Anda di halaman 1dari 27

Panduan UDG Jatim 2012

1
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian

Dalam tata tertib ini yang dimaksud dengan :
1. Pantia UDG Jatim ialah panitia Utsawa Dharmagt Jawa Timur tahun 2012 yang
ditetapkan Oleh PHDI Jawa Timur
2. Peserta ialah utusan dari masing-masing Kontingen Kabupaten / Kota se Jawa Timur :
a. Peserta remaja adalah peserta per Juli 2012 berusia max. 20 tahun
b. Peserta dewasa adalah peserta per Juli 2012 berusia max. 45 tahun
3. Juri ialah Tim Juri yang ditunjuk oleh Ketua Panitia meliputi bidang ; Sloka, Palawakya,
Dharma Widya, Dharma Wecana, Menghafal Mantra Weda dan Kidung Dearah Jawa
Timur.
Pasal 2
Materi Utsawa Dharmagt

1. Materi pembacaan Sloka Wajib dan Pilihan adalah terlampir.
2. Materi pembacaan Palawakya Sarasamuscaya Wajib dan Pilihan adalah terlampir.
3. Materi Dharma Widya / Cerdas Cermat, diambil dari kurikulum pelajaran agama Hindu
terakhir tingkat SD,SLTP, dan SLTA.
4. Dharma Wacana, judul materinya dipilih dari thema pilihan terlampir.
5. Menghafal Mantra Weda Materinya Sloka Bhagawadgt Bab III 1-15 terlampir
6. Materi Kidung daerah Jawa Timur adalah Sinom Jawa Timuran, naskah terlampir

Pasal 3
Pendaftaran peserta

1. Pendaftaran peserta melalui Sekretaris Panitia :
a. I Gusti Ketut Budiartha : 031-70950202
b. Jarianto : 031-70794166

2. Dokumen pendaftaran ditandatangani oleh Ketua Kontingen/ ketua PHDI Kab./Kota
3. Pendaftaran harus sudah diterima di Sekretariat Panitia, paling lambat 1 Juli 2012.

Pasal 4
Pakaian peserta

1. Dalam pelaksanaan semua jenis kegiatan lomba, peserta diwajibkan menggunakan pakaian
sembahyang/Adat , bebas, rapi dan sopan.


BAB II
REGISTRASI KEDATANGAN & AKOMODASI PESERTA.

Pasal 5
Registrasi kedatangan peserta

1. Seluruh peserta wajib melakukan registrasi pada hari H pelaksanaan
2. Registrasi akan dilakukan oleh petugas registrasi dari Panitia.


Panduan UDG Jatim 2012
2
Pasal 6
Akomodasi Transportasi Peserta.

1. Transportasi Kontingen Kab/Kota tidak ditanggung Panitia.
2. Peserta yang ingin bermalam disediakan Penginapan Sederhana dari panitia di Pasraman
Pura JSA Juanda.
3. Biaya akomodasi yang ditanggung Panitia adalah biaya makan siang serta snack sesuai
dengan kegiatan, selain hal tersebut diluar tanggungjawab Panitia.


BAB III
TECHNICAL MEETING
Pasal 7
Ketentuan technical meeting

1. Sebelum perlombaan dimulai akan diadakan rapat technical meeting untuk menjelaskan
tentang hal-hal yang berkaitan dengan tata tertib/ peraturan lomba.
2. Rapat technical meeting diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua Kontingen dari masing-
masing Kota/Kabupaten.
3. Technical meeting dipimpin oleh Kordinator Lomba dan dihadiri oleh Dewan Juri.
4. Hanya Ketua dan Wakil Ketua Kontingen dapat memberikan usul-usul pada saat technical
meeting, dan usul tersebut dipertimbangkan oleh Pimpinan dan Dewan juri untuk
diputuskan oleh Pimpinan rapat.
5. Hasil rapat technical meeting menjadi pedoman pelaksanaan lomba dan harus ditti oleh
semua peserta.
6. Masing-masing Ketua Kontingen bertanggungjawab atas penyampaian hasil rapat technical
meeting kepada seluruh peserta kotingennya.

BAB IV
ACARA PEMBUKAAN

Pasal 8
Acara Pembukaan

1. Seluruh peserta wajib mengikuti acara pembukaan dan sudah harus hadir 30 menit sebelum
acara dimulai.
2. Selama acara peserta wajib menempati tempat duduk masing-masing yang disediakan dan
tidak diperkenankan meninggalkan tempatnya sebelum acara pembukaan selesai.
3. Seluruh peserta diwajibkan ikut menjaga ketertiban pelaksanaan acara pembukaan dengan
cara menjaga ketertiban diri dan keluarga masing-masing.


BAB V
PEDOMAN LOMBA.
Pasal 9
Pra Lomba

1. Pada saat menjelang kegiatan lomba, senantiasa diawali dengan melakukan sembahyang
pagi di Pura setempat.
2. Seluruh peserta wajib mengikuti persembahyangangan bersama tersebut yang
diselanggarakan oleh Panitia.


Panduan UDG Jatim 2012
3
Pasal 11
Ketentuan Umum Lomba

1. Peserta untuk masing-masing jenis lomba, akan mendapat nomor urut lomba yang
selanjutnya dijadikan identitas yang bersangkutan sehingga dalam lomba tidak
diperkenankan menggunakan identitas lain selain nomor urut lomba tersebut.
2. Pada waktu mengikuti lomba peserta menggunakan pakaian sembahyang/Adat dan
menyesuaikan dengan jenis lomba yang diikuti.
3. Peserta harus hadir minimal 15 menit sebelum acara dimulai.
4. Giliran tampil ditentukan dengan undian, setiap pergantian peserta.
5. Selama lomba berlangsung peserta tidak diperkenankan untuk meninggalkan tempat lomba.
6. Bila pada gilirannya untuk tampil peserta dipanggil oleh petugas selama tiga kali berturut-
turut dengan interval waktu 1 (satu) menit belum juga hadir maka dinyatakan gugur.
7. Tepuk tangan hanya diperkenankan sebelum dan sesudah penampilan peserta sehingga
selama penampilan tidak diperkenankan untuk memberikan aplus termasuk komentar
apapun.
8. Semua peserta dilarang berbuat gaduh sehingga dapat mengganggu jalannya lomba.
9. Naskah wajib dibawakan dengan cara membaca teks yang tertulis pada lampiran buku
pedoman ini atau buku lain dengan teks yang sama seperti yang ditentukan oleh Panitia.
10. Naskah pilihan, dibawakan dengan cara membaca teks yang tertulis pada lampiran buku
pedoman ini atau buku lain dengan teks yang sama seperti yang telah ditentukan dalam
buku pedoman, dengan menyebutkan Code naskah yang dipilih.
11. Penterjemah, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar boleh secara hafalan
maupun membaca teks yang tertulis pada lampiran buku pedoman ini atau buku lain
dengan teks yang sama seperti yang telah ditentukan dalam buku pedoman.
12. 12. Jumlah Naskah Wajib maupun Pilihan untuk Sloka maupun Palawakya yang harus
dibawakan oleh masing-masing peserta sebanyak 2 (dua) bait : 1 baitnaskah Wajib dan 1
bait naskah Pilihan

Pasal 12
Sloka

1. Pembacaan Sloka terdiri dari 2 orang peserta secara berpasangan yaitu pembaca Sloka dan
penterjemah.
2. Pada tampil peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan paramasanti.
3. Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi A dibaca
sesuai dengan bunyi A dalam bahasa Indonesia.
4. Gaya Irama (Reng) Sloka memakai reng Sruti.
5. Rentang Nilai/ Interval nilai 70 sampai 85 bagi setiap juri untuk masing-masing kriteria.
Jumlah total nilai dibagi jumlah kriteria penilaian menjadi nilai peserta.

Pasal 13
Palawakya

1. Pembacaan Palawakya terdiri dari 2 orang peserta secara berpasangan yaitu pembaca
Palawakya dan penterjemah .
2. Pada waktu tampil peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan
paramasanti.
3. Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi A dibaca
sesuai dengan bunyi A dalam bahasa Indonesia.
4. Rentang Nilai / Inteval nilai 70 sampai 85 bagi setiap juri untuk masing-masing kriteria.
Jumlah total nilai dibagi jumlah kriteria menjadi nilai peserta.
Panduan UDG Jatim 2012
4
Pasal 14
Dharma Widya

1. Atribut peserta berupa tanda nomor peserta masing-masing dipasang di dada sebelah kiri.
2. Ketua regu harus memperkenalkan nama anggotanya masing-masing saat acara dimulai,
atas arahan penyelenggara.
3. Peserta diorganisasikan dengan sistim kelompok/ regu dan setiap regu terdiri dari 3 (tiga)
orang, pria, wanita atau campuran.
4. Naskah soal disusun berdasarkan materi kurikulum SD, SLTP dan SLTA
5. Naskah soal disiapkan untuk babak penyisihan, semi final dan final.
6. Pembagian soal dilakukan dengan cara undian yang diwakilkan untuk setiap regu.
7. Untuk soal rebutan dipegang oleh penyelenggara dan juri.
8. Bentuk soal Multiple Choise/ pilihan ganda dan soal yang dijawab langsung.
9. Jumlah soal dibabak penyisihan masing-masing regu disiapkan satu amplop berisi 5 soal
dan soal rebutan untuk semua regu satu amplop berisi 10 soal.
10. Babak semi final; diikuti oleh regu yang juara pool. Dalam babak ini masing-masing regu
disiapkan amplop berisi 5 soal dan soal rebutan untuk semua regu berisi 10 soal.
11. Babak final diikuti oleh lima regu pemenang semi final. Dalam babak ini masing-masing
regu disiapkan amplop berisi 5 soal dan soal rebutan untuk semua regu berisi 10 soal.

Pasal 15
Dharma Wacana.

1. Atribut peserta berupa tanda peserta / nomor urut akan diberikan oleh panitia dan dipasang
di dada sebelah kiri.
2. Naskah Dharma Wacana dibuat oleh peserta lomba mempergunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
3. Naskah dibuat diatas kertas HVS ukuran A4, jarak spasi 1,5 dengan besar huruf 11, jenis
Arial.
4. Jumlah halaman minimal 3 dan maksimal 5 lembar.
5. Thema Naskah dapat dipilih antara lain :
Dana Punia
Cinta Kasih
Peningkatan Bhakti.
Pengendalian Diri.
Pembinaan Keluarga Hindu.
Pengabdian
Tirtha Yatra
Dharma Gt
6. Naskah dikumpulkan saat Registrasi Peserta di Panitia.
7. Pada saat tampil naskah boleh dibawa seluruhnya, namun tidak perlu dibaca secara
menyeluruh, hanya boleh mengambil point-point yang penting saja.
8. Pada waktu tampil peserta wajib menyampaikan salam Panganjali dan diakhiri dengan
Paramasanti.
9. Peserta sudah siap 15 (lima belas) menit sebelum perlombaan dimulai.
10. Peserta yang dipanggil sampai tiga kali dengan interval waktu 2 menit tidak hadir
dinyatakan gugur.
11. Peserta diberikan waktu maksimal 20 (dua puluh menit) untuk menyampaikan makalahnya.




Panduan UDG Jatim 2012
5
Pasal 16
Kidung Sinom Jawa Timuran

1. Atribut peserta berupa tanda peserta / nomor urut akan diberikan oleh panitia dan dipasang
di dada sebelah kiri.
2. Peserta kidung terdiri dari 5-10 orang yang diambilkan dari peserta lomba.
3. Pada waktu tampil peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan
paramasanti.
4. Pembawn kidung dengan hafalan / tanpa teks.
5. Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi A dibaca
sesuai dengan bunyi A dalam bahasa Indonesia.
6. Naskah kidung adalah Kidung Sinom Jawa Timuran terlampir
7. Rentang Nilai / Inteval nilai 70 sampai 85 bagi setiap juri untuk masing-masing kriteria.
Jumlah total nilai menjadi nilai peserta.


Pasal 17
Menghafal Mantra Weda

1. Menghafal Mantra Weda perorangan Remaja Putra Dan Putri yaitu Menghafal Mantra
Weda serta arti terjemahannya.
2. Bait Mantra yang dibawakan sebanyak 3 bait Mantra beserta terjemahannya.
3. Nomor Mantra yang dibawakan ditentukan sesaat akan tampil, ditentukan oleh undian
nomor Mantra, yang pengundiannya dilakukan oleh panitia lomba
4. Pada tampil peserta menyampaikan salam panganjali dan diakhiri dengan paramasanti.
5. Pelafalan teks disesuaikan dengan dialek masing-masing daerah kecuali bunyi A dibaca
sesuai dengan bunyi A dalam bahasa Indonesia.
6. Gaya Irama ( Reng) / Pengucapan tidak diwajibkan secara pembacaan Sloka yang
memakai reng Sruti.
7. Rentang Nilai/ Interval nilai 70 sampai 85 bagi setiap juri untuk masing-masing kriteria.
Jumlah total nilai dibagi jumlah kriteria penilaian menjadi nilai peserta.


BAB VI
SISTIM PENILAI DAN KRITERIA NYA

Pasal 18
Penilai

1. Penilai adalah tim juri yang ditunjuk oleh Panitia, untuk semua jenis lomba.
2. Tiap tiap tim juri terdiri dari 3 orang anggota juri dan penilaian harus dilakukan oleh ketiga
anggota juri.
3. Tim juri dipimpin oleh Ketua Tim juri yang ditunjuk oleh Panitia.
4. Sebelum melakukan penilaian semua anggota juri harus mengikuti Upacara Mejaya-Jaya.
5. Dalam proses penialaian tim Juri dibantu oleh petugas pembantu juri yang ditunjuk oleh
Panitia.






Panduan UDG Jatim 2012
6
Pasal 19
Kriteria Penilaian lomba pembacaan Sloka.

1. Kriteria penilaian Pembaca Sloka meliputi.
Keserasian busana.
Ketenangan dalam penguasaan audience
Suara/ Vokal meliputi ; nada, reng, tekanan.
Ucapan yaitu pengucapan yang benar meliputi suara sandi, jeda dan jeda akhir.
Ekspresi yaitu tentang mimik dan penjiwaan.

2. Kriteria penilaian Penterjemah meliputi :
Keserasian busana.
Ketenangan dalam penguasaan audience
Tidak demam panggung.
Suar/ Vokal meliputi ; nada, reng, tekanan.
Ekspresi yaittu tentang mimik dan penjiwaan.

Pasal 20
Kriteria Penilaian lomba pembacaan Palawakya
1. Kriteria penilaian Pembaca Palawakya meliputi :
Keserasian busana.
Ketenangan dalam penguasaan audience
Suara/ Vokal meliputi ; nada, reng, tekanan. Irama lagu.
Ucapan yaitu irama bacn, tekanan dalam pembacaan, sehingga guru basa terpenuhi.
Ekspresi yaittu tentang mimik dan penjiwaan

2. Kriteri penilaian Penterjemah Palawakya, meliputi :
Keserasian busana.
Ketenangan dalam penguasaan audience
Suara/ Vokal meliputi ; nada, reng, tekanan. Irama lagu.
Ucapan yaitu irama bacn, tekanan dalam pembacaan, sehingga guru basa terpenuhi.
Ekspresi yaitu tentang mimik dan penjiwaan

Pasal 21
Kriteria Penilaian lomba Dharma Wacana
1. Keserasian busana.
2. Ketenangan dalam penguasaan audience
3. Bahasa.
4. Sistematika.
5. Penguasaan materi.

Pasal 22
Kriteria Penilaian lomba Kidung
1. Busana.
2. Ketenangan dalam penguasaan audience
3. Vokal, kejelasan kata-kata.
4. Lagu, irama nada.
5. Ketepatan waktu, tidak lebih dari 20 menit.



Panduan UDG Jatim 2012
7
Pasal 23
Penilaian dan tata laksana lomba Dharma Widya

1. Tata cara Penilaian Lomba Dharma Widya adalah sebagai berikut :
Setiap regu diberikan modal nilai 100 (seratus) pada saat perlombaan dimulai, untuk
menghindari adanya nilai minus.
Setiap jawaban yang benar diberi nilai 100 ( seratus).
Setiap jawaban wajib yang salah diberi nilai 0 (nol).
Untuk jawaban rebutan yang jawabannya salah diberikan nilai 25 ( kurangi dua puluh
lima).
Bila diakhir babak terdapat nilai yang sama diantara regu, maka diberikan soal rebutan
lagi sampai mendapatkan nilai berbeda.
Tidak ada pelemparan soal kepada regu yang lain, baik soal wajib maupun rebutan.
Kesempatan menjawab untuk satu soal adalah 3 (tiga) detik.

2. Tatalaksana lomba Dharma Widya adalah sebagai berikut :
Satu orang Ketua tim, yang bertugas mengkoordinir pelaksanaan lomba dan langsung
membuka acara lomba.
Dua orang bertugas untuk membaca soal.
Satu orang bertugas mencatat dan menulis nilai pada papan setelah diputuskan
nilainya oleh Juri.
Satu orang bertugas mengukur waktu dan membunyikan tanda stop / bel bila
waktunya telah habis.
Tiga orang pengamat yang bertugas untuk mengamati pelaksanaan lomba, jika ada
kesalahan agar dapat memberikan saran atau koreksi yang ditujukan kepada tim Juri.
Pada bagian akhir lomba, pengamat dapat memberikan komentar atas permintn ketua
tim pelaksana.

Pasal 24
Kriteria Penilaian lomba Menghafal Mantra Weda.

1. Kriteria penilaian Menghafal meliputi.
Ketepatan bait Sloka
Ketepatan Terjemahan
Suara/ Vokal meliputi ; nada, lafal, tekanan.
Ucapan yaitu pengucapan yang benar meliputi suara sandi, jeda dan jeda akhir.
Ekspresi yaitu tentang mimik dan penjiwaan.

Pasal 25
Umpan Balik dan Penjelasan Dewan Juri

Setelah perlombaan selesai berlangsung kepada seluruh peserta diberikan umpan balik sebagai
penjelasan dewan juri atas kelebihan atau kekurangan yang dilakukan oleh peserta lomba,
sebagai proses pembelajaran.







Panduan UDG Jatim 2012
8
BAB IX
PENETAPAN PEMENANG DAN HADIAH
Pasal 26
Penetapan pemenang pembacaan Sloka

1. Penetapan pemenang.
Urutan Pemenang lomba pembacaan Sloka mulai dari urutan perolehan nilai tertinggi.
Bilamana terdapat nilai yang sama maka urutannya ditentukan berdasarkan bobot
kriteria yang dirundingkan juri.
Pemenang ditentukan dalam Sidang Dewan Juri.

2. Pemenang Lomba Sloka terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II

Pasal 27
Penetapan pemenang dan Lomba Palawakya
1. Penetapan pemenang.
Urutan Pemenang lomba pembacaan Palawakya mulai dari urutan perolehan nilai
tertinggi.
Bilamana terdapat nialai sama maka urutan pemenang ditentukan berdasarkan bobot
kriteria yang dirundingkan juri.
Pemenang ditentukan dalam Sidang Dewan Juri.

2. Pemenang Lomba Palawakya terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II

Pasal 28
Penetapan pemenang Lomba Dharma Wecana.
1. Penetapan pemenang.
Urutan pemenang lomba Dharma Wecana mulai dari urutan perolehan nilai tertinggi.
Bilamana ada nilai yang sama maka urutan pemenang ditentukan berdasarkan bobot
kriteria yang dirundingkan juri.
Pemenang ditentukan dalam siding dewan juri.

1. Pemenang Lomba Dharma Wecana terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II



Panduan UDG Jatim 2012
9
Pasal 29
Penetapan pemenang Lomba Dharma Widya
1. Penetapan pemenang.
Urutan pemenang lomba Dharma Widya mulai dari urutan perolehan nilai tertinggi.
Pemenang ditentukan dalam sidang dewan juri.

2. Pemenang Lomba Dharma Widya terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II

Pasal 30
Penetapan pemenang Lomba Kidung Sinom Jawa Timur
1. Penetapan pemenang
Urutan pemenang lomba Kidung Sinom Jawa Timur mulai dari urutan perolehan nilai
tertinggi.
Pemenang ditentukan dalam sidang dewan juri.

2. Pemenang Lomba Kidung Sinom Jawa Timur terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II

Pasal 31
Penetapan pemenang Menghafal Mantra Weda

1. Penetapan pemenang.
Urutan Pemenang lomba menghafal Mantra Weda mulai dari urutan perolehan nilai
tertinggi.
Bilamana terdapat nilai yang sama maka urutannya ditentukan berdasarkan bobot
kriteria yang dirundingkan juri.
Pemenang ditentukan dalam Sidang Dewan Juri.

2. Pemenang Lomba Menghafal Mantra Weda terdiri dari :
Juara I
Juara II
Juara III
Juara Harapan I
Juara Harapan II

BAB VIII
PIALA DAN HADIAH

Pasal 32
Pemberian Piala dan Hadiah
1. Kepada masing-masing pemenang Juara I,II,III diberikan Piala Tetap, Piagam Penghargaan.
2. Kepada masing-masing pemenang Juara harapan I,II diberikan, Piagam Penghargaan.
Panduan UDG Jatim 2012
10
3. Bagi regu utusan yang memperoleh juara terbanyak serta nilai skor tertinggi ditetapkan
sebagai Juara Umum, dan kepada kontingen yang bersangkutan berhak menerima Piala
tetap Juara Umum serta Piagam Penghargaan.

BAB IX
ACARA PENUTUPAN
Pasal 33
Gladi bersih Penutupan
1. Seluruh peserta wajib mengikuti acara penutupan dan sudah harus hadir 30 menit sebelum
acara dimulai.
2. Pada acara penutupan akan dilaksanakan penyerahan pemenang semua jenis lomba.
3. Seluruh peserta diwajibkan ikut menjaga ketertiban pelaksanaan acara penutupan dengan
cara menjaga ketertiban diri dan keluarga masing-masing.


BAB X
PENUTUP

Segala usaha dalam penyusunan tata tertib ini tentunya jauh dari harapan semua pihak, sehingga
tidak terlepas akan adanya ketidak sempurnn. Maka dari itu apabila terdapat kekurangan-
kekurangan terutama yang berkaitan dengan tata tertib lomba dapat disempurnakan pada saat
technical meeting dan bila dipandang perlu akan diatur kemudian atas kesepakatan bersama.

Ditetapkan di : Sidoarjo
Pada tanggal : Mei 2012

Panitia Utsawa Dharmagt
Jawa Timur 2012



I Putu Sudira, ST. I Gusti Ketut Budiartha, S.Ag
Ketua Sekretaris

Mengetahui,
Ketua PHDI Propinsi Jawa Timur Ketua PHDI Kab. Sidoarjo



Drs. I Ketut Sudiarta, S.Ag Ir. Nyoman Anom Mediana, S.Pd.H


Panduan UDG Jatim 2012
11


NASKAH - NASKAH


PEMBACAAN SLOKA BHAGAWADGT

PEMBACAAN PALAWAKYA SARASAMUSCAYA

KIDUNG SINOM JAWA TIMUR

MENGHAFAL MANTRAM WEDA (BHAGAWADGT)

















UDG Jawa Timur 2012
Panduan UDG Jatim 2012
12
Lampiran 1
UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PEMBACAAN SLOKA WAJIB
______________________________________________________________

1.
" " 'F
H l
~'F
" F ll
yad yad hi dharmasya
glnir bhawati bhrata
abhyutthnam adharmasya
tadtmna sjmy aham



(Bhagawad Gt IV.7)



Sesungguhnya bila dharma
tidak lagi dipatuhi, oh Arjuna
dan kebatilan merajalela
saat itu Aku akan lahir kedunia ini

2.
F'
H = "d l
'FF~~
FH ll
paritrya sdhn
winya ca duktm
dharmasasthpanrthya
sabhawmi yuge yuge

(Bhagawad Gt IV.8)


Untuk melindungi orang-orang yang bajik,
dan memusnahkan kejahatan,
serta untuk menegakkan dharma
Aku lahir ke dunia dari masa kemasa



Panduan UDG Jatim 2012
13
Lampiran 2

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PEMBACAAN SLOKA PILIHAN

Code :



1.
H H
N{ FH l
"d H" >
' ll
wymireewa wkyena
buddhi mohayaswa me
tad eka wada nicitya
yena reyoham pnuym



(Bhagawad Gt III.2)



Ajaran-Mu agak membingungkan pikiranku,
oleh karena itu ajarkanlah saya yang meyakinkan
jalan satu-satunya
yang dapat saya lakukan

2.
d'FH' B
l
F
d ll
lokesmin dwiwidh nih
pur prokt maynagha
jnayogena skhyn
karmayogena yoginm

(Bhagawad Gt III.3)


Sejak dahulu telah kukatakan oh Anagha,
ada dua jalan, yaitu
jalan ilmu pengetahuan bagi cendikiawan
dan jalan kerja bagi para karyawan.

______________________________________________________________




Panduan UDG Jatim 2012
14
Lampiran 3
UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PEMBACAAN SLOKA PILIHAN

Code : BB


1.
FH" F
' l
d" dF
F H ll
yas twindriyi manas
niyamyrabhaterjuna
karmaindriyai karmayogam
asakta sa wiiyate



(Bhagawad Gt III.7)



Sesungguhnya orang yang dapat mengendalikan
pancaindrianya dengan pikiran, oh Arjuna,
dengan panca indrianya bekerja tanpa keterikatan,
Ia adalah sangat dihormati

2.
d d H
d Qd l
=
F{H"d ll
niyata kuru karma twa
karma jyyo hy akarmaa
arraytrpi ca te
na prasidhyed akarmaa

(Bhagawad Gt III.8)


Bekerjalah sesuai aturannya
sebab bekerja itu lebih baik dari pada tidak bekerja.
bahkan tubuhpun tidak terawat,
tanpa berkarya

______________________________________________________________





Panduan UDG Jatim 2012
15
Lampiran 4

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PEMBACAAN SLOKA PILIHAN

Code : CC


1.
"F8
HF l
F F{HF{ =
dH N' ll
yadcchlbhasatuo
dwandvtto wimatsara
sama siddhw asiddhau
ca ktwpi na nibadhyate



(Bhagawad Gt IV.22)



Ia yang puas akan apa-apa yang diperolehnya,
bebas dari pertentangan, tidak iri hati,
dalam sukses maupun kegagalan,
walaupun bekerja dia tidak akan terikat.

2.
F]F F
HF~=F l
= d
F H ll
gatasagasya muktasya
jnwasthitacetasa
yajycarata karma
samagra pravilyate

(Bhagawad Gt IV.23)


Mereka yang bebas dari keterikatan,
terpusat pada ilmu pengetahuan,
melaksanakan kerja demi pengabdian,
segala kerjanya menuju kelepasan.
______________________________________________________________






Panduan UDG Jatim 2012
16
Lampiran 5

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PEMBACAAN SLOKA PILIHAN

Code : DD

1.
FH d
FF l
H
' 3F ll
ye tu sarwi karmi
mayi sanyasya matpara
ananyenaiwa yogena m
dhyyanta upsate



(Bhagawad Gt XII.6)



Sesungguhnya mereka yang menumpahkan
segala kerja mereka kepada-Ku, mempersembahkan
dari padaKu, bermeditasi dan berbhakti hanya pada-Ku,
dengan yoga yang tidak terbagi-bagi.

2.
8 FH
d H = l

F"F ll
adwe sarwabhtn
maitra karua ewa ca
nirmamo nirahakra
samadukhasukha kam

(Bhagawad Gt XII.13)


Dia yang tidak membenci segala mahluk,
bersahabat dan cinta kasih,
bebas dari kesombongan dan tidak egois,
sama dalam suka dan duka,

______________________________________________________________




Panduan UDG Jatim 2012
17
Lampiran 6

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PALAWAKYA WAJIB


1.
apan ikang loka, karma pinaka kaliliranya, kalinganya, ubhubhakarmaphala
juga tinmunya, niyata masambandha lawan ubhubhakarma ta pwa ya,
sangkpanya, inatanging prwakarmanya, ikang loka ngaranya, paramrthanya,
kinawackning prwakarma kita kabh

(Srasamuccaya 27.352)

Sebab dunia itu, karma diumpamakan sebagai warisannya, artinya, baik buruk
adalah buah dari perbuatan yang didapatkannya, tergantung dari baik atau buruk
perbuatan orang-orang itu, singkatnya, ditentukan oleh perbuatannya terdahulu
orang-orang didunia ini, artinya, kita semua dipengaruhi oleh perbuatan terdahulu

2.

ttan angg tan kabhuktya ikang prwakarma, sakalwiring phalanika, dnikang
makakarma ya, mwang tan kmuran dumunung irikang krta ngni, kadi
kramanikang anak ring ning lmbu, tan kmuran umt kawitanya, yadyan
mtusatusa ikang lmbu sngnya amisusu, pamoranikang rawwitnya, mngt
juga ya tan kmuran i rawwitnya.

(Srasamucaya 27. 353)

Mau tak mau perbuatan terdahulu itu akan dikecap hasilnya semua oleh yang
berbuat, lagi pula buah perbuatan itu tidak keliru perginya menuju kepada yang
berbuat dulu, sebagai halnya anak lembu tidak akan keliru mencari induknya,
walaupun beratus-ratus lembu yang sedang menyusui bercampur dengan anak
lembu itu, namun lembu itu ingat saja, tidak keliru mendapatkan induknya





.

Panduan UDG Jatim 2012
18
Lampiran 7
UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PALAWAKYA PILIHAN

Code : AA


1.

kapwa mti kang loka, mahyun ring sukha asama-sama, kunang apan yathakti
dnygawe dharmasdhana, ya tan tint nikang karmaphala tinmunya.

(Srasamuccaya 27.358)

Sesungguhnya orang-orang di dunia ini, berharap akan kebahagin yang tiada
taranya, adapun karena kemampuan mereka hanya dapat melaksanakan dharma
sesuai dengan dharmanya, itulah yang diikutinya sebagai karma phala yang
diperolehnya

2.

nng twang, nng samp, nng saubhgya, nng nirbhgya, nng kaya, nng
wddhi, ika ta kabh, lungh tka ika, irikang sarwaloka, tingkah nikang
prwakarma ngni, tint ning kabhuktyanya mangke.

(Srasamucaya 27. 359)

Orang yang rendah hati, orang pembenci, orang yang berbahagia, orang yang
tidak berbahagia, orang yang serba kekurangan dan orang yang berlebihan,
semuanya itu silih berganti pergi datang keadnnya bagi semua orang di dunia
ini, sebagai hasil perbuatannya yang lampau, diperolehnya sebagai apa yang
dinikmati sekarang ini


______________________________________________________________










Panduan UDG Jatim 2012
19
Lampiran 8

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PALAWAKYA PILIHAN

Code : BB


1.
lawan ikang wastu inipuk, tan patuwuh ika ln sangkrikang inipuk, mangkana
tikang prwakarma, yatika tint ning phala kabhukti dlaha.

(Srasamuccaya 27.361)

Bahwa apapun yang ditabur itulah yang akan dipetik, tidak akan tumbuh lain dari
pada bibit yang ditabur itu; demikianlah perbuatan pada waktu hidup dulu itulah
yang akan menimbulkan hasil yang dikenyam kemudian

2.

yan ring swargaloka, sukha kwala ikang bhinukti ngkana, kunang yan ngk ring
martyaloka, sukhadukha ikang kabhukti, kunang ring naraloka, dukha kwala
ikang bhinukti ngkana, yapwan ring mokapada, paramasukha ikang kabhukti
ngkana.

(Srasamucaya 27. 362)

Bila di sorga, hanya kesenangan saja yang dinikmati disitu, akan tetapi di dunia
ini, suka duka, yang dialami. Adapun di neraka hanya penderitn saja yang
dialami disitu; sedangkan di alam moksa, kebahagin tertinggi yang diperolehnya
disitu


______________________________________________________________



Panduan UDG Jatim 2012
20
Lampiran 9

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH PALAWAKYA PILIHAN

Code : CC

1.
lawan tkapaning mangarjana, makapagwanang dharma ta ya, ikang dna
antukning mangarjana, yatika patlun, sadhana ring tlu, kayatnkna.

(Srasamuccaya 20.261)

Adalah caranya untuk memperoleh sesuatu, hendaklah berdasarkan dharma, dapat
yang diperoleh karena usaha, hendaklah dibagi tiga, sebagai sarana mencapai
yang tiga itu; perhatikanlah itu baik-baik.

2.

nihan kramanyan pinatlu, ikang sabhga, sdhana ri kasiddhaning dharma, ikang
kaping rwaning bhga, sdhana ri kasiddhaning kama ika ikang kaping tiga,
sdhana ri kasiddaning artha ika, wddhyakna muwah, mangkana kramanyan
pinatiga, dnika sang mahyun manggihaknang hayu.

(Srasamucaya 20. 262)

Inilah hakekatnya maka dibagi tiga yang satu bagian sarana mencapai dharma,
bagian yang kedua adalah sarana untuk kebutuhan hidup, dan bagian yang ketiga
adalah modal untuk melakukan kegiatan usaha dalam bidang artha, itu agar
berkembang kembali, demikian hakekatnya maka dibagi tiga, oleh orang yang
ingin memperoleh kebahagiaan.


_____________________________________________________________



Panduan UDG Jatim 2012
21
Lampiran 10

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH KIDUNG SINOM JAWA TIMUR



Bawa : Sinom Jawa Timuran
Ora susah neka neka, wong urip bakale bali
Angagungna kang kawasa, tresna asih mring sesami
Pituduh Wedha Suci, nenuntun cedhak Hyang Agung
Alelandhesan Dharma, mestuti dhawuh Hyang Widhi
Hastungkara yekti tekan, kang jinangka


Ceria
Ayo.. ayo..ayo..ayo, padha ngidung
Kidunge, kidung suci kunjuk mring Hyang Widhi
Kae..kae..kae,, wus dha padha mrene
Tindak Pura rame-rame netepi kuwajibane


Clunthang.
Gumredeg sahiyeg umat Hindu sagung
Tumuju papan manembah Hyang Agung
Resik agemane, lan resik atine
Mlaku gliyak-gliyak, purnama wulane
Sahiyeg saeka kapti lan manteb
Sedyane manembah Gustine
Duh Gusti, Sang Maha Gung mugi keparanga
Paduka peparinga cahya suci maring dasih, Agung
Mrebawani akarya weninging pikir
Pepajar amimbuhi tyas tentrem raharja sadarum

Panduan UDG Jatim 2012
22

Gayatri
Om Bhur Bvah Svah,
Tat Sawithur varinyam
Bhargo Devasya Dimahi
Dyoyonah pracodayat


Manembah
Anenuwun.. kang cinipta mung kedheting nala
Gumolong dharma bhaktine
Pindha mrica binubut
Amancorong amadhangi budi
Usiking pancadriya

Ceria
Mrih tan carut marut
Pasrah jiwa miwah raga
Mrih tinata saneskara kang kahesti
Tuhu setya tuhu setya kwajiban

RENGU
Tri kaya parisudha
Nggo gegarane nggayuh kamulyane urip
Bhekti Hyang Widhi trisna ing sesami
Leluhur jo padha lali
Yo ayo padha eling
Eling mring kang nyipto bumi,agung pangwasane
sadumuk bathuk, patut disesuci
mrih yuwana kang pinardi



Panduan UDG Jatim 2012
23
Lampiran 10

UTSAWA DHARMA GT JAWA TIMUR 2012
NASKAH MENGHAFAL MANTRAM WEDA


BHAGAWAD GT BAB-III
KARMA YOGA

1.
F =dF
N{" l
d d
F dH ll ! ll
arjuna uwca
jyyas cet karmaas te
mat buddhir janrdana
tat ki karmai ghore m
niyojayasi keawa
3.1
Arjuna berkata :
Wahai Janardana, kalau Engkau berpikir bahwa ilmu pengetahuan lebih mulia
dari pada kerja, mengapa engkau menganjurkan kepadaku melakukan perbuatan
yang kejam ini, wahai Kesawa?


2.
H H
N{ FH l
"d H" >
' ll - ll
wymireewa wkyena
buddhi mohayaswa me
tad eka wada nicitya
yena reyoham pnuym
3.2
Terjemahan :
AjaranMu agak membingungkan pikiranku, oleh karena itu ajarkanlah kepadaku
yang meyakinkan jalan satu-satunya yang dapat ku lakukan.


3.
HH=
d'FH' B
l
F
d ll ll
rbhagawn uwca
lokesmin dwiwidh nih
pur prokt maynagha
jnayogena skhyn
karmayogena yoginm
3.3
Terjemahan :
Sri Bhagawan bersabda :
Sejak dulu telah kukatakan, wahai Anagha, ada dua disiplin, yaitu jalan ilmu
pengetahuan bagi cendekiawan dan jalan kerja bagi yang giat


4.
dd
9' l
= FF"H
F{ F' ll H ll
na karmam anrambhn
naikarmya puruonute
na ca sanyasand ewa
siddhi samadhigacchati
3.4
Panduan UDG Jatim 2012
24
Terjemahan :
Tanpa kerja orang tidak akan mencapai kebebasan, demikian juga ia tak akan
mencepai kesempurnaan karena menghindari kerja.


5.
d>
Bdd l
d QH d
FH d ll 7 ll
na hi kacit kaam api
jtu tihaty akarmakt
kryate hy awaa karma
sarwa praktijair guai
3.5
Terjemahan :
Walaupun untuk sesaat tak seorangpun mampu untuk tidak berbuat, karena setiap
manusia dibuat tak berdaya oleh hukum alam, yang memaksanya bertindak.


6.
d" F
F F F l
$"~H"
~= F 3 ll ll
karmendriyi sayamya
ya ste manas smaran
indriyrthn wimhtm
mithycra sa ucyate
3.6
Terjemahan :
Ia yang duduk mengendalikan panca indranya tetapi pikirannya ingat menikmati
yang menjadi ogjek indranya, sesungguhnya ia adalah orang hipokrit (orang
munafik).


7.
FH" F
' l
d" dF
F H ll O ll
yas tw indriyi manas
niyamyrabhaterjuna
karmaindriyai karmayogam
asakta sa wiiyate
3.7
Terjemahan :
Sesungguhnya orang yang dapat mengendalikan pacan indranya dengan pikiran,
wahai arjuna, dengan pacan indranya bekerja tanpa keterikatan, ia adalah sangat
dihormati


8.
d d H
d Qd l
=
F{H"d ll ll
niyata kuru karma twa
karma jyyo hy akarmaa
arraytrpi ca te
na prasidhyed akarmaa
3.8
Terjemahan :
Bekerjalah seperti yang telah ditentukan, sebab berbuat lebih baik dari pada tidak
berbuat, dan bahkan tubuhpun tak akan berhasil terpelihara tanpa berkarya.









Panduan UDG Jatim 2012
25
9.
~d'
d' dN' l
"~ d d
F] F= ll \ ll
yajrtht karmaonyatra
lokoya karmabandhana
tadartha karma kaunteya muktasaga
samcara
3.9
Terjemahan:
Dari tujuan berbuat yajna itu menyebabkan dunia ini terikat oleh hukum karma,
karena itu wahai arjuna, bekerjalah tanpa pamrih, tanpa kepentingan pribadi,
wahai Kuntiputra.


10.
F F_
H= l
FH_9
H'FH8d'd ll ! ll
sahayaj praj sw
purowca prajpati
anena prasawiyadhwam
ea wostw iakmadhuk
3.10
Terjemahan :
Sesungguhnya sejak dahulu dikatakan, Tuhan setelah menciptakan manusia
melalui yajna, berkata : dengan cara ini engkau akan berkembang, sebagaimana
sapi perah yang memenuhi keinginanmu sendiri.


11.
"HH
"H H H l
F H
HF~ ll !! ll
dewn bhwayatnena
te dew bhwayantu wa
paraspara bhwayanta
reya param awpsyatha 3.11
Terjemahan :
Adanya pada dewa adalah karena ini, semoga mereka menjadikan engkau
demikian, dengan saling memberi engkau akan memperoleh kebajikan yang
paling utama


12.
$8 H "H
"F H l
""
F H F ll !- ll
in bhogn hi wo dew
dsyante yajabhwit
tair dattn apradyaibhyo
yo bhukte stena ewa sa
3.12
Terjemahan :
Sesungguhnya keinginan untuk mendapat kesenangan telah diberikan kepadamu
oleh para dewa karena yajnamu, sedangkan ia yang telah memperoleh
kesenangan tanpa memberi yajna sesungguhnya adalah pencuri.


13.
8 F
FHdN9
& H
=d ll ! ll
yajaiina santo
mucyante sarwakilbiai
bhujate te tw agha pp
ye pacanty tmakrat
3.13
Panduan UDG Jatim 2012
26
Terjemahan :
Ia yang memakan sisa yajna akan terlepas dari segala dosa, tapi ia yang memasak
makanan hanya bagi diri sendiri, sesungguhnya makan dosa.



14.
H
"FH l
H
dFH ll !H ll
annd bhawanti bhtni
parjanyd annasabhawa
yajd bhawati parjanyo
yaja karmasamudbhawa
3.14
Terjemahan :
Adanya mahluk hidup karena makanan, adanya makanan karena hujan, adanya
hujan karena yajna, adanya yajna karena karma



15.
d NQH H{
NQFH l
FFH NQ
B ll !7 ll
karma brahmodbhawa widdhi
brahmkarasamudbhawam
tasmt sarwagata brahma
nitya yaje pratihitam
3.15
Terjemahan
Ketahuilah, adanya karma karena Bhrahma yang ada dari Yang Maha Abadi,
karena itu Brahma melingkupi semuanya itu selalu berkisar disekitar
persembahan.



16.
H H =
H l
"
~ F H ll ! ll
ewa prawartita cakra
nnuwartayatha ya
aghyur indriyrmo
mogha prtha sa jwati
3.16
Terjemahan :
Demikian sebab terjadinya perputaran roda, ia yang tidak ikut dalam
perputarannya itu, berbuat jahat, selalu berusaha berusaha memenuhi nafsu
indranya, sesungguhnya ia hidup sia-sia wahai Partha.



17.
FHH
F"R> H l
H = F8FF
d HU ll !O ll
yas tw tmaratir ewa syd
tmatpta ca mnawa
tmany ewa ca satuas
tasya krya na widyate
3.17
Terjemahan
Ia yang bersenang hati pada sang diri, terpuaskan dengan sang diri, dan
terpusatkan pada sang Dirinya itu, sesungguhnya baginya tidak ada kewajiban
yang harus dilakukan



Panduan UDG Jatim 2012
27
18.
H F d~
d d> l
=F FH9
d>"~ ll ! ll
naiwa tasya ktenrtho
nkteneha kacana
na csya sarwabhteu
kacid arthawyapraya
3.18
Terjemahan :
Baginya di dunia ini, tak ada yang dicari dengan melakukan kegiatan kerja,
ataupun merasa rugi karena tidak bekerja, ataupun tidak merasa tergantung lagi
pada siapapun juga



19.
F"F F
d d F= l
F Q=d
9 ll !\ ll
tasmd asakta satata
krya karma samcara
asakto hy caran karma
param pnoti prua
3.19
Terjemahan :
Oleh karena itu, laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban tanpa terikat (pada
akibatnya) sebab dengan melakukan kegiatan kerja yang bebas dari keterikatan,
orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama



20.
dH FF{F~
d" l
dFH
FdF ll - ll
karmaaiwa hi sasiddhim
sthit janakdaya
lokasagraham ewpi
sapayan kartum arhasi
3.20
Terjemahan :
Sesungguhnya dengan kerja itu saja, prabu Janaka dan lainnya mencapai
kesempurnaan. Terpeliharanya dunia sesungguhnya demikian juga, engkau
hendaknya memperhatikan dalam melakukannya.