Anda di halaman 1dari 7

Investigation brochure

A. Formula Anti Hiperkolesterolemia R/ Daun Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) Daun Kemuning (Murraya paniculata L.) Akar Kelembak (Rheum spp.) 5g 3g 5g

Jati belanda (Guazuma ulmifolia) Daun Jati belanda mengandung senyawa tannin, damar, triterpen, alkaloid, karotenoid, flavonoid, dan asam fenol,,glikose bisa menurunkan kadar kolesterol Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak daun jati belanda yang diberikan secara oral dengan konsentrasi 15 persen dan 30 persen dapat menurunkan kadar kolesterol total serum kelinci. Daun jati belanda (Guazuma ulmifolia) digunakan untuk pelangsing. Memiliki kandungan yang saling komplemen antara lain kandungan musilago yang dalam lambung dapat mengembang sehingga dapat menekan nafsu makan. Kandungan tanin dapat menghambat absorbsi lemak dalam usus dengan mekanisme berikatan dengan protein sehingga membentuk kompleks tanin-protein dan membentuk suatu lapisan pada dinding usus yang dapat menghambat absorbsi. Selain itu kandungan alkaloid memiliki efek menghambat enzim lipase(dapat menghidrolisis lemak). Kemuning (Murayya paniculata) Daun kemuning mengandung : atsiri, damar, tannin, glikosida, dan meransin. mengurangi lemak tubuh berlebihan Daun kemuning juga mengandung : cadinene, methylene, antharanilate, bisabolone, betha-carryophyllene, geraniol, carane 3, eugenol citronellol, methyl salicilate, squaiazulene, osthole paniculatin, coumurracyn.- Kulit : mengandung mexotionin, 5-7dimethoxy-8-(2,3-dihydroxyisopenthyl) coumerin. Bunga : scopoletin. - Buah : semi-alfacarotenone.Beberapa teori menyebutkan bahwa khasiat daun jati belanda dan kemuning adalah karena kandungan damarnya. Mekanismenya sebagai berikut, dieksresi melalui feses. Cepatnya asam empedu dieksresikan oleh tubuh akan disertai oleh cepatnya pembentukan asam empedu sehingga kolesterol dalam tubuh segera diubah menjadi asam empedu. Dengan demikian, proses ini akan mengurangi kadar kolesterol. hasil penelitian pada daun kemuning menunjukkan, pemberian infus daun ini sebesar 10 persen, 20 persen, 30 persen, dan 40 persen sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat

menurunkan lemak darah secara bermakna. Terjadi peningkatan pembakaran lemak tubuh, termasuk Kolesterol sebagai salah satu komponen dari lemak. Sementara itu, bahan simplisia yang digunakan berkhasiat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran timbunan lemak dalam tubuh akan meningkat. Dengan demikian akan mengurangi kadar llemak tubuh. Ini berarti akan mengurangi terbentuknya kolesterol karena lemak merupakan faktor risiko tinggi terhadap kolesterol.

Kelembak (Rheum officinale) Akar dan daunnya mengandung flavonoida, di samping itu akarnya juga mengandung glikosida Reumemodin, krisofanol,rafontisin dan saponin, sedangkan daunya mengandung polifenol ,Antraglikosida dan frangula-emodin. Pada praktek Saintifikasi Jamu, setiap formula akan ditambah tiga macam simplisia yaitu: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Kunyit (Curcuma domestica Val.) Meniran (Phyllanthus niruri L.) 3g 3g 3g

Temulawak digunakan untuk menyegarkan tubuh, melancarkan metabolisme serta menyehatkan fungsi hati. Kunyit digunakan untuk melancarkan pencernaan, sedangkan meniran untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

B. Formula Anti Hipertensi R/ Daun Seledri (Apium graveolens L.) Daun Kumis kucing (Orthosiphon spicatus (Thunb.) B.B.S. non Bth.) Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Daun Seledri (Apium graveolens L.) Kandungan kimia pada seledri antara lain 11,21-dioxo-2,3,15-trihydroxyurs12-ene-2-O--d-glucopyranoside,11,21-dioxo-3,15,24-trihydroxyurs-12-ene-24-O-d-glucopyranoside, 11,21-dioxo-3,15,24-trihydroxyolean-12-ene-24-O--dglucopyranoside, apigenin-7-O-[2-O-(5-O-feruloyl)--d-apiofuranosyl]--d3g 3g 5g

glucopyranoside[4]; manitol, apigenin-7-0-glukosida, 7,7-di-0-metilamentoflavon ; dgalacturonic acid, l-rhamnose, l-arabinose, d-galactose . Flavonoid (apiin, apigenin, isoquercitrin), kumarin (apigravin, apiumetin, apiumoside, bergapten, celerin, celereoside, isoimperatorin, isopimpinelin, osthenol, rutaretin, seselin, umbeliferon, 8hydroxy-5-methoxypsoralen), manitol, minyak atsiri (3-butylftalida, limonen, santalol, selenin, sedanenolide, eudesmol ) Apii graveolentis herba mempunyai efek hipotensi baik pada penderita hipertensi maupun pada percobaan hewan pada pengukuran tekanan darah tikus secara tidak langsung, fraksi asam dari ekstrak etanol memiliki efek penurunkan tekanan darah yang tidak terlalu besar tetapi stabil. Dalam batas dosis tertentu kekuatan dan lama efek penurunan tekanan darah meningkat dengan bertambahnya dosis. Kandungan alkaloid dalam sledri juga berefek sedatif dan antikonsulvan pada tikus .Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian ekstrak sledri terhadap tekanan darah kucing, hasilnya ternyata mampu menurunkan tekanan darah 13-17 mm Hg untuk pemberian perasan daun sledri, sedangkan jika pemberian ekstrak daun sledri dengan cara refluks menurunkan tekanan darah 10-30 mm Hg. Sledri berefek seperti calcium antagonis, yaitu beraktivitas pada reseptor pembuluh darah dan akan memberi efek relaksasi. Daun Kumis kucing (Orthosiphon spicatus (Thunb.) B.B.S. non Bth.) Bagian tanaman di atas tanah mengandung diterpen tipe-isopimarana (ortosifol F J) dan dua senyawa diterpen lain yang disebut tipe-staminana (staminol A dan staminol B), serta senyawa yang teroksigenasi tinggi dari tipe ini (staminolakton A, staminolakton B, dan norstaminol A. Di samping itu juga ditemukan senyawa golongan flavonoid (7,3,4-tri-O-metilluteolin, eupatorin, sinensetin, 5, hidroksi-6,7,3,4tetrametoksiflavon, salvigenin, ladanein, tetrametilskutelarein, 6-hidroksi-5,7,4trimetoksiflavon), dan vomifoliol, aurantiamida asetat, asam rosmarinat, asam kafeat, asam oleanolat, asam ursolat, asam betulinat, dan -sitosterol. Hasil uji klinis campuran daun kumis kucing dan sledri membuktikan efektivitasnya dalam melawan hipertensi. Sledri berefek seperti calcium antagonis, yaitu beraktivitas pada reseptor pembuluh darah dan akan memberi efek relaksasi. Naiknya tekanan darah pada penderita hipertensi menyebabkan pengencangan pembuluh darah. Sledri bersifat menghambat pengencangan tersebut sedangkan daun kumis kucing bekerja sebagai blockeryang berpengaruh terhadap tekanan darah dan serangan jantung Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Kandungan utamanya adalah triterpena asam asiatat, madekasat dan madasianat, terutama dalam bentuk esterglikosida, seperti asiaticosia, madecassosida. Ester glikosida lainnya adalah indosentellosida, brahmosida, brahminosida,

thankunisida, isothankunisida. Kandungan kimia non glikosida antara lain kuersetin, kaemferol, stigmasterol. Pemberian ekstrak pegagan secara in vivo pada tikus teranestesi terbukti dapat menurunkan tekanan darah melalui penurunan daya kontraksi dan denyut jantung. Pada uji fraksi triterpenoid Centellae Asiaticae Herba (centellase) secara double blind randomized controlled placebo terhadap 89 orang dengan kasus hipertensi mikroangiopati, menunjukkan aktivitas antihipertensi secara bermakna. Tidak ditemukan efek samping pada uji ini. Berdasarkan percobaan ekstrak etanol, pegagan terbukti memiliki efek antiagregasi platelet dan antitrombosis yang terlihat dari adanya perpanjangan waktu perdarahan, waktu koagulasi darah, dan inhibisi agregasi ptatelet serta proteksi terjadinya paralisis pada uji antitrombosis. Herba pegagan dapat menyebabkan alergi pada pasien yang peka terhadap family Apiaceae. Herba pegagan sebaiknya tidak dikonsumsi oleh Ibu hamil dan menyusui, serta tidak diberikan pada anak-anak tanpa pengawasan tenaga medis. Penggunaan pegagan secara per oral dapat menimbulkan mual dan tidak nyaman di perut Apiin dalam daun seledri memiliki efek sebagai vasodilator sedangkan garam kalium dalam daun kumis kucing memiliki efek diuretika dan keduanya menghasilkan efek akhir yang sama yaitu penurunan tekanan darah. Pada praktek Saintifikasi Jamu, setiap formula akan ditambah tiga macam simplisia yaitu: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Kunyit (Curcuma domestica Val.) Meniran (Phyllanthus niruri L.) 3g 3g 3g

Temulawak digunakan untuk menyegarkan tubuh, melancarkan metabolisme serta menyehatkan fungsi hati. Kunyit digunakan untuk melancarkan pencernaan, sedangkan meniran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. C. Formula Anti Asam Urat R/ Daun Kepel (Stelechocarpus burahol L.) Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Daun Kepel (Stelechocarpus burahol L.) 3g 2g 5g

Daunnya mengandung flavonoida dan polifenol. Daun kepel telah diteliti mampu menurunkan kadar asam urat darah hewan uji dengan kemungkinan kandungan aktifnya flavonoid yang memiliki aktivitas anti-oksidan kuat sehingga diprediksi memiliki juga efek menghambat enzim xantin oksidase

Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Pemeriksaan pendahuluan kandungan kimia daun tempuyung diketahui adanya natrium, kallium dan kalsium (Interlerky, 1980). Pemeriksaan lanjutan terhadap senyawa tururan flavonoid dan kumarin menemukan senyawa lain yang diduga adalah skopoletin dan ada senyawa flavonoid lain yaitu luteolin-7-0 glukosida dan apigenin 7-0 glukosida (Sabar 1984). Di samping itu juga ditemukan adanya kandungan silika, teraksasterol, inositol.Materia medika)) Pada pustaka lain disebutkan bahwa tempuyung mengandung oe-laktuserol, p-laktuserol, manitol, inositol, silica, kalium, flavonoid dan taraksasterol. Pada penelitian yang lain disebutkan bahwa infuse daun Sonchus arvensis L. 0,5% dosis 1 ml/kg. bb sampai 8 ml/kg. bb., secara oral diberikan pada kelinci jantan dengan pembanding air, menunjukkan adanya efek diuretik. Infuse daun tempuyung setara dengan 10 x dosis emperis pada manusia, dapat mencegah pembentukan kandung kemih buatan pada tikus putih[14]. Infuse daun tempuyung diketahui dapat melarutkan kolesterol, Ca Oxalat dan asam urat batu ginjal in vitro. Daun tempuyung memiliki efek diuretika sehingga dapat bersifat urikosurik melalui eliminasi asam urat dalam kandung kemih Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) `Tanaman ini mengandung resin, resorsin, brazilin, d-alfa phallandren, oscimenen, dan minyak atsiri. Secara empiris tanaman secang telah digunakan untuk mengatasi gout, rematik dan pembengkakan. Senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman secang diduga bertanggung jawab dalam menghambat produksi asam urat di tubuh, sehingga produksi komplikasi hiperurecimea berupa gout arthritis tidak terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman secang memiliki aktivitas sebagai penurun asam urat darah tikus putih jantan galur SD. Dosis 40 mg/kg bb menghasilkan penurunan kadar asam urat darah yang paling besar dibandingkan dengan dosis lain dan setara dengan alupurinol 50 mg/kg bb. Ekstrak etanol 70 % kayu secang mengandung golongan senyawa kimia flavanoid, tannin polifenol, kardenolin dan antrakinon. Ekstrak kayu secang dosis 40 mg/kg bb dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kasus hiperuricemia, karena mempunyai aktivitas yang setara dengan aktivitas alopurinol dosis 50 mg/kg bb.

Pada praktek Saintifikasi Jamu, setiap formula akan ditambah tiga macam simplisia yaitu: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Kunyit (Curcuma domestica Val.) Meniran (Phyllanthus niruri L.) 3g 3g 3g

Temulawak digunakan untuk menyegarkan tubuh, melancarkan metabolisme serta menyehatkan fungsi hati. Kunyit digunakan untuk melancarkan pencernaan, sedangkan meniran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Interaksi sinergisme juga terjadi pada ramuan antihiperurisemia dimana flavonoid daun kepel menghambat xantin oksidase sehingga menurunkan kadar asam urat darah dan pada sisi lain daun tempuyung berefek diuretika yang akan mengeliminasi asam urat dari ginjal sehingga kadar asam urat darahpun menurun. Jika dalam ramuan antihiperurisemia tersebut ditambahkan temulawak maka kurkumin yang ada didalamnya akan berefek antiinflamasi dan ini dibutuhkan untuk mengatasi gejala hiperurisemia atau gout. Interaksi seperti ini disebut interaksi komplementer. Interaksi positif dapat juga terjadi jika suatu kandungan kimia dapat meningkatkan ketersediaan hayati atau bioavailabilitas kandungan kimia yang lain. Kurkumin yang terkenal memiliki ketersediaan hayati yang jelek dapat ditingkatkan absorpsinya oleh seskuiterpenoid atau bromelin sehingga kadarnya dalam darah meningkat dan diharapkan efeknyapun meningkat. Selain peningkatan absorpsi, penghambatan aktitas sitokrom P450 di hepar oleh suatu kandungan kimia dapat juga meningkatkan kadar kandungan kimia lain. D. Formula Anti Hiperglikemia R/Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thoms.) 5g 5g

Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) Daun mengandung andrographolida, asam kafeat, asam klorogenat, dehidroandrographolida, deoksiandrographolida, deoksiandrographolida-19--Dglukopiranosida, 14-deoksi-11,12-didehidroandrographolida, 3,5-dikafeoil-d-asam quinat, neoandrographolida, ninandrographolida, panikulida A, B, C. Daun sambiloto mengandung senyawa diterpenoid yaitu andrografolid dan turunannya yang memiliki efek menurunkan gula darah hewan uji yang dibuat diabetes
Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thoms.)

Seluruh bagian tanaman bratawali mengandung alkaloid kuartener; N-asetilnornusiferin, N-formil-annonain, N-formil-nornusiferin; alkaloid berberin (hanya pada akar), glikosida: furanoditerpen, N-trans-feruloil-tiramin, N-cis-feruloil-tiramintinotuberida, borapetosida A, borapetol, tinosporin, tinosporidina . Di samping itu seluruh tanaman juga mengandung zat pahit kolombin (2,22%), sedikit alkaloid (tinosporina, tinosporidina, Nferuloiltriptamina dan sekoisolarisiresinol) dan glikosida (pikroretin dan berberina). Dan flavonoid (apigenin O-glikosida, palmatin, dan pikroretosida), terpenoid (antara lain tinosporid, tinosporasid (diterpen furanolakton), kordifoliosid A, B, dan C (fenilpropena disakarida), tinokordifoliosid dan tinokordifolin (seskuiterpen glikosida); alkaloid (tinosporina, magnoflorina, tembetarina, berberina, palmitina, jatrorizina, dsb); lignin; steroid (giloinsterol, -sitosterol, dan 20--hidroksi ekdison); arabinogalaktan. Penelitian ekstrak brotowali untuk terapi diabetes telah dilakukan pada hewan coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek antihiperglikemik brotowali tidak terganggu oleh serapan glukosa di intestinal maupun serapan gula ke sel perifer. Efek antihiperglikemik kemungkinan berhubungan dengan stimulasi pelepasan insulin via modulasi konsentrasi Ca2+ pada sel beta. Uji toksistas akut dari ekstrak botowali pada tikus memperlihatkan bahwa ekstrak dengan dosis tertinggi 4.0 g/kgBB yang diberikan per oral tiidak memperlihatkan adanya tanda-tanda toksisitas Pada praktek Saintifikasi Jamu, setiap formula akan ditambah tiga macam simplisia yaitu: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Kunyit (Curcuma domestica Val.) Meniran (Phyllanthus niruri L.) 3g 3g 3g

Temulawak digunakan untuk menyegarkan tubuh, melancarkan metabolisme serta menyehatkan fungsi hati. Kunyit digunakan untuk melancarkan pencernaan, sedangkan meniran untuk meningkatkan daya tahan tubuh.