Anda di halaman 1dari 2

5.

PENDEDERAN BENIH GURAMI Pendederan adalah salah satu proses budi daya yang bertujuan untuk menghasilkan beih yang diinginkan. A. Pendederan di Akuarium Pendederan benih di akuarium akan lebih efektif karena benih akan lebih mudah dikontrol, baik dari segi pemberian pakan, pengendalian hama dan penyakit, maupun dari perawatan seharihari. Selain itu, benih yang didederkan di akuarium akan lebih cepat pertumbuhannya. 1. Akuarium Pendederan Ukuran akuarium yang digunakan untuk pendederan berdimensi 100cm x 50 cm x 40 cm. akuarium-akuarium ini diletakkan di rak-rak yang berada di dalam ruangan tertutup. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu udara dan air tetap stabil dan perubahannya tidak terlalu berfluktuasi. Kondisi suhu air dan udara dalam ruangan akan selalu sama antara siang dan malam hari. Akuarium yang terletak di dalam ruangan tertutup juga akan terhindar dari hujan yang dapat menurunkan pH. Turunnya pH air akan mempengaruhi kehidupan larva/benih. Selain itu, air hujan juga dapat membawa bibit penyakit yang kurang baik untuk kondisi benih yang masih sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. 2. Padat Tebar Kepadatan benih di akuarium untuk masing-masing ukuran benih akan berbeda. Semakin besar ukuran benih, jumlah benih dalam akuarium akan semakin sedikit. Kepadatan benih di akuarium berdimensi 100 cm x 50 cm x 40 cm dengan ketinggian air 25 cm adalah 1.500 ekor untuk benih ukuran gabah, 1.000 ekor untuk ukuran kuaci, 700 ekor untuk ukuran kuku, 500 ekor untuk ukuran silet, dan 250-300 ekor untuk ukuran bungkus korek api. Benih ukuran bungkus korek api dan bungkus rokok biasanya sudah dapat dipelihara di kolam pembesaran. 3. Lama pemeliharaan Lamanya benih-benih gurami dipelihara di dalam akuarium pendederan sangat bervariasi tergantung dari ukuran benih yang diminta oleh konsumen. Untuk membesarkan larva sampai pada ukuran kuaci membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari. Dari larva sampai pada ukuran kuku membutuhkan waktu sekitar 50 hari. Sementara itu, untuk menghasilkan ukuran silet dari larva membutuhkan waktu sekitar 80 hari, ukuran bungkus korek api sekitar 120 hari, dan ukuran bungkus rokok sekitar 150 hari. 4. Pemberian Pakan Banyaknya pakan yang diberikan untuk masing-masing ukuran benih juga akan berbeda. Semakin besar ukuran benih, semakin banyak kebutuhan pakannya. Pemberian pakan harus dilakukan dalam jumlah yang sesuai, tidak kurang atau berlebihan. Apabila pakan yang diberikan kurang, pertumbuhan benih akan terhambat. Sebaliknya, apabila pemberian pakan yang berlebih akan mempercepat penurunan kualitas air dalam akuarium karena pasti akan ada sebagian pakan yang tersisa.

Agar lebih mudah dalam pemberian pakannya, jumlah pakan bisa ditakar dengan alat sederhana, misalnya menggunakan bagian bawah dari gelas mineral yang dibagi dua. Takaran cacing sutera yang diberikan untuk benih berukuran gabah sekitar 1/3 bagian dari takaran tersebut, ukuran kuaci sekitar 2/3 bagian gelas, ukuran kuku 1 takar, dan ukuran silet sebanyak 1,5-2 takar. Jumlah pakan tersebut diberikan dalam sehari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit. Apabila habis, pakan dapat segera diberikan lagi. Pada dasarnya, pakan yang diberikan jangan terlalu banyak tersisa. Hal itu dapat mengakibatkan pakan membusuk di dasar akuarium sehingga dapat menurunkan kualitas air. 5. Penggantian air Pada umumnya, frekuensi penggantian akuarium dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore atau malam hari. Penggantian air dilakukan sambil membersihkan kotoran yang ada di dasar akuarium dengan cara menyipon. Penggantian air harus dilakukan secara hatihati agar ikan tidak stress. B.