Anda di halaman 1dari 12

Pengkajian Nyeri

Kelompok 5 Abdurrasyid Dony W.L Sulastri Hermanto Yanto Justiani Merlin

Definisi nyeri
Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang

mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan Nyeri termasuk tanda vital yang harus dikaji setiap saat

Faktor yang mempengaruhi respon nyeri


1) Usia

2) Jenis kelamin
3) Kultur/budaya 4) Makna nyeri 5) Perhatian 6) Ansietas 7) Pengalaman masa lalu 8) Pola koping 9) Support keluarga dan sosial

PQRST
P(provokes) : apa yang menimbulkan nyeri

Q(Quality) : apakah tumpul, tajam, tertekan,

dalam, permukaan dll R (radiation atau Relief) : apakah menyebar S(Severity atau tanda dan gejala): jelaskan skala nyeri dan frekuensn. T (Time) : pertama kali terjarji, berapa lama intensitasnya.

COLDERRA
Characterictics : tumpul, tajam, tekanan ?

Onset : kapan mulai ?


Location : dimana terasa nyeri ? Duration : berapa lama berakhir ? frekuensi? Exacerbation : apa yang membuat bertambah

buruk ? Radiation : apakah menyebar ke bagian tubuh yang lain Relief : apakah yang mengurangi rasa nyeri ? Associated : mual, cemas dan respon autonom ?

Intensitas Nyeri
Menurut smeltzer, S.C bare B.G (2002) adalah sebagai

berikut : 1) skala intensitas nyeri

2) Skala identitas nyeri numerik

Skala analog visual

Skala nyeri menurut bourbanis

Peran perawat dalam mengatasi nyeri:


Mengidentifikasi penyebab nyeri

Kolaborasi dengan tim kes lain untuk pengobatan


nyeri Memberikan intervensi pereda nyeri Mengevaluasi efektivitas pereda nyeri Bertindak sebagai advokat jika pereda nyeri tidak efektif Sebagai pendidik keluarga & pasien tentang manajemen nye

Manajemen nyeri terdiri dari:


Farmakologis (kolaborasi)-penggunaan analgetik Non farmakologi (mandiri) Teknik relaksasi Menyediakan kenyamanan : posisi, istirahat dan

relaksasi Sentuhan terapeutik Akupresur Guided imagery Distraksi Anticipatory guidence Hipnotis Biofeedback Stimulasi kutaneus

sumber
Potter. (2005). Fundamental Keperawatan Konsep,

Proses dan Praktik. Jakarta: EGC. Hlm 1502-1533. Priharjo, R (1993). Perawatan Nyeri, pemenuhan aktivitas istirahat. Jakarta : EGC hal : 87. Ramali. A. (2000). Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Jakarta : Djambatan. Shone, N. (1995). Berhasil Mengatasi Nyeri. Jakarta : Arcan. Hlm : 76-80 Syaifuddin. (1997). Anatomi fisiologi untuk siswa perawat.edisi-2. Jakarta : EGC. Hlm : 123-136. Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta : EGC. Hlm 1-63