, sedangkan adalah parameter untuk menyatakan i ,ikt-rata.

Angka baku atau bilangan baku digunakan untuk membandingkan keadaan listribusi gejala. Andaikan kita mempunyai sebuah sampel berukuran n dengan lata x,, x,,... x. sedangkan rata-rata 7x dan simpangan baku s, maka angka bakunya lihitung dengan rumus:
Z

xi x untuk i = 1, 2, ... , n
s

~ontoh Soal: Diketahui data: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14. Hitunglah angka bakunya masing-masing. fawab: Simpangan baku = 3,92 dan x = 9,7. Angka baku untuk x, 3 ialah z = 3 9,7 _ 1,71 3,92 Lanjutkan untuk x, lainnya.

Hubungan antara 3c, U dan H dinyatakan oleh H < U < x. Sedangkan hubungan Me clan Mo adalah: 1) pada distribusi normal, _X, Me clan Mo bersekutu atau x = Mo = Me; 2) pada distribusi juling positif, Mo terletak di bawah puncak kurva. Me di kanan Mo clan N di kanan Me; 3) distribusi juling negatif, Mo terletak di bawah puncak kurva, Me di kiri Mo dan x di kiri Me. Rentang ialah ukuran variasi yang paling sederhana yang dihitung dari data i, ibcsar dikurangi data terkecil. Ukuran simpangan baku yang paling banyak digunakan ialah simpangan kiku. Simpangan baku ialah nilai yang menunjukkan tingkat variasi suatu kelomdata. Jika simpangan baku dikuadratkan, maka la disebut varians. Simpangan kilm data sampel disebut s dan variansnya s', sedangkan simpangan baku data y 1,-ytilasi disebut c dan variansnya a'. Jadi s dengan s' merupakan statistik dan (T 2 . I I a (T merupakan parameter. 11. SOAL-SOAL 1. Mengapa kita memerlukan ukuran letak dan pusat? 2. Apa arti ukuran penempatan/ukuran gejala pusat? 3. Apa arti Me? dan apa gunanya? 4. Apa arti kuartil, desil, dan persentil? Gunanya? 5. Apa arti U dan H? 6. Bagaimana hubungan _x, Me clan Mo. Gambarkan. 7. Bagaimana hubungan _x, H dan U. Gambarkan. 8. Mengapa kita memerlukan simpangan baku? (). Apa manfaat dari angka baku (angka standar)? I (). Carilah Me, Mo, x dari data: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8.

F. RINGKASAN Pengembangan dari penyajian data dengan tabel, diagram dapat dilanjutkan lengan ukuran penempatan dan ukuran gejala pusat. Ukuran yang dihitung dari lata sampel disebut statistik dan ukuran yang dihitung dari populasi disebut parameter. Ukuran penempatan terdiri atas: median, kuartil, desil, dan persentil. Sedangkan ukuran gejala pusat terdiri atas: rata-rata (x), rata-rata ukur (U), rata-rata harmon i k 'H) dan modus (Mo). Masing-masing ukuran mempunyai kegunaannya. Me ialah alai tengah dari data yang diobservasi. Guna Me ialah untuk distribusi data yang idak normal. Kuartil ialah sekelompok data yang dibagi 4 sama banyakny;i sehingga didapat 3 kuartil. Desil ialah sekelompok data yang dibagi 10 sallw )anyaknya sehingga didapat 9 desil. Persentil ialah sekelompok data yang clikyj 100 sama banyaknya sehingga didapat 99 persentil. Persentil berguna untuk: 1) membagi distribusi menjadi beberapa kelas yang sama besar frekLIC11sinya, 2) memisahkan sebagian distribusi dari sisanya,

00

BAB V DISTRIBUSI PELUANG

A PENDAHULUAN
Distribusi peluang terdiri atas: I. Distribusi binom. Distribusi multinom. Distribusi hipergeometrik. 4. Distribusi poison. 5. Distribusi normal. 0. Distribusi student. 1. Distribusi chi-kuadrat. X. Distribusi F. Distribusi 1 sampai 4 digunakan untuk data acak diskrit clan distribusi 5 unipai 8 untuk data acak kontinu. Distribusi yang paling banyak digunakan dalam 1 m-Iinan sosial adalah distribusi 1 sampai 8 yang diuraikan sebagai berikut.
11 I

DISTRIBUSI NORMAL D;ilani bab terdahulu kita telah dapat menyajikan data menurut keadaan honpok, simpangan baku, clan angka baku. Penyajian tersebut dapat pula I., i i I i i I kan dengan menggunakan distribusi normal. Sebagai contoh, dalam suatu 1, ~i i ihaan lari masal kita dapat menyajikan data dalam bentuk keadaan kelomNanum jika clikehenclaki, data tersebut dapat pula dilanjutkan dengan pea.

Pvnd ahu l u an

berapa pehri yang gaga) untuk jarak 10 Km?

1). berapa pchi i yang snksys imnik jarak 10 Km lebih? 105

2) Gambarkan kurvenya. 3) Tuliskan nilai z hitung pada sumbu X di kurve di atas clan tarik garis dari tit ZIMMI, ke atas sehingga memotong garis kurve. 4) Luas yang terdapat dalam tabel merupakan luas daerah antara garis tegi ke titik 0 di tengah kurve. 5) Carilah tempat nilai z dalam tabel normal. 6) Luas kurve normal = 1, karena V = 0, maka luas dari 0 ke ujung kiri = 0, Luas dari 0 ke titik kanan = 0,5. Jika z bilangan bulat, maka luas daerah (dalam %) adalah sebagai berikt

Contoh Soal )arl 100 responden didapat harga rata-rata untuk angket motivasi kerja = 75 (Iciigan simpangan baku = 4.

Mianyakan:
I) Berapa jumlah responden yang mendapat m1al 80 ke atas? Berapa jumlah responden yang mendapat nilai 70 ke bawah? i) Berapa nilai responden yang dapat dikualifikasikan 10% dari nilai tertinggi?

Jawab:
zX
(Y

80-75 4 1,25 dari tabel kurve normal didapat luas ke kanan = 10,56%. Jadi jumlah responder = 10,56% x 100 = I 1 orang.
Gambar VA: Kurve Normal Baku dalam %

Jika z bukan bilangan bulat, maka luas daerahnya dicari dengan menggunak abel kurve normal baku.
1.

75-80 4 1,25 dari tabel kurve normal didapat luas ke kiri = 10,56%. Jadi jumlah responden = 10,56% x 100 = 11 orang. i) Batas kualifikasi 10% tertinggi = 50% 10% = 40% dari tabel didapat 1,28. Karena SD tertinggi = 4, maka untuk 1,28 SD = 1,28 x 4 = 5,12. Jadi skor tertinggi 75 + 5,12 = 80,12. PF,NGUJIAN NORMALITAS DATA Pciigujian normalitas data digunakan untuk menguji apakah data kontinu 1111stribusi normal sehingga analisis dengan validitas, reliabilitas, uji t, korelasi, ricsi dapat dilaksanakan.
I)[ pihak lain, beberapa ahli menyatakan bahwa uji normalitas tidak diperiii (erhadap data yang jumlahnya sama dengan atau lebih dari 30 buah atau A)w sampel besar (Sudjana, 1989 & Sutrisno Hadi, 1986). Tetapi ada pula ahli 11W menyatakan bahwa data sudah dianggap normal jika jumlahnya 100 buah hili (Niinnally, 1975:113). Pendapat im sejalan pula seperti yang diungkapkan h SudJana (1989).

Cara Menggunakan Tabel Kurve Normal Baku

a. Berapa z = + 2,34? Jawab: 0,4904 atau 49,04% (ke kanan). b. Berapa z = 2,34? Jawab: 0,4904 atau 49,04% (ke kiri). c. Berapa luas antara z = 2,34 dan z = +2,34 atau (-2,34 < z < +2,34)? Jawab: 49,04 + 49,04 = 98,08%. d. Berapa luas antara z = 1,23 dengan z = 2,34 atau (1,23 < z < 2,34)? Jawab: z = +2,34 = 49,04% z = +1,23 = 39,07% 9,97% e. Berapa luas z = +1,23 ke kanan? Jawab: z = +1,23 ke kanan = 10,93% f. Berapa luas z = +1,23 ke kiri? Jawab: 100% 10,93% = 89,07% 9. Berapa nilai z untuk luas 49,60%? Jawab: 2,65. 08

h-iigLyian normalitas data dapat dilakukan dengan carat I) kertas peluang 1101-111JI yang disingkat kertas peluang, koefisien ktirlosis, koefisien kurtosis pciscwil,

109

.1.

hitting

sit-in membuat suatu keputusan untuk memilih salah satu dari dua bentuk gaya 111111),ajar atau gaya kepemimpinan, maka uji dua pihaklah yang lebih cocok untuk

x o
t hitting
~

26, 36 - 2 4
7,23

Sebaliknya, jika peneliti ingin memutuskan untuk mengadopsi suatu sistem Iiiii uMau metode barn, maka uji satu pihaklah yang lebih cocok untuk dipilih. Oleh kil) itu, uji satu pihak dapat membantu untuk pengembangan suatu teori. B obe r a p a a hl i be r p e nd a p a t bah w a u j i du a pi ha k l e bi h d ap a t di pe r iMipTungiawaRan untuk ilmu-ilmu sosial. Dalam pengujian hipotesis akan terjadi dua macam kesalahan yaitu: Kesalahan I yaitu menolak hipotesis yang seharusnya tidak ditolak. Dan kesalahan tipe v,titu tidak menolak hipotesis yang seharusnya ditolak, betapapun kecilnya. I til uk mengatasi ini, maka perlu ditentukan risiko kesalahan yang akan kita ambit imiti dengan menentukan besarnya taraf kesalahan atau (x nya. Taraf signifikansi dinyatakan dalam dua atau tiga desimal atau dalam persen. I iw;in dari taraf signifikansi atau taraf kesalahan ialah taraf kepercayaan. Jika 1 it,d signifikansi = 5%, maka taraf kepercayaan = 95%. Demikian seterusnya. Dalam penelitian sosial, besarnya a blasanya diambil 5% atau I % (0,05 atau I I W Penentuan besarnya a tergantung pada keinginan peneliti sebelum analisis i,iw,ilk dilakukan. Art] a = 0,01 ialah kira-kira 1 dari 100 kesimpulan akan menolak hipotesis tuip scharusnyaditerima. Atau dengan kata lain kira-kira 99% percaya bahwa kita it hh membuat kesimpulan yang benar.
tili 11111)(I

X30
4. 5. = 1,78 Taraf signifikansi (a) = 0,05.
t1abel

dengan ketentuan:

a = 0,05 A = n-1=301=29 dengan menggunakan uji satu pihak, maka diperoleh 6. 7. 8. Kriteria pengujian satu pihak untuk pihak kirl'. Jika t hitting ~! tlabel' maka H diterima.
o

tlaM

1,70.

Ternyata 1,78 > 1,70 atau t hitting > ttaner sehingga, H diterima.
o

Kesimpulannya:
H yang berbunyi: "Motivasi kerja karyawan = 60% rata-rata skor ideal'
O

I )alam pengujian hipotesis perlu disebutkan asumsi yang dipakai yaitu data atau populasi Berta berdistribusi normal.
o a hitung t,,b.l hitting

diterima. Sebaliknya H yang berbunyi: "Motivasi kerja karyawan < 60'/v rata-rata skor ideal", ditolak.
a

G. RINGKASAN

1
1
1

Pcnentuan kriteria bahwa H atau H ditolak atau tidak ditolak tergantung dari ikindingan antara t dengan atau z dengan z,,,bel' Ada 8 langkah untuk mengadakan pengujian hipotesis.

Pengujian hipotesis dilakukan jika ada hipotesis yang akan dluji. Pengujian nya dengan analisis statistik. Pengujian hipotesis membawa kepada kesimpulan untuk menolak atau menerima H , atau untuk menerima atau menolak H ,,. 114 disebut hipotesis alter,iatif atau hipotesis penelitian. Jika H diterima, mak a 11, ditolak. Sebaliknya jika H ditolak, maka H diterima. Jika H menyatakan tidak ada perbedaan atau sama dengan atau tidak ada hubUngan, maka disebut hipotesis tidak langsung (nondireksional). Pengujiannyll dengan dua pihak (dua skor). Sedangkan H yang menyatakan lebih besar atau lebih kecil disebut hipotesis direksional. Pengujian hipotesisnya menggunakan nil satu pihak. Keputusan untuk memilih uji dua pihak atau satu pihak dIda,;arkan at keputusan yang akan diambil sebagal hasil dari penenivan pcii(dillannya. Jik
o o o . o o

SOAL-SOAL
I Apa art]hipotesis? Jelaskan macam-macam hipotesis. Kapan kita memakal uji dua pihak clan kapan uji satu pihak? I. Apa yang dimaksud dengan taraf signifikansi? Apa persyaratan agar pengujian hipotesis dapat dilakukan? Sebutkan dua macam kesalahan dalam pengujian hipotesis? Diketahul data seperti contoh soal. Lakukanlah pengujian: a. Dua pihak 1). Plhak kanan c. Pihak hi Jika yanl,, (fimm(;i 80"; (hf I rata-rata skor idealnya.
1,29

128

6) Carl thitung dengan rumus:


XI X2
s2

Ringkasan Uji kesamaan dua rata-rata atau uji t digunakan untuk mengetahui ada atau ndak adanya perbedaan (kesamaan) dua kelompok data. Agar uji kesamaan ratat,ifa dapat dilakukan, maka beberapa persyaratannya haruslah dipenuhi terleb I h ihhulu yaitu masing-masing datanya dipilih secara acak, berdistribusi normal, dan limnogen. Uji t tersebut banyak sekah ragamnya, sehingga penggunaannya diMlikan dengan karakteristik datanya. Uji t tersebut terbatas untuk mencari prubedaan dua kelompok data saja. Kelompok data yang dicari perbedaannya -,1)aikriya tidak terlalu besar perbedaan jumlah anggota sampelnya.
fi, Soal-soal

gab ~ n, n2

di mana: (n1 I)S21 + (n2 _ I ) s22 s2 gab n, + n 2 2 (16 1)370,359 + (18 1)259,608 16+ 18-2 17,650 174,875 165,944 thitung 17,650 1 1 6 + 1
18

a. b.

Apa guna uji kesamaan dua rata-rata? Apa persyaratan agar uji kesamaan dua rata-rata dapat

dilakukan? a. Diketahui data sebagai berikut: Mahasiswa Tugas Belajar Mahasiswa lzin Belajar X, = 19,65 X2 = 15,41

= 1,638. 6) Taraf signifikansinya (a) = 0,01


6) t"'bel

dengan pengujian dua pihak di mana:

dk= n,+n 2 2 16 + 18 2 = 32 dan dengan menggunakan tabel t didapat iiihi ttabel = 2,74 (karena tidak terdapat dalam tabel, maka diflihilly dengan interpolasi). 6) Tentukan kriteria pengujian yaitu: Jika tt..., < thitung < +t,bel' maka Ho diterima. 7) Ternyata 2,74 < 1,638 < 2,74 atau ttabel < thitung < t,ab,l' sehingga II diterima. 8) Kesimpulannya: Ho yang berbunyi: "Tidak terdapat perbedaan produktivitas kerja aw,114 karyawan yang bermasa kerja kurang dari 5 tahun dengan yang lebili (lit 5 tahun", diterima. Sebaliknya Ha yang berbunyi: "Terdapat

IAA

7. Peneliti mengurangi anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhi tungannya; 8. Peneliti memilih grup eksperimen dan grup kontrol dari populasi yan berbeda; 9. Peneliti yang memakai grup sukarela, lupa atau sengaja tidak mernhe Z' dakannya dengan grup wajib, akibatnya peneliti gagal dalam menginter pretasikan basil penelitiannya; 10.Peneliti tidak memberikan alasan-alasan mengapa 7. Kekeliruan sampling biasanya terjadi karena pemeriksaan yang kurang teliti dan lengkap terhadap populasi yang hanya dilakukan terhadap sampel serta penelitian dilakukan dengan menggunakan prosedur yaii)- sama; dan 11. Kekeliruan nonsampling ini bisa terjadi dalam setiap penelitian, apak;ih itu berdasarkan sampling atau berdasarkan sensus, penyebabnya adal;111 a) populasi tidak didefinisikan sebagaimana mestinya. b) penyimpangan populasi tidak dipelajari. c) kuesioner tidak dirancang sesuai dengan keperluan. d) rumusan dan istilah tidak dipergunakan sebagaimana f) responder tidak memberikan jawaban yang objektif atau mestinya. menolak untuk memberikan jawaban. G. RINGKASAN Populasi ialah semua nilai balk basil perhitungan maupun pengukuran, hark kuantitatif maupun kualitatif, daripada karakteristik tertentu mengenai sekeloin pok objek yang lengkap dan jelas. Populasi dalam setiap penelitian hares disebutkan secara tersurat yaitu yiIii), berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian y;iiip, dicakup. Tujuan diadakannya populasi ialah agar kita dapat menentukan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlaktinvii daerah generalisasi. Populasi terdiri atas: (1) terbatas, dan (2) tak terbatas. Pope 1. 1 1 dapat bersifat: (1) homogen, dan (2) heterogen. Penelitian yang menggunak, ii i seluruh anggota populasinya disebut sampel total atau sensus. Penggunaan iiii berlaku jika anggota populasi relatif kecil. Untuk anggota populasi yang relaill besar, maka 192

Sampel (contoh) ialah sebagian anggota populasi yang diambil dengan iiii-nggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik " ,1111pling berguna agar: (1) mereduksi anggota populasi menjadi anggota sampel v;ing mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan terhadap popuhsi dapat dipertanggungjawabkan, (2) lebih teliti menghitung yang sedikit darijimla yang banyak, (3) menghemat waktu, tenaga, biaya, menghemat benda coba gang merusak. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambif sampel. I i-knik pengambilan contoh dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: (1) sampling random (probability sampling), yaitu pengambilan contoh secara acak (random) rang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer; (2) sampling nonrandom (nonprobability sampling) atau dise1 ' 111 juga sebagai incidental sampling, yaitu pengambilan contoh tidak secara acak. h-hilk sampling random terdiri atas empat macam yaitu: random sederhana, 1,inngkat, Muster, dan sistematis. Teknik sampling nonrandom terdiri atas tiga macam yaitu: kebetulat), beriiijimn, dan kuota. Besarnya anggota sampel yang dipilih berdasarkan pert 1 mbang an-pert 1 m_ kitigan: (1) praktis, (2) ketepatan, (3) nonrespons, dan (4) analisis data. Teknik 11111 11k menghitung IL SOAL-SOAL
a.

Apa arti populasi? Sebutkan tujuan teknik pengambilan contoh. Sebutkan guna teknik sampling.

h. Apa tujuan populasi?


C.

d. Apa arti teknik sampling?


c.

f. Apa kriteria teknik sampling?


9.

Sebutkan cara teknik sampling.

h. Sebutkan pertimbangan menentukan besar sampel. i. Bagaimana cara menghitung besar sampel. j. Apa kesalahan-kesalahan umum dalam menentukan besar sampel?

191