Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Sejarah Proses Alkimiawan abad ke-8 Abu Musa Jabir bin Hayyan (Geber) dipercayai sebagai penemu asam sulfat. Asam ini kemudian dikaji oleh alkimiawan dan dokter Persia abad ke-9 Ar-Razi (Rhazes), yang mendapatkan zat ini dari distilasi kering mineral yang mengandung besi(II) sulfat heptahidrat, FeSO4 7H2O, dan tembaga(II) sulfat pentahidrat, CuSO4 5H2O. Ketika dipanaskan, senyawa-senyawa ini akan terurai menjadi besi(II) oksida dan tembaga(II) oksida, melepaskan air beserta sulfur trioksida yang akan bergabung menjadi larutan asam sulfat. Metode ini dipopulerkan di Eropa melalui terjemahanterjamahan buku-buku Arab dan Persia. Asam sulfat dikenal oleh alkimiawan Eropa abad pertengahan sebagai minyak vitriol. Kata vitriol berasal dari bahasa Latin vitreus yang berarti 'gelas', merujuk pada penampilan garam sulfat yang seperti gelas, disebut sebagai garam vitriol. Garam-garam ini meliputi tembaga(II) sulfat (vitriol biru), seng sulfat (vitriol putih), besi(II) sulfat (vitriol hijau), besi(III) sulfat (vitriol Mars), dan kobalt(II) sulfat (vitriol merah). Garam-garam vitriol tersebut merupakan zat yang paling penting dalam alkimia, yang digunakan untuk menemukan batu filsuf. Vitriol yang sangat murni digunakan sebagai media reaksi zat-zat lainnya. Hal ini dikarenakan asam vitriol tidak bereaksi dengan emas. Pentingnya vitriol dalam alkimia terlihat pada moto alkimia Visita Interiora Terrae Rectificando Invenies Occultum Lapidem ('Kunjungi bagian dalam bumi dan murnikanlah, anda akan menemukan batu rahasia') yang ditemukan dalam L'Azoth des Philosophes karya alkimiawan abad ke-15 Basilius Valentinus, . Pada abad ke-17, kimiawan Jerman Belanda Johann Glauber membuat asam sulfat dengan membakar sulfur bersamaan dengan kalium nitrat, KNO3, dengan keberadaan uap. Kalium nitrat tersebut terurai dan mengoksidasi sulfur menjadi SO3, yang akan bergabung dengan air membentuk asam sulfat. Pada

tahun 1736, Joshua Ward, ahli farmasi London, menggunakan metode ini untuk memulai produksi asam sulfat berskala besar. Pada tahun 1746 di Birmingham, John Roebuck mengadaptasikan metode ini ke dalam suatu bilik, yang dapat menghasilkan asam sulfat lebih banyak. Proses ini disebut sebagai proses bilik, yang mengijinkan produksi asam sulfat secara efektif. Setelah berbagai perbaikan, metode ini menjadi proses standar produksi asam sulfat selama hampir dua abad. Pada tahun 1831, saudagar asam cuka Britania Peregrine Phillips mematenkan proses kontak, yang lebih ekonomis dalam memproduksi sulfur trioksida dan asam sulfat. Sekarang, hampir semua produksi asam sulfat dunia menggunakan proses ini

I.2 Spesifikasi Bahan Baku

a. Katalis Fungsi katalis dalam setiap reaksi katalitik adalah meningkatkan laju reaksi. Katalis konversi sulfur dioksida ini biasanya terdiri dari tanah diatomea , yang disusupi dengan lebih dari 7 % V2O5 katalis komersial

mengandung garam kalium (sulfat , pirosulfat dan sebagainya ) disamping V2O5. Pada suhu operasi pewaris aktif ialah garam lebur yang terdapat pori pori pelet silika. Katalisator yang dapat digunakan untuk reaksi pembentukan belerang trioksida antara lain Pt, V2O5, Fe2O3, Cr2O3, Mn2O3 dan Mn3O4.katalisator yang baik adalah Pt dan V2O5, tapi Vanadium Pentoksida, karena : V2O5 lebih murah harganya Pt lebih sensitiv terhadap racun V2O5 daya tahan terhadap suhu tinggi lebih baik Konversi relatif lebih tinggi` (Fairlie, Sherve, Kirk Othmer) yang paling banyak dipakai adalah

b. Belerang (Sulfur) Belerang merupakan salah satu bahan dasar yang paling

penting dalam industri pengolahan kimia . Bahan ini terdapat di alam dalam wujud bebas dan dalam keadaan senyawa pada bijih bijih seperti pirit ( FeS2 ) , Sfalerit ( ZnS ) dan Kalkopirit ( CuFeS2 ) . Bahan ini juga terdapat di dalam minyak dan gas bumi ( sebagai H2S ). Penggunaannya yang terbesar adalah dalam pembuatan asam sulfat.

www.nazusyifa.blogspot.com

Sifat-sifat kimia sulfur : 1. Dengan udara membentuk sulfur dioksida Reaksi : S + O2 SO2 2. Dengan asam klorida dan katalis Fe akan menghasilkan hidrogensulfida.

b. Udara Fase Komposisi Kapasitas panas Berat molekul Berat jenis : gas : 20,9% O2 ; 79,1% N2 : 7,035 cal/gmol C (32C) : 28,84 g/gmol : 1,5.10-3 gr/cc (25C)

c. Air Proses (H2O) Fase Berat molekul Berat jenis Kekentalan : cair : 18 g/gmol : 1 gr/cc (25C) : 1 cp (25C)

e. Sulfur dioksida Sifat-sifat fisika sulfur dioksida ditunjukkan pada tabel berikut ini

www.nazusyifa.blogspot.com

Sifat kimia sulfur dioksida : 1. Dengan klorin dan air membentuk asam klorida dan asam lainnya. Reaksi : Cl2 + 2H2O + SO2 2HCl + H2SO4 2. Dengan hidrogen sulfida membentuk air dan sulfur. Reaksi : 2H2S + SO2 2H2O + 3S

f. Sulfur Trioksida

www.nazusyifa.blogspot.com Sifat kimia sulfur trioksida : 1. Dengan air membentuk asam kuat Reaksi : SO3 + H2O H2SO4 2. Dengan udara lembab sulfur trioksida membentuk uap putih tebal dengan bau yang menyengat.

I.3 Spesifikasi Produk

Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. adalah 165 juta ton, dengan nilai

Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001

perdagangan seharga US$8 juta. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Adapun sifat sifat kimia dan fisika dari asam sulfat sendiri adalah sebagai berikut : Sifat fisika :

Titik leleh (C) Titik didih (C)

: 10 : 290

Tekanan uap (mmHg) : 1 (146 C) Berat jenis cairan Berat jenis uap : 1,84 (100 persen) : 3,4 (udara = 1)

www.nazusyifa.blogspot.com

Sifat kimia asam sulfat : 1. Dengan basa membentuk garam dan air. Reaksi : H2SO4 + 2 NaOH Na2SO4 + H2O 2. Dengan alkohol membentuk eter dan air. Reaksi : 2C2H5OH + H2SO4 C2H5OC2H5 + H2O + H2SO4

I.4 Penggunaan Produk Kegunaan utama (60% dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat adalah dalam "metode basah" produksi asam fosfat, yang digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen.

Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. Pengilangan minyak, contohnya sebagai katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana.Sintesis kimia Merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam, yang digunakan untuk membuat nilon. Digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Pemrosesan air limbah Pemrosesan bijih mineral Industri pupuk, misalnya pembuatan pupuk ZA, pupuk SP 36, dan pupul SP 18 Industri makanan, misalnya pada pembuatan bumbu masak, MSG, Lysine, digunakan dalam pengolahan kebanyakan buah-buahan kering. dll

BAB II RANCANGAN PROSES

II. 1. Proses Pembuatan Synthesis Steps Step 1. Eliminate differences in molecular types Beberapa Contoh Proses Pembuatan Asam Sulfat: a. Proses Kontak Pembuatan asam Sulfat Menurut Proses Kontak yang berdasarkan Industri lainnya

reaksi kesetimbangan yaitu pembuatan asam kontak. Secara gari besar tahapan

sulfat yang dikenal dengan proses

proses kontak yang terjadi diuraikan sebagai berikut : 1. Pencairan belerang padat di melt tank 2. Pemurnian belerang cair dengan cara filtrasi 3. Pengeringan udara proses 4. Pembakaran belerang cair dengan udara kering untuk menghasilkan sulfur dioksida (SO2) 5. Reaksi oksidasi lanjutan SO2 menjadi SO3 dalam empat lapis bed konverter dengan 6. Pendinginan gas 7. Penyerapan SO3 dengan asam sulfat 93%-98,5% Reaksi yang terjadi dapat diringkas sebagai berikut: 1) Pertama, belerang dibakar menjadi belerang dioksida. S(s) + O2(g) SO2(g) 2) Belerang dioksida kemudian dioksidasi lbh lanjut jd belerang trioksida. 2SO2(g) + O2(g) <====> 2SO3(g)....... H= -98 kJ Reaksi ini berlangsung pd suhu sekitar 500 oC, tekanan 1 atm dgn katalisator V2O5. menggunakan katalis V2O5

3) Kemudian gas SO2 dilarutkan H2S2O7)

dalam asam sulfat pekat hingga

menjadi asam sulfat pekat berasap (dsb oleum, H2SO4.SO3 atau SO3(g) + H2SO4(l) H2S2O7(l) H2S2O7(l) + H2O(l) 2H2SO4(l) Dari proses kontak ini lalu akan terbentuk asam sulfat pekat dengan kadar 98%. Tahap penting dalam proses ini adalah reaksi (2). Reaksi ini merupakan reaksi kesetimbangan dan eksoterm. Sama

seperti pada sintesis amonia, reaksi ini hanya berlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi pada suhu tinggi justru kesetimbangan bergeser ke kiri. Pada proses kontak digunakan suhu sekitar katalisator V2O5. 500oC dengan

sebenarnya tekanan besar akan menguntungkan

produksi SO3, tetapi penambahan tekanan ternyata tidak diimbangi penambahan hasil yang memadai.Oleh karena itu, pada proses kontak tidak digunakan tekanan besar melainkan tekanan normal, 1 atm.

b. Proses Chamber Sulfur dioksida dihasilkan dengan membakar unsur belerang atau pemanggangan bijih piritik dalam udara: S8 + 8 O2 8 SO2 3 FeS2 + 8 O2 Fe3O4 + 6 SO2 Nitrogen oksida dihasilkan oleh dekomposisi niter yang mengandung asam sulfat atau hidrolisis asam nitrosylsulfuric: 2 NaNO3 + H2SO4 Na2SO4 + H2O + NO + NO2 + O2 2 NOHSO4 + H2O 2 H2SO4 + NO + NO2 Dalam ruang reaksi, sulfur dioksida dan nitrogen dioksida larut dalam reaksi liquor . Nitrogen dioksida hidrat untuk menghasilkan asam nitrit yang kemudian mengoksidasi belerang dioksida menjadi asam sulfat dan oksida nitrat. Reaksi ini tidak dikategorikan baik

tetapi diketahui bahwa asam nitrosylsulfuric merupakan produk intermediate. Reaksi keseluruhan utama adalah: 2 NO2 + H2O HNO2 + HNO3 SO2 (aq) + HNO3 NOHSO4 NOHSO4 + HNO2 H2SO4 + NO2 + NO SO2 (aq) + 2 HNO2 H2SO4 + 2 NO Nitrat oksida keluar dari reaksi liquor dan kemudian reoxidized oleh oksigen molekuler menjadi nitrogen dioksida. Ini menentukan langkah dalam proses [3]: 2 NO + O2 2 NO2 Nitrogen oksida diserap dan regenerasi dalam proses, dan dengan demikian berfungsi sebagai katalis untuk reaksi keseluruhan: 2 SO2 + 2 H2O + O2 2 H2SO4 c. Proses Wet Sulfuric Acid (WSA) Proses WSA merupakan salah satu kunci proses desulfurisasi gas di pasaran saat ini. Sejak Perusahaan Danish catalyst mematenkan teknologi ini pada akhir 1980. Proses ini telah dikenal sebagai

proses yang efisien dalam recovery sulfur dari bermacam macam pemrosesan gas dan menghasilkan kualitas asam sulfat yang komersil. Proses ini juga dapat menghasilka n banyak steam tekanan tinggi. WSA proses diterapkan pada banyak industry dimana penghilangan sulfur dibutuhkan. Proses katalis basah biasanya lebih tepat digunakan untuk

memproses satu atau lebih aliran yang mengandung sulfur seperti : Gas H2S dari unit pengolahan gas amin (amine gas treating unit) Off-gas from Sour Water Stripper (SWS gas) Off-gas from Rectisol Spent acid from e.g. Alkylation Claus process tail gas

Heavy residue or petcoke-fired utility boiler off-gas Boiler flue gases from various processes SNOX flue gas desulfurization Metallurgical process gas Production of sulfuric acid

Reaksi Utama pembentukan Asam Sulfat dengan Wet Sulfuric Acid adalah: Pembakaran: H2S + 1.5 O2 = H2O + SO2 + 518 kJ/mole Oksidasi: SO2 + O2 = SO3 + 99 kJ/mole (in the presence of a vanadium (V) oxide catalyst) Hidras : SO3 + H2O = H2SO4 (g) + 101 kJ/mole Kondensasi: H2SO4 (g) = H2SO4 (l) + 90 kJ/mol Energi yang diproduksi dari reaksi diatas digunakan untuk produksi steam. Energi nya mendekati 2-3 ton steam tekanan tinggi/ton asam yang di produksi. Perbandingan Proses Pembuatan Asam Sulfat Proses Kontak Proses Chamber Proses WS:

Kesimpulan: Proses kontak mempunyai banyak keunggulan di bandingkan dengan proses Lead Chamber dan WSA. Oleh karena itu di makalah kami, kami menekankan pada proses kontak.

Step 2. Distribute The Chemicals

Sulphur balance: s1 = 1 x 2 + 10 x 1 = 12 kmol/s Hydrogen balance: 2 s4 = 1 x 2 + 10 x 2 => s4 = 11 kmol/s Oxygen balance: 2 s2 + s4 = 1 x 7 + 10 x 4 => s2 = (47 - 11) / 2 = 18 kmol/s

Asam sulfat dan oleum (H2S2O7) dibuat dari sulfur dan oksigen. Air juga diperlukan dalam proses ini. Asam dan oleum diasumsikan dalam rasio molar 10:1. Gambaran neraca masa dari proses yang 10 kmol/min H2SO4 adalah :

Oxidiser: from stoichiometry of first reaction: s6 (SO3) = s6 (S) = 12 kmol/s Dissolver: from stoichiometry of second reaction there are equimolar flows of all three streams: s7 = s8 = s6 = 12 kmol/s Oleum take-off balance: s8 = 1 + s9 => s9 = 11 kol/s Dillution: from stoichiometry of third reaction: s10 = 2 s9 = 22 kmol/s Finally we can check that: s10 = s5 + s7 22 = 10 + 12 => OK!

Step 3. Eliminate Differences in Composition

Step 4. Eliminate differences in Temperature, Pressure, and Phase

Step 5. Task Integration

II. 2. Tinjauan Termodinamika Mekanisme reaksi pembentukan asam sulfat: S(s) + O2 (g) H2O(l) + SO3(g) SO2(g) H2SO4(l) (1) H = -70.94 (2) H = -23.45 (3) H = -30.9826 kCal/mol kCal/mol kCal/mol SO2 (g) + 0.5O2(g) SO3(g)

Melalui tahapan reaksi tersebut, dari table termodinamika dapat diperoleh masing-masing panas pembentukan standarnya (H298) produk. Berikut perhitungannya: Reaksi 1 H(298) SO2(g) (H(298) S(s) + H(298) O2 (g)) = -70940 (0+0) = -70940 cal/mol Reaksi 2 H(298) SO3(g) (H(298) SO2 + (H(298) * 0.5) O2(g)) = -94390 - (-70940 + 0) = -23450 cal/mol

Reaksi 3 H(298) H2SO4(l) (H(298) SO3(g) + H(298) H2O(l)) = -193690 - (-94390 - 68317.4) = -30982.6 cal/mol.

Dari perhitungan diatas didapatkan H(298) bernilai negative secara termodinamika proses yang terjadi eksotermis. Artinya, kenaikan suhu (mewakili kondisi operasi) menyebabkan penurunan konversi. Selanjutnya, reaksi searah atau bolak balik, secara termodinamika dapat dievaluasi dari (G298). Dari persamaan G298 = - RT ln K. Berikut perhitungannya: (G298) H2SO4(l) ((G298) SO3(g) + (G298) H2O(l)) = -690003 - (-371060 237129) = -81814 J/mol G298 = - RT ln K -81814 = - 8.314 * 298 ln k k = 2.19384 x 1014

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan reaksi berlangsung secara searah (k > 1). Kemudian dengan menggunakan rumus: = k (smith van ness, 487)
( ) ( )

) (smith van ness, 476)

Didapatkan data sebagai berikut : Konversi 0.722187 0.4838693 0.3277087 0.2242554 0.1549945 0.1081535 0.0761652 0.0541144 0.0387763 0.0280144 0.0203998 0.0149686 0.0110643 0.0082365 0.0061735 0.0046579 Suhu (C) 450 460 470 480 490 500 510 520 530 540 550 560 570 580 590 600

Dari data diatas, didapat hubungan konversi vs suhu (tinjauan termodinamika)

Grafik Konversi vs Suhu


0.8 0.7 0.6

Konversi

0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 420 470 520 570 620

Suhu (C)

II. 3. Tinjauan Kinetika Ditinjau dari kinetika reaksinya, kecepatan reaksi pembentukan asam sulfat akan semakin besar dengan kenaikan suhu. Hal ini dapat dijelaskan dengan persamaan arhenius : K = A e Ea/RT Dengan : k A Ea R T = konstanta kecepatan reaksi = factor frekuensi tumbukan = energy aktivasi = konstanta = suhu

Dari persamaan di atas, harga A, Ea, R adalah tetap, sehingga harga k hanya dipengaruhi oleh suhu, dengan kenaikan suhu maka kecepatan reaksi akan semakin besar, pembentukan H2SO4 juga makin cepat. Kecepatan reaksi

pembentukan H2SO4 tergantung pada konsentrasi reaktan. Hal ini dibuktikan dengan rumus :

ln

= -kt (Perry, 2193)

dgn (

) = (1-Xa) (perry, 2193)

Dengan menggunakan rumus diatas, didapatkan data sebagai berikut:

Konversi 0.63161174 0.63161868 0.63162543 0.63163201 0.63163841 0.63164465 0.63165073 0.63165665 0.63166243 0.63166806 0.63167356 0.63167893 0.63168417 0.63168928 0.63169428 0.63169916

Suhu 450 460 470 480 490 500 510 520 530 540 550 560 570 580 590 600

Dari data diatas didapatkan hubungan konversi vs suhu (tinjauan kinetika)

grafik konversi vs suhu


0.63171000 0.63170000 0.63169000 0.63168000 0.63167000 0.63166000 0.63165000 0.63164000 0.63163000 0.63162000 0.63161000 0.63160000 420 470 520 570 620

konversi

Suhu (C)

Setelah mendapatkan hubungan antara konversi Vs suhu (tinjauan termodinamika) dan konversi Vs suhu (tinjauan kinetika), kedua grafik tersebut dihubungkan, dan didapatkan grafik baru seperti berikut:

0.7 0.6 0.5

Konversi

tinjauan termodinamika Tinjauan Kinetika

0.4 0.3 0.2 0.1 0 420 470 520 570

Suhu (C)

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal yaitu sekitar 460oC dengan konversi 63%.

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Setelah dibandingkan antara timbal, maka

proses

kontak

dengan proses

kamar

untuk perancangan pabrik asam sulfat ini dipilih Proses

Kontak dengan pertimbangan : a. Konversi yang tinggi dan kualitas produk lebih pekat. b. Biaya produksi lebih murah. c. Umur katalis dapat mencapai 10 tahun dalam pemakaian normal. d. Proses produksi satu kali proses dalam meningkatkan konsentrasi asam.

Pada sintesis proses dapat disimpulkan bahwa proses kontak merupakan proses yang paling potensial dan banyak digunakan di industry. Berikut

adalah Heuristic yang dipilih dalam proses kontak: 1. Dalam proses kontak, ada spesies yang sulit untuk diseparasi (absorbsi) maka spesies tersebut dikeluarkan dalam fase uap 2. Dalam proses kontak digunakan T= 5000 oC dan P= 1 atm yang merupakan kondisi operasi optimal untuk mendapatkan yield yang tinggi. 3. Dalam flowsheet pembuatan asam sulfat dengan proses kontak digunakan absorbsi sebagai proses separasi 4. Untuk mengalirkan udara dari filter udara ke menara pengering digunakan blower turbo. Hal ini menunjukkan tekanan gas berkisar antara 10,1 kPa -206 kPa. 5. Pada plant asam sulfat terdapat tiga pompa cair, pemilihan pompa, disarkan pada heuristic 37, tergantung pada flowrate dan ketinggian. 6. Asumsi pressure drop pipa aliran cair adalah 2 Psi per 100 ft, dan pada control valve paling rendah 10 Psi. Heuristic ini penting untuk perhitungan yang membutuhkan pressure drop aliran pipa.

Heuristic ini penting untuk memperkirakan Teoritical Horsepower untuk pompa zat cair.

DAFTAR PUSTAKA

Priyanto, Slamet. 2010. Handout Proses Industri Kimia.Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Semarang : 2010 Robert, Perry. Green, Don. Perrys Chemical Engineers Hand Book. Mc Graw Hill Company. 1999 Smith, J.M, H.C Van Ness. introduction to Chemical engineering Thermodynamics. Mc Graw Hill Company. 2001 www.id.wikipedia.org/wiki/Asam_sulfat www.nazusyifa.blogspot.com www.takdir.blog.com/2011/04/pembuatan-asam-sulfat-proses-kontak