Anda di halaman 1dari 11

Nama : Tyas Melani Sari

NIM : 05.51286.01699.08

TUGAS MIKROBIOLOGI
METABOLISME BAKTERI DAN FUNGI

Metabolisme Bakteri
Metabolisme : semua reaksi kimia yang terjadi dalam
organisme hidup untuk memperoleh dan menggunakan energi,
sehingga organisme dapat melaksanakan berbagai fungsi hidup.
Metabolisme terdiri dari dua proses yang berlawanan yang
terjadi secara simultan. Reaksi tersebut adalah:
1. Sintesis protoplasma dan penggunaan energi yang disebut
sebagai Anabolisme.
2. Oksidasi substrat diiringi dengan terbentuknya energi disebut
dengan Katabolisme.
Bakteri memperoleh energi melalui proses oksidasi-reduksi.
Oksidasi adalah proses pelepasan elektron sedang reduksi adalah
proses penangkapan elektron. Karena elektron tidak dapat berada
dalam bentuk bebas, maka setiap reaksi oksidasi selalu diiringi oleh
reaksi reduksi. Hasil dari reaksi oksidasi  energi.
- Reaksi oksidasi dikatalisis : enzim dehidrogenase  transfer
elektron dan proton yang dibebaskan kepada aseptor elektron
intermedier seperti NAD+ dan NADP+  NADH dan NADPH.
- Fosforilasi oksidasi terjadi pada saat elektron yang
mengandung energi tinggi tersebut ditransfer ke dalam
serangkaian transpor elektron sampai akhirnya di tangkap
oleh oksingen atau oksidan anorganik lainnya sehingga
oksigen akan tereduksi menjadi H2O.
- Berbagai carier yang mentransfer elektron menuju O2 :
flavoprotein,quinon maupun citekrom.

Ada dua macam energi yang digunakan oleh makhluk hidup.


1. Sinar matahari. Organismenya disebut dengan organisme
fotosintesis atau di kenal juga dengan organisma fototrofik.
2. Oksidasi senyawa kimia. Organismenya disebut dengan
organisme kemosintesis kemotrofik atau autotrofik.

Fotosintesis ada 2 macam :


1. Fotosintesis tipe Cyanobacteria.
 sama dengan fotosintesis yang terjadi pada tanaman
tingkat tinggi.
CO2 + 2H2O ……sinar matahari…… H2O + [ CH2O ]n + O2
Klorofil
dimana pada sistem fotosintesis ini terdapat 2 fotosistem
yaitu fotosistem (PS) I dan II. Aliran elektron dari PS II ke PS I
 mengubah NADP+ menjadi NADPH. Aliran eletktron yang
demikian dikatakan noncyelic phosphorilation.

2. Fotosintesis tipe Noncyanobacteria.


 tidak memiliki fotosistim II untuk menfotolisis H2O  tidak
pernah menggunakan air sebagai reduktan sehingga oksigen
tidak pernah di hasilkan dari fotosintesis  dikenal dengan
fotosintesis anaerob  memerlukan suplai senyawa organik
sebagai donor hidrogennya.
Sinar matahari
CO2 +2H2A……………………….H2O + [CH2O]n + 2A
Klorofil

Berdasarkan tipe pada reduktan dan pigmen fotosintesisnya,


bakteri ini dibagi menjadi 3 :
1. Chlorobiceae.
Disebut juga dengan green-sulfur bacteria. Bakteri ini
juga menggunakan hidrogen dan beberapa senyawa
mengandung sulfat sebagai reduktannya.
Sinar matahari
a. CO2 + 2H2……………………….. CH2O + H2O
b. CO2 + 2H2S ………………….. CH2O + H2O + 2 S
c. 3CO2 + 2S + 5H2O ………………. 3 CH2O + 2H2SO2
d. 2CO2 + Na2S2O3 + 3H2O ……………….. 2CH2O + Na2SO4

2. Chromaticeae.
Pada prinsipnya sama dengan Chomaticeae tetapi pigmen yang
dimilikinya tidak hijau melainkan merah - jingga disebut dengan
purple- sulfur- bacteria.

3. Rhodospirillaceae.
Bakteri ini menggunakan hidrogen dan berbagai senyawa organik
sebagai reduktan . contoh: Rhodospirillum, Rhodopseudomonas.
Sinar mathari
CO2 + 2CH3CHOHCOOH …………………….CH2O + H2O +
2CH3COCOOH

 Hanya dapat berlangsung dalam keadaan anoerob. Akan tetapi


ada beberapa anggota Rhodospirillaceae mampu melakukan
pertumbuhan nonfotosintesik dengan adanya oksingen apabila
media mengandung cukup nutisi untuk tumbuh.

Chemotrofik atau Autotrofik Organisme


- CO2 digunakan sebagai sumber karbon.
- Diperlukan energi dan NADPH untuk mengubah CO2 menjadi
material sel.
METABOLISME FUNGI

A. Metabolisme Karbon
Berdasarkan kemampuan untuk memperoleh energi dari
sumber karbon organisme dibedakan atas:
a). Autotrof : memiliki kemampuan mengasimilasi karbon
anorganik (misal CO2, CO3), atau senyawa dengan satu
karbon (misalnya CH4)  karbon organik.
- Dengan bantuan cahaya matahari : Fotoautotrof
- Dengan bantuan oksidasi senyawa anorganik :
Kemoautotrof

b). Heterotrof : memiliki kemampuan mengasimilasi karbon


organik  karbon organik lain.
- Dengan bantuan cahaya matahari : Fotoheterotrof
- Dengan bantuan oksidasi senyawa organik :
Kemoheterotrof.

 Fungi : mikroorganisme heterotrof karena tidak memiliki


kemampuan untuk mengoksidasi senyawa karbon
anorganik, atau senyawa karbon yang memiliki satu
karbon.

 Senyawa karbon organik  membuat materi sel baru


berkisar dari molekul sederhana seperti gula sederhana,
asam organik, gula terikat alcohol, polimer rantai pendek
dan rantai panjang mengandung karbon, hingga kepada
senyawa kompleks seperti karbohidrat, protein, lipid dan
asam nukleat (Gadd, 1988; Madigan et al., 2002).

A.1. Metabolisme Karbohidrat


 Karbohidrat dan derivat : substrat utama untuk
metabolism.
 2 peranan penting :
 Karbohidrat dapat dioksidasi menjadi energi kimia
yang tersedia di dalam sel dalam bentuk ATP dan
nukleotida phosphopyridine tereduksi
 Karbohidrat menyediakan hampir semua karbon yang
diperlukan untuk asimilasi konstituen sel fungi yang
mengandung karbohidrat, lipid, protein, dan asam
nukleat.

 Tahap awal : Tahap transfor, kecuali untuk di- atau


trisakarida yang harus dihidrolisis terlebih dahulu di luar
sel.
 Transpor monosakarida melalui membran dilakukan
oleh suatu protein transport spesifik, yaitu permease.
 Sebagian besar fungi dapat memanfaatkan
monosakarida, sedikit di-, oligo dan poli karena tidak
memiliki kemampuan untuk menghidrolisis molekul-
molekul besar tersebut.

A.2. Metabolisme Protein


 Fungi berfilamen : menguraikan protein; khamir jarang
menggunakan protein.
 Skema :
Fungi  menguraikan protein dan menggunakannya
sebagai sumber nitrogen dan karbon (aktivitas enzim
proteolitik/protease)sekresi protease ke lingkungan 
menguraikan protein menjadi asam-asam amino  hasil
diangkut ke dalam sel (sistem transpor).

A.3. Metabolisme Lipid


 Digunakan dalam bentuk : lemak dan minyak 
sebagai sumber karbon.
 Enzim yang diperlukan untuk menghidrolisis : Lipase
(triacylglycerol acylhydrolase) mengubah menjadi
diasilgliserol, monoasilgliserol, gliserol atau asam
lemak.
 Berdasarkan lokasi pemutusan ikatan gliserol pada
triasilgliserol, dibedakan menjadi 2 yaitu :
 Lipase non-spesifik : memutus ikatan gliserol dari
triasilgliserol pada tiga posisi  menghasilkan
diasilgliserol, monoasilgliserol atau 3 molekul asam
lemak dan gliserol.
 Lipase spesifik : memutus ikatan gliserol dari
triasilgliserol pada posisi satu dan tiga sehingga
menghasilkan 1,2-diasilgliserol dan 2-
monoasilgliserol.

 Beberapa fungi yang menggunakan lipid dengan


memanfaatkan kerja lipase :
 C. cylindracea  C. deformans
 C. curvata  C. rugosa
 C. caseicolum  P. chrysogenum
 P. citrinum  P. cyclopium
 P. simplicissimum  P. roquefortii
 Mucor miehei  Rhizopus delemar
 Rhizopus japonicus  Rhizopus
oligosporus

 Materi organik  didegradasi oleh lipase lipase


disekresi ke lingkungan (sebelum diangkut ke dalam
sel).

A.4. Metabolisme Asam Nukleat


 Slaughter (1988) Fungi berfilamen  mengkatabolisme
purin.
 Beberapa fungi yang memanfaatkan hipoxanthin,
xanthin, asam urat dan adenine sebagai nitrogen :
 A. nidulans
 P. chrysogenum
 Fusarium moniliforme

 Saccharomyces cerevisiae  menggunakan allantoin


sebagai sumber nitrogen.

B. Metabolisme Nitrogen
B.1. Kemampuan Fungi Menggunakan Nitrogen
Anorganik
 Slaughter (1988) : “Semua mikroorganisme yang telah
diteliti tampaknya dapat menggunakan ammonia
sebagai sumber nitrogen anorganik.
 Asimilasi nitrat pada khamir dan kapang menggunakan
proses yang sama : nitrat ditranspor ke dalam sel 
diubah menjadi amonium oleh enzim nitrat reduktase
dan nitrit reduktase.
 Nitrat reduktase : protein yang memerlukan kofaktor
molibdopterin, haem-Fe dan FAD.
 Fungi yang dapat menggunakan nitrat sebagai sumber
nitrogen:
 A. nidulans
 C. utilis
 Hansenula anomala
 Hansenula polymorpha (sinonim : Pichia angusta)
 Nitrit bersifat toksik bagi sebagian besar fungi, tetapi
beberapa fungi dapat menggunakannya sebagai
sumber nitrogen selama konsentrasi yang digunakan
cukup rendah.

 Enzim nitrit reduktase  mereduksi nitrit menjadi


amonium dan memiliki ferredoksin, 2 kelompok protetik
dan FAD.
 Aspergillus nidulans dan Hansenula polymorpha dapat
menggunakan nitrit
 Saccharomyces dan Zygosaccharomyces tidak dapat
menggunakan nitrat dan nitrit sebagai sumber
nitrogen.

B.2. Kemampuan Fungi Menggunakan Nitrogen Organik


 Slaughter (1988) : sebagian besar fungi dapat tumbuh
baik dalam medium yang mengandung glutamin,
asparagin, dan arginin; diikuti dengan asam glutamat,
asam aspartat dan alanin.

C. Metabolisme Senyawa Lain


 Fungi dapat menghidrolisis senyawa-senyawa toksik yang
sulit diuraikan menjadi senyawa-senyawa yang lebih
sederhana  dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme itu
sendiri atau lainnya.
 Contoh : Fenol dan derivatnya dapat dimanfaatkan sebagai
sumber karbon dan energi oleh :
 Aspergillus  Candida
 Cladosporium  Fusarium
 Monicillium  Trichoderma
 Penicillium  Pleurotus
 Phanerochaete
Perbedaan antara Prokariot (Bakteri) dan Eukariot (Fungi)

Kesimpulan :
- Metabolisme Fungi lebih kompleks daripada bakteri, karena
fungi merupakan mikroorganisme eukariotik yang sangat
bervariasi  kemampuan memanfaatkan nutrien dari
lingkungan dan kemampuan metabolisme yang dimiliki oleh
fungi juga sangat bervariasi. Hingga saat ini masih banyak
yang belum diketahui mengenai kemampuan metabolisme
fungi, dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut 
mengetahui sistem metabolisme fungi secara keseluruhan.
- Fungi dan bakteri sama-sama memanfaatkan nutrien dari
lingkungan sebagai sumber untuk bahan metabolismenya,
serta metabolisme yang dilakukan meliputi (anabolisme dan
katabolisme).

REFERENSI
Gandjar, Wellyzar, dan Ariyanti. 2006. Dasar Dan Terapan Mikologi.
Yayasan Obor Indonesia : Jakarta.

Priani, N. 2003. Metabolisme Bakteri. http://www.google.co.id.


[Diakses pada tanggal : 20 April 2008].

Sumarsih, S. 2003. Diktat Kuliah Mikrobiologi Dasar.


http://www.google.co.id. [Diakses pada tanggal : 9 Maret
2008].

Anda mungkin juga menyukai