Anda di halaman 1dari 3

Resiko Operasional ROAD MAP MENUJU PERGURUAN TINGGI KELAS DUNIA

Pusat Pengembangan Pendidikan UGM Standards Kelas Dunia dapat diraih dengan cara: 1. Menghidupkan budaya riset Budaya riset yang sudah ada belum dapat berkembang karena jejaring internet yang tersedia sudah berkembang tapi belum dapat dikomunikasikan dengan berbagai perkembangan terkini. Riset tidak berjalan dengan lancar karena beberapa faktor seperti sumber daya manusianya (dosen,mahasiswa,staff) masih kurang akan pengetahuan dan keterampilan, sistem informasi yang buruk dimana sarana belum sesuai dengan kebutuhan dan website yang ada belum bisa dimanfaatkan dengan baik Hasil riset harus sejalan dengan tujuan riset, tapi pada hasil akhirnya ada beberapa penyimpangan yang berkaitan dengan tujuan riset. Hal ini dikarenakan kegagalan dalam membangun soliditas dan komitmen yang tim tetapkan dari awal. 2. Menghidupkan budaya kerja unggul Hasil kinerja dari masing-masing SDM belum maksimal sehingga proses dalam menghidupkan budaya kerja unggul akan terhambat karena pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki SDM belum maksimal, dosen belum memenuhi kriteria (S3 50% dan TOEFL 450), adsanya perpustakaan dan LAN belum dimanfaatkan dengan baik, dosen belum mampu mengarahlan mahasiswa untuk malakukan kinerja secara maksimal, Sistem pembelajaran dan Pemantauan kemajuan belajar belum terlaksana dengan maksimal, dll. Budaya kerja unggul tidak dapat terwujud 3. Peningkatan kemampuan bahasa Inggris. (membuat kelas Bahasa Inggris untuk semua dosen dan mahasiswa) Pada proses pelaksanaannya, dosen yang mengajar tiba-tiba mengundurkan diri karena hal pribadi. Kegiatan sudah berjalan beberapa periode, terdapat mahasiswa dan dosen yang belum bisa mempraktekkan kemampuan bahasa inggris mereka dengan baik. Banyak dosen yang tidak ingin mengikuti kelas bahasa Inggris. Banyak mahasiswa yang tidak ingin mengikuti kelas bahasa Inggris. Hasil test terakhir banyak mahasiswa dan dosen yang tidak memenuhi kriteria kelulusan. 4. Mengadakan kerjasama Internasional Banyak universitas yang menolak kerjasama Kerjasama internasional antar universitas tidak berjalan dengan lancar. Kerjasama putus di tengah jalan,karena beberapa sebab. 5. Membangun jejaring publik (industri, pemerintah, asosiasi profesi dan masyarakat) Kegagalan atas relevansi struktur dan isi kurikulum dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders (industri, pemerintah, asosiasi profesi dan masyarakat) 6. Memperkuat hubungan dengan alumni Tidak semua alumni terjangkau, karena jumlah yang banyak. Jadi hanya beberapa lulusan yang dapat diperkuat hubungannya dan hubungan tersebut akan putus tiba-tiba apabila lulusan merubah identitasnya dari no telphone s.d. alamat sehingga tidak ada alternatif yang dapat menghubungi alumni tersebut.

Memperkuat hubungan dengan alumni belum tentu membawa manfaat yang besar karena alumni belum tentu bersedia untuk memperkuat hubungan, alumni belum bekerja/membangun usaha setelah 1 tahun ia lulus, ipk di bawah kriteria (<3.00) dan Toefl (<300)

Resiko External
Membangun image dengan akreditasi Akreditasi belum tentu mendapat akreditasi A, bisa mendapat akreditasi C, hal ini akan mempengaruhi minat calon mahasiswa untuk menempa ilmu di universitas tersebut. Akreditasi A didapat, tapi pada kenyataanya sistem di universitas seperti sistem pembelajarannya, sistem perpustakaanya (berapa banyak buku vs mahasiswa), maupun fasilitas yang ada. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan besar bagi mereka yang memilih belajar di universitas tersebut. Universitas dapat dikenai tuntutan, karena apa yang dijanjikan tidak ditepati. Muhammadiyah

Resiko Operasional Aspek Pendidik


1. Menanamkan karakter pembelajar yang sesuai dengan nilai-nilai islam Adanya individu yang kritis hingga menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan kritis yang tidak boleh salah ketiks menjawabnya. 2. Menumbuhkan kesadaran individu yang utuh Masing-masing individu sulit untuk disadarkan karena memiliki pola pikir masing-masing. Adanya perlawanan dari beberapa individu. 3. Untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. Kegagalan memberi pengaruh bersosialisasi sehingga banyak individu yang terlalu fanatik akan muslim dan hanya ingin bergaul di lingkungan masyarakat muslim. STAI Muhammadiyah 1. Penerapan Manajemen sekolah Gagalnya proses kegiatan pendidikan yang berlangsung akibat manajemen sekolah yang tidak efektif. Kualitas dan mutu lembaga pendidikan tidak berkembang. Hal ini disebabkan manajemen sekolah tidak bisa mengatur SDM dengan benar. 2. Membangun Budaya sekolah Budaya sekolah belum bisa diterapkan dengan baik oleh karyawan, guru, dan murid-murid di sekolah. Banyak penolakan ketika membangun budaya yang baru Terdapat penyimpangan dari budaya sekolah yang dilakukan oleh beberapa murid atau pekerja yang ada.

Resiko eksternal Penurunan akreditasi ini salah satu penyebabnya adalah adanya sarana dan prasarana yang tidak di rawat dengan baik.
Calon murid yang ingin bersekolah di tempat tersebut berkurang. Ada orang tua murid ya ng berkeinginan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain Murid di sekolah akan berkurang

Resiko Operasional Rencana Strategis Universitas Gadjah Mada Tahun 2003 2007 1. Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan sarjana dan pascasarjana Kegagalan dalam menghasikan lulusan UGM yang tidak memiliki sikap mental dan etika profesi, pengetahuan, ketrampilan, kreativitas, dan kepemimpinan yang unggul. 2. Menumbuhkan budaya masyarakat Pancasila Tidak tercapainya dalam menumbuhkembangkan sikap toleran dan saling menghormati, jiwa dan semangat kebangsaan Gagal dalam mengarahkan disiplin diri di kalangan sivitas akademika dan masyarakat. 3. Mengembangan pengelolaan universitas yang efisien dan produktif Gagal dalam menghasilkan keunggulan akademik UGM. Kegagalan dalam menghasilkan pengelolaan UGM yang bertanggungjawab. 4. Menyediakan layanan sarana prasarana yang mendukung mutu universitas (berkaitan dengan visi UGM) visi belum bisa tercapai kerana layanan sarana dan prasarana banyak yang dalam kondisi tidak memadai. 5. Mengembangkan kemandirian organisasi dan jaringan kerjasama Gagal dalam meningkatkan posisi di tingkat global karena tidak ada dukungan dari pihak internal sendiri.