Anda di halaman 1dari 2

MARXIST THEORY OF LAW

I.

PENDAHULUAN

Marxist adalah suatu sistem sosiologi, filosofi tentang manusia dan masyarakat, serta suatu doktrin politik.1 Keistimewaan dari Marxisme terletak pada tidak adanya paham lain di dunia yang menjadi doktrin dari suatu pergerakan politik. Kontribusi Marxist yang hingga kini masih diikuti dalam pemikiran sosial yakni pandangannya tentang hubungan masyarakat sebagai suatu sistem, namun yang lebih kontroversial adalah pandangannya mengenai hubungan di dalam bagian-bagian dari sistem tersebut. Penekanannya adalah pada sistem ekonomi, sebagai suatu dasar infrastruktur dan hal-hal lain seperti politik, hukum, agama, dan suku sebagai superstruktural.2 Marx memandang perubahan sosial diakibatkan oleh pertentangan internal dan konflik sistem sosial. Marx adalah seorang materialist, dimana pada abad ke-18 orang-orang pada umumnya masih berpandangan materialistis, seperti pandangan dari Descartes, Diderot, dan Feuerbach. Namun, menurut Marx, pemikiran mereka mengenai dunia dan manusia dalam suatu masa mekanikal yang murni tersebut tidak memungkinkan adanya suatu perkembangaikaren, hal tersebut dikarenakan apabila dunia diibaratkan sebagai sebuah mesin maka mesin tersebut hanya akan melakukan apa yang menjadi tujuan pembuatannya sehingga tidak mengembangkan kualitas yang baru.3 Marx menemukan prinsip-prinsip perkembangan dari dialekta Hegel, namun Marx menolak filosofi idealis Hegel dan menggantikannya dengan materialism yang merupakan kombinasi Dialektika Hegel dan Teori Materialisme yang diterapkan pada hubungan manusia dalam masyarakat khususnya mengenai perkembangan dan perubahan masyarakat yang disebut materialisme historis. Namun demikian Marx tetap menghargai Hegel sebagai seorang pemikir dan mempertimbangkan dialektika Hegel sebagai suatu yang bernilai untuk meneliti dunia.

Marxist is a system of sociology, philosophy of man and society and a political doctrine, Freeman, M.D.A., Lloyds Introduction To Jurisprudence, Eighth Edition, Thomson Reuters (Legal) Limited, London, 2008 , hal.1129 2 Ibid 3 Ibid

II.

ISI TEORI Inti dari pemikiran Marx yakni sebagai berikut : 1. Dialektika Materialistis

Premis dasar menurut Konsep Historis Marxian yaitu bahwa sifat alami individu tergantung pada kondisi material yang menentukan proses produksi. Oleh karena itu, untuk memahami manusia dan sejarahnya, maka sangat penting untuk memahami kegiatan produksi. Struktur ekonomi dari suatu masyarakat tergantung dari kekuatan produksi yang dimilikinya. Tenaga-tenaga produksi (self-creation through labour) merupakan faktor utama (primer) dari konsep materialisme Historis sedangkan konsep-konsep tentang politik, philosophy dan agama yang di interpretasikan oleh manusia dalam aktivitasnya merupakan faktor kedua. Terdapat 2 (dua) faktor dalam produksi, yaitu kekuatan productive (productive forces) yang terdiri atas tenaga kerja dan implementasi dari pengetahuan dan keahlian (skill) serta hubungan produktif antara manusia. Keduanya saling berkaitan dimana bila terjadi perubahan terhadap faktor yang satu akan membawa perubahan pada faktor yang lain. Dalam bukunya The Poverty of Philosophy, Marxs menyatakan bahwa sebuah perubahan dalam tenaga kerja produktif akan membawa perubahan dalam hubungan produksi namun tampak jelas bagi Marx bahwa kekuatan produksi meskipun merupakan faktor yang menonjol dalam menentukan hubungan produksi tetapi bukan merupakan faktor satu-satunya. 2. Pertentangan Kelas 3. Base dan Superstructure Marx membedakan antara struktur ekonomi dalam masyarakat ( Base atau infrastructure dan superstructure). Kuncinya menurut Marx model produksi dari kondisi kehidupan material.

III.

PEMBAHASAN