Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN Mengapa perusahaan membutuhkan pendanaan jangka pendek? Beberapa alasan antara lain: a.

Laba boleh jadi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sehubungan dengan pertumbuhan perusahaan b. Pihak manajemen cenderung memilih untuk meminjam sekarang terhadap kebutuhannya daripada menunggu hingga perusahaan memiliki cukup dana untuk membiayainya. c. Sumber pendanaan jangka pendek lebih mudah tersedia dan biasanya lebih rendah biayannya disbanding dengan sumber pendanaan jangka panjang. Bila pihak manajemen menggunakan pendanaan jangka pendek untuk menutupi defisit kas, maka beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain; biayanya, risiko, batasan kredit, fleksibilitas pendanaan, situasi modal kerja perusahaan. Beberapa pertanyaan yang perlu diajukan sehubungan dengan pendanaan jangka pendek termasuk: 1. Berapa lama pendanaan tersebut dibutuhkan perusahaan? 2. Berapa besar jumlah uang kas yang dibutuhkan? 3. Akan digunakan untuk apa dana yang dipinjam tersebut? 4. Kapan dan bagaimana perusahaan akan mengembalikan pinjaman tersebut?

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pendanaan Jangka Pendek 1. Pengertian Manajemen Keuangan Jangka Pendek (Short-Term financial management) Manajemen keuangan jangka pendek merupakan pengelolaan aktiva lancar (kas, surat berharga, pihutang, persediaan) dan pasiva lancar perusahaan (hutang dagang, wesel bayar, kewajiban yang masih harus dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan risiko agar memberi kontribusi nilai positif terhadap nilai perusahaan. Misalnya, Aktiva lancar dalam jumlah besar, berakibat pada pengurangan laba, investasi dalam aktiva lancar terlalu kecil, berakibat pada peningkatan risiko tidak dapat membayar, dan hutang lancar dalam jumlah besar, meningkatkan risiko tidak dapat membayar pada saat jatuh tempo. 2. Pembiayaan Jangka Pendek (Short-Term Financing) Pembiayaan jangka pendek merupakan hutang dengan jangka waktu 1 tahun atau kurang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan musiman dan aktiva lancar. Pembiayaan spontan (spontaneous financing) adalah pembiayaan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan dengan dua sumber pembiayaan meliputi hutang dagang (account payable) dan kewajiban yang masih harus dibayar (accruals hutang akibat jasa yang diterima yang pembayarannya belum dilakukan). Account payable dan Accruals merupakan unsecured short-term financing, yaitu sumber pembiayaan jangka pendek yang diperoleh tanpa menjaminkan aktiva tertentu sebagai agunan. Kegunaan Short-Term Financing: a. Digunakan untuk Modal Kerja b. Biaya (bunga) lebih tinggi c. Resikolebihbesar

d. Persyaratannya Lebih Flexible e. Relatif lebih mudah mendapatkannya

2.2 Tipe Pendanaan Jangka Pendek Sumber pendanaan kangka pendek adalah sebagai berikut:

Sumber Dana Spontan

Sumber Dana Jangka Pendek

Sumber Dana yang Perlu Negoisasi

Sumber Dana yang berubah sesuai perubahan aktifitas perusahaan, Misalnya: Hutang Dagang Contoh: Hutang Dagang 2011: Rp 300 juta Hutang Dagang 2012: Rp 400 juta

Sumber Dana yang memerlukan negoisasi dipakai . Misalnya: Kerja Kredit Modal sebelum

2.2.1 Pendanaan Spontan (Spontaneous Financing) Pendanaan Spontan (spontaneous financing) adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan perusahaan). Contoh: hutang dagang dan hutang akrual. Makin besar hutang dagang, makin besar pula sumber dana spontan uang didapat oleh perusahaan. Namun demikian, sumber dana spontan ini juga mengandung biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Selama penjualan perusahaan meningkat, hutang dagang dan accruals akan naik sebagai respon dari kenaikan pembelian, gaji, dan pajak. Secara normal tidak ada biaya yang terkait dengankewajiban jangka pendek tersebut.

Jenis pendanaan ini memiliki karakter jika aktifitas perusahan berubah maka sumber pendanaanpun ikut berubah secara otomatis. Beberapa bentuk sumber dana spontan antara lain : hutang dagang rekening-rekening akrual (misalnya pembayaran upah/gaji atau pembayaran pajak). Hutang dagang timbul karena perusahaan membeli pasokan dari supplier dengan kredit, sedang hutang pajak terjadi karena pajak dibayar setiap tanggal tertentu dalam satu tahunnya.

Rerata hutang dagang = Nilai Hutang / Perputaran Hutang Perputaran hutang dalam setahun = Periode Waktu / Jangka Waktu Kredit

Hutang Dagang Hutang dagang adalah sumber utama pendanaan jangka pendek tanpa jaminan (unsecured short term financing). Rata rata periode pembayaran (APP= Average Payment Period) adalah komponen terakhir dari siklus konversi kas yang merupakan siklus perubahan dari kas hingga menjadi kas kembali. Siklus konversi kas ini mengaitkan hubungan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Sebagai komponen utama sumber pendanaan spontan jangka pendek, hutang dagang adalah hasil dari pembelian secara kredit. Mungkin saja, supplier/pemasok sekali waktu menawarkan diskon tunai (cash discount). Tawaran diskon tunai ini kemungkinan dimanfaatkan atau kemungkinan diabaikan oleh perusahaan. Diskon tunai seharusnya diabaikan hanya jika perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek harus membayar tingkat bunga pinjaman yang lebih tinggi daripada biaya mengabaikan diskon tunai. Sedangkan untuk mengelola keuangan jangka pendek yang melibatkan aktiva lancer dan kewajiban lancar sedemikian rupa sehingga dapat menyeimbangkan trade off antara profitabilitas dengan

risiko

sehingga

memberi

kontribusi

terhadap

maksimalisasi

kemakmuran pemegang saham agar sasaran manajemen keuangan tercapai, adalah tugas manager/eksekutif keuangan. Dalam manajemen hutang dagang, beberapa istilah (term) yang perlu diperhatikanadalah rata rata periode pembayaran yang terdiri dari 2 bagian: 1. Waktu dari pembelian bahan baku sampai perusahaan mengirim pembayaran 2. Waktu setelah perusahaan mengirim pembayaran sampai supplier menerima dana dari rekening perusahaan, ini disebut dengan payment float time Sasaran perusahaan adalah membayar selambat mungkin tetapi tanpa merusak nama baik perusahaan. Misal, PT. Sumber Makmur memiliki rata rata preiode pembayaran 35 hari, dengan rata-rata hutang dagang Rp.473.958. Maka hutang dagang perhari adalah Rp.13.542. Jika Sumber Makmur mengirim pembayaran dalam 35 hari sebagai ganti 30 hari, hal ini akan menurunkan investasi dalam operasi sebesar Rp.67.710 (5 hari x Rp.13.542). Jika hal ini tidak merusak nama baik Sumber Makmur, jelas membayar lebih lambat akan lebih menarik.

Hutang Dagang sebagai Sumber Dana Spontan a. Open Account Open account merupakan jenis yang paling populer, dan menunjukkan bahwa penjual mengirimkan barang ke pembeli dilengkapi dengan faktur yang menyebutkan barang yang dikirim, harga per satuan harga keseluruhan, dan syarat-syarat pembayaran. Setelah pembeli menandatangani tanda penerimaan barang, pembeli berarti menyatakan berhutang kepada penjual. Persyaratan hutang disertakan dalam open account. Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain adalah COD (cash on delivery) dan CBD (cash before delivery).

b. Notes Payable Notes payable berarti pembeli membuat surat pernyataan berhutang secara resmi kepada penjual, disertai kapan akan dilunasi hutang tersebut. Cara ini sering dilakukan setelah pembeli tidak melunasi open account. c. Trade Acceptance Trade acceptance berarti penjual menarik draf kepada pembeli yang menyatakan kapan draft tersebut akan dibayar. Draft ini kemudian dijamin oleh bank yang akan membayar draft tersebut, kemudian penjual mengirim barang tersebut. Contoh: Perusahaan Ogah Rugi membeli barang senilai Rp

300.000.000,- secara kredit dengan jangka waktu 3 bulan maka perputaran hutang setahun 4x. Dengan demikian rerata hutang dagang Perusahaan Ogah Rugi sebesar Rp

75.000.000, Jika perusahaan menaikkan pembelian kredit sebesar 10% ( Rp 300.000.000 ), maka rerata hutang dagangpun akan naik sebesar 10% ( Rp 82.500.000 ). Begitu jika perusahaan akan menurunkan pembelian kreditnya sebesar 5% maka rerata hutang dagangpun akan turun 5%. Maka tak salah kalau staf manajer keuangan Perusahaan Ogah Rugi ketike membuat budget hutang dengan menggunakan angka persentase pembelian kredit.

2.2.2 Pendanaan Tidak Spontan (Non-Spontaneous Financing) Seiring dengan perkembangan usaha perusahaan, jika volume penjualan meningkat maka kebutuhan modal kerja juga akan meningkat, dan bila perusahaan ingin menambah dana dari bank, perusahaan akan mengajukan permohonan kredit bank atau tambahan dana ke bank. Kemudian bank akan mengevaluasi permohonan tersebut, dan menentukan apakah permohonan tersebut diterima atau tidak. Alternatif lain, jika perusahaan ingin menerbitkan sekuritas, maka perusahaan tersebut harus memproses emisi sekuritas tersebut. Proses tersebut tidak bisa dilakukan secara otomatis. Pendanaan Tidak Spontan (non-spontaneous financing) adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Contoh : hutang yang diperoleh dari bank. Jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk

memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan waktu untuk negosiasi atau perundingan secara formal. Beberapa bentuk sumber dana tidak spontan antara lain: 1. Commersial Paper. Merupakan surat hutang jangka pendek (jangka waktu 30-90) hari tanpa jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar dan dijual langsung ke investor. Biasannya hanya perusahaan besar yang bisa mengeluarkan commersial paper. 2. Pinjaman Kredit. Berasal dari lembaga keuangan dan lembaga keuangan non bank. Pinjaman dari bank ada 2 jenis : (a) Kredit Transaksi, yaitu kredit yang ditujukan untuk tujuan spesifik tertentu. (b) Kredit Lini, dengan pinjaman ini, peminjam bisa meminjam sampai jumlah maksimum tertentu, yang menjadi plafon (batas atas pinjaman) 3. Factoring atau anjak pihutang berarti menjual pihutang dagang. Dari segi perusahaan yang mempunyai pihutang, factoring memunyai manfaat karena perusahaan tidak perlu menunggu sampai pihutang jatuh tempo untuk memperoleh kas. Pihutang juga

memperoleh manfaat karena factoring merupakan alternative investasi. 4. Menjaminkan Pihutang. Alternatif lain dari menjual pihutang adalah menggunakan pihutang sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Dengan alternatif ini, kepemilikan pihutang masih ada di tangan perusahaan. Jika pinjaman tidak terbayar, pihutang yang dijadikan jaminan bisa digunakan untuk melunasi pinjaman. 5. Menjaminkan Barang Dagangan (Persediaan). Perusahaan bisa menjaminkan barang dagangan untuk memperoleh pinjaman. Prosedur yang dipakau akan sama dengan penjaminan pihutang. Pemberi jaminan akan mengevaluasi nilai persediaan, kemudian akan memberikan pinjaman dalam presetase tertentu dari nilai persediaan yang dijaminkan. 6. Akseptasi Bank 7. Report

2.3 Anggaran Kas Anggaran kas menunjukkan rencana aliran kas masuk (cash inflows), aliran kas keluar (cash outflows), dan posisi akhir pada setiap periode. Penyusunana anggaran kas merupakan cara yang efektif untuk merencanakan dan mengendalikan arus kas (cash flows), taksiran kebutuhan kas, dan penggunaan kelebihan kas secara efektif. 2.3.1 Tujuan Anggaran Kas Tujuan utama dilakukannya penyusunan anggaran/rencana kas adalah untuk merencanakan posisi likuiditas perusahaan sebagai dasar penentuan pinjaman attau investasi. Tujuan penyusunan anggaran kas: 1. Menentukan posisi kas pada berbagai waktu 2. Memperkirakan kemungkinan defisit atau surplus 3. Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek atau panjang

4. Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit 5. Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan 6. Sebagai penialaian terhadap realisasi pengeluaran anggaran.

2.3.2 Formula Anggaran Kas

Sumber kas masuk utama adalah: 1. Hasil penjualan produk secara tunai 2. Hasil menagih piutang dagang 3. Pendapatan lain, seperti bunga dari bank, jasa giro, dividen 4. Adanya pengurangan pada aktiva tetap, seperti menjual aktiva yang tidak terpakai 5. Adanya peneriamaan yang buka penghasilan, seperti kredit dari bank, penjualan obligasi, dan lain-lain hutang jangka pendek 6. Penambahan modal sendiri Pengeluaran kas yang utama adalah: 1. Berbagai pembayaran untuk keperluan operasional perusahaan sehari-hari seperti membeli material/bahan baku, membayar gaji, dan upah tenaga kerja, berbagai biaya yang termasuk biaya overhead pabrik (kecuali depresiasi/amortisasi yang tidak

membutuhkan kas) biayay-biaya penjualan dan administratif 2. Pembayaran pada para kreditur, baik berupa bunga maupun angsuran 3. Penambahan berbagai aktiva tetap seperti pembelian aktiva tetap 4. Pembayaran pada pemilik modal, seperti pembayaran dividen atau pengembalian modal

5. Pembayaran pada pemerintah, seperti pajak, cukai, materai, restitusi, Ipeda, dan lain-lain

2.3.3 Pendekatan dalam menyusun Anggaran Kas a. Anggaran Kas Jangka Pendek Anggaran kas ini merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-hari. Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan. Sebagai cintoh, estimasi penerimaan kas dari penjualan dan estimasi pengeluaran kas untuk pembelian mesin-mesin dan peralatan baru. Anggaran kas seperti ini terutama berfungsi sebagai alat pemberian otorisasi kas keluar yang secara terusmenerus disesuaikan dengan arus kas masuk dan situasi keuangan pada umumnya. b. Anggaran Kas Jangka Panjang Anggaran kas jangka panjang disusun dengan cara

membandingkan neraca yang disusun antara 2 periode anggaran, dan perhitungan rugi laba perusahaan yang terjadi selama periode antara kedua neraca tersebut. Estimasi penerimaan kas (terutama penjualan barang atau jasa dan pinjaman), sedangkan estimasi pengeluaran kas adalah terutama untuk biaya-biaya, pengeluaran modal dan pembayaran hutang, yang merupakan dasar yang tepat untuk keputusan-keputusan yang berkaitan dengan keuangan.

2.3.4 Pengendalian posisi kas Pengendalian kas berfungsi untuk menentukan posisi kas pada berbagaidimensi waktu. Bagian keuanganlah yang bertanggung jawab atas pengendalian posisi kas. Realisasi penerimaan dan pengeluaran kas berbeda dengan rencana yang telah ditetapkan dalam rencana laba. Perbedaan ini disebabkan oleh: 1. Perubahan variabel-variabel yang mempengaruhi kas, misalnya perubahan tingkat pajak

2. Kejadian-kejadian

mendadak

yang

tidak

diharapkan

yang

mempengaruhi operasi perusahaan 3. Kurangnya pengendalian kas Jika perusahaan mengahdapi situasi yang menyebabkan kesulitan kas, maka manajemen dapat menghindari situasi buruk dengan cara: 1. Meningkatkan usaha pengumpulan piutang 2. Mengurangi biaya-biaya kas 3. Menunda pengeluaran modal 4. Mengurangi persediaan 5. Mengubah waktu operasi yang mempengaruhi kas Pengendalian kas sebaiknya dilakukan dengan 2 prosedur, sebagai berikut: 1. Evaluasi secara terus-menerus (continous evaluation) Meliputi, evaluasi periodik dan laporan rutin, biasanya bulanan dan estimasi posisi kas yang akan datang 2. Pengendalian kas dengan catatan data harian atau mingguan Pada dasarnya tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya bunga serta mempertahankan jumlah kas yang cukup. Biasanya cara ini digunakan oleh perusahaan yang memiliki permintaan kas yang berfluktuasi (tidak teratur) atau perusahaan yang memiliki banyak cabang dengan aliran kas yang besar.

2.4 Sumber-sumber Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan Yang Termasuk dalam kategori pinjaman jangka pendek yang diperoleh dalam usaha biasanya terdiri dari bank loan dan commercial papers. 2.4.1 Pinjaman Bank (bank loans) Bank sebagai sumber utama pendanaan yang dapat memberikan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan untuk usaha. Pinjaman bank merupakan short-term, self- liquidating loan yaitu pinjaman jangka

pendek tanpa jaminan yang digunakan untuk membiayai pihutang dan persediaan pada saat kebutuhan modal meningkat secara musiman, diharapkan pihutang dan persediaan dapat menjadi kas secara cepat (likuid) sehingga dana yang dibutuhkan untuk membayar pinjaman dapat diperoleh dengan sendirinya.

Perhitungan Tingkat Bunga Pinjaman Secara umum, terdapat tiga metoda perhitungan tingkat bunga: a. Collect basis Contoh: kredit yang diterima Rp. 100 juta. Tingkat bunga 15%. Pada akhir tahun debitur membayar bunga Rp. 15 juta (plus Rp. 100 juta pokok pinjaman). Dengan demikian, tingkat bunga efektifnya: (Rp. 15 juta / Rp. 100 juta) x 100% = 15%. b. Discount basis Contoh: apabila debitur hanya menerima Rp. 85 juta pada awal tahun (karena bunganya diminta terlebih dahulu) dan membayar Rp. 100 juta pada akhir tahun, maka tingkat bunga efektifnya adalah: (Rp. 15 juta / Rp. 85 juta) x 100% = 17.65% c. Add-on basis Contoh: apabila digunakan add-on basis, maka perusahaan diminta membayar secara angsuran (misalnya per bulan), maka pembayaran per bulan sebesar: {Rp. 100 juta (1.15) / 12} = Rp. 9.583.000,-. Dengan demikian, tingkat bunga per bulan dapat dihitung dengan menggunakan konsep time value of money: ( )

dengan cara trial and error, akan diperoleh i (tingkat bunga sekitar 2,2% per bulan. Dengan demikian, tingkat bunga per tahun sekitar: (1 + 0.022)12 1 = 29,84%

Dasar pembagian tingkat bunga pinjaman adalah, 1. Prime rate of interest Bunga terendah yang dibebankan oleh bank nasional atau bank komersil dengan reputasi terbaik kepada debitur korporasi dengan credit rating yang tinggi. 2. Fixed rate loan Suku bunga kredit yang ditetapkan sebesar prime rate of interest setelah ditambah spread (margin) dan berlaku tetap sampai dengan tanggal jatuh tempo kredit. 3. Floating-rate loan Suku bunga kredit yang ditetapkan sebesar prime rate of interest setelah ditambah spread (margin) dan berlaku mengambang (bisa berubah-ubah) meskipun kredit belum jatuh tempo. Contoh: Jumlah kredit $ 10,000 Bunga 1 tahun $ 1,000

Berapa effective annual rate: Apabila bunga dibayarkan setelah tanggal jatuh tempo? ($1,000 / $10,000) x 100% = 10,0%. Apabila bunga dibayarkan di depan (pada saat penerimaan pinjaman)? {$1,000 / ($10,000 $1,000) x 100%} = 11,1%

Secara umum, terdapat tiga bentuk pinjaman jangka pendek tanpa jaminan yang banyak diaplikasikan, yaitu: 1. Single payment notes Kredit jangka pendek bersifat akad kredit berlaku untuk sekali dan kredit harus lunas pada saat jatuh tempo. 2. Compensating balances

Jumlah saldo yang harus dipelihara oleh debitur dengan jumlah misalnya 10% sampai 20% dari jumlah limit kredit sebagai cadangan pembebanan bunga atau biaya administrasi kredit lainnya. Contoh: Limit kredit $1,000,000 Suku bunga 10% per tahun atau 10% x $1,000,000 = $100,000 per tahun. Compensating balances 20% atau $200,000 Akan tetapi, the effective annual rate of the funds sebenarnya adalah: ($100,000/$800,000) x 100% = 12.50% (bukan 10%) 3. Annual clean-up Untuk meyakinkan bahwa kredit yang dipinjam untuk pembiayaan sesuai perjanjian, bank sering meminta adanya annual cleanup, yaitu Rekening Pinjaman bersaldo nihil pada hari-hari tertentu pada tahun masih berlakunya masa pinjaman, hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan tujuan kredit, misalnya kredit berjangka pendek digunakan untuk kredit jangka panjang.

2.4.2

Surat Berharga Merupakan salah satu bentuk pembiayaan jangka pendek yang terdiri dari promes tanpa jaminan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memiliki standar kredit yang tinggi. Umumnya hanya perusahaanperusahaan besar saja dengan kondisi keuangan dan reputasi yang baik yang dapat menerbitkan commercial paper.

Keuntungan menggunakan commercial paper: 1. Rendahnya tingkat bunga CP dibandingkan tingkat bunga pinjaman bank. Tidak diperlukan adanya agunan khususuntuk CP yang diterbitkan perusahaan penerbit. Akan tetapi ada lini kredit dengan jumlah nominal sama dengan CP yang diterbitkan untuk menjamin bila CP yang diterbitkan tidak laku dijual atau untuk

menjamin

pembayaran

CP

bila

telah

jatuh

tempo.

CP

mendatangkan sejumlah besar dana jangka pendek dalam tiap penerbitannya. 2. CP juga meningkatkan nama baik dan prestasi perusahaan penerbitkarena perusahaan opini umum yang berlaku saja bahwa yang hanya dapat

dengan

kredibilitas

tinggi

menerbitkan dan menjual CP di pasaran. Perusahaan penerbit akan lebih mudah memperoleh pinjaman lain dari bank komersial di masa yang akan datang. 3. CP dapat bertindak sebagai jembatan antara satu pinjaman bank dengan yang lainnya, sehingga kebutuhan dana yang muncul pada selang waktu antara dua pinjaman bank dapat ditutupi dengan dana dari penjualan CP.

Keterbatasan commercial paper 1. Sifat CP sulit diramalkan perkembangannya dibandingkan dengan pinjaman bank, sehingga sering mengakibatkan CP memiliki kadar risiko yang lebih tinggi. Dengan demikian, beberapa keterbatasan penerbitan CP adalah sebagai berikut: 2. Masih ada kemungkinan CP tidak laku dijual sedangkan pinjaman bank sudah pasti akan diterima pada periode tertentu. Dengan demikian, bila CP tidak laku ada kemungkinan dana yang diperlukan tidak tersedia pada periode yang telah direncanakan. 3. Bila perusahaan penerbit mengalami kesulitan keuangan saat CP jatuh tempo sehingga tidak mampu membayar kembali CP tersebut, sulit meminta waktu penundaan pembayaran pada para investornya. 4. Perusahaan kecil dengan kredibilitas tinggi dalam masalah kreditnya, tidak dapat ikut menerbitkan CP sebagai sumber dana jangka pendeknya.

Perhitungan bunga efektif commercial paper Tingkat suku bunga efektif commercial paper ditentukan oleh berapa besar discount yang diberikan dan lamanya jatuh tempo, penjualan commercial paper dapat dilakukan dengan perhitungan discount dari nilai par (par value atau face value) dan bunga sebenarnya yang diperoleh pembeli ditentukan dengan perhitungan tertentu.

Contoh: PT Venus menerbitkan commercial paper seharga Rp. 3.000.000,- yang akan jatuh tempo dalam waktu 90 hari dan menjual dengan harga Rp. 2.940.000,-. Pada hari ke-90 pembeli akan menerima Rp. 3.000.000,- untuk investasi sebesar Rp. 2.940.000,-. Bunga yang dibayar pada pembiayaan ini sebesar Rp. 60.000,- dengan pokok Rp. 2.940.000,-. Tingkat bunga efektifnya dengan demikian adalah (Rp. 60.000,- : Rp.2.940.000,-) = 2,04% untuk 90 hari. Bila diasumsikan commercial paper diperpanjang setiap 90 hari sepanjang tahun, maka tingkat bunga efektif untuk commercial paper dengan persamaan: Jawab: EAR = ( ) adalah sebesar (1+2,04%)4 1 = 8,41%

di mana: EAR = tingkat bunga efektif (effective annual rate) k = tingkat bunga nominal m = compounding frequency (frekuensi pemajemukan)

Contoh di atas menunjukkan bahwa m = 4 diperoleh dari informasi bahwa commercial paper jatuh tempo setelah 90 hari dimana asumsi 1 tahun = 360 hari, dengan demikian m = 360/90 = 4.

2.4.3

Sifat Utama Sumber Pendanaan Jangka Pendek

Type of Short-Term Financing

Sources

Characteristics

1. Sumber Pembiayaan spontan jangka pendek Accounts Payable Supplier Merchandise of Hutang dagang dari supplier dengan masa laku 0 120 hari merupakan sumber

pembiayaan dengan jumlah besar. Accruals Karyawan pemerintah dan Merupakan hutang gaji dan pajak yang belum/masih

harus dibayar 2. Sumber Pinjaman Jangka Pendek tanpa jaminan Single Payment Notes Commercial Banks Digunakan untuk

memperoleh pinjaman jangka pendek perjanjian. untuk sekali

Lines of Credit

Commercial Banks

Jumlah plafond tertentu untuk beberapa jenis kredit seperti: visa kredit, credit-card, kredit musiman. Dll.

Revolving Credit Agreement

Commercial Banks

Perjanjian

credit

line,

penggunaan kredit ini dijamin dengan masa laku sering melebihi satu tahun dan

berubah (Revolving) masa berlakunya. Commercial Paper Korporasi, Merupakan surat pengakuan (promissory note)

Bank, Asuransi, hutang

Yayasan Pensiun

Dana diterbitkan oleh LKBB dan dan LKB yang sehat dan bonafid dan berjangka waktu pendek, serta tanpa jaminan

Money Market

3. Sumber Pinjaman dengan Jaminan Account Receivable Collateral Pledging Commercial Banks Commercial Finance Company Pihutang dengan likuiditas and baik (selektif), debitur dapat dipercaya untuk mengirimkan pelunasannya pada Pledge Account yang disertai

pemberitahuan pelunasan Factoring Factors, Commercial Banks, Commercial Finance Company Rekening selektif untuk

dijual, biasanya tanpa disertai discount. meminjamkan pihutangnya Factors kredit yang atas belum

tertagih dan jatuh tempo, untuk itu factors memberikan bunga

Persediaan Kolateral Floating Items Commercial Banks Commercial Finance Company Pinjaman and dengan Peminjaman perusahaan yang yang di cover

inventory. adalah memiliki

nilai inventory yang kuat dan stabil

Trust Receipt

Manufacturers

Pinjaman

yang

di

cover

Captive Finance otomotif, barang tahan lama, Subsidiaries, barang industri, mudah dijual

Commercial Banks Commercial Finance Company Warehouse Receipt Commercial Banks Commercial Finance Company

dan

hasil

penjualanya digunakan

and langsung pelunasan,

Inventory digunakan sebagai and jaminan dan di bawah kontrol kreditur yang disimpan di suatu gudang yang dijaga untuk kepentingan kreditur.

BAB III PENUTUP Pembiayaan jangka pendek merupakan hutang dengan jangka waktu 1 tahun atau kurang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan musiman dan aktiva lancar. Pendanaan jangka pendek digunakan untuk Modal Kerja, Biaya (bunga) lebih tinggi, Resikolebihbesar, Persyaratannya Lebih Flexible, Relatif lebih mudah mendapatkannya Sumber Pendanaan jangka pendek ada 2 yaitu, Pendanaan Spontan (spontaneous financing) adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan perusahaan). Contoh: hutang dagang dan hutang akrual dan Pendanaan Tidak Spontan (non-spontaneous financing) adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Contoh : hutang yang diperoleh dari bank. Dalam pembiayaan jangka pendek diperlukan pencatatan dan

penyusunan transaksi keluar masuk kas, maka dibuat anggaran kas, Anggaran kas menunjukkan rencana aliran kas masuk (cash inflows), aliran kas keluar (cash outflows), dan posisi akhir pada setiap periode. Penyusunana anggaran kas merupakan cara yang efektif untuk merencanakan dan mengendalikan arus kas (cash flows), taksiran kebutuhan kas, dan penggunaan kelebihan kas secara efektif.

Daftar Pustaka

Sumber Buku: Gitman, L.J. Principles of Managerial Finance. Tenth Edition. New York: Addison Wesley. Sundjaja, R.S. dan Barlian, I., 2001. Manajmenem Keuangan Satu. Edisi Ketiga. Jakarta: Prenhallindo.

Sumber Lain: http://monstajam.blogspot.com/2011/04/sumber-sumber-pendanaan-jangkapendek.html http://husnil91.wordpress.com/2011/03/20/ii-sumber-sumber-pembiayaanjangka-pendek-by-husnil-khatimah-manajemen-dualdegree-unp-uum/ http://rikosiau.blogspot.com/2010/04/manajemen-keuangan-modul-9.html http://www.scribd.com/doc/77031155/anggaran-kas